Search Articles & Publications

Showing 1518 articles found for "Kare"

CLUSTERING ROTATIONAL CHURN OF TELECOMMUNICATIONS CUSTOMERS USING A DATA-CENTRICAI APPROACH

Muttaqin, Widang, Lydia, Maya Silvi, Fahmi, Fahmi
Abstract: Abstract: In the current era of very fast technological development, customer churn is a serious challenge, especially in the competitive telecommunications industry. Churn refers to customers who stop using a service or… move to another provider, and can be categorized into three types: Active Churn, Passive Churn, and Rotational Churn. Rotational Churn, which is difficult to predict be- cause the reasons for stopping are unclear, is the main focus of this research. This research aims to group Rotational Churn customers using a Data-Centric AI approach. This approach emphasizes improving data quality through Confident Learning and Synthetic Data before being applied to the K-Means clustering algorithm. The data used in this research is customer churn data from one telecommunications company during 2023. The research results show that customer grouping using the K-Means algorithm can provide deep insight into the characteristics of customer churn. The application of Data-Centric AI is proven to be able to increase the accuracy of clustering models, which ultimately helps compa- nies optimize programs and services to minimize churn and retain customers.       Keywords: data-centric AI; clustering; K-means     Abstrak: Dalam era perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, churn pelanggan menjadi tantangan serius, terutama dalam industri telekomunikasi yang sangat kompetitif. Churn mengacu pada pelanggan yang berhenti menggunakan layanan atau beralih ke penyedia lain, dan dapat dikategorikan menjadi tiga jenis: Churn Aktif, Churn Pasif, dan Churn Rotasional. Churn Rotasional, yang sulit diprediksi karena alasan penghentian layanan tidak jelas, menjadi fokus utama penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan pelanggan Churn Rotasional menggunakan pendekatan Data-Centric AI. Pendekatan ini menekankan pada peningkatan kualitas data melalui Confident Learning dan Synthetic Data sebelum diterapkan ke algoritma K-Means clustering. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data churn pelanggan dari satu perusahaan telekomunikasi selama tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelompokan pelanggan menggunakan algoritma K-Means dapat memberikan wawasan mendalam tentang karakteristik churn pelanggan. Penerapan Data-Centric AI terbukti mampu meningkatkan akurasi model klastering, yang pada akhirnya membantu perusahaan mengoptimalkan program dan layanan untuk meminimalkan churn serta mempertahankan pelanggan.   Kata kunci: data-Centric AI; klasterisasi; K-means  

IMPLEMENTATION OF THE WEB-BASED ELECTRONIC CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT APPLICATION IN THE SYMPLE STORE

Fatona, Aqli, Syafwan, Havid, Akmal, Akmal
Abstract: Abstract: CRM (Customer Relationship Management) is a type of management regarding the management of the company with customers to improve relationships with customers. CRM can be adapted to E-CRM (Electronic Customer Relationship… lationship Management) which requires the role of information technology. Symple Store is a business that sells various t-shirts, apparel, and screen printing services. To see the product, customers must come directly to the store because there is no media to convey product information to customers. Symple Store does not have a way to place an order if the customer does not have the time to come to the store. The purpose of this research is to create a system using E-CRM so that Symple Store sales can be done online and the E-CRM feature is a medium used to maintain the relationship between the store and customers and can also increase customer loyalty. After implementing the E-CRM application on the Symple Store, it can make it easier for customers to place orders online and the E-CRM application becomes a medium for promoting Symple Store products and with E-CRM features such as product information, transactions, discounts, promos, vouchers, chats can maintain the relationship between the store and customers and can also increase customer loyalty.      Keywords: e-crm; loyality; symple store.    Abstrak: CRM (Customer Relationship Management) merupakan jenis management mengenai pengelolaan perusahaan dengan pelanggan untuk meningkatkan hubungan dengan pelanggan. CRM dapat diadaptasi dengan E-CRM (Electronic Customer Relation Management) yang mana membutuhkan peranan teknologi informasi. Symple Store merupakan usaha yang menjual berbagai barang kaos, pakaian jadi, dan jasa sablon. Untuk melihat produk tersebut pelanggan harus datang langsung ke Toko karena belum adanya media untuk menyampaikan informasi produk kepada pelanggan. Symple Store belum memiliki cara untuk melakukan proses pemesanan apabila pelanggan tidak memiliki waktu untuk datang ke Toko. Tujuan penelitian ini yaitu membuat sistem menggunakan E-CRM sehingga penjualan Symple Store dapat dilakukan secara online dan fitur E-CRM menjadi media yang digunakan untuk mempertahankan hubungan pihak toko dengan pelanggan dan juga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Setelah menerapkan aplikasi E-CRM pada Toko Symple Store maka dapat mempermudah pelanggan melakukan pemesanan secara online dan aplikasi E-CRM menjadi media promosi produk Symple Store dan dengan adanya fitur E-CRM seperti informasi produk, transaksi, diskon, promo, voucher, chat dapat mempertahankan hubungan pihak toko dengan pelanggan dan juga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Kata Kunci: e-crm; loyalitas; symple store.

APPLICATION OF WEBQUAL AND END-USER COMPUTING SATISFACTION (EUCS) IN ANALYZING INFORMATION CONTENT MEASUREMENT

Suryadi, Agus, Febrianti, Eka Lia, Sikumbang, Alex Sandri
Abstract: Abstract: Information content that meets user needs is an important aspect of a website. Quality testing, especially for sites that have never been tested, is necessary to ensure effectiveness. This research uses observation… tion techniques, questionnaires, and literature studies related to the Webqual method and the End-User Computing Satisfaction (EUCS) variable. The variables used include Usability, Information Quality, Service Interaction Quality, User Satisfaction, and Content. The Webqual model is applied in this research through a questionnaire, which produces various data from respondents. The data is then processed and analyzed to produce accurate statistical data. From this research, the results of the questionnaire show that Service Interaction Quality has a low percentage, namely 72.72% (X3.2), where the full percentage is 100%. Apart from that, User Satisfaction also has a low percentage, namely 70.90% (Y.1). This shows that the Quality of Service Interaction has less than a positive effect on User Satisfaction. Therefore, improvements are needed in the Quality of Service Interaction section on the PT Yudo Indonesia website so that User Satisfaction also increases, especially in the aspects of security and meeting user needs.   Keywords: EUCS; website quality; webqual   Abstrak: Konten informasi yang memenuhi kebutuhan pengguna adalah aspek penting dari sebuah situs web. Uji kualitas, terutama untuk situs yang belum pernah diuji, diperlukan untuk memastikan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, kuesioner, dan studi literatur terkait metode Webqual dan variabel End-User Computing Satisfaction (EUCS). Variabel yang digunakan antara lain Usability (Kualitas Kegunaan), Information Quality (Kualitas Informasi), Service Interaction Quality (Kualitas Interaksi Layanan), User Satisfaction (Kepuasan Pengguna), dan Content (Konten). Model Webqual diterapkan dalam penelitian ini melalui kuesioner, yang menghasilkan berbagai data dari responden. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk menghasilkan data statistik yang akurat. Dari penelitian ini, hasil kuesioner menunjukkan bahwa Service Interaction Quality (Kualitas Interaksi Layanan) memiliki persentase yang rendah, yaitu 72,72% (X3.2), di mana persentase penuhnya adalah 100%. Selain itu, User Satisfaction (Kepuasan Pengguna) juga memiliki persentase rendah, yaitu 70,90% (Y.1). Hal ini menunjukkan bahwa Kualitas Interaksi Layanan kurang berpengaruh positif terhadap Kepuasan Pengguna. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pada bagian Kualitas Interaksi Layanan di situs web PT Yudo Indonesia agar Kepuasan Pengguna juga meningkat, terutama pada aspek keamanan dan pemenuhan kebutuhan pengguna.   Kata kunci: EUCS; kualitas website; webqual  

DESIGNING TAX ME SERVICE APPLICATIONS IN TAX CONSULTING

Joosten, Joosten, Halim, Fandi, Arianto, Jennifer, Yulinda, Cindy
Abstract: Abstract: "Tax Me" is an application engaged in tax consulting services that is run through a mobile platform. The problems that are often faced by the public, especially taxpayers, are difficulties in choosing reliable… and trusted tax consultants because many tax consultants embezzle money and slow down the tax reporting process, as well as the lack of knowledge of taxpayers about all tax regulations, a complicated and frequently changing tax system, and also there are still negative public assumptions about taxes such as corruption in taxes that have been paid by taxpayers.  The "Tax Me" application was developed using the System Development Life Cycle (SDLC) system development methodology. This application was developed as a forum for tax consulting services in collaboration with the Directorate General of Taxes (DGT) institution which is able to provide transparent and reliable tax consulting services. "Tax Me" is expected to be able to provide education to taxpayers, overcome taxpayers' concerns about the tax calculation and reporting process as well as in choosing a tax consultant who can be trusted. In addition, several features of the "Tax Me" application such as: NPWP, Tax Calculation, Tax Consultation, Report & Check Annual Tax Return, E-Billing & Pay Tax, Tax Reminder and Tax Article.             Keywords: directorate general of taxes (DJP); tax; tax me; taxpayer     Abstrak: “Tax Me” adalah aplikasi yang bergerak pada bidang pelayanan konsultasi pajak yang dijalankan melalui platform mobile. Masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat khususnya Wajib Pajak adalah kesulitan dalam memilih konsultan pajak yang dapat diandalkan dan dipercaya karena banyak konsultan pajak yang menggelapkan uang dan memperlambat proses pelaporan pajak, serta kurangnya pengetahuan Wajib Pajak mengenai segala peraturan perpajakan, sistem perpajakan yang rumit dan sering berubah, dan juga masih ada anggapan negatif masyarakat tentang pajak seperti korupsi atas pajak yang telah dibayarkan oleh Wajib Pajak. Aplikasi “Tax Me” dikembangkan dengan menggunakan metodologi pengembangan sistem System Development Life Cycle (SDLC). Aplikasi ini dikembangkan sebagai wadah layanan konsultasi perpajakan yang bekerja sama dengan lembaga Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang mampu memberikan layanan konsultasi perpajakan yang transparan dan terpercaya. “Tax Me” diharapkan mampu memberikan edukasi kepada Wajib Pajak, mengatasi kekhawatiran Wajib Pajak terhadap proses perhitungan dan pelaporan pajak juga dalam memilih konsultan pajak yang dapat di percaya. Disamping itu, beberapa fitur dari aplikasi “Tax Me” seperti: NPWP, Hitung Pajak, Konsultasi Pajak, Lapor & Periksa SPT Tahunan, E-Billing & Bayar Pajak, Pengingat Pajak dan Artikel Pajak.   Kata kunci: direktorat jenderal pajak (DJP); pajak; tax me; wajib pajak  

LITERATURE REVIEW OF THE APPLICATION FRAMEWORK IN THE ENTERPRISE ARCHITECTURE OF SECONDARY SCHOOLS

Lubis, Rivaldi, Panjaitan, Erwin Setiawan
Abstract: Abstract: The widespread use of information and communication technology (ICT) has enhanced effectiveness and quality in management, research, and education at educational institutions. In this digital age, secondary schools… ools are required to improve operational efficiency and educational strategies through the use of information technology. Therefore, the implementation of an enterprise architecture (EA) framework is crucial to ensure a strategic alignment between educational goals and technology. However, before implementing the framework, schools must evaluate various factors that influence the suitability and effectiveness of EA, including current technology needs, staff competencies, existing infrastructure conditions, and other factors. This study gathers and analyzes data from related studies, and the results indicate the importance of understanding EA principles to optimize academic and administrative processes. By considering variables in the selection of the EA framework, evaluating school readiness, and identifying existing challenges, this research aims to assist secondary schools in effectively implementing EA. The expected outcome of this research provides theoretical support for the adoption of EA, thus facilitating more efficient strategic and operational planning in secondary schools.       Keywords: enterprise architecture; framework; information and communication technology; secondary school.    Abstrak: Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara luas telah meningkatkan efektivitas dan kualitas dalam manajemen, penelitian, dan pendidikan di institusi pendidikan. Di era digital ini, sekolah menengah dituntut untuk meningkatkan efisiensi operasional dan strategi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu, penerapan framework arsitektur enterprise (EA) menjadi penting untuk memastikan aliansi strategis antara tujuan pendidikan dan teknologi. Namun, sebelum penerapan framework dilakukan, sekolah harus mengevaluasi berbagai faktor yang mempengaruhi kesesuaian dan efektivitas EA, termasuk kebutuhan teknologi terkini, kompetensi staf, kondisi infrastruktur yang ada, dan faktor lainnya. Penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data dari studi terkait, hasilnya menunjukkan bahwa pentingnya pemahaman tentang prinsip-prinsip EA untuk mengoptimalkan proses akademik dan administratif. Dengan mempertimbangkan variabel-variabel dalam pemilihan framework EA, evaluasi kesiapan sekolah, dan identifikasi tantangan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah menengah dalam mengimplementasikan EA secara efektif. Diharapkan hasil dari penelitian ini memberikan kontribusi teoretis yang mendukung pengadopsian EA, sehingga memfasilitasi perencanaan strategis dan operasional yang lebih efisien di sekolah menengah. Kata kunci:arsitektur enterprise; framework; sekolah menengah; teknologi informasi dan komunikasi.  

REDESIGN GOLEK BIS APPLICATION USING UCD (USER CENTERED DESIGN) APPROACH

Prasetya, Dhika Adi Prasetya, Purwati, Yuli, Suliswaningsih, Suliswaningsih
Abstract: Abstract: In the current digital era, transportation booking applications have become an integral part of people's daily lives. One of the preferred applications is the Suroboyo Bus Booking Application (GOBIS). GOBIS is… a platform dedicated specifically to accessing Suroboyo Bus transportation services. However, with the advancement of technology and changing user needs, the GOBIS application also needs to be adjusted to remain relevant and meet expectations. Many users have complained about the application's ambiguous interface, unclear colors, and other issues. Therefore, a redesign of this application is necessary. This study employs the User-Centered Design (UCD) method and SUS testing to obtain a new design that can be implemented. The results show a significant improvement in application usability, with the average SUS score from users after the redesign process reaching 82.25, rated as "good" with a "B" grade. Comparing it to the usability score of the previous version, which only reached 57.25 with a "poor" rating and a "D" grade, indicates a substantial improvement. Thus, the new design demonstrates a significant improvement in usability compared to the previous version.             Keywords: redesign; GOBIS aplication; user interface; UCD; system usability scale   Abstrak: Dalam era digital saat ini, aplikasi pemesanan transportasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu pilihan utama yang sering digunakan adalah Aplikasi Golek Bis (GOBIS) Suroboyo Bus. GOBIS dirancang khusus sebagai platform untuk mengakses moda transportasi Suroboyo Bus. Namun, sejalan dengan kemajuan teknologi dan evolusi kebutuhan pengguna, perlu penyesuaian agar aplikasi Golek Bis tetap relevan dan memuaskan pengguna. Banyak pengguna mengeluhkan tentang antarmuka aplikasi yang kurang jelas, warna yang ambigu, dan masalah lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan redesain aplikasi ini. Penelitian ini menerapkan metode UCD dan mengujikan SUS untuk mendapatkan desain baru yang lebih baik. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kegunaan aplikasi, dengan nilai rata-rata skor SUS pengguna setelah proses redesain mencapai 82.25, dinilai sebagai "good" dengan peringkat "B". Perbandingannya dengan nilai kegunaan versi sebelumnya yang hanya mencapai 57.25 dengan penilaian "poor" dan peringkat "D" menunjukkan peningkatan yang signifikan. Oleh karena itu, desain baru menunjukkan perbaikan yang berarti dalam hal kegunaan dibandingkan dengan versi sebelumnya.   Kata kunci: redesign; aplikasi GOBIS; user interface; UCD; system usability scale

IMPLEMENTATION OF THE PREFERENCE SELECTION INDEX (PSI) METHOD IN COURIER PARTNER RECRUITMENT

Wardana, Aji, Putri, Raissa Amanda
Abstract: Abstract: One of the keys to the success of a company or agency in achieving certain goals is the workforce. However, finding the ideal partner that suits the needs of the organization or agency is difficult. Therefore,… the selection of suitable potential partners is very important in order to be able to recruit partners who are competent in their fields and meet the company's expectations and meet all stages carried out by the organization. The Preference Selection Index method is the method used in selecting employees. The option that returns the highest Preference Index value after all criteria and alternatives have been calculated is the best option, or options selected. Based on research findings, Andreyanto Wijaya's alternative is the best alternative to be chosen as the company's partner with the highest score, which is 0.95346. Keywords: decision support system; PSI; recruitment; partner   Abstrak: Salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan atau instansi dalam mencapai tujuan tertentu adalah tenaga kerjanya. Namun, menemukan Mitra ideal yang sesuai dengan kebutuhan organisasi atau instansi memang sulit. Oleh karena itu, pemilihan calon Mitra yang sesuai sangatlah penting agar dapat merekrut mitra yang berkompeten di bidangnya dan memenuhi harapan perusahaan serta memenuhi seluruh tahapan yang dilakukan oleh organisasi. Metode Preference Selection Index adalah metode yang digunakan dalam menseleksi pegawai. Pilihan yang menghasilkan nilai Indeks Preferensi tertinggi setelah semua kriteria dan alternatif dihitung adalah pilihan terbaik, atau pilihan yang terpilih. Berdasarkan temuan penelitian, alternatif Andreyanto Wijaya merupakan alternatif terbaik untuk dipilih menjadi mitra untuk perusahaan dengan skor tertinggi yaitu 0,95346.   Kata Kunci : sistem pendukung keputusan; PSI; rekrutmen; mitra

IMPLEMENTATION OF TOPSIS AND SAW METHODS FOR THE SELECTION OF THE BEST HOTEL

Kristanto, Samuel Widi, Siswanti, Sri, Setiyowati, Setiyowati, Kusumaningrum, andriani
Abstract: Abstract: The city of Surakarta is one of the cities that is busy with local and foreign tourists because there are various kinds of interesting cultural tourism. The large number of hotels with many services and facilities… ies makes tourists confused in choosing a hotel, so prospective hotel guests need a long time to choose the best hotel according to their desired criteria. The aim of this research is to create a tool for prospective hotel guests in making decisions on hotel selection recommendations using the TOPSIS and SAW methods. This research uses 8 hotel data points in Laweyan District, Surakarta, and hotel data obtained from the Tourism Office. The results of the McCall Test with 5 indicators, namely accuracy, reliability, efficiency, integrity, and usability, average 86%, so this system is categorized as very good. Keywords: hotel selection;  TOPSIS; SAW; decision supporter system     Abstrak: Kota Surakarta menjadi salah satu kota yang  ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara karena terdapat berbagai macam wisata budaya yang menarik. Banyaknya hotel dengan pelayanan dan fasilitas yang banyak membuat wisatawan kebingungan dalam memilih hotel, sehingga calon tamu hotel memerlukan waktu yang lama untuk memilih hotel terbaik sesuai kriteria yang diinginkan.  Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu alat bantu bagi calon tamu hotel dalam pengambilan keputusan rekomendasi pemilihan hotel  menggunakan metode TOPSIS dan SAW. Penelitian ini menggunakan 10 titik data hotel yang ada di Kecamatan Laweyan Surakarta dan data hotel yang diperoleh dari Dinas Pariwisata. Hasil Uji McCall dengan 5 indikator yaitu akurasi, reliabilitas, efisiensi, integritas, dan kegunaan rata-rata 86%, maka sistem ini dikategorikan sangat baik.   Kata kunci: pemilihan hotel; TOPSIS; SAW; sistem penunjang keputusan

DESIGNING UI/UX FOR ELEMENTARY SCHOOL E-LEARNING USING DESIGN THINKING METHOD

Anshari, Muhammad Rifqi, Kuncoro, Adam Prayogo, Subarkah, Pungkas
Abstract: Abstract: Advances in technology and the internet have an impact on various daily activities, including the teaching and learning process. E-learning facilitates flexible learning without being constrained by space and time… ime constraints. With e-learning, subject matter can be delivered consistently and more standardly than conventional learning which depends on the conditions of the teacher or instructor. One school in Banjarnegara Regency faced problems with students who had difficulty in learning, especially English. The learning media owned is limited to package books only. Therefore, schools need to have media that can support the learning process to be more optimal. This study aims to design and test UI/UX e-learning designs that suit the needs of the school using the design thinking method. This UI/UX design is expected to be an effective solution to overcome the limitations of learning media and improve the quality of student learning. Before the UI/UX design is implemented into the system, this study also conducts testing of the UI/UX design to assess its feasibility. Testing using the SUS (System Usability Scale) method resulted in a value of 82 with grade B, so it can be concluded that the design developed in this study is feasible to be deployed into the system and further developed.               Keywords: E-learning; design thinking; system usability scale; UI/UX   Abstrak: Kemajuan teknologi dan internet berdampak pada berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar-mengajar. E-learning memfasilitasi pembelajaran yang fleksibel tanpa terkendala oleh batasan ruang dan waktu. Dengan e-learning, materi pelajaran dapat disampaikan secara konsisten dan lebih standar dibandingkan pembelajaran konvensional yang bergantung pada kondisi guru atau instruktur. Salah satu sekolah di Kabupaten Banjarnegara menghadapi permasalahan dengan peserta didik yang kesulitan dalam pembelajaran, khususnya bahasa Inggris. Media pembelajaran yang dimiliki terbatas hanya pada buku paket saja. Oleh karena itu, sekolah perlu memiliki media yang dapat menunjang proses pembelajaran agar lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji desain UI/UX e-learning yang sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut menggunakan metode design thinking. Desain UI/UX ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan media pembelajaran dan meningkatkan kualitas belajar siswa. Sebelum desain UI/UX diterapkan ke dalam sistem, penelitian ini juga melakukan pengujian terhadap desain UI/UX untuk menilai kelayakannya. Pengujian menggunakan metode SUS (System Usability Scale) menghasilkan nilai 82 dengan grade B, sehingga dapat disimpulkan bahwa desain yang dikembangkan dalam penelitian ini layak untuk dideploy ke dalam sistem dan dikembangkan lebih lanjut.   Kata kunci: E-learning; design thinking; system usability scale; UI/UX  

USABILITY ANALYSIS OF WEB-BASED ANIMAL ADOPTION SYSTEM TO INCREASE USER EXPERIENCE

Kova, Stella, Prehanto, Adi, Guntara, Rangga Gelar
Abstract: Abstract: Usability testing of online animal adoption systems is important because it is not only related to the comfort and safety of users, but also to the welfare of the adopted animals. So far, usability testing of the… he animal adoption system on Eidos has not been carried out and there is a problem that there is confusion with the process flow in this animal adoption system. This usability testing uses the Heuristic Evaluation method and the System Usability Scale (SUS), which involves in-depth interviews to obtain results that are not only statistical assessments, but also deeper insights from the user's perspective. The results of the evaluation using Heuristic Evaluation obtained 59 problems, with an average severity rating of 3 or major, whose improvements have resulted in several draft design recommendations. The recommendation design has gone through final testing using the System Usability Scale (SUS) which managed to achieve a score of 78, or categorized as good, along with some minor critical feedback for system improvement. Therefore, users as a whole feel very satisfied in using the online adoption system from the results of the existing recommendation design. The implications of the resulting recommendation design have been tested for usability by three UI/UX design experts and users directly so that they can be used as a basis for developing a better online animal adoption system.             Keywords: animal adoption system; heuristic; prototype; system usability scale; usability     Abstrak: Pengujian usability sistem adopsi hewan secara online penting untuk diperhatikan karena tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan penggunanya saja, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan hewan yang diadopsi. Sejauh ini, pengujian usability dari sistem adopsi hewan pada Eidos masih belum dilakukan dan ditemukannya masalah bahwa adanya kebingungan dengan alur proses dalam sistem adopsi hewan ini. Pengujian usability ini menggunakan metode Heuristic Evaluation dan System Usability Scale (SUS), yang melibatkan in-depth interview untuk memperoleh hasil yang bukan hanya berupa penilaian statistik saja, melainkan juga wawasan yang lebih mendalam dari sudut pandang pengguna. Hasil evaluasi menggunakan Heuristic Evaluation mendapatkan 59 permasalahan, dengan rata-rata perhitungan severity rating sebesar tiga atau major, yang perbaikannya telah menghasilkan beberapa rancangan desain rekomendasi. Adapun desain rekomendasi tersebut telah melalui pengujian akhir menggunakan System Usability Scale (SUS) yang berhasil meraih skor sebesar 78, atau terkategori good, disertai beberapa umpan balik kritis yang bersifat minor untuk peningkatan sistem. Dengan demikian, pengguna secara keseluruhan merasa sangat puas dalam menggunakan sistem adopsi online dari hasil desain rekomendasi yang ada. Implikasi desain rekomendasi yang dihasilkan telah teruji kegunaannya oleh sebanyak tiga ahli UI/UX design dan pengguna secara langsung sehingga dapat digunakan sebagai landasan bagi pengembangan sistem adopsi hewan secara online yang lebih baik.   Kata kunci: heuristik; kebergunaan; prototipe; sistem adopsi hewan; system usability scale