Abstract:Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, media sosial telah menjadi salah satu alat penting dalam strategi pemasaran modern. Perusahaan-perusahaan besar, termasuk Apple, semakin mengandalkan platform…
media sosial untuk membangun hubungan dengan konsumen, memahami perilaku pasar, serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam proses segmentasi pasar dan pemahaman demografi konsumen, dengan mengambil Apple sebagai objek studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai platform seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Data yang diperoleh mencakup konten promosi, respons audiens, serta pola interaksi pengguna. Segmentasi pasar dilakukan berdasarkan variabel demografis seperti usia, jenis kelamin, lokasi, dan minat konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memungkinkan Apple untuk mengidentifikasi segmen pasar secara lebih akurat dan menjangkau audiens yang relevan. Selain itu, analisis demografi konsumen melalui media sosial membantu perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih personalisasi dan efektif. Dengan memanfaatkan data yang diperoleh dari media sosial, Apple dapat menyesuaikan produk, layanan, dan kampanye pemasaran sesuai dengan karakteristik demografis dan perilaku konsumen. Penelitian ini juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi dan data digital dalam pengambilan keputusan pemasaran, serta memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan global dapat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pelanggan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika pemasaran di era digital, serta peran media sosial dalam segmentasi pasar dan analisis demografi konsumen. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain dalam merancang strategi pemasaran yang lebih berbasis data dan berorientasi pada kebutuhan konsumen.
Abstract:Implementasi Kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kuapan adalah untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat desa dengan mengelola sumber daya lokal. BUMDes Kuapan didirikan untuk mengelola dan mengembangkan potensi desa…
a dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat. Dalam hal ini, tujuan kebijakan BUMDes Kuapan adalah untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi beberapa masalah. Ini termasuk keterbatasan sumber daya, kegagalan manajemen, dan partisipasi masyarakat yang belum optimal. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan BUMDes Kuapan dan menemukan komponen yang memengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi,dan dokumentasi. Pengumpulan data,reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan pada teknik analisis data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori George Edward III dengan empat indikator, yakni komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Implementasi Kebijakan Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kuapan Kecamatan Tambang belum terlaksana dengan baik. Faktor yang menjadi penghambat dalam Implementasi Kebijakan Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)Desa Kuapan ialah keterbatasan sumber daya manusia,kurangnya sosialisasi dan komunikasi serta persaingan usaha yang ketat.
Abstract:This study aims to analyze the Implementation of Traffic Engineering Policy: A Case Study of One-Way and U-Turn Systems in Pekanbaru City and identify inhibiting factors in its implementation. The background of this study…
y is based on traffic problems such as congestion and accidents that are increasing along with the growth of motorized vehicles that are not balanced by adequate road infrastructure. The Pekanbaru City Government through the Transportation Agency has implemented various traffic engineering policies, including the one-way system and the closure of U-Turns at certain points. The method used is a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that the implemented policies have had a positive impact, but their implementation still faces obstacles such as lack of public awareness, limited infrastructure, and less than optimal coordination between institutions. This study recommends the need for more massive socialization and increased synergy between institutions to support the successful implementation of traffic engineering policies.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan QRIS terhadap efisiensi pembayaran pada kaum lansia di Pasar Baros Cimahi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif.…
atif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 96 responden lansia yang pernah menggunakan QRIS di Pasar Baros Cimahi. Uji statistik yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh QRIS terhadap efisiensi pembayaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS oleh lansia di Pasar Baros Cimahi berada pada kategori sangat baik, sementara efisiensi pembayaran berada pada kategori baik. Analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi pembayaran, dengan kontribusi pengaruh sebesar 65,6%, sedangkan 34,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun QRIS memberikan manfaat dalam meningkatkan kemudahan dan kecepatan pembayaran, masih terdapat ruang untuk perbaikan, terutama terkait dengan kecepatan transaksi. Rekomendasi diberikan kepada pihak terkait untuk meningkatkan sosialisasi dan pelatihan kepada lansia agar penggunaan QRIS lebih optimal.
Abstract:The purpose of this study is to determine and analyze the indicators of motivational deterioration in marine officers of PT PELNI (Persero) Jakarta related to their preferences in ship type placement (2000 pax, 1000 pax,…
and 500 pax), identify the main indicators that cause the decline in motivation of marine officers of PT PELNI (Persero) Jakarta, and analyze the relationship between indicators of motivational deterioration with marine officers' preferences for different types of ships. In this study, researchers used a qualitative method with a descriptive form and emphasized the use of motivation theory and the concept of motivational deterioration to analyze indicators of motivational deterioration of marine officers of PT PELNI (Persero) Jakarta in ship type placement. From the results of the study it is known that there is a salary gap that has not been adjusted to the applicable career pattern for the promotion path, which is one of the main factors triggering the decline in motivation of marine officers of PT PELNI (Persero) Jakarta in ship type placement, as well as other factors that contribute to motivational deterioration, namely the absence of a clear career pattern system and a promotion path that is not running optimally, this condition affects the preferences and performance of marine officers in assignments on various types of ships. The data was obtained from books, scientific journals, official company and government websites, company directors' decrees, and valid online media articles.
Abstract:Pariwisata halal di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan, ditandai dengan meningkatnya kebutuhan akan akomodasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Hotel syariah hadir sebagai jawaban atas kebutuhan wisatawan muslim…
slim dengan menyediakan fasilitas ibadah, makanan halal, serta desain yang sesuai ketentuan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap fasilitas dan desain hotel syariah di wilayah Jabodetabek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 150 responden yang pernah menginap di hotel syariah. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik Weighted Mean Score (WMS) untuk mengetahui tingkat penilaian responden pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek fasilitas, responden memberikan penilaian sangat tinggi dengan rata-rata skor 4,760 – 4,880. Fasilitas ibadah, termasuk ketersediaan perlengkapan shalat di kamar dan area bersuci, merupakan aspek yang paling diapresiasi. Pada aspek desain, rata-rata penilaian responden berada di atas 4,300, dengan apresiasi tinggi terhadap tata letak yang memperhatikan arah kiblat serta ketiadaan dekorasi berbentuk makhluk hidup. Namun, pemisahan ruang tunggu atau ruang pertemuan pria dan wanita memperoleh skor relatif lebih rendah (4,127). Temuan ini menegaskan bahwa hotel syariah di Jabodetabek telah memenuhi ekspektasi tamu muslim, meskipun masih perlu perbaikan pada aspek diferensiasi gender untuk memperkuat identitas syariah dan meningkatkan daya saing di industri perhotelan.
Abstract:This study aims to determine the influence of public perception on the quality of public services at the Department of Population and Civil Registration (Disdukcapil) of Bogor Regency. The type of research used is descriptive…
ptive quantitative. The population in this study consists of people who carried out administrative services at the Disdukcapil office of Bogor Regency, with a total sample of 100 respondents. Data analysis was conducted using the Weighted Means Score (WMS) method. The results of the study show that: (1) The highest average score from the analysis of public service quality indicators was the indicator related to “technical service requirements at Disdukcapil being easy to understand by the public,” which obtained an average value of 3.50, categorized as good. Another high indicator was “the completion of administrative processes at Disdukcapil on time,” with an average score of 3.55, also categorized as good. Meanwhile, the lowest average score was 3.19, categorized as fairly good, on indicators such as “the public feeling that their security is guaranteed when managing administrative services at Disdukcapil” and “service officers being disciplined in providing services to the community.” (2) The final recapitulation of the analysis across the ten main indicators of public service quality shows that the highest average score was found in the Certainty indicator, with a score of 3.48, categorized as fairly good. On the other hand, the lowest average scores were in the Discipline and Comfort indicators, both with scores of 3.23, also categorized as fairly good. (3) Overall, the average score of all public service quality indicators in this study was 3.34, categorized as fairly good. This indicates that, in general, the public perceives the quality of public services at the Disdukcapil of Bogor Regency to be fairly good. The recommendation given is that Disdukcapil Bogor Regency should further improve the discipline of its officers regarding their presence at the workplace or service counters, as well as their punctuality in serving the community, and also create a more comfortable environment and waiting area for the public accessing services.
Abstract:This study aims to examine the effect of job satisfaction and work motivation on organizational commitment of employees at the Civil Service Police Unit (Satpol PP) of Bogor Regency. The research employed a quantitative…
causal approach with a population of 65 employees working in the Guidance and Inspection Division of Satpol PP Bogor Regency. Data were analyzed using multiple linear regression. The results revealed that, partially, both job satisfaction and work motivation have a significant effect on organizational commitment, as indicated by the t-value being greater than the t-table. Simultaneously, both variables also showed a significant effect with a P Value of 20.706 and Sig. 0.000 < 0.05. The Adjusted R Square value of 0.381 indicates that job satisfaction and work motivation contribute 38.1% to organizational commitment, while the remaining 61.9% is influenced by other factors not examined in this study. The regression equation obtained is Y = 13.869 + 0.271X1 + 0.449X2, which demonstrates a positive influence of both independent variables on organizational commitment. Among the two variables, work motivation was found to be the most dominant factor, with a regression coefficient of 0.449.
Abstract:This study discusses the implementation of Government Goods/Services Procurement Electronically (E-Procurement) from the perspective of Collaborative Governance in Pekanbaru City. The focus of this research is on the effetiveness…
etiveness of e-catalogs, the involvement of local business actors, and cooperation between local government agencies. The aim of this research is to analyze and describe the e-procurement process within a collaborative framework and to identify the obstacles faced. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techinuques through interviews with the local UKPBJ of Pekanbaru City, the Departement of Trade and Industry of Pekanbaru City, the Inspectorate of Pekanbaru dan the Department of Cooperatives and MSMEs of Pekanbaru City. The result of this study indicate that collaboration among actors is on going but not yet optimal, especially in horizontal dimensions. The involvement of local business actors is still limited due to a lack of technical assistance and information. This research recommends strebgthening the role of local governments as facilitators of collaboration, enchancing the capatity of business actors, and fostering synergy between institutions to achieve participatory, transparent procurement using domestic products.
Abstract:“Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana tugas-tugas terorganisir dari model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) berdampak pada hasil belajar siswa kelas X di SMA Negeri 5 Seram…
ram Bagian Barat pada tahun ajaran 2024–2025. Penelitian ini bersifat eksperimental dan hanya menggunakan kelompok kontrol untuk posttest. Penelitian ini melibatkan 75 siswa dari tiga kelas di SMA Negeri 5 Seram Bagian Barat. Kelas X2 (kelas eksperimen), yang terdiri dari 25 siswa, dan kelas X3 (kelas kontrol) dimasukkan dalam sampel yang dipilih secara acak. Menurut analisis statistik data, kelas kontrol mendapat skor 65,60 dengan deviasi standar 13,25, sedangkan kelas eksperimen mendapat skor 75,00 dengan deviasi standar 10,40. Ketuntasan kelas eksperimen adalah 84,00%, sedangkan kelas kontrol adalah 44,00%. Berdasarkan hasil penelitian, pendekatan tugas terstruktur memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 5 Seram Bagian Barat pada materi ikatan kimia.”