Search Articles & Publications

Showing 1194 articles found for "Penerapan"

ANALISIS PENERAPAN SISTEM REWARD DAN PUNISHMENT DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK USIA DINI DI TK NEGERI 10 KENDARI KELURAHAN PURIRANO KOTA KENDARI

Serlina, Nur, Saranani, Muhamad Safiuddin, D, Damsir
Abstract: Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yang bertujuan untuk membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter. Pada dunia Pendidikan, salah satu upayah untuk manajemen karakter… arakter agar berjalan sesuai tujuan yakni dengan menerapkan Reward dan punishment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem reward dan punishment diterapkan dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab anak usia dini di TK Negeri 10 Kendari. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek 6 anak berusia 5–6 tahun. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan penerapan reward dan punishment dalam membentuk karakter disiplin anak usia dini di TK Negeri 10 Kendari, reward verbal dan non-verbal berupa pujian seperti kata “keren, dan hebat”, pemberian jempol, dan stempel bintang efektif untuk meningkatkan kedisplinan anak dalam selalu datang tepat waktu, melaksanakan kegiatan rutin, menggunakan benda sesuai dengan fungsinya, mengambil dan mengembalikan benda pada tempatnya, berusaha manaati aturan yang telah disepakati, tertib menunnggu giliran. Sedangkan punishment represif berupa teguran lisan dan konsekuensi ringan membantu anak memahami batas perilaku dan menimbulkan efek jera sehingga mereka lebih berhati-hati dalam bersikap. Penerapan reward dan punishment dalam membentuk karakter tanggung jawab anak usia dini di TK Negeri 10 Kendari, reward diberikan saat anak menunjukan sikap tanggung jawab seperti anak dengan mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah, bertanggung jawab kepada setiap perbuatan, melakukan tugas dengan standar terbaik, mengerjakan kegiatan berkelompok secara bersama-sama, selalu memajukann diri sendiri, melakukan piket sesuai dengan jadwal. Bentuk reward ini meningkatkan motivasi anak untuk melaksanakan kewajibannya dengan baik. Punishment berupa teguran diberikan ketika anak lalai mengerjakan tugas atau melanggar aturan dan kesepakatan, dengan tujuan membangun kesadaran tanggung jawab mereka atas tugas dan perilaku sehari-hari. Kesimpulannya penerapan reward dan punishment yang konsisten dan sesuai di TK Negeri 10 Kendari terbukti efektif membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab anak usia dini. Reward menumbuhkan semangat dan perilaku positif, sedangkan punishment membantu anak memahami konsekuensi dari tindakan mereka sehingga menumbuhkan kontrol diri, rasa tanggung jawab dan disiplin.

COACHING CLINIK LATIHAN MENYERANG FUTSAL POWER PLAY PADA CLUB FUTSAL FERNANDO BSM U-16 BANJARBARU

Habibie, Muhammad, Fauzi, Ahmat, Prayoga, Hegen Dadang
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemain Club Futsal Fernando BSM U-16 Banjarbaru dalam menerapkan strategi menyerang power play. Kegiatan dilaksanakan melalui… coaching clinic selama tiga pertemuan yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, diskusi, simulasi, dan praktik lapangan dengan melibatkan 22 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 75%, disertai peningkatan kemampuan koordinasi tim, rotasi pemain, pengambilan keputusan, dan penerapan strategi power play dalam permainan. Dengan demikian, kegiatan coaching clinic efektif meningkatkan kompetensi teknis dan taktis atlet serta mendukung kualitas pembinaan futsal di Club Futsal Fernando BSM U-16 Banjarbaru.

GENERASI VOKASI SIAP KERJA: EDUKASI ADMINISTRASI DIGITAL PERBANKAN (CMS) PADA SISWA SMK BINA SATRIA MEDAN

Hutasoit, Debri Ton Mario, Candra, Candra, Tambunan, Hotbona Novandi, Hendarti, Ricca, Wibowo, Nazlia, Aulia, Muhammad Rizki
Abstract: Perkembangan digitalisasi di sektor perbankan menuntut lulusan sekolah menengah kejuruan memiliki kompetensi dalam penggunaan aplikasi administrasi perbankan berbasis digital, salah satunya Cash Management System (CMS).… Namun, sebagian besar siswa SMK Bina Satria Medan belum memperoleh pembelajaran praktis mengenai penggunaan CMS sebagai salah satu layanan perbankan digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai konsep, fitur, serta penerapan CMS dalam aktivitas administrasi perbankan. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, demonstrasi penggunaan CMS, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh siswa SMK Bina Satria Medan yang menunjukkan partisipasi aktif selama pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap fungsi CMS, proses transaksi digital, dan pentingnya keamanan dalam penggunaan layanan perbankan elektronik. Selain itu, peserta mampu mengoperasikan fitur-fitur dasar CMS melalui simulasi yang diberikan. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan literasi administrasi digital perbankan dan menjadi bekal awal bagi siswa dalam menghadapi kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

SERVICE LEARNING DALAM PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN: PEMBELAJARAN KREATIF MELALUI PUZZLE GARUDA SEBAGAI MEDIA PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA DI SD N TAMBAKAJI 04

N.R, Laily Ramadhani, Khasanah, Siti Surotul, Anbiya, Bakti Fatwa
Abstract: Penanaman nilai-nilai Pancasila sejak jenjang sekolah dasar merupakan langkah penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai kebangsaan dan kewarganegaraan. Namun, pembelajaran Pendidikan Pancasila… a yang masih didominasi oleh metode konvensional sering kali menyebabkan peserta didik kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik melalui pendekatan service learning dengan memanfaatkan media Puzzle Garuda Pancasila. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2026 di SDN Tambakaji 04 dengan melibatkan peserta didik kelas 3A dan 3B. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, pelaksanaan permainan edukatif menggunakan Puzzle Garuda Pancasila, serta evaluasi dan refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media Puzzle Garuda Pancasila mampu meningkatkan partisipasi dan antusiasme peserta didik selama proses pembelajaran. Selain itu, peserta didik menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai simbol-simbol sila Pancasila dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan konsep service learning melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan edukasi di sekolah. Dengan demikian, media Puzzle Garuda Pancasila dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk mendukung penanaman nilai-nilai Pancasila dan penguatan karakter peserta didik pada jenjang sekolah dasar.

STRATEGI PEMBELAJARAN PARTISIPATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA ALQURAN SESUAI KAEDAH TAJWID

Firdaus, Rano, Samsudin, Samsudin, Choeroni, Choeroni
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengembangkan model strategi pembelajaran partisipatif untuk meningkatkan pemahaman bacaan Al-Qur’an pada jamaah Majelis Ta’lim Desa Ujungbatu Timur, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian… . Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian meliputi pengajar atau pembina, pengurus majelis ta’lim, dan jamaah aktif yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bacaan Al-Qur’an jamaah masih beragam. Sebagian jamaah sudah cukup lancar, tetapi masih memerlukan perbaikan pada tajwid, makhraj, mad, waqaf, ibtida’, dan kelancaran. Sebagian lainnya masih membaca terbata-bata karena faktor usia, kebiasaan belajar, rasa malu, dan keterbatasan fasilitas. Model yang dikembangkan menekankan kegiatan membaca bersama, membaca bergilir, menyimak, bertanya, diskusi sederhana, koreksi langsung, muraja’ah, takrar, dan evaluasi lisan. Penerapan model ini meningkatkan keaktifan, keberanian, dan pemahaman jamaah terhadap bacaan Al-Qur’an secara bertahap. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan jamaah secara aktif lebih sesuai dengan karakter majelis ta’lim karena mampu membangun suasana belajar yang ramah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, strategi pembelajaran partisipatif relevan digunakan sebagai alternatif pembelajaran Al-Qur’an di majelis ta’lim berbasis komunitas serta dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pembelajaran keagamaan nonformal di masyarakat desa.

PERAN TAHSIN AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN BENAR

Nasution, Wildan Habibi, Nasution, Tongku Hasonangan, Elviani, Elviani
Abstract: Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf merupakan kompetensi mendasar yang wajib dimiliki oleh setiap muslim, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik… idik yang mengalami kesulitan dalam pelafalan huruf hijaiyah, penerapan hukum tajwid, serta kelancaran membaca Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program tahsin Al-Qur'an dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara benar, mengidentifikasi metode-metode tahsin yang efektif, serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi kepustakaan (library research) yang didukung oleh data dari berbagai hasil penelitian terdahulu. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen, jurnal ilmiah, dan laporan penelitian yang relevan dengan tema tahsin Al-Qur'an pada kurun lima tahun terakhir, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahsin Al-Qur'an yang dilaksanakan secara terstruktur, konsisten, dan menggunakan metode yang tepat seperti talaqqi, tikrar, dan pendekatan berbasis makharijul huruf, terbukti efektif meningkatkan kefasihan, ketepatan bacaan, dan kepercayaan diri peserta didik dalam membaca Al-Qur'an. Faktor pendukung utama meliputi kompetensi pengajar, intensitas latihan, dan motivasi peserta didik, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, latar belakang kemampuan peserta didik yang heterogen, dan minimnya tenaga pengajar yang berkompeten. Penelitian ini merekomendasikan agar lembaga pendidikan formal maupun nonformal mengintegrasikan program tahsin secara berkelanjutan dengan evaluasi berkala guna menjamin mutu bacaan Al-Qur'an generasi muslim.

Analisis Miskonsepsi Siswa SMA Pada Materi Gelombang Stasioner Ujung Bebas Dan Strategi Penanganannya

Herman Jufri Andi, Chairatul Umamah, Lailatul Qomariyah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam miskonsepsi yang dialami siswa pada materi gelombang stasioner, khususnya pada konfigurasi ujung bebas, serta mengidentifikasi akar penyebab dan strategi penanganan… anan yang efektif. Miskonsepsi yang sering terjadi adalah kekeliruan dalam menentukan letak perut dan simpul dari titik asal getaran, padahal seharusnya dihitung dari ujung bebas tali. Penelitian ini mengkaji profil miskonsepsi, metode identifikasi yang relevan seperti Three-Tier Diagnostic Test, dan peran krusial media pembelajaran interaktif seperti simulasi PhET serta praktikum digital dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan mengurangi miskonsepsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa miskonsepsi tidak hanya bersumber dari kurangnya pemahaman konsep dasar, tetapi juga dari interpretasi soal yang keliru, keterbatasan visualisasi fenomena abstrak, dan kurangnya pengalaman praktis. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran kontekstual yang didukung oleh media visual interaktif dan eksperimen virtual sangat direkomendasikan untuk mengatasi miskonsepsi ini secara efektif dan meningkatkan kualitas hasil belajar siswa dalam pendidikan fisika.

Gambaran Kesiapan Berhenti Merokok pada Perokok di Desa Puuwonggia, Kabupaten Konawe Utara Tahun 2026

Handayani, Listy, Paridah
Abstract: Kebiasaan merokok masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena menimbulkan ketergantungan, meningkatkan risiko penyakit, dan menyebabkan paparan asap rokok pada anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan… an kesiapan berhenti merokok pada perokok di Desa Puuwonggia, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2026 di Desa Puuwonggia, Konawe Utara. Populasi dan sampel terdiri atas 47 rumah tangga yang memiliki anggota keluarga perokok dan dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,4% perokok pernah mencoba berhenti dalam 12 bulan terakhir, sedangkan 57,4% belum pernah mencoba. Sebanyak 51,1% perokok belum mau berubah dan 48,9% baru bersedia mengurangi jumlah rokok, sementara tidak ada perokok yang menyatakan siap berhenti sepenuhnya. Penyebab utama kegagalan berhenti merokok adalah ketagihan atau rasa gelisah dan pengaruh lingkungan teman atau tempat kerja, masing-masing sebesar 33,3%. Dukungan yang paling banyak dibutuhkan adalah komitmen keluarga dan pembatasan tempat merokok, masing-masing sebesar 31,15%. Kesiapan berhenti merokok masih rendah sehingga diperlukan konseling motivasional, dukungan keluarga, pelayanan berhenti merokok di puskesmas, dan penerapan rumah bebas asap rokok

Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Teorema Phytagoras Menggunakan Teori Nolting Di Kelas VIII SMP Budi Murni 4 Medan

Sinta Uli Manullang, Efron Manik, Christina Sitepu
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika, khususnya pada materi Teorema Pythagoras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kesalahan… lahan siswa dalam mengerjakan soal Teorema Pythagoras berdasarkan Teori Nolting. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VIII SMP Budi Murni 4 Medan. Instrumen penelitian berupa tes uraian berbentuk soal kontekstual sebanyak empat butir serta pedoman wawancara untuk memperkuat data hasil tes. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan kesalahan siswa ke dalam kategori Careless Errors, Concept Errors, Application Errors, dan Test Taking Errors sesuai Teori Nolting.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa adalah Concept Errors, yaitu kesalahan dalam memahami konsep dasar Teorema Pythagoras, terutama dalam mengklasifikasikan jenis segitiga. Selain itu, ditemukan pula Careless Errors berupa kecerobohan dalam penulisan, Application Errors berupa ketidakmampuan menerapkan rumus, serta Test Taking Errors berupa tidak dituliskannya jawaban akhir meskipun proses sudah benar.Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa kesalahan siswa dipengaruhi oleh lemahnya pemahaman konsep, rendahnya keterampilan penerapan rumus, serta kurangnya ketelitian. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memperkuat pemahaman konsep, memberikan latihan soal kontekstual yang bervariasi, serta membiasakan siswa melakukan pemeriksaan kembali terhadap jawabannya.

Penerapan Metode MOORA Pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa

Lidya Rizki Ananda, Julianto Simatupang, Rio Bayu Sentosa, Nadia Astri Wulandari, Tika Christy
Abstract: Pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan proses penting dalam menentukan mahasiswa yang memiliki kompetensi terbaik untuk memimpin organisasi kemahasiswaan. Namun, proses seleksi yang masih bergantung pada… da popularitas dan penilaian subjektif berpotensi menghasilkan keputusan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) untuk membantu proses pemilihan Ketua BEM secara objektif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan pembina BEM untuk menentukan kriteria dan bobot penilaian. Lima kriteria yang digunakan meliputi kepemimpinan, kemampuan komunikasi, pengalaman organisasi, integritas, dan indeks prestasi kumulatif (IPK). Tahapan metode MOORA terdiri atas penyusunan matriks keputusan, normalisasi, perhitungan nilai optimasi, dan proses perangkingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif K1 memperoleh nilai optimasi tertinggi sebesar 0,473 sehingga direkomendasikan sebagai Ketua BEM terpilih. Penerapan metode MOORA mampu menghasilkan proses pengambilan keputusan yang lebih objektif, sistematis, transparan, dan akurat sehingga dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam menentukan Ketua BEM berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. The selection of the Student Executive Board (BEM) President is an important process in determining the most qualified student to lead the student organization. However, conventional selection processes often rely on popularity and subjective judgments, which may lead to less optimal decisions. This study aims to develop a Decision Support System (DSS) using the Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) method to support a more objective selection process. Research data were collected through interviews with BEM advisors to determine the assessment criteria and their corresponding weights. Five criteria were used, namely leadership, communication skills, organizational experience, integrity, and grade point average (GPA). The MOORA method consists of decision matrix construction, normalization, optimization value calculation, and ranking. The results indicate that candidate K1 achieved the highest optimization value of 0.473 and was therefore recommended as the selected BEM President. The implementation of the MOORA method provides a more objective, systematic, transparent, and accurate decision-making process, making it an effective tool for supporting the selection of the most suitable BEM President based on predetermined criteria.