Abstract:Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru…
kelas rendah dan kelas tinggi terhadap program PPG dalam meningkatkan kompetensi mengajar di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara tertutup yang dilakukan terhadap dua orang guru sekolah dasar, yaitu seorang guru kelas rendah dan seorang guru kelas tinggi. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menjelaskan respons narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru memiliki persepsi positif terhadap program PPG. Program PPG dinilai mampu meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru melalui pemahaman materi pembelajaran, strategi dan model pembelajaran inovatif, serta penyusunan modul ajar sesuai Kurikulum Merdeka. Materi PPG bersifat fleksibel sehingga dapat diterapkan di kelas rendah maupun kelas tinggi, meskipun penerapannya perlu disesuaikan dengan karakteristik siswa di masing-masing jenjang. Faktor pendukung implementasi hasil PPG meliputi inovasi pembelajaran dan kreativitas guru, sedangkan faktor penghambat utamanya adalah keterbatasan fasilitas sekolah. Dengan demikian, program PPG memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas mengajar guru dan diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas di era abad ke-21.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pembelajaran motorik dasar yang dihadapi oleh guru PJOK pada jenjang sekolah dasar kelas rendah di MI Baitul Huda Semarang.…
Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur dengan guru dan siswa, observasi lapangan yang sistematis, serta dokumentasi kurikulum. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan terpenting dalam penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran berlangsung aktif dan berbasis permainan, terdapat hambatan struktural berupa keterbatasan sarana-prasarana serta hambatan pedagogis terkait heterogenitas kemampuan siswa yang sulit dikondisikan. Lebih lanjut, ditemukan adanya kesenjangan antara aktivitas fisik yang tinggi dengan pemahaman konseptual siswa yang masih rendah, di mana pembelajaran cenderung bersifat intuitif-pragmatis namun belum berbasis pada asesmen diagnostik yang sistematis. Refleksi atas temuan ini mengungkap bahwa ketergantungan pada teacher agency atau kreativitas individu guru dalam memodifikasi alat belum cukup untuk mengatasi persoalan tanpa dukungan kebijakan institusional. Sebagai kontribusi, penelitian ini memberikan peta jalan bagi pengembangan model pembelajaran PJOK yang lebih holistik, yang tidak hanya menekankan pada keaktifan fisik, tetapi juga mengintegrasikan penguatan konsep dan diferensiasi instruksional yang responsif terhadap tahap perkembangan anak. Hasil studi ini diharapkan menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dalam merancang program pendampingan guru dan penataan alokasi sumber daya yang lebih tepat sasaran guna menjamin optimalisasi kompetensi motorik dasar pada fase kritis perkembangan anak.
Abstract:Perkembangan teknologi digital telah mendorong penggunaan Google Form sebagai instrumen pengumpulan data dalam penelitian pendidikan, termasuk pada jenjang sekolah dasar. Namun, penggunaan instrumen digital memerlukan perhatian…
rhatian terhadap kredibilitas data yang dihasilkan agar hasil penelitian tetap valid dan dapat dipercaya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kredibilitas data pada penggunaan Google Form dalam penelitian pendidikan sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka (literature review) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa Google Form memiliki berbagai keunggulan, antara lain mudah digunakan, efisien, hemat biaya, serta mampu mengolah data secara otomatis dan real-time. Meskipun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi kredibilitas data, seperti keterbatasan akses internet, kemampuan teknologi peserta didik yang masih berkembang, potensi kecurangan dalam pengisian respons, serta keterbatasan fitur pada beberapa jenis pertanyaan. Untuk meningkatkan kredibilitas data, diperlukan validasi ahli, uji validitas dan reliabilitas instrumen, triangulasi data, pelatihan pengguna, penyesuaian desain instrumen dengan karakteristik siswa sekolah dasar, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Dengan penerapan strategi tersebut, Google Form dapat menjadi instrumen pengumpulan data yang kredibel dan efektif dalam penelitian pendidikan sekolah dasar.
Abstract:Perkembangan teknologi digital dan tuntutan pendidikan yang semakin kompleks, sekolah-sekolah Islam di Indonesia dituntut untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses pendidikan guna menghasilkan generasi yang kompeten…
ompeten dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi manajemen berbasis Islam dalam pengembangan kompetensi guru di SMPIT Manba'ul Ulum di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta analisis dokumentasi terkait kebijakan manajemen berbasis Islam yang diterapkan di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen berbasis Islam di SMPIT Manba'ul Ulum telah dilakukan dengan baik, terutama dalam aspek pengelolaan kurikulum, pengembangan kompetensi guru, dan pengembangan karakter siswa. Namun, terdapat tantangan dalam pelatihan guru mata pelajaran umum yang belum sepenuhnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara optimal. Selain itu, evaluasi terhadap penerapan manajemen berbasis Islam masih perlu diperkuat untuk memastikan keberlanjutannya. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan pelatihan dan pembinaan guru, serta penguatan sistem evaluasi untuk memastikan bahwa manajemen berbasis Islam diterapkan secara maksimal. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan model manajemen pendidikan berbasis Islam yang lebih efektif dan aplikatif dalam konteks era Society 5.0.
Abstract:Fenomenologi dan hermeneutika merupakan dua pendekatan filosofis yang berperan penting dalam memahami realitas sosial dan pengalaman manusia. Fenomenologi menekankan pada pengungkapan makna pengalaman subjektif individu…
sebagaimana dialami secara langsung, sedangkan hermeneutika berfokus pada proses penafsiran makna terhadap teks, bahasa, dan tindakan sosial dalam konteks historis dan kultural tertentu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar, karakteristik, serta relevansi fenomenologi dan hermeneutika dalam kajian ilmu sosial dan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan terhadap karya-karya utama para tokoh fenomenologi dan hermeneutika. Hasil kajian menunjukkan bahwa fenomenologi dan hermeneutika memiliki keterkaitan yang erat dan saling melengkapi dalam upaya memahami makna terdalam dari pengalaman manusia. Fenomenologi memberikan landasan deskriptif terhadap pengalaman hidup, sementara hermeneutika memperkaya pemahaman melalui proses interpretasi yang dialogis dan kontekstual. Dengan demikian, integrasi kedua pendekatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metodologi penelitian kualitatif yang berorientasi pada pemahaman makna.
Abstract:Epistemologi modern merupakan landasan filosofis penting dalam memahami hakikat, sumber, dan validitas pengetahuan yang berimplikasi langsung terhadap pengembangan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara…
komparatif aliran-aliran utama dalam epistemologi modern, yaitu rasionalisme, empirisme, kritisisme, pragmatisme, dan positivisme, serta menganalisis implikasinya bagi pengembangan kurikulum dan pembelajaran dalam konteks Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rasionalisme menekankan peran akal sebagai sumber utama pengetahuan, empirisme menitikberatkan pengalaman indrawi, sementara kritisisme berupaya mensintesiskan keduanya. Selanjutnya, pragmatisme memandang kebenaran dari segi manfaat praktis, sedangkan positivisme menekankan verifikasi empiris melalui metode ilmiah. Implikasi epistemologi modern dalam PGMI terlihat pada pengembangan kurikulum yang holistik, tidak dogmatis, dan integratif antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam, serta pada pembelajaran yang mendorong penalaran logis, pengalaman langsung, pemikiran kritis, dan pemecahan masalah nyata. Selain itu, pemahaman epistemologi modern menuntut transformasi peran guru PGMI menjadi fasilitator yang reflektif dalam membimbing siswa membangun pengetahuan secara aktif. Dengan demikian, epistemologi modern memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, relevan, dan bermakna di Madrasah Ibtidaiyah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi landasan ontologis dalam perspektif Islam yang berakar pada worldview Tauhid dan pengaruhnya terhadap konsep kebenaran ilmu di Sekolah Dasar (SD). Tantangan pendidikan saat ini…
ni adalah dominasi paradigma sekuler-positivistik yang memisahkan antara dimensi fisik dan metafisik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi pustaka (library research) dengan analisis deskriptif-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ontologi Islam memandang realitas sebagai kesatuan ayat-ayat Allah yang mencakup alam syahadah dan alam gaib. Worldview Tauhid berperan sebagai integrator yang meniadakan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Implikasinya pada pendidikan dasar adalah redefinisi kebenaran ilmu yang tidak hanya berhenti pada fenomena empiris, tetapi juga mengarah pada pengenalan Sang Pencipta (Ma’rifatullah). Kurikulum SD harus mengintegrasikan nilai Tauhid agar ilmu pengetahuan menjadi sarana pembentukan karakter dan keimanan siswa sejak dini.
Abstract:Integrasi sains dan Islam merupakan upaya menyatukan pengetahuan empiris dengan nilai-nilai wahyu dalam suatu kerangka keilmuan yang holistik dan tidak terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar…
sar integrasi, istilah-istilah semakna, serta urgensi penerapannya dalam konteks keilmuan dan pendidikan Islam modern. Secara teoretis, integrasi dipahami sebagai proses penyelarasan dan perpaduan antara disiplin ilmu agar tercipta hubungan yang koheren dan saling melengkapi. Dalam perspektif Islam, integrasi menegaskan kembali prinsip unity of knowledge yang memandang bahwa seluruh ilmu berasal dari satu sumber kebenaran, yaitu Allah SWT. Pembahasan ini juga menyoroti urgensi integrasi dalam mengatasi dikotomi ilmu yang memisahkan antara sains dan agama, sekaligus menegaskan pentingnya nilai-nilai Islam sebagai pedoman etis dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sains dan Islam berperan penting dalam membangun paradigma pendidikan yang holistik, mendorong perkembangan sains yang beretika, serta memberikan arah spiritual dan moral bagi inovasi ilmiah. Dengan demikian, integrasi sains dan Islam tidak hanya memiliki landasan filosofis yang kuat, tetapi juga relevan dalam menjawab tantangan peradaban modern dan mewujudkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta berorientasi pada kemaslahatan umat manusia.
Abstract:Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak autis kelas III SD di SKh Elok Asri yang menunjukkan perilaku maladaptif berupa perilaku mengupil menggunakan jari dan perilaku menjilat jari setelah mengupil. Perilaku tersebut…
tersebut menyebabakan subjek mimisan,
kurang fokus dalam pembelajaran dan pengerjaan tugas. Melihat permasalahan tersebut,
peneliti akan mencoba melakukan modifikasi perilaku berupa penerapan metode
Differential Reinforcement Of Alternative Behavior (DRA) pada subjek. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apakah metode DRA dapat mengurangi perilaku maladaptif
yang ditunjukkan subjek. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Single Subject
Research (SSR) dengan desain A-B-A. Pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan teknik observasi dan dianalisis menggunakan ststistik deskripstif yang
disajikan dalam bentuk tabel dan garfik. Frekuensi perilaku mengupil di sekolah pada
baseline (A2) 37 lebih kecil dari hasil baseline (A1) 47. Adapun frekuensi perilaku
menjilat jari setelah mengupil pada fase baseline 2 (A2) adalah 32 yang hasilnya dibawah
fase baseline 1 (A1) 41. Selanjutnya perilaku mengupil di rumah pada baseline (A2) 26
lebih kecil dari hasil baseline (A1) 31. Adapun frekuensi perilaku menjilat jari setelah
mengupil pada fase baseline 2 (A2) adalah 18 yang hasilnya dibawah fase baseline 1
(A1) 25. Hasil penelitian yang dilakukan di sekolah dan di rumah menunjukan bahwa
metode DRA dapat mengurangi perilaku maladaptif pada subjek.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara interaksi sosial dan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada gejala rendahnya motivasi belajar siswa yang…
diduga berkaitan dengan kurang optimalnya kualitas interaksi sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Sampel berjumlah 36 siswa kelas V SDN Palem 2 Ngawi yang diambil secara total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert 4 poin sebanyak 10 item untuk masing-masing variabel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson, dengan syarat uji normalitas dan linearitas terlebih dahulu dipenuhi. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara interaksi sosial dan motivasi belajar siswa dengan nilai r = 0,856, p = 0,000, dan r² = 0,733. Artinya, interaksi sosial memberikan kontribusi sebesar 73,3% terhadap variasi motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan bahwa interaksi sosial berperan penting dalam membentuk semangat dan keterlibatan belajar siswa sekolah dasar.