Abstract:Abstract: Information Technology has been utilized by the Wahana Visi Indonesia Foundation in the process of managing goods data (Provision). Therefore, good and correct IT governance is needed by predetermined standards…
so that the use of IT for the foundation's operations can run well. The purpose of this study is to determine the extent to which management manages the processes of managing and evaluating IT performance, Internal Control, External Requirements, and IT Governance. Capability and maturity level measurements were carried out using the COBIT 2019 framework. The results obtained were that the capability level and maturity level values in the MEA 01 objective domain were 2.17 with a percentage of 41% categorized Partially, the MEA 02 objective domain obtained a value of 1 .97 with a percentage of 36% and entered the Partially category, the objective domain MEA 03 obtained a value of 2.11 with a percentage of 36% and entered the Partially category, the objective domain MEA 04 obtained a value of 1.75 with a percentage of 38% and entered the Partially category. Each process domain that is in it produces a gap level value or GAP value for each of the selected objective domains based on factor design. Domain MEA 01 got a score of 1.83, domain MEA 02 got a score of 2.03, domain MEA 03 got a score of 1.89, and domain MEA 04 got a score of 2.25 out of the expected maximum value of 4.00. Thus it can be concluded that the management and process evaluation of management is lacking and does not match existing targets or standards. Keywords: Capability; COBIT 2019; IT Governance; Maturity Abstrak: Teknologi Informasi sudah dimanfaatkan kegunaannya oleh Yayasan Wahana Visi Indonesia dalam proses pengelolaan data barang (Provision). Dengan demikian, dibutuhkan tata kelola TI yang baik dan benar sesuai dengan standar yang sudah diten-tukan agar penggunaan TI untuk operasional yayasan dapat berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana manajemen mengelola proses-proses pengelolaan dan evaluasi kinerja TI, Internal Control, External Requirements dan Tata Kelola TI. Pengukuran capability dan maturity level dilakukan dengan menggunakan framework COBIT 2019. Hasil yang didapatkan berupa bahwa Nilai capability level dan maturity level pada domain obyektif MEA 01 adalah 2,17 dengan presntase 41% dikategorikan Partially, domain obyektif MEA 02 memperoleh nilai 1,97 dengan presentase 36% dan masuk kategori Partially, domain obyektif MEA 03 memperoleh nilai 2,11 dengan presentase 36% dan masuk kategori Partially, domain obyektif MEA 04 memperoleh nilai 1,75 dengan presentase 38% dan masuk kategori Partially. Setiap domain proses yang ada didalamnya menghasilkan nilai tingkat kesenjangan atau nilai GAP masing-masing dari setiap domain obyektif yang terpilih berdasarkan desain faktor. Domain MEA 01 mendapat nilai 1,83, domain MEA 02 mendapat nilai 2,03, domain MEA 03 mendapat nilai 1,89, domain MEA 04 mendapat nilai 2,25 dari nilai maksimal yang diharapkan 4,00. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa pengelolaan dan evaluasi proses dari manajemen sangatlah kurang dan tidak sesuai target atau standar yang ada. Kata kunci: Capability; COBIT 2019; Tata Kelola TI, Maturity
Abstract:Abstract: The advancement of information technology is progressively exerting significant impact across diverse aspects of life, including business. PT Semen Baturaja Tbk is developing a marketplace platform called Build…
Id to meet community's needs for high-quality construction materials and services, also aims to enhance company's product sales and brand recognition. A system with quality provides ease of use in order to achieve customer satisfaction. Build Id merchant for architects website requires user-friendly design recommendations to increase the user experience when it gets distributed to the market. To achieve this goal, Task-Centered System Design (TCSD) method is being used to focused the design process. TCSD is a method in Human Computer Interaction (HCI) used to identify task and user requirements. The method consists of 4 stages, namely, identification, user-centered requirements analysis, design through scenarios, and walkthrough evaluation. In this study, identification was carried out by conducting system observations and interviews with Build Id team at Digital Marketing Unit of PT Semen Baturaja Tbk and architect as the prospective system users. The interface design results were evaluated using System Usability Scale (SUS) and received final score of 69.615, indicating that the interface design made using TCSD method is feasible for users to use.
Keywords: Interface; System Usability Scale; Task-Centered System Design
Abstrak: Perkembangan teknologi informasi kian berpengaruh besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk di dunia bisnis. PT Semen Baturaja Tbk mengembangkan suatu sistem dalam bentuk marketplace dengan nama Build Id, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan jasa konstruksi yang berkualitas bagi masyarakat, serta memperluas penjualan produk dan branding merk dari PT Semen Baturaja Tbk ini sendiri. Sistem yang berkualitas memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaannya demi mewujudkan kepuasan pelanggan. Build Id merchant untuk arsitek memerlukan rekomendasi desain atau prototype user interface yang user friendly demi meningkatkan pengalaman pengguna ketika didistribusikan ke pasaran nantinya. Metode Task-Centered System Design (TCSD) digunakan untuk membantu proses perancangan lebih terarah. TCSD adalah metode dalam Human Computer Interaction (HCI) yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan task dan pengguna. Metode TCSD terdiri dari 4 tahap yaitu, identification, user-centered requirements analysis, design through scenario, dan walkthrough evaluation. Identifikasi dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dan wawancara bersama tim Build Id dan calon pengguna sistem yaitu arsitek. Hasil dari rancangan interface kemudian dievaluasi menggunakan System Usability Scale (SUS) dengan hasil skor akhir 69,615, menunjukkan rancangan interface yang dibuat dengan metode TCSD ini layak untuk digunakan pengguna.
Kata kunci: Interface; System Usability Scale; Task-Centered System Design
Abstract:Abstract: Toko Bakti Jaya is one of the shops in Kisaran which is engaged in selling cake and food ingredients. Currently, the store is still managing product inventory manually by recording the number of incoming goods…
based on order records. Stock counting is done by looking directly at the warehouse, which causes difficulties in accurately monitoring stock and risks of shortages or excess stock. These constraints can affect customer satisfaction and store operations. This study aims to improve the efficiency of product inventory management at Bakti Jaya Stores by implementing a technology-based and information-based Supply Chain Management system. The research method is a qualitative method, with data collection techniques through interviews with informants, conducting field observations, and also obtained from literature studies. This research produces a product stock management information system using Supply Chain Management that connects Bakti Jaya Stores with suppliers to maximize coordination between stores and suppliers, facilitates control of the flow of stock availability in stores, and makes it easier for store owners to make decisions related to purchasing and procuring goods by providing accurate inventory analysis and real-time product stock information.
Keywords: management; stock; suppliers; supply chain management
Abstrak: Toko Bakti Jaya adalah salah satu toko yang ada di Kisaran yang bergerak dalam bidang penjualan bahan kue dan makanan. Saat ini, toko tersebut masih mengelola persediaan produk secara manual dengan mencatat jumlah barang masuk berdasarkan catatan pemesanan. Penghitungan stok dilakukan dengan cara melihat langsung gudang, yang menyebabkan kesulitan dalam pengawasan stok secara akurat dan berisiko terjadi kekurangan atau kelebihan stok. Kendala tersebut dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan dan operasional toko. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan produk di Toko Bakti Jaya dengan menerapkan sistem Supply Chain Management berbasis teknologi dan informasi. Metode penelitiannya ialah metode kualitatif, dengan tehnik pengumpulan data melalui wawancara kepada narasumber, melakukan observasi ke lapangan serta juga didapat dari studi literature. Penelitian ini menghasilkan Sistem Informasi pengelolaan stok produk dengan menggunakan Supply Chain Management yang menghubungkan Toko Bakti Jaya dengan para supplier dapat memaksimalkan koordinasi antara toko dengan supplier, memudahkan pengendalian aliran stok ketersediaan barang di toko serta memudahkan pemilik toko membuat keputusan terkait dengaan pembelian dan pengadaan barang dengan menyediakan analisis persediaan yang akurat dan informasi stok produk yang real time.
Kata kunci: pengelolaan; stok; supplier; supply chain management
Abstract:Abstract: The design of Smart Village Enterprise Architecture for village government systems serves to support sustainability in facilitating the creation of Good Governance in a Village Government. One significant role…
in achieving Good Governance in a village is Education. Education plays a crucial role in enhancing and developing Good Governance and the SDGs values of a village. The conducted research focuses on the design of Enterprise Architecture of the Smart Village concept, with a focus on Village Services' dimension that specifically targets Education Services in a village in the Special Region of Yogyakarta. The research method utilized the TOGAF ADM 9.2 framework. The focus domain in this study includes the preliminary phase, architecture vision, business architecture, data architecture, application architecture, technology architecture, opportunities and solutions, and migration planning for the Education service in the Pagerharjo Village Government. The research result is an Enterprise Architecture blueprint as a solution to the issues that occur in the Education service in the Pagerharjo Village Government, along with an IT Roadmap as a reference for the village government in project development. It is hoped that the recommendations provided can enhance the Education services offered by the Pagerharjo village, thereby aiding the Pagerharjo Village Government in improving its score for the fourth SDGs, Quality Education.
Keywords: Enterprise Architecture, Smart Village, SDGs, TOGAF ADM 9.2.
Abstrak: Perancangan Enterprise Architecture Smart Village pada sistem pemerintahan Desa befungsi mendukung sustainability dalam membantu terciptanya Good Governance di suatu Pemerintahan Desa. Salah satu peranan penting terciptanya Good Governance di suatu Desa adalah Pendidikan. Pendidikan memiliki peran penting dalam peningkatan maupun pembangunan Good Governance dan nilai SDGs Desa. Penelitian yang dilakukan berfokus pada perancangan Enterprise Architecture konsep Smart Village dimensi Village Services yang berfokus pada Education Services di Desa Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan framework TOGAF ADM 9.2. Fokus domain yang diambil dalam penelitian ini mencakup fase preliminary phase, architecture vision, arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi, opportunities and solutions, dan migration planning pada layanan Pendidikan di Pemerintahan Desa Pagerharjo. Hasil dari penelitian yang dilakukan berupa blueprint Enterprise Architecture sebagai solusi dari permasalahan yang terjadi pada layanan Pendidikan di Pemerintahan Desa Pagerharjo serta IT Roadmap sebagai acuan Pemerintah Desa dalam melakukan pengembangan proyek. Diharapkan, rekomendasi yang diberikan dapat meningkatkan layanan Pendidikan yang disediakan oleh Desa Pagerharjo, sehingga mampu membantu Pemerintah Desa Pagerharjo meningkatkan score nilai SDGs ke-empat, Pendidikan yang Berkualitas.
Kata kunci: Enterprise Architecture, Smart Village, SDGs, TOGAF ADM 9.2
Abstract:Abstract: Currently, the increasing needs of the community to obtain efficient, effective, transparent and accountable public services. Various applications are designed in order to realize a transparent work system of accountable…
ccountable funds and an increase in work processes that are fast, precise, and accurate. Therefore, local governments are now developing e-Government or in the Indonesian government known as the Electronic-Based Government System (SPBE). In running SPBE, the Central Lombok Regency Government, especially the Department of Communication and Informatics, participates in developing SPBE, one of which is in the Informatics Application Division which has an Informatics Application Management Program. This research aims to support SPBE-based informatics application management services for OPDs in Central Lombok Regency and the public. This SPBE design adopts the TOGAF 9.2 approach, and is also adjusted to the Presidential Regulation on Electronic-Based Government Systems in designing. This research focuses on the Informatics Application Management Program with business process architecture domain, service architecture domain, data and information architecture domain, application architecture domain, and technology (infrastructure) architecture domain. The result of this research is a blueprint that will be used as a solution or support for the running of SPBE in the Informatics Application Management Program.
Keywords: electronic-based government system, department of communication and informatics, informatics application management program, togaf 9.2
Abstrak Saat ini, meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel publik. Berbagai aplikasi di rancang agar dapat mewujudkan sistem kerja yang transparan dana akuntabel serta adanya peningkatan proses kerja yang cepat, tepat, dan akurat. Maka dari itu, Pemerintah daerah kini mengembangkan e-Government atau di pemerintahan Indonesia dikenal sebagai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dalam menjalankan SPBE Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika ikut serta mengembangkan SPBE salah satunya pada Bidang Aplikasi Informatika yang memiliki Program Pengelolaan Aplikasi Informatika. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk menunjang layanan pengelolaan aplikasi informatika berbasis SPBE bagi OPD yang ada di Kab. Lombok Tengah dan juga publik. Perancangan SPBE ini mengadopsi pendekatan TOGAF 9.2, dan juga di sesuaikan dengan Peraturan Presiden tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dalam melakukan perancangan. Penelitian ini berfokus pada Program Pengelolaan Aplikasi Informatika dengan domain arsitektur proses bisnis, domain arsitektur layanan, domain arsitektur data dan informasi, domain arsitektur ap-likasi, dan domain arsitektur teknologi (infrastruktur). Hasil dari penelitian ini yaitu suatu blueprint yang nantinya akan dijadikan solusi ataupun penunjang berjalannya SPBE dalam Program Pengelolaan Aplikasi Informatika.
Kata kunci: aplikasi informatika, program pengelolaan aplikasi informatika, enterprise architecture, togaf 9.2
Abstract:Abstract: The implementation of Enterprise Architecture (EA) in Banjarmasin city's tourism sector is essential to improve the effectiveness of information provided to tourists accessing electronic-based services. Unfortunately,…
nately, there are some crucial challenges to the fundamental requirements of EA in the tourism sector. There is still partial implementation, a lack of understanding of the technological advances used in Banjarmasin city tourism promotion, a lack of understanding of the implementation in an application architecture framework design and the technology to be used, not having good documentation in the design of application systems and slow services in tourism promotion. There is no certainty of normative standardization for system development operating procedures. This research aims to design the Zachman Framework (ZF) Application architecture as an Enterprise Architecture Planning (EAP) methodology, to visualize spatial data. This application is designed to assist users in displaying spatial data in the form of interactive maps that can be accessed via the internet. The software development method used is the iterative and incremental method with the Zachman Framework approach to application design. Data was collected through surveys and interviews at the Department of Culture, Youth, Sports and Tourism (DISBUDPORAPAR) of Banjarmasin City, with the current number of tourism data being 55 tourist attractions. This application can later be used to introduce tourist attractions in Banjarmasin City to the wider community, including tourists visiting this city.
Keywords: enterprise architecture (ea), tourism, zachman framework (zf)
Abstrak: Penerapan Enterprise Architecture (EA) disektor pariwisata kota Banjarmasin amatlah penting untuk meningkatkan efektivitas informasi yang diberikan kepada wisatawan yang mengakses layanan berbasis elektronik. Sayangnya, ada beberapa tantangan krusial terhadap persyaratan mendasar EA di sektor pariwisata. Masih ada yang diimplitasikan seara parsial, kurangnya pemahaman dalam kemajuan teknologi yang digunakan pada promosi pariwisata kota Banjarmasin, kurangnya pemahaman akan implimentasi dalam sebuat perancangan kerangka kerja arsitektur aplikasi dan teknologi yang akan digunakan, tidak memiliki dokumentsai yang baik dalam perancangan sistem aplikasi serta pelayanan yang lambat dalam promosi pariwisata. Belum adanya kepastian standarisasi normatif untuk prosedur operasi pengembangan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk merancang arsitektur Aplikasi Bakunjangan Zachman Framework (ZF) sebagai metodologi Enterprise Architecture Planning (EAP), untuk memvisualisasikan data spasial. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pengguna dalam menampilkan data spasial dalam bentuk peta interaktif yang dapat diakses melalui internet. Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah metode iteratif dan inkremental dengan pendekatan Zachman Framework untuk perancangan aplikasi. Data dikumpulkan melalui survey dan wawancara pada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DISBUDPORAPAR) Kota Banjarmasin, dengan jumlah data pariwisata saat ini yakni 55 tempat wisata. Aplikasi ini nanti dapat digunakan untuk memperkenalkan objek wisata di Kota Banjarmasin kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan yang berkunjung ke kota ini.
Kata kunci: enterprise architecture (ea), pariwisata, zachman framework (zf)
Abstract:Abstract: Technology is able to digitize human work that was originally manual to become automatic and of course takes less time and better accuracy compared to results done by humans. But there are still many companies…
that have not implemented this technology. The use of the AngularJS framework in web application development has proven to be effective in enhancing the user experience and ease of development. In addition, the application of Agile methods in the application development process can provide the flexibility and adaptability needed to deal with frequent changes in requirements. This study aims to investigate the implementation of the AngularJS framework in the design of a web-based acceptance system application using the Agile method. The results of the study show that the implementation of the AngularJS framework in the design of web-based acceptance system applications provides significant benefits. In conclusion, the implementation of the AngularJS framework in the design of web-based acceptance system applications using Agile methods can improve efficiency, quality, and user experience. Using AngularJS enables the development of responsive and interactive applications, while the Agile method facilitates adaptation to changing customer needs. Therefore, the use of AngularJS with an Agile approach should be carefully considered by organizations wishing to develop successful web-based acceptance system applications.
Keyword s: Admissions, Agile, AngularJS, Web
Abstract: Teknologi mampu mendigitalisasi pekerjaan manusia yang awalnya manual menjadi otomatis dan tentunya memakan waktu yang lebih singkat dan akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan hasil yang dikerjakan oleh manusia. Tetapi masih banyak perusahaan perusahaan yang belum menerapkan teknologi ini. Penggunaan framework AngularJS dalam pengembangan aplikasi web telah terbukti efektif dalam meningkatkan pengalaman pengguna dan kemudahan pengembangan. Selain itu, penerapan metode Agile dalam proses pengembangan aplikasi dapat memberikan fleksibilitas dan adaptabilitas yang diperlukan untuk menghadapi perubahan persyaratan yang sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi framework AngularJS dalam desain aplikasi sistem penerimaan berbasis web menggunakan metode Agile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi framework AngularJS dalam desain aplikasi sistem penerimaan berbasis web memberikan manfaat yang signifikan. Dalam kesimpulannya, implementasi framework AngularJS dalam desain aplikasi sistem penerimaan berbasis web menggunakan metode Agile dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, dan pengalaman pengguna. Penggunaan AngularJS memungkinkan pengembangan aplikasi yang responsif dan interaktif, sementara metode Agile memfasilitasi adaptasi terhadap perubahan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, penggunaan AngularJS dengan pendekatan Agile harus dipertimbangkan secara cermat oleh organisasi yang ingin mengembangkan aplikasi sistem penerimaan berbasis web yang sukses.
Keywords: Admisi, Agile, AngularJS, Web
Abstract:Abstract: Pasuruan is a well-known area for producing furniture products in East Java. The furniture commodity industry is widely spread in this city. This industry is also one of the top products. To boost market interest…
st in the furniture industry in Pasuruan City, which has been affected by the COVID-19 pandemic, and a geographic information system has not yet been developed in an effort to develop the furniture industry, research has been carried out on a web-based geographic information system (WebGIS) mapping the furniture industry in Pasuruan City using Leaflets and OpenStreetMap. The developed furniture industry WebGIS application takes advantage of the open source and dynamic advantages of Leflet and OpenStreetMap technologies which have provided very decent results on several GIS web-based application systems. In the testing phase with the Blackbox method, the WebGIS application for the furniture industry in Pasuruan City functionally has run well on desktop devices and also run well on simulated mobile devices. Testing was carried out on several types of browsers like Google Chrome and Microsoft Edge. This WebGIS application has been able to map the furniture industry in Pasuruan City so that the distribution of economic activity actors, especially the furniture industry, can be seen throughout the city and each sub-district. It can provide detailed information on furniture industry players in Pasuruan.
Keywords: framework; leaflet; mapping; openstreetmap; webgis
Abstrak: Pasuruan merupakan salah satu daerah yang terkenal sebagai penghasil produk mebel di Jawa Timur. Industri komoditas mebel tersebar cukup banyak di kota ini. Industri ini juga merupakan salah satu produk unggulan. Guna mendongkrak minat pasar akan industri mebel kota Pasuruan yang terimbas pandemi COVID-19, dan belum dikembangkannya suatu sistem informasi geografis sebagai upaya pengembangan industri mebel maka dilaksanakan penelitian tentang sistem informasi geografis berbasis web (WebGIS) pemetaan industri mebel kota Pasuruan menggunakan Leaflet dan OpenStreetMap. Aplikasi WebGIS industri mebel yang dikembangkan memanfaatkan kelebihan teknologi Leflet dan OpenStreetMap yang bersifat open source dan dinamis yang telah memberikan hasil yang sangat layak pada beberapa sistem aplikasi berbasis WebGIS. Pada tahap pengujian dengan metode Blackbox, aplikasi WebGIS industri mebel kota Pasuruan secara fungsional telah dapat berjalan dengan baik pada perangkat dekstop dan juga berhasil berjalan dengan baik pada simulated mobile device. Pengujian dilakukan pada beberapa macam browser seperti Google Chrome dan Microsoft Edge. Aplikasi WebGIS ini telah dapat memetakan industri mebel kota Pasuruan, sehingga dapat diketahui sebaran pelaku kegiatan ekonomi khususnya industri mebel, baik seluruh kota maupun tiap-tiap kecamatan, serta dapat memberikan detail informasi pelaku industri mebel di kota Pasuruan.
Kata kunci: framework; leaflet; openstreetmap; pemetaan; webgis
Abstract:Abstract: Technology plays an important role in trading business management. The sales application is a system that performs data processing and financial transactions that are equipped with integrated management such as…
sales transaction processes such as cash registers and inventory calculations or stock items. the role of this goods sales application can simplify the operational form they need and be able to increase their work effectiveness. The main objective of software procurement is to replace manual operations with technology, which is able to make the business survive in the midst of business competition and be able to develop according to expectations. Rudi Sparepart Store is a motorcycle spare parts sales store located in Sei Kamah Baru, Sei Dadap District which is engaged in sales, especially motorcycle spare parts and all motorcycle accessories. By implementing a sales application at the Rudi Spare Parts Store, it can help the shop admin process sales transactions for motorbike spare parts and reports can be generated quickly.
Keywords: application; sales ; spare parts
Abstrak: Teknologi memegang peranan penting dalam manajemen bisnis perdagangan. Aplikasi penjualan merupakan suatu sistem yang melakukan pengolahan data serta transaksi keuangan yang dilengkapi dengan manajemen terintegrasi seperti proses transaksi penjualan seperti mesin kasir dan perhitungan inventory atau stok barang. peran aplikasi penjualan barang ini dapat mempermudah bentuk operasional yang mereka butuhkan dan mampu meningkatkan efektivitas kerja mereka. Tujuan utama pengadaan perangkat lunak adalah untuk menggantikan operasi manual dengan teknologi, yang mampu membuat bisnis bertahan di tengah persaingan bisnis dan mampu berkembang sesuai harapan. Rudi Sparepart Store merupakan toko penjualan sparepart sepeda motor yang berlokasi di Sei Kamah Baru , Kecamatan Sei Dadap yang bergerak di bidang penjualan khususnya spare part sepeda motor dan segala aksesoris sepeda motor. Dengan mengimplementasikan aplikasi penjualan di Toko Sparepart Rudi dapat membantu admin toko dalam memproses transaksi penjualan spare part motor dan laporan dapat dihasilkan dengan cepat.
Kata kunci: aplikasi; penjualan ; suku cadang
Abstract:Abstract: Drug abuse in Indonesia is currently very worrying because of the lack of information and knowledge about the risks posed by drug abuse. Much information about drug abuse prevention is disseminated through various…
ous media such as films, seminars, training, and guidance groups. This study aims to create drug counseling media that uses 3D technology and is created through the Blender 3D tool, by combining text, audio, and video. 3D models of Image objects are represented by Augmented Reality (AR) technology. Application development is made using the MDLC (Multimedia Development Life Cycle) method. The results of this study are the development of an Augmented Reality application for social media for drug abuse using the Trilib Technique, which is a cross-platform 3D model importer.
Keywords: Augmented Reality; Drugs; Blender; Trilib; MDLC
Abstrak: Penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan karena kurangnya informasi dan pengetahuan tentang risiko yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba. Banyak informasi tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba disebarkan melalui berbagai media seperti film, seminar, pelatihan, dan kelompok bimbingan. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media penyuluhan narkoba yang menggunakan teknologi 3D dan dibuat melalui perangkat Blender 3D, dengan menggabungkan teks, audio, dan video. Model 3D objek figur direpresentasikan dengan teknologi Augmented Reality (AR). Pengembangan aplikasi dibuat dengan menggunakan metode MDLC (Multimedia Development Life Cycle). Hasil pada penelitian ini merupakan sebuah pengembangan aplikasi Augmented Reality untuk media sosialiasi penyalahgunaan narkoba dengan menggunakan Teknik Trilib yang merupakan importir model 3d secara runtime dengan lintas platform.
Kata kunci: Augmented Reality; Narkoba; Blender; Trilib; MDLC