Search Articles & Publications

Showing 5589 articles found for "Untuk"

STRATEGI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMANFAATKAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN

Puspa Indah Hayati, Juni Erpida Nasution, Muli Prima Aldi M, Lestari, Muhammad Robi Purwanto, Peri Irawan, Silvia Zunita
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis  strategi Manajemen Pendidikan Islam (MPI)  dalam memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Teknologi AR mampu menghadirkan visualisasi interaktif… teraktif yang mempermudah mahasiswa memahami konsep abstrak berbasis nilai-nilai Islam, meningkatkan motivasi belajar, dan mendukung pembelajaran yang lebih inovatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AR ke dalam kurikulum, pelatihan pendidik, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi strategi efektif untuk memaksimalkan manfaat AR. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi teknis pendidik, penerapan AR berpotensi meningkatkan mutu pembelajaran bagi mahasiswa MPI, menciptakan lulusan yang kompeten, serta relevan dengan kebutuhan era digital.

INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS AL-QUR’AN DALAM PENGELOLAAN KURIKULUM DI LEMBAGA PENDIDIKAN

Tania Arumsari, Juni Erpida Nasution, Tika Widiyan, Gita Kridayani, Juli Resdianto, Yolanda Apriliani
Abstract: Pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual… tual yang terkandung dalam Al-Qur'an ke dalam berbagai aspek kurikulum pendidikan, mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam konteks manajemen kurikulum, integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dapat memperkuat pengembangan kompetensi peserta didik yang selaras dengan kebutuhan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai religius. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research, yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai literatur terkait guna mengeksplorasi konsep pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an, pentingnya pendidikan karakter dalam kurikulum, model integrasi berbasis Al-Qur'an, serta peran guru dalam implementasinya. Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an berkontribusi pada pembentukan moral peserta didik. Selain itu, guru sebagai agen utama pendidikan memiliki peran sentral dalam memastikan implementasi nilai-nilai tersebut secara efektif. Guru bertindak sebagai teladan, motivator, dan inspirator yang mencerminkan nilai-nilai Qur'ani dalam perilaku, ucapan, dan tindakan. Mereka juga bertugas mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam materi ajar dan menciptakan suasana pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter Islami. Selain itu, guru bertindak sebagai evaluator untuk memantau perkembangan karakter siswa serta memberikan umpan balik untuk perbaikan.

PENGARUH KECERDASAN BUATAN (AI) TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MAHASISWA PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Juni Erpida Nasution, Afrida Yanis, Annis Alfaina, Dwi Ramadanti, Muhammad Khoirul Imam, Rospita Desriani, Sintia Dewi
Abstract: Penelitian ini membahas pengaruh kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pendidikan terhadap efektivitas pembelajaran mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di STAI Nurul Falah Air Molek. Dengan menggunakan pendekatan… ekatan kuantitatif melalui pengumpulan data kuesioner, penelitian ini melibatkan 100 mahasiswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi berbasis AI meningkatkan efektivitas pembelajaran secara signifikan. Sebanyak 90% mahasiswa pada kelompok eksperimen merasa bahwa metode berbasis AI lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional yang hanya mencapai 83%. Selain itu, teknologi berbasis AI mempermudah akses materi tambahan, meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran, serta memberikan tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi dan literasi digital menjadi perhatian dalam implementasinya. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan infrastruktur, peningkatan literasi digital, dan penyusunan kebijakan pendukung untuk mendukung adopsi AI dalam pendidikan tinggi. 

BUDAYA MELAYU DAN PENGARUH ISLAM DALAM UPACARA PERNIKAHAN DI KECAMATAN SIAK

Afifah Dwi Ramadhani, Yasnel
Abstract: Tradisi adalah kebiasaan yang telah ada sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan sebuah kelompok masyarakat, negara, kebudayaan, waktu, dan agama. terkait dengan adat pernikahan masyarakat melayu. Penelitian ini adalah… ah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan normatif. Untuk mendapatkan data sekunder, observasi dan wawancara mendalam digunakan untuk mendapatkan data primer dan perpustakaan. Studi ini menemukan bahwa upacara adat pernikahan Melayu terdiri dari beberapa tahapan: merisik-risik, meminang, bertunang, berinai, akad nikah, tepuk tepung tawar, berendam, bersanding, jamuan makan tradisional, dan balas kunjungan.

THE EFFECT OF WORK LIFE BALANCE AND JOB SATISFACTION ON TURNOVER INTENTION OF NON ASN WITH RESILIENCE AS A MODERATOR VARIABLE

Andi Ricardy Purba, Syahrizal Bin Muhammad Syafii
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menguji pengaruh work life balance dan kepuasan kerja terhadap turnover intention pegawai Non ASN Kabupaten Banyuasin. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui… ahui seberapa besar peran resiliensi dalam memoderasi hubungan antara work life balance dan kepuasan kerja terhadap turnover intention. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk memberikan gambaran empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi niat pegawai Non ASN dalam meninggalkan pekerjaan. The purpose of this study is to analyze and test the influence of work life balance and job satisfaction on the turnover intention of Non-ASN employees in Banyuasin Regency. In addition, this study aims to find out how much role resilience plays in moderating the relationship between work life balance and job satisfaction to turnover intention. This study is also intended to provide an empirical picture of the factors that affect the intention of Non-ASN employees in leaving their jobs. The results of the research are expected to be a basis for consideration for the Banyuasin Regency Government in formulating policies that improve the welfare, loyalty, and stability of the performance of Non-ASN employees. This study uses a quantitative approach with a type of causal associative research. With a population of 6,120 Non-ASN employees and an error rate of 5%, the number of samples needed is 376 respondents. Data analysis was carried out using the help of SmartPLS statistical software. Based on the results of the study, Work Life Balance and Job Satisfaction have a negative and significant effect on the Turnover Intention of Non-ASN employees in Banyuasin Regency. The better the work-life balance and the higher the job satisfaction, the lower the employee's intention to leave. Job satisfaction is the most dominant factor. In addition, resilience acts as a moderator that strengthens the negative influence of the two variables, so that it is able to suppress the tendency of turnover intention more effectively  

STRATEGI INTEGRASI NILAI SPIRITUALITAS DAN PENDIDIKAN KERAKTER DLM KONTES BUDAYA LOKAL UNTUK PEBENTUKAN GENERASI BERAKLHAK MULIAH

Maria Bita Boro
Abstract: This study examines strategies for integrating spiritual values and character education based on local wisdom in East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia. NTT has a unique socio-cultural characteristic in which Christian and… Catholic values have been deeply inculturated into indigenous traditions and customary practices. This qualitative research aims to formulate a model of character education that remains firmly rooted in local cultural foundations (indigenous knowledge) rather than being detached from them. The findings indicate that local concepts such as Moat Gede (Sikka), Suu/Woe (Ngada/Ende), and Loke Nggerang (Manggarai) can function as effective instruments for cultivating noble moral character. The study concludes that the formation of youth character in NTT will achieve optimal outcomes when educational institutions are able to carry out a meaningful “reconciliation” between religious dogma, the formal curriculum, and customary ethical values.

DESCRIPTION IN ETHNOGRAPHY: THE MARRIAGE CEREMONY CULTURE OF THE LANNI TRIBE IN GOYAGE VILLAGE, GOYAGE DISTRICT, TOLIKARA REGENCY

Wenda , Lemurah, Tabuni , Larius, Paramma, Paramma
Abstract: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Bahasa Lanni pada upacara pernikahan Suku Lanni Kampung Goyage Distrik Goyage Kabupaten Tolikara. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode penelitian… elitian kualitatif dengan mengedepankan analisis Deskripti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara tentang hal yang diteliti dengan jelas dalam pembahasan hasil penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun kesimpulan yang dapat di petik dari hasil penelitian ini adalah proses pelamaran hingga pernikahan bagi masyarakat Suku Lanni Kampung Goyage distrik Goyage Kabupaten Tolikara yang terdapat nilai-nilai budaya yang perlu diwariskan kepada generasi penerus, melestarikan dan mengembangkan budaya Suku Lanni  Kampung Goyage dengan kata lain melestarikan dan mengembangkan budaya nasional. Aktifitas upacara adat yang berkaitan erat dengan sistem adat merupakan salah satu wujud kebudayaan yang paling sulit dirubah oleh masyarakat Suku Lanni Kampung Goyage distrik Goyage Kabupaten Tolikara.

COMPARISON OF ERYTHROCYTE SEDIMENTATION RATE (ESR) VALUES USING EDTA AND 3.8% SODIUM CITRATE ANTICOAGULANTS

Supriyanto, Eka Evan, Ismawatie, Emma, Maulani, Yulita
Abstract: Laju Sedimentasi Eritrosit (LED) merupakan salah satu pemeriksaan hematologi yang banyak digunakan sebagai indikator nonspesifik untuk mendeteksi peradangan atau penyakit tertentu. Jenis antikoagulan yang digunakan dalam&#8230; sampel darah dapat memengaruhi hasil LED. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai LED antara sampel darah vena yang menggunakan antikoagulan Asam Etilendiamintetraasetat (EDTA) dan antikoagulan natrium sitrat 3,8%. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling yang melibatkan 33 responden di Laboratorium Patologi Klinik Politeknik Indonusa Surakarta. LED diukur menggunakan metode Westergren standar, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai LED rata-rata pada sampel dengan antikoagulan EDTA adalah 18 mm/jam, sedangkan pada sampel dengan natrium sitrat 3,8% memiliki nilai rata-rata 14 mm/jam. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p = 0,000; p < 0,05), sehingga menunjukkan bahwa jenis antikoagulan berpengaruh secara bermakna terhadap hasil LED. Secara keseluruhan, EDTA cenderung menghasilkan nilai LED yang lebih tinggi dibandingkan dengan natrium sitrat 3,8%. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan antikoagulan dalam pengujian LED dan menekankan perlunya standardisasi dalam praktik laboratorium. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk membandingkan antikoagulan lain dan mengevaluasi metode LED otomatis guna mendapatkan wawasan yang lebih komprehensif.

UTILIZATION OF TRADITIONAL LEARNING MEDIA BASED ON "SNAKES AND LADDERS" TO IMPROVE PANCASILA VALUES LITERACY OF PUAY VILLAGE STUDENTS

Jamal, Ode, Mashita, Maya, Paotonan, Nesliani, Sopyan Hadi, Ade, Rofika Karatlau, Azizah
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertempat di SDN Kampung Puay, Puai, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa terhadap&#8230; adap nilai-nilai Pancasila agar dapat menghargai dan memperlakukan orang lain secara manusiawi. Latar belakang kegiatan ini adalah minimnya pemahaman dan literasi siswa terhadap Pancasila. Metode partisipatif dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pemberian materi Pancasila dan dilanjutkan dengan sesi interaktif berupa permainan ular tangga tradisional yang dilengkapi dengan soal-soal tentang Pancasila. Melalui observasi dan sesi tanya jawab, evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa. Mereka tidak hanya lebih memahami nilai-nilai Pancasila, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa juga tampak aktif dan antusias saat mengikuti permainan ular tangga dengan kombinasi soal-soal Pancasila.

QUALIFICATIONS OF THE SPIRITUAL INTEGRITY OF JESUS’ LEADERSHIP IN THE GOSPEL OF MATTHEW: IMPLICATIONS FOR CHRISTIAN LEADERSHIP IN INDONESIA

Waruwu, Elianus, Sihotang, Korintus, Paimon, Edi, Jacky, Jacky
Abstract: Penelitian ini menyoroti krisis integritas kepemimpinan yang melanda Indonesia dan gereja, yang kerap dipengaruhi oleh adopsi model kepemimpinan sekuler yang pragmatis serta mengabaikan spiritualitas Alkitabiah. Walaupun&#8230; keteladanan Yesus menjadi acuan utama, kajian teologis khusus tentang integritas spiritual kepemimpinan-Nya dalam Injil Matius masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis integritas spiritual Yesus dalam Injil Matius serta menggali implikasinya bagi kepemimpinan Kristen di Indonesia, khususnya bagi guru Pendidikan Agama Kristen dan pemimpin gereja. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur serta eksegesis historis-gramatikal dan teologis terhadap Injil Matius. Hasil penelitian mendefinisikan integritas secara holistik sebagai kesatuan identitas diri, keaslian hidup, keberanian moral, kedekatan dengan Allah, dan kompetensi praktis. Integritas ini berakar pada relasi dengan Allah dan menuntut keselarasan antara perkataan, tindakan, serta kehendak-Nya. Kepemimpinan Kristen dipahami bukan sekadar kapasitas manusiawi atau posisi, melainkan panggilan ilahi yang menuntut visi rohani, integritas, dan pelayanan kasih. Empat kualifikasi integritas kepemimpinan Yesus yang ditemukan adalah: (1) Kepemimpinan melalui kehidupan doa yang tekun sebagai dasar ketergantungan total pada Allah dan ketaatan kepada kehendak-Nya; (2) Kepemimpinan sesuai tuntunan Roh Kudus sebagai sumber wibawa dan kuasa yang bersumber dari pengurapan ilahi; (3) kepemimpinan berdasarkan kebenaran firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi, sumber kebenaran, inspirasi, hikmat, dan pendoman kehidpan; dan (4) kepemimpinan berkarakter ilahi yang nyata melalui kasih agape, kerendahan hati, belas kasihan, kejujuran, ketulusan, serta penolakan terhadap kemunafikan. Kesimpulannya, integritas kerohanian merupakan pilar fundamental yang menyatukan kedalaman spiritualitas dengan kredibilitas praktis, sekaligus memberikan kerangka teologis yang kokoh untuk membangun kepemimpinan Kristen yang otentik dan transformatif di tengah krisis integritas.