Search Articles & Publications

Showing 1325 articles found for "Luas"

THE ROLE OF FEATURE SELECTION IN ENHANCING THE ACCURACY OF AI ASSISTANT AUTO-LABELING

Julianto, Indri Tri, Kurniadi, Dede, B. Balilo Jr, Benedicto, Rohman, Fauza
Abstract: Abstract: The development of AI assistants such as Gemini and ChatGPT can significantly assist in daily human tasks. In the field of Sentiment Analysis, AI assistants can be utilized as an automated labeling alternative… to provide positive, negative, or neutral sentiments within a dataset. This research aims to enhance the performance of AI assistants in automated labeling processes by employing the Feature Selection algorithm, specifically Forward Selection. The methodology involves utilizing the Naïve Bayes and K-NN algorithms, and subsequently improving accuracy through the Feature Selection algorithm. The evaluation is conducted using K-Fold Cross Validation. Research findings indicate an improvement in the accuracy of the best model, which is ChatGPT, when using the Naïve Bayes algorithm and Shuffled Sampling technique. The initial accuracy of 79.09% increased to 87.18% after Feature Selection was applied. This demonstrates the effectiveness of Feature Selection, particularly Forward Selection, in enhancing the accuracy performance of the model.             Keywords: ai; assistant; chat gpt; feature selection; gemini.     Abstrak: Pekembangan Asisten AI seperti Gemini dan Chat GPT dapat membantu pekerjaan manusia sehari-hari. Dalam bidang Analisis Sentimen, Asisten AI dapat digunakan sebagai alternatif pelabelan otomatis untuk memberikan sentimen positif, negatif atau netral dalam suatu dataset. Penlitian ini bertujuan untuk meningkatkan performa yang dihasilkan oleh Asisten AI dalam proses pelabelan otomatis menggunakan Algortima Feature Selection yaitu Forward Selection. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan Algoritma Naïve Bayes dan K-NN kemudian hasil akurasi akan ditingkatkan menggunkan Algoritma Feature Selection. Evaluasi yang digunakan adalah K-Fold Cross Validation. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan akurasi model terbaik berada pada Chat GPT dengan menggunakan Algoritma Naïve Bayes dan Teknik Shuffled Sampling, dari nilai akurasi awal sebesar 79.09%, setelah ditingkatkan menggunakan Feature Selection, maka nilai akurasinya meningkat menjadi 87.18%. Hal ini membuktikan peran Feature Selection, dimana yang digunakan adalah Forward Selection dalam meningkatkan akurasi ternyata memang efektif dalam meningkatkan performa akurasi model.   Kata kunci: ai; assisten; chat gpt; feature selection; gemini  

IOT BASED SMART HOME SIMULATION (INTERNET OF THINGS)

Ardianto, Yeheskiel Hency, Widiasari, Indrastanti Ratna
Abstract: Abstract: The development of Internet of Things (IoT) technology has significantly impacted life, particularly in creating more efficient and secure smart homes. Smart homes integrate various electronic devices to enhance… e comfort and energy efficiency. However, cost, integration complexity, and security issues remain. This study will simulate an IoT-based smart home system to analyse and evaluate device performance before real-world implementation. The simulation method involves testing connectivity and evaluating delay and packet loss using the ping method on each device. Results show the highest delay on CCTV devices at 41.8 ms and the lowest on motion detector 2 at 32.8 ms, with 0% packet loss. According to TIPHON standards, the network is rated excellent with an index of 4. The designed smart home system demonstrates optimal performance and is feasible for implementation but requires further development in configuration using AI and machine learning technologies.             Keywords: internet of things; simulation; smart home; testing     Abstrak: Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan, terutama dalam pengembangan rumah pintar (smart home) yang lebih efisien dan aman. Smart home mengintegrasikan berbagai perangkat elektronik untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi energi. Meskipun demikian, tantangan seperti biaya, kompleksitas integrasi, dan isu keamanan masih ada. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan sistem smart home berbasis IoT guna menganalisis dan mengevaluasi kinerja perangkat sebelum implementasi nyata. Metode simulasi yang digunakan melibatkan pengujian konektivitas dan evaluasi delay serta packet loss dengan metode ping pada setiap perangkat. Hasil menunjukkan delay tertinggi pada perangkat CCTV sebesar 41.8 ms dan terendah pada motion detector 2 sebesar 32.8 ms, dengan packet loss 0%. Berdasarkan standar TIPHON, jaringan dinilai sangat baik dengan indeks 4. Sistem smart home yang dirancang menunjukkan kinerja optimal dan layak diimplementasikan, namun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut dalam konfigurasi menggunakan teknologi AI dan machine learning.     Keywords: internet of things; pengujian; simulasi; smart home

THE BEST PRESCHOOL RECOMMENDATION APPLICATION USING THE ELECTRE METHOD

Siregar, Iqbal Kamil, Handoko, Wiwin
Abstract: Abstract: This research aims to build a recommendation system that can help parents determine the best Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) using the ELECTRE (Elimination and Choice Translating Reality) method. The electre method… ethod was chosen because of its ability to handle Multi-Criteria Decision Making (MCDM) problems, which allows evaluating alternatives based on various relevant criteria. This system is designed to identify and assess PAUD based on a number of important criteria, such as facilities, location, teacher-student ratio, curriculum, accreditation and reputation. Each criterion is given a weight according to its level of importance, which is determined based on parental preferences and applicable educational standards. Data is collected from various sources and processed using artificial intelligence techniques to ensure accuracy and relevance. The electre method is then used to evaluate and compare between PAUD. The research results show that the recommendation system developed is able to provide accurate and relevant PAUD recommendations, as well as increasing user satisfaction in the PAUD selection process. This research makes a significant contribution to the field of decision support systems and education, by showing the practical application of the electre method in determining the best PAUD. It is hoped that the results of this research can inspire the development of similar recommendation systems in other educational fields, as well as help in improving the quality of early childhood education through the use of advanced technology. Keywords: artificial intelligence; electre method; multi-criteria decision making (mcdm); paud.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem rekomendasi yang dapat membantu orang tua dalam menentukan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terbaik dengan menggunakan metode ELECTRE (Elimination and Choice Translating Reality). Metode electre dipilih karena kemampuannya dalam menangani masalah Multi-Criteria Decision Making (MCDM), yang memungkinkan evaluasi alternatif berdasarkan berbagai kriteria yang relevan. Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi dan menilai PAUD berdasarkan sejumlah kriteria penting, seperti fasilitas, lokasi, rasio guru-murid, kurikulum, akreditasi dan reputasi. Setiap kriteria diberikan bobot sesuai dengan tingkat kepentingannya yang ditentukan berdasarkan preferensi orang tua dan standar pendidikan yang berlaku. Data dikumpulkan dari berbagai sumber dan diproses menggunakan teknik kecerdasan buatan untuk memastikan akurasi dan relevansi. Metode electre kemudian digunakan untuk melakukan evaluasi dan perbandingan antar PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem rekomendasi yang dikembangkan mampu memberikan rekomendasi PAUD yang akurat dan relevan, serta meningkatkan kepuasan pengguna dalam proses pemilihan PAUD. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan pada bidang sistem pendukung keputusan dan pendidikan, dengan menunjukkan aplikasi praktis dari metode electre dalam penentuan PAUD terbaik. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menginspirasi pengembangan sistem rekomendasi serupa di bidang pendidikan lainnya, serta membantu dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui pemanfaatan teknologi canggih. Kata kunci: kecerdasan buatan; metode electre; multi-criteria decision making (mcdm); paud.

IMPLEMENTATION OF THE USE E-CRM IN IMPROVING OPERATIONAL EFFICIENCY AND PROFITABILITY AT GALLERYPARFUME WEB-BASED

Syahillah, Bella, Irawati, Novica, Dewi, Muthia
Abstract: Abstract: Gallery Parfume Shop is a business engaged in cosmetics located on Jalan Merdeka, Simpang Empat, Kec. Tanjung Tiram, Kab. Batu Bara, North Sumatra. In the procedures and management of sales management at Gallery… y Parfume is still done manually, the reports are still recorded in notes the impact of this is that Gallery Parfume has difficulty in evaluating their sales performance, identifying market trends, and planning effective sales strategies and also difficulty building loyalty. Therefore, a system is needed, by implementing E-CRM at Gallery Parfume can get new customers, improve customer relationships, and retain customers, which will ultimately create customer loyalty and to measure the increase in profitability resulting from the use of E-CRM into a web-based application so that it will later facilitate increasing sales, customer loyalty, and saving operational costs. The method used to collect and analyze this research data is a qualitative method. It is expected that through this web application it can also build a database to make it easier for Gallery Parfume to search for data and reports. Keywords: consumers; e-crm; stores   Abstrak: Toko Gallery Parfume merupakan usaha yang bergerak dibidang kosmetik yang berada dijalan Merdeka, Simpang Empat, Kec. Tanjung Tiram, Kab. Batu Bara, Sumatera Utara. Dalam prosedur dan manajemen pengelolaan penjualan di Gallery Parfume masih dilakukan secara manual, laporan nya masih tercatat  di notes dampak dari hal tersebut gallery Parfume kesulitan dalam mengevaluasi kinerja penjualan mereka, mengidentifikasi tren pasar, dan merencanakan strategi penjualan yang efektif  juga kesulitan membangun loyalitas. Maka dengan hal itu diperlukan sebuah sistem, dengan menerapkan E-CRM di Gallery Parfume dapat memperoleh pelanggan baru, meningkatkan hubungan dengan pelanggan, dan mempertahankan pelanggan, yang pada akhirnya akan terciptanya loyalitas pelanggan dan untuk mengukur peningkatan profitabilitas yang dihasilkan dari penggunaan E-CRM kedalam bentuk aplikasi berbasis web agar nantinya memudahkan dalam peningkatan penjualan, loyalitas pelanggan, dan penghematan biaya operasional. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data penelitian ini dengan metode kualitatif. Diharapankan melalui aplikasi web ini juga dapat membangun database guna memudahkan Gallery Parfume dalam mencari data dan laporan. Kata Kunci: e-crm; konsumen; toko

TOWARDS SPATIAL INFORMATION SYSTEM ADOPTION USING EXTENDED TAM AND IS SUCCESS MODEL

Anjani, Heni, Inan, Dedi I., Juita, Ratna, Sanglise, Marlinda
Abstract: Abstract: By leveraging digital technology, Laporkitong enhances transparency and accountability, as well as facilitates public participation in the oversight and enforcement processes related to land use and natural resource… ource management. The Laporkitong website functions as an online reporting application aimed at documenting instances of spatial planning violations in the West Papua Province. The lack of public knowledge about the Laporkitong application has led to numerous issues. Therefore, an analysis of the adoption of the Laporkitong application is necessary. This study aims to investigate the influence of Perceived Quality, Perceived Control, and Perceived Ease of Use factors as determinants of the residents' willingness to use the Laporkitong application, employing the Technology Acceptance Model (TAM) and DeLone and McLean IS Success (IS D&M) theories. As many as 160 valid respondents are gathered based purposive sampling technique and evaluated using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results inform that all seven hypotheses are accepted with the R-square of the intention to use is 0.273 indicationg 27.3% variance of the model can determine the outcome. Further discussion and conclusion regarding the implication of theoretical and practical contribution are also discussed.             Keywords: laporkitong; perceived control; perceived ease of use; perceived quality; technology acceptance model   Abstrak: Dengan memanfaatkan teknologi digital, Laporkitong meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta memfasilitasi partisipasi publik dalam proses pengawasan dan penegakan terkait penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam. Website Laporkitong berfungsi sebagai aplikasi pelaporan online yang bertujuan untuk mendokumentasikan pelanggaran perencanaan tata ruang di Provinsi Papua Barat. Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap aplikasi Laporkitong menyebabkan banyak permasalahan. Maka dari itu perlu dilakukan analisis mengenai adopsi pada aplikasi Laporkitong. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh faktor Kualitas yang Dirasakan, Kendali yang Dirasakan, dan Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan sebagai penentu keinginan penduduk untuk menggunakan aplikasi Laporkitong, dengan menggunakan Model Penerimaan Teknologi (TAM) dan teori Kesuksesan Sistem Informasi (IS D&M) DeLone dan McLean. Sebanyak 160 responden valid dikumpulkan berdasarkan teknik purposive sampling dan dievaluasi menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa semua tujuh hipotesis diterima dengan R-square niat untuk menggunakan adalah 0,273, menunjukkan bahwa 27,3% variasi model dapat menentukan hasilnya. Diskusi lebih lanjut dan kesimpulan mengenai implikasi kontribusi teoritis dan praktis juga dibahas.   Kata kunci: laporkitong; pengendalian yang dirasakan; kemudahan penggunaan yang dirasakan; kualitas yang dirasakan; model penerimaan teknologi  

IDENTIFICATION OF CAPABILITY LEVELS OF MEDIS CARE INFORMATION SYSTEM USING COBIT 2019

Pamungkas, Ardian, Fardana, Nouvel Izza, Widodo, Aris Puji, Adi, Kusworo
Abstract: Abstract: In the health sector, information technology was initially used for exchanging information between patients and doctors, health services, and exchanging health documents. The aim of applying information technology… ogy to the health sector is to increase the effectiveness and efficiency of the performance of doctors and clinic staff. This research uses COBIT 2019 as a framework for evaluating information technology governance. Primary data is collected directly from the research subjects through observation and interviews, while secondary data is sourced from other materials, such as documents or websites related to the research subject. This research focuses on Risk Profile and I&T Related Issues, with domains: APO11 – Managed Quality, and APO13 – Managed Security. Through interviews and evaluation, each priority objective was found to be at capability level 2 with ratings of 100% and 86% respectively. There are no significant gaps between the current capability levels; both are at level 2. Keywords: auditing; COBIT 2019; telemedicine     Abstrak: Di sektor kesehatan, teknologi informasi awalnya digunakan untuk pertukaran informasi antara pasien dan dokter, layanan kesehatan, dan pertukaran dokumen kesehatan. Tujuan penerapan teknologi informasi di sektor kesehatan adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja dokter dan staf klinik. Penelitian ini menggunakan COBIT 2019 sebagai kerangka kerja untuk mengevaluasi tata kelola teknologi informasi. Data primer dikumpulkan langsung dari subjek penelitian dengan melakukan pengamatan dan interaksi langsung, sementara data sekunder diperoleh dari sumber lain. didapatkan dari jurnal atau situs website yang berkaitan dengan subjek penelitian. Penelitian ini berfokus pada Risk Profile dan I&T Related Issues, dengan domain : APO11 – Managed Quality, dan APO13 – Managed Security. Melalui wawancara dan evaluasi, setiap tujuan prioritas ditemukan berada pada level kapabilitas 2 dengan nilai masing-masing 100% dan 86%. Tidak ada kesenjangan signifikan antara tingkat kapabilitas saat ini; keduanya berada pada level 2.   Kata kunci: audit; COBIT 2019; telemedis

EVALUATING LABORATORY WEBSITE USABILITY THROUGH THE SYSTEM USABILITY SCALE (SUS)

Ma'wa, Safarah Putri, Damayanti, Friska, Etruly, Niki
Abstract: Abstract: The Manual Drawing Laboratory and Computer Laboratory of the Furniture Design Study Program are some of the infrastructures used to support learning and practicum in the Polytechnic of Furniture Industry and Wood… od Processing. Services at these two laboratories utilize the Laboratory website which can be accessed publicly via the address https://labdesainfurnitur.poltek-furnitur.ac.id/, in which the purpose of developing the website is to simplify the process for stakeholders to access information regarding practicum activities conducted in the laboratories. Ease of access to this information needs to be evaluated, especially related to usability on the website. The evaluation of the laboratory website's usability is performed using the System Usability Scale (SUS) method, which provides a structured approach to measuring the effectiveness and user experience of the website. It is hoped to obtain a representation of the user's experience of the function and appearance of the laboratory website as advice on what features might be developed to improve the services. According to the results of data processing from 44 respondents, the average SUS score was 59.32. Based on this score, the Acceptability Range category is still in the marginal range, meaning there are still several things that need to be corrected or improved so the website can help in the daily operational activities of the laboratory.             Keywords: laboratory; SUS; usability; user; website     Abstrak: Laboratorium Gambar dan Laboratorium Komputer Program Studi Desain Furnitur merupakan sarana penunjang praktikum di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu. Pelayanan pada kedua laboratorium ini telah memanfaatkan website yang dapat diakses secara publik melalui alamat https://labdesainfurnitur.poltek-furnitur.ac.id/, pemanfaatan website bertujuan untuk memudahkan para pengguna dalam memperoleh informasi seputar kegiatan praktikum di laboratorium di setiap waktu. Adanya pemanfaatan teknologi informasi tersebut perlu dievaluasi untuk mengetahui kegunaan website bagi para pengguna serta sebagai masukan untuk pengelola laboratorium dalam mengembangkan website di masa mendatang. Evaluasi website laboratorium dilakukan dengan metode System Usability Scale (SUS). Melalui evaluasi kegunaan pada website laboratorium diharapkan diperoleh representasi pengalaman pengguna terhadap fungsi dan tampilan website laboratorium dan diperoleh saran fitur-fitur yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan di laboratorium. Data yang diperoleh sebanyak 44 responden menghasilkan skor SUS dengan rata-rata 59,32. Berdasarkan skor tersebut, rentang akseptabilitas website masih berada pada rentang marginal, sehingga masih ada beberapa fitur yang perlu ditingkatkan agar website dapat membantu kegiatan operasional laboratorium sehari-hari.   Kata kunci: kegunaan; laboratorium; pengguna; SUS; website

LITERATURE REVIEW OF THE APPLICATION FRAMEWORK IN THE ENTERPRISE ARCHITECTURE OF SECONDARY SCHOOLS

Lubis, Rivaldi, Panjaitan, Erwin Setiawan
Abstract: Abstract: The widespread use of information and communication technology (ICT) has enhanced effectiveness and quality in management, research, and education at educational institutions. In this digital age, secondary schools… ools are required to improve operational efficiency and educational strategies through the use of information technology. Therefore, the implementation of an enterprise architecture (EA) framework is crucial to ensure a strategic alignment between educational goals and technology. However, before implementing the framework, schools must evaluate various factors that influence the suitability and effectiveness of EA, including current technology needs, staff competencies, existing infrastructure conditions, and other factors. This study gathers and analyzes data from related studies, and the results indicate the importance of understanding EA principles to optimize academic and administrative processes. By considering variables in the selection of the EA framework, evaluating school readiness, and identifying existing challenges, this research aims to assist secondary schools in effectively implementing EA. The expected outcome of this research provides theoretical support for the adoption of EA, thus facilitating more efficient strategic and operational planning in secondary schools.       Keywords: enterprise architecture; framework; information and communication technology; secondary school.    Abstrak: Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara luas telah meningkatkan efektivitas dan kualitas dalam manajemen, penelitian, dan pendidikan di institusi pendidikan. Di era digital ini, sekolah menengah dituntut untuk meningkatkan efisiensi operasional dan strategi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu, penerapan framework arsitektur enterprise (EA) menjadi penting untuk memastikan aliansi strategis antara tujuan pendidikan dan teknologi. Namun, sebelum penerapan framework dilakukan, sekolah harus mengevaluasi berbagai faktor yang mempengaruhi kesesuaian dan efektivitas EA, termasuk kebutuhan teknologi terkini, kompetensi staf, kondisi infrastruktur yang ada, dan faktor lainnya. Penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data dari studi terkait, hasilnya menunjukkan bahwa pentingnya pemahaman tentang prinsip-prinsip EA untuk mengoptimalkan proses akademik dan administratif. Dengan mempertimbangkan variabel-variabel dalam pemilihan framework EA, evaluasi kesiapan sekolah, dan identifikasi tantangan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah menengah dalam mengimplementasikan EA secara efektif. Diharapkan hasil dari penelitian ini memberikan kontribusi teoretis yang mendukung pengadopsian EA, sehingga memfasilitasi perencanaan strategis dan operasional yang lebih efisien di sekolah menengah. Kata kunci:arsitektur enterprise; framework; sekolah menengah; teknologi informasi dan komunikasi.  

ANALYSIS OF PUBLIC OPINION SENTIMENT REGARDING POLICE INSTITUTIONS BASED ON TWITTER USING THE SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) METHOD

Sirojudin, Said Ahmad, Susanti, Try, Aribangsa, Mhd Theo
Abstract: Abstract: Twitter occupies the top position of the most popular social media platform in Indonesia. Police and other related issues were the subject of much discussion. The aim of this research is to analyze public sentiment… ment towards the National Police Agency using Twitter with the support vector machine method. The research started by crawling Twitter data. The data contains a total of 6,925 entries for three keywords. Next, we move on to the preprocessing stage consisting of (cleaning, case folding, tokenization, and filtering). Next is the tf-idf feature extraction stage, finally the classification and evaluation stage. The results of manual data inspection (73:27) showed accuracy of 70.66%, precision of 70.68%, and recall of 99.76%. Testing the second data (82:18), found accuracy 86%, precision 86.21%, recall 99.71%. The results of manual data checking (82:18) showed accuracy of 70.66%, precision of 70.68%, recall of 99.76%. Testing the second data (82:18), found accuracy 86%, precision 86.21%, recall 99.71%. From the data system testing results (80:20), accuracy was 87.55%, positive precision 87.53%, negative precision 88.24%, positive recall 99.48%, and negative recall. the rate is 99.48.% – The result is 21.43%. Data testing results (60:40) showed accuracy of 86.89%, positive precision of 86.84%, negative precision of 88.46%, positive recall of 99.61%, and negative recall of 16.43%. Single test data validation system (80:20), accuracy 87.55, overall test cross validation system (k fold 5 accuracy) 86.673%. Keywords: data mining;police agencies;support vector machines   Abstrak: Twitter menduduki posisi teratas platform media sosial terpopuler di Indonesia. Polisi dan masalah terkait lainnya menjadi pokok bahasan banyak pembicaraan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sentimen masyarakat terhadap Badan Kepolisian Nasional menggunakan Twitter dengan  metode support vector machine. Penelitian dimulai dengan  crawling  data Twitter. Data memuat total 6.925 entri dari tiga kata kunci. Selanjutnya beralih ke tahap preprocessing terdiri dari (pembersihan, pelipatan kasus, tokenisasi, dan pemfilteran). Selanjutnya tahap ekstraksi fitur tf-idf, terakhir tahap klasifikasi dan evaluasi. Hasil pemeriksaan data manual (73:27) menunjukkan akurasi 70,66%, presisi 70,68%, dan recall 99,76%. Menguji data kedua (82:18), menemukan akurasi 86%, presisi 86,21%, recall 99,71%. Hasil pemeriksaan data secara manual (82:18) menunjukkan akurasi 70,66%, presisi 70,68%, recall 99,76%. Menguji data kedua (82:18), menemukan akurasi 86%, presisi 86,21%, recall 99,71%. Dari hasil pengujian sistem data (80:20), akurasi 87,55%, presisi positif 87,53%, presisi negatif 88,24%, recall positif 99,48%, dan recall negatif. tarifnya adalah 99,48.% – Hasilnya 21,43%. Hasil pengujian data (60:40) menunjukkan akurasi 86,89%, presisi positif 86,84%, presisi negatif 88,46%, recall positif 99,61%, dan recall negatif 16,43%. Uji tunggal sistem validasi data (80:20), akurasi 87,55, uji keseluruhan sistem validasi silang  (akurasi k fold 5) 86,673%.   Kata Kunci: data mining;instansi kepolisian;mesin vektor pendukung

ANALYSIS OF SOFTWARE QUALITY USING THE FURPS+ MODEL

Puspita, Safriya Murni, Ardhani, Alvina Waihda, Retnaningrum, Dea Ayu, Firmansyah, Afreza Restu, Rolliawati, Dwi
Abstract: Abstract: Software quality analysis is essential to ensure applications are reliable, efficient, and meet user needs. The FURPS+ model (Functionality, Usability, Reliability, Performance, Supportability, plus) provides a… comprehensive framework for evaluating software quality. This study analyzes the implementation of Software Quality Assurance (SQA) in the SKEK UINSA application, a Learning Management System (LMS) designed to record extracurricular activities of UINSA students. With 100 respondents (lecturers, students, and alumni), the research employs a quantitative approach to examine both functional and non-functional aspects. The results show that functionality and usability aspects scored an average of 71%, reliability 66%, performance 61%, supportability 79%, and additional factors (plus) 64%. Overall, the SKEK UINSA application demonstrates good quality in terms of functionality, ease of use, performance, and flexibility.   Keywords: FURPS+; Reliability; SKEK; Validity; Quantitative Method     Abstrak: Analisis kualitas perangkat lunak penting untuk memastikan aplikasi andal, efisien, dan sesuai kebutuhan pengguna. Model FURPS+ (Functionality, Usability, Reliability, Performance, Supportability, plus) menawarkan kerangka komprehensif untuk evaluasi kualitas perangkat lunak. Penelitian ini menganalisis penerapan Software Quality Assurance (SQA) pada aplikasi SKEK UINSA, aplikasi semacam LMS (Learning Management System) untuk mencatat kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa UINSA. Dengan 100 responden (dosen, mahasiswa, dan alumni), penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengkaji aspek fungsional dan non-fungsional. Hasilnya, aspek functionality dan usability memiliki persentase rata-rata 71%, reliability 66%, performance 61%, supportability 79%, dan faktor tambahan (plus) 64%. Secara keseluruhan, aplikasi SKEK UINSA menunjukkan kualitas baik dalam fungsi, kemudahan penggunaan, kinerja, dan fleksibilitas.   Kata kunci: FURPS+;  Metode Kuantitatif ; SKEK; Validitas; Reliabilitas