Search Articles & Publications

Showing 463 articles found for "Pelayanan"

PENGARUH HARGA, FASILITAS, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG DI KOLAM RENANG VARIA HILLS KABUPATEN BANDUNG BARAT

Fitri Rahmawati, Bangkit Nuratri
Abstract: Kepuasan pengunjung dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama harga, fasilitas dan kualitas pelayanan pada destinasi wisata Kolam Renang Varia Hills Desa Citalem Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat, yang memiliki… potensi ekonomi pariwisata yang cukup besar dengan lokasi yang strategis tetapi belum sepenuhnya dikelola dengan baik. Pengelola menghadapi berbagai tantangan terutama harga kurang transparan, fasilitas yang kurang memadai dan kualitas pelayanan yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji sejauh mana pengaruh harga, fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengunjung pada destinasi wisata Kolam Renang Varia Hills Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif secara deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan survei. Sehingga data yang didapatkan adalah data primer dan data sekunder. Populasi penelitian ini adalah sebanyak 34.020 pengunjung, dengan menggunakan teknik sampel, menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 113 responden. Pengujian data yang dilakukan adalah uji validasi, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji analisis linear regresi berganda dan uji hipotesis dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 2.5. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa harga, fasilitas dan kualitas pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung pada destinasi wisata Kolam Renang Varia Hills Kabupaten Bandung Barat.

ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL (DISDUKCAPIL) KABUPATEN BOGOR

Muchammad Hamdani, Mujito
Abstract: This study aims to determine the influence of public perception on the quality of public services at the Department of Population and Civil Registration (Disdukcapil) of Bogor Regency. The type of research used is descriptive… ptive quantitative. The population in this study consists of people who carried out administrative services at the Disdukcapil office of Bogor Regency, with a total sample of 100 respondents. Data analysis was conducted using the Weighted Means Score (WMS) method. The results of the study show that: (1) The highest average score from the analysis of public service quality indicators was the indicator related to “technical service requirements at Disdukcapil being easy to understand by the public,” which obtained an average value of 3.50, categorized as good. Another high indicator was “the completion of administrative processes at Disdukcapil on time,” with an average score of 3.55, also categorized as good. Meanwhile, the lowest average score was 3.19, categorized as fairly good, on indicators such as “the public feeling that their security is guaranteed when managing administrative services at Disdukcapil” and “service officers being disciplined in providing services to the community.” (2) The final recapitulation of the analysis across the ten main indicators of public service quality shows that the highest average score was found in the Certainty indicator, with a score of 3.48, categorized as fairly good. On the other hand, the lowest average scores were in the Discipline and Comfort indicators, both with scores of 3.23, also categorized as fairly good. (3) Overall, the average score of all public service quality indicators in this study was 3.34, categorized as fairly good. This indicates that, in general, the public perceives the quality of public services at the Disdukcapil of Bogor Regency to be fairly good. The recommendation given is that Disdukcapil Bogor Regency should further improve the discipline of its officers regarding their presence at the workplace or service counters, as well as their punctuality in serving the community, and also create a more comfortable environment and waiting area for the public accessing services.

QUALIFICATIONS OF THE SPIRITUAL INTEGRITY OF JESUS’ LEADERSHIP IN THE GOSPEL OF MATTHEW: IMPLICATIONS FOR CHRISTIAN LEADERSHIP IN INDONESIA

Waruwu, Elianus, Sihotang, Korintus, Paimon, Edi, Jacky, Jacky
Abstract: Penelitian ini menyoroti krisis integritas kepemimpinan yang melanda Indonesia dan gereja, yang kerap dipengaruhi oleh adopsi model kepemimpinan sekuler yang pragmatis serta mengabaikan spiritualitas Alkitabiah. Walaupun… keteladanan Yesus menjadi acuan utama, kajian teologis khusus tentang integritas spiritual kepemimpinan-Nya dalam Injil Matius masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis integritas spiritual Yesus dalam Injil Matius serta menggali implikasinya bagi kepemimpinan Kristen di Indonesia, khususnya bagi guru Pendidikan Agama Kristen dan pemimpin gereja. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur serta eksegesis historis-gramatikal dan teologis terhadap Injil Matius. Hasil penelitian mendefinisikan integritas secara holistik sebagai kesatuan identitas diri, keaslian hidup, keberanian moral, kedekatan dengan Allah, dan kompetensi praktis. Integritas ini berakar pada relasi dengan Allah dan menuntut keselarasan antara perkataan, tindakan, serta kehendak-Nya. Kepemimpinan Kristen dipahami bukan sekadar kapasitas manusiawi atau posisi, melainkan panggilan ilahi yang menuntut visi rohani, integritas, dan pelayanan kasih. Empat kualifikasi integritas kepemimpinan Yesus yang ditemukan adalah: (1) Kepemimpinan melalui kehidupan doa yang tekun sebagai dasar ketergantungan total pada Allah dan ketaatan kepada kehendak-Nya; (2) Kepemimpinan sesuai tuntunan Roh Kudus sebagai sumber wibawa dan kuasa yang bersumber dari pengurapan ilahi; (3) kepemimpinan berdasarkan kebenaran firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi, sumber kebenaran, inspirasi, hikmat, dan pendoman kehidpan; dan (4) kepemimpinan berkarakter ilahi yang nyata melalui kasih agape, kerendahan hati, belas kasihan, kejujuran, ketulusan, serta penolakan terhadap kemunafikan. Kesimpulannya, integritas kerohanian merupakan pilar fundamental yang menyatukan kedalaman spiritualitas dengan kredibilitas praktis, sekaligus memberikan kerangka teologis yang kokoh untuk membangun kepemimpinan Kristen yang otentik dan transformatif di tengah krisis integritas.

ANALYSIS OF THE ROLE OF EDUCATION AND TRAINING IN IMPROVING EMPLOYEE COMPETENCY AT THE KALAENA SUB-DISTRICT OFFICE, EAST LUWU REGENCY

Astika , Chiko, Chandra, Arya, Aryanti , Melisa, Astika , Cica, Erwina, Erwina, Munawir, Munawir
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kompetensi pegawai di Kantor Camat Kalaena Kabupaten Luwu Timur. Metode kualitatif dengan pendekatan regresi linear berganda digunakan pada… 12 responden dari 14 pegawai negeri sipil yang telah mengikuti program pendidikan dan pelatihan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kompetensi (t=2,830; p=0,018), pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kompetensi (t=2,888; p=0,016), dan secara simultan keduanya berpengaruh signifikan (F=9,823; p=0,004). Koefisien determinasi (R²=0,612) menunjukkan 61,2% variasi kompetensi dijelaskan oleh pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini mengkonfirmasi pentingnya investasi dalam program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pegawai dalam pelayanan publik.

THE INFLUENCE OF CUSTOMER SERVICE QUALITY ON CUSTOMER SATISFACTION AT PT BANK XXX (TANGERANG - BANTEN)

Beno Kusnadi, RAMDHANI, MIFTAH, Nopi Andayani, Mahmud Ali, Zaenudin, Siti Aina Firdaus, Maya Oktaviani
Abstract: Hubungan dan tren penelitian terkait topik kualitas pelayanan dari 2019 hingga 2023 diinterpretasikan dalam gambar di atas. Dengan ukuran node yang besar, yang menunjukkan dominasi dan frekuensi tinggi dalam penelitian,… istilah "pengaruh kualitas pelayanan" menjadi pusat perhatian. Hasil pra penelitian yang dilakukan menemukan Tangibles (Bukti Fisik) menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih rendah dibandingkan dengan dimensi lainnya, yaitu tingkat kepuasan yang lebih rendah, Hal ini menunjukkan bahwa aspek Bukti Fisik perlu mendapat perhatian lebih untuk meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Kualitas Pelayanan Customer Service Terhadap Kepuasan Nasabah pada PT Bank XXX Tangerang Banten.  Metode asosiatif dengan pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan, yang melibatkan pengumpulan data dalam bentuk angka dan analisis statistik. Pendekatan kuantitatif dipilih karena sifatnya yang sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas, yang mendukung langkah-langkah yang harus ditempuh dalam penelitian. Populasi yang digunakan yaitu nasabah pada periode Bulan Juni 2022 – Bulan Desember 2022 sebesar 13.002 nasabah, Sampel mengunakan rumus slovin dengan Presentase Kelonggaran ketelitian kesalahan pengambilan sampel yang masih bisa sitolerir Nilai e = 0,1 (10%), maka sample yang di ambil adalah transaksi yang berjumlah 100 Nasabah (Resphonden). Dari hasil perhitungan diperoleh nilai R Square sebesar 0,824. Hal ini berarti bahwa seluruh variabel bebas yakni Kualitas Pelayana (X) mempunyai kontribusi bersama-sama sebesar 82,4% terhadap variabel terikat yaitu Kualitas Pelayana (Y). Sedangkan, sisanya yaitu 17,6% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini

TINJAUAN WAKTU PENYEDIAAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT JALAN BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI RS X KOTA PURBALINGGA

Khiqmatun Nazilah, Khusnul Khotimah Arum Nur Cahyanti, Ilham Rahmansyah
Abstract: Waktu penyediaan rekam medis rawat jalan sangat penting untuk mempercepat pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien agar tidak terjadi antrian yang panjang pada saat penerimaan pasien rawat jalan. waktu penyediaan… rekam medis rawat jalans esuai dengan SPM yaitu ≤ 10 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu penyediaan rekam medis rawat jalan dan rata-rata lama waktu nya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. sampel penelitian ini adalah 44 berkas rekam medis pasien rawat jalan pada bulan Mei 2024. Dari 44 berkas rekam penyediaan 10 menit yaitu berjumlah 13 berkas rekam medis (30%) dan 10 menit yaitu berjumlah 31 berkas rekam medis (70%). Dan rata-rata lama waktu penyediaannya yaitu 13 menit atau 10 menit. Kesimpulan: Lama waktu penyediaan berkas rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit X di Purbalingga bervariasi antara ≤10 hingga 10 menit.   Kata Kunci : Kelengkapan Dokumen, Rekam Medis, Rumah Sakit

GAMBARAN PENERAPAN SIMRS PADA BAGIAN PELAPORAN INTERNAL DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL 5M DI RUMAH SAKIT X

Olivia Ratna Julianggi, Wiwik Priyatin, Khusnul Khotimah Arum Nur Cahyanti
Abstract: Laporan internal memuat catatan dan atau rekaman kegiatan yang telah diselesaikan atau dikerjakan oleh pihak manajemen rumah sakit. Pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu kepada masyarakat, rumah sakit memerlukan dukungan… ngan input yang bermutu juga sehingga akan menghasilkan output yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran penerapan SIMRS pada bagian pelaporan internal dengan menggunakan pendekatan model 5M di Rumah Sakit X. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan unsur man, money, material, machine, methode melalui analisis kualitatif dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini untuk unsur man sudah sesuai, untuk unsur money sudah terdapat anggaran operasional tetapi belum terlaksana untuk anggaran pelatihan, untuk unsur materials ketersediaan bahan-bahan sudah cukup memadai, unsur machine sudah terdapat mesin pendukung dalam pengelolaan, dan untuk unsur  methode terdapat SOP untuk kegiatan pelaporan, tetapi belum terdapat SOP khusus untuk kegiatan pelaporan internal.   Kata kunci: 5M, Pelaporan, Pelaporan internal, SIMRS

PENERAPAN TERAPI MUROTTAL AL-FATIHAH UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGRAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA

Ramadani, Kuatin, Sundari , Ririn Isma, Rahmawati, Arni Nur
Abstract: Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya… ngnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan     internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat  tentang lingkungan  tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.

PELAKSANAAN PROGRAM PERBAIKAN GIZI BALITA DALAM PENCEGAHAN STUNTING OLEH DINAS KESEHATAN KOTA PEKANBARU

Rozalinasari, Rozalinasari, Nurmasari, Nurmasari
Abstract: Dalam mengatasi dan mengurangi kasus gizi buruk di Kota Pekanbaru, dinas kesehatan telah melakukan berbagai upaya dalam kasus gizi buruk ini, sehingga agar dapat mencapai target hingga dibawah1%. Adapun bentuk dari tindakan… kan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dalam mengenai kasus gizi buruk. Selain dengan tindakan-tindakan yang telah dilakukan, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru terus melakukan kerjasama seoptimal mungkin dengan instansi-instansi terkait yang berkaitan dalam penanganan kasus gizi buruk ini, seperti dengan puskesmas, kader di setiap daerah, maupun dengan kecamatan. Sehingga kasus gizi buruk ini selalu dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan nantinya akan dapat mengurangi kasus gizi buruk yang ada di Kota Pekanbaru.  Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan menjelaskan implementasi program gizi masyarakat sudah terpenuhi dengan baik dan hambatan-hambatannya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dan kuantitatif. Adapun populasid an sampel dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Kesehatan Dinkes Pekanbaru, Kepala Seksi Gizi Masyarakat, Kepala Pusekesmas tiga orang, Pegawai Dinas Sebanyak dua orang dan orang tua bayi yang terkena Gizi buruk. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Implementasi Program Perbaikan Gizi Masyarakat Oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru belum terimplementasi sepenuhnya. Hal ini dapat dilihat dari dalam perencanaan kegiatan yang telah dibuat tidak semua kegiatan mendapat anggaran baik itu APBD maupun APBN, karena keterbatasan anggaran yang ada dan lebih memgutamakan penganggaran untuk kegiatan yang direncanakan dapat lebih cepat menurunkan gizi buruk sehingga pelaksanaan perbaikan gizi untuk Kota Pakanbaru dapat menurun jumlah kasus gizi buruknya, adanya beberapa posyandu yang tidak aktif, hal ini menandakan masih kurangnya peran kader untuk membantu mensukseskan jalannya program ini. Hambatannya yaitu anggaran yang kurang, Kualitas pelayanan posyandu yang tidak aktif dan peran masyarakat yang tidak aktif. 

PEDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TERUTAMA TUNARUNGU DI SLB NEGERI KELEYAN

Valentina, Ajeng Kartika, Harsiwi, Nova Estu
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui anak ABK  terutama anak tunarungu lebih lanjut dan melihat sekolah SLB yang merupakan tempat anak ABK untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif… litatif di sebuah sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu : observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitian berupa sekolah SLB Negeri Keleyan yang ada di Bangkalan.. Hasil menunjukkan bahwa sekolah SLB adalah sekolah yang cukup baik dalam mendapatkan ilmu dan pelayanan.