Search Articles & Publications

Showing 439 articles found for "Arang"

Community-Based Livestock Management: A Participatory Approach to Waste and Product Optimization in Karang Tunggal, Kutai Kartanegara

Dede Aprylasari, Ari Wibowo, Dinar Anindyasari, Cori Qamara, I Putu Gede Didik Widiarta, Suhardi
Abstract: Karang Tunggal Village, located in Kutai Kartanegara Regency, has excellent potential in the livestock sector, especially in producing livestock products such as meat and milk. However, managing livestock products and waste… ste still faces various obstacles, including a lack of awareness among farmers regarding efficient and sustainable management practices. This research aims to analyze the application of a participatory approach in education on managing livestock products and waste by directly involving the livestock community. This approach allows farmers to actively participate in every process stage, from problem identification to implementing solutions based on local needs. The data in this research was obtained through in-depth interviews, field observations, and focus group discussions (FGD) involving local breeders and related stakeholders. The research results show increased quality of livestock products, especially regarding cleanliness, food safety, and selling value. Apart from that, there has been a waste reduction that was previously simply thrown away, with innovations in using waste as organic fertilizer and additional feed for livestock. The adoption of more sustainable livestock practices is also starting to be implemented by livestock farmers, improving their economic welfare. Furthermore, this program opens up opportunities for developing value-added processed products, such as pasteurized milk and processed meat, which can increase farmers’ income. Collaboration between farmers in managing joint businesses is also growing, creating a more solid livestock ecosystem. Apart from the economic impact, this participatory approach also increases farmers’ awareness of the importance of sustainability and better environmental management, which contributes to the sustainability of the livestock sector in Karang Tunggal Village.

QRIS: Factors Influencing Interest in Adoption by MSMEs in Semarang Regency

Jihan Rahmawati, Sri Murtini, Rani Raharjanti, Prima Ayundyayasti
Abstract: Abstract The motivation of this research is related to the use of QRIS in micro, small, and medium-sized enterprises (UMKM) in Semarang District. QRIS is a digital payment tool introduced by Bank Indonesia in 2019. The Government's… Government's initiative in launching QRIS is to make it easier for people who prefer digital payments, especially young people in Indonesia. The use of QRIS itself is increasing every year. The Governor of Bank Indonesia stated that more than 90% of UMKMs in Indonesia have used QRIS. The benefits of using QRIS for UMKM are faster payment processes, no need to prepare for money returns, increased sales turnover, easier settlement process, and financial discipline. The model used in this study is the Technology Accepted Model (TAM). TAM is a method to measure individual reception to the use of information technology systems. This research uses a quantitative descriptive approach. Micro, small, and medium-sized enterprises (UMKM) are used as populations in this study. In the sample selection, the researchers conducted the dissemination of the questionnaire with two events, namely online and offline. The samples obtained after the implementation of disseminated questionnaires and according to the conditions of the research sample are as many as 210 UMKM. Further, SmartPLS version 4 software is used for data processing. The findings from this study are that product knowledge variables significantly affect the use of QRIS. Perceived usefulness variables have also been found to influence the use. The same thing was also found in the perceived ease of use variable. Other findings that are backward related to the perception of risk variables. On this variable, it has been found that there is a negative influence against the use, so, it can be concluded that UMKM in Semarang district is still afraid related to financial risk as a result of the QRIS use.

Analysis of Employee Loyalty with Job Satisfaction as Intervening Variable

Erika Dwi Athala, Efriyani Sumastuti
Abstract: The objective of this study is to examine the influence of factors such as work motivation, salary, work environment, and career development on employee loyalty. It also explores the role of employee job satisfaction as… a mediator in this relationship. The research will be conducted at 9 coffee shops located in Semarang City. The population involved in this study consists of all employees working at 9 coffee shops in Semarang City. The sample used comprises 98 individuals who have been working for more than 1 year. Data analysis in this study was conducted using the SmartPLS 3.0 software. Testing hypotheses using the PLS method. The findings indicated that the job satisfaction of coffee shop workers in Semarang City was impacted by factors such as motivation, salary, work environment, and career growth. Enhanced work drive and remuneration will lead to heightened job contentment. Similarly, an improved work environment and opportunities for professional growth would enhance employee job satisfaction. One thing that affects loyalty is job satisfaction. This suggests that when job satisfaction grows, employee loyalty also increases. Job satisfaction acts as a mediator between salary and loyalty, work environment and loyalty, and career development and loyalty. However, it does not act as an intermediary between work motivation and loyalty.

Pemberdayaan Masyarakat Desa Silau Dunia Melalui Penanaman Apotek Hidup Meningkatan Kesehatan Masyarakat

Adhitya Pradana Pakpahan, Adisty Garandina, Imelda, Eka Khairani Hasibuan
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga Desa Silau Dunia melalui penanaman apotek hidup sebagai upaya peningkatan kesehatan, pemanfaatan lahan pekarangan, serta penguatan kemandirian… herbal masyarakat. Program dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu survei, sosialisasi, dan demonstrasi penanaman tanaman obat. Pada tahap sosialisasi, masyarakat diberikan pemahaman mengenai manfaat, jenis, dan teknik budidaya tanaman herbal, sedangkan tahap demonstrasi dilakukan melalui praktik langsung penanaman bibit jahe, kunyit, kencur, lidah buaya, sereh, dan temulawak. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dalam mengikuti seluruh rangkaian program. Program ini berhasil meningkatkan literasi masyarakat mengenai tanaman obat, memberikan keterampilan budidaya herbal, serta mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai ruang hijau produktif. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesehatan, lingkungan, dan potensi ekonomi rumah tangga di Desa Silau Dunia.

Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga melalui Pemanfaatan Pekarangan di Posyandu Permata Anawai Kendari

Paridah, Nirmala, Hamriani, Andi, Fauziyah. F, Rajwa, Sarnianti
Abstract: Pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan keluarga tidak terlepas dari ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan di tingkat rumah tangga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung hal tersebut adalah pemanfaatan… nfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi melalui pendekatan berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pengelolaan pekarangan di Posyandu Permata Anawai, Kota Kendari. Kegiatan dilaksanakan pada 28 September 2025 di Posyandu Permata Anawai, Wilayah Puskesmas Wua-Wua, Kota Kendari, peserta kegiatan yang hadir sebanyak 11 orang yang terdiri dari 2  kader Posyandu dan 9 Ibu Balita. Pelaksanaan kegiatan mencakup pemberian edukasi terkait pentingnya konsumsi pangan bergizi, melalui metode ceramah dan tanya jawab selama sekitar 60 menit, pendampingan praktik budidaya tanaman sayuran di pekarangan, serta penyaluran bibit tanaman kepada peserta. Penilaian kegiatan dilakukan secara kualitatif berdasarkan pengamatan terhadap keterlibatan peserta, tingkat antusiasme, dan respons selama kegiatan berlangsung. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan positif berupa meningkatnya kesadaran dan sikap peserta terhadap pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Partisipasi aktif kader Posyandu turut memperkuat proses edukasi gizi dan membuka peluang keberlanjutan kegiatan di lingkungan masyarakat. Meskipun belum didukung oleh pengukuran kuantitatif, kegiatan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan pekarangan yang terintegrasi dengan Posyandu berpotensi menjadi strategi pendukung penguatan ketahanan pangan keluarga. Untuk pengembangan selanjutnya, diperlukan penerapan metode evaluasi yang lebih terstruktur guna menilai dampak jangka panjang terhadap pola konsumsi dan kemandirian pangan rumah tangga.  

Plang Edukasi Penguraian Sampah Sebagai Upaya Menanamkan Kepedulian Lingkungan Di desa Mojopuro, Jawa Tengah

Khoirunnisa, Qonitah, Nur Syarifa Amalia, Kayla Andini, Abdul Rahman
Abstract: Pengelolaan sampah di pedesaan masih menjadi permasalahan lingkungan yang memerlukan perhatian serius. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah serta kurangnya media edukasi yang menarik membuat perilaku membuang… ang sampah sembarangan masih sering terjadi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pembuatan rencana edukasi penguraian sampah di Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari perancangan, pembuatan, hingga pemasangan rencana edukasi. Rencana tersebut berisi informasi mengenai jenis-jenis sampah dan waktu penguraiannya, sehingga dapat menjadi sarana pembelajaran visual yang mudah dipahami dan menarik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah sampah serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Selain memberikan manfaat edukatif, kegiatan ini juga mempererat kerja sama antara mahasiswa dan warga dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Implementasi Ayat Ekologis Melalui Penyuluhan Sampah Plastik Menjadi Ecobrick di TPQ Baitul Muttaqin Semarang

Farida Putri Ramadhani, Wafiq Daniyatun Najwa
Abstract: Islam adalah agama yang sangat menaruh perhatian terhadap lingkungan, hal ini sangat gamblang dijelaskan dalam surat Ar-Rum ayat 41 bahwa kerusakan yang terjadi di bumi ini adalah perbuatan tangan-tangan manusia yang memiliki… iliki krisis iman kepada Allah, berdasarkan data SPSN menunjukan pada tahun 2023 Indonesia menghasilkan 12,87 ton sampah plastik yang belum dimanfaatkan. Terlebih sampah plastik adalah sampah yang sulit terurai dan sampah plastik akan menyebabkan bencana jika tidak diolah dengan baik. Maka penulis mencoba untuk menawarkan sebuah inovasi kepada masyarakat dengan mengubah sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat yakni ecobrick. Metode yang digunakan penulis dalam pengabdian masyarakat adalah dengan melakukan sosialisasi pembuatan ecobrick di TPQ Baitul Muttaqin Semarang. Jenis peneitian ini adalah deskripsi kualitatif melalui participatory action research. Tujuan penelitian ini adalah untuk  meminimalisir sampah plastik di Semarang. Santri diperkenalkan dengan ayat ekologi sekaligus implementasi ayat tersebut, termasuk konsep 3R yang melibatkan (Reduce, Reuse, Recycle) utamanya daur ulang. Adapun hasil penelitian ini santri memahami dengan baik ayat ekologi serta pemanfaatan sampah plastik. Peran aktualisasi ayat ekologi ini tidak sekadar memberikan pemahaman kepada santri, tapi juga memberikan aksi nyata untuk menjaga lingkungan.

Pendampingan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Untuk Mencegah Stunting Di Desa Wonokusumo, Tapen, Bondowoso

Praptika Septi Femilia, Dwi Ayu Lestari, Hasby Haq Arihakim, Dina Akmaliyatul Hilyah, Bayu Aldi Tiya, Sitti Shofiatus Sholehah, Nur Uriva, Frenda Ninggar Marsiska, Novi So’imatul Fadilah, Feby Nurrahmawati, Rahmad Aditya Eka Febriyanto, Nova Lupita Nur Wulandari, Lusita Maisyaroh, Rika Fadilatul Laila, Ahmad Murobbiy W. F.
Abstract: Fenomena stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bondowoso yang memiliki prevalensi cukup tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Desa Wonokusumo sebagai lokasi program pengabdian memiliki… ki kasus balita stunting yang perlu penanganan segera. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan fokus pada pencegahan stunting melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program dilaksanakan secara partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan perangkat desa, kader posyandu, serta masyarakat. Bentuk kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, sosialisasi pemanfaatan TOGA, serta aksi pendistribusian bibit sawi dan tomat ke tujuh dusun di Desa Wonokusumo. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gizi dan pola asuh, perubahan perilaku menuju hidup sehat, serta kemandirian keluarga dalam memanfaatkan pekarangan untuk menanam TOGA sebagai sumber gizi tambahan. Selain itu, terjadi penurunan jumlah kasus stunting secara bertahap, yang menandakan bahwa program berbasis kearifan lokal ini dapat menjadi model preventif yang efektif, murah, dan berkelanjutan untuk menurunkan angka stunting di masyarakat pedesaan.

Efektivitas Leaderless Group Discussion dalam Meningkatkan Kinerja Kerja Sama Tim Pegawai UPT BKD Sulsel

Muh.Daud, Adita Salsabila Yusran, Khumairah Fath Lolo, A.Lily Nur Alfiah Darasti, Alvi Alisa Amelia
Abstract: Rendahnya efektivitas kerja sama tim merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh organisasi, termasuk di lingkungan UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.… Masalah ini berdampak pada terhambatnya penyelesaian tugas, ketidakseimbangan beban kerja, dan meningkatnya miskomunikasi antarpegawai. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan metode Leaderless Group Discussion (LGD), yaitu metode diskusi kelompok tanpa pemimpin formal yang mendorong keterlibatan setara antaranggota tim. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menunjukkan kemampuan kerja sama tim yang baik, sesuai indikator yang dikemukakan oleh Davis (2014) mencakup tujuan yang sama, antusiasme, peran dan tanggung jawab, komunikasi efektif, resolusi konflik, pembagian kekuasaan (share power), dan keahlian anggota. Meski masih ditemukan individu yang kurang aktif, secara keseluruhan kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi, partisipasi aktif, dan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, metode LGD dapat menjadi strategi yang relevan dalam membentuk budaya kerja yang lebih kolaboratif dan partisipatif di instansi pemerintahan.

Desa Ukhuwah Berdaya Sebagai Strategi Sosial Dalam Membangun Solidaritas Dan Ketahanan Komunitas

Irin Selystiani, Nurul Fadliany, Riswandi, Hilwa Anwar
Abstract: Program Desa Ukhuwah Berdaya (DUB) adalah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, psikologis, dan spiritual warga Desa Patanyamang, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. Program… ram ini melibatkan berbagai kegiatan edukatif dan keagamaan, seperti pelatihan dukungan psikologis awal untuk guru, pelatihan mendongeng untuk guru TK/SD, serta lomba-lomba Islami untuk anak-anak dan ibu-ibu. Melalui pendekatan yang integratif, DUB berfokus pada pemberdayaan individu dan penguatan solidaritas sosial dalam komunitas. Pelatihan Dukungan Psikologis Awal bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada siswa, sementara pelatihan mendongeng bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang lebih menarik dan edukatif. Evaluasi kegiatan menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan keterlibatan warga dalam aktivitas kolektif serta terbangunnya rasa kebersamaan antaranggota komunitas. Guru-guru mulai mengimplementasikan teknik mendongeng dalam pembelajaran dan memberikan dukungan emosional yang lebih empatik kepada siswa. Selain itu, kegiatan lomba Islami berhasil menggalang partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat dan menumbuhkan semangat gotong royong. Program ini juga memperlihatkan peran penting mahasiswa magang dalam menjembatani komunikasi dan kolaborasi antara institusi, organisasi, dan warga desa. Secara keseluruhan, program DUB berperan dalam menciptakan komunitas yang lebih harmonis, peduli, dan berdaya, serta menyediakan model pemberdayaan sosial yang berkelanjutan berbasis pada pendidikan dan pembinaan karakter.