Search Articles & Publications

Showing 862 articles found for "Agar"

ANALISIS KESESUAIAN KURIKULUM MERDEKA DENGAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL PADA SEKOLAH DASAR : STUDI LITERATUR

Kristin Angel Br Barus, Rustina Hutabarat, Efegea Br Meliala, Nabilla Tasya Br Sembiring, Agum Budianto
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian Kurikulum Merdeka dengan kebutuhan peserta didik di era digital pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai… i sumber ilmiah berupa jurnal, buku, serta dokumen yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan cara membandingkan, mengkaji, dan mensintesis berbagai temuan penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka secara konseptual telah sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital karena menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, fleksibilitas dalam pembelajaran, serta pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Selain itu, penerapan digitalisasi dalam pembelajaran seperti e-learning, ujian berbasis daring, perpustakaan digital, serta sistem manajemen berbasis teknologi turut mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Namun demikian, implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana prasarana, kemampuan literasi digital peserta didik yang beragam, serta keterbatasan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi guru, penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai, serta dukungan dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan penerapan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

PENGARUH PENGELOMPOKAN KELAS (UNGGULAN DAN NON UNGGULAN) TERHADAP PRESTASI SISWA DI SMP N 6 PADANGSIDIMPUAN

Rosti Malini Gultom
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelompokan kelas unggulan dan non unggulan terhadap prestasi siswa di SMP Negeri 6 Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian&#8230; elitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII, sedangkan sampel penelitian terdiri dari siswa kelas unggulan dan kelas non unggulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi nilai rapor siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata prestasi belajar siswa kelas unggulan lebih tinggi dibandingkan kelas non unggulan. Nilai rata-rata siswa kelas unggulan sebesar 87,5, sedangkan kelas non unggulan sebesar 78,3. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengelompokan kelas unggulan dan non unggulan terhadap prestasi siswa di SMP Negeri 6 Padangsidimpuan. Pengelompokan kelas memberikan dampak positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa, khususnya pada kelas unggulan yang memiliki lingkungan belajar lebih kompetitif dan kondusif. Namun demikian, sekolah tetap perlu memperhatikan pemerataan kualitas pembelajaran agar tidak terjadi kesenjangan antarsiswa.

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMASYARAKATAN DALAM PEMENUHAN HAK PELAYANAN KESEHATAN WARGA BINAAN DENGAN HIV DI LAPAS NARKOTIKA KELAS IIA JAKARTA

Devy Elzanila Rahmah Dhany, Rahmawati, Rahmawati
Abstract: Pelaksanaan kebijakan pemasyarakatan dalam pemenuhan hak pelayanan kesehatan warga binaan dengan HIV/AIDS masih menghadapi persoalan mendasar yang bersifat menyeluruh. Meskipun Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan&#8230; emasyarakatan secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga binaan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara dengan standar nasional, realitas di lapangan menunjukkan bahwa keterbatasan tenaga medis, lemahnya sosialisasi regulasi kepada pelaksana di level operasional, prosedur birokrasi yang belum sepenuhnya disesuaikan dengan regulasi terbaru, serta melemahnya jejaring pendampingan dari lembaga swadaya masyarakat menjadi hambatan nyata dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pemasyarakatan dalam pemenuhan hak pelayanan kesehatan warga binaan dengan HIV/AIDS di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edwards III. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap 13 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi telah berjalan, namun belum optimal, dengan dimensi disposisi menjadi kekuatan utama, sementara keterbatasan tenaga medis dan kesenjangan sosialisasi regulasi menjadi hambatan paling kritis. Melalui empat dimensi Edwards III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, penelitian ini mengidentifikasi celah sekaligus kekuatan dalam pelaksanaan kebijakan agar warga binaan dengan HIV/AIDS dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang manusiawi dan bermartabat. Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan, HIV/AIDS, Implementasi Kebijakan, Pemasyarakatan. The implementation of correctional policy faces ongoing systemic obstacles in fulfilling the health service rights of inmates with HIV/AIDS. Despite Law Number 22 of 2022 on Corrections mandating equivalent health services for inmates, practical challenges persist, including a shortage of medical personnel, inadequate dissemination of regulations, misaligned bureaucratic procedures, and limited support from non-governmental organizations. This study argues that these barriers significantly hinder the realization of humane and dignified health services for inmates with HIV/AIDS. Using George C. Edwards III's policy implementation model, the study examines these issues at the Class IIA Narcotics Correctional Institution in Jakarta. Employing a descriptive qualitative approach, it draws on in-depth interviews, field observations, and document analysis with 13 informants. Findings indicate that while policy implementation is underway, it is not yet fully optimal; disposition emerges as a strength, but medical resource limitations and weak regulatory communication remain significant barriers. Through Edwards III’s four dimensions—communication, resources, disposition, and bureaucratic structure—the study identifies gaps and strengths to guide more effective health service delivery for inmates with HIV/AIDS. Keywords: Health service, HIV/AIDS, Policy Implementation, Prisoner

TRANSFORMASI PEMBELAJARAN DI ERA KURIKULUM MERDEKA: STUDI LITERATUR TENTANG STRATEGI DAN IMPLEMENTASINYA

Nurmia Auvannissa, Vaelyn Celsi Rentauli Gultom, Gresia Romei Simatupang, Mayshe Rema Br Milala
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pembelajaran di era Kurikulum Merdeka dengan fokus pada strategi pembelajaran dan implementasinya dalam praktik pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif&#8230; ualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan, seleksi, dan analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, teori, serta temuan penelitian yang berkaitan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran, khususnya pergeseran dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Strategi utama yang diterapkan meliputi pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran berbasis proyek yang mampu meningkatkan keterlibatan, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, penggunaan asesmen formatif dan integrasi teknologi turut mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesiapan guru, keterbatasan sarana dan prasarana, serta perbedaan kondisi antar sekolah. Secara keseluruhan, transformasi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka menunjukkan potensi positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan, meskipun memerlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak agar dapat berjalan secara optimal.

ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN DI SKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR

Anggun Zayutri, Chintya Purba, Julia Tarigan, Yusfa Marpaung
Abstract: Dunia pendidikan saat ini, khususnya di abad ke-21 , membutuhkan cara belajar yang peka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan , teknologi, dan berbagai kondisi dunia. Selain itu , cara belajar ini harus bisa mengembangkan kemampuan&#8230; emampuan berpikir kritis, kreatif , berkolaborasi , dan mudah menyesuaikan diri pada diri siswa . Di Indonesia, situasi ini semakin rumit karena kurikulum yang sering berganti dan pengaruh pandemi COVID-19 yang menciptakan ketidakmerataan dalam kesempatan belajar serta penurunan kualitas pengajaran. Untuk menjawab permasalahan tersebut , pemerintah memperkenalkan Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya pemikiran mendalam , pembelajaran yang berpusat pada siswa, pembelajaran yang disesuaikan , serta pembentukan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini didedikasikan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada jenjang sekolah dasar melalui wawasan literatur . Kajian ini akan membedah cara penerapannya , faktor -faktor penentu keberhasilan, serta kendala-kendala yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka membawa dampak yang baik, termasuk kemajuan yang lebih pesat dalam pembelajaran , pemanfaatan cara yang lebih sesuai dengan keadaan , serta peningkatan keterlibatan dan semangat belajar siswa. Guru pun mendapatkan ruang lebih luas untuk berkreasi dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. Namun demikian, penerapan kurikulum ini masih terkendala oleh beberapa hal , seperti pemahaman guru yang belum menyeluruh , tantangan dalam melakukan asesmen awal dan pembelajaran yang beragam , serta keterbatasan sarana dan prasarana di beberapa sekolah. Keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kemampuan guru, dukungan dari pimpinan sekolah, dan ketersediaan sumber daya yang cukup . Maka dari itu, perlu adanya kerja sama yang baik antara pemerintah, pihak sekolah, dan para guru untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, memperkokoh dukungan fasilitas, serta menjamin adanya kebijakan yang berkesinambungan agar implementasi Kurikulum Merdeka bisa berjalan maksimal dan merata.

MODEL PENYELESAIAN PERKARA PIDANA PENCURIAN YANG MELIBATKAN ANAK MELALUI RESTORATIVE JUSTICE DI POLRES BATANGHARI

Agungwibawa, Bashrul Maani, Ramlah
Abstract: Penelitian ini mengkaji penerapan asas restorative justice dalam penyelesaian perkara tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak di bawah umur di Polres Batanghari serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam&#8230; pelaksanaannya. Berlandaskan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang menekankan pendekatan diversi dan pemulihan dibandingkan pemidanaan, penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif untuk memahami penerapan restorative justice dalam praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice dilakukan melalui mekanisme diversi dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga masing-masing pihak, serta tokoh masyarakat guna mencapai kesepakatan yang berorientasi pada pemulihan kerugian, tanggung jawab pelaku, dan reintegrasi sosial anak. Meskipun pendekatan ini efektif dalam mengurangi proses peradilan formal dan meminimalisasi stigma terhadap anak, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan berupa kurangnya pemahaman masyarakat, keterbatasan sarana dan prasarana, serta budaya hukum yang masih berorientasi pada penghukuman. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan sosialisasi agar penerapan asas restorative justice dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

DOMINASI PRODUK IMPOR FASHION AKSESORIS CHINA DI INDONESIA PASCA ASEAN CHINA FREE TRADE AREA (ACFTA)

Azirah, Nurul, Hakim, Arief Rahman
Abstract: Penelitian ini menyelidiki dominasi produk impor fashion aksesori China di Indonesia setelah diberlakukannya ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis&#8230; alisis bagaimana kebijakan perdagangan bebas ACFTA melemahkan daya saing industri lokal dan mendorong impor aksesori lebih banyak dari China. Untuk menjelaskan ketimpangan struktural antara Indonesia dan China, teori seperti Dependensi, Integrasi Ekonomi, dan Perdagangan Internasional digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang agresif, harga terjangkau, dan produksi yang efisien memengaruhi dominasi produk China. Sebaliknya, keterbatasan teknologi, biaya produksi, dan inovasi menghalangi produsen lokal. Agar Indonesia tidak terus berada dalam posisi pasif dalam hubungan ekonomi kawasan, penelitian ini merekomendasikan kebijakan perdagangan yang fleksibel dan strategi untuk mengembangkan industri domestik.

KINERJA PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI REKTORAT UNIVERSITAS PATTIMURA

Ellna A. Nikijuluw, Megi R. Makailipessy, Herlina Octavia, Leonard Letsoin, La Hasamu, La Iga
Abstract: Pelayanan publik merupakan kewajiban pemerintah dan institusi pendidikan tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kinerja pegawai menjadi faktor utama dalam menjamin kualitas&#8230; layanan yang efisien, responsif, dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Rektorat Universitas Pattimura. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengacu pada indikator kinerja menurut Mahsun, yaitu produktivitas, responsivitas, dan akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai telah memberikan pelayanan yang cukup baik, ditandai dengan kecepatan, ketepatan, keterbukaan terhadap aspirasi stakeholder, dan penggunaan teknologi penunjang seperti SIAKAD. Meski demikian, terdapat hambatan berupa keterbatasan SDM, kendala teknis jaringan, dan disiplin kerja yang belum konsisten. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kompetensi, disiplin, serta inovasi pelayanan agar kualitas layanan publik dapat meningkat.

PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN INTENSITAS MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA EKONOMI PEMBANGUNAN

Sukaesi, Akhmad, Andi jam'an
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan intensitas media sosial terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Ekonomi Pembangunan di Universitas Muhammadiyah Makassar. Metode yang digunakan adalah&#8230; lah kuantitatif dengan teknik stratified random sampling pada 61 responden, dan data dikumpulkan melalui kuesioner skala likert. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS 25. Hasilnya menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan, dengan nilai t hitung -0,545 dan signifikansi 0,588 > 0,05, serta koefisien regresi -0,141. Sebaliknya, intensitas media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif, dengan nilai t hitung 5,687 dan signifikansi 0,000 < 0,05, serta koefisien regresi 1,231. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan, dengan R square sebesar 37,6%. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan keuangan, mahasiswa harus memiliki kontrol diri yang kuat terhadap pengaruh media sosial agar tidak terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku.

EVALUASI DAN SUPERVISI PEMBELAJARAN ANALISIS DI SMK BUDI BAKTI UTAMA (SMK BBU)

Atep Jalaluddin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan supervisi pembelajaran di SMK Bina Budi Utama (SMK BBU) dengan fokus pada efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, mengidentifikasi kendala&#8230; la yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta merumuskan strategi supervisi yang lebih sistematis dan relevan dengan karakteristik pendidikan kejuruan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, pengawas, dan guru-guru produktif di SMK BBU. Validitas data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber dan metode, sementara analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi pembelajaran di SMK BBU telah berjalan secara terstruktur dan memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pengajaran. Guru menunjukkan antusiasme terhadap proses supervisi dan aktif menerapkan masukan yang diberikan. Namun, beberapa kendala ditemukan, seperti terbatasnya waktu pengawas, kurangnya instrumen evaluasi baku, dan belum optimalnya proses pendampingan setelah supervisi. Strategi yang disarankan meliputi penguatan tim supervisi internal, penggunaan pendekatan kolaboratif dalam supervisi, serta penerapan evaluasi pembelajaran berbasis karakteristik pendidikan kejuruan. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa supervisi pembelajaran di SMK BBU sudah efektif, tetapi perlu ditingkatkan secara sistematis agar lebih sesuai dengan kebutuhan guru kejuruan dan tuntutan dunia industri. Supervisi yang berbasis data dan berorientasi pada pengembangan profesionalisme guru menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasional. Penelitian ini memberikan kontribusi baik secara teoretis dalam pengembangan kajian supervisi pendidikan, maupun secara praktis sebagai acuan kebijakan sekolah dalam pelaksanaan supervisi yang berkelanjutan.