Search Articles & Publications

Showing 87 articles found for "Identifying"

AI-BASED ALGORITHMS FOR NETWORK SECURITY: TRENDS, PER-FORMANCE, AND CHALLENGES

Marison, Sihol, Silvanus, Silvanus, Rusdiah, Rudi
Abstract: Abstract: The advancement of network security faces growing challenges as cyberattacks become more sophisticated. Traditional rule-based systems struggle with zero-day attacks and obfuscation techniques. This study examines… nes the development trends of AI-based algo-rithms, particularly machine learning and deep learning, in threat detection. A literature review evaluates AI-driven approaches, including support vector machines, random for-est, deep neural networks, convolutional neural networks, and reinforcement learning. Findings show that AI enhances detection accuracy, adaptability, and reduces false posi-tives. Machine learning efficiently classifies known attacks, while deep learning excels in identifying complex patterns such as distributed denial-of-service and advanced persis-tent threats. Unsupervised learning improves anomaly detection without labeled data. However, AI models require high-quality data, substantial computational resources, and remain vulnerable to adversarial attacks. Despite these challenges, AI provides a dynam-ic and adaptive security solution, surpassing traditional systems. Future research should enhance AI scalability and resilience for evolving cybersecurity threats.   Keywords: anomaly detection; artificial intelligence; deep learning; machine learning; network security   Abstrak: Perkembangan keamanan jaringan menghadapi tantangan yang semakin besar seiring meningkatnya kompleksitas serangan siber. Sistem berbasis aturan tradisional kesulitan mendeteksi zero-day attack dan teknik penyamaran. Penelitian ini mengkaji tren pengembangan algoritma berbasis AI, khususnya machine learning dan deep learning, dalam deteksi ancaman. Literature review mengevaluasi pendekatan berbasis AI, termasuk support vector machines, random forest, deep neural networks, convolutional neural networks, dan reinforcement learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI meningkatkan akurasi deteksi, adaptabilitas terhadap ancaman baru, serta mengurangi false positive. Machine learning efektif mengklasifikasikan serangan yang telah diketahui, sementara deep learning unggul dalam mengenali pola kompleks seperti distributed denial-of-service dan advanced persistent threats. Unsupervised learning meningkatkan deteksi anomali tanpa memerlukan data berlabel. Namun, AI masih bergantung pada data berkualitas tinggi, sumber daya komputasi besar, dan rentan terhadap adversarial attack. Meskipun demikian, AI menawarkan solusi keamanan yang lebih dinamis dan adaptif dibandingkan sistem tradisional. Penelitian selanjutnya perlu difokuskan pada peningkatan skalabilitas dan ketahanan AI dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.   Kata kunci: deteksi anomali; jaringan keamanan; kecerdasan buatan; pembelajaran dalam; pembelajaran mesin

INFORMATION SYSTEM FOR REPORTING, PREVENTION, AND HANDLING OF SEXUAL VIOLENCE AMONG STUDENTS

Setiawan, Ito, Yunita, Ika Romadoni, Maulida, Farah Mei, Serli, Serli
Abstract: Abstract: The PPKS task force at Universitas Amikom Purwokerto has been established and is actively implementing various programs. However, complaints regarding cases of sexual violence are currently managed through WhatsApp,… sApp, with limited guidance on the complaint procedures. As a result, many students are unaware of the PPKS task force or how to report incidents, creating obstacles for both the task force in identifying cases and for students seeking to file complaints. This study aims to provide students with an effective and accessible way to report incidents of sexual violence on campus. To develop the complaint information system, the Scrum methodology was used, involving team collaboration to easily adapt to changes throughout the development process. The resulting complaint information system for the prevention and handling of sexual violence has been successfully implemented and tested with students at Universitas Amikom Purwokerto. This system enables students to submit complaints seamlessly online. Testing results indicate that the system functions as intended and meets the expected outcomes.             Keywords: information system; PPKS; complaint; student; scrum     Abstrak: Satuan tugas PPKS Universitas Amikom Purwokerto sudah berjalan dan membuat program kerja, namun dalam proses pengaduan kasus kekerasaan seksual saat ini hanya menggunakan whatsapp dan kurangnya penjelasan tentang prosedur pengaduan yang ada. Banyak mahasiswa yang belum mengetahui adanya satgas PPKS di kampus dan cara pengaduan kasus. Hal tersebut menjadi kendala bagi satuan tugas PPKS dalam mengetahui kasus yang ada dan mahasiswa saat ingin melakukan pengaduan kasus. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sarana yang efektif dan mudah diakses bagi mahasiswa untuk melakukan pengaduan kasus apabila mahasiswa mengetahui tentang adanya kekerasaan seksual di lingkungan kampus. Tujuan Penelitian adalah untuk membantu memudahkan mahasiswa dalam melakukan aduan tentang adanya kasus kekerasaan seksual di lingkungan Universitas Amikom Purwokerto. Metode dalam pengembangan sistem adalah metode Scrum. Metode Scrum melibatkan keseluruhan tim yang ada di organisasi. Dengan adanya keterlibatan ini maka mudah dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi selama pengembangan sistem. Sistem informasi pengaduan pencegahan dan penanganan tindak kekerasan seksual berhasil di terapkan dan diujikan kepada Mahasiswa Universitas Amikom Purwokerto. Dengan adanya sistem informasi pengaduan ini mahasiswa dapat dengan mudah dalam membuat aduan berbasis sistem. berdasarkan daftar uji yang dilakukan terhadap sistem yang dibuat maka dapat disimpulkan bahwa skenario yang diujikan sesuai dengan hasil yang diharapan.   Kata kunci: sistem informasi; PPKS; pengaduan; mahasiswa; scrum

DEEP LEARNING FOR CALCULATING BRAIN TUMOR VOLUME IN 3D MRI IMAGES USING HYBRID ACTIVE CONTOUR SEGMENTATION METHOD

Yuma, Febby Madonna, Ramadhani, Andrew
Abstract: Abstract: Brain cancer is a serious medical condition that requires intensive and meticulous care. One of the critical steps in identifying brain cancer is the accurate measurement of tumor volume. Magnetic Resonance Imaging… ging (MRI) is one of the most important diagnostic tools used in the medical field for brain visualization. In this discussion, we will explain how the Active Contour method can be used to calculate brain tumor volume in MRI images and how 3D visualization can assist doctors in making better diagnoses and treatment decisions. The Active Contour method, also known as the “Snake,” is an image processing technique used to identify the contours or edges of objects in images. This method works by defining an initial curve around the desired object and then iteratively shifting the curve to match the actual contour of the object in the image. In this study, the Active Contour method will be applied to brain MRI images to identify tumor edges. This research represents an important step in improving the care of brain cancer patients, enabling more accurate diagnoses and more effective treatments Keywords: active contour; brain cancer diagnosis; 3D visualization; tumor volume    Abstrak: Kanker otak merupakan kondisi medis yang bersifat serius dimana memerlukan perawatan yang intensif dan teliti. Salah satu langkah penting dalam mengidentifikasi kanker otak adalah dengan mengukur volume tumor secara akurat. Citra Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah salah satu alat diagnostik yang paling penting dalam bidang medis yang digunakan untuk visualisasi otak. Dalam pembahasan ini, akan dijelaskan bagaimana metode Active Contour dapat digunakan untuk menghitung volume tumor otak pada citra MRI dan bagaimana visualisasi 3D dapat membantu dokter dalam diagnosis dan perawatan yang lebih baik. Metode Active Contour, juga dikenal sebagai “Snake,” yaitu teknik pengolahan citra yang digunakan untuk mengidentifikasi kontur atau tepi objek dalam citra. Metode ini bekerja dengan mendefinisikan suatu kurva awal di sekitar objek yang diinginkan dan kemudian menggeser kurva tersebut secara iteratif untuk menyesuaikan dengan kontur objek yang sesungguhnya dalam citra. Dalam penelitian ini, metode Active Contour akan diterapkan pada citra MRI otak untuk mengidentifikasi tepi tumor. Penelitian ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan perawatan pasien yang terkena kanker otak dan memungkinkan diagnosis yang lebih tepat dan perawatan yang lebih efektif. Kata kunci: active contour; diagnosis tumor otak; visualisasi 3D; volume tumor

IMPLEMENTATION OF THE USE E-CRM IN IMPROVING OPERATIONAL EFFICIENCY AND PROFITABILITY AT GALLERYPARFUME WEB-BASED

Syahillah, Bella, Irawati, Novica, Dewi, Muthia
Abstract: Abstract: Gallery Parfume Shop is a business engaged in cosmetics located on Jalan Merdeka, Simpang Empat, Kec. Tanjung Tiram, Kab. Batu Bara, North Sumatra. In the procedures and management of sales management at Gallery… y Parfume is still done manually, the reports are still recorded in notes the impact of this is that Gallery Parfume has difficulty in evaluating their sales performance, identifying market trends, and planning effective sales strategies and also difficulty building loyalty. Therefore, a system is needed, by implementing E-CRM at Gallery Parfume can get new customers, improve customer relationships, and retain customers, which will ultimately create customer loyalty and to measure the increase in profitability resulting from the use of E-CRM into a web-based application so that it will later facilitate increasing sales, customer loyalty, and saving operational costs. The method used to collect and analyze this research data is a qualitative method. It is expected that through this web application it can also build a database to make it easier for Gallery Parfume to search for data and reports. Keywords: consumers; e-crm; stores   Abstrak: Toko Gallery Parfume merupakan usaha yang bergerak dibidang kosmetik yang berada dijalan Merdeka, Simpang Empat, Kec. Tanjung Tiram, Kab. Batu Bara, Sumatera Utara. Dalam prosedur dan manajemen pengelolaan penjualan di Gallery Parfume masih dilakukan secara manual, laporan nya masih tercatat  di notes dampak dari hal tersebut gallery Parfume kesulitan dalam mengevaluasi kinerja penjualan mereka, mengidentifikasi tren pasar, dan merencanakan strategi penjualan yang efektif  juga kesulitan membangun loyalitas. Maka dengan hal itu diperlukan sebuah sistem, dengan menerapkan E-CRM di Gallery Parfume dapat memperoleh pelanggan baru, meningkatkan hubungan dengan pelanggan, dan mempertahankan pelanggan, yang pada akhirnya akan terciptanya loyalitas pelanggan dan untuk mengukur peningkatan profitabilitas yang dihasilkan dari penggunaan E-CRM kedalam bentuk aplikasi berbasis web agar nantinya memudahkan dalam peningkatan penjualan, loyalitas pelanggan, dan penghematan biaya operasional. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data penelitian ini dengan metode kualitatif. Diharapankan melalui aplikasi web ini juga dapat membangun database guna memudahkan Gallery Parfume dalam mencari data dan laporan. Kata Kunci: e-crm; konsumen; toko

MAPPING SYSTEM FOR LOCATION OF STUNTING CASES IN TODDLER IN TANJUNG BALAI CITY USING WEBGIS

Alfa, Zikri, Yusda, Riki Andri, Rahayu, Elly
Abstract: Abstract: Data on stunting cases among toddlers in Datuk Bandar Timur sub-district, Tanjung Balai city Not yet processed in a way computerized use digital map , so that the monitoring process in-depth investigation of the… e distribution and patterns of stunting in a area Not yet presented with Good . This matter Of course impact on cadre Public health center Semula Jadi For monitor number nutrition bad And spread prevalence of stunting in Datuk Bandar Timur sub-district, Tanjung Balai city . For That need development A system internal data management form chart nor map that can be give description spread nutrition bad in the region Mayor. Planning And development system information This done with use method data collection and interview direct to the UPTD Community Health Center Semula Jadi . Objective it was built this webgis can assist in identifying areas that need nutritional intervention, mapping the prevalence of stunting and malnutrition, as well as monitoring nutrition programs and optimizing resource allocation. Results from GIS can plays an important role in supporting efforts to prevent and overcome stunting problems by providing tools effective software for collecting, analyzing and visualizing nutritional data spatially. The use of web GIS can also provide information on stunting locations from UPTD Semula Jadi Health Center data. Keywords : geographic information system; location mapping system; stunting.    Abstrak: Data kasus stunting pada balita di kecamatan datuk bandar timur kota tanjung balai belum diproses secara terkomputerisasi menggunakan peta digital, sehingga proses pemantauan penyelidikan mendalam tentang sebaran dan pola stunting disuatu daerah belum tersajikan dengan baik. Hal ini tentu berdampak pada kader puskesmas Semula Jadi untuk memantau angka gizi buruk dan penyebaran prevalensi stunting di kecamatan datuk bandar timur kota tanjung balai. untuk itu perlu pembangunan sebuah sistem pengelolaan data dalam bentuk grafik maupun peta yang dapat memberikan gambaran penyebaran gizi buruk diwilayah Datuk Bandar. Perancangan dan pembangunan sistem informasi ini dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan data dan wawancara langsung ke UPTD Puskesmas Semula Jadi. Tujuan dibangunnya webgis ini dapat membantu dalam identifikasi daerah yang membutuhkan intervensi gizi, pemetaan prevalensi stunting dan gizi buruk, serta memantau program-program gizi dan optimalisasi alokasi sumber daya. Hasil dari SIG dapat berperan penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan masalah stunting dengan menyediakan alat software yang efektif untuk pengumpulan, analisis, dan visualisasi data gizi secara spasial. Kegunaan webgis juga dapat memberikan informasi mengenai lokasi stunting dari data UPTD Puskesmas Semula Jadi. Kata kunci: sistem informasi geografis; sistem pemetaan lokasi; stunting  

LITERATURE REVIEW OF THE APPLICATION FRAMEWORK IN THE ENTERPRISE ARCHITECTURE OF SECONDARY SCHOOLS

Lubis, Rivaldi, Panjaitan, Erwin Setiawan
Abstract: Abstract: The widespread use of information and communication technology (ICT) has enhanced effectiveness and quality in management, research, and education at educational institutions. In this digital age, secondary schools… ools are required to improve operational efficiency and educational strategies through the use of information technology. Therefore, the implementation of an enterprise architecture (EA) framework is crucial to ensure a strategic alignment between educational goals and technology. However, before implementing the framework, schools must evaluate various factors that influence the suitability and effectiveness of EA, including current technology needs, staff competencies, existing infrastructure conditions, and other factors. This study gathers and analyzes data from related studies, and the results indicate the importance of understanding EA principles to optimize academic and administrative processes. By considering variables in the selection of the EA framework, evaluating school readiness, and identifying existing challenges, this research aims to assist secondary schools in effectively implementing EA. The expected outcome of this research provides theoretical support for the adoption of EA, thus facilitating more efficient strategic and operational planning in secondary schools.       Keywords: enterprise architecture; framework; information and communication technology; secondary school.    Abstrak: Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara luas telah meningkatkan efektivitas dan kualitas dalam manajemen, penelitian, dan pendidikan di institusi pendidikan. Di era digital ini, sekolah menengah dituntut untuk meningkatkan efisiensi operasional dan strategi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu, penerapan framework arsitektur enterprise (EA) menjadi penting untuk memastikan aliansi strategis antara tujuan pendidikan dan teknologi. Namun, sebelum penerapan framework dilakukan, sekolah harus mengevaluasi berbagai faktor yang mempengaruhi kesesuaian dan efektivitas EA, termasuk kebutuhan teknologi terkini, kompetensi staf, kondisi infrastruktur yang ada, dan faktor lainnya. Penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data dari studi terkait, hasilnya menunjukkan bahwa pentingnya pemahaman tentang prinsip-prinsip EA untuk mengoptimalkan proses akademik dan administratif. Dengan mempertimbangkan variabel-variabel dalam pemilihan framework EA, evaluasi kesiapan sekolah, dan identifikasi tantangan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah menengah dalam mengimplementasikan EA secara efektif. Diharapkan hasil dari penelitian ini memberikan kontribusi teoretis yang mendukung pengadopsian EA, sehingga memfasilitasi perencanaan strategis dan operasional yang lebih efisien di sekolah menengah. Kata kunci:arsitektur enterprise; framework; sekolah menengah; teknologi informasi dan komunikasi.  

IMPLEMENTATION EXPONENTIAL COMPARISON METHOD IN ASSESSING THE PERFORMANCE OF SCOUT MOVEMENT LEADERS

mudya, Ajrian Pra, Anggraeni, Dewi, Sahren, Sahren
Abstract: Abstract: The need for Performance Evaluation in Scout organizations is important to ensure that organizational goals are achieved and training standards are maintained. Performance evaluation helps in identifying strengths,… ths, weaknesses, as well as areas for improvement in training. The importance of the quality of performance of trainers in the Scout Movement cannot be underestimated, because they have a central role in guiding, training and providing inspiration to students. For this reason, there is a need to evaluate the performance of Scout trainers to increase the effectiveness of training and improve the quality of Scout education. The purpose of this research is to identify trainer performance quality criteria, evaluate their performance, and contribute knowledge in the development of a Scout trainer performance evaluation system. Then, the exponential comparison method (MPE) is used to provide a comprehensive assessment of the trainer's performance based on predetermined criteria. The results of this research are a web-based decision support application by applying the Exponential Comparison Method to evaluate the quality of Scout trainer performance, which can help improve the quality of training and provide guidance for Scout education providers. This research makes an important contribution to the development of a more efficient and effective Scout trainer performance evaluation system.          Keywords: coaching;  decision support systems; exponential comparison; performance.   Abstrak : Kebutuhan akan Evaluasi Kinerja dalam organisasi Pramuka menjadi penting untuk memastikan bahwa tujuan organisasi tercapai dan standar pelatihan dipertahankan. Evaluasi kinerja membantu dalam mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, serta area untuk perbaikan dalam pelatihan. Pentingnya kualitas kinerja para pelatih dalam Gerakan Pramuka tidak dapat dianggap rendah, karena mereka mempunyai peranan sentral dalam membimbing, melatih dan memberikan inspirasi kepada peserta didik. Untuk itu kebutuhan akan evaluasi kinerja pelatih Pramuka diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan dan meningkatkan mutu pendidikan pramuka. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kriteria kualitas kinerja pelatih, mengevaluasi kinerja mereka, dan menyumbangkan pengetahuan dalam pengembangan sistem evaluasi kinerja pelatih Pramuka. Kemudian, metode perbandingan eksponensial (MPE) digunakan untuk memberikan penilaian komprehensif terhadap kinerja pelatih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian ini sebuah aplikasi pendukung keputusan berbasis web dengan menerapkan Metode Perbandingan Eksponensial untuk mengevaluasi kualitas kinerja pelatih Pramuka, yang dapat membantu meningkatkan mutu pelatihan dan memberikan panduan bagi penyelenggara pendidikan Pramuka. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem evaluasi kinerja pelatih Pramuka yang lebih efisien dan efektif. Kata Kunci: kinerja; pembinaan; perbandingan eksponensial; sistem pendukung keputusan

IMPLEMENTATION OF THE FAST METHOD IN A WEB-BASED INVENTORY INFORMATION SYSTEM

Haerani, Reni, Nugroho, Praditya Adi, Ansor, Ahmad Sofan
Abstract: Abstract: The development of information technology has significantly impacted the efficiency and effectiveness of information system management, including inventory management. This research aims to implement the Features… es from Accelerated Segment Test (FAST) method in a web-based Inventory Information System to increase the speed of object detection and recognition in the stock monitoring process. The system development method in this research uses the Framework for the Application of System Thinking (FAST) which consists of 7 development phases. The FAST method helps ensure that the objectives are clear, specific, and achievable, ultimately leading to a more efficient and effective system. Implementing of this method in the web-based Inventory Information System is expected to provide faster and more accurate results in identifying stock changes, thereby minimizing the risk of shortages or excess inventory. Users can easily access real-time stock information via a responsive web interface. The system performance evaluation’s findings demonstrate that the FAST approach can speed up object detection, which benefits inventory management. Implementing the FAST method in a web-based inventory information system can bring many strategic and operational benefits and is expected to significantly increase the efficiency and accuracy of inventory management in an increasingly competitive market.   Keywords: FAST method; inventory; UML;website   Abstrak: Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak besar terhadap efisiensi dan efektivitas pengelolaan sistem informasi, termasuk dalam hal manajemen persediaan barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode FAST pada Sistem Informasi inventaris berbasis web guna meningkatkan kecepatan deteksi dan pengenalan objek pada proses monitoring stok barang. Metode pengembangan sistem menggunakan Framework for the Application of System Thinking (FAST) yang terdiri dari 7 fase pengembangan. Metode FAST membantu memastikan bahwa tujuan jelas, spesifik, dan dapat dicapai, yang pada akhirnya menghasilkan sistem yang efisien dan efektif.  Implementasi metode ini pada aplikasi inventaris berbasis web diharapkan bisa membagikan hasil lebih cepat dan akurat mengidentifikasi perubahan stok barang, sehingga meminimalkan risiko kekurangan atau kelebihan persediaan. Pengguna dapat dengan mudah mengakses informasi stok barang secara real-time melalui antarmuka web yang responsif.Hasil evaluasi performa sistem menunjukkan bahwa metode FAST mampu meningkatkan kecepatan deteksi objek, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap manajemen persediaan barang. Dengan adanya implementasi metode FAST pada Sistem Informasi inventaris berbasis web, dapat membawa banyak manfaat strategis dan operasional dan diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan dalam menaikkan efisiensi dan kecermatan pengelolaan persediaan barang di pasar yang semakin kompetitif. Kata Kunci: metode FAST; persediaan barang; UML; website

WEBSITE INTERFACE EVALUATION USING GOAL-DIRECTED DESIGN METHOD IN XYZ UNIVERSITY

Abyakta, Irfan Jesia, Perdanakusuma, Andi Reza, Pramono, Djoko
Abstract: Abstract: This research focuses on designing an interface refinement for the XYZ University company profile website that facilitates public information services. This research aims to increase the website's usability value… ue by implementing the Goal-Directed Design (GDD) method in website interface refinement. GDD provides solutions that meet user needs and goals and address business goals. This research begins the interface design process by identifying user behavior patterns and goals to help deepen understanding of the domain, business goals, and technical constraints that will be used as a reference in website interface design refinement. Furthermore, usability testing is conducted using the System Usability Scale (SUS) as the measurement parameter. The usability aspects assessed in this research are effectiveness, efficiency, and satisfaction. Usability testing is conducted on the current website interface design and the website interface refinement design. Tests were conducted on six participants, consisting of three XYZ University students and three members of the general public. The findings show that the website's usability has increased from the previous value of 49.16 to 83.33. Based on the SUS score interpretation, the value that was previously categorized as "poor" increased to "excellent". Therefore, the result of the website interface refinement design using the GDD method has succeeded in increasing the usability value of the website.             Keywords: goal-directed design; system usability scale; university website; user interface     Abstrak: Penelitian ini berfokus pada perancangan perbaikan antarmuka website company profile Universitas XYZ yang memfasilitasi pelayanan informasi publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai usability website dengan mengimplementasikan metode Goal-Directed Design (GDD) dalam melakukan perancangan perbaikan website. GDD memberikan solusi yang memenuhi kebutuhan dan tujuan pengguna, dan juga menangani tujuan bisnis. Penelitian ini memulai perancangan antarmuka dengan mengidentifikasi pola perilaku dan tujuan pengguna untuk membantu memperdalam pemahaman tentang domain, tujuan bisnis, dan kendala teknis yang akan dijadikan acuan dalam perancangan antarmuka website. Selanjutnya, dilakukan usability testing dengan menggunakan System Usability Scale (SUS) sebagai parameter penilaiannya. Aspek usability yang diukur pada penelitian ini adalah efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna. Pengujian dilakukan terhadap kondisi awal website dan rancangan perbaikan antarmuka website. Pengujian dilakukan kepada enam partisipan yang terdiri dari tiga mahasiswa Universitas XYZ dan tiga masyarakat umum. Didapatkan bahwa nilai usability website mengalami peningkatan dari yang sebelumnya bernilai 49,16 menjadi 83,33. Berdasarkan skala penilaian SUS, nilai yang sebelumnya berkategori “poor” meningkat menjadi “excellent”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil dari rancangan perbaikan antarmuka website dengan menggunakan metode GDD berhasil meningkatkan nilai usability website.   Kata kunci: goal-directed design; system usability scale; user interface; website universitas

VALIDASI BISNIS ARSITEKTUR MODEL MENGGUNAKAN METODE FORMAL (STUDI KASUS: MANUFAKTURING)

Annastasia, Syifa, Nur Fajrilah, Asti Amalia, Izzati, Berlian Maulidya
Abstract: Abstract: Roeleven and Broer reveal that more than 66% of EA programs do not live up to expectations due to a failure to demonstrate sufficient value for the business. Business architecture has an important role to help… companies achieve the desired business values. An organization also depends on how well the information provided on each artifact especially in the architectural business phase. That way, failure in business modeling can also have an impact on EA implementationw. Modeling artifacts in a good architectural business phase can help to avoid mistakes from the start, because the quality of the business modeling model will have an impact on the quality of information system design. Therefore, it need to test the quality of the model on every artifact in the architectural business, because many business models are not always of high quality. To have a high quality EA, one of them is by identifying a conceptual quality framework approach. There are six principles that must be considered when assessing the quality of a company model, in this study using the quality of the business architecture validity model with six attributes using the formal Petri net method.             Keywords: Enterprise Architecture; Business Architecture; Business Process; Validity, Attribute Quality     Abstrak: Roeleven dan Broer mengungkapkan bahwa lebih dari 66% program EA tidak memenuhi harapan karena kegagalan untuk menunjukkan nilai yang cukup untuk bisnis. Arsitektur bisnis memiliki peran penting untuk membantu perusahaan mencapai nilai bisnis yang diinginkan. Sebuah organisasi juga bergantung pada seberapa baiknya informasi yang diberikan pada setiap artefak terutama pada fase bisnis arsitektur. Dengan begitu kegagalan pemodelan bisnis juga dapat berdampak pada implementasi EA. Memodelkan artefak pada fase bisnis arsitektur yang baik dapat membantu untuk menghindari kesalahan sejak awal karena kualitas model pemodelan bisnis akan berdampak pada kualitas desain sistem informasi. Maka dari itu, kualitas dari pemodelan bisnis model telah diakui sebagai faktor penting untuk pemodelan sukses di perusahaan, serta perlunya untuk melakukan pengujian kualitas model pada setiap artefak pada bisnis arsitektur, karena banyak model bisnis yang tidak selalu berkualitas tinggi. Untuk memiliki EA yang berkualitas tinggi salah satunya dengan mengidentifikasi pendekatan kerangka kualitas konseptual. Terdapat enam prinsip yang harus dipertimbangkan ketika menilai kualitas model perusahaan, dalam kajian ini menggunakan kualitas model validity arsitektur bisnis dengan enam atribut menggunakan metode formal Petri net.   Kata kunci: Arsitektur Perusahaan; Bisnis Arsitektur; Proses Bisnis; Validitas; Kualitas Atribut