Search Articles & Publications

Showing 1777 articles found for "Hingga"

PERSEPSI GURU KELAS RENDAH DAN KELAS TINGGI TERHADAP PROGRAM PPG DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGAJAR

Arjuna, Dendi, Fahira, Reva, Wahyuni, Dessi, Sitorus, Fristi Maryati Br.
Abstract: Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru… kelas rendah dan kelas tinggi terhadap program PPG dalam meningkatkan kompetensi mengajar di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara tertutup yang dilakukan terhadap dua orang guru sekolah dasar, yaitu seorang guru kelas rendah dan seorang guru kelas tinggi. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menjelaskan respons narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru memiliki persepsi positif terhadap program PPG. Program PPG dinilai mampu meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru melalui pemahaman materi pembelajaran, strategi dan model pembelajaran inovatif, serta penyusunan modul ajar sesuai Kurikulum Merdeka. Materi PPG bersifat fleksibel sehingga dapat diterapkan di kelas rendah maupun kelas tinggi, meskipun penerapannya perlu disesuaikan dengan karakteristik siswa di masing-masing jenjang. Faktor pendukung implementasi hasil PPG meliputi inovasi pembelajaran dan kreativitas guru, sedangkan faktor penghambat utamanya adalah keterbatasan fasilitas sekolah. Dengan demikian, program PPG memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas mengajar guru dan diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas di era abad ke-21.

UNRAVELING ORGANIZATIONAL DECLINE IN ELEMENTARY SCHOOLS: SYSTEMIC ANALYSIS AND BOTG GRAPHS ON STUDENT CRISES IN SD NEGERI 039/IX TANTAN

Lisa Rahmania Dewi, Rinita Istiqomah, Tara Rasha Audhiya, Dedek Rahmi Suci, Dwi Tiarmasari
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor internal dan eksternal penyebab penurunan jumlah peserta didik di SD Negeri 039/IX Tantan, menentukan faktor yang paling dominan, serta mengevaluasi langkah… penanggulangan yang telah dilakukan sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, studi dokumentasi data Dapodik, dan wawancara mendalam terhadap empat informan kunci yang terdiri dari kepala sekolah dan jajaran guru senior. Analisis data kuantitatif populasi siswa secara longitudinal disajikan menggunakan metode grafik perilaku sepanjang waktu atau Behaviour Overtime Graphs (BOTG). Hasil penelitian menunjukkan adanya tren penurunan populasi siswa yang bersifat linier berkelanjutan selama periode enam tahun ajaran terakhir (2019/2020 hingga 2025/2026), dengan jumlah akhir hanya tersisa 24 siswa aktif. Faktor internal yang menjadi pelemah utama adalah keterbatasan sarana prasarana pembelajaran yang masih tradisional. Sementara itu, faktor eksternal dominan meliputi hambatan aksesibilitas geografis, pergeseran demografi akibat penurunan angka kelahiran, ketatnya kompetisi antarlembaga, serta minimnya dukungan kebijakan tata pamong desa. Krisis jumlah siswa ini berdampak pada pasifnya dinamika psikososial kelas kecil dan peningkatan beban kerja emosional guru. Strategi insentif jangka pendek berupa pembagian paket seragam gratis terbukti belum efektif memulihkan volume input siswa. Kesimpulannya, penurunan siswa di sekolah ini merupakan kegagalan adaptasi struktural dalam perspektif teori pendekatan sistem akibat ketidakselarasan antara instrumen internal dengan tekanan lingkungan makro.

PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPS DI SEKOLAH DASAR

Sania Andriani, Sri Enggar Kencana Dewi, Khasanatul Khoiriya, Rica Amelia Riski, Siti Nurjanah
Abstract: Motivasi belajar merupakan unsur penting yang sangat memengaruhi keberhasilan pendidikan, terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada jenjang ini, peserta didik berada pada fase perkembangan yang cepat dalam ranah kognitif,… , afektif, dan sosial. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), motivasi belajar memegang peran besar dalam mendorong keaktifan siswa dan membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam. Namun demikian, masih banyak siswa yang menganggap mata pelajaran IPS kurang menarik sehingga sering menurunkan minat belajar mereka. Tantangan ini menuntut guru untuk merancang pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara menyeluruh bagaimana peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator, sekaligus inspirator yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap semangat belajar siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi, studi kasus, role play, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kehidupan siswa. Pemberian apresiasi, baik secara verbal maupun simbolik, juga mampu menumbuhkan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan menyenangkan turut memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan minat belajar IPS. Guru yang dapat menjalin hubungan emosional positif dengan siswa mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mendukung aktivitas belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat menentukan dalam membangun dan mempertahankan motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan penerapan strategi pembelajaran inovatif menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar.

INTEGRASI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH

Rozi Siregar, Kadar M. Yusuf
Abstract: Pendidikan Islam telah menjadi bagian integral dari budaya dan identitas umat Islam di seluruh dunia. Begitu juga dalam pembelajaran Akidah merupakan aspek penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM). Metode… de yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini Adalah penelitian Pustaka Library Research pada pembelajaran Akidah dengan menggunakan pengintegrasian antara Sains dan Islam objek penelitian “Penciptaan Manusia”. Proses penciptaan manusia dan kejadian biologisnya telah menjadi pembahasan yang penting. Terutama setelah adanyanya teori penciptaan manusia yang dikemukakan oleh Darwin yang masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini. Bahwasanya teori evolusi Darwin merupakan teori yang salah dalam pandangan Islam. Dalam proses penciptaan manusia Allah S.W.T sudah menjelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Mu’minun (12-14) dan surah As-Sajdah ( 7-9). Dengan demikian, paling tidak ada tiga tujuan pembelajaran penciptaan manusia. Pertama, menguasai pengetahuan tentang proses penciptaan manusia. Kedua, terbentuk rasa kagum dan takjub kepada Allah yang telah merancang dan menetapkan sistem repro-duksi manusia yang begitu unik dan indah. Ketiga, tertanam kepercayaan yang kokoh dalam jiwa atau hati bahwasanya manusia diciptakan oleh Allah.

PENERAPAN STRATEGI SCAFFOLDING DALAM ZPD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS DI KELAS IV SDN SUMBERSARI 01

Mufidatur Rizqiya Permana, Irfan Maulana, Indah Ayu Rahmawati, Trapsilo Prihandono
Abstract: Pendidikan merdeka menurut Ki Hadjar Dewantara merupakan usaha untuk menuntun peserta didik berkembang sesuai dengan kodratnya sehingga menjadi pribadi yang mandiri dan mampu hidup bermasyarakat. Perwujudan pendidikan merdeka… rdeka dalam pembelajaran ialah dengan menerapkan strategi scaffolding sesuai tingkat zone of proximal development (ZPD) peserta didik. Zone of proximal development (ZPD) peserta didik dalam penelitian terbagi menjadi 3 tingkat capaian belajar diantaranya sangat mahir, cukup mahir, dan perlu bimbingan, ditujukan untuk mempermudah pemberian scaffolding sesuai kapasistas yang dibutuhkan peserta didik. Implementasi strategi scaffolding pada ZPD peserta dididk salah satunya ialah pada mata pelajaran IPAS dengan materi BAB 6 Indonesiaku Kaya Budaya kelas IVA di SDN Sumbersari 01. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan batasan 3 siklus yang terdiri dari 6 pertemuan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis pada Siklus I diperoleh presentase 64,29% kriteria hasil belajar Baik dan 28,57% Sangat Baik oleh 13 peserta didik. Siklus II memperoleh hasil 42,86% kriteria hasil belajar Sangat Baik dan 53,57% kriteria Baik oleh 20 peserta didik. Perolehan presentase pada siklus III oleh 27 peserta didik menunjukkan besaran presentase 64,29% kriteria Sangat Baik dan 35,71% kriteria Baik.

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL GAME BASED LEARNING PADA SISWA KELAS 5 SD NEGERI 11 LUBUK JAYA

Alan Gustian, Lusti, Dinda, Febi Yutiasari, Jerina Farda Hazma, Sofi Desrienti, Syarifah Tri Amelia, Ade Marlia
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar matematika siswa kelas 5 SD 11 Lubuk Jaya setelah penerapan model pembelajaran Game Based Learning (GBL). Motivasi belajar matematika… matika siswa seringkali rendah karena persepsi bahwa pelajaran tersebut sulit dan membosankan. GBL diyakini mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, interaktif, dan menantang, sehingga mendorong keterlibatan aktif siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dalam dua siklus, dengan subjek penelitian 11 siswa kelas 5. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar (pre-test dan post-test setiap siklus), observasi aktivitas siswa, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar matematika yang signifikan dari pra-siklus hingga Siklus II. Peningkatan ini ditandai dengan meningkatnya antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran, tingginya partisipasi dalam memecahkan masalah, dan meningkatnya skor rata-rata angket motivasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model Game Based Learning efektif dalam meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas 5 SD 11 Lubuk Jaya

PEMAHAMAN SISWA TERHADAP HUBUNGAN JARAK DAN WAKTU DALAM PENGUKURAN KECEPATAN: SEBUAH STUDI KUALITATIF

Nurhudayah M, Adilah Hidayah Harahap, Chelsy Sipayung, Intan Arnianda, Salwa Mawla
Abstract: Pemahaman konsep jarak, waktu, dan kecepatan merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam melihat hubungan… ubungan fungsional antarbesaran tersebut, sehingga pemahaman yang terbentuk bersifat parsial dan cenderung berbasis hafalan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pemahaman siswa serta miskonsepsi yang muncul terkait hubungan jarak dan waktu dalam pengukuran kecepatan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang relevan mengenai konsep dasar kecepatan, representasi matematis, dan kesalahan umum siswa dalam menyelesaikan soal berbasis hubungan jarak–waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelemahan utama siswa terletak pada kemampuan translasi informasi, interpretasi grafik, dan pemahaman rasio, yang berdampak pada munculnya miskonsepsi seperti membaca grafik sebagai lintasan atau menganggap kecepatan sebagai angka terbesar tanpa mempertimbangkan waktu. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran yang mengintegrasikan representasi multipel dan pengalaman konkret agar siswa mampu membangun pemahaman konseptual yang utuh. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam materi pengukuran kecepatan di sekolah dasar.

INTEGRATION OF RELIGIOUS MODERATION VALUES IN PANCASILA EDUCATION LEARNING AT HJ. ISRIATI BAITURRAHMAN 2 ELEMENTARY SCHOOL SEMARANG

Muftia Intan Nur Baeti, Shelina Harefa, Ulifatul Jazila, Najwa Aulia Fatah, Adi Wiyoko Efendi, M Rikza Chamami
Abstract: Pengintegrasian nilai-nilai moderasi beragama ke dalam pengajaran Pancasila di sekolah dasar telah menjadi kebutuhan mendesak karena munculnya kecenderungan intoleransi dalam pergaulan siswa, sementara praktik pembelajaran… an di kelas seringkali tidak memberikan pengalaman yang cukup untuk menumbuhkan sikap moderat. Situasi ini menciptakan kesenjangan antara tuntutan kurikulum dan implementasi nyata di kelas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi nilai-nilai moderasi beragama, jenis nilai yang diintegrasikan, dan upaya guru dalam mengoptimalkan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada guru dan siswa di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai moderasi beragama terjadi melalui penguatan diskusi kelas, pembiasaan saling menghormati, dan mengaitkan materi Pancasila dengan situasi sosial yang dekat dengan pengalaman siswa. Guru mengimplementasikan nilai-nilai toleransi, keseimbangan, musyawarah, dan menghargai perbedaan melalui metode bercerita, kerja kelompok, dan pemanfaatan momen-momen insidental dalam dinamika kelas. Meskipun demikian, efektivitas implementasi masih dipengaruhi oleh keterbatasan pedoman, variasi kompetensi guru, dan kurangnya evaluasi berbasis karakter moderat. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan model pembelajaran yang lebih sistematis, pelatihan berkelanjutan bagi guru, dan dukungan kebijakan sekolah agar pembelajaran Pancasila dapat menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan sikap moderasi beragama sejak dini.

INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SUMATERA UTARA DALAM PEMBELAJARAN BANGUN DATAR DI SEKOLAH DASAR

Indah Jesica Hutapea, Joy Gracia Pakpahan, Chade Chatena Munte, Nadila Dirawan Tanjung, Clarisa Br Simarmata, Nurhudayah Manjani
Abstract: Pembelajaran bangun datar di sekolah dasar sering dianggap abstrak sehingga siswa mengalami kesulitan memahami konsep dasar geometri. Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana integrasi kearifan lokal Sumatera Utara dalam… lam perspektif etnomatematika dapat digunakan sebagai pendekatan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bangun datar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah terkait etnomatematika, budaya lokal, dan pembelajaran geometri. Hasil kajian menunjukkan bahwa artefak budaya seperti Rumah Bolon, motif ulos, kain tenun Melayu, Bika Ambon, dan onde-onde mengandung representasi bangun datar, seperti persegi, persegi panjang, segitiga, trapesium, belah ketupat, dan lingkaran yang dapat dijadikan media konkret dalam pembelajaran. Integrasi budaya tersebut membantu siswa menghubungkan konsep abstrak dengan objek nyata, meningkatkan motivasi belajar, serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya daerah. Implikasinya, pembelajaran matematika berbasis etnomatematika dapat menjadi strategi efektif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa sekolah dasar.

PENGARUH PARTISIPASI MAHASISWA DALAM PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) TERHADAP TINGKAT KESIAPAN KERJA MAHASISWA

Cyndi Togi Marito Sitorus, Etalia Asso, Yola Amanda, Otang Kurniaman, Ningrum Melihayatri
Abstract:   Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas dan relevan bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan… ikan pengaruh partisipasi mahasiswa dalam program MBKM terhadap tingkat kesiapan kerja mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 24 mahasiswa Universitas Riau yang telah mengikuti kegiatan MBKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi mahasiswa berada pada kategori tinggi, ditandai dengan keterlibatan aktif, kontribusi terhadap ide dan solusi, serta komunikasi efektif dengan dosen pembimbing dan mentor lapangan dengan persentase 60–80%. Pada aspek kesiapan kerja, sebagian besar indikator juga berada pada kategori tinggi, terutama kemampuan bekerjasama, beradaptasi, dan menghadapi tekanan, meskipun beberapa indikator seperti pengelolaan waktu dan sikap profesional memperoleh persentase lebih rendah (60%). Temuan ini menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program MBKM berkontribusi positif terhadap peningkatan kesiapan kerja, sehingga optimalisasi pendampingan dan fasilitasi diperlukan untuk memaksimalkan perkembangan kompetensi mahasiswa.