Abstract:Program internship ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan strategi digital marketing melalui content creation, graphic design, video marketing, dan penulisan artikel berbasis Search Engine Optimization…
(SEO) dalam meningkatkan brand awareness di PT Mitra Teknindo Sejati dan Agency Publishjurnalofficial. Kegiatan internship dilaksanakan selama tiga bulan di PT Mitra Teknindo Sejati dan dilanjutkan secara hybrid di Publishjurnalofficial dengan posisi sebagai Digital Marketing Intern. Metode pelaksanaan internship dilakukan melalui keterlibatan langsung dalam pembuatan konten media sosial, desain grafis untuk kebutuhan branding, produksi video promosi dan office life, serta penulisan artikel SEO berdasarkan riset kata kunci menggunakan tools digital marketing. Selain itu, penulis juga berpartisipasi dalam kegiatan operasional pendukung seperti meeting evaluasi, kunjungan warehouse, serta event pameran industri. Hasil dari kegiatan internship menunjukkan bahwa penerapan strategi digital marketing berbasis konten kreatif dan optimasi SEO mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan brand awareness perusahaan. Hal ini dibuktikan melalui terciptanya lebih dari 30 konten digital di PT Mitra Teknindo Sejati dan lebih dari 140 konten desain di Publishjurnalofficial, peningkatan followers media sosial, serta publikasi artikel SEO yang berhasil masuk halaman pertama Google Search Engine Results Page (SERP) dan Ringkasan AI Google. Selain memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan, internship ini juga meningkatkan kompetensi hard skill dan soft skill penulis di bidang digital marketing. Dengan demikian, program internship ini menjadi sarana efektif dalam mengintegrasikan teori manajemen dengan praktik kerja nyata di dunia industri.
Abstract:Amanat konstitusional "Tri Dharma Perguruan Tinggi" mewajibkan institusi pendidikan tinggi di Indonesia untuk mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna menjembatani wacana teoretis dengan…
ngan realitas sosial. Penelitian ini mengkaji program distribusi makanan yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Industri Universitas Widya Mataram (UWM) sebagai penerapan praktis dari logistik kemanusiaan. Dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini secara aktif melibatkan mahasiswa di setiap tahap, mulai dari identifikasi masalah hingga refleksi. Prinsip-prinsip teknik industri, khususnya logistik kemanusiaan, efisiensi distribusi, dan ergonomi lingkungan, diterapkan untuk mengelola distribusi paket dan memastikan keselamatan lalu lintas di Jalan Tatabumi Selatan yang padat kendaraan. Hasil dari pelaksanaan pada tanggal 13 Maret 2025 menunjukkan bahwa penggunaan Titik Distribusi Terpusat (Centralized Distribution Points/CDP) yang dimodifikasi dan manajemen antrean yang strategis telah berhasil menyediakan makanan bagi para komuter sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas dan mendukung UMKM lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa inisiatif semacam ini secara efektif mampu mengubah mahasiswa menjadi agen perubahan yang dapat memberikan solusi sosial yang inovatif. Program-program di masa depan sebaiknya mempertimbangkan penggunaan perangkat lunak optimasi rute dan memperluas kolaborasi dengan otoritas lokal untuk meningkatkan jangkauan sosial.
Abstract:Asthenopia didefinisikan sebagai keluhan subjektif penglihatan berupa penglihatan tidak nyaman, sakit dan kepekaannya berlebihan. Astenopia adalah sebagai suatu gejala subjektif penglihatan yang disebabkan karena penggunaan…
naan mata dalam pekerjaan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Astenopia adalah faktor yang disebabkan oleh hubungan erat dengan faktor Herediter (keturunan), jenis pekerjaan, jarak pandang, pola makan, usia, sinar ultraviolet dari cahaya matahari, riwayat penyakit, obat-obatan tertentu. Pembatasan masalah penelitian ini adalah Karena keterbatasan waktu yang dimiliki penulis maka penulis hanya mengambil 2 faktor saja yaitu: Jenis Pekerjaan dan usia. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia? Tujuan penelitian diketahui hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 54 responden, jumlah sampel diambil dari total populasi. Hasil analisa univariat, bivariat dan uji staitsik chi-square menunjukan ada hubungan bermakna antara jenis pekerjaan terhadap kejadian astenopia dengan p value: 0,001 < 0,1, ada hubungan bermakna antara usia dengan kejadian astenopia dengan p value: 0,000 < 0,1. Disarankan kepada pimpinan Optik Junjungan menentukan kebijakan untuk mengembangkan pelayanan kesehatan terutama terhadap kejadian astenopia serta dalam memberikan penjelasan secara detail kepada konsumen.
Abstract:Edukasi PHBS melalui praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) berperan penting dalam membentuk kebiasaan higienis anak sejak dini. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi CTPS terhadap pemahaman dan perilaku…
u motorik anak di BTN AL Kelurahan Entrop. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan observasi praktik mandiri. Hasil menunjukkan tingkat partisipasi peserta mencapai 95%, dengan 17 anak (85%) mampu mempraktikkan 6 langkah CTPS secara mandiri sesuai standar kesehatan. Penggunaan media lagu "Naik Becak" yang dimodifikasi efektif meningkatkan antusiasme dan memori anak dalam memperagakan gerakan. Selain itu, keterlibatan orang tua memperkuat keberlanjutan perilaku sehat di keluarga. Kesimpulannya, intervensi edukatif yang terstruktur dan partisipatif terbukti efektif membentuk kebiasaan CTPS pada anak-anak.
Abstract:Keberhasilan usaha budidaya ikan tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis produksi, tetapi juga oleh kemampuan pembudidaya dalam memahami potensi sumber daya alam, lingkungan, dan sosial ekonomi yang mendukung pengembangan…
an usaha secara berkelanjutan. Desa Sebakung Jaya, Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai Kampung Perikanan Budidaya Air Tawar, masih menghadapi keterbatasan pengetahuan pembudidaya mengenai potensi wilayah yang dapat dioptimalkan dalam sistem agribisnis perikanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pembudidaya tentang potensi wilayah yang mendukung usaha budidaya ikan air tawar yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sebakung Jaya dengan melibatkan 20 orang anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN). Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan difusi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) melalui pendekatan pedagogi yang dipadukan dengan presentasi, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Materi penyuluhan mencakup potensi sumber daya alam dan lingkungan, serta potensi sosial ekonomi, yang mendukung pengembangan komoditas unggulan ikan air tawar melalui upaya budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai potensi wilayah sebagai modal pengembangan usaha budidaya. Peningkatan tersebut tercermin dari tingginya partisipasi peserta dalam diskusi, kemampuan mengidentifikasi potensi wilayah, serta munculnya berbagai gagasan terkait penguatan kelembagaan dan strategi pemasaran hasil perikanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis potensi wilayah merupakan pendekatan yang efektif dalam memperkuat kapasitas pembudidaya menuju usaha budidaya ikan yang lebih produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara nilai-nilai Al-Qur'an dan peningkatan Quality of Life (QoL) di Kelurahan Serua melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Studi ini menggunakan metode studi kasus…
kualitatif dengan analisis data yang bersumber dari laporan tahunan Kelurahan Serua tahun 2022–2023 dan teori WHOQOL sebagai kerangka analisis. Latar belakang penelitian ditinjau dari disegernya kondisi sosial-ekonomi di Kelurahan Serua yang membutuhkan revitalisasi nilai spiritual dan sosial guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Metode pengumpulan data melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi berupa laporan resmi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Al-Qur'an seperti keadilan, kasih sayang, dan gotong-royong berperan penting dalam peningkatan kualitas hidup, baik dari aspek kesehatan, lingkungan sosial, maupun kesejahteraan psikologis. Implikasi kebijakan yang dihasilkan memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan pendekatan spiritual dalam program pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menyarankan agar kolaborasi antara aparat pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat diwujudkan secara berkelanjutan guna mencapai dampak yang terukur dalam perbaikan kualitas hidup. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat berbasis Al-Qur'an tidak hanya meningkatkan kesejahteraan material tetapi juga memperkokoh harmoni sosial dan spiritualitas masyarakat.
Abstract:Artikel ini mengkaji pemberdayaan masyarakat melalui perspektif Al-Qur'an dengan penekanan pada peningkatan kohesi sosial di Kelurahan Petukangan Selatan. Penelitian lapangan dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan…
engan teknik sampling purposive dan instrumen wawancara mendalam serta observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Al-Qur'an berkontribusi signifikan terhadap terbentuknya kohesi sosial, peningkatan rasa saling percaya, dan penguatan identitas keagamaan di tingkat komunitas. Temuan ini didukung oleh telaah literatur dan data empiris yang diperoleh di lapangan, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pemangku kebijakan dan praktisi pemberdayaan masyarakat. Studi ini menyoroti pentingnya peran Al-Qur'an dalam merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat yang berbasis nilai dan norma sosio-kultural, khususnya di lingkungan Kelurahan Petukangan Selatan. Dengan mengintegrasikan perspektif keislaman dan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat, penelitian ini menegaskan pentingnya peran Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dalam merancang kebijakan komunitas yang efektif, responsif, dan berkelanjutan. Sejalan dengan tujuan strategis dalam meningkatkan kohesi sosial, temuan ini diharapkan dapat mendorong refleksi mendalam dan inovasi dalam program-program pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan di Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi pada wacana akademis dan praktik lapangan dengan menyajikan model konseptual pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dan meningkatkan kohesi sosial secara signifikan. Diharapkan, penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan studi dan menguji relevansi model ini di konteks geografis dan kultural yang berbeda.
Abstract:Penelitian ini mengulas pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengajaran Al-Qur'an dan penerapan gaya hidup nol sampah di Kelurahan Pondok Cabe Udik, Tangerang Selatan. Tujuan utama kegiatan ini adalah…
lah meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur'an serta mengintegrasikan prinsip-prinsip keislaman dengan manajemen sampah organik di lingkungan sekitar Majelis Taklim. Penelitian ini menggunakan pendekatan partisipatif, observasional, dan evaluatif dalam rangka melihat efektivitas pengajaran serta dampak penerapan gaya hidup berkelanjutan pada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman keagamaan, kesadaran lingkungan, dan kemandirian dalam pengelolaan sampah setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian. Pembahasan difokuskan pada relevansi antara nilai-nilai Al-Qur'an dengan prinsip gaya hidup nol sampah, yang memberikan landasan konseptual untuk pembangunan karakter dan lingkungan hidup yang lestari. Rekomendasi praktis disampaikan guna mendukung pengembangan model pengabdian masyarakat yang integratif. Artikel ini diharapkan dapat berkontribusi bagi akademisi dan praktisi pengabdian masyarakat dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan upaya pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Pemahaman mendalam mengenai keterkaitan antara ajaran Al-Qur'an dan prinsip gaya hidup nol sampah memberikan dasar konseptual yang kokoh dalam menyusun program-program pengabdian masyarakat ke depan di tengah tantangan urbanisasi dan krisis lingkungan, sinergi antara pendidikan agama dan keberlanjutan lingkungan menjadi relevan untuk membangun komunitas yang lebih tangguh dan peduli. Hasil penelitian ini tidak hanya menjadi bahan evaluasi, tetapi juga sebagai acuan praktis bagi penyelenggara pengabdian masyarakat untuk terus mengembangkan model-model inovatif dalam mendidik dan memberdayakan masyarakat.
Abstract:Perkembangan teknologi digital menuntut peningkatan literasi digital sejak usia dini. Namun, pembelajaran coding di tingkat Sekolah Dasar (SD) masih terbatas dan belum terimplementasi secara optimal. Kegiatan Pengabdian…
kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pembelajaran coding menggunakan Scratch guna meningkatkan kemampuan Computational Thinking dan Critical Thinking siswa SD. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan berbasis proyek (Project-Based Learning), serta evaluasi melalui observasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun algoritma sederhana, menggunakan loop dan variabel, serta melakukan debugging program. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan problem solving. Luaran kegiatan berupa modul pembelajaran Scratch, produk proyek siswa (animasi dan game sederhana), dokumentasi kegiatan, serta publikasi artikel ilmiah. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat literasi digital dan pola pikir komputasional siswa sekolah dasar.
Abstract:Penggunaan gadget dan media sosial pada anak meningkat pesat, namun belum diikuti dengan kemampuan literasi dan kesehatan digital yang memadai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko seperti paparan konten tidak layak,…
, interaksi dengan orang asing di internet, serta penggunaan screen time berlebihan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak mengenai sehat di ruang digital dengan memberikan literasi digital, keamanan digital, dan penggunaan gadget sehat. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan melibatkan 20 anak RPTRA Malinjo Jakarta Selatan sebagai peserta utama, dua dosen Unas sebagai fasilitator, dan satu mahasiswa sebagai pendamping teknis. Metode yang digunakan adalah edukatif interaktif melalui penyampaian materi visual, video edukatif, diskusi partisipatif, simulasi kasus sederhana (learning by doing). Evaluasi dilakukan dengan melalui observasi partisipasi peserta, serta refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai batasan screen time sehat, etika berinternet, dan cara menjaga keamanan digital, yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test serta keaktifan peserta selama kegiatan. Selain itu, pengelola RPTRA memperoleh modul literasi digital sebagai panduan implementasi lanjutan. Program ini juga menghasilkan komitmen awal peserta untuk menerapkan perilaku penggunaan gadget yang lebih sehat. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif sebagai upaya edukasi preventif berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi dan kesehatan digital anak. Program berpotensi direplikasi pada komunitas serupa dengan pendekatan partisipatif dan media pembelajaran interaktif.