Abstract:Kualitas tidur bayi dapat dilihat dari cara bayi tidur, jika tidak baik maka akan terganggu seperti bayi akan menangis. Bayi yang mengalami hal tersebut dapat ditingkatkan dengan pijat bayi, yang memiliki banyak manfaat…
yaitu seperti meningkatkan daya tahan tubuh, merangsang fungsi dari pencernaan, meningkatkan kualitas tidur, mengatasi sakit perut. Melalui penggunaan taktik ceramah, diskusi, dan presentasi, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dan ibu tentang pijat bayi dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas tidur bayi baru lahir. Media yang digunakan adalah power point, booklet, dan phantom bayi. Sebanyak 12 kader dan sembilan ibu berpartisipasi dalam tiga pertemuan ini. Saebanyak 2 ibu tidak dapat dievaluasi karena mereka tidak terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan kader (dari skor rata-rata 76,67 menjadi 84,5), dan kemampuan kader (dari skor rata-rata 89,91 menjadi 94,75), menurut temuan penelitian. Selain itu, pengetahuan ibu juga mengalami peningkatan, dari rata-rata 73,4 menjadi 85,67, dan tingkat kompetensi mereka meningkat dari 85,89 menjadi 96. Kesimpulannya yaitu ibu dan kader dapat mempelajari lebih lanjut tentang metode pijat bayi sehingga mereka dapat memberikan perawatan terbaik kepada bayi mereka.
Abstract:Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya…
ngnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal.
Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.
Abstract:Gangguan jiwa merupakan sindrom yang secara klinis dapat terjadi pada seseorang dan ditambah dengan beragam stres disertai peningkatan risiko kematian, nyeri, dan disabilitas. Menurut WHO (World Health Organization) pada…
2019 terdapat 264 kasus depresi dimana sebanyak 20 juta kasus merupakan kasus skizofrenia diseluruh dunia. Di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 31,5% penduduknya mengalami gangguan psikosis. Di Jawa Tengah khususnya RSUD Banyumas pada tahun 2021 sebanyak 2.130 pasien mengalami skizofrenia dimana sebanyak 1.477 pasien mengalami halusinasi. Halusinasi merupakan gejala yang dialami oleh setiap individu yang mengalami gangguan pada persepsi sensorik dimana seseorang mendengar, mencium, mengecap dan melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada yang hanya dirasakan oleh orang tersebut dalam waktu satu bulan atau lebih. Cara meminimalkan gejala halusinasi memerlukan penatalaksanaan salah satunya yaitu terapi dzikir.
Tujuan dari studi kasus ini yaitu menggambarkan penerapan terapi dzikir pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien yang mengalami halusinasi pendengaran dan pasien yang dapat membina hubungan saling percaya serta kooperatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, studi dokumentasi dan demonstrasi. Hasil dari penelitian menunjukan adanya pengaruh terapi dzikir dalam mengontrol halusinasi pendengaran yang dibuktikan dengan adanya penurunan skor tingkat halusinasi dari 19 menjadi 10 dan pasien mampu mengontrol halusinasinya dengan berdzikir. Hasil penelitian ini dapat dijadikan terapi tambahan dalam mengontrol halusinasi pada pasien dengan halusinasi pendengaran.
Abstract:Gangguan jiwa merupakan suatu keadaan jiwa yang tidak mempunyai hubungan dengan realitas, dimana selama periode gangguan jiwa, individu tersebut tidak menyadari apa yang dialami orang lain tentang hal yang sama dan orang…
ng lain tidak mempunyai respons dengan cara yang sama. Berdasarkan
data WHO tahun 2019, 1 dari setiap 8 orang atau 970 juta orang di seluruh dunia hidup dengan gangguan
jiwa. Didapatkan data dari rekam medik di RSUD Banyumas pada tahun 2021 menyebutkan prevalensi
isolasi sosial diruang Nakula ada 14 orang. Salah satu masalah yang ditemukan pada pasien gangguan
jiwa berat adalah isolasi sosial. Masalah isolasi sosial dapat dilakukan dengan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS). Tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) pada
pasien isolasi sosial. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif. Studi kasus ini sudah
dilaksanakan di Ruang Sadewa Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas tanggal 18 November 2023.
Subyek pada studi kasus ini pasien dengan diagnosa Skizofrenia dengan masalah isolasi sosial.
Instrumen pengumpulan data dengan format pengkajian asuhan keperawatan jiwa, lembar observasi
Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisai (TAKS). Hasil studi menunjukkan bahwa setelah dilakukan
implementasi selama 9 hari dengan penerapan TAKS ada perubahan penurunan tanda dan gejala isolasi
sosial sebelum dan sesudah dilakukan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS), dan pasien
mampu meningkatkan kemampuan bersosialisasi dengan orang lain. Kesimpulan dari penelitian ini,
hasil dari penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) dari sesi 1 sampai sesi 7 perlu
direkomendasikan agar perawatan pasien dengan isolasi sosial menjadi efektif.
Abstract:Remaja adalah tahap dari kehidupan di mana seseorang berada pada peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang dapat ditandai dengan perkembangan yang dinamis serta perubahan signifikan dalam hal fisik, mental,…
sosial, dan emosional. Menurut klasifikasi World Healt Organization (WHO), usia remaja dalam hal ini berkisar antara 10 sampai 19 tahun. Pada usia remaja kemasan dapat dirasakan dalam situasi apapun salah satunya pada saat akan menghadapi ujian terutama pada siswa SMA kelas XII. Dalam menangani kecemasan pada siswa kelas XII sebelum ujian dapat dilakukan dengan terapi relaksasi hipnosis lima jari. Tujuan dari dilakukannya Pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kecemasan dan keterampilan melakukan terapi relaksasi hipnosis lima jari untuk menurunkan kecemasan. Metode yang digunakan adalah dengan pendidikan kesehatan melalui ceramah dan demonstrasi video terapi. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 2 pertemuan dan dihadiri oleh 60 siswa kelas XII sebagai responden. Hasil dari PkM ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan tinggi setelah pendidikan kesehatan sebanyak 34 siswa (56,7%) dan adanya penurunan terhadap tingkat kecemasan dengan mayoritas siswa tidak cemas sebanyak 34 siswa (56,7%). Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu melalui pendidikan kesehatan dapat meningkatkan tingkat pengetahuan dan terapi relaksasi hipnosis lima jari dapat menurunkan tingkat kecemasan.
Abstract: Proses menua merupakan proses alami kehidupan manusia serta penurunan kondisi fisik, psikologis, dan interaksi terhadap sesama. Masalah kesehatan pada lansia umumnya seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung, diabetes…
betes mellitus, dan lain-lain. Lansia dengan Diabetes Mellitus lebih cenderung mengalami masalah psikologis seperti kecemasan. Dalam menangani masalah psikososial seperti kecemasan pada lansia dengan diabetes mellitus dapat diberikan intervensi teknik relaksasi dan distraksi yaitu terapi hipnosis 5 jari.
Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan diabetes mellitus, serta melatih keterampilan untuk menurunkan kecemasan lansia. Kegiatan ini dilakukan selama 2 kali pertemuan dan diikuti oleh 24 lansia. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan ceramah dan video demonstrasi. Evaluasi peningkatan pengetahuan dan tingkat kecemasan menggunakan kuesioner pre test dan post test, sedangkan evaluasi keterampilan hipnosis 5 jari dengan cara observasi demonstrasi gerakan. Hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan tinggi 20 lansia (83,3%) dan tingkat kecemasan berat 1 lansia (4,2 %). Kesimpulan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan dengan pendidikan kesehatan dan penurunan tingkat kecemasan dengan keterampilan terapi hipnosis 5 jari.
Abstract:Mengadakan sosialisasi briket bertujuan untuk menyadarkan masyarakat mengenai pengelolaan limbah yang berpotensi sebagai sumber energi. Untuk masyarakat Kelurahan Enok sendiri belum terlihat pengolahan hasil alam yang tersedia…
rsedia guna dijadikan energi biomassa, padahal banyak hal yang dapat diinovasikan dari bahan alam yang nantinya dapat berpotensi sebagai produk lokal jangka panjang masyarakat Kelurahan Enok. Dengan adanya produk lokal yang telah tersedia tujuan berikutnya ialah bagaimana cara memasarkannya. Masyarakat hanya bisa memasarkan produk mereka di sekitar lingkungan Kelurahan Enok. Agar setiap pelaku UMKM di Kelurahan Enok dapat mengerti bagaimana cara branding suatu produk serta memperluas jangkauan pasar. Dengan adanya produk lokal Biomassa, peningkatan mutu UMKM melalui sosialisasi dan pelatihan design product untuk pelaku UMKM (PKK) di daerah Enok. Pertama, tahap pembuatan produk Biomassa yang dilaksanakan pada minggu ketiga. Kedua, tahap persiapan yang dilaksanakan pada minggu kelima. Ketiga, minggu yang sama tahap penyusunan materi dan menyiapkan segala bahan keperluan dalam melaksanakan pelatihan desain digital marketing pada produk lokal. Keempat, pada minggu yang sama tahap terakhir pelaksanaan pelatihan digital marketing. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pelaku UMKM sangat antusisas mengikuti kegiatan sosialisasi pembuatan produk yang sebelumnya tidak terfikirkan oleh masyarakat yang bisa menjadi inovasi baru serta semangat dalam pelaksanaan pelatihan digital marketing.
Abstract:Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui implementasi metode diskusi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan untuk mengetahui pemanfaatan metode diskusi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library…
ary research) dengan pengumpulan data yang dilakukan dengan menelaah teori-teori, pendapat, dan pokok pikiran yang terdapat dalam media cetak seperti buku, jurnal, dan majalah. Metode diskusi akan menunjukan interaksi para peserta didik seperti, berani bertanya serta mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, sehingga kondisi pembelajaran di kelas menjadi lebih efektif dan para peserta didik akan lebih berpikir kritis dalam berdiskusi. Penggunaan metode diskusi ini dapat menunjukan pengaruh yang signifikan, yaitu para peserta didik menjadi lebih aktif, sehingga pendidik dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik.
Abstract:Artikel ini bertujuan untuk membahas pengaruh gadget terhadap perkembangan anak usia dini. Melalui metode studi literatur, artikel ini akan fokus menganalisis dampak positif dan negatif penggunaan gadget pada aspek kognitif,…
tif, fisik, emosional, dan sosial anak. Hasil menunjukkan bahwa gadget dapat memberikan manfaat edukasi dan stimulasi perkembangan jika digunakan secara tepat, namun juga berisiko menimbulkan masalah seperti kecanduan, kurangnya aktivitas fisik, dan hambatan interaksi sosial jika tidak dikontrol. Faktor-faktor yang mempengaruhi dampak gadget meliputi durasi penggunaan, jenis konten, pengawasan orang tua, serta usia dan tahap perkembangan anak. Penelitian ini menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing penggunaan gadget pada anak usia dini untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk mendukung perkembangan anak usia dini.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mendorong kreativitas anak melalui pendidikan seni dalam sekolah dasar. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif menggunakan desain studi yang memanfaatkan berbagai sumber…
r yang relevan, Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni di sekolah dasar dapat sangat efektif dalam meningkatkan kreativitas anak. Berbagai teknik dan metode pembelajaran seni, seperti kolase, menggambar, dan seni, dapat digunakan untuk mendorong kreativitas anak dan membantu mereka dalam meraih prestasi dan menyebarkan minat dan bakat mereka. Dan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi guru dan sekolah dalam meningkatkan kreativitas anak melalui pendidikan seni, Pendidikan seni memiliki potensi besar untuk meningkatkan kreativitas anak dalam sekolah dasar.