Abstract:Abstract: The advances in information technology have substantially affected the world of education. One of these impacts is the emergence of the concept of innovative schools. The Smart School application is a solution…
to increase the effectiveness and efficiency of managing the educational procedures in schools. This research intends to design a Smart School application using the Web-based Prototype method. The prototype method allows developers to design and develop application prototypes that can be tested by users (teachers, students, and parents) before implementing the actual application. This will help identify user needs, collect feedback and ensure that the resulting Smart School application meets the expectations and needs of all stakeholders. The Smart School application has many features, such as student data management, lesson schedules, homework and test management, communication between teachers, students and parents, and tracking student learning progress. This application is designed with a web interface like computers, tablets and smartphones. The resulting Smart School application using the Prototype approach will be better able to meet changing user needs and help improve the quality of education in schools. Apart from that, web technology will make it easier to access and use applications by all stakeholders in the world of education.
Keywords: Smart School Application; Prototype; Website
Abstrak: Kemajuan teknologi informasi sudah meninggalkan efek yang substansial terhadap dunia pendidikan. Salah satu dampak tersebut adalah munculnya konsep sekolah cerdas. Aplikasi Smart School merupakan solusi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan prosedur pendidikan di sekolah. Riset ini bermaksud untuk merancang aplikasi Smart School dengan menggunakan metode Prototype berbasis Web. Metode Prototipe memungkinkan pengembang merancang dan mengembangkan prototipe aplikasi yang dapat diuji oleh pengguna (guru, siswa, dan orang tua) sebelum menerapkan aplikasi sebenarnya. Hal ini akan membantu mengidentifikasi kebutuhan pengguna, mengumpulkan umpan balik dan memastikan bahwa aplikasi Smart School yang dihasilkan memenuhi harapan dan kebutuhan seluruh pemangku kepentingan. Aplikasi Smart School dirancang dengan banyak fitur yang beragam seperti pengelolaan data siswa, jadwal pelajaran, pengelolaan pekerjaan rumah dan ulangan, komunikasi antara guru, siswa dan orangtua, serta pelacakan kemajuan perkembangan pembelajaran siswa. Aplikasi ini dirancang dengan antarmuka web seperti komputer, tablet, dan smartphone. Dengan menggunakan pendekatan Prototype, diharapkan aplikasi Smart School yang dihasilkan akan lebih mampu memenuhi perubahan kebutuhan pengguna dan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Selain itu, pemanfaatan teknologi web akan memudahkan akses dan penggunaan aplikasi oleh seluruh pemangku kepentingan di dunia pendidikan.
Kata kunci: Aplikasi Smart School; Prototype; Website
Abstract:Abstract: that the number of catches obtained by fishermen is more optimal. With secondary data based on the type of cultivation developed by fishing communities, the authors intend to explore this data so that they can…
examine more deeply the most effective types of cultivation using analysis of variance to find out the differences between each type of cultivation and cluster analysis using the complete linkage method. to find out the grouping of marine culture production based on the types developed by fishing communities in Indonesia. The correlation between the observed variables is 0.008, so it can be said that there is no relationship between the observed variables. In addition, the sig. and t-test. sig value is obtained. > α (5% = 0.05). This means that there is a significant average difference in fish production results based on the type of cultivation developed by fishing communities. With the grouping of types of marine cultivation developed by the Wesleyan community using the complete-linkage method, they are divided into 3 groups based on the degree of similarity in the production results obtained. Cluster 1 consists of Floating Nets, and Pools; Cluster 2 consists of other seas, seaweed, cages, and fishing nets; and Cluster 3 consists of Fresh Floating Nets, Minapadi, and Ponds.
Keywords: Complete-Linkage; Fish Production; Mariculture; Multivariate Analysis; T-test;
Abstrak: Berdasarkan penelitian sebelumnya pada analisis variansi untuk menguji perbedaan rata-rata pada masing-masing perlauan peletakan sudut jarring agar jumlah tangkapan yang diperoleh nelayan lebih optimal. Dengan adanya data sekunder berdasarkan jenis budidaya yang dikembangkan masyarakat nelayan, penulis bermasksud untuk melakukan eksplorasi pada data tersebut agar dapat mengkaji lebih dalam terhadap jenis budidaya yang paling efektif dengan analisis variansi untuk mengetahu perbedaan dari masing-masing jenis budidaya serta analisis cluster dengan metode complate linkage untuk mengetahui adanya pengelompokan hasil produksi bududaya laut berdasarkan jenis yang dikembangkan oleh masyarakat nelayan di Indonesia. Korelasi antar variabel yang diamati sebesar 0.008, maka dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara variabel yang diamati. Selain itu, hasil uji sig. dan uji t. diperoleh nilai sig. > α (5% = 0.05). Artinya, terdapat perbedaan rata-rata secara signifikan hasil produksi ikan berdasarkan jenis budidaya yang dikembangkan oleh masyarakat nelayan. Dengan adanya pengelompokan jenis budidaya laut yang dikembangkan oleh masyarakat neleyan dengan metode complete-linkage terbagi atas 3 kelompok berdasarkan tingkat kemiripan hasil produksi yang diperoleh. Cluster 1 terdiri dari Jaring Apung, Kolam; Cluster 2 terdiri dari Laut lainnya, Rumput laut, Keramba, Jaring Tancap; dan Cluster 3 terdiri dari Jaring Apung Tawar, Minapadi, Tambak.
Kata kunci: Analisis Multivariate; Budidaya Laut; Complate-Linkage; Produksi Ikan; Uji-t;
Abstract:Abstract: Salty groundwater is water that comes from the ground, has a high salt content and is unfit for consumption. The problem faced by the community is the difficulty of obtaining clean water which makes people buy…
clean water for their daily needs such as drinking, bathing, washing and so on. The community processing salty groundwater so that it can be drunk is still not efficient, because it is still done manually by cooking the salty groundwater using a pot and stove to produce water vapor, then it is collected using a glass or other container. The purpose of this research is to produce an automatic distillation device using an electric water heater to be able to detect water temperature, salt content, and water level with rocks using the Arduino Uno Microcontroller. The method used in this study uses data collection and system development (prototype) methods. The results of the research resulted in an automatic distillation device that can separate the salt content in salty groundwater so that the water is suitable for consumption and also produces salt that can be used by the community for household needs.
Keywords: distillation apparatus; microcontroller; prototype; salty groundwater
Abstrak: Air tanah asin merupakan air yang berasal dari dalam tanah, memiliki kadar garam yang tinggi dan tidak layak untuk dikonsumsi. Masalah yang dihadapi masyarakat adalah kesulitan akan air bersih membuat masyarakat membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, mandi, mencuci dan lain sebagainya. Masyarakat mengolah air tanah asin agar dapat diminum masih belum efisien, karena masih dilakukan secara manual dengan memasak air tanah asin menggunakan panci dan kompor untuk menghasilkan uapan air, kemudian ditampung menggunakan gelas atau wadah lainnya. Tujuan penelitian ini menghasilkan suatu alat destilasi otomatis menggunakan pemanas air listrik untuk dapat mendeteksi suhu air, kadar garam, dan level ketinggian air dengan batuan menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dan pengembangan sistem (prototype). Hasil penelitian menghasilkan suatu alat destilasi otomatis yang dapat memisahkan kadar garam pada air tanah asin sehingga air tersebut layak dikonsumsi dan juga menghasilkan garam yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan dalam rumah tangga.
Kata kunci: air tanah asin; alat destilasi; mikrokontroler; prototype
Abstract:Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in the economic growth of Indonesia. However, their contribution has not reached its maximum potential, with over 40% of MSMEs facing various challenges,…
llenges, one of which is funding. The funding issue has become a hindrance to the growth of this sector. One contributing factor is the difficulty in obtaining loans with high interest rates.Crowdfunding has been considered a potential solution, but it has not been fully utilized due to the lack of literacy and negative cases surrounding it. In this context, the development of a Shariah-compliant crowdfunding application is seen as a suitable solution, given the government's efforts to strengthen the Shariah economic ecosystem. To support this application's development, the Laravel framework and the Extreme Programming method, emphasizing simplicity and accelerating the development process, are employed. The result of this research is the implementation of the UML design and system logic, resulting in the Tasha Crowdfunding application as a funding solution for MSMEs. It can accelerate the development process. The research outcomes include the backend implementation of the UML design and system logic, with a 100% successful blackbox testing result, leading to the creation of the Tasha Crowdfunding application as an MSME funding solution.
Keywords: backend services; crowdfunding syariah; extreme programming; MSMEs.
Abstrak: Di Indonesia Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mempunyai peran yang sangat penting bagi pertumbuhan perekonomian negara. Meskipun demikian, ternyata kontribusi yang diberikan oleh UMKM belum mencapai angka yang maksimum dikarenakan lebih dari 40% UMKM masih mengalami banyak permasalahan salah satunya adalah pendanaan. Permasalahan pendanaan yang dihadapi oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia telah menjadi penghambat pertumbuhan sektor ini. Salah satu faktor penyebabnya adalah kesulitan dalam memperoleh pinjaman dengan suku bunga yang tinggi. Crowdfunding telah dianggap sebagai solusi potensial, namun belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya literasi dan kasus negatif yang terjadi. Dalam konteks ini, pengembangan aplikasi crowdfunding syariah dianggap sebagai solusi yang cocok, mengingat penguatan ekosistem ekonomi syariah yang sedang dilakukan oleh pemerintah. Untuk mendukung pengembangan aplikasi ini, digunakan framework laravel dan metode Extreme programming yang menekankan kesederhanaan dan percepatan proses pengembangan. Hasil penelitian ini berupa implementasi perancangan UML dan logika sistem yang menghasilkan aplikasi Tasha Crowdfunding sebagai solusi pendanaan UMKM.dapat mempercepat proses pengembangan. Hasil dari penelitian ini berupa implementasi backend dari perancangan UML dan logika sistem yang telah dibuat dengan hasil pengujian blackbox testing 100% sukses dan menghasilkan aplikasi tasha crowdfunding sebagai solusi pendanaan UMKM.
Kata kunci: backend service; crowdfunding syariah; extreme programming; UMKM.
Abstract:Abstract: Posyandu as a container for health assistance carried out at the Puskesmas, the implementation is carried out in the sub-district / RW and managed by the village midwife. The problem that occurs is not having a…
system that can accurately provide information related to the location of posyandu spread across the Asahan area in the form of a digital map, managed posyandu data is still not enough to inform the location of the intended posyandu. With the GIS, it is hoped that it will provide information regarding the location of the posyandu in the Asahan area which can make it easier and save time for puskesmas officers and the health office in finding posyandu locations, and can monitor the development of the number of under-fives who are malnourished. This study uses a qualitative method by explaining the analysis based on observation and documentation related to posyandu. The research results obtained, the application of geographic information systems to determine the location of posyandu and display posyandu information easily and accurately in Asahan District. With this concluded, the application built can facilitate the Health Service in searching for Posyandu locations in Asahan District.
Keywordss: geographic information system; posyandu; Information System
Abstrak: Posyandu sebagai wadah bantuan kesehatan yang di laksanakan di Puskesmas, pelaksanaannya dilakukan di kelurahan/RW dan di kelola oleh Bidan Desa. Permasalahan yang terjadi belum mempunyai sistem yang dapat memberikan informasi terkait lokasi posyandu yang tersebar di wilayah Asahan dengan akurat dalam bentuk peta digita, data posyandu dikelola masih belum cukup menginformasikan titik lokasi posyandu yang dituju. Dengan adanya SIG ini diharapkan memberikan informasi mengenai lokasi posyandu di wilayah Asahan yang dapat mempermudah serta menghemat waktu bagi petugas puskesmas dan dinas kesehatan dalam mencari titik lokasi posyandu, dan dapat memantau perkembangan jumlah balita yang kurang gizi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menjelaskan analisis berdasarkan obsevasi dan dokumentasi berkaitan dengan posyandu. Hasil penelitian yang didapatkan, penerapan sistem informasi geografis untuk mengetahui lokasi posyandu dan menampilkan informasi posyandu dengan mudah dan akurat di Kabupaten Asahan. Dengan ini disimpulkan, aplikasi yang dibangun dapat mempermudah Dinas Kesehatan dalam melakukan pencarian lokasi posyandu di Kabupaten Asahan.
Kata Kunci: sistem informasi geografis; posyandu; sistem informasi
Abstract:Abstract: The implementation of Enterprise Architecture (EA) in Banjarmasin city's tourism sector is essential to improve the effectiveness of information provided to tourists accessing electronic-based services. Unfortunately,…
nately, there are some crucial challenges to the fundamental requirements of EA in the tourism sector. There is still partial implementation, a lack of understanding of the technological advances used in Banjarmasin city tourism promotion, a lack of understanding of the implementation in an application architecture framework design and the technology to be used, not having good documentation in the design of application systems and slow services in tourism promotion. There is no certainty of normative standardization for system development operating procedures. This research aims to design the Zachman Framework (ZF) Application architecture as an Enterprise Architecture Planning (EAP) methodology, to visualize spatial data. This application is designed to assist users in displaying spatial data in the form of interactive maps that can be accessed via the internet. The software development method used is the iterative and incremental method with the Zachman Framework approach to application design. Data was collected through surveys and interviews at the Department of Culture, Youth, Sports and Tourism (DISBUDPORAPAR) of Banjarmasin City, with the current number of tourism data being 55 tourist attractions. This application can later be used to introduce tourist attractions in Banjarmasin City to the wider community, including tourists visiting this city.
Keywords: enterprise architecture (ea), tourism, zachman framework (zf)
Abstrak: Penerapan Enterprise Architecture (EA) disektor pariwisata kota Banjarmasin amatlah penting untuk meningkatkan efektivitas informasi yang diberikan kepada wisatawan yang mengakses layanan berbasis elektronik. Sayangnya, ada beberapa tantangan krusial terhadap persyaratan mendasar EA di sektor pariwisata. Masih ada yang diimplitasikan seara parsial, kurangnya pemahaman dalam kemajuan teknologi yang digunakan pada promosi pariwisata kota Banjarmasin, kurangnya pemahaman akan implimentasi dalam sebuat perancangan kerangka kerja arsitektur aplikasi dan teknologi yang akan digunakan, tidak memiliki dokumentsai yang baik dalam perancangan sistem aplikasi serta pelayanan yang lambat dalam promosi pariwisata. Belum adanya kepastian standarisasi normatif untuk prosedur operasi pengembangan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk merancang arsitektur Aplikasi Bakunjangan Zachman Framework (ZF) sebagai metodologi Enterprise Architecture Planning (EAP), untuk memvisualisasikan data spasial. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pengguna dalam menampilkan data spasial dalam bentuk peta interaktif yang dapat diakses melalui internet. Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah metode iteratif dan inkremental dengan pendekatan Zachman Framework untuk perancangan aplikasi. Data dikumpulkan melalui survey dan wawancara pada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DISBUDPORAPAR) Kota Banjarmasin, dengan jumlah data pariwisata saat ini yakni 55 tempat wisata. Aplikasi ini nanti dapat digunakan untuk memperkenalkan objek wisata di Kota Banjarmasin kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan yang berkunjung ke kota ini.
Kata kunci: enterprise architecture (ea), pariwisata, zachman framework (zf)
Abstract:Abstract: Technology is able to digitize human work that was originally manual to become automatic and of course takes less time and better accuracy compared to results done by humans. But there are still many companies…
that have not implemented this technology. The use of the AngularJS framework in web application development has proven to be effective in enhancing the user experience and ease of development. In addition, the application of Agile methods in the application development process can provide the flexibility and adaptability needed to deal with frequent changes in requirements. This study aims to investigate the implementation of the AngularJS framework in the design of a web-based acceptance system application using the Agile method. The results of the study show that the implementation of the AngularJS framework in the design of web-based acceptance system applications provides significant benefits. In conclusion, the implementation of the AngularJS framework in the design of web-based acceptance system applications using Agile methods can improve efficiency, quality, and user experience. Using AngularJS enables the development of responsive and interactive applications, while the Agile method facilitates adaptation to changing customer needs. Therefore, the use of AngularJS with an Agile approach should be carefully considered by organizations wishing to develop successful web-based acceptance system applications.
Keyword s: Admissions, Agile, AngularJS, Web
Abstract: Teknologi mampu mendigitalisasi pekerjaan manusia yang awalnya manual menjadi otomatis dan tentunya memakan waktu yang lebih singkat dan akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan hasil yang dikerjakan oleh manusia. Tetapi masih banyak perusahaan perusahaan yang belum menerapkan teknologi ini. Penggunaan framework AngularJS dalam pengembangan aplikasi web telah terbukti efektif dalam meningkatkan pengalaman pengguna dan kemudahan pengembangan. Selain itu, penerapan metode Agile dalam proses pengembangan aplikasi dapat memberikan fleksibilitas dan adaptabilitas yang diperlukan untuk menghadapi perubahan persyaratan yang sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi framework AngularJS dalam desain aplikasi sistem penerimaan berbasis web menggunakan metode Agile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi framework AngularJS dalam desain aplikasi sistem penerimaan berbasis web memberikan manfaat yang signifikan. Dalam kesimpulannya, implementasi framework AngularJS dalam desain aplikasi sistem penerimaan berbasis web menggunakan metode Agile dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, dan pengalaman pengguna. Penggunaan AngularJS memungkinkan pengembangan aplikasi yang responsif dan interaktif, sementara metode Agile memfasilitasi adaptasi terhadap perubahan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, penggunaan AngularJS dengan pendekatan Agile harus dipertimbangkan secara cermat oleh organisasi yang ingin mengembangkan aplikasi sistem penerimaan berbasis web yang sukses.
Keywords: Admisi, Agile, AngularJS, Web
Abstract:Abstract: Pasuruan is a well-known area for producing furniture products in East Java. The furniture commodity industry is widely spread in this city. This industry is also one of the top products. To boost market interest…
st in the furniture industry in Pasuruan City, which has been affected by the COVID-19 pandemic, and a geographic information system has not yet been developed in an effort to develop the furniture industry, research has been carried out on a web-based geographic information system (WebGIS) mapping the furniture industry in Pasuruan City using Leaflets and OpenStreetMap. The developed furniture industry WebGIS application takes advantage of the open source and dynamic advantages of Leflet and OpenStreetMap technologies which have provided very decent results on several GIS web-based application systems. In the testing phase with the Blackbox method, the WebGIS application for the furniture industry in Pasuruan City functionally has run well on desktop devices and also run well on simulated mobile devices. Testing was carried out on several types of browsers like Google Chrome and Microsoft Edge. This WebGIS application has been able to map the furniture industry in Pasuruan City so that the distribution of economic activity actors, especially the furniture industry, can be seen throughout the city and each sub-district. It can provide detailed information on furniture industry players in Pasuruan.
Keywords: framework; leaflet; mapping; openstreetmap; webgis
Abstrak: Pasuruan merupakan salah satu daerah yang terkenal sebagai penghasil produk mebel di Jawa Timur. Industri komoditas mebel tersebar cukup banyak di kota ini. Industri ini juga merupakan salah satu produk unggulan. Guna mendongkrak minat pasar akan industri mebel kota Pasuruan yang terimbas pandemi COVID-19, dan belum dikembangkannya suatu sistem informasi geografis sebagai upaya pengembangan industri mebel maka dilaksanakan penelitian tentang sistem informasi geografis berbasis web (WebGIS) pemetaan industri mebel kota Pasuruan menggunakan Leaflet dan OpenStreetMap. Aplikasi WebGIS industri mebel yang dikembangkan memanfaatkan kelebihan teknologi Leflet dan OpenStreetMap yang bersifat open source dan dinamis yang telah memberikan hasil yang sangat layak pada beberapa sistem aplikasi berbasis WebGIS. Pada tahap pengujian dengan metode Blackbox, aplikasi WebGIS industri mebel kota Pasuruan secara fungsional telah dapat berjalan dengan baik pada perangkat dekstop dan juga berhasil berjalan dengan baik pada simulated mobile device. Pengujian dilakukan pada beberapa macam browser seperti Google Chrome dan Microsoft Edge. Aplikasi WebGIS ini telah dapat memetakan industri mebel kota Pasuruan, sehingga dapat diketahui sebaran pelaku kegiatan ekonomi khususnya industri mebel, baik seluruh kota maupun tiap-tiap kecamatan, serta dapat memberikan detail informasi pelaku industri mebel di kota Pasuruan.
Kata kunci: framework; leaflet; openstreetmap; pemetaan; webgis
Abstract:Abstract: Population is a group of people who live or settle in an area for six months or more. Increasing the population in an area results in more problems being faced by the area such as high unemployment rates, poverty…
ty and food shortages which result in hunger. BPS Asahan Regency records that there is an increase in population every year. Asahan Regency BPS cannot predict population growth in the following year, so an application is needed to predict population growth. The purpose of this study is to predict population growth in Asahan Regency in the following year based on previous data using the concept of data mining. By applying data mining using multiple linear regression methods can be used to calculate population growth estimates based on previous data. This quantitative research used population data of Asahan Regency from 2016 to 2022. From the calculation of the multiple linear regression model using data from the previous five years, the estimated population growth of Asahan for 2023 was 824,617 people and the process of estimating the population became more systematic and calculated. well with this population estimation system and the process of storing data becomes easier and does not require a lot of paper to print and save.
Keywords: Application; Data Mining; Multiple Linear Regression
Abstrak: Penduduk merupakan sekumpulan orang yang tinggal atau menetap pada suatu wilayah selama enam bulan atau lebih. Bertambahnya jumlah penduduk pada suatu daerah mengakibatkan semakin banyak pula persoalan yang di hadapi oleh daerah tersebut seperti tingkat pengangguran yang tinggi, kemiskinan dan kekurangan pangan yang mengakibatkan kelaparan. BPS Kabupaten Asahan mencatat terjadi adanya pertambahan penduduk pada setiap tahunnya. BPS Kabupaten Asahan tidak dapat memprediksi pertumbuhan penduduk pada tahun berikutnya sehingga dibutuhkan suatu aplikasi untuk memprediksi pertambahan penduduk tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi pertumbuhan penduduk Kabupaten Asahan pada tahun berikutnya berdasarkan data sebelumnya menggunakan konsep data mining. Dengan menerapkan data mining menggunakan metode regresi linier berganda dapat digunakan untuk menghitung estimasi pertumbuhan penduduk berdasarkan data sebelumnya. Penelitian yang dilakukan secara kuantitatif ini menggunakan data penduduk Kabupaten Asahan dari tahun 2016 sampai tahun 2022. Dari perhitungan model regresi linier berganda menggunakan data lima tahun sebelumnya didapat estimasi pertumbuhan penduduk Asahan untuk tahun 2023 sebesar 824.617 jiwa dan proses estimasi jumlah penduduk menjadi lebih sistematis dan terkalkulasi dengan baik dengan adanya sistem estimasi jumlah penduduk ini dan proses penyimpanan data menjadi lebih mudah dan tidak memerlukan banyak kertas untuk di cetak dan di simpan.
Kata kunci: Aplikasi; Data Mining; Regresi Linier Berganda
Abstract:Abstract : Air conditioner is an important component in a room nowadays. Due to its function as a regulator of air circulation in a room that was previously hot and stuffy, it becomes cool and comfortable. STMIK Royal Kisaran…
saran which is one of the tertiary institutions in the field of computers which has lots of air conditioners in each room, both in the theory room and in the laboratory room. Where the control and monitoring is still done manually, namely through a switch or remote control . This becomes a problem that arises when there is negligence in extinguishing it or in the ignition process. So we need a system that can turn on the air conditioner in every theoretical room or laboratory room remotely. So that the work feels lighter and more effective. In designing this control system, a NodeMCU ESP8266 module is used, which acts as the brain of the remote control system and with a DHT11 temperature sensor that can monitor room temperature. The IR Transmitter sensor acts as a connecting medium between the NodeMCU ESP8266 module and the Air Conditioner engine to regulate the temperature. So that in this way, this control system can make it easier for officers to control the Air Conditioner in the STMIK Royal campus room.
Keywords : air conditioners; dht11; internet of things; nodeMCU esp8266.
Abstrak: Air conditioner merupakan sebuah komponen penting pada suatu ruang di jaman sekarang ini. Dikarenakan fungsinya sebagai pengatur sirkulasi udara di dalam ruangan yang sebelumnya panas dan pengap menjadi sejuk dan nyaman. STMIK Royal Kisaran yang merupakan salah satu perguruan tinggi dibidang komputer yang memiliki banyak sekali air conditioner di setiap ruangannya, baik pada ruang teori serta diruang laboratorium. Di mana pada pengontrolan dan pemantauannya masih secara manual, yaitu melalui sakelar atau remot kontrol. Hal ini menjadi satu persoalan yang timbul ketika terjadi kelalaian dalam memadamkannya ataupun dalam proses penyalaannya. Sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menyalakan air conditioner di setiap ruang teori maupun ruang laboratorium dengan jarak jauh. Sehingga pekerjaan tersebut teras lebih ringan dan efektif. Dalam perancangan sistem kendali ini digunakan sebuah modul NodeMCU ESP8266, yang berperan sebagai otak dari sistem pengendalian secara jarak jauh dan dengan sensor suhu DHT11 yang dapat memantau temperatur suhu ruangan. Sensor IR Transmitter sebagai media penghubung antara modul NodeMCU ESP8266 ke mesin Air Conditioner untuk mengatur temperatur suhu. Sehingga dengan demikian, sistem kendali ini dapat mempermudah petugas dalam mengontrol Air Conditioner di ruangan kampus STMIK Royal.
Kata kunci : air conditioner; dht11; internet of things; nodeMCU esp8266.