Abstract:Abstract: The rapid development of information technology has increased the demand for high-quality software, necessitating a structured development process. ISO/IEC/IEEE 12207:2017 serves as an international standard encompassing…
compassing organizational, technical, and project support processes, differing from ISO 9001, which focuses more generally on quality management. This study employs a Multi-Criteria Decision Making (MCDM) approach by integrating the Analytic Hierarchy Process (AHP) and the Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP determines the weight of ISO 12207:2017 criteria through pairwise comparisons, while TOPSIS ranks software development activities based on these weights. To validate the results, Analysis of Variance (ANOVA) is applied. The findings indicate that the Software Requirements Definition Process has the highest priority weight (0.169), followed by Implementation (0.101) and Operation (0.095). Software Configuration Management is identified as the most critical activity with the highest TOPSIS score (0.221). ANOVA confirms the reliability of expert evaluations, showing no significant differences. This study provides a structured decision-making framework based on ISO 12207:2017, helping optimize software project management while ensuring alignment with international standards and industry best practices.
Keywords: AHP; TOPSIS; ANOVA; ISO 12207:2017
Abstrak: Perkembangan teknologi informasi meningkatkan permintaan perangkat lunak berkualitas tinggi, sehingga diperlukan proses terstruktur dalam pengembangannya. ISO/IEC/IEEE 12207:2017 menjadi standar internasional yang mencakup proses organisasi, teknis, dan pendukung proyek, berbeda dengan ISO 9001 yang lebih umum pada manajemen kualitas. Penelitian ini menggunakan Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dengan mengintegrasikan Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP menentukan bobot kriteria ISO 12207:2017 melalui perbandingan berpasangan, sementara TOPSIS memeringkat aktivitas pengembangan berdasarkan bobot tersebut. Untuk validasi, Analysis of Variance (ANOVA) diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses Definisi Kebutuhan Perangkat Lunak memiliki bobot tertinggi (0,169), diikuti Implementasi (0,101), dan Operasi (0,095). Manajemen Konfigurasi Perangkat Lunak menjadi aktivitas paling kritis dengan skor TOPSIS tertinggi (0,221). ANOVA mengonfirmasi keandalan penilaian para ahli tanpa perbedaan signifikan. Penelitian ini memberikan kerangka kerja pengambilan keputusan berbasis ISO 12207:2017, membantu optimalisasi manajemen proyek perangkat lunak, serta memastikan keselarasan dengan standar internasional dan praktek terbaik industri.
Kata kunci: AHP; TOPSIS; ANOVA; ISO 12207:2017
Abstract:Abstract: The Asahan Regency Animal Husbandry and Animal Health Service carries out outreach activities on the level of demand for boiler chicken, which means that the department must be more active in collecting data on…
the volume of boiler chicken every year because consumer demand for chicken continues to increase and instability often occurs. Where in the period 2012 to 2024 there was a significant increase in demand. So it becomes an obstacle in the stock of chickens in the Asahan Regency market which must be prepared. If there is too much chicken supply but the demand for chicken consumption decreases then this will result in a loss, conversely if the demand for chicken consumption increases but the chicken supply cannot be prepared then this will be a loss for chicken traders and distributors. To increase the accuracy of the estimates, the use of the Single Exponential Smoothing Method is proposed. This method smooths past values with exponential weights, placing greater emphasis on recent data. Using data from the last 12 (twelve) years as reference data for recording the past for forecasting experiments for the next 1 (one) month. Experiments using different Alphas test accuracy in actual situations. The results of the experiment with an alpha of 0.9 are almost the same as the actual value in predicting the situation one year into the future with the lowest error, namely MAPE 7.4% and forecasting broiler chicken meat supplies of 13661261.46 chickens.
Keywords: broiler chicken; ses method; web based.
Abstrak: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan melakukan aktivitas penyuluhan tingkat permintaan ayam boiler dimana pihak dinas harus lebih aktif dalam melakukan pendataan volume ayam boiler setiap tahunnya karena permintaan konsumen terhadap ayam sering terjadi ketidakstabilan. Dimana pada periode tahun 2012 sampai dengan 2024 terjadi kenaikan permintaan yangsignifikan. Sehingga menjadi kendala dalam stok ayam di pasar Kabupaten Asahan yang harus disiapkan. Jika persediaan ayam terlalu banyak namun permintaan akan konsumsi ayam menurun maka ini akan manjadi kerugian, sebaliknya jika permintaan akan konsumsi ayam meningkat namun persediaan ayam tidak dapat disiapkan maka ini menjadi kerugian bagi pihak pedagang dan distributor ayam. Untuk meningkatkan ketepatan perkiraan, penggunaan Metode Single Exponential Smoothing diusulkan. Metode ini menghaluskan nilai masa lalu dengan bobot eksponensial, memberikan penekanan lebih besar pada data terbaru. Penggunaan data 12 tahun terakhir sebagai data acuan pencatatan masa lalu untuk percobaan peramalan untuk 1 (satu) bulan kedepan. Penggunaan Alpha yang berbeda menguji akurasi dalam situasi aktual. Hasil dari penelitian dengan alpha 0,9 hampir sama dengan nilai aktual dalam meramalkan keadaan satu tahun ke depan dengan error yang paling rendah yaitu MAPE 7,4% dan peramalan persediaan daging ayam broiler sebanyak 13661261,46 ayam.
Kata kunci: berbasis web; daging ayam broiler; metode ses.
Abstract:Abstract: Toko Ratna Jaya is a business in the fashion sector that sells women's robes and is experiencing instability in its sales because Toko Ratna Jaya is unable to predict their sales for the following month. Ratna…
Jaya Shop currently carries out forecasting only by relying on the owner's predictions. However, this approach is less efficient and can lead to losses or increased stock costs if forecasting is inaccurate. To increase the accuracy of the estimates, the use of the Single Exponential Smoothing Method is proposed. This method smooths past values with exponential weights, placing greater emphasis on recent data. Use of data from the last 1 (one) year as reference data for recording the past for forecasting experiments for the next 1 (one) month. Experiments using different Alphas test accuracy in actual situations. The results of the experiment with an alpha of 0.2 are almost the same as the actual value in predicting the situation one month into the future with the lowest error, namely MAPE 12.05% and forecasting sales of gamis of 1,476 pcs.
Keywords: forecasting; gamis; sales; single exponential smoothing (SES); toko ratna jaya.
Abstrak: Toko Ratna Jaya adalah usaha di bidang fashion yang menjual baju gamis wanita dan sedang mengalami ketidakstabilan dalam penjualannya dikarenakan Toko Ratna Jaya tidak mampu meramalkan penjualan mereka untuk bulan berikutnya. Toko Ratna Jaya saat ini melakukan peramalan hanya dengan mengandalkan paraduga pemiliknya. Namun, pendekatan ini kurang efisien dan dapat menyebabkan kerugian atau peningkatan biaya stok jika peramalan tidak akurat. Untuk meningkatkan ketepatan perkiraan, penggunaan Metode Single Exponential Smoothing diusulkan. Metode ini menghaluskan nilai masa lalu dengan bobot eksponensial, memberikan penekanan lebih besar pada data terbaru. Penggunaan data 1 (satu) tahun terakhir sebagai data acuan pencatatan masa lalu untuk percobaan peramalan untuk 1 (satu) bulan kedepan. Eksperimen menggunakan Alpha yang berbeda menguji akurasi dalam situasi aktual. Hasil dari eksperimen dengan alpha 0,2 hampir sama dengan nilai aktual dalam meramalkan keadaan satu bulan ke depan dengan error yang paling rendah yaitu MAPE 12,05% dan peramalan penjualan gamis sebanyak 1.476 pcs.
Kata kunci: gamis; penjualan; peramalan; single exponential smoothing (ses); toko ratna jaya.
Abstract:Abstract: Recognizing one's interests and talents early on is crucial in guiding an individual toward a prosperous future. While distinct, interests and talents share a close relationship. Interest denotes a genuine attraction…
action to something without external pressure, and when consistently nurtured, it evolves into a skill or talent. Machine learning, specifically utilizing the SVM algorithm with the RBF kernel, can be applied to categorize interests and talents. Prior to SVM modeling, conducting Exploratory Data Analysis (EDA) is imperative for scrutinizing interests and talents. This analysis facilitates the identification of variables, enabling the elimination of missing values and ensuring the selection of appropriate interest and talent variables. The primary objective is to achieve optimal accuracy in modeling the classification of interests and talents. The insights gained from this research contribute to the creation of an application designed for categorizing interests and talents within SDN XYZ school. This application is designed for student use, assisting them in making informed decisions about their future education and career paths
Keywords: exploratory data analysis; interests and talents; machine learning; SVM Algorithm
Abstrak: Mengenali minat dan bakat seseorang sejak dini sangat penting dalam membimbing individu menuju masa depan yang sukses. Meskipun berbeda, minat dan bakat memiliki hubungan yang erat. Minat mengindikasikan ketertarikan yang tulus terhadap sesuatu tanpa tekanan eksternal, dan ketika terus-menerus dibina, berkembang menjadi keterampilan atau bakat. Pembelajaran mesin, khususnya dengan menggunakan algoritma SVM dan kernel RBF, dapat digunakan untuk mengelompokkan minat dan bakat. Sebelum pemodelan SVM, melakukan Analisis Data Eksploratif (EDA) sangat penting untuk mengkaji minat dan bakat. Analisis ini memfasilitasi identifikasi variabel, memungkinkan penghilangan nilai yang hilang, dan memastikan pemilihan variabel minat dan bakat yang tepat. Tujuan utamanya adalah mencapai akurasi optimal dalam pemodelan klasifikasi minat dan bakat. Temuan dari penelitian ini berkontribusi pada pengembangan aplikasi yang ditujukan untuk mengkategorikan minat dan bakat di sekolah SDN XYZ. Aplikasi ini dirancang untuk digunakan oleh siswa, membantu mereka membuat keputusan yang terinformasi mengenai pendidikan dan karier masa depan mereka.
Kata kunci: Algoritma SVM; exploratory data analysis; machine learning; minat dan bakat
Abstract:Abstract: Unemployment is a global economic issue that directly impacts human life in both developed and developing countries, especially in Indonesia, which, if ignored, will severely impact society's social dynamics. To…
o overcome this problem, forecasts are made so that later, the government can take policies to control and suppress the unemployment growth rate. This research aims to predict unemployment in Indonesia in 2023 using the Weighted Moving Average method, widely used to determine the trend of a time series, which is part of one of the Time Series methods that gives different weights. The dataset used was obtained from the Central Statistics Agency (BPS) relating to unemployment data from 2000 to 2022 (23 years). To analyze the level of accuracy of the results of this unemployment forecast using the MAD, MSE, and MAPE methods. This research concludes that the Weighted Moving Average method can be applied in predicting unemployment in Indonesia in 2023. The results of this research are a prediction of the number of unemployed in Indonesia, as many as 8,874,942 people at a weight value of 3 (three) where the accuracy of the MAD value is 745786.1833, the MSE value is 948402050986.3 and MAPE is 8.28%.
Keywords: forecasting; unemployment; weigth moving average; indonesia
Abstrak: Pengangguran menjadi isu ekonomi global yang berdampak secara langsung terhadap tingkat kehidupan manusia di negara-negara yang sudah maju maupun yang sedang berkembang khususnya di negara Indonesia, yang jika diabaikan akan berdampak serius terhadap dinamika sosial masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibuatlah peramalan agar nantinya pemerinta dapat mengambil kebijakan dalam mengendalikan dan menekan angka pertumbuhan pengangguran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pengangguran di Indonesia pada tahun 2023 menggunakan metode Weighted Moving Average dimana metode ini banyak digunakan untuk menentukan trend dari suatu deret waktu yang merupakan bagian dari salah satu metode Time Series yang memberikan bobot yang berbeda-beda. Adapun dataset yang digunakan diperoleh dari Badan Pusat Satatistik (BPS) berkaitan dengan data pengangguran dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2022 (selama 23 tahun). Untuk menganalisa tingkat akurasi dari hasil peramalan pengangguran ini memakai metode MAD, MSE, dan MAPE. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dapat diterapkannya metode Weighted Moving Average dalam memprediksi pengangguran di Indonesia pada tahun 2023. hasil dari penelitian ini berupa prediksi jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 8.874.942 orang pada nilai bobot 3 (tiga) dimana akurasi nilai MAD sebesar 745786,1833, nilai MSE sebesar 948402050986,3 dan MAPE sebesar 8,28 %.
Kata kunci: peramalan; pengangguran; weigth moving average; indonesia
Abstract:Abstract: Motorcycles are the main and affordable choice for the majority of Indonesian people, two-wheeled vehicles are chosen as the transportation that is commonly used. Indonesia has many motorcycle users, in 2019 there…
ere were 112,771,136 units. In 2020 there were 115. 023. 039 units, and in 2021 there were 120 .042 .298 units. The many motorcycles, increasing the theft of motorcycles (curanmor), and accidents caused by underage use. The purpose of conducting research to minimize theft, and the use of motorbikes by minors, this research uses quantitative methods. The results of the study found that when the user places the KTP on RC522, the condition of relay 1 will become NC to turn on the motorcycle's ignition system, then relay 2 will turn on the motorcycle's starter for 5 seconds, then it will turn off automatically. for relays, arduino provides pure 5VDC voltage. The conclusion from this study , RFID cards and KTP is have different serials, and different numbers, RFID cards have a serial combination of 9 numbers and letters, while KTP has a serial combination of 27 numbers and letters.
Keywords: KTP; microcontroller arduino; sepeda motor; start enggine.
Abstrak : Sepeda motor menjadi pilihan utama dan terjangkau untuk mayoritas masyarakat Indonesia, kendaraan roda dua dipilih sebagai transportasi yang umum digunakan. Indonesia memiliki banyak pengguna sepeda motor, tahun 2019 sebanyak 112. 771. 136 unit. Tahun 2020 sebanyak 115. 023. 039 unit, dan tahun 2021 sebanyak 120 .042 .298 unit. Banyak nya sepeda motor, meningkatkan pencurian sepeda motor (curanmor), dan kecelakaan yang diakibatkan penggunaan dibawah umur. Tujuan dilakukannya penelitian untuk meminimalisir curanmor, dan pemakaian sepeda motor oleh anak dibawah umur, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian mendapati ketika user meletakan KTP pada RC522, maka kondisi relay 1 akan menjadi NC untuk menyalakan sistem pengapian sepeda motor, kemudian relay 2 akan menyalakan stater sepeda motor selama 5 detik, kemudian akan mati secara otomatis. untuk relay, arduino memberikan tegangan 5VDC murni. Kesimpulan dari penelitian ini,kartu RFID dan KTP memiliki serial yang berbeda, dan jumlah yang berbeda, kartu RFID memiliki serial kombinasi 9 angka dan huruf, sementara untuk KTP memiliki serial kombinasi 27 angka dan huruf.
Kata Kunci : KTP; microcontroller arduino; sepeda motor; start enggine.
Abstract:Abstract: One of the main aspects of education, such as elementary school education, the initial stage for children to continue to the next level of education. Elementary school for the first level of education plays an…
important role in developing students' attitudes, skills, and interests and talents. Every new academic year, students and parents will choose the best school according to their wishes. There are many choices of schools with a variety of different offerings provided. That way, many parents of students are confused by the many choices of types of schools for their children. This study aims to provide recommendations for the best elementary schools in the Sei Dadap sub-district based on the criteria desired by prospective students by applying the Simple Addictive Weighting (SAW) method to a system The SAW method helps in solving simple unstructured problems so that by applying the SAW method a more effective decision-making process can be carried out. The data used as alternative data are elementary schools in the Sei Dadap sub-district. The criteria used in decision making include accreditation, facilities, extracurricular activities, number of classrooms, number of students, and distance between schools.
Keywords: Decision Support System; Elementary school; Simple Addictive Weighting
Abstrak: Salah satu aspek pendidikan utama seperti pendidikan sekolah dasar yang tahap awal bagi anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Sekolah Dasar jenjang pendidikan pertama memegang peranan penting dalam mengembangkan sikap, keterampilan, serta minat dan bakat siswa. Setiap tahun ajaran baru, siswa dan orang tua akan memilih sekolah terbaik sesuai dengan keinginan mereka. Ada banyak pilihan sekolah dengan beragam penawaran berbeda yang disediakan. Dengan begitu, banyak orang tua siswa yang bingung dengan banyaknya pilihan jenis sekolah untuk anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi sekolah dasar terbaik di kecamatan Sei Dadap berdasarkan kriteria yang diinginkan oleh calon siswa dengan menerapkan metode Simple Addictive Weighting (SAW) pada suatu sistem. Metode SAW membantu dalam menyelesaikan masalah sederhana yang tidak terstruktur sehingga dengan menerapkan metode SAW dapat dilakukan proses pengambilan keputusan yang lebih efektif. Data yang digunakan sebagai data alternatif adalah sekolah dasar yang ada di kecamatan Sei Dadap. Kriteria yang digunakan dalam pengambilan keputusan meliputi akreditasi, fasilitas, kegiatan ekstrakurikuler, jumlah ruang kelas, jumlah siswa, dan jarak antar sekolah.
Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan; Simple Addictive Weighting; Sekolah Dasar
Abstract:Abstract: Clustering data has always been a fascinating subject to research numerous perspectives. A variety of knowledge is produced by the calculating process utilizing various algorithms. The genesis of cluster optimization…
ization is based on differences of opinion about the cluster's results. In general, cluster and optimization findings are generated using software such as Matlab, RapidMiner, and programming languages like Python. Users, however, have not been satisfied with the results so far. The various outcomes are the primary motivations for continuing to create and develop applications. The goal of this research is to create an application that can evaluate cluster data using the K-Medoids method, which can then be further optimized using the Davies Bouldin Index (DBI). Because the target application is students and lecturers who use it in learning and observers of the cluster field, the application can indeed be accessible through a browser to make it easier to use. For ease of using it, the program is available on both desktop and mobile platforms. Through separately created applications, it is intended that this research will give an alternative to clustering and optimization.
Keywords: application, cluster, dbi, k-medoids, optimization
Abstrak: Clusterisasi data selalu menjadi topik yang menarik untuk dikembangkan dari berbagai sisi. Proses perhitungannya yang menggunakan berbagai algoritma menghasilkan knowledge yang beragam. Perbedaan pendapat terhasil hasil cluster menjadi dasar munculnya optimalisasi cluster. Umumnya hasil cluster dan optimalisasi diperoleh dari pengolahan menggunakan aplikasi yakni Matlab, RapidMiner, dan bahasa pemrograman seperti Pyhton. Namun demikian hasil yang muncul belum mampu memuaskan pengguna. Hasil yang berbeda menjadi alasan utama pembuatan maupun pengembangan aplikasi masih terus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah aplikasi yang dapat memproses data cluster menggunakan algoritma K-Medoids untuk selanjutnya dioptimalisasi dengan Davies Bouldin Index (DBI). Untuk memudahkan penggunaan, aplikasi dapat diakses pada browser karena target aplikasi adalah mahasiswa dan dosen yang menggunakan pada pembelajaran serta pemerhati bidang cluster. Aplikasi dirancang pada platform desktop dan mobile demi memudahkan pengaksesan. Diharapkan, penelitian ini memberikan alternatif dalam proses clusterisasi dan optimalisasi melalui aplikasi yang dirancang mandiri.
Kata kunci: aplikasi; cluster; dbi; k-medoids; optimalisasi
Abstract:Abstract: One of the institutions that stated the poor handling of Covid-19 in Indonesia was the Lowy Institute. On March 13, 2021, Lowy Institute put Indonesia in 89th rank out of 102 countries that were successfully surveyed…
rveyed regarding the handling of the Covid-19 pandemic. This research is an attempt to critique the Lowy Institute's assessment. The COPRAS-AHP hybrid method was used. The AHP method, especially in the pairwise comparison section, is used as a method to determine the validity of the criterion weights. Five criteria were used in determining the ranking of the handling of the Covid-19 pandemic in countries in the Southeast Asian region. Each criterion is given a weight that is determined subjectively but by considering the level of importance of each criterion. The weighting of the criteria by using pairwise comparison resulted in: test per population, positive per test, vaccine per population, recovered per positive, deaths per positive. This study produces conclusions that are not much different from the Lowy Institute release. Indonesia is one of the countries where the handling of the Covid-19 pandemic is at a low level, Indonesia is ranked 10th out of 11 countries in the Southeast Asia region, with a utility value 16.29%.
Keywords: AHP; COPRAS; covid-19;pairwise comparison; ranking
Abstrak: Salah satu lembaga yang menyatakan buruknya penanganan Covid-19 di Indonesia adalah Lowy Institute. Pada 13 Maret 2021 menempatkan Indonesia di peringkat 89 dari 102 negara yang berhasil disurvei berkenaan dengan penanganan pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan upaya kritisi terhadap penilaian Lowy Institute. Digunakan metode hibrid COPRAS-AHP. Metode AHP, khususnya pada bagian pairwise comparison digunakan sebagai metode untuk menentukan validitas bobot kriteria. Digunakan lima kriteria dalam menentukan pemeringkatan penanganan pandemi Covid-19 pada negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Masing-masing kriteria diberikan bobot yang ditentukan secara subjektif namun dengan mempertimbangkan tingkat kepentingan masing-masing kriteria. Pembobotan kriteria dengan menggunakan pairwise comparison menghasilkan: kriteria tes per populasi, positif per tes, vaksin per populasim, sembuh per positif, meninggal per positif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan yang tidak jauh berbeda dengan rilis Lowy Institute. Indonesia adalah salah satu negara dengan penanganan pandemi Covid-19 berada dalam level yang relatif rendah, peringkat 10 dari 11 negara di kawasan Asia Tenggara, dengan nilai utilitas 16,29 %.
Kata kunci: AHP; COPRAS; covid-19; pairwise comparison; pemeringkatan
Abstract:Abstract: Glaucoma is the second leading eye disease of blindness after cataracts. An ophthalmologist does a glaucoma examination with an eye screening that will produce a retinal image. The diagnosis's result of the retinal…
inal image is subjective because each doctor has dissent and a condition experienced. This research builds a system to identify retinal images in the category of glaucoma or normal patients. The purpose of this system as a tool is to help ophthalmologists diagnose glaucoma. This process begins by changing the colour of an image to validity. The image is extracted using the Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) and produces five features than the result of the five features used as input to neural network Learning Vector Quantization (LVQ). The amount of retinal image data used 60 data for learning and 20 for testing. And the number of neurons used is 12, and the epoch of as many as 1000 was obtained based on the results comparison of variations against 8, 10, 12, 18, and 20 neurons with 500, 900, 1000, and 1100 epochs. The learning process results from the value of weights that will be used in the testing process. The results of this study obtained an accuracy rate of 85%, a precision of 89%, and a recall of 80%.
Keywords: glaucoma; LVQ; GLCM
Abstrak: Glaukoma merupakan penyakit mata penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Pemeriksaan penyakit glaukoma dilakukan oleh dokter spesialis mata dengan cara skrining mata yang akan menghasilkan citra retina. Hasil diagnosa citra retina oleh dokter bersifat subjektif karena setiap dokter memiliki pendapat yang berbeda serta kondisi yang dialami. Penelitian ini membangun sistem untuk mengidentifikasi citra retina mata kedalam kategori penderita glaukoma atau normal. Tujuan pembuatan sistem ini sebagai alat bantu bagi dokter mata dalam mendiagnosa glukoma. Proses ini diawali dengan mengubah warna citra menjadi keabuan, kemudian citra tersebut diekstraksi menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan menghasilkan lima nilai fitur yang kemudian hasil dari kelima fitur tersebut digunakan sebagai masukan jaringan syaraf tiruan Learning Vector Quantization (LVQ). Jumlah data citra retina yang digunakan sebanyak 60 data untuk learning dan 20 data untuk testing. Dan untuk jumlah neuron yang digunakan yaitu 12 dan epoch sebanyak 1000 yang didapat berdasarkan hasil perbandingan variasi terhadap neuron sejumlah 8, 10, 12, 18, 20 dengan jumlah epoch sejumlah 500, 900, 1000 dan 1100. Hasil dari proses learning yaitu nilai bobot yang akan digunakan sebagai bobot di proses testing. Hasil penelitian ini diperoleh tingkat akurasi sebesar 85%, presisi sebesar 89% dan recall sebesar 80%.
Kata kunci: glaukoma; LVQ; GLCM