Search Articles & Publications

Showing 1123 articles found for "Pembelajar"

PENGARUH PEMBELAJARAN CTPS TERHADAP PERILAKU SISWA SDN 154 TELUK JAMBU MUARO JAMBI

Anggresani, Lia, Setiawan, Randi
Abstract: Abstract:Diarrhea is the fifth largest disease that causes death. This disease usually caused by an unhealthy and clean lifestyle. The need to grow and develop a healthy life from childhood. Clean and healthy behavior (PHBS)… HBS) can be started by washing hands using soap. In Teluk Jambu Village, the high diarrheal disease makes this community service activity carried out at SD Negeri 154 where the target of these activities is children. Washing your hands with soap is a way to kill germs that cause disease. The method used to make students easy to remember and apply must require appropriate media, for example, music which is then accompanied by a seven-step demonstration of hand washing, so that student's behavior changes are achieved after learning about how to wash hands using soal.  Keywords: behavior; CTPS (Handwashing With Soap); learning Abstrak: Diare merupakan penyakit terbesar kelima yang menyebabkan kematian. Penyakit ini biasanya disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat dan bersih. Perlunya menumbuh kembangkan hidup sehat dari kecil. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa dimulai dari mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Di desa Teluk Jambu tingginya penyakit diare membuat kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 154 yang mana sasaran pengabdian ini adalah untuk anak-anak. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun merupakan cara membunuh kuman penyebab penyakit. Metode yang digunakan agar siswa/i mudah mengingat dan mengaplikasikannya harus membutuhkan media yang tepat, misalnya musik yang kemudian diiringi dengan demonstrasi gerakan tujuh langkah cuci tangan, agar tercapainya perubahan perilaku siswa/i setelah diberikan pembelajaran mengenai cara mencuci tangan menggunakan sabun.   Kata kunci: CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun); pembelajaran; perilaku

PELATIHAN APLIKASI MICROSOFT POWERPOINT BAGI GURU DAN STAF SD NEGERI 010240 PEMATANG CENGKRING KECAMATAN MEDANG DERAS

Hutahaean, Jeperson, Azhar, Zulfi, Mulyani, Neni
Abstract: Abstract: Teachers And Staff Of Elementary School 010240 Pematang Cengkring, Medang Deras Subdistrict are required to be dynamic towards the development of technology that is developing so rapidly that their students are… able to develop by using applications that are already available such as Powerpoint applications. In using the Microsoft Powerpoint application by using a sliding percentage at SD Negeri 010240 Pematang Cengkring, Medang Deras District, this is not optimal due to the lack of teachers and staff's ability to present presentations using media presentations. This is from the STMIK Royal Kisaran Community Service Team (PKM) providing training to teachers and staff as an addition to the deepening of Microsoft Powerpoint material in order to provide skills to this application. This activity is carried out by preparing material, ensuring the place and supporting facilities, explaining theories about the material by way of direct practice, making student learning media, and also this activity is carried out in the form of lectures, discussions, and questions and answers in the classroom. Keywords: computers; microsoft power points;  presentations; teachers and staff;  training     Abstrak: Guru Dan Staf SD Negeri 010240 Pematang Cengkring Kecamatan Medang Deras dituntut bersifat dinamis terhadap perkembangan teknologi yang sangat berkembang pesat agar peserta didiknya mampu berkembang dengan menggunakan aplikasi yang sudah tersedia seperti aplikasi powerpoint. Dalam penggunaan aplikasi microsoft powerpoint dengan menggunakan slide presentase di SD Negeri 010240 Pematang Cengkring Kecamatan Medang Deras  ini  belum optimal dengan kurangnya kemampuan guru dan staf dalam menyajikan presentasi dengan menggunakan media presentasi.  Hal ini dari Tim Pengabdian kepada masyarakat (PKM) STMIK Royal Kisaran memberikan pelatihan kepada guru dan staf tersebut sebagai penambahan pendalaman materi microsoft powerpoint agar memberikan skill pada aplikasi ini. Kegiatan ini  dilakukan dengan mempersiapkan materi,  memastikan tempat dan fasilitas pendukung,  menjelaskan teori tentang materi dengan cara praktek langsung, pembuatan media pembelajaran siswa dan juga kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk ceramah, diskusi serta tanya jawab di ruangan kelas. Kata kunci: guru dan staf; komputer; microsoft powerpoint; pelatihan; presentasi

MEMBANGUN KREATIFITAS PEMUDA MILENIAL MELALUI KONTEN VIDEO MULTIMEDIA KOMPUTER

sahren, sahren, Irianto, Irianto, Akmal, Akmal
Abstract: Abstract: In the life of modern society today, humans always use technology in various activities such as information, industry, economics, and especially Multimedia. In the field of Multimedia, Editing must be able to keep… keep abreast of these developments so that they do not lag behind in determining creativity. Video editors must use technology in learning such as the use of multimedia as a tool for transferring communications.           Keywords: Computer, Vidio, Multimedia Abstrak: Dalam Kehidupan masyarakat modern dewasa ini, manusia selalu menggunakan teknologi dalam berbagai kegiatan seperti bidang informasi, industri, ekonomi, dan terutama bidang Multimedia. Dalam bidang Multimedia, para Editing harus sudah mampu mengikuti perkembangan tersebut agar mereka tidak ketinggalan dalam menentukan kreatifitas. Para Editing vidio harus menggunakan teknologi dalam pembelajaran seperti penggunaan multimedia sebagai alat untuk mentransfer komunikasi. Kata kunci: Komputer, Vidio, Multimedia

MENINGKATKAN KREATIFITAS DAN INOVASI MELALUI PERMAINAN MAKE SOMETHING BEAUTIFUL

Nuraini, Paramita, Subiyanto, Subiyanto, Yuhenita, Nofi Nur
Abstract: Abstract: The low creativity of students at Muhammadiyah High School in Magelang is the background in this service. This lack of creativity is related to creativity in thinking and creativity. Many students do not participate… ipate in teaching and learning activities as much as passive and monotonous students in learning. This dedication uses innovative Guidance Counseling media that is using the game "Make Something Beautiful". The target of this service is Muhammadiyah 1 High School students in Magelang City. Assistance is done by devotees to monitor the extent to which this dedication can increase student creativity. in the first stage which covers the Importance of Creativity for Students and Impacts for someone who lacks creativity, students begin to understand the importance of creativity and innovation in this 4.0 era. Keywords: innovation creativity; make something beautiful.    Abstrak: Rendahnya kreativitas siswa di SMA Muhammadiyah Magelang ini terkait degan kreativitas berpikir dan kreativitas bersikap. Banyak siswa yang kurang berpartisipasi dan kepercayaan diri dalam kegiatan belajar mengajar seperti halnya siswa pasif dan monoton dalam pembelajaran. Pengabdian ini menggunakan media Bimbingan Konseling yang inovatif yakni mengggunakan permainan “Make Something Beautiful”. Target dari pengabdian ini adalah siswa SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang. Pendampingan dilakukan pengabdi untuk memantau sejauh mana pengabdian ini dapat meningkatkan kreatifitas siswa. pada tahap pertama yang meliputi Pentingnya Kreatifitas Bagi siswa dan Dampak Bagi seseorang yang tidak memiliki kreatifitas, siswa mulai memahami pentingnya kreatifitas dan inovasi dalam era 4.0 ini. Kata kunci: inovasi ; kreativitas; make something beautiful.

PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DI SMK PEMBANGUNAN DENPASAR

Ayuningsih, Ni Putu Meina, Dwijayani, Ni Made, Ciptahadi, Ketut Gus Oka
Abstract: Abstract: The low HOTS (Higher Order Thinking Skills) students based on the results of PISA 2015 in mathematics shows the characteristics of mathematics learning are still familiar with Lower Order Thinking Skills (LOTS)… questions. Based on this, HOTS math problems need to be developed at the Vocational high school education level. The difficulty of the teacher in applying HOTS questions is due to the lack of information obtained by the teacher and the lack of sharing activities to compile HOTS questions. The purpose of this community service activity is to provide training for vocational mathematics teachers in making HOTS questions. This community service activity is in the form of training for Mathematics Teachers of Denpasar Development Vocational School and involving all teachers of mathematics subjects. The partner in this dedication activity named I Made Surya Mega Widiastha, S.Pd is one of the mathematics teachers at the Denpasar Development Vocational School. The implementation of community service activities is carried out through three stages, namely planning, implementation, and reflection. Based on the results of the questionnaire given to the partners and to the school, the results of the service have been able to run well.             Keywords: Dedication, Mathematics, Training, Hots     Abstrak: Rendahnya HOTS (Higher Order Thinking Skills) siswa berdasarkan hasil PISA 2015 dalam matematika  menunjukkan karakteristik pembelajaran matematika masih terbiasa dengan soal-soal Lower Order Thinking Skills (LOTS). Berdasarkan hal tersebut, perlu dikembangkan soal matematika HOTS di jenjang pendidikan sekolah menengah Kejuruan. Kesulitan guru dalam menerapkan soal-soal HOTS dikarenakan kurangnya informasi yang diperoleh guru serta minimnya kegiatan sharing untuk menyusun soal HOTS. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pelatihan bagi guru matematika SMK dalam membuat soal-soal HOTS. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan kepada guru matematika SMK Pembangunan Denpasar dan melibatkan semua guru mata pelajaran matematika. Mitra pada kegiatan pengabdian ini bernama I Made Surya Mega Widiastha, S.Pd merupakan salah satu guru matematika di SMK Pembangunan Denpasar. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, implementasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil kuisioner yang diberikan kepada pihak mitra maupun ke pihak sekolah diperoleh hasil pengabdian sudah dapat berjalan dengan baik.   Kata kunci: Pengabdian, Matematika, Pelatihan, Hots

PELATIHAN PENERAPAN SIMULAH 1.0 BERBASIS WEB BAGI GURU SMK NEGERI 1 KISARAN

Handoko, Wiwin, Iqbal, Muhammad, Efendi, Zulfan
Abstract: Abstract: the Daily Exam is an Assessment to carried out each time for this learning. The Implementation of Daily exam in SMK is still done manually and used the question and answer papers, so that the process couldn’t… �™t be received and not efficient for this time, as the procedure of the students' exams. This way, that was very difficult for teachers. The program of  SIMULAH 1.0 is a web-based information system that we used to manage the exam. Management includes the question management for a teacher, subject, and assessment. This training was conducted to help teachers of SMK Negeri 1 Kisaran to implement this program and more efficient as the daily exam by using the information system.             Keywords: daily exam; training; simulah 1.0    Abstrak: Ulangan Harian adalah Penilaian yang dilakukan setiap menyelesaikan satu muatan pembelajaran. Pelaksanaan Ulangan Harian di SMK Negeri 1 kisaran masih dilakukan dilakukan secara manual menggunakan kertas soal dan jawaban sehingga dalam proses pelaksanaannya belum efisien baik dalam waktu maupun pemeriksaan hasil ujian peserta didik tersebut. Hal ini tentunya sangat menyulitkan bagi guru. SIMULAH 1.0 merupakan sistem informasi berbasis web yang digunakan mengelola ujian tersebut. Pengelolaannya meliputi manajemen soal, guru, mata pelajaran dan penilaian. Pelatihan ini dilakukan untuk membantu guru SMK Negeri 1 Kisaran dalam pelaksanaan ujian ulangan harian yang lebih efisien dengan memanfaatkan sebuah sistem informasi. Kata kunci: ulangan harian; pelatihan; simulah 1.0

PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA BEKAS DI PAUD AR RAHMAN

Sari, Putri Lidiana Permata, Saragih, Sri Rahmah Dewi, Ansi, Rahma Yunita, Rahayu, Sri
Abstract: Abstract: The using of media in learning is very important to increase the mutualism of education as making a secondhand media from carton that was conducted in PAUD Ar Rahman. The training was conducted to increase the… teacher’s understanding and teacher’s skill in developing their professionalism especially in designing a learning media from a secondhand like carton. The first activity that was conducted is observation by using interview technique to the teachers. Then it was continued by training activity. This activity is like a workshop that was started from presentation about the theory of arrangement a learning media from a secondhand material, accompaniment to all teachers in designing and developing learning media from a secondhand material. At the end of this activity, there was 70% participant that able to develop a learning media from a secondhand material individually. Keywords: Media, Secondhand, Teacher of PAUD Abstrak: Penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan dalam kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan seperti pembuatan media bekas yang dilakukan di PAUD Ar Rahman. Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para guru dalm mengembangkan profsionalisme khususnya dalam pendesainan/ pengembangan media pembelajaran dari barang bekas berupa karton. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah observasi dengan menggunakan teknik wawancara terhadap para guru. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan. Kegiatan ini berbentuk workshop dimulai dari presentasi tentang teori penyusunan media pembelajaran dari barang bekas, pendampingan terhadap guru dalam perancangan dan pendampingan bagi guru dalam pengembangan media pembelajaran dari barang bekas. Pada akhir kegiatan sebanyak 70% peserta yang dapat mengembangkan media pembelajaran dari barang bekas secara mandiri. Kata kunci: Media, Barang, Bekas, Guru PAUD

PEMBELAJARAN BUTA AKSARA BERBASIS INOVASI DI DESA AIR HITAM

Putra, Anshari
Abstract: Abstract: Literacy education is education for anyone who is illiterate, whether children or parents or even the elderly. What must be considered in this matter is that literacy education is a very sensitive education, an… attitude that seems to be patronizing tends to be responded negatively. They tend to avoid, reject and feel offended when treated like children. They will reject learning situations that conflict with their self-concept as independent individuals. the method is carried out after observation and study of the material, the results achieved after the presentation of the material read, write, count are quantitative results. The ability of citizens to learn after functional literacy learning in the advanced literacy sector was assessed in the good category. This can be seen from the results that show that the results obtained by residents from those who are not yet fluent in reading, writing, and arithmetic, are now fluent in reading, writing, and arithmetic. Keywords: illiterate Abstrak: Pendidikan keaksaraan merupakan pendidikan bagi siapa saja yang menyandang buta aksara, baik anak-anak maupun orang tua atau lansia sekalipun. Harus diperhatikan dalam persoalan ini adalah pendidikan keaksaraan merupakan pendidikan yang sangat sensitif, sikap yang terkesan menggurui cenderung ditanggapi negative. Mereka cenderung menghindar, menolak dan merasa tersinggung apabila diperlakukan seperti anak-anak. Mereka akan menolak situasi belajar yang bertentangan dengan konsep dirinya sebagai individu yang mandiri. metode yang dilakukan setelah observasi dan pengajian materi, maka hasil yang dicapai setelah penyajian materi baca, tulis, hitung ialah hasil secara kuantitaif. Kemampuan warga belajar setelah pembelajaran keaksaraan fungsional bidang buta aksara lanjutan dinilai dalam kategori baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh oleh warga dari yang belum lancar membaca, menulis, dan berhitung, sekarang menjadi lancar membaca, menulis, dan berhitung. Kata kunci: buta aksara

PELATIHAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI BAHASA INGGRIS BAGI IBU BHAYANGKARI DI POLSEK PORSEA

Maulana, Cecep, Dewi, Muthia, Sitohang, Norenta
Abstract:   Abstract: this is talking about community service activities in the form of English conversations at Porsea Polsek especially for Ibu Bhayangkari to improve English communication that applies the use of Cooperative Learning… arning method which makes it easy for participants to communicate. This is very influential of this method especially for learning activity and included English conversations about tourism objects, besides that, it is related about the dominant tourist destinations in Porsea and provide adequate knowledge to improve human resources in English. The training used is a form of training in the form of socialization using the Cooperative Learning method which aims to increase activity in developing oral communication skills.  Keywords:Developing English communication, Cooperative Learning method, Porsea Polsek     Abstrak:kegiatan  ini merupakan kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa percakapan Bahasa Inggris di Polsek Porsea khusunya bagi ibu Bhayangkari untuk meningkatkan komunikasi bahasa inggris yang menerapkan penggunaan Cooperative Learning yang memudahkan bagi peserta dalam berkomunikasi. Hal ini sangat berpengaruh penerapan metode ini  khusunya untuk kegiatan pembelajaran dan peningkatan percakapan bahasa inggris tentang objek wisata,  hal ini didukung dengan adanya tujuan wisata yang dominan di porsea dan memberikan pengetahuan yang layak untuk meningkatkan sumber daya manusia   dalam bahasa inggris. pelatihan yang digunakan adalah bentuk pelatihan dalam bentuk sosialisasi dengan menggunakan metode Cooperative Learning yang bertujuan meningkatkan aktivitas dalam mengembangkan keterampilan berkomunikasi secara lisan.     Kata kunci:Pengembangan Komunikasi Bahasa Inggris, Metode Cooperative Learning, Polsek Porsea  

PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMPUTER DALAM PENGOLAHAN NILAI SISWA BAGI GURU-GURU SMP NEGERI 2 SIMPANG EMPAT

Risnawati, Risnawati, Kurniawan, Edi, Marpaung, Nasrun, Handayani, Masitah, Syahputra, Abdul Karim
Abstract: Abstract: Community Service Activities in the form of training utilization of computer technology for teachers in the processing of student value aims to provide knowledge and skills, which’s expected to result in changes… changes in knowledge, skills and attitudes of teachers and students so that  process of learning and teaching can run smoothly and easily . Target audience in this Community Service activity’s all teachers of SMPN 2 S.Empat which amounts to 30 people. Training activities utilization of computer technology in the world of education’s presented by lecture methods, demonstrations and frequently asked questions. Lecture method’s used to explain the concept of the application used is M.Excell. A demonstration method to demonstrate a process of work’s the stages of each activity and practice it, while the question and answer method to give the participants the opportunity to consult in overcoming the constraints that occur in the processing of values manually. The benefits derived from this activity include improving the knowledge of teachers to be more professional in carrying out teaching and learning process either inside or outside school, can improve student learning activities through IPTEKS satisfaction, can simplify the process of calculating student value computerized with the help of M. Excell .   Keywords :Utilization of Computer Technology, Microsoft Excel, Input Value Data.     Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan teknologi komputer bagi guru-guru dalam pengolahan nilai siswa ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan, yang diharapkan dapat menghasilkan perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap dari guru maupun siswa sehingga proses belajar dan mengajar dapat berjalan dengan lancar dan mudah.Khalayak sasaran dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah seluruh guru SMP Negeri 2 Simpang Empat yang berjumlah 30 orang. Kegiatan pelatihan pemanfaatan teknologi komputer dalam dunia pendidikan ini disajikan dengan metode ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep tentang aplikasi yang digunakan yaitu Microsoft Excell. Metode demonstrasi untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahapan-tahapan dari setiap kegiatan dan mempraktikkannya, sementara metode tanya jawab untuk memberi kesempatan para peserta berkonsultasi dalam mengatasi kendala yang terjadi dalam pengolahan nilai secara manual.Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain dapatmeningkatkan pengetahuan para guru agar lebih profesional dalam melaksanakan proses belajar mengajar baik didalam atau diluar sekolah, dapat meningkatkan aktifitas pembelajaran siswa melalui penguasan IPTEKS, dapat mempermudah proses perhitungan nilai siswa secara komputerisasi dengan bantuan Microsoft Excell.   Kata Kunci : Pemanfaatan Teknologi Komputer, Microsoft Excel, Penginputan Data Nilai.