Search Articles & Publications

Showing 644 articles found for "Seluruh"

PENGARUH MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 2 LUWU UTARA

Fitri, Firman Patawri, Firmansyah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen sarana dan prasarana terhadap peningkatan kualitas layanan pembelajaran di SMA Negeri 2 Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan&#8230; jenis penelitian eksplanatori. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa sebanyak 65 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 53,85 (89,79%), sedangkan kualitas layanan pembelajaran berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 43,88 (91,34%). Hasil analisis regresi menunjukkan persamaan Y = 6,250 + 0,699X dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kedua variabel. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,651 menunjukkan bahwa 65,1% kualitas layanan pembelajaran dipengaruhi oleh manajemen sarana dan prasarana. Dengan demikian, semakin baik manajemen sarana dan prasarana, maka semakin tinggi kualitas layanan pembelajaran yang dihasilkan.

SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN

Hermanus Hamu Tukan, Sholahudin Alahyudi Hasan, Marianus Septian
Abstract: Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berbagai tradisi, spiritualitas selalu menjadi&#8230; i sumber kekuatan, pemaknaan, dan inspirasi yang tidak hanya hadir dalam ruang-ruang religius, tetapi mewarnai seluruh dinamika kehidupan manusia. Spiritualitas bukanlah sekadar konsep teoretis, melainkan suatu proses yang hidup, aktif, dan terus berkembang sesuai dengan pengalaman individu. Setiap manusia menjalani perjalanan spiritual yang unik, dan perjalanan itu hanya dapat dipahami melalui refleksi mendalam terhadap pengalaman hidup sehari-hari. Kehidupan manusia pada dasarnya merupakan perjalanan panjang yang memuat berbagai dinamika: kesuksesan dan kegagalan, sukacita dan duka, keteguhan dan keraguan, pertumbuhan dan kejatuhan. Dalam dinamika tersebut, spiritualitas hadir sebagai dasar nilai yang menuntun seseorang untuk bertanya, memahami, dan menghayati makna terdalam dari setiap pengalaman hidup. Spiritualitas kehidupan bukanlah sesuatu yang bersifat statis, tetapi berkembang dalam proses yang panjang seiring dengan pertumbuhan kesadaran manusia terhadap tujuan hidupnya. Melalui setiap pengalaman, manusia menemukan petunjuk baru, hikmah baru, dan pemahaman baru yang membawa dirinya menuju kedewasaan spiritual yang semakin utuh. Dalam konteks spiritualitas kehidupan, karya dan keteladanan seorang tokoh seperti Hendrikus Leven menjadi sangat penting untuk dikaji karena hidupnya mencerminkan perjalanan spiritual yang kaya, mendalam, dan inspiratif. Hendrikus Leven bukan hanya dikenal sebagai pribadi yang tekun dalam karya pelayanan, tetapi juga sebagai sosok yang menjadikan setiap langkah hidupnya sebagai ungkapan konkret dari spiritualitas yang matang. Karya-karyanya bukan sekadar kegiatan atau tugas formal, tetapi merupakan bentuk nyata dari penghayatan spiritualitas: pelayanan yang tulus, cinta kasih yang diwujudkan tanpa syarat, kerendahan hati yang mempengaruhi cara ia berelasi, serta kesederhanaan hidup yang menjadi cerminan kedalaman batinnya. Karena itu, perjalanan hidup Hendrikus Leven merupakan contoh nyata bagaimana spiritualitas dapat menjadi kekuatan utama yang membentuk karakter, sikap, pilihan hidup, serta komitmen dalam pelayanan. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menganalisis spiritualitas kehidupan sebagai sebuah perjalanan, dengan merujuk khusus pada karya dan pengabdian Hendrikus Leven. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, tulisan ini menguraikan konsep dasar spiritualitas, makna kehidupan, dinamika perjalanan spiritual, dan relevansinya dalam kehidupan manusia modern. Selanjutnya, kajian ini menelusuri bagaimana nilai-nilai spiritualitas seperti cinta kasih, kesederhanaan, kerendahan hati, syukur, pengampunan, keteguhan, dan harapan tercermin secara nyata dalam setiap aspek karya Hendrikus Leven. Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan bukanlah satu peristiwa yang terjadi sesekali, melainkan rangkaian perjalanan panjang yang terus berkembang melalui segala pengalaman hidup, sebagaimana tampak jelas dalam perjalanan Hendrikus Leven. Melalui penelitian dan refleksi ini, ditemukan bahwa spiritualitas kehidupan hanya dapat dipahami secara mendalam ketika manusia menjalaninya sebagai sebuah proses yang menyentuh seluruh aspek hidup: pikiran, perasaan, perilaku, relasi, dan karya. Spiritualitas bukan hanya soal ritual, tetapi tentang cara manusia memberi makna pada setiap langkah hidupnya. Hendrikus Leven menjadi gambaran nyata bahwa spiritualitas yang sejati selalu mengalir ke dalam tindakan nyata: pelayanan kepada sesama, komitmen pada kebaikan, kesediaan berkorban, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, serta ketekunan dalam menjalani panggilan hidup. Lewat karya-karyanya, ia memperlihatkan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang tidak hanya memperkaya batin pribadi, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi masyarakat dan lingkungan tempat ia berkarya. Kajian ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang manusia di dunia. Setiap pengalaman hidup mengajarkan sesuatu yang membentuk kedalaman batin. Setiap perjuangan menguatkan karakter. Setiap pelayanan membuka ruang baru bagi pertumbuhan iman. Dalam perspektif ini, spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan menuju kedewasaan manusia secara menyeluruh: kedewasaan iman, kedewasaan moral, kedewasaan emosional, dan kedewasaan sosial. Melalui perjalanan tersebut, manusia semakin memahami bahwa hidup bukan hanya tentang pencapaian materi atau status, melainkan tentang bagaimana ia dapat menjadi pribadi yang bermakna bagi sesama. Karya Hendrikus Leven menjadi inspirasi bahwa perjalanan spiritualitas adalah perjalanan untuk mencintai, mengampuni, melayani, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang bertolak dari pengalaman konkret manusia dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelayanan. Karya Hendrikus Leven menjadi contoh bahwa spiritualitas bukan hanya urusan batin, melainkan juga urusan tindakan nyata yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Studi ini menyimpulkan bahwa spiritualitas kehidupan adalah proses panjang yang mengintegrasikan nilai, pengalaman, refleksi, dan tindakan sehingga membentuk kesatuan hidup yang penuh makna. Perjalanan ini mengarah pada kedalaman hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta pada komitmen untuk menjalani hidup dengan cinta kasih, kerendahan hati, dan pengabdian yang tulus.

MENUMBUHKAN JIWA PANCASILA DI KALANGAN ANAK MUDA BANGSA MELALUI NILAI – NILAI ADAT DAN TRADISI LOKAL

Ursula Lodang Soge, Georinia Wasi Wekin
Abstract: Artikel ini mengkaji secara komprehensif upaya menumbuhkan jiwa Pancasila di kalangan anak muda bangsa melalui pemanfaatan nilai-nilai adat dan tradisi lokal sebagai fondasi pendidikan karakter. Dalam konteks modern, generasi&#8230; erasi muda Indonesia menghadapi perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang berlangsung sangat cepat, sehingga nilai-nilai kebangsaan kerap mengalami pergeseran makna maupun pengurangan relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menuntut adanya strategi pembinaan karakter yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memiliki kedekatan emosional, historis, dan kultural dengan kehidupan anak muda. Adat dan tradisi lokal yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara mengandung berbagai nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap sesama, solidaritas, kearifan spiritual, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur. Nilai-nilai tersebut selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila dan dapat menjadi sarana efektif dalam memperkuat pemahaman generasi muda terhadap identitas nasional. Melalui pendekatan kultural, pendidikan berbasis kearifan lokal dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas adat, dan organisasi kepemudaan. Proses internalisasi nilai dilakukan melalui pengenalan tradisi lokal, partisipasi aktif dalam kegiatan budaya, integrasi materi kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan, serta pembentukan ruang dialog yang memungkinkan anak muda memahami relevansi adat terhadap nilai-nilai Pancasila. Artikel ini menegaskan bahwa pelestarian adat dan tradisi bukan sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga merupakan strategi transformasi karakter yang mampu mendorong anak muda agar berperilaku sesuai dengan nilai Pancasila secara sadar dan konsisten. Dengan menghubungkan nilai Pancasila dengan realitas budaya yang dekat dengan kehidupan mereka, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan karakter nasionalisme, toleransi, dan tanggung jawab sosial di tengah tantangan global. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penguatan jiwa Pancasila melalui adat dan tradisi lokal merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter, berakar pada budaya bangsa, serta mampu menghadapi dinamika zaman tanpa kehilangan identitas keindonesiaannya.

PENGGUNAAN APLIKASI CAKE UNTUK MENINGKATKAN PENGUCAPAN BAHASA INGGRIS SISWA

Neng Wafa Nurmayesti, Handi Pabriana, Anisa Septya Megawati
Abstract: Studi ini menyelidiki efektivitas aplikasi Cake dalam meningkatkan keterampilan pengucapan bahasa Inggris siswa dan mengidentifikasi aspek kefasihan pengucapan mana yang menunjukkan peningkatan terbesar. Dengan menggunakan&#8230; an pendekatan kuantitatif, penelitian menggunakan desain pre-test dan post-test dengan 60 siswa kelas 11 di SMAI Nurul Huda, dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Pengumpulan data melibatkan tes pengucapan dan kuesioner, dianalisis melalui statistik deskriptif, N-Gain, dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Temuan ini mengungkapkan keuntungan yang signifikan dalam kelompok eksperimen, dengan skor meningkat dari 46,67 menjadi 81,73, dibandingkan dengan kelompok kontrol, yang hanya meningkat dari 50,93 menjadi 57,70. Siswa juga mengungkapkan persepsi positif tentang aplikasi Cake, mencatat peningkatan kefasihan dan kepercayaan diri mereka selama latihan pengucapan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa aplikasi Cake secara efektif meningkatkan keterampilan pengucapan bahasa Inggris siswa.

PERJALANAN SPIRITUALITAS HENRICUS LEVEN DAN SPIRITUAL KEHIDUPAN MANUSIA

Donatus Daga, Adrianus Tolan Kayan, Nelci Halla
Abstract: Artikel ini mengangkat dan mengkaji secara mendalam perjalanan spiritualitas Henricus Leven, seorang tokoh yang dikenal memiliki kedalaman refleksi batin, ketekunan dalam pencarian makna hidup, serta kemampuan untuk memadukan&#8230; dukan pengalaman spiritual dengan tantangan realitas modern.Spiritualitas dalam pandangan Henricus Leven tidak hanya berkaitan dengan ritual keagamaan atau praktik ibadah, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan manusia: hubungan dengan Tuhan, sesama, alam, serta kehidupan batin yang paling personal. Leven melihat spiritualitas sebagai sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan proses pengenalan diri, pergulatan, keheningan, kesadaran, dan transformasi. Ia memandang bahwa setiap manusia memiliki panggilan untuk menemukan Tuhan dalam pengalaman sehari-hari, baik melalui keberhasilan maupun kegagalan, melalui kebahagiaan maupun penderitaan. Pemahaman ini membuat spiritualitas menjadi sesuatu yang dekat, membumi, dan dapat dialami oleh siapa pun.Dalam artikel ini, dilakukan kajian mendalam mengenai bagaimana perjalanan spiritualitas dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Spiritualitas tidak hanya memperkaya kehidupan religius seseorang tetapi juga membentuk karakter, etika, pola pikir, dan cara manusia memaknai hidup. Spiritualitas berperan sebagai fondasi moral dan emosional yang menguatkan manusia ketika menghadapi kesulitan, tekanan hidup, kekecewaan, serta perubahan zaman. Selain itu, artikel ini juga mengangkat pandangan para ahli tentang definisi spiritualitas yang semakin berkembang seiring perubahan paradigma ilmu pengetahuan modern. Para ahli melihat spiritualitas sebagai pencarian makna, hubungan pribadi dengan yang transenden, dimensi terdalam manusia, serta kesadaran akan tujuan hidup.

DIMENSI SPIRITUALITAS MENURUT HENRICUS LEVEN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN MODEREN

Fransiskus Bloko Maran, Karolus Keu Narek, Laurensius Igo Molan
Abstract: Spiritualitas merupakan Dimensi Terdalam Dari kehidupan Manusia yang member makna,arah,Dan nilai Eksistensinnya dalam konteks Duinia modern yang serba cepat dan meateristik,Manusia sering kehilangan batin dan arah hidup.Hendricus&#8230; Hendricus Leven Seorang teolog dan pemikir sepiritualitas,menekankan bhawa sepiritualitas adalh cara hidup yang menyentuseluruh dimensi manusia,bukan hannya aspek keagamaan atau moral.(Leven,1998,p.27).Artikel ini menguraikan dimensi spiritualitas menurut Hedicus Leven,dan Di implementasikan dalam kehidupan Moderen.kajian ini juga menggunakan pendekatan deskriptif-analisis Berdasarkan kariya karya leven dan para pemikir Spiritualitas.Hasil analisis ini menunjukan bhawa Spiritualitas leven dapat menjadi sumber serta nilai orentasi manusia dalam kehidupan modern.           

PENGARUH PROMOSI DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BELI ULANG PADA DTOP CIPANENGAH SUKABUMI

Ramdani, Fahad, Hilal, Rizky, Ruswandi, Wawan
Abstract: Riset ini dilakukan guna menguak promosi dan kualitas layanan memengaruhi niat pembelian ulang konsumen di DTOP Cipanengan, Kota Sukabumi, baik secara parsial maupun simultan. Dalam riset ini mengimplementasikan desain kuantitatif&#8230; uantitatif dengan asosiatif. Populasinya mencakup seluruh konsumen yan bertransaksi pembelian di DTOP Cipanengah, Sukabumi, Selama Juli hingga September 2025, dengan total 1.350 konsumen. Sampel penelitian ditetapkan dengan formula Slovin dengan margin 10%, sehingga diperoleh 94 responden yang dipilih secara acak. Data Primer diiimplemnetasikan yang bersumber dari hasil penyebaran kuesioner lewat Google Form dan selanjutnya dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasilnya menguak adanya dampak yang baik dan kuat antara promosi  dan kualitas pelayana pada niat pembelian ulang Konsumen DTOP Cipanengah, Sukabumi baik secara mandiri maupun bersamaan

THE INFLUENCE OF PRICE PERCEPTION AND PRODUCT QUALITY ON CONSUMER SATISFACTION AT LEVIS MATAHARI SUKABUMI

Puteri Andini, Dea, Marwan Hanan , Ali, Ruswandi, Wawan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi harga dan kualitas produk terhadap kepuasan konsumen pada produk Levi’s di Matahari Department Store Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan&#8230; katan kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang membeli produk Levi’s di Matahari Sukabumi selama periode Juli–September 2025 sebanyak 180 konsumen. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 10%, sehingga diperoleh 64 responden yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel acak. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, serta persepsi harga dan kualitas produk secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,640 menunjukkan bahwa persepsi harga dan kualitas produk mampu menjelaskan sebesar 64% variasi kepuasan konsumen, sedangkan sisanya sebesar 36% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, seluruh hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan diterima. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pertimbangan praktis bagi perusahaan dalam menentukan strategi penetapan harga dan meningkatkan kualitas produk guna meningkatkan kepuasan konsumen. Kata kunci: Persepsi Harga, Kualitas Produk, Kepuasan Konsumen.

PENGARUH HARGA, PROMOSI, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ONLINE PADA PLATFORM SHOPEE DI UNIVERSITAS LINGGABUANA PGRI SUKABUMI

Nurrun Nisya, Widya, Nur Putri, Silva, Ruswandi, Wawan
Abstract: Perkembangan pesat e-commerce telah mengubah pola konsumsi masyarakat, termasuk mahasiswa yang semakin aktif melakukan pembelian online melalui platform Shopee. Keputusan pembelian online dipengaruhi oleh berbagai faktor,&#8230; , namun belum seluruhnya dipahami secara empiris pada konteks mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, promosi, dan kepercayaan terhadap keputusan pembelian online pada platform Shopee di kalangan mahasiswa Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel penelitian berjumlah 97 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria mahasiswa yang pernah melakukan pembelian di Shopee. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga, promosi, dan kepercayaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, yang dibuktikan oleh nilai F hitung sebesar 40,791 dengan tingkat signifikansi 0,000. Secara parsial, harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (t = 4,016; sig = 0,000), sementara kepercayaan menjadi variabel yang paling dominan (t = 3,836; sig = 0,000). Sebaliknya, promosi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (t = 0,382; sig = 0,704). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,554 menunjukkan bahwa 55,4% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harga dan kepercayaan merupakan faktor utama dalam mendorong keputusan pembelian online mahasiswa.

PENGARUH STRATEGI DIGITAL MARKETING DAN CUSTOMER ENGAGEMENT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK BOLU SILIWANGI (STUDI KASUS PADA KONSUMEN KOTA SUKABUMI)

Windy, Windy Novalianti, Azzahra, Hanni Melati, Prakoso, Sugih
Abstract: Riset ini bertujuan guna mencari dampak strategi digital marketing serta customer engagement terhadap keputusan pembelian produk Bolu Siliwangi oleh konsumen di Kota Sukabumi. Studi ini mengadopsi pendekatan kuantitatif&#8230; dengan metode survei, di mana data diperoleh melalui distribusi kuesioner kepada 97 responden yang dipilih secara purposif. Seluruh data penelitian kemudian diolah dan dianalisis melalui metode regresi linear berganda dengan dukungan software SPSS. Strategi digital marketing terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Customer engagement juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara bersama-sama, kedua variabel independen tersebut berkontribusi secara signifikan dalam memengaruhi keputusan pembelian dengan nilai koefisien determinasi (R Square)=0,568. Hal ini mengindikasikan bahwa Strategi Digital Marketing dan Customer Engagement mampu menjelaskan sebesar 56,8% variasi Keputusan Pembelian konsumen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Hasil riset diperkuat bahwa optimalisasi memasarkan produk dengan digital dan peningkatan Customer Engagement memiliki peran penting dalam memengaruhi keputusan pembelian produk lokal pada era digital.