Abstract:Fraud atau kecurangan menjadi ancaman serius bagi berbagai organisasi, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Good Corporate Governance (GCG) dan audit internal terhadap…
ap pencegahan fraud pada berbagai jenis organisasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran artikel ilmiah di Google Scholar menggunakan kata kunci "Good Corporate Governance", "Audit Internal", dan "Pencegahan Fraud". Artikel yang terpilih kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk menemukan pola dan kesimpulan dari berbagai temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa GCG dan audit internal secara umum berpengaruh positif terhadap pencegahan fraud. Pengaruh paling kuat ditemukan ketika GCG dan audit internal diterapkan secara bersama-sama, bukan secara terpisah. Namun, tidak semua penelitian menunjukkan hasil yang signifikan, terutama ketika penerapannya masih bersifat formalitas dan belum didukung oleh budaya organisasi yang berintegritas. Perbedaan hasil juga dipengaruhi oleh sektor industri dan tingkat kematangan tata kelola masing-masing organisasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan lintas sektor dan metode yang memperlihatkan bahwa efektivitas GCG dan audit internal sangat bergantung pada komitmen nyata dari manajemen serta internalisasi nilai-nilai etis dalam organisasi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar mengkaji variabel moderasi seperti budaya organisasi dan komitmen manajemen, serta memperluas cakupan sektor penelitian agar hasilnya lebih representatif.
Abstract:Pasar modal merupakan industri berbasis kepercayaan (trust-based industry) yang idealnya mengedepankan prinsip transparansi dan keadilan publik. Namun, realitas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal tahun 2026 diwarnai oleh…
leh sanksi berat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap emiten PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dan PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) akibat kesalahan material laporan keuangan dan transaksi abnormal. Berbeda dengan riset terdahulu yang mengkaji kecurangan pasar secara parsial, penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan praktik manajemen laba (earnings management), transaksi orang dalam (insider trading), dan manipulasi pasar (saham gorengan) sebagai satu kesatuan mata rantai kejahatan kerah putih (white-collar crime), sekaligus membedahnya melalui tinjauan etika bisnis normatif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini menerapkan teknik analisis konten (content analysis) dan studi literatur komparatif terhadap data sekunder rilis resmi regulator serta laporan keuangan emiten. Pisau analisis yang digunakan mencakup Fraud Diamond Theory, Teori Keagenan (Agency Theory), Asimetri Informasi, serta Paradigma Integritas Manusia Utuh. Hasil penelitian menunjukkan adanya sinkronisasi kecurangan yang terstruktur dari hulu ke hilir. Tahap hulu (the setup) diawali dengan rekayasa akuntansi melalui penyalahgunaan kapabilitas manajemen. Ketimpangan informasi di hulu kemudian dimanfaatkan di tengah jalan (the leak) untuk membocorkan informasi material kepada jaringan afiliasi, yang bermuara pada transaksi semu di hilir (the execution) guna menjebak psikologi investor ritel demi keuntungan egoistik sepihak. Dari tinjauan etika utilitarianisme dan deontologi Immanuel Kant, mata rantai kejahatan finansial ini dinilai cacat moral secara mutlak karena mencederai kewajiban moral kejujuran (duty of honesty) dan mengeksploitasi investor publik semata-mata sebagai alat komersial (means to an end). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan sistem deteksi dini terintegrasi oleh regulator untuk memutus rantai kecurangan finansial di bursa nasional, Indonesia terutama ketika penerapannya masih bersifat formalitas dan belum didukung oleh budaya organisasi yang berintegritas. Perbedaan hasil juga dipengaruhi oleh sektor industri dan tingkat kematangan tata kelola masing-masing organisasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan lintas sektor dan metode yang memperlihatkan bahwa efektivitas GCG dan audit internal sangat bergantung pada komitmen nyata dari manajemen serta internalisasi nilai-nilai etis dalam organisasi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar mengkaji variabel moderasi seperti budaya organisasi dan komitmen manajemen, serta memperluas cakupan sektor penelitian agar hasilnya lebih representatif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembiasaan dalam membangun karakter santri putri, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terbentuk, serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan…
menghambat pelaksanaannya di Pondok Pesantren Nizamudin Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri atas pengasuh, ustadzah, dan pihak yang terlibat dalam pembinaan karakter santri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembiasaan diterapkan melalui kegiatan rutin seperti shalat berjamaah lima waktu, shalat tahajud, membaca Al-Qur’an, menjaga kebersihan lingkungan, melaksanakan tugas piket, serta membangun kepedulian sosial terhadap sesama. Penerapan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten mampu membentuk karakter religius, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, kepedulian sosial, akhlak, dan adab santri putri. Faktor pendukung keberhasilan pembiasaan meliputi lingkungan pesantren yang kondusif, keterlibatan aktif pengasuh dan ustadzah, pengawasan yang berkelanjutan, serta fasilitas yang memadai. Sementara itu, faktor penghambat berasal dari perbedaan latar belakang keluarga dan karakter masing-masing santri. Dengan demikian, metode pembiasaan terbukti efektif dalam membangun karakter santri putri di Pondok Pesantren Nizamudin.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pembinaan karakter Islami yang diterapkan di SDI Datok Sulaiman Palopo dalam membentuk perilaku siswa serta menganalisis pandangan guru, siswa, dan orang tua…
a terhadap efektivitas program pembinaan karakter Islami di SDI Datok Sulaiman Palopo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods), yaitu pendekatan yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu rangkaian penelitian. Metode kuantitatif digunakan untuk memperoleh data yang bersifat terukur, khususnya terkait pandangan guru, siswa, dan orang tua mengenai efektivitas program pembinaan karakter Islami melalui penyebaran angket, sedangkan metode kualitatif digunakan untuk memahami lebih dalam mengenai pelaksanaan program melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh secara langsung dari kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua, serta data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, dan sumber pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, inferensial, dan analisis kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pembinaan karakter Islami di SDI Datok Sulaiman Palopo telah berjalan dengan baik dan terstruktur melalui metode pembiasaan, keteladanan, dan integrasi nilai-nilai Islami dalam pembelajaran serta berpengaruh signifikan terhadap perilaku siswa, terutama dalam aspek religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak. Selain itu, pandangan guru, siswa, dan orang tua terhadap efektivitas program ini secara umum sangat positif, meskipun masih terdapat kendala dalam konsistensi penerapan nilai-nilai tersebut di luar sekolah sehingga diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga.
Abstract:Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Fisika merupakan salah satu program resmi nasional yang menuntut penguasaan konsep, penalaran matematis, dan kemampuan pemecahan masalah yang sistematis. Kegiatan pengabdian ini dilakukan…
kukan oleh dosen Fisika Fakultas Mipa Universitas Negeri Gorontalo melalui pendampingan dengan tujuan memperkuat kesiapan siswa peserta OSN Fisika SMA Negeri 3 Gorontalo ke tingkat Provinsi hingga Nasional. Kegiatan dilakukan sejak awal tahun yaitu Januari 2026 hingga ujian tingkat provinsi di Bulan Juli 2026 selama dua kali dalam seminggu menggunakan pendekatan partisipatif dan beriorientasi latihan soal. Kegiatan diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan, pemetaan kemampuan awal siswa, penguatan konsep, pembahasan soal nonrutin, latihan mandiri, diskusi, simulasi soal, serta refleksi umpan balik. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi mentor, lembar kerja siswa, latihan formatif, kinerja pada simulasi, dan umpan balik lisan maupun tertulis. Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan positif pada kemampuan siswa dalam mengenali prinsip fisika yang relevan, mengubah persoalan menjadi diagram dan persamaan, menyusun langkah penyelesaian, memeriksa satuan dan kewajaran jawaban, serta mengomunikasikan alasan penyelesaian. Siswa juga tampak lebih aktif dan percaya diri dalam diskusi. Kendala yang masih memerlukan penguatan adalah soal multikonsep, aljabar atau kalkulus tingkat lanjut, dan manajemen waktu. Peserta menilai penjelasan bertahap dan koreksi langsung sebagai bagian paling membantu, serta mengusulkan penambahan simulasi dan bank soal lanjutan. Kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah secara berkelanjutan diperlukan untuk membangun ekosistem pembinaan OSN Fisika yang terstruktur.
Abstract:Sampah organik merupakan komponen terbesar dalam timbulan sampah perkotaan di Indonesia, termasuk di Kota Tomohon. Permasalahan utama adalah rendahnya pemilahan sampah organik dari rumah tangga, sehingga menambah beban Tempat…
empat Pembuangan Akhir (TPA). Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya peserta lansia Prolanis di Puskesmas Matani, dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk bernilai seperti kompos dan pupuk cair melalui metode komposter galon tumpuk. Metode yang digunakan adalah penyebaran kuesioner kepada 53 peserta, diikuti edukasi dan demonstrasi praktik pengolahan sampah organik. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas peserta tidak mengalami kendala signifikan dalam menggunakan komposter, dengan kendala terbanyak adalah “belum mencoba” (2 responden). Rata-rata panjang jawaban kendala adalah 2,82 ± 0,88 kata, sedangkan saran peserta beragam dengan rata-rata panjang 4,19 ± 2,16 kata, yang menekankan perlunya edukasi berkelanjutan, peningkatan fasilitas, serta dukungan pemerintah. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada fokusnya terhadap kelompok lansia yang selama ini jarang dijadikan sasaran dalam program pengolahan sampah, namun terbukti mampu menerima inovasi teknologi sederhana. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis komunitas dapat mendukung kebijakan pemerintah Kota Tomohon dalam pengurangan sampah organik.
Abstract:Penanaman nilai-nilai Pancasila sejak jenjang sekolah dasar merupakan langkah penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai kebangsaan dan kewarganegaraan. Namun, pembelajaran Pendidikan Pancasila…
a yang masih didominasi oleh metode konvensional sering kali menyebabkan peserta didik kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik melalui pendekatan service learning dengan memanfaatkan media Puzzle Garuda Pancasila. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2026 di SDN Tambakaji 04 dengan melibatkan peserta didik kelas 3A dan 3B. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, pelaksanaan permainan edukatif menggunakan Puzzle Garuda Pancasila, serta evaluasi dan refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media Puzzle Garuda Pancasila mampu meningkatkan partisipasi dan antusiasme peserta didik selama proses pembelajaran. Selain itu, peserta didik menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai simbol-simbol sila Pancasila dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan konsep service learning melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan edukasi di sekolah. Dengan demikian, media Puzzle Garuda Pancasila dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk mendukung penanaman nilai-nilai Pancasila dan penguatan karakter peserta didik pada jenjang sekolah dasar.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi digital di berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Salah satu implementasi transformasi digital kesehatan di Indonesia adalah pemanfaatan aplikasi…
plikasi SatuSehat Mobile yang terintegrasi dengan sistem rekam medis elektronik. Namun, tingkat pengetahuan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, mengenai peran rekam medis dan pemanfaatan aplikasi kesehatan digital masih relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai peran rekam medis sebagai penyedia informasi kesehatan serta pentingnya menjaga kerahasiaan data kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SMA PGRI 4 Denpasar dengan melibatkan 25 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi persiapan, pre-test, sosialisasi, edukasi menggunakan pendekatan Community Based Interactive Approach (CBIA), post-test, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup pengenalan rekam medis elektronik, kerahasiaan data kesehatan, manfaat rekam medis, risiko kebocoran data, serta pemanfaatan aplikasi SatuSehat Mobile. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan yang masih terbatas dengan nilai dominan pada rentang 6–7 dari skor maksimal 10. Setelah diberikan sosialisasi dan edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana seluruh peserta memperoleh nilai maksimal 10. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan digital, pemahaman tentang rekam medis, serta kesadaran siswa terhadap pentingnya perlindungan data kesehatan pribadi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi kesehatan digital di kalangan pelajar dan mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan secara optimal dalam mendukung transformasi digital kesehatan nasional.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk sinergi budaya humanis Tzu Chi dan pendidikan akhlak dalam pembelajaran matematika, mengidentifikasi strategi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai humanis dan akhlak melalui…
i pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), serta mendeskripsikan tantangan implementasi beserta strategi penyelesaiannya pada konteks sekolah dasar multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif yang dilaksanakan di SD Tzu Chi Jakarta Utara. Informan penelitian terdiri atas guru matematika kelas VI, Kepala Departemen Matematika, dan peserta didik kelas VI yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang divalidasi dengan triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi budaya humanis dan pendidikan akhlak terwujud melalui konvergensi nilai Gan En dengan syukur, Zun Zhong dengan tasamuh, serta Ai Xin dengan mahabbah yang diimplementasikan secara inklusif dalam pembelajaran matematika berbasis RME. Strategi guru meliputi penyajian masalah kontekstual, proses matematisasi bertahap, diskusi kolaboratif, dan refleksi nilai sehingga pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman matematis, tetapi juga membentuk karakter humanis dan tanggung jawab sosial peserta didik. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan kompleksitas materi matematika, yang diatasi melalui perencanaan pembelajaran kolaboratif dan pengembangan activity sheet berbasis konteks nyata. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model integrasi budaya humanis, pendidikan akhlak, dan pembelajaran matematika berbasis RME pada sekolah dasar multikultural.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan metode, peran, serta faktor pendukung dan penghambat kegiatan halaqah tarbiyah dalam pembinaan akhlak mulia santri di Pondok Tahfidz Al-Qur’an Asy-Syafaat Kota Makassar. Penelitian…
ian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pembina, santri, dan orang tua santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak dilakukan melalui metode nasihat (mau‘izhah), pembiasaan (ta‘widiyah), serta pengawasan dan evaluasi (mutaba‘ah). Halaqah tarbiyah berperan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, membentuk kebiasaan positif, memberikan keteladanan, mengembangkan karakter religius, serta membangun kecerdasan emosional dan sosial santri. Keberhasilan pembinaan didukung oleh kompetensi dan keteladanan murabbi, program yang terstruktur, lingkungan pondok yang kondusif, dukungan orang tua, serta motivasi santri. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh pergaulan, teknologi dan media sosial, serta kurangnya sinergi antara pondok dan keluarga. Disimpulkan bahwa halaqah tarbiyah merupakan sarana pembinaan yang efektif dalam membentuk akhlak mulia dan karakter religius santri.