Abstract:Dalam penelitian ini terdapat masalah yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian yaitu kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dimana dalam pembelajaran konvensional guru lebih menjadi pusat perhatian…
hatian atau tokoh utama dalam proses pembelajaran sehingga siswa cenderung hanya menunggu penjelasan dan jawaban dari guru hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang rendah. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti berharap dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas V IPA dan mata pelajaran terkait di SD IT Milatul Khoir Pekanbaru dengan menerapkan pendekatan pembelajaran card sort. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen kuantitatif. Kelas eksperimen menerima pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran card sort, sedangkan kelas kontrol digunakan sebagai kelas komparatif dengan pembelajaran tradisional. Untuk mengetahui hasil akhir pembelajaran siswa, peneliti dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian dengan soal tes pilihan ganda, yang disebut dengan pretest dan posttest. Soal pretest diberikan sebelum proses pembelajaran dimulai, dan soal posttest diberikan setelah proses pembelajaran selesai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan menggunakan strategi pembelajaran card sort sedangkan skor N-Gain yang diperoleh pada kelas kontrol menunjukkan nilai rata-rata (mean) skor N-Gain sebesar 54,93% termasuk dalam kategori kurang efektif. kategori sedangkan pada kelas eksperimen nilai rata-rata (mean) skor N-Gain yang diperoleh sebesar 75,43% termasuk dalam kategori cukup efektif. Rata-rata peningkatan (mean) kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 19,5% berdasarkan nilai rata-rata kedua kelas.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan media pembelajaran bunga norma berbasis kurikulum merdeka dapat meningkatkan kreativitas siswa di SDIT Robbani Banjarbaru. Penelitian juga akan menjelaskan…
faktor pendukung dan penghambat penggunaan media ini untuk meningkatkan kreativitas siswa. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Kepala sekolah, guru, dan siswa adalah subjek penelitian. Untuk mengumpulkan data ini, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan. Penurunan, penyajian, dan penarikan kesimpulan adalah teknik analisis data yang digunakan. Untuk mendapatkan keabsahan data, para peneliti menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran bunga norma berbasis kurikulum merdeka meningkatkan kreativitas siswa melalui kegiatan 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, dan 3) Evaluasi. Faktor-faktor yang mendukung penggunaan media pembelajaran bunga norma berbasis kurikulum merdeka untuk meningkatkan kreativitas siswa di SDIT Robbani Banjarbaru adalah 1) Kerja Sama dan 2) Fasilitas Sekolah. Faktor-faktor yang menghalangi penggunaan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka untuk meningkatkan kreativitas siswa adalah 1) Jumlah waktu yang tidak mencukupi dan 2) Jumlah siswa.
Abstract:Para anggota Mapawima tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang memulai bisnis sendiri. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberi anggota Mapawima pemahaman tentang kewirausahaan, UMKM,…
permodalan, dan pemasaran. Selain memberikan contoh tentang kewirausahaan, jenis usaha, dan individu wirausahawan, kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran para peserta. Materi pelatihan diberikan dalam satu hari kerja. 21 anggota Mapawima mengikuti mereka dalam pengabdian mereka kepada masyarakat. Diharapkan setiap orang yang mengambil bagian dalam kegiatan pengabdian masyarakat memiliki pemahaman tentang kewirausahaan sebagai pengetahuan yang akan mereka gunakan untuk memulai bisnis mereka sendiri di kemudian hari.
Kata kunci: kewirausahaan, motivasi, penyuluhan
Abstract:This research aims to apply the Problem Based Learning (PBL) learning model through series of image media to improve English writing skills at SMA Negeri 4 Pekanbaru. This type of research uses Classroom Action Research…
(PTK). The research subjects were class X students at SMA Negeri 4 Pekanbaru. In implementing the action, it is carried out in 2 cycles, namely cycle I and cycle II. The activities carried out in each cycle consist of planning, implementation, observation and reflection. The results of the research show an increase in English writing skills through serial image media. significant increase in students' understanding of concepts, writing skills, and learning motivation. The integration of serial image media as a supporter of PBL provides a visual dimension that helps students understand the content, stimulates creativity, and increases active involvement in the learning interaction process.
Abstract:Proses penyempurnaan tolak air adalah proses pemberian senyawa kimia pada permukaan kain dengan cara melapisi benang-benangnya, yang bertujuan untuk meningkatkan daya pakai kain agar dapat menahan pembasahan atau penetrasi…
si air yang jatuh diatas permukaan. Salah satu kain yang digunakan adalah pada kain kapas dan poliester. Berdasarkan hasil penelitian penyempurnaan tolak air dengan variasi Fluoro dan variasi parafin didapatkan bahwa penyempurnaan tolak air dengan variasi Fluoro 1 menghasilkan uji siram yang paling baik yaitu dengan nilai uji siram 100 dan yang kurang baik yaitu dengan nilai uji siram 0. penyempurnaan tolak air dengan variasi flouro 2 menghasilkan uji siram yang baik yaitu dengan nilai uji siram 80 dan yang kurang baik yaitu dengan nilai uji siram 50. penyempurnaan tolak air dengan variasi parafin menghasilkan uji siram yang baik yaitu dengan nilai uji siram 70.
Abstract:Hutan mangrove adalah tempat yang penting bagi ekosistem kelautan dan sebagai penjaga pantai dari abrasi. Salah satu daerah yang mempunyai hutan mangrove dan cukup rentan dengan terjadinya abrasi adalah Desa Kuala Merbau…
di Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang pentingnya mangrove dalam mencegah terjadi abrasi. Kegiatan ini melibatkan Siswa SMP Negeri 2 pulau merbau kelas VIII Secara umum, kegiatan ini berjalan dengan lancar diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Kuala Merbau dapat memahami dan mengambil manfaat besar yang dimiliki oleh mangrove serta mencegah Desa dari abrasi.
Abstract:Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran seni musik bernyanyi lagu daerah secara unisono melalui penerapan model pembelajaran Problem…
Based Learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan mulai dari merencanakan pembelajaran, melaksanakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dari siklus I sampai siklus II dan seterusnya sampai diperoleh rekomendasi, hasil belajar peserta didik dan daya serap klasikal peserta didik pada siklus belajar terakhir tuntas. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 15 Kerinci. Jumlah peserta didik kelas VIII yang diteliti sebanyak 16 orang. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 07 Januari 2023 – 05 Februari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran seni musik materi bernyanyi lagu daerah secara unisono mengalami peningkatan, mulai dari siklus I ke siklus II, Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan selama menggunakan model pembelajaran problem based learning. Peningkatan hasil belajar tampak pada jumlah peserta yang mencapai KKM bertambah banyak dan meningkat sebesar 32,14%. Nilai rata-rata hasil belajar di siklus I sebesar 71,66 dan pada siklus II rata- rata hasil belajar meningkat menjadi 85,69. Kemudian tanggapan dan sikap peserta didik terhadap model problem based learning yang diterapkan sangat positif.
Abstract:Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya khususnya materi pokok memahami gerak tari tradisional dengan menggunakan penerapan metode demonstrasi.…
si. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang bersifat konvensional yakni lebih terpusat pada guru. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya tentang gerak tari tradisional di kelas VIII 3 SMP Negeri 1 Kualasimpang melalui penerapan metode demonstrasi. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini yaitu memberikan sumbang pemikiran dalam merenovasi pembelajaran dari teacher center ke student center melalui penerapan metode demonstrasi. Dengan demikian, siswa akan terlibat secara langsung dalam mencari, menemukan, dan menggali pengetahuannya sendiri. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Data dalam penelitian ini diperoleh dari guru (observer) dan siswa melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan data hasil penelitian dari siklus I sampai siklus II, diperoleh data bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran melalui penerapan metode demonstrasi mengalami peningkatan secara signifikan dari pembelajaran sebelumnya yang menggunakan metode ceramah. Jadi, kesimpulannya adalah penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya tentang gerak tari tradisional berdasarkan unsur pendukung tari iringan di kelas VIII 3 SMP Negeri 1 Kualasimpang.
Abstract:Keberhasilannya proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh seorang guru yang melakukan transfer ilmu (knowledge transfer) melalui proses pembelajrannya,dalam hal ini strategi pembelajaran menjadi penting dalam proses…
belajar tersebut. Banyak pembelajaran pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh para gura, pembelajaran yang sering digunakan dalam proses pembelajaran tersebut, antara lain:Pembelajaran Ceramah, Pembelajaran Tanya jawab, Pembelajaran diskusi, Pembelajaran pemberian tugas, Pembelajaran demontrasi, Pembelajaran karyawisata, Kerja kelompok (inquiri), Pembelajaran bermain peran, Pembelajaran dialog, Pembelajaran bantah membantah, dan Pembelajaran bercerita. Berdasarkan pertimbangan di atas, maka perlu dikembangkan suatu metode pembelajaran yang mampu melibatkan peran serta siswa secara menyeluruh sehingga kegiatan belajar mengajar tidak hanya didominasi oleh siswa-siswa tertentu saja. Selain itu, melalui pemilihan metode pembelajaran tersebut diharapkan sumber informasi yang diterima siswa tidak hanya dari guru melainkan juga dapat meningkatkan peran serta dan keaktifan siswa dalam mempelajari dan menelaah ilmu yang ada terutama mata pelajaran Bahasa Inggris. Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dirumuskanlah judul penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut: “Peningkatan hasil belajar bercakap cakap bahasa inggris melalui pembelajaran dengan media games puzzle pada siswa kelas V SD YPPGI NOKAPAKA Tahun Pelajaran 2023/2024”, Berdasarkan yang ada maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah, Bagaimana aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan media games puzzle untuk peningkatan hasil belajar bercakap cakap bahasa inggris pada siswa kelas V SD YPPGI NOKAPAKA serta Apakah pembelajaran dengan media games puzzle dapat meningkatkan kepahaman siswa kelas V SD YPPGI NOKAPAKA tentang memberi informasi dalam Bahasa Inggris, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dan juga menggunakan penelitian tindakan kelas yaitu tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas serta Games Puzzle merupakan bentuk permainan yang menantang daya kreatifitas dan ingatan siswa lebih mendalam dikarenakan munculnya motivasi untuk senantiasa mencoba memecahkan masalah, namun tetap menyenangkan sebab bisa di ulang-ulang
Abstract: Kelompok melati putih yang terletak di Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru merupakan salah satu kelompok keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan yang menjadi bagian dalam pelaksanaan kegiatan Pertemuan Peningkatan…
atan Kemampuan Keluarga (P2K2). Dalam peningkatan kemampuan ini perlu adanya pelatihan keterampilan bagi ibu- ibu kelompok PKH. Namun, terdapat beberapa keterbatasan yang menjadi masalah dalam pengoperasiannya. Yang pertama, keterbatasan sumber daya manusia sebagai pelatih atau tutor dalam pelaksanaan pelatihan keterampilan pembuatan produk sabun. Yang kedua, Sarana dan prasarana berupa bahan – bahan yang diperlukan dalam membuat produk sabun cuci piring seperti bahan- bahan kimia, air galon, dll dinilai masih kurang. Yang ketiga, masalah kurangnya informasi dan pengetahuan bagaimana menambah pendapatan. Kegiatan pengabdian dimulai dari tahap observasi lapangan, pemaparan materi ekonomi kreatif, pengadaan bahan – bahan pembuatan sabun cuci piring. Hasil dari kegiatan ini anggota kelompok melati putih terlihat antusias dengan mengikuti pelatihan pembuatan sabun cuci piring serta sangat senang karena adanya bantuan yang telah diberikan. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini juga memenuhi keterampilan softskill ibu – ibu kelompok melati putih dan kiranya bisa menjadi sumber pendapatan keluarga.
Kata Kunci : pelatihan, ekonomi kreatif, sabun cuci piring