Search Articles & Publications

Showing 972 articles found for "Muhammad"

DESAIGN AND SIMULATION OF ADC CIRCUITS COMPILED BY IC ADC0804 AND IC ADC0809

Amril, Muhammad, Sihombing, Panangian Mahadi, Sukarwoto, Sukarwoto
Abstract: Abstract: Medan Aviation Polytechnic is one of the campuses under the ministry of transportation which has a major in telecommunication and air navigation engineering in Indonesia. Based on field surveys, an Analog to Digital… gital Converter (ADC) practicum kit is needed to improve the ability of cadets. Based on this background, this study aims to design and simulate two ADC circuits, each of which is compiled by the integrated circuit (IC) ADC0804 and IC ADC0809 respectively. Three statistical formulas, namely mean error (ME), standard deviation error (SDE), and root mean square error (RMSE) are used to measure the performance of the two ADC circuits. Both ADC circuits are simulated using a Proteus 8.11 Simulator with 255 analog input voltages. Based on the result of the study, it is known that the ADC circuit compiled by IC ADC0809 is more accurate than the ADC circuit compiled by IC ADC0804. This is evidenced by a smaller error value, which is based on the simulation results of the ME, SDE, and RMSE values were 0.4210, 0.3410, and 0.5110, respectively. And, based on the measurement results, it has ME, SDE, RMSE respectively, namely 0.8510, 0.8110, and 0.9310.             Keywords: ADC; Proteus 8.11 Simulator; IC ADC0804; IC ADC0809; ME; SDE; RMSE     Abstrak: Politeknik Penerbangan Medan adalah salah satu kampus di bawah Kementerian Perhubungan yang memiliki jurusan teknik telekomunikasi dan navigasi udara di Indonesia. Berdasarkan survei di lapangan, kit praktikum konverter analog ke digital diperlukan untuk meningkatkan kemampuat taruna. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan mensimulasi dua rangkaian ADC yang masing-masing disusun oleh IC ADC0804 dan IC ADC0809. Tiga formula statistik, yaitu mean error (ME), standard deviation error (SDE), and root mean square error (RMSE) digunakan untuk mengukur kinerja kedua rangkaian ADC tersebut. Kedua rangkaian ADC tersebut disimulasi menggunakan Simulator Proteus 8.11 dengan 255 tegangan masukan analog. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rangkaian ADC yang disusun oleh IC ADC0809 lebih akurat dibandingkan dengan rangkaian ADC yang disusun oleh IC ADC0804. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai kesalahan yang lebih kecil, yaitu berdasarkan hasil simulasi memiliki ME, SDE, RMSE masing-masing adalah 0,4210, 0,3410 dan 0,5110. Dan berdasarkan hasil pengukuran memiliki ME, SDE, dan RMSE masing-masing adalah 0,8510, 0,8110, dan 0,9310.   Kata kunci: ADC; Simulator Proteus 8.11; IC ADC0804; IC ADC0809; ME; SDE; RMSE

APPLICATION OF THE BINARY NUMBER SYSTEM IN BLOOD GROUP TYPE CHECKING BASED EMBEDDED SYSTEM

Ananda, Ricki, Amin, Muhammad, Parini, Parini
Abstract: Abstract: The Indonesian Red Cross or abbreviated as PMI, is one of the organizations in Indonesia engaged in the humanitarian field. PMI has branches in all cities in Indonesia such as the red cross in Asahan district.&#8230; Currently, the Asahan district red cross has a blood donation stock of ± 100/360 cc per bag. The purpose of designing a blood group type reader is to increase the certainty of blood types that are tested by experts or medical workers from PMI Asahan, according to the testing of the tool design. This study used a qualitative type of method, namely data taken in the form of data on the condition of the blood when rhesus fluid was given, so that the data will be calibrated with the test results so that the right test results can be decided. The results of testing the device design with blood and fluids, found that blood group A+ got an LDR value of 19.5 and 4 with a bina-ry condition of 101, while for blood group B+ got an LDR value of 19, 4 and 4 with a bi-nary condition of 011, blood group AB+ got a value LDR 19, 3 and 4 with binary condi-tion 111, blood type O+ found LDR values 19, 2 and 4 with binary condition 001. Mean-while for basic conditions, or not detecting blood type, LDR conditions 20, <=4, <=4 and binary value is 000. After testing, all results of testing the design of the tool are in full ac-cordance with the results of the conclusions of the PMI Asahan medical personnel about the type of blood group   Keywords: binary; blood donation; blood type detector   Abstrak: Palang Merah Indonesia atau disingkat PMI, merupakan salah satu organisasi di Indonesia yang bergerak dalam bidang kemanusiaan. PMI memiliki cabang di seluruh kota di Indonesia seperti palang merah di kabupaten asahan. Saat ini palang merah kabupaten asahan memiliki stok sumbangan darah ± 100/360 cc setiap kantong. Tujuan dirancang nya alat pembaca jenis golongan darah untuk menambah kepastian jenis darah yang diuji tenaga ahli atau medis PMI Asahan, sesuai dengan pengujian dari rancangan alat. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif, yaitu data yang diambil berupa data kondisi darah ketika dikasi cairan resus, sehingga data tersebut akan dikalibrasi dengan hasil pengujian sehingga memutuskan hasil pengujian tepat. Hasil pengujian rancangan alat dengan darah dan cairan,  mendapati bahwa untuk golongan darah A+ mendapati nilai LDR 19, 5 dan 4 dengan kondisi biner 101, sementara untuk golongan darah B+ mendapati nilai LDR 19, 4 dan 4 dengan kondisi biner 011, golongan darah AB+ mendapati nilai LDR 19, 3 dan 4 dengan kondisi biner 111, golongan darah O+ mendapati nilai LDR 19, 2 dan 4 dengan kondisi biner 001. Sementara untuk kondisi dasar, atau tidak mendeteksi golongan darah, kondisi LDR 20, <=4, <= 4 dan nilai biner 000. Setelah dilakukannya pengujian, maka disimpulkan seluruh hasil pengujian rancangan alat sepenuhnya sesuai dengan hasil kesimpulan tenaga medis PMI Asahan tentang jenis golongan darah.   Kata kunci: biner; donor darah; pendeteksi golongan darah

INTEGRATED NETWORK SYSTEM SECURITY TO DETERMINE GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM) BASED CYBER CRIME PATTERNS

Sari, Dely Indah, Jufri, Muhammad
Abstract: Abstract: crime mapping, namely by examining various spatial data factors that can be integrated to be able to produce a variety of information for security officers and the government in an effort to realize security in&#8230; an area by utilizing geographic information systems by mapping, visualizing and analyzing crime incidents so that Various patterns and trends of spatial and temporal crime are generated using the main concept of cryptography, namely the encryption or encryption process where the plaintext encoding process becomes ciphertext and the decryption or description process, which is the process of returning the ciphertext to the original plaintext using the Electronic Code Book (ECB) algorithm and the ECB algorithm vigenere Keywords: criminal patterns, geographic information systems, network system   Abstrak: pemetaan kriminalitas yaitu dengan mengkaji berbagai macam faktor data spasial yang dapat terintegrasi untuk dapat menghasilkan keanekaragaman informasi bagi aparat keamanan dan pemerintah dalam upaya mewujudkan kemanan di suatu area dengan memanfaatkan sistem informasi geografis dengan cara dilakukan memetakan, memvisualkan dan menganalisis insiden kriminalitas sehingga dihasilkan beragam pola maupun trend kriminalitas secara spasial temporal dengan menggunakan konsep utama dari kriptografi yaitu proses enkripsi atau enkription dimana proses penyandian plainteks menjadi  cipherteks dan proses dekripsi atau description yaitu proses mengembalikan cipherteks menjadi plainteks semula menggunakan algoritma Elektronic Code Book (ECB) dan algoritma Vigenere.   Kata kunci: pola kriminalitas, sistem informasi geografis, sistem keamanan

SKIN DISEASE DETECTION EXPERT SYSTEM USING NAIVE BAYES CLASSIFIER METHOD

Putri, Cici Santika, Sembiring, Muhammad Ardiansyah, Sinaga, Hommy Dorthy Ellyany
Abstract: • Abstract: The skin is an elastic wrapping that protects the body from environmental influences, the skin is the organ that is located on the outside and limits it from the human environment. Skin diseases can be caused&#8230; ed by fungi, viruses, germs, animal parasites, bacterial infections and others. To identify skin diseases, we usually have to see a doctor, but we still experience problems in dealing with disease identification. This is sometimes influenced by the community, sometimes they feel embarrassed to consult their skin disease to a doctor because the signs of skin disease have started to appear, consultation fees and drugs are relatively expensive. Current technological developments are able to process knowledge with artificial intelligence techniques. Due to the many symptoms of disease nowadays, it is necessary to make a system application with artificial intelligence that can diagnose skin diseases and provide solutions for skin diseases using one of the methods, namely the Naïve Bayes Classifier. Naïve Bayes is a simple classification algorithm where each attribute is independent and may contribute to the final decision. The goal is to produce an expert system website that helps the general public in diagnosing skin diseases and providing solutions for detected skin diseases. The results of this study concluded that based on the application of skin cancer diagnosis can display the results of skin cancer diagnosis decisions.    Keywords: expert system; naïve bayes; skin disease  Abstrak: Kulit merupakan pembungkus yang elastis yang melindungi tubuh dari pengaruh lingkungan, kulit merupakan organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia. Penyakit kulit dapat disebabkan oleh jamur, virus, kuman, parasit hewani, infeksi bakteri dan lain-lain. Mengidentifikasi penyakit kulit biasanya kita harus ke dokter, namun masih mengalami kendala dalam menangani pengidentifikasi penyakit hal itu terkadang dipengarui oleh masyarakat terkadang merasa malu untuk mengkonsultasikan penyakit kulitnya ke dokter karena tanda-tanda penyakit kulit sudah mulai tampak, biaya konsultasi dan obat yang tergolong mahal. Perkembangan teknologi saat ini mampu mengolah pengetahuan dengan teknik kecerdasan buatan. Karena banyaknya gejala penyakit pada masa sekarang ini perlu dibuat aplikasi sistem dengan kecerdasan buatan yang dapat mendiagnosa penyakit kulit dan memberikan solusi dari penyakit kulit dengan salah satu metode yaitu Naïve Bayes Classifier. Naïve bayes merupakan algoritma klasifikasi yang sederhana dimana setiap atribut bersifat berdiri sendiri dan memungkinkan berkontribusi terhadap keputusan akhir. Tujuannya adalah menghasilkan website sistem pakar yang dan membantu masyarakat luas dalam mendiagnosa penyakit kulit dan memberikan solusi dari penyakit kulit yang terdeteksi. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan aplikasi diagnosa penyakit kanker kulit dapat menampilkan hasil keputusan diagnosa penyakit kanker kulit.   Kata kunci: Naïve Bayes; Penyakit Kulit; sistem pakar

MULTI-PLATFORM BASED FINANCIAL STATEMENT REPORT REPOSITORY SYSTEM AT UPT.PTPH NORTH SUMATRA

Dermawan, Muhammad Rizky, Samsudin, Samsudin
Abstract: Abstract: The role of information technology and information systems are two parts that cannot be separated. Both of them developed on the response of human urgency, which then has quite crucial influence and implications&#8230; s in this era. The development of both is fast and varied, following the aspect of increasing human need for information quickly and accurately. One example of its development in this millennial era is the development of data processing tools in the form of a repository system. The repository is a storage-based service that offers digital materials in various formats managed by certain parties to its users. UPT.PTPH North Sumatra Province is a government agency engaged in the plant and horticulture sector that does not yet have a computerized information system. To obtain related information, workers or staff must manually search for the desired data. The prototyping model used in the design proved to be adaptive in dealing with change. The results of the study reveal that a multi-platform-based financial statement repository system in the form of websites and Android applications can speed up the report processing process, provide valid financial data and a more transparent and structured data management process.   Keywords: data management; information system; information technology; prototyping model; repository.     Abstrak: Peran teknologi informasi dan sistem informasi merupakan dua bagian yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya berkembang atas respon urgensi manusia, yang kemudian memiliki pengaruh dan implikasi yang  cukup krusial pada zaman ini. Perkembangan keduanya yang cepat dan variatif, mengikuti dari aspek peningkatan kebutuhan manusia terhadap informasi secara cepat dan akurat. Salah satu contoh dari perkembangannya pada zaman millenial ini adalah  berkembangnya alat bantu pengolahan data berupa sistem repository. Repository adalah sebuah fasilitas storage-based service yang menawarkan bahan digital dalam berbagai format yang dikelola oleh pihak tertentu kepada kalangan penggunanya. UPT.PTPH Provinsi Sumatera Utara adalah instansi pemerintah yang bergerak di sektor tanaman dan hortikultura yang belum memiliki sistem informasi terkomputerisasi. Untuk mendapatkan informasi terkait, para pekerja ataupun staff harus secara manual mencari data yang diinginkan. Prototyping model yang digunakan dalam perancangan terbukti adaptif dalam menangani perubahan. Hasil penelitian mengungkap bahwa sistem repository financial statement berbasis multi platform berupa website dan aplikasi andoid dapat mempercepat proses pengerjaan laporan, memberikan data keuangan yang valid serta proses pengelolaan data  yang lebih transparan dan terstruktur.   Kata Kunci: model prototyping; pengelolaan data; repository; sistem informasi; teknologi informasi.  

IMPLEMENTATION OF THE TSUKAMOTO FUZZY METHOD FOR INFANT FOOD RECOMMENDATIONS ACCORDING TO THE NEEDS AND AKG

Panjaitan, Zaimah, Suryanata, Muhammad Gilang, Ibnutama, Khairi
Abstract: Abstract: Choosing the right foods for babies to eat is easy. Age 0 to 5 years is a golden period for babies in their growth and development, both physically and intellectually. Incorrectly choosing foods that do not meet&#8230; t the needs can lead to the risk of obesity, while foods that do not meet the nutritional adequacy of infants can also cause stunting. An intelligent system taken from the knowledge of baby nutrition experts can be used as a solution to accompany parents in choosing the right food menu for babies during their growth and development. Fuzzy Tsukamoto can be used to group babies by age and weight, to decide which foods are suitable for consumption by the baby, based on the evaluation Images table compiled by the ministry of health as a guide for appropriate nutrition. This research resulted in a system that is able to assist parents in choosing the appropriate food menu for babies so as to prevent stunting.             Keywords: fuzzy tsukamoto; stunting; nutrition   Abstrak: Memilih makanan yang tepat untuk dikonsumsi oleh bayi bukanlah hal yang mudah. Usia 0 sampai 5 tahun merupakan masa-masa emas bagi bayi dalam tumbuh kembangnya, baik fisik maupun kecerdasan. Salah memilih makanan yang tidak sesuai kebutuhan dapat menyebabkan resiko obesitas, sedangkan makanan yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi bayi juga dapat menyebabkan stunting. Sistem cerdas yang diambil dari pengetahuan para pakar gizi bayi dapat dijadikan solusi pendamping orang tua dalam memilih menu makanan yang tepat bagi bayi di masa tumbuh kembangnya. Fuzzy Tsukamoto dapat digunakan untuk mengelompokkan bayi berdasarkan usia dan berat badan, untuk memutuskan makanan mana yang cocok dikonsumsi oleh bayi tersebut, berdasarkan tabel angka kecukupan gizi yang telah disusun oleh kementrian kesehatan sebagai panduan pemberian nutrisi yang sesuai. Dari penelitian ini dihasilkan sistem yang mampu membantu orang tua dalam memilih menu makanan yang sesuai bagi bayi sehingga dapat mencegah terjadinya stunting.   Kata kunci: Fuzzy Tsukamoto; stunting; nutrisi

FEASIBILITY ANALYSIS OF E-GOVERNMENT SERVICES USING TELOS METHOD

Ningsi, Nurfitria, Nuzul, Muhammad
Abstract: Abstract: The government continues to adopt various technologies to ensure effective and efficient public services in the new normal era. This study discusses the use of the TELOS method in measuring the feasibility level&#8230; l of e-government services through a review of five main feasibility dimensions, including technical feasibility, economic feasibility, legal feasibility, operational feasibility and schedule feasibility. This study identifies opportunities for developing village information system projects. The data collection process involved 15 users of e-government services. The results of this study indicate that based on the number of feasibility factors generated by the information system, it is 7.20 and is within the feasible threshold for development. The value of the system development risk obtained is quite low. It is necessary to add interactive features so that it can increase community participation in community services in the future.             Keywords: e-Government; feasibility Analysis; TELOS method;     Abstrak: Berbagai adopsi teknologi terus dilakukan pemerintah untuk menjamin pelayanan publik yang efektif dan efisien di era normal baru. studi ini membahas tentang Penggunaan Metode TELOS dalam pengukuran tingkat Kelayakan layanan e-government melalui peninjauan lima dimensi kelayakan utama antara lain kelayakan teknis, kelayakan ekonomis, kelayakan hukum, kelayakan operasional dan kelayakan jadwal. Studi ini mengidentifikasi peluang pengembangan proyek sistem informasi desa. Proses Pengumpulan data melibatkan 15 pengguna layanan e-government. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan jumlah factor kelayakan yang dihasilkan sistem informasi tersebut sebesar 7,20 dan berada dalam ambang batas layak untuk dikembangkan. Nilai resiko pengembangan sistem yang diperoleh cukup rendah sehingga perlu adanya penambahan fitur-fitur yang bersifat interaktif untuk dapat meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap layanan kemasyarakatan dimasa mendatang.   Kata kunci: Analisis Kelayakan; e-Government; Metode TELOS

IDENTIFICATION OF GLAUCOMA THROUGH RETINA IMAGES USING THE LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) METHOD

Dwisapta, Muhammad Rizqi, Wulan, Tri Deviasari
Abstract: Abstract: Glaucoma is the second leading eye disease of blindness after cataracts. An ophthalmologist does a glaucoma examination with an eye screening that will produce a retinal image. The diagnosis's result of the retinal&#8230; inal image is subjective because each doctor has dissent and a condition experienced. This research builds a system to identify retinal images in the category of glaucoma or normal patients. The purpose of this system as a tool is to help ophthalmologists diagnose glaucoma. This process begins by changing the colour of an image to validity. The image is extracted using the Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) and produces five features than the result of the five features used as input to neural network Learning Vector Quantization (LVQ). The amount of retinal image data used 60 data for learning and 20 for testing. And the number of neurons used is 12, and the epoch of as many as 1000 was obtained based on the results comparison of variations against 8, 10, 12, 18, and 20 neurons with 500, 900, 1000, and 1100 epochs. The learning process results from the value of weights that will be used in the testing process. The results of this study obtained an accuracy rate of 85%, a precision of 89%, and a recall of 80%. Keywords: glaucoma; LVQ; GLCM   Abstrak: Glaukoma merupakan penyakit mata penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Pemeriksaan penyakit glaukoma dilakukan oleh dokter spesialis mata dengan cara skrining mata yang akan menghasilkan citra retina. Hasil diagnosa citra retina oleh dokter bersifat subjektif karena setiap dokter memiliki pendapat yang berbeda serta kondisi yang dialami. Penelitian ini membangun sistem untuk mengidentifikasi citra retina mata kedalam kategori penderita glaukoma atau normal. Tujuan pembuatan sistem ini sebagai alat bantu bagi dokter mata dalam mendiagnosa glukoma. Proses ini diawali dengan mengubah warna citra menjadi keabuan, kemudian citra tersebut diekstraksi menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan menghasilkan lima nilai fitur yang kemudian hasil dari kelima fitur tersebut digunakan sebagai masukan jaringan syaraf tiruan Learning Vector Quantization (LVQ). Jumlah data citra retina yang digunakan sebanyak 60 data untuk learning dan 20 data untuk testing. Dan untuk jumlah neuron yang digunakan yaitu 12 dan epoch sebanyak 1000 yang didapat berdasarkan hasil perbandingan variasi terhadap neuron sejumlah 8, 10, 12, 18, 20 dengan jumlah epoch sejumlah 500, 900, 1000 dan 1100. Hasil dari proses learning yaitu nilai bobot yang akan digunakan sebagai bobot di proses testing. Hasil penelitian ini diperoleh tingkat akurasi sebesar 85%, presisi sebesar 89% dan recall sebesar 80%.   Kata kunci: glaukoma; LVQ; GLCM

SMART IMPLEMENTATION IN DETERMINING EXAMPLE EMPLOYEES PDAM TIRTA SILAUPIASA ASAHAN REGENCY

Rachmawan, Muhammad Novri, Ramdhan, William, Kifti, Wan Mariatul
Abstract: Abstract: PDAM Tirta Silaupiasa is currently the only Regional Owned Enterprise in Asahan Regency; this requires PDAM Tirta Silaupiasa to continue to make improvements to realize optimal service to customers. The services&#8230; s provided to customers are closely related to human resources and employee performance. Employee performance has a very important role in the company's success so that we can see the strengths, weaknesses, and potential managerial gaps in the organization. The problem faced by PDAM Tirta Silaupiasa is the lack of motivation experienced by employees. One of the efforts to increase employee motivation is to select role models/exemplary employees who will later become examples for other employees. Based on this, it is necessary to use technology, namely the design of a decision support system in determining exemplary employees by applying the Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART) method. The SMART method has advantages, namely in deciding with many alternatives and criteria. It is more complex to make a decision, and the decision results are better. The results of this study get Alfiansyah's alternative with a value of 74.85202777 to be a role model for PDAM Tirta Silaupiasa.   Keywords: Decision Support System; SMART; Exemplary Employee; Role Models; PDAM Tirta Silaupiasa     Abstrak: PDAM Tirta Silaupiasa saat ini merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Daerah yang ada di kabupaten Asahan, hal ini menuntut PDAM Tirta Silaupiasa untuk terus melakukan pembenahan guna mewujudkan pelayanan yang optimal kepada pelanggan. Pelayanan yang diberikan kepada pelanggan tentunya erat kaitannya dengan sumber daya manusia dan kinerja karyawan. Kinerja karyawan memiliki peran yang sangat penting bagi keberhasilan perusahaan sehingga dapat dilihat kekuatan, kelemahan, dan potensi kesenjangan manajerial dalam organisasi. Permasalahan yang dihadapi PDAM Tirta Silaupiasa adalah kurangnya motivasi yang dialami oleh pegawai. Salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi pegawai adalah dengan memilih role model/pegawai teladan yang nantinya akan menjadi contoh bagi pegawai lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka perlu digunakan teknologi yaitu perancangan sistem pendukung keputusan dalam menentukan pegawai teladan dengan menerapkan metode Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART). Metode SMART memiliki kelebihan yaitu dalam keadaan pengambilan keputusan dengan banyak alternatif dan kriteria sehingga lebih kompleks dalam pengambilan keputusan dan akurasi hasil keputusan yang lebih baik. Hasil penelitian ini mendapatkan alternatif Alfiansyah dengan nilai 74,85202777 untuk menjadi role model bagi PDAM Tirta Silaupiasa.   Keywords: Decision Support System; SMART; Exemplary Employee; Role Models; PDAM Tirta Silaupiasa

ANALYSIS OF SVM AND NAIVE BAYES ALGORITHM IN CLASSIFICATION OF NAD LOANS IN SAVE AND LOAN COOPERATIVES

Riyadi, Sugeng, Siregar, Muhammad Mizan, Margolang, Khairul fadhli Fadhli, Andriani, Karina
Abstract: Abstract: Non-performing loan (NPL) is a risk that credit unions must face and to avoid that, prospective debtors need to be surveyed. With previous loan data, support vector machine and naïve bayes can be used as classification&#8230; ssification methods to give a decision about NPL. We use a data set with 61 data and process the data with orange 3.30 application to see the difference between SVM using linear (SVM-L), polynomial (SVM-P), RBF (SVM-R) and sigmoid (SVM-S) kernel with naïve bayes. We use a cross validation technique with various folds to measure the classification results and a convusion matrix to measure the data training classification results. Naïve bayes scores the highest in terms of accuracy and SVM-R scores the highest in terms of F1, precision and recall. SVM-P scores the lowest in terms of accuracy, F1, precision and recall. Naïve bayes scores the highest in terms of proportion of predicted for true negative class and proportion of actual for true positive class. SVM-S scores the highest in terms of proportion of predicted for true positive class and proportion of actual for true negative class. SVM-P scores the lowest in both proportion of predicted and proportion of actual.              Keywords: classification; naïve bayes; non-performing loan; support vector machine     Abstrak: Kredit macet merupakan resiko yang sering dialami koperasi simpan pinjam, sehingga perlu dilakukan survei terhadap calon debitur agar kredit menjadi sehat. Dengan menggunakan data pemberian kredit sebelumnya, support vector machine dan naïve bayes digunakan sebagai metode klasifikasi untuk memberikan keputusan macet atau tidaknya kredit anggota koperasi Mutiara Sejahtera. Data set yang berjumlah 61 data diolah menggunakan aplikasi Orange 3.30 dan dilihat perbandingan antara metode SVM dengan kernel linear, polynomial, RBF dan sigomoid dengan metode naïve bayes. Cross validation dengan jumlah fold bervariasi digunakan sebagai nilai ukur klasifikasi dan convusion matrix digunakan sebagai nilai ukur klasifikasi data training. Hasil yang diperoleh adalah naïve bayes memiliki nilai accuracy tertinggi dan SVM kernel RBF memiliki nilai F1, precision dan recall tertinggi. SVM kernel polynomial memiliki nilai terendah untuk accuracy, F1, precision dan recall. Naïve bayes memiliki nilai tertinggi untuk proportion of predicted (PoP) kelas true negative dan proportion of actual (PoA) kelas true positive. SVM kernel sigmoid memiliki nilai tertinggi untuk PoP kelas true positive dan PoA kelas true negative. SVM kernel polynomial memiliki nilai terendah baik untuk PoP maupun PoA true negative dan kelas true positive.   Kata kunci: klasifikasi; kredit macet; naive bayes;  SVM