Abstract:Abstract: Question classification is a computer science system, which aims to analyze questions and can label each question based on existing categories. Questions can be collected from several materials or topics that are…
re many and different. Therefore, the researcher intends to create a classification system for quiz questions Data Warehouse and Business Intelligence which can be grouped into topics Data Warehouse, Business Intelligence, Data Analytics, and Performance Measurement. One way to solve this problem is by approach machine learning. In this study, researchers used a comparison of machine learning algorithms, namely the algorithm NaïveBayes and SupportVectorMachine using SMOTE and methods Cross-Validation The results of this study show the best accuracy results and are very helpful. The results obtained in the method cross-validation before SMOTE resulted in an accuracy rate of 82.02% for the results after going through the SMOTE stage of 94.79% on the algorithm Naïve Bayes, while the algorithm SupportVectorMachine get accuracy of 81.39% in the process before SMOTE for the results after going through SMOTE of 96.52%.
Keywords: Cross-Validation; Machine Learning; Naive Bayes; Support Vector Machine; Question Classification
Abstrak: Klasifikasi pertanyaan merupakan sebuah sistem ilmu komputer, yang bertujuan untuk menganalisis pertanyaan serta dapat memberi label pada setiap pertanyaan berdasarkan kategori yang ada. Pertanyaan soal dapat dikumpulkan dari beberapa materi atau topik yang banyak dan berbeda. Oleh karena itu, bermaksud untuk membuat sistem klasifikasi pertanyaan soal kuis Data Warehouse dan Business Intelligence yang dapat dikelompokkan menjadi topik Data Warehouse, Business Intelligence, Data Analitik, dan Pengukuran Kinerja. Cara yang dapat dilakukan untuk permasalahan ini dengan menggunakan pendekatan MachineLearning. Pada penelitian kali ini menggunakan perbandingan algoritma MachineLearning yaitu algoritma NaïveBayes dan SupportVectorMachine menggunakan metode SMOTE dan Cross-Validation. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil akurasi yang terbaik dan sangat membantu. Hasil yang diperoleh pada metode cross-validation sebelum SMOTE menghasilkan tingkat akurasi sebesar 82.02% untuk hasil sesudah melalui tahap SMOTE sebesar 94.79 % pada algoritma Naïve Bayes, sedangkan pada algoritma Support Vector Machine menghasilkan akurasi sebesar pada proses sebelum SMOTE 81.39% untuk hasil sesudah melalui SMOTE sebesar 96.52%.
Kata kunci: Klasifikasi Pertanyaan; Pembelajaran Mesin; Naive Bayes; Support Vector Machine; Cross-Validation
Abstract:Abstract: Cryptography is an important subject to study because it contains data security. In this course, there are algorithms where each algorithm has a different level of calculation process from one another. Testing…
has been done several times in the form of training on students and some of them still make mistakes in getting the results of the encryption and decryption process. These errors are caused by a lack of understanding of algorithms and calculations in cryptography. In cryptography, the accuracy of the calculation results is a top priority, because if one does the calculation which is called the encryption and decryption process it will result in an incorrect message/information. To anticipate these errors, this cryptography learning is assisted by a tool called crypTool. This tool is a companion in carrying out the encryption and decryption process to avoid errors in the calculation process.
Keywords: Cryptography; E-Learning
Abstrak: Kriptografi merupakan salah satu matakuliah yang penting untuk dipelajari, karena didalamnya memuat materi pengamanan data. Dalam matakuliah tersebut terdapat algoritma- algoritma dimana setiap algortima memiliki tingkat proses perhitungan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Telah dilakukan beberapa kali pengujian dalam bentuk latihan terhadap mahasiswa dan dari sebagian dari mereka masih melakukan kesalahan dalam mendapatkan hasil proses enkripsi dan dekripsi. Kesalahan tersebut diakibatkan oleh kuranganya memahami algoritma dan perhitungan dalam kriptografi. Dalam kriptografi keakuratan hasil perhitungan menjadi prioritas utama, karena apabila salah dalam melakukan perhitungan yang disebut dengan proses enkripsi dan dekripsi maka akan menghasilkan sebuah pesan/informasi yang salah. Guna mengantisipasi kesalahan tersebut maka pembelajaran kriptografi ini dibantu dengan sebuah tools yang bernama cryptool. Tool ini bersifat pendamping dalam melakukan proses enkripsi dan dekripsi dengan maksud menghindari kesalahan didalam melakukan proses perhitungannya.
Kata kunci: E-Learning; Kriptografi
Abstract:Abstract: Combined algorithm (Cest Cryptography) is a combination of 3 algorithms such as Merklee-Hellman, Discrete Logarithm and ASCII Modification, using Base64 to hide 2 public keys and 2 private keys. Combination algorithms…
orithms are used because of the increasing number of techniques in cryptography, making it easier to combine each other algorithms in order to get more complicated encryption that won't even be cracked in the near future. On large sites there has been database theft, if the stolen database has been encrypted it will be difficult for data thieves to take advantage of it, but if it is not encrypted it is very easy to use the data so that it creates huge losses, especially user trust from the site.
Keywords: algorithm combination; ascii modification; base64; merklee-hellman; discrete logarithm
Abstrak: Kombinasi algoritma (Cest Cryptography) merupakan kombinasi 3 algoritma seperti Merklee-Hellman, Logaritma Diskrit dan Modifikasi ASCII, menggunakan Base64 untuk menyembunyikan 2 kunci public dan 2 kunci private.. Kombinasi algoritma digunakan karena semakin banyaknya teknik-teknik dalam kriptografi sehingga mempermudah untuk saling mengkombinasikan algoritma agar mendapatkan enkripsi yang lebih rumit dan bahkan tidak bisa dipecahkan dalam jangka waktu dekat. Pada situs-situs besar telah terjadi pencurian database, jika database yang dicuri telah terenkripsi maka akan mempersulit pencuri data untuk memanfaatkannya tetapi jika tidak terenkripsi maka sangat mudah data tersebut di manfaatkannya sehingga membuat kerugian yang sangat besar terutama kepercayaan pengguna dari situs tersebut.
Kata kunci: kombinasi algoritma; modifikasi ascii; base64; merklee-hellman;logaritma diskrit
Abstract:Abstract:Computer data security relies on preventing data theft from irresponsible parties by using cryptography method. Some cryptography algorithms have good and poor performance in encrypting and decrypting data depending…
ding on the key types. Therefore the purpose of this research is to measure the performance of the hybrid algorithm, consisting a symmetric keyBlowfish algorithm and an asymmetric key RSA algorithm, in encrypting and decrypting multiple types of data such as documents, photos, audios, and videos. The result is the performance of the hybrid algorithm is almost on par with Blowfish and provides a more secure data encryption and decryption by taking advantage of RSA algorithm. The average encryption performance of hybrid algorithm is 0.85s on document, 1.06s on photo, 3.38s on audio, and 15.56s on video. While the average decryption performance of hybrid algorithm is 1.01s on document, 1.38s on photo, 4.3s on audio, and 27.56s on video.
Keywords:Hybrid cryptography, Data security, Performance, Blowfish, RSA
Abstrak:Keamanan data komputer berhubungan dengan pencegahan dari pencurian data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, salah satu cara pengamanan data komputer yaitu dengan teknik kriptografi. Beberapa metode kriptografi memiliki performa yang baik dan buruk tergantung dengan tipe kuncinya. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengukur tingkat kecepatan kriptografi hybrid, terdiri dari algoritma simetris Blowfish dan algoritma asimetris RSA, dengan beberapa tipe data seperti dokumen, foto, audio dan video. Hasil dari penelitian ini adalah algoritma hybrid memiliki performa yang tidak jauh berbeda dari algoritma Blowfish dan membuat proses enkripsi dan dekripsi data lebih aman dengan keunggulan dari algoritma RSA. Rata-rata kecepatan enkripsi algoritma hybrid untuk dokumen 0,85 detik, gambar 1,06 detik, audio 3,38 detik, dan video 15,56 detik. Sedangkan rata-rata kecepatan dekripsi algoritma hybrid untuk dokumen 1,01 detik, gambar 1,38 detik, audio 4,3 detik, dan video 27,56 detik.
Kata kunci:Kriptografihybrid, Keamanan data, Performa, Blowfish, RSA
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komputasi siswa dengan menggunakan software geogebra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dalam penelitiannya, dimana peneliti melakukan kajian hasil…
asil peneliti terdahulu. Hasil penelian ini menyimpulkan bahwa kemampuan berpikir komputai siswa dengan menggunakan software geogebra dapat ditingkat lagi pada indikator Algorithms dan Debugging dan juga pada siswa berkategori rendah. Penggunaan software geogebra pada pelajaran matematika menghasilkan pengaruh yang positif pada pengetahuan komputasi siswa, Pembelajaran dengan software geogebra menjadikan pembelajaran matematika menjadi lebih mudah dipahami dan dimengerti siswa dan siswa lebih semangat dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan software geogebra sehinnga dapat menambah kemampuan dan antusias siswa pada pembelajaran matematika.