Search Articles & Publications

Showing 2712 articles found for "Meningkatkan"

IMPLEMENTASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK DISTRIBUSI LOGISTIK KEPOLISIAN DENGAN METODE MOORA

Safaria, Sayendra, Rahim, Radiyan, Wendra, Yumai, Hariska Putra, Ruri Pratama
Abstract: Abstract: The distribution of police logistics involves various locations with differing needs, making the decision-making process highly complex. Manual decision-making often faces challenges, such as numerous factors or… r criteria that need to be considered, including the distance to the location, the level of logistic needs, the number of personnel at the location, and the availability of logistics in the warehouse. Additionally, difficulties frequently arise in determining priority locations during emergencies or disasters, as well as vulnerabilities to subjective errors due to human limitations in analyzing complex data. Another issue is the unequal allocation of logistics, where some locations receive more logistics than needed, while others experience shortages. A Decision Support System (DSS) is a computer-based system designed to assist decision-makers in analyzing data, evaluating various alternatives, and providing recommendations. DSS aims to simplify the decision-making process to make it more effective. Various methods are used in the decision-making process, one of which is the Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) method. This system aims to reduce subjectivity, increase efficiency, and ensure a more equitable allocation of logistics based on needs. It is expected that this DSS can serve as a solution that facilitates faster, more accurate, and transparent decision-making.    Keywords: decision support system; moora; logistics  Abstrak: Distribusi logistik kepolisian melibatkan berbagai lokasi dengan kebutuhan yang berbeda-beda, yang membuat pengambilan keputusan menjadi sangat kompleks. Pengambilan keputusan secara manual sering kali menghadapi tantangan, seperti banyaknya faktor atau kriteria yang harus dipertimbangkan, misalnya jarak lokasi, tingkat kebutuhan logistik, jumlah personel di lokasi, dan ketersediaan logistik di gudang. Selain itu, sering kali ada kesulitan dalam menentukan prioritas lokasi yang harus didahulukan dalam situasi darurat atau bencana, serta adanya kerentanannya terhadap kesalahan subjektif akibat keterbatasan manusia dalam menganalisis data yang kompleks.Permasalahan lain yang muncul adalah ketidakmerataan alokasi logistik, di mana beberapa lokasi menerima logistik melebihi kebutuhan, sementara lokasi lain mengalami kekurangan.  Sistem Penunjang Keputusan (SPK) adalah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mendukung pengambil keputusan dalam menganalisis data, menilai berbagai alternatif, dan memberikan rekomendasi. SPK bertujuan untuk mempermudah proses pengambilan keputusan agar lebih efektif. Terdapat berbagai metode yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, salah satunya adalah metode Multi Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA). Sistem ini bertujuan mengurangi subjektivitas, meningkatkan efisiensi, dan memastikan alokasi logistik yang lebih merata berdasarkan kebutuhan. Diharapkan, SPK ini dapat menjadi solusi yang mampu memberikan pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan transparan. Kata kunci: sistem penunjang keputusan; MOORA; logistik

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW OPTIMALIMASI LITERASI DIGITAL UNTUK EFISIENSI PENANGGULANGAN CYBERBULLYING

lim, sheren, Pernando, Yongky
Abstract: Abstract: This study aims to review digital literacy as a strategy to prevent cyberbullying in adolescents using the Systematic Literature Review (SLR) approach to research from 2020 to 2024. Cyberbullying, which often occurs… ccurs verbally, is influenced by the anonymity of the perpetrator and low digital literacy. The results of the study show that digital literacy can increase students' awareness, self-control, understanding of privacy, and empathy in interacting in the digital world. Psychosocial support from family, school, and community is also key in preventing cyberbullying. This study emphasizes the importance of digital literacy as an effective strategy to build responsible attitudes and positive interactions in the digital world. Keywords: systematic literature review; digital literacy; cyberbullying Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literasi digital sebagai strategi pencegahan cyberbullying pada remaja dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap penelitian tahun 2020 hingga 2024. Cyberbullying, yang kerap terjadi secara verbal, dipengaruhi anonimitas pelaku dan rendahnya literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dapat meningkatkan kesadaran, pengendalian diri, pemahaman privasi, serta empati siswa dalam berinteraksi di dunia digital. Dukungan psikososial dari keluarga, sekolah, dan masyarakat juga menjadi kunci dalam mencegah cyberbullying. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital sebagai strategi efektif untuk membangun sikap bertanggung jawab dan interaksi positif di dunia digital.   Kata kunci: systematic literature review; literasi digital; cyberbullying

ANALISIS SENTIMEN ULASAN E-COMMERCE SHOPEE DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA NAIVE BAYES

angreyani, jeny, Pernando, Yonky
Abstract: Abstract: In this study, an analysis of the use of the Naive Bayes algorithm for sentiment analysis of reviews from Shopee app users on the Google Play Store was conducted, with classification divided into three categories:… es: positive, negative, and neutral. To improve data quality, a preprocessing process was carried out with stages of cleaning, case folding, normalization, stop word removal, stemming, and tokenizing. Next, the text is formatted using the TF-IDF method to facilitate classification. For this data, the Naive Bayes model is used, which has an accuracy rate of 87% in detecting sentiment. Positive and negative categories can be easily identified compared to neutral sentiments due to the smaller amount of neutral data. Overall, the Naive Bayes algorithm successfully analyzed user sentiments well. The research can be developed with other algorithm methods, such as SVM, K-NN, or Decision Tree, in order to compare the performance of various algorithms. Keywords: sentiment analysis; naive bayes; user reviews; e-commerce; shopee  Abstrak: Dalam penelitian ini dilakukan analisis penggunaan algoritma Naive Bayes untuk analisis sentimen review dari pengguna aplikasi Shopee di Google Play Store, klasifikasi dibagai menjadi 3 kategori yaitu positif, negatif, dan netral. Untuk meningkatkan kualitas data, dilakukam proses preprocessing dengan tahap cleanimg, case folding, normalisasi, stopword removal, stemming, dan tekonezing. Selanjutnya, teks diformat menggunakan metode TF-IDF untuk memudahkan klasifikasi. Untuk data ini, model Naive Bayes digunakan, yang memiliki tingkat akurasi 87% dalam mendeteksi sentimen. Kategori positif dan negatif dapat dengan mudah diidentifikasi dibadingkan sentiemen netral karena jumlah data netral yang lebih sedikit. Secara keseluruhan, algoritma Naive Bayes berhasil menganalisis perasaan pengguna dengan baik. Penelitian dapat dikembangkan dengan algoritma metode lain, seperti SVM, K-NN, atau Decision Tree, guna membandingkan kinerja berbagai algoritma. Kata kunci: analisis sentiment; naive bayes; ulasan pengguna; e-commerce; shopee

ANIMASI DAMPAK DAN PENCEGAHAN CYBERBULLYING PADA TINGKAT REMAJA DI KOTA BATAM

song, Meidianto, Pernando, Yonky
Abstract: Abstract: In today’s digital age, social media has become a primary medium for social interactions, particularly among teenagers. While digital advancements bring various advantages, they also introduce challenges, such… , such as the growing issue of cyberbullying, a harmful online behavior impacting teens' mental health and social relationships. This study focuses on developing an educational animation aimed at raising awareness about the effects and prevention of cyberbullying by employing the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) approach. The MDLC method provides a structured, step-by-step process for creating multimedia-based animations, involving concept, design, material collection, assembly, testing, and distribution stages. Assets were created in Adobe Illustrator, while animation development used Adobe Animate to effectively communicate cyberbullying risks and preventive strategies to teenagers. Distributed through social media to assess audience feedback, the animation received initial positive responses, indicating an increased understanding of cyberbullying prevention. This study serves as a useful basis for further research into digital media’s role as a preventive tool against cyberbullying among youth. Keywords: cyberbullying; animation; multimedia development life cycle  Abstrak: Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi media utama untuk interaksi sosial, terutama di kalangan remaja. Sementara kemajuan digital membawa berbagai keuntungan, mereka juga menimbulkan tantangan, seperti masalah cyberbullying yang berkembang, perilaku online berbahaya yang memengaruhi kesehatan mental dan hubungan sosial remaja. Penelitian ini berfokus pada pengembangan animasi edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang efek dan pencegahan cyberbullying dengan menggunakan pendekatan Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Metode MDLC menyediakan proses langkah demi langkah yang terstruktur untuk membuat animasi berbasis multimedia, yang melibatkan konsep, desain, pengumpulan material, perakitan, pengujian, dan tahap distribusi. Aset dibuat di Adobe Illustrator, sedangkan pengembangan animasi menggunakan Adobe Animate untuk mengomunikasikan risiko cyberbullying dan strategi pencegahan secara efektif kepada remaja. Didistribusikan melalui media sosial untuk menilai umpan balik audiens, animasi tersebut menerima tanggapan positif awal, yang menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pencegahan cyberbullying. Penelitian ini menjadi dasar yang berguna untuk penelitian lebih lanjut tentang peran media digital sebagai alat pencegahan terhadap cyberbullying di kalangan remaja. Kata kunci: cyberbullying; animasi; multimedia developmet life cycle

PENERAPAN JUST IN TIME (JIT) DAN MANAJEMEN BAHAN BAKU PT. SUMBER NELAYAN INDONESIA BERBASIS WEB

PuspitaSari, Dinda Tri, Sembiring, Muhammad Ardiansyah, Marpaung, Nasrun
Abstract: Abstract: This study discusses the application of the Just In Time (JIT) method and web-based raw material management at PT Sumber Nelayan Indonesia, a company engaged in shrimp paste production. The main problem faced by… y the company is the instability of raw material inventory, which leads to stock buildup, increased storage costs, and inefficiencies in the production process. The JIT method is integrated into a web-based Supply Chain Management (SCM) system to improve inventory management efficiency by minimizing the amount of raw materials that are not needed, reducing waste, and ensuring the availability of raw materials according to actual needs. The results show that the implementation of web-based JIT and SCM improves real-time stock monitoring, which improves inventory-related planning and decision-making. Additionally, the system strengthens communication between companies and suppliers, speeds up response to changes in demand, and ensures timely delivery of raw materials, reducing potential delays in the production process. Thus, the implementation of the JIT method in web-based raw material management at PT Sumber Nelayan Indonesia has succeeded in improving operational efficiency and reducing inventory costs.         Keywords:. just in time (jit); inventory management; supply chain management (scm); stock management; shrimp paste production  Abstrak: Penelitian ini membahas penerapan metode Just In Time (JIT) dan manajemen bahan baku berbasis web di PT. Sumber Nelayan Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang produksi terasi. Masalah utama yang dihadapi perusahaan adalah ketidakstabilan persediaan bahan baku, yang menyebabkan penumpukan stok, peningkatan biaya penyimpanan, dan inefisiensi dalam proses produksi. Metode JIT diintegrasikan ke dalam sistem Supply Chain Management (SCM) berbasis web untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan dengan meminimalkan jumlah bahan baku yang tidak diperlukan, mengurangi pemborosan, dan memastikan ketersediaan bahan baku sesuai dengan kebutuhan aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan JIT dan SCM berbasis web meningkatkan pemantauan stok secara real-time, yang memperbaiki perencanaan dan pengambilan keputusan terkait persediaan. Selain itu, sistem ini memperkuat komunikasi antara perusahaan dan pemasok, mempercepat respons terhadap perubahan permintaan, dan memastikan pengiriman bahan baku tepat waktu, sehingga mengurangi potensi keterlambatan dalam proses produksi. Dengan demikian, implementasi metode JIT dalam manajemen bahan baku berbasis web di PT. Sumber Nelayan Indonesia berhasil meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya persediaan. Kata kunci: just in time (jit); manajemen persediaan; supply chain management (scm); pengelolaan stok; produksi terasi

ANALISIS DAN PERANCANGAN TEKNIK FORWARD CHAINING UNTUK DETEKSI PENYAKIT SAPI DINAS PERIKANAN DAN PETERNAKAN BATU BARA

Lestari, Dian, Nasution, Akmal, Apridonal, Yori
Abstract: Abstract: This research focuses on the analysis and design of a cattle disease detection system using the Forward Chaining technique. This system aims to help farmers identify various diseases in cattle quickly and accurately,… ately, which can ultimately improve livestock health and livestock productivity. In developing this system, the Forward Chaining technique is used as the main inference method. This method was chosen because of its ability to produce conclusions based on available facts in stages, so it is very suitable for expert system applications that require repeated and complex decision-making processes. This research begins with a system requirements analysis that includes identification of common types of cattle diseases, associated symptoms, as well as the knowledge and rules required for the diagnosis process. Next, system design is carried out which includes creating a knowledge base, inference engine, and user interface. The result of this research is a prototype expert system for diagnosing cattle diseases which has been tested and shows satisfactory performance in detecting various cattle diseases based on the symptoms entered. With this system, it is hoped that farmers can more quickly take appropriate action against diseases that attack their livestock, so that they can minimize losses and increase the efficiency of livestock businesses. Keywords: analysis; expert system; forward chaining; cattle disease; website. Abstrak: Penelitian ini berfokus pada analisis dan perancangan sistem deteksi penyakit sapi menggunakan teknik Forward Chaining. Sistem ini bertujuan untuk membantu peternak dalam mengidentifikasi berbagai penyakit pada sapi secara cepat dan akurat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan ternak dan produktivitas peternakan. Dalam pengembangan sistem ini, teknik Forward Chaining digunakan sebagai metode inferensi utama. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam menghasilkan kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang tersedia secara bertahap, sehingga sangat cocok untuk aplikasi sistem pakar yang memerlukan proses pengambilan keputusan berulang dan kompleks. Penelitian ini dimulai dengan analisis kebutuhan sistem yang mencakup identifikasi jenis-jenis penyakit sapi yang umum, gejala-gejala yang terkait, serta pengetahuan dan aturan yang diperlukan untuk proses deteksi. Selanjutnya, dilakukan perancangan sistem yang mencakup pembuatan basis pengetahuan, mesin inferensi, dan antarmuka pengguna. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah prototipe sistem pakar deteksi penyakit sapi yang telah diuji dan menunjukkan kinerja yang memuaskan dalam mendeteksi berbagai penyakit sapi berdasarkan gejala-gejala yang dimasukkan. Dengan sistem ini, diharapkan peternak dapat lebih cepat dalam mengambil tindakan yang tepat terhadap penyakit yang menyerang ternaknya, sehingga dapat meminimalisir kerugian dan meningkatkan efisiensi usaha peternakan. Kata kunci: analisis; sistem pakar; forward chaining; penyakit sapi; website

ANALISIS MINAT BACA PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN DENGAN PENDEKATAN DATA MINING MENGGUNAKAN METODE K-MEANS

Sulistiawan, Defry Nazhira, Saputra, Herman, Sena, Maulana Dwi
Abstract: Abstract: Asahan District Library Service is a growing regional public library and is always making improvements, improvements, and trying to maintain the quality of its services. This is evidenced by the provision of services… rvices such as borrowing and returning books (circulation), and adding to the book collection every year. Knowing and understanding visitors' reading interests is the main key in improving the quality of library services. However, managing reading interest from various levels of society is not an easy task. Each individual has different reading preferences and interests. Therefore, a systematic and efficient approach is needed in identifying reading interests to be able to manage the addition of book collections. Currently, in the process of adding a book collection, the library only makes employee recommendations, and the latest books, as a reference in increasing the number of book collections, without considering which books are most in demand to increase the collection. This can have a negative impact if there is an addition to the collection of books that are not in demand to read, which can cause problems in terms of service and finance. Based on this, the application of data mining, especially the K-Means method, will be carried out, to support the management of book collection additions, by grouping the reading interests of library visitors who have the same identity, so that libraries are more precise in managing book collections in grouping books that are rarely borrowed, often borrowed and very often borrowed.   Keywords: visitor reading interest; k-means method; library; data mining; book collection Abstrak: Dinas Perpustakaan Kabupaten Asahan merupakan perpustakaan umum daerah sedang berkembang dan terus memperbaiki, membenahi, dan meningkatkan layanan. Diberikannya layanan seperti pinjaman dan sirkulasi, dan penambahan koleksi buku setiap tahunnya. Mengetahui dan memahami minat baca pengunjung menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Namun, mengelola minat baca dari berbagai lapisan masyarakat bukanlah tugas yang mudah. Setiap individu memiliki preferensi dan minat baca yang berbeda-beda. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang sistematis dan efisien dalam mengidentifikasi minat baca untuk dapat mengelola penambahan koleksi buku. Saat ini, ketika perpustakaan meningkatkan koleksi bukunya, mereka hanya bergantung pada rekomendasi karyawan dan buku terkini untuk menambah jumlah buku. Mereka tidak mempertimbangkan buku mana yang paling diminati untuk menambah koleksi mereka. Hal ini dapat berdampak negatif jika terdapat penambahan koleksi buku yang kurang diminati untuk dibaca, yang dapat menimbulkan masalah dari sisi pelayanan maupun finansial. Berdasarkan hal tersebut maka akan dilakukan penerapan data mining khususnya metode K-Means, untuk mendukung pengelolaan penambahan koleksi buku, dengan cara mengelompokkan minat baca pengunjung perpustakaan yang memiliki kesamaan identitas, sehingga perpustakaan lebih tepat dalam mengelola koleksi buku dalam mengelompokan buku yang jarang dipinjam, sering dipinjam dan sangat sering dipinjam. Kata Kunci: minat baca pengunjung; metode k-means; perpustakaan; data mining; koleksi buku

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PENYELEKSIAN OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL (O2SN) MENGGUNAKAN METODE MOORA

Widyanti, Maya, Rahmadani, Nurul, Syafnur, Afdhal
Abstract: Abstract: The selection process for students of the National Student Sports Olympiad (O2SN) in the field of Pencak Silat at SMA Negeri 1 Air Joman is often faced with various challenges that affect objectivity and fairness… ss in decision making. Assessments carried out directly by coaches tend to be non-objective, so that students who are sent to participate in the National Student Sports Olympiad (O2SN) are not alternately. Inaccuracy in selecting eligible students not only harms potential students, but can also reduce the school's chances of achieving success in the O2SN event. Therefore, a Decision Support System (DSS) is needed that can help improve objectivity, accuracy, and efficiency in the selection process, so that it can produce more precise and fair decisions. The decision support system used is the MOORA method. This system is designed to assist schools in determining students who are eligible to represent the school in the O2SN competition based on several criteria such as age, weight, strength, technique (moves) and student attendance. These criteria are analyzed and weighted according to their level of importance. Furthermore, the MOORA method is applied to calculate and rank students. The results of this study indicate that the students selected to participate in O2SN Pencak Silat are Joko Satrio and Wisnu Ramadan with optimization values of 0.339 and 0.281. Keywords: moora; o2sn;  student selection; decision support system Abstrak: Proses seleksi siswa Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di bidang Pencak Silat di SMA Negeri 1 Air Joman sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan yang mempengaruhi objektivitas dan keadilan dalam pengambilan keputusan. Penilaian yang dilakukan secara langsung oleh pelatih cenderung bersifat tidak objektif, sehingga siswa yang dikirimkan untuk mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tidak secara bergantian. Ketidaktepatan dalam pemilihan siswa yang layak tidak hanya merugikan siswa yang berpotensi, tetapi juga dapat mengurangi peluang sekolah untuk meraih prestasi di ajang O2SN. Oleh karena itu, diperlukan suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu meningkatkan objektivitas, akurasi, dan efisiensi dalam proses seleksi, sehingga mampu menghasilkan keputusan yang lebih tepat dan adil. Sistem pendukung keputusan yang digunakan adalah dengan metode MOORA. Sistem ini dirancang untuk membantu pihak sekolah dalam menentukan siswa-siswa yang layak mewakili sekolah pada kompetisi O2SN berdasarkan beberapa kriteria seperti usia, berat badan, kekuatan, teknik (jurus) dan kehadiran siswa. Kriteria-kriteria tersebut dianalisis dan diberikan bobot sesuai dengan tingkat kepentingannya. Selanjutnya, metode MOORA diterapkan untuk melakukan perhitungan dan pemeringkatan siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang terpilih mengikuti O2SN Pencak Silat adalah Joko Satrio dan Wisnu Ramadan dengan nilai optimasi sebesar 0,339 dan 0,281. Kata Kunci: moora; o2sn; seleksi siswa; sistem pendukung keputusan

PENILAIAN PEGAWAI TELADAN PADA KANTOR DESA AIR TELUK HESSA MENGGUNAKAN SAW

Sinaga, Bella Cantika, Lubis, Adi Prijuna, Dewi, Muthia
Abstract: Abstract: This study aims to develop a performance evaluation method for exemplary employees at the Village Office of Air Teluk Hessa using the Simple Additive Weighting (SAW) method. The SAW method was chosen for its ability… ility to simplify decision-making through the summation of weights from evaluation criteria, namely discipline, ethics, public service, teamwork, and attendance. The analysis results show that employee A05 is the top performer with a score of 0.92, followed by A06 (0.9125), A04 (0.8825), A03 (0.8575), A01 (0.8325), and A02 (0.8075). The main exemplary employee is A05, represented by Irmaya Sari. The use of SAW provides objective and transparent evaluations, enhancing employee motivation and performance through fair recognition. This method also supports the establishment of consistent evaluation standards, contributing to the overall effectiveness of the organization.      Keywords: assessment; employee performance; decision support system; simple additive weighting (saw) Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode penilaian pegawai teladan di Kantor Desa Air Teluk Hessa dengan menggunakan Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW dipilih karena dapat menyederhanakan pengambilan keputusan melalui penjumlahan bobot dari kriteria penilaian, yaitu kedisiplinan, etika, pelayanan masyarakat, kerjasama tim, dan kehadiran. Hasil analisis menunjukkan pegawai A05 sebagai yang terbaik dengan nilai 0,92, diikuti A06 (0,9125), A04 (0,8825), A03 (0,8575), A01 (0,8325), dan A02 (0,8075). Pegawai teladan utama adalah A05, diwakili oleh Irmaya Sari. Penggunaan SAW memberikan penilaian yang objektif dan transparan, meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai melalui penghargaan yang adil. Metode ini juga mendukung penetapan standar penilaian yang konsisten, berkontribusi pada efektivitas organisasi. Kata kunci: penilaian; kinerja pegawai; sistem pendukung keputusan; simple additive weighting (saw)

PENERAPAN METODE SMA DALAM FORECASTING SYSTEM STOK VOUCHER INTERNET PADA BISMILLAH PONSEL

Gunawan, M, Risnawati, Risnawati, Rohminatin, Rohminatin
Abstract: Abstract: Bismillah Ponsel in Kisaran Kota faces challenges in managing internet voucher stock due to inefficient manual recording and limited active period. To overcome this problem, the application of the Single Moving… Average (SMA) forecasting method is proposed to predict stock needs based on historical data. Thus, business owners can manage stock more optimally, avoid shortages or excess inventory, and improve business efficiency and finances. The results of the application of the SMA method show the prediction of voucher stock needs for April and May with fairly good Mean Absolute Percentage Error (MAPE) accuracy. For IM3 vouchers, the stock predictions for each month are 244 and 244.5 (MAPE 8.21%). Axis vouchers as many as 798 (MAPE 5.02%), XL as many as 713 and 724.5 (MAPE 5.02%), Telkomsel as many as 942 and 951 (MAPE 3.23%), Tri as many as 490 and 491 (MAPE 7.94%), and Smartfren as many as 656 and 664 (MAPE 5.38%). With quite high accuracy, the SMA method has proven to be able to predict sales quickly and accurately, help provide stock according to needs, and increase the operational efficiency of Bismillah Ponsel.   Keywords: inventory; management; sales; forecasting; single moving average (SMA). Abstrak: Bismillah Ponsel di Kisaran Kota menghadapi tantangan dalam pengelolaan stok voucher internet akibat pencatatan manual yang tidak efisien dan masa aktif terbatas. Untuk mengatasi masalah ini, diusulkan penerapan metode peramalan Single Moving Average (SMA) guna memprediksi kebutuhan stok berdasarkan data historis. Dengan demikian, pemilik usaha dapat mengelola stok lebih optimal, menghindari kekurangan atau kelebihan persediaan, serta meningkatkan efisiensi dan keuangan bisnis.Hasil penerapan metode SMA menunjukkan prediksi kebutuhan stok voucher untuk April dan Mei dengan akurasi Mean Absolute Percentage Error (MAPE) yang cukup baik. Untuk voucher IM3, prediksi stok masing-masing bulan adalah 244 dan 244,5 (MAPE 8,21%). Voucher Axis sebanyak 798 (MAPE 5,02%), XL sebanyak 713 dan 724,5 (MAPE 5,02%), Telkomsel sebanyak 942 dan 951 (MAPE 3,23%), Tri sebanyak 490 dan 491 (MAPE 7,94%), serta Smartfren sebanyak 656 dan 664 (MAPE 5,38%). Dengan akurasi yang cukup tinggi, metode SMA terbukti mampu meramalkan penjualan secara cepat dan akurat, membantu penyediaan stok sesuai kebutuhan, serta meningkatkan efisiensi operasional Bismillah Ponsel. Kata Kunci:     manajemen; persediaan; peramalan; penjualan; single moving average (SMA