Search Articles & Publications

Showing 274 articles found for "Penuh"

ANALISIS KEBIJAKAN KARTU IDENTITAS ANAK PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

Nadila Dwi Juliska, Zulkarnaini
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan Kartu Identitas Anak serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kuantan Singingi dalam penerapannya. Penelitian… enelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap Kepala Dinas, Sekretaris, pegawai pelayanan, serta masyarakat penerima dan belum penerima layanan Kartu Identitas Anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan Kartu Identitas Anak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dengan capaian kepemilikan mencapai 69,2% pada tahun 2024. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya merata karena masih terdapat berbagai hambatan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya sosialisasi, serta keterbatasan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia khususnya di wilayah pedesaan. Berdasarkan enam indikator evaluasi kebijakan William N. Dunn, kebijakan Kartu Identitas Anak dinilai cukup efektif dan efisien, tetapi masih belum memadai dalam aspek pemerataan, kecukupan, dan responsivitas terhadap seluruh kelompok sasaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kuantan Singingi untuk memperkuat strategi pelayanan, memperluas kerja sama lintas sektor, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik guna mewujudkan tertib administrasi kependudukan bagi anak di Kabupaten Kuantan Singingi.

PERAN MEDIA SOSIAL WHATSAPP DAN INOVASI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOMUNITAS SAUYUNAN BERSATU

lham Maulana, Evi Sofiati
Abstract: Informasi digital di sektor informal membuka pintu bagi bisnis mikro, termasuk pedagang kaki lima (PKL), untuk memanfaatkan peluang baru. Penggunaan media sosial WhatsApp untuk aktivitas pemasaran adalah kemajuan yang luar… ar biasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana penggunaan media sosial WhatsApp dan metode pemasaran baru berdampak pada peningkatan penjualan pedagang kaki lima di Komunitas Sauyunan Bersatu, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan metode survei deskriptif dan verifikatif. Aplikasi SPSS versi 20 digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari kuesioner yang dibuat melalui Google Forms. Rumus Slovin digunakan untuk mengumpulkan sampel, dan jumlah orang yang menjawab adalah 100. Validitas, reliabilitas, normalitas, analisis jalur (path analysis), dan uji hipotesis digunakan untuk menguji data. Studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial WhatsApp dan inovasi pemasaran meningkatkan penjualan secara parsial dan penuh. WhatsApp masih terbatas untuk PKL, tetapi telah terbukti berfungsi sebagai alat promosi dan komunikasi yang bagus. Inovasi pemasaran juga sangat penting untuk mendorong pertumbuhan bisnis, terutama dalam hal kreatifitas dan adaptasi terhadap perubahan pasar. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberdayaan PKL dan pelatihan digital marketing sangat penting untuk meningkatkan kapasitas bisnis mereka.

PENGARUH HARGA, FASILITAS, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG DI KOLAM RENANG VARIA HILLS KABUPATEN BANDUNG BARAT

Fitri Rahmawati, Bangkit Nuratri
Abstract: Kepuasan pengunjung dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama harga, fasilitas dan kualitas pelayanan pada destinasi wisata Kolam Renang Varia Hills Desa Citalem Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat, yang memiliki… potensi ekonomi pariwisata yang cukup besar dengan lokasi yang strategis tetapi belum sepenuhnya dikelola dengan baik. Pengelola menghadapi berbagai tantangan terutama harga kurang transparan, fasilitas yang kurang memadai dan kualitas pelayanan yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji sejauh mana pengaruh harga, fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengunjung pada destinasi wisata Kolam Renang Varia Hills Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif secara deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan survei. Sehingga data yang didapatkan adalah data primer dan data sekunder. Populasi penelitian ini adalah sebanyak 34.020 pengunjung, dengan menggunakan teknik sampel, menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 113 responden. Pengujian data yang dilakukan adalah uji validasi, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji analisis linear regresi berganda dan uji hipotesis dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 2.5. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa harga, fasilitas dan kualitas pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung pada destinasi wisata Kolam Renang Varia Hills Kabupaten Bandung Barat.

ISTIWA’ ALLAH DI ATAS ‘ARASY DALAM TAFSIR NUSANTARA: PERBANDINGAN TAFSIR HAMKA DAN HASBI ASH-SHIDDIEQY (KAJIAN TAFSIR Q.S. THAHA [20]: 5)

Supriadi, Yusup, Zakaria, Aceng
Abstract: Artikel ini mengkaji perbedaan metodologis antara dua mufasir Nusantara, Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) dalam Tafsir Al-Azhar dan Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir An-Nur, ketika menafsirkan ayat… istiwa’ Allah di atas ‘Arasy dalam Q.S. Thaha [20]: 5. Ayat ini termasuk kategori mutasyabihat yang melahirkan tiga pendekatan utama dalam sejarah Islam: takwil (interpretasi metaforis), isbat bilā kayf (penetapan makna lahir tanpa menanyakan cara), dan tafwīḍ al-ma‘nā (penyerahan makna sepenuhnya kepada Allah). Dengan menggunakan metode kualitatif-komparatif dan analisis isi terhadap kedua tafsir serta literatur akidah terkait, studi ini menemukan bahwa Hamka menempuh jalan takwil dengan memaknai istawa’ sebagai istīlā’ (menguasai), sedangkan Hasbi Ash-Shiddieqy menerapkan isbat bilā kayf: menetapkan makna “bersemayam” sebagaimana adanya sembari menyerahkan hakikat dan cara (kaifiyyah) kepada Allah, bukan menyerahkan makna dasarnya (tafwīḍ al-ma‘nā). Perbedaan ini karena keduanya bersepakat menolak penyerupaan Allah dengan makhluk dan menjaga transendensi-Nya, hanya saja caranya yang bebeda. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang dinamika tafsir Nusantara yang menggabungkan tradisi Salaf dan semangat pembaruan.

PERBANDINGAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FUNGSI SOSIAL MASJID DI WILAYAH PERUMAHAN DAN PEDESAAN

Himmayatul Muthmainnah, Julia Rahma Safira, Naurah Ayesha Maheswari, Dede Zubaidah
Abstract: Masjid memiliki kedudukan strategis dalam kehidupan umat Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Sejak masa Nabi Muhammad SAW, masjid… berfungsi sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan peradaban Islam. Namun, dalam praktik kontemporer, fungsi sosial masjid belum sepenuhnya berjalan optimal. Berbagai tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan dana dan sumber daya, serta rendahnya partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda. Perbedaan persepsi masyarakat terhadap fungsi masjid sebagai pusat aktivitas sosial turut memengaruhi tingkat keterlibatan jamaah dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan persepsi masyarakat di wilayah perumahan dan pedesaan mengenai fungsi masjid sebagai pusat aktivitas sosial, mengidentifikasi bentuk aktivitas sosial yang dominan, serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan persepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, kuesioner terbuka, serta studi literatur. Lokasi penelitian meliputi Masjid Jami’ Darul Hikmah yang berada di wilayah perumahan dan Masjid Jami’ Taufiqillah yang berada di wilayah pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Jami’ Darul Hikmah memiliki peran yang relatif seimbang antara fungsi sosial dan keagamaan dengan keterlibatan masyarakat yang cukup aktif, meskipun partisipasi remaja masih terbatas. Sementara itu, Masjid Jami’ Taufiqillah lebih menonjol dalam kegiatan keagamaan dengan jangkauan jamaah yang lebih luas, namun aktivitas sosialnya cenderung terbatas akibat faktor lokasi dan hambatan psikologis remaja. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran masjid sebagai pusat aktivitas sosial melalui peningkatan partisipasi generasi muda dan dukungan masyarakat sekitar.

OPTIMIZATION OF BUMDES “SEPENUH HATI” IN MANAGING FISHERY POTENTIAL IN LOA DURI ILIR VILLAGE

Dewi Masitah, Gusti Haqiqiansyah, Doni Darmasetiadi
Abstract: BUMDes Sepenuh Hati manages several businesses in Loa Duri Ilir Village, which encompass various village potentials in the fisheries sector, including fish farming, fish processing, fishing ponds, and alternative fish feed… ed production. The utilization of these businesses requires the optimization of BUMDes in their management. The purpose of this research is to determine priorities for BUMDes Sepenuh Hati in managing the fishery potential of Loa Duri Ilir Village. The data collection technique used by the researcher involved questionnaires and interviews. The data analysis method uses the Analytic Hierarchy Process (AHP). This method allows for the analysis of the optimization of BUMDes Sepenuh Hati in managing fishery potential based on four aspects: the human resource aspect, the financial aspect, the marketing aspect, and the production aspect. The research results indicate that the main priority criteria for optimizing BUMDes are the human resource aspect, followed by the production aspect, the financial aspect, and lastly the marketing aspect. Based on the analyzed alternatives, BUMDes Sepenuh Hati received a facilitator recommendation from the fish farming group (Pokdakan) to assist in managing the fishery potential of Loa Duri Ilir Village.

PERAN ETIKA DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN WEWENANG DI KEPOLISIAN

Danur Permadi, Nadia Putri Marpaung, Rara Kharisma Dewi
Abstract: Kasus-kasus penyalahgunaan wewenang oleh polisi marak dilakukan kendati telah ada kode etik yang mengatur tingkah dan laku para anggota polisi, namun demikian, kasus penyalahgunaan wewenang tidak bisa minimalkan. Penelitian… ian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran etika profesi dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian dan kendala apa saja yang dihadapi dalam implementasi etika profesi untuk mencegah penyalahgunaan wewenang oleh anggota kepolisian. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pustaka atau library research yaitu data penelitian sepenuhnya bertumpu pada data-data pustaka yang diperoleh dari sumber-sumber kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan dan teknik analisis data dilaksanakan dengan metode deksriptif. Adapun hasil penelitian ini: Peran etika profesi dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian sebagai instrumen pencegah etika profesi dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian. Kendala utama dalam implementasi etika profesi untuk mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian di antaranya meliputi minimnya pembinaan secara berkesinambungan bagi para anggota polri, budaya kerja yang buruk yang mendukung terlaksananya penyalahgunaan wewenang, kurangnya refleksi diri, ketidakseimbangan moral dan kekuasaan serta diri yang tidak berkeinginan untuk mematuhi kode etik. Kesimpulan penelitian ini bahwa etika profesi berperan penting dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian dengan memberikan panduan moral dan prinsip integritas bagi anggota Polri. Penerapan sanksi tegas diharapkan menciptakan efek jera. Namun, implementasinya menghadapi kendala seperti minimnya pembinaan, budaya kerja yang buruk, kurangnya refleksi diri, serta ketidakseimbangan moral dan kekuasaan yang menghambat kepatuhan terhadap kode etik.

GAMBARAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN SELEDRI PADA LANSIA Ny.M DENGAN HIPERTENSI DI DESA DATAR WILAYAH PUSKESMAS SUMBANG I KABUPATEN BANYUMAS

Laora Windari, Dwi Astuti, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Latar belakang: Gaya hidup modern bisa meningkatkan tingkat stress, kebiasaan merokok, serta mengkonsumsi minuman berakohol serta kopi yang berlebihan, bisa menyebabkan berbagai penyakit, termauk hipertensi. Pravelensi hipertensi… ipertensi di usia lanjut masih cukup tinggi, 40% dengan angka kematian sekitar 65 tahun. Angka kejadian hipertensi lebih banyak pada wanita 37% dan laki-laki 28%. Hipertensi tidak dapaat dipulihkan sepenuhnya, namun dapat diatur dengan pengawasan Kesehatan yang teratur. Seledri adalah salah satu contoh bentuk pengobatan herbal yang digunakan dalam menangani kasus hipertensi. Tujuan: Menggambarkan manfaat pemberian rebusan daun seledri dalam menurunkan tekanan darah pada lansia yang mempunyai hipertensi. Metode:  Menggunakan metode studi kasus dengan responden yang memiliki tekanan darah sistolik 140/90mmHg dan tekanan darah diastolic 159/99mmHg dengan hipertensi Stadium I. Hasil: Terdapat penurunan tekanan darah pada lansia dengan pemberian rebusan daun seledri sebanyak 200cc di pagi dan sore hari selama 5 hari dengan hasil pre 153/75mmHg dan nilai post 146/79mmHg. Kesimpulan: Rebusan daun seledri dapat menurunkan tekanan darah pada lansia.     Kata kunci: Daun Seledri., Hipertensi., Lansia 

PELAKSANAAN PROGRAM PERBAIKAN GIZI BALITA DALAM PENCEGAHAN STUNTING OLEH DINAS KESEHATAN KOTA PEKANBARU

Rozalinasari, Rozalinasari, Nurmasari, Nurmasari
Abstract: Dalam mengatasi dan mengurangi kasus gizi buruk di Kota Pekanbaru, dinas kesehatan telah melakukan berbagai upaya dalam kasus gizi buruk ini, sehingga agar dapat mencapai target hingga dibawah1%. Adapun bentuk dari tindakan… kan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dalam mengenai kasus gizi buruk. Selain dengan tindakan-tindakan yang telah dilakukan, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru terus melakukan kerjasama seoptimal mungkin dengan instansi-instansi terkait yang berkaitan dalam penanganan kasus gizi buruk ini, seperti dengan puskesmas, kader di setiap daerah, maupun dengan kecamatan. Sehingga kasus gizi buruk ini selalu dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan nantinya akan dapat mengurangi kasus gizi buruk yang ada di Kota Pekanbaru.  Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan menjelaskan implementasi program gizi masyarakat sudah terpenuhi dengan baik dan hambatan-hambatannya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dan kuantitatif. Adapun populasid an sampel dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Kesehatan Dinkes Pekanbaru, Kepala Seksi Gizi Masyarakat, Kepala Pusekesmas tiga orang, Pegawai Dinas Sebanyak dua orang dan orang tua bayi yang terkena Gizi buruk. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Implementasi Program Perbaikan Gizi Masyarakat Oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru belum terimplementasi sepenuhnya. Hal ini dapat dilihat dari dalam perencanaan kegiatan yang telah dibuat tidak semua kegiatan mendapat anggaran baik itu APBD maupun APBN, karena keterbatasan anggaran yang ada dan lebih memgutamakan penganggaran untuk kegiatan yang direncanakan dapat lebih cepat menurunkan gizi buruk sehingga pelaksanaan perbaikan gizi untuk Kota Pakanbaru dapat menurun jumlah kasus gizi buruknya, adanya beberapa posyandu yang tidak aktif, hal ini menandakan masih kurangnya peran kader untuk membantu mensukseskan jalannya program ini. Hambatannya yaitu anggaran yang kurang, Kualitas pelayanan posyandu yang tidak aktif dan peran masyarakat yang tidak aktif. 

PENDIDIKAN INKLUSIF TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS DI SLB NEGERI KELEYAN BANGKALAN

Ayu Wulandary , Olivia, Harsiwi , Nova Estu
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Pendidikan inklusif di Sekolah Luar Biasa Negeri Keleyan Bangkalan yang mencakup analisis terhadap upaya yang telah dilakukan dan tantangan yang masih dihadapi untuk mengintegrasikan… ngintegrasikan siswa penyandang disabilitas sepenuhnya dalam sistem pendidikan. Ini melibatkan evaluasi terhadap strategi pendidikan, fasilitas yang tersedia, serta kesadaran dan penerimaan sosial terhadap penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan inklusif di SLB Negeri Keleyan Bangkalan ini telah membuat langkah signifikan dalam menyediakan akses pendidikan yang lebih adil dan inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas, termasuk tunanetra dan tunarungu. Melalui penyediaan fasilitas dan sumber daya khusus yang memenuhi kebutuhan belajar siswa penyandang disabilitas, sekolah telah berupaya memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka.