Abstract:Dalam data mining, penelitian mengenai klasifikasi kelulusan mahasiswa sudah pernah dilakukan oleh peneliti lain. Sebagian besar penelitian tersebut difokuskan pada identifikasi variabel prediktor. Ada banyak penelitian…
dalam literatur terdahulu yang menjelaskan faktor-faktor apa saja yang dapat mensukseskan proses pengklasifikasian kelulusan mahasiswa. Pemilihan penggunaan algoritma Naive Bayes, dan pada penelitian ini didasarkan pada beberapa alasan, yaitu: Selain ketiga algoritma tersebut sama-sama mudah diimplementasikan dan sama-sama dapat memberikan hasil yang baik dalam kasus klasifikasi, ketiga algoritma tersebut juga mempunyai beberapa keunggulan masing-masing. Implementasi data training sebanyak 51 data dengan algoritma Naive Bayes berhasil memprediksi besarnya kelulusan mahasiswa dengan persentase keakuratan sebesar 74,67%, Sebanyak 184 mahasiswa sebagai data uji yang dihasilkan penelitian ini bahwa mahasiswa yang akan lulus tepat waktu sebanyak 42 mahasiswa atau sekitar 22,8% dari jumlah data testing dengan keakuratan sebesar 74,67%, Bagi Prang Studi Teknik Informatika berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pihak jurusan sebagai bahan pertimbangan bahwa dari jumlah data testing sebanyak 184 mahasiswa yang diperdiksi lulus tepat waktu sekitar 22,8% dan jumlah tidak tepat waktu 77,2%.
Abstract:Pendukung keputusan dengan menggunakan metode Fuzzy AHP dalam menentukan kualitas tanaman. Kualitas tanaman dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal seperti gen, hormon, dan faktor ekternal nutrisi, cahaya matahari,…
ari, tingkat kelembapan, suhu, dan tanah. Seperti yang terjadi pada Desa Delo Khususnya Tanaman Kopi. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat diambil kesimpulan, jenis tanah menjadi prioritas utama dengan bobot prioritas 0.934, kemudian tinggi dengan bobot prioritas 0.065, dan jenis pupuk dengan bobot prioritas 0. Dengan adanya Sitem Pendukung Keputusan ini berpengaruh postif terhadap Pemilihan tanaman kopi terbaik tidak lagi secara Subjektif melainkan penilaian secara Objektif karena berdasarkan kriteria yang sudah di tentukan dan Implementasi sistem pendukung keputusan telah berhasil dibagun untuk menciptakan suatu keputusan yang memungkinkan untuk menghasilkan keputusan yang lebih objektif, termanifestasikan dalam bentuk daftar peringkat alternatif penilaian kualitas tanaman kopi.
Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui bagaimana kompetensi manajerial kepala sekolah dan pengaruhnya terhadap kinerja guru pada SMA Serba Bakti Suryalaya. Penelitian ini didasarkan pada pemikiran bahwa perbedaan…
Kepala Sekolah dalam Memimpin Guru akan menghasilkan hasil yang berbeda dalam pencapaian kinerja. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan jenis desain sequential explanatory designs. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMA Serba Bakti Suryalaya dengan sampel 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kompetensi manajerial kepala sekolah di SMA Serba Bakti Suryalaya berada pada kategori sangat baik dengan presentase 88,53%, (2) Kinerja guru di SMA Serba Bakti Suryalaya berada pada kategori baik dengan presentase 78,48%.
Abstract:Proses penyempurnaan tolak air adalah proses pemberian senyawa kimia pada permukaan kain dengan cara melapisi benang-benangnya, yang bertujuan untuk meningkatkan daya pakai kain agar dapat menahan pembasahan atau penetrasi…
si air yang jatuh diatas permukaan. Salah satu kain yang digunakan adalah pada kain kapas dan poliester. Berdasarkan hasil penelitian penyempurnaan tolak air dengan variasi Fluoro dan variasi parafin didapatkan bahwa penyempurnaan tolak air dengan variasi Fluoro 1 menghasilkan uji siram yang paling baik yaitu dengan nilai uji siram 100 dan yang kurang baik yaitu dengan nilai uji siram 0. penyempurnaan tolak air dengan variasi flouro 2 menghasilkan uji siram yang baik yaitu dengan nilai uji siram 80 dan yang kurang baik yaitu dengan nilai uji siram 50. penyempurnaan tolak air dengan variasi parafin menghasilkan uji siram yang baik yaitu dengan nilai uji siram 70.
Abstract:Remaja merupakan suatu kondisi peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang usianya terbagi menjadi 3 kelompok yaitu remaja awal (Early Adoloscence) usia 10-12 tahun, remaja madya (Middle Adoloscence) usia 13-15 tahun dan…
remaja akhir (Late Adoloscence) usia 16-19 tahun Fase ini merupakan masa penentuan seseorang sebelum menginjak ke usia dewasa, pada masa ini individu akan mengalami banyak perubahan pada aspek perkembangan dan pertumbuhan, serta membutuhkan segala sesuatu untuk melewati masa perkembangannya .Tujuan Penelitian Mengetahui adanya hubungan pernikahan dini dengan dampak biologis bagi remaja putri di Poskesdes Desa Dalam. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif yaitu suatu desain yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif / statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotetsis yang telah ditetapkan. Hasil Analisis univarian dalam penelitian ini menyajikan usia saat responden pertama kali menikah, kejadian anemia dan perdarahan saat persalinan. distribusi frekuensi berdasarkan usia remaja saat pertama kali menikah didapatkan bahwa dari 25 responden yang diteliti, persentase tertinggi adalah usia 16-19 tahun yaitu 20 responden (80%) sedangkan usia 10-15 tahun sebanyak 5 responden (20%). Kesimpulan Sebagian besar pernikahan dini dilakukan pada usia 16-19 tahun yaitu sebanyak 20 jiwa dan 10-15 tahun sebanyak 5 jiwa, Sebagian besar ibu yang melakukan pernikahan dini mengalami anemia sebanyak 8 jiwa (16-19 tahun) dan 5 jiwa (10-15 tahun). Sedangkan ibu yang melakukan pernikahan dini melewati proses persalinan dengan perdarahan sebanyak 15 jiwa (16-19 tahun) dan 1 jiwa (10-15 tahun)
Abstract:Fenomena permasalahan yang terjadi di lapangan dalam melaksanakan program KIA di Kabupaten Karimun sampai saat ini masih banyak anak yang belum memiliki Kartu Identitas Anak dikarenakan ada beberapa penyebab yaitu minimnya…
mnya antusias warga khususnya para orang tua di Kabupaten Karimun terhadap KIA dan masih minimnya informasi terkait tentang KIA bahkan setiap anak di wajibkan untuk memiliki kartu identitas dan masih banyak manfaat atau kegunaan KIA di Kabupaten Karimun karena sampai dengan hari ini masih sama belum menjadi prioritas syarat wajib di instansi pemerintah bahkan swasta serta tidak ada berlaku sanksi bagi orang tua atau anak yang belum memiliki KIA dan apa yang dirasakan bagi masyarakat, peneliti ingin mengkaji lebih lanjut mengenai “Implementasi Program Kartu Identitas Anak (KIA) Di Kabupaten Karimun. Objek penelitian ini adalah implementasi Kartu Identitas Anak (KIA) penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pedoman wawancara menggunakan teori David C Korten yang berindikator, Indikator Program yaitu Program adalah berkaitan dengan hal ini adalah tujuan yang ingin dicapai secara jelas yaitu implementasi Kartu Identitas Anak (KIA) adanya tujuan kebijakan dalam mencapai tujuan pengimplementasian Kartu Identitas Anak (KIA) adanya strategi dalam pelaksanaan pengimplementasian KIA. Indikator Pelaksana yaitu Kelompok sasaran harus ada kesesuaian antara kelompok sasaran dengan organisasi pelaksana untuk dapat memperoleh hasil program yang sesuai dengan kelompok sasaran program, dalam hal ini yang menjadi sasaran anak dibawah umur 17 tahun ke bawah. Indikator Sasaran Pelaksana yaitu pelaksanaan harus ada kesamaan antara program organisasi pelaksana yaitu kesamaan antara tugas yang di syaratkan oleh program dengan kemampuan organisasi dalam hal ini dinas kependudukan dan pencatatan sipil dalam pengimplementasian KIA oleh karena itu kemampuan implementator merupakan SDM yang memperngaruhi keberhasilan implementasi dalam hal ini pengimplementasian KIA.
Abstract:Keadaan Pendidikan yang ada di Desa Mapur bahwasanya pendidikan yang ada di Desa Mapur khususnya tingkat SD dan SMP di Mapur masih minim, belum memiliki fasilitas yang baik. Selain fasilitas yang menjadi alasan, kesadaran…
n orang tua dan juga anak-anaknya sangat minim terhadap pentingnya Pendidikan, maka diperlukan peran dari Dinas Pendidikan untuk lebih memperhatikan Pendidikan di desa tersebut. Secara esensi tujuan Pendidikan menjadi pembentukan manusia yang hanya bukan dapat menyesuaikam diri, hayati dalam masyarakat melainkan, lebih asal itu yang bagaimana mampu menyumbang perubahan bagi masyarakat serta memiliki sebagai orang penyeimbang masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori Biddle dan Thomas uang menggunakan empat indicator, yakni harapan, norma, wujud perilaku, evaluasi dan sanksi, jensi penelitian yangdigunakan adalah penelitian desktrifif kaulitatif. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dinas Pendidikan yang berperan dalam menangani kesenjangan Pendidikan di desa mapur, kecamatan bintan pesisir kabupaten bintan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa harapan dari para wali murid dan para tenaga pendidik yaitu adanya penambahan guru bahasa inggris dan alat transprotasi yang diharapkan bisa beroperasi jalan setiap hari. Dalam melaksanakan peran Dinas Pendidikan mengutamakan norma dan berpegang teguh kepada Undang-Undang 23 Tahun 2014. Wujud nyata yang terlihat jelas yaitu adanya pembagian baju seragam gratis, apembagian alat tulis gratis serta adanya kartu Indonesia pintar bagi siswa siwsi yang kurang mampu. Evaluasi dan sansksi para wali murid mengnaytakan bahwa dinas pantas mendapatkan penilain yang positif dan juga para tenaga Pendidikan berkata demikian bahwa dinas layak mendapatkan penilaian yang positif hanya saja ada beberapa hal yang harus di evaluasi.
Abstract:Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran seni musik bernyanyi lagu daerah secara unisono melalui penerapan model pembelajaran Problem…
Based Learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan mulai dari merencanakan pembelajaran, melaksanakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dari siklus I sampai siklus II dan seterusnya sampai diperoleh rekomendasi, hasil belajar peserta didik dan daya serap klasikal peserta didik pada siklus belajar terakhir tuntas. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 15 Kerinci. Jumlah peserta didik kelas VIII yang diteliti sebanyak 16 orang. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 07 Januari 2023 – 05 Februari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran seni musik materi bernyanyi lagu daerah secara unisono mengalami peningkatan, mulai dari siklus I ke siklus II, Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan selama menggunakan model pembelajaran problem based learning. Peningkatan hasil belajar tampak pada jumlah peserta yang mencapai KKM bertambah banyak dan meningkat sebesar 32,14%. Nilai rata-rata hasil belajar di siklus I sebesar 71,66 dan pada siklus II rata- rata hasil belajar meningkat menjadi 85,69. Kemudian tanggapan dan sikap peserta didik terhadap model problem based learning yang diterapkan sangat positif.
Abstract:Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya khususnya materi pokok memahami gerak tari tradisional dengan menggunakan penerapan metode demonstrasi.…
si. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang bersifat konvensional yakni lebih terpusat pada guru. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya tentang gerak tari tradisional di kelas VIII 3 SMP Negeri 1 Kualasimpang melalui penerapan metode demonstrasi. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini yaitu memberikan sumbang pemikiran dalam merenovasi pembelajaran dari teacher center ke student center melalui penerapan metode demonstrasi. Dengan demikian, siswa akan terlibat secara langsung dalam mencari, menemukan, dan menggali pengetahuannya sendiri. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Data dalam penelitian ini diperoleh dari guru (observer) dan siswa melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan data hasil penelitian dari siklus I sampai siklus II, diperoleh data bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran melalui penerapan metode demonstrasi mengalami peningkatan secara signifikan dari pembelajaran sebelumnya yang menggunakan metode ceramah. Jadi, kesimpulannya adalah penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya tentang gerak tari tradisional berdasarkan unsur pendukung tari iringan di kelas VIII 3 SMP Negeri 1 Kualasimpang.
Abstract:Bullying cases in Indonesia occupy the top ranking. Bullying behavior often occurs when someone has shortcomings, both physically and mentally. The impact of bullying on students is in the form of decreased appetite, headaches,…
daches, embarrassment, and feeling afraid to socialize in social environments. Increasing students' understanding regarding bullying behavior can reduce bullying cases. Bullying can start from uncontrolled levels of aggressive behavior during childhood. However, this can be prevented by increasing supervision of negative associations from children and friends, starting from modeling good things, filtering out children's friends who have a positive effect. The aim of this intervention is to provide students with understanding and knowledge regarding bullying, its types, etc. Bullying affects both boys and girls. The method based on this intervention consists of 4 stages, namely needs assessment for the Counseling Guidance teacher, distribution of bullying questionnaires to students, Focus Group Discussion (FGD) with students, provision of materials and games in team building. The series of activities were attended by 40 students consisting of 20 men and 20 women from several representatives of departments at Bina Sriwijaya Indonesia Palembang Vocational School. The results of the intervention activities that have been implemented are that students feel openness in terms of both thoughts and feelings regarding bullying behavior. The service activities at Bina Sriwijaya Indonesia Palembang Vocational School have had a very good impact on the entire school community, especially students, subject teachers, guidance and counseling teachers and all staff and equipment at the school. The Principal welcomed and looked forward to further positive activities at Bina Sriwijaya Indonesia Palembang Vocational School. From the results of a questionnaire conducted on community service participants, 87.5% of students strongly agreed with socialization activities to overcome bullying and 12.5% agreed.