Abstract:Wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam filantropi Islam yang berperan besar dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat. Wakaf tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga berkembang…
ang sebagai sistem pendanaan publik yang menopang keberlangsungan berbagai lembaga pendidikan serta pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran wakaf sebagai instrumen pengembangan pendidikan pada masa peradaban Islam, khususnya pada era Kekhalifahan Abbasiyah dan Andalusia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang berkaitan dengan wakaf, sejarah pendidikan Islam, serta perkembangan peradaban Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wakaf memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan pendidikan dengan menyediakan sumber pendanaan yang berkelanjutan bagi lembaga pendidikan, perpustakaan, pusat penelitian, serta kesejahteraan para pendidik dan peserta didik. Pada masa Dinasti Abbasiyah, wakaf berperan penting dalam mendukung berkembangnya pusat-pusat intelektual seperti Baghdad melalui pendanaan pendirian lembaga pendidikan dan penelitian. Sementara itu, di Andalusia, wakaf berperan dalam memperkuat sistem pendidikan yang memadukan ilmu-ilmu keagamaan dengan ilmu-ilmu rasional, sehingga melahirkan banyak cendekiawan yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia. nalisis menunjukkan bahwa keberhasilan sistem wakaf di kedua peradaban tersebut dipengaruhi oleh pengelolaan aset yang produktif, tata kelola yang baik, serta tingginya kesadaran masyarakat terhadap konsep sedekah jariyah. Dengan demikian, wakaf dapat dipandang sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada manfaat spiritual, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan peradaban.
Abstract:Proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Indonesia selama tahun 2011-2013 menjadi salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah penganggaran publik negara, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,3 triliun…
n dari total anggaran Rp5,9 triliun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan proses penganggaran pemerintah dalam proyek E-KTP dan dampaknya terhadap kerugian keuangan negara dengan menggunakan Teori Principal-Agent dan prinsip-prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi dokumentasi. Sumber data utama adalah Putusan Mahkamah Agung No. 34 PK/Tipikor/2018 tentang Setya Novanto, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) No. 10/LHP/XVIII/03/2013 tentang proses pengadaan E-KTP, serta laporan dan siaran pers dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Teknik analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi pola kegagalan penganggaran, dampak langsung dan tidak langsung, serta rekomendasi pencegahan.Temuan yang diharapkan menunjukkan bahwa kegagalan penganggaran terjadi dalam empat tahap. Perencanaan dengan penggelembungan anggaran (mark-up) hingga tiga kali lipat dari estimasi teknis.Implementasi dengan tender yang diarahkan dan suap sebesar 7% dari nilai proyek.Pengawasan internal yang lemah yang menyebabkan asimetri informasi antara agen dan prinsipal.Manipulasi akuntabilitas laporan keuangan.Dampaknya mencakup kerugian finansial langsung sebesar Rp2,3 triliun dan kerugian tidak langsung seperti menurunnya kepercayaan publik terhadap e-government dan terganggunya program publik lainnya. Berdasarkan prinsip Good Governance, studi ini merekomendasikan penguatan transparansi melalui publikasi data terbuka, audit real-time oleh BPK, optimalisasi sistem e-procurement, dan pemisahan fungsi otoritas anggaran untuk meminimalkan celah Principal-Agent dalam proyek e-government di masa depan.Kata Kunci: kegagalan penganggaran, proyek E-KTP, kerugian keuangan negara, teori principal-agent, tata kelola yang baik, audit BPK.
Abstract:Maraknya kasus pelanggaran etika bisnis seperti korupsi, manipulasi laporan keuangan, dan penyalahgunaan jabatan saat ini mengancam keberlangsungan usaha jangka panjang dan merusak kepercayaan publik. Penerapan Good Corporate…
orate Governance (GCG) umumnya diadopsi oleh perusahaan sebagai sistem untuk menciptakan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab. Namun, implementasi GCG di lapangan sering kali menghadapi kendala seperti lemahnya komitmen manajemen dan benturan kepentingan, sehingga diperlukan analisis komprehensif mengenai strategi internalisasi etika yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip GCG—yakni transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran—dalam meminimalisir praktik menyimpang serta merumuskan solusi atas kendala penerapannya. Studi ini menggunakan metode literatur kualitatif dengan pendekatan deskriptif (library research). Hasil analisis menyimpulkan bahwa penguatan instrumen GCG yang diimbangi dengan keteladanan pimpinan dan budaya kerja etis terbukti secara signifikan mampu menekan angka kecurangan, menjaga keandalan operasional, serta mengamankan reputasi perusahaan dalam jangka panjang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan peramalan (forecasting) penjualan pada Toko Sembako Alaudin yang berlokasi di Pasar Rumah Tiga, Teluk Ambon, serta bagaimana hasil peramalan tersebut digunakan dalam…
menentukan strategi bisnis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi data penjualan toko selama periode Januari hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Sembako Alaudin belum menerapkan metode peramalan secara sistematis dan masih mengandalkan pengalaman serta intuisi pemilik dalam menentukan jumlah stok barang. Pola penjualan menunjukkan tren peningkatan menjelang hari besar keagamaan dan akhir tahun, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk perencanaan strategi pengadaan barang. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode peramalan sederhana berbasis data historis penjualan guna mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat dan efisien.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam makna etika bisnis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Ambon melalui pendekatan kualitatif fenomenologi. Fokus utama penelitian difokuskan pada…
ada pemahaman moral, pengalaman menghadapi dilema etis, internalisasi nilai kearifan lokal, serta peran kepercayaan dalam menjamin keberlangsungan usaha. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) secara semi-terstruktur terhadap informan pemilik UMKM di Kota Ambon yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data didasarkan pada prosedur fenomenologi Moustakas yang mencakup tahapan epoché, horisonalisasi, klaster tema, hingga deskripsi struktural-tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika bisnis dimaknai bukan sekadar sebagai instrumen kepatuhan hukum normatif, melainkan sebagai manifestasi integritas personal dan spiritualitas kerja. Hubungan interaktif bisnis sangat dipengaruhi oleh modal sosial kearifan lokal (seperti semangat kebersamaan berbasis trans-komunitas). Kepercayaan konsumen diidentifikasi sebagai jembatan kritis yang mengaitkan perilaku etis dengan keberlanjutan hidup usaha di Tengah tingginya volatilitas pasar. Temuan ini menyimpulkan pentingnya integrasi nilai moral kultural ke dalam manajemen UMKM guna menciptakan ekosistem bisnis lokal yang resilien dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pembinaan karakter Islami yang diterapkan di SDI Datok Sulaiman Palopo dalam membentuk perilaku siswa serta menganalisis pandangan guru, siswa, dan orang tua…
a terhadap efektivitas program pembinaan karakter Islami di SDI Datok Sulaiman Palopo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods), yaitu pendekatan yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu rangkaian penelitian. Metode kuantitatif digunakan untuk memperoleh data yang bersifat terukur, khususnya terkait pandangan guru, siswa, dan orang tua mengenai efektivitas program pembinaan karakter Islami melalui penyebaran angket, sedangkan metode kualitatif digunakan untuk memahami lebih dalam mengenai pelaksanaan program melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh secara langsung dari kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua, serta data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, dan sumber pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, inferensial, dan analisis kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pembinaan karakter Islami di SDI Datok Sulaiman Palopo telah berjalan dengan baik dan terstruktur melalui metode pembiasaan, keteladanan, dan integrasi nilai-nilai Islami dalam pembelajaran serta berpengaruh signifikan terhadap perilaku siswa, terutama dalam aspek religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak. Selain itu, pandangan guru, siswa, dan orang tua terhadap efektivitas program ini secara umum sangat positif, meskipun masih terdapat kendala dalam konsistensi penerapan nilai-nilai tersebut di luar sekolah sehingga diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga.
Abstract:Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yang bertujuan untuk membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter. Pada dunia Pendidikan, salah satu upayah untuk manajemen karakter…
arakter agar berjalan sesuai tujuan yakni dengan menerapkan Reward dan punishment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem reward dan punishment diterapkan dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab anak usia dini di TK Negeri 10 Kendari. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek 6 anak berusia 5–6 tahun. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan penerapan reward dan punishment dalam membentuk karakter disiplin anak usia dini di TK Negeri 10 Kendari, reward verbal dan non-verbal berupa pujian seperti kata “keren, dan hebat”, pemberian jempol, dan stempel bintang efektif untuk meningkatkan kedisplinan anak dalam selalu datang tepat waktu, melaksanakan kegiatan rutin, menggunakan benda sesuai dengan fungsinya, mengambil dan mengembalikan benda pada tempatnya, berusaha manaati aturan yang telah disepakati, tertib menunnggu giliran. Sedangkan punishment represif berupa teguran lisan dan konsekuensi ringan membantu anak memahami batas perilaku dan menimbulkan efek jera sehingga mereka lebih berhati-hati dalam bersikap. Penerapan reward dan punishment dalam membentuk karakter tanggung jawab anak usia dini di TK Negeri 10 Kendari, reward diberikan saat anak menunjukan sikap tanggung jawab seperti anak dengan mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah, bertanggung jawab kepada setiap perbuatan, melakukan tugas dengan standar terbaik, mengerjakan kegiatan berkelompok secara bersama-sama, selalu memajukann diri sendiri, melakukan piket sesuai dengan jadwal. Bentuk reward ini meningkatkan motivasi anak untuk melaksanakan kewajibannya dengan baik. Punishment berupa teguran diberikan ketika anak lalai mengerjakan tugas atau melanggar aturan dan kesepakatan, dengan tujuan membangun kesadaran tanggung jawab mereka atas tugas dan perilaku sehari-hari. Kesimpulannya penerapan reward dan punishment yang konsisten dan sesuai di TK Negeri 10 Kendari terbukti efektif membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab anak usia dini. Reward menumbuhkan semangat dan perilaku positif, sedangkan punishment membantu anak memahami konsekuensi dari tindakan mereka sehingga menumbuhkan kontrol diri, rasa tanggung jawab dan disiplin.
Abstract:Keterbatasan pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Kubu I yang didominasi kawasan kelapa sawit mendorong dilaksanakannya program pengabdian masyarakat berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program ini bertujuan mengoptimalkan…
alkan potensi pekarangan produktif sebagai sarana edukasi kesehatan dan pemenuhan kebutuhan obat tradisional keluarga. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui survei potensi, konsolidasi bibit warga secara swadaya, gotong royong pembersihan lahan, hingga sosialisasi interaktif berbasis experiential learning di SDN 004 Desa Kubu I. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan pembangunan Taman Apotek Hidup Percontohan sebagai laboratorium hidup yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan praktik langsung. Keberadaan kebun contoh ini terbukti meningkatkan pengetahuan siswa dan warga sekolah mengenai pemanfaatan tanaman herbal, sekaligus memicu antusiasme masyarakat untuk mereplikasi gerakan penanaman TOGA di pekarangan rumah masing-masing. Kesimpulannya, sinergi partisipatif ini secara efektif mewujudkan kemandirian kesehatan berbasis kearifan lokal serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, 15, dan 17 secara berkelanjutan.
Abstract:Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Fisika merupakan salah satu program resmi nasional yang menuntut penguasaan konsep, penalaran matematis, dan kemampuan pemecahan masalah yang sistematis. Kegiatan pengabdian ini dilakukan…
kukan oleh dosen Fisika Fakultas Mipa Universitas Negeri Gorontalo melalui pendampingan dengan tujuan memperkuat kesiapan siswa peserta OSN Fisika SMA Negeri 3 Gorontalo ke tingkat Provinsi hingga Nasional. Kegiatan dilakukan sejak awal tahun yaitu Januari 2026 hingga ujian tingkat provinsi di Bulan Juli 2026 selama dua kali dalam seminggu menggunakan pendekatan partisipatif dan beriorientasi latihan soal. Kegiatan diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan, pemetaan kemampuan awal siswa, penguatan konsep, pembahasan soal nonrutin, latihan mandiri, diskusi, simulasi soal, serta refleksi umpan balik. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi mentor, lembar kerja siswa, latihan formatif, kinerja pada simulasi, dan umpan balik lisan maupun tertulis. Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan positif pada kemampuan siswa dalam mengenali prinsip fisika yang relevan, mengubah persoalan menjadi diagram dan persamaan, menyusun langkah penyelesaian, memeriksa satuan dan kewajaran jawaban, serta mengomunikasikan alasan penyelesaian. Siswa juga tampak lebih aktif dan percaya diri dalam diskusi. Kendala yang masih memerlukan penguatan adalah soal multikonsep, aljabar atau kalkulus tingkat lanjut, dan manajemen waktu. Peserta menilai penjelasan bertahap dan koreksi langsung sebagai bagian paling membantu, serta mengusulkan penambahan simulasi dan bank soal lanjutan. Kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah secara berkelanjutan diperlukan untuk membangun ekosistem pembinaan OSN Fisika yang terstruktur.
Abstract:Sampah organik merupakan komponen terbesar dalam timbulan sampah perkotaan di Indonesia, termasuk di Kota Tomohon. Permasalahan utama adalah rendahnya pemilahan sampah organik dari rumah tangga, sehingga menambah beban Tempat…
empat Pembuangan Akhir (TPA). Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya peserta lansia Prolanis di Puskesmas Matani, dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk bernilai seperti kompos dan pupuk cair melalui metode komposter galon tumpuk. Metode yang digunakan adalah penyebaran kuesioner kepada 53 peserta, diikuti edukasi dan demonstrasi praktik pengolahan sampah organik. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas peserta tidak mengalami kendala signifikan dalam menggunakan komposter, dengan kendala terbanyak adalah “belum mencoba” (2 responden). Rata-rata panjang jawaban kendala adalah 2,82 ± 0,88 kata, sedangkan saran peserta beragam dengan rata-rata panjang 4,19 ± 2,16 kata, yang menekankan perlunya edukasi berkelanjutan, peningkatan fasilitas, serta dukungan pemerintah. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada fokusnya terhadap kelompok lansia yang selama ini jarang dijadikan sasaran dalam program pengolahan sampah, namun terbukti mampu menerima inovasi teknologi sederhana. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis komunitas dapat mendukung kebijakan pemerintah Kota Tomohon dalam pengurangan sampah organik.