Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia, termasuk pada sektor olahan pangan seperti kulit lumpia. Di Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, terdapat…
dapat pelaku UMKM yang mengelola produksi kulit lumpia secara tradisional namun tetap mampu bersaing. Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi pemasaran yang digunakan, menilai efektivitasnya terhadap peningkatan penjualan, serta mengidentifikasi faktor yang mendukung keberhasilan dan kendala yang dihadapi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemilik usaha, anggota keluarga yang terlibat, pegawai, pelanggan, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dijalankan mencakup pemeliharaan kualitas produk, penetapan harga yang terjangkau, pemilihan lokasi usaha yang strategis, pemanfaatan media sosial, pengembangan jaringan reseller, keterbukaan proses produksi kepada konsumen, dan penyediaan variasi ukuran produk. Strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan volume penjualan, terutama pada periode tertentu seperti bulan Ramadan, serta membangun loyalitas pelanggan. Faktor keberhasilan meliputi kualitas produk yang terjaga, hubungan sosial yang harmonis, harga yang bersaing, dukungan keluarga, promosi dari mulut ke mulut, dan penggunaan media sosial. Sementara itu, kendala yang muncul antara lain keterbatasan tenaga kerja, cuaca yang menghambat proses pengeringan, kemasan yang belum optimal, dan promosi digital yang belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pemasaran yang sederhana namun konsisten dapat menjaga keberlangsungan UMKM di daerah pedesaan. Selain itu, ditemukan kontribusi signifikan dari peran perempuan dalam usaha keluarga, yang berdampak pada peningkatan ekonomi rumah tangga sekaligus memperkuat pemberdayaan sosial di lingkungan masyarakat.
Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian, termasuk di Kabupaten Bandung. Namun, rendahnya kompetensi SDM dan terbatasnya akses informasi ekspor membuat minat mengikuti pelatihan ekspor…
kspor belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi SDM dan akses informasi terhadap minat pegawai Wanoja Coffee mengikuti pelatihan ekspor. Metode kuantitatif digunakan dengan sampel jenuh 45 pegawai, diuji validitas, reliabilitas, serta dianalisis regresi berganda. Hasil menunjukkan kompetensi SDM dan akses informasi berpengaruh positif signifikan, baik parsial maupun simultan, dengan Adjusted R² 0,691. Kesimpulannya, peningkatan kompetensi SDM dan akses informasi menjadi faktor penting mendorong minat pelatihan ekspor.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran inovasi produk dan pemasaran media sosial, khususnya Instagram, dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen di era digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk…
k mengetahui pengaruh inovasi produk dan social media marketing Instagram terhadap keputusan pembelian pada Mawar Studio Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Mawar Studio, dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner menggunakan skala Likert melalui Google Form. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis jalur (path analysis), dan uji hipotesis menggunakan bantuan software IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh hubungan positif antar variabel inovasi produk dan social media marketing. Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel inovasi produk dan social media marketing Instagram baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosial dan motivasi terhadap minat mahasiswa dalam berwirausaha di International Women University (IWU) Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan…
engan metode survei terhadap 82 mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis angkatan 2021. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa faktor sosial berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 74,08%, motivasi berada pada kategori sangat tinggi dengan skor 84,72%, sedangkan minat berwirausaha mahasiswa hanya berada pada kategori cukup dengan skor 58%. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa faktor sosial berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha (t = 3,123; Sig. = 0,003), motivasi juga berpengaruh signifikan (t = 5,238; Sig. = 0,000) dan menjadi faktor dominan. Secara simultan, faktor sosial dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa (F = 54,701; Sig. = 0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial yang baik dan motivasi internal yang kuat berkontribusi nyata dalam meningkatkan minat mahasiswa untuk menjadi wirausahawan
Abstract:This study aims to explore students’ perceptions of the effectiveness of using canva in designing lecture presentations. The background of this study stems from the rapid development of digital technology that encourages…
es the use of design applications as a means of supporting the learning process. The research method used was a quantitative survey involving 30 students as respondents who were selected purposively, namely those who had direct experience using canva. The data collection instrument was a Likert scale questionnaire with 20 statements covering aspects of ease of use, time efficiency, quality and creativity, academic benefits, collaboration, limitations, and satisfaction levels. The results showed that the majority of students had a positive view of using canva. This application was considered easy to operate even without in-depth design skills, helping to speed up the preparation of presentations, while also improving the quality and creativity of the display. In addition, canva is considered to provide real academic benefits, support collaboration, and encourage the exploration of diverse visual styles. However, there are still a number of weaknesses, such as the limitations of the free version, visual designs that are considered less suitable for formal academic contexts, and a small number of students who feel that their creative space is limited. From this research, it can be concluded that canva can be used as an alternative medium to support the learning process in higher education, particularly in developing students' presentation skills. Lecturers and educational institutions can also utilize canva as an innovative learning tool that encourages creativity, collaboration, and improves the quality of material delivery. In addition, the results of this study can be used as a basis for developing policies on the use of digital media in academic activities that are more effective and relevant to students' needs.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa mengenai efektivitas penggunaan canva dalam merancang presentasi perkuliahan. Latar belakang kajian ini berangkat dari pesatnya perkembangan teknologi digital yang mendorong pemanfaatan aplikasi desain sebagai sarana penunjang proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kuantitatif yang melibatkan 30 mahasiswa sebagai responden yang dipilih secara purposive, yakni mereka yang memiliki pengalaman langsung menggunakan canva. Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert dengan 20 butir pernyataan yang mencakup aspek kemudahan penggunaan, efisiensi waktu, kualitas dan kreativitas, manfaat akademik, kolaborasi, keterbatasan, serta tingkat kepuasan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki pandangan positif terhadap penggunaan canva. Aplikasi ini dinilai mudah dioperasikan meskipun tanpa keahlian desain yang mendalam, membantu mempercepat penyusunan presentasi, sekaligus meningkatkan mutu dan kreativitas tampilan. Selain itu, canva dianggap memberi manfaat akademik nyata, mendukung kerja sama, dan mendorong eksplorasi gaya visual yang beragam. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah kelemahan, seperti keterbatasan fitur versi gratis, desain visual yang dinilai kurang sesuai untuk konteks akademik formal, serta sebagian kecil mahasiswa yang merasa ruang berkreasi mereka terbatasi. Dari penelitian ini dapat ditemukan bahwa canva dapat dijadikan media alternatif untuk menunjang proses pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan keterampilan presentasi mahasiswa. Dosen dan institusi pendidikan juga dapat memanfaatkan canva sebagai sarana pembelajaran inovatif yang mendorong kreativitas, kolaborasi, serta peningkatan kualitas penyampaian materi. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan penggunaan media digital dalam kegiatan akademik yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan QRIS terhadap efisiensi pembayaran pada kaum lansia di Pasar Baros Cimahi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif.…
atif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 96 responden lansia yang pernah menggunakan QRIS di Pasar Baros Cimahi. Uji statistik yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh QRIS terhadap efisiensi pembayaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS oleh lansia di Pasar Baros Cimahi berada pada kategori sangat baik, sementara efisiensi pembayaran berada pada kategori baik. Analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi pembayaran, dengan kontribusi pengaruh sebesar 65,6%, sedangkan 34,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun QRIS memberikan manfaat dalam meningkatkan kemudahan dan kecepatan pembayaran, masih terdapat ruang untuk perbaikan, terutama terkait dengan kecepatan transaksi. Rekomendasi diberikan kepada pihak terkait untuk meningkatkan sosialisasi dan pelatihan kepada lansia agar penggunaan QRIS lebih optimal.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis berbagai model evaluasi pendidikan yang digunakan dalam proses pengukuran dan penilaian efektivitas program pembelajaran maupun kebijakan pendidikan. Melalui pendekatan…
katan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelusuri konsep, karakteristik, serta kelebihan dan kekurangan dari beberapa model evaluasi pendidikan yang paling dikenal, seperti model CIPP, model Tyler, model Countenance, model Stake, dan model Kirkpatrick. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap model memiliki orientasi dan pendekatan yang berbeda-beda, tergantung pada tujuan, konteks, serta jenis program yang dievaluasi. Model CIPP cenderung digunakan untuk evaluasi yang bersifat komprehensif dan berorientasi pada perbaikan program, sementara model Tyler lebih fokus pada pencapaian tujuan instruksional. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada satu model evaluasi yang bersifat universal, sehingga pemilihan model evaluasi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lembaga pendidikan. Temuan ini memperkuat pentingnya pemahaman mendalam terhadap teori evaluasi serta fleksibilitas dalam implementasinya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik, perencana pendidikan, dan peneliti dalam menentukan pendekatan evaluasi yang tepat guna meningkatkan mutu pendidikan.
Abstract:Pariwisata halal di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan, ditandai dengan meningkatnya kebutuhan akan akomodasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Hotel syariah hadir sebagai jawaban atas kebutuhan wisatawan muslim…
slim dengan menyediakan fasilitas ibadah, makanan halal, serta desain yang sesuai ketentuan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap fasilitas dan desain hotel syariah di wilayah Jabodetabek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 150 responden yang pernah menginap di hotel syariah. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik Weighted Mean Score (WMS) untuk mengetahui tingkat penilaian responden pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek fasilitas, responden memberikan penilaian sangat tinggi dengan rata-rata skor 4,760 – 4,880. Fasilitas ibadah, termasuk ketersediaan perlengkapan shalat di kamar dan area bersuci, merupakan aspek yang paling diapresiasi. Pada aspek desain, rata-rata penilaian responden berada di atas 4,300, dengan apresiasi tinggi terhadap tata letak yang memperhatikan arah kiblat serta ketiadaan dekorasi berbentuk makhluk hidup. Namun, pemisahan ruang tunggu atau ruang pertemuan pria dan wanita memperoleh skor relatif lebih rendah (4,127). Temuan ini menegaskan bahwa hotel syariah di Jabodetabek telah memenuhi ekspektasi tamu muslim, meskipun masih perlu perbaikan pada aspek diferensiasi gender untuk memperkuat identitas syariah dan meningkatkan daya saing di industri perhotelan.
Abstract:This study aims to determine the influence of public perception on the quality of public services at the Department of Population and Civil Registration (Disdukcapil) of Bogor Regency. The type of research used is descriptive…
ptive quantitative. The population in this study consists of people who carried out administrative services at the Disdukcapil office of Bogor Regency, with a total sample of 100 respondents. Data analysis was conducted using the Weighted Means Score (WMS) method. The results of the study show that: (1) The highest average score from the analysis of public service quality indicators was the indicator related to “technical service requirements at Disdukcapil being easy to understand by the public,” which obtained an average value of 3.50, categorized as good. Another high indicator was “the completion of administrative processes at Disdukcapil on time,” with an average score of 3.55, also categorized as good. Meanwhile, the lowest average score was 3.19, categorized as fairly good, on indicators such as “the public feeling that their security is guaranteed when managing administrative services at Disdukcapil” and “service officers being disciplined in providing services to the community.” (2) The final recapitulation of the analysis across the ten main indicators of public service quality shows that the highest average score was found in the Certainty indicator, with a score of 3.48, categorized as fairly good. On the other hand, the lowest average scores were in the Discipline and Comfort indicators, both with scores of 3.23, also categorized as fairly good. (3) Overall, the average score of all public service quality indicators in this study was 3.34, categorized as fairly good. This indicates that, in general, the public perceives the quality of public services at the Disdukcapil of Bogor Regency to be fairly good. The recommendation given is that Disdukcapil Bogor Regency should further improve the discipline of its officers regarding their presence at the workplace or service counters, as well as their punctuality in serving the community, and also create a more comfortable environment and waiting area for the public accessing services.
Abstract:This study aims to examine the effect of job satisfaction and work motivation on organizational commitment of employees at the Civil Service Police Unit (Satpol PP) of Bogor Regency. The research employed a quantitative…
causal approach with a population of 65 employees working in the Guidance and Inspection Division of Satpol PP Bogor Regency. Data were analyzed using multiple linear regression. The results revealed that, partially, both job satisfaction and work motivation have a significant effect on organizational commitment, as indicated by the t-value being greater than the t-table. Simultaneously, both variables also showed a significant effect with a P Value of 20.706 and Sig. 0.000 < 0.05. The Adjusted R Square value of 0.381 indicates that job satisfaction and work motivation contribute 38.1% to organizational commitment, while the remaining 61.9% is influenced by other factors not examined in this study. The regression equation obtained is Y = 13.869 + 0.271X1 + 0.449X2, which demonstrates a positive influence of both independent variables on organizational commitment. Among the two variables, work motivation was found to be the most dominant factor, with a regression coefficient of 0.449.