Search Articles & Publications

Showing 99 articles found for "Patients"

IMPLEMENTATION OF CHILDHOOD IMMUNIZATION PROGRAM USING THE WATERFALL METHOD

Renjani, Annisa Syahwa, Syahidin, Yuda, Sari, Irda, Sukmawijaya, Jeri
Abstract: Abstract: Medical records are managed according to established standards, creating information that should be properly maintained and stored for easy access when needed. This study is motivated by the fact that the number… r of immunization patients continues to increase daily, so authorities still need a long time to collect information in their registration systems. It is very long and has a significant impact on the performance of healthcare workers. This study aims to redesign the immunization information system to help manage medical records and maintain the quality of health care services. The design of the developed immunization system may include information on the processing and reporting of immunization data in hospitals to enable medical staff to report results to immunization services quickly and accurately. The research method used in this study is descriptive with a qualitative approach. Data collection was conducted through observations, interviews, and literature review from studies of researchers and practitioners. The system development method adopts the waterfall method. This study's results indicate that technology is an appropriate method to more efficiently support data processing and reporting when valid data are available. Keywords: immunization; information system; medical record     Abstrak: Rekam medis dikelola sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk menciptakan informasi yang harus dipelihara dan disimpan dengan baik sehingga informasi tersebut dapat dengan mudah diakses pada saat dibutuhkan. Penelitian ini dilatarbelakangi fakta bahwa petugas masih membutuhkan waktu yang lama untuk mengumpulkan informasi dalam kegiatan pelaporan, karena jumlah pasien yang imunisasi terus bertambah setiap harinya. Waktu yang dibutuhkan cukup lama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja tenaga kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain ulang sistem informasi imunisasi untuk membantu pengelolaan pelaporan medis sebagai upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan. Rancangan sistem imunisasi yang dikembangkan dapat mencakup informasi pengolahan dan pelaporan data imunisasi di rumah sakit agar tenaga medis dapat melaporkan hasil secara cepat dan akurat kepada layanan imunisasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi literatur hasil penelitian peneliti dan praktisi. Metode pengembangan sistem menggunakan metode waterfall. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi merupakan cara yang cukup untuk mendukung pekerjaan pengolahan data dan pelaporan secara lebih efisien ketika tersedia data yang valid.    Kata kunci: imunisasi; rekam medis; sistem informasi

APPLICATION OF SERVICE QUALITY METHOD TO PUBLIC HEALTH CENTER PATIENT

Monalisa, Nency Widya, Ramdhan, William, Rahayu, Elly
Abstract: Abstract: Providing services to patients is an obligation that must be carried out by health agencies. Of course, good health services can be measured by the performance of medical personnel. The current problem with the… Aek Loba Health Center is that it does not have a system that can measure the level of patient satisfaction with the services provided. In addition, patients also still have difficulty in expressing opinions in the form of complaints about the performance of medical personnel. The aim of the research is to become a forum for assessing the quality of service that can make it easier for patients to submit complaints and also as a measuring tool for health agencies on the level of success of the quality of services provided. This study uses the Service Quality method by assessing service quality based on 5 quality dimensions, namely Tangibles, Responsiveness, Reliability, Assurance, and Empathy. Based on these problems, a decision support system was designed using the PHP programming language and the database used, namely MySQL. So that this research resulted in this system being able to help and facilitate the Aek Loba Health Center in accommodating and measuring the level of quality of service to patients. In addition, this system can make it easy for leaders to find out the elements that need to be improved, maintained, and repaired by the Aek Loba Health Center. Keywords: patient; questionaire; service quality     Abstrak: Memberi pelayanan kepada pasien merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh instansi kesehatan. Pelayanan kesehatan yang baik tentu saja dapat diukur dari kinerja tenaga medisnya. Permasalahan Puskesmas Aek Loba saat ini yaitu belum mempunyai sistem yang dapat mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap layanan yang diberikan. Selain itu, pasien juga masih kesulitan dalam menyampaikan pendapat berupa keluhan terhadap kinerja tenaga medis. Tujuan penelitian untuk menjadi wadah penilaian kualitas pelayanan yang dapat memudahkan pasien dalam menyampaikan keluhan dan juga sebagai alat ukur instansi kesehatan terhadap tingkat keberhasilan kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode Service Quality dengan menilai kualitas pelayanan berdasarkan 5 dimensi kualitas, yaitu Bukti Nyata (tangibles), Ketanggapan (responsiveness), Kehandalan (reliability), Jaminan (assurance), dan Empati (emphaty). Berdasarkan permasalah tersebut maka dirancang sebuah sistem pendukung keputusan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database yang digunakan yaitu MySQL. Sehingga penelitian ini menghasilkan sistem ini dapat membantu dan mempermudah pihak Puskesmas Aek Loba dalam menampung dan mengukur tingkat kualitas pelayanan terhadap pasien. Selain itu, sistem ini dapat memberi kemudahan bagi pimpinan untuk mengetahui unsur-unsur yang perlu ditingkatkan, dipertahankan, serta diperbaiki oleh Puskesmas Aek Loba.   Kata kunci: kuesioner; pasien; service quality

EXPERT SYSTEM TO DIAGNOSE DIGESTIVE DISEASES USING CERTAINTY FACTOR

Aditia, Mellya Rindhani, Djesmedi, Dinda, Firdalius, Fitri, Marfalino, Hari
Abstract: Abstract: Tract disorders are disorders caused by abnormalities in the digestive system. This disorder is triggered by food or a person's physical condition. Digestive disorders cannot be diagnosed quickly, but mostly occur… cur in the digestive system. Because the knowledge that will be suspected as a disease is still lacking, it takes experts or doctors to diagnose digestive disorders. The goal is to help produce a diagnosis of the disease experienced by the patient based on the symptoms experienced. The research data is processed based on the symptoms felt by the patient. Patient data using the Certainty Factor method or the value of disease certainty. This Certainty Factor method is a system that is able to run according to needs and produces a high percentage of accuracy results. The system design stage is implemented in the Hypertext Preprocessor programming language and My SQL database. The results of the diagnosis with this method produce a level of confidence in the patient's disease. From the results of the tests carried out, it can produce information about the diagnosis of the disease and help patients and medical personnel in knowing the condition of the disease that is being experienced.             Keywords: certainty factor; digestive tract disorders; expert system,     Abstrak: Gangguan saluran merupakan gangguan yang disebabkan oleh kelainan pada sistem pencernaan. Gangguan ini dipicu oleh makanan atau kondisi fisik seseorang. Gangguan pencernaan ini tidak bisa dilakukan diagnosa dengan cepat, tetapi sebagian besar terjadi pada sistem pencernaan. Dikarenakan pengetahuan yang akan diduga sebagai penyakit masih kurang, maka dibutuhkan tenaga ahli atau dokter untuk mendiagnosis gangguan pencernaan. Tujuannya untuk membantu menghasilkan diagnosa penyakit yang dialami pasien berdasarkan gejala yang dialami. Data penelitian diolah berdasarkan gejala yang dirasakan oleh pasien. Data pasien menggunakan metode Certainty Factor atau nilai kepastian penyakit. Metode Certainty Factor ini merupakan sistem yang mampu berjalan sesuai dengan kebutuha serta menghasilkan persentase akurasi hasil yang tinggi. Tahapan perancangan sistem diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor dan database My SQL. Hasil diagnosa dengan metode ini menghasilkan tingkat kepercayaan terhadap penyakit pasien. Dari hasil pengujian yang dilakukan  sudah dapat menghasilkan informasi tentang diagnosa penyakit dan membantu pasien serta tenaga medis dalam mengetahui kondisi penyakit yang sedang dialami.   Kata kunci: certainty factor; gangguan saluran pencernaan; sistem pakar  

IMPLEMENTATION SERVICE QUALITY METHOD IN MEASURING LEVEL SATISFACTION BPJS PATIENT

Irfyrza, Rara, Nurwati, Nurwati, Dermawan, Ari
Abstract: Abstract: BPJS patient satisfaction is the BPJS patient's assessment of the services they enjoy and want, BPJS patient satisfaction can be considered by the clinic as a service provider to determine the success of the Kesuma… suma Bangsa clinic service program. At the Kesuma Bangsa clinic, no system can help the Kesuma Bangsa clinic measure the level of satisfaction of BPJS patients with Kesuma Bangsa clinic services, Therefore, we need a system that can measure the level of satisfaction of BPJS patients with clinical services as a tool in the decision-making process to improve service quality and implement service quality improvements. Based on these problems, a decision support system will be designed using the PHP programming language and the database used is MySQL. The method used to measure the level of satisfaction of BPJS patients with Kesuma Bangsa clinical services is Service Quality. The results of the study used the Service Quality method, namely collecting 25 service attributes. With a system to measure the level of satisfaction of BPJS patients with Kesuma Bangsa clinic services, it can help the clinic in making decisions and implementing service quality improvements.   Keywords: BPJS patients; measuring level satisfaction; Service Quality   Abstrak: Kepuasan pasien BPJS ialah penilaian pesien BPJS terhadap pelayanan yang dinikmati serta diinginkan, kepuasan pasien BPJS dapat menjadi pertimbangan pihak klinik sebagai pemberi layanan untuk mengetahui keberhasilan program pelayanan klinik kesuma bangsa. Pada klinik kesuma bangsa belum tersedia sistem yang dapat membantu Klinik Kesuma Bangsa untuk mengukur tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan klinik kesuma bangsa, oleh sebab itu dibutuhkan sistem yang dapat mengukur tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan klinik sebagai media pada proses pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas layanan dan melaksanakan perbaikan kualitas  layanan. Berdasarkan permasalah tersebut maka akan dirancang sebuah sistem pendukung keputusan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database yang digunakan yaitu MySQL. Metode yang dipergunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan klinik kesuma bangsa yaitu Service Quality. Hasil penelitian menggunakan metode Service Quality yaitu mendapatkan 25 atribut pelayanan. Dengan adanya sistem untuk mengukur tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan klinik kesuma bangsa dapat membantu pihak klinik dalam pengambilan keputusan dan melaksanakan perbaikan kualitas layanan.   Kata kunci: Mengukur Tingkat Kepuasan; Pasien BPJS; Service Quality  

IDENTIFICATION OF GLAUCOMA THROUGH RETINA IMAGES USING THE LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) METHOD

Dwisapta, Muhammad Rizqi, Wulan, Tri Deviasari
Abstract: Abstract: Glaucoma is the second leading eye disease of blindness after cataracts. An ophthalmologist does a glaucoma examination with an eye screening that will produce a retinal image. The diagnosis's result of the retinal… inal image is subjective because each doctor has dissent and a condition experienced. This research builds a system to identify retinal images in the category of glaucoma or normal patients. The purpose of this system as a tool is to help ophthalmologists diagnose glaucoma. This process begins by changing the colour of an image to validity. The image is extracted using the Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) and produces five features than the result of the five features used as input to neural network Learning Vector Quantization (LVQ). The amount of retinal image data used 60 data for learning and 20 for testing. And the number of neurons used is 12, and the epoch of as many as 1000 was obtained based on the results comparison of variations against 8, 10, 12, 18, and 20 neurons with 500, 900, 1000, and 1100 epochs. The learning process results from the value of weights that will be used in the testing process. The results of this study obtained an accuracy rate of 85%, a precision of 89%, and a recall of 80%. Keywords: glaucoma; LVQ; GLCM   Abstrak: Glaukoma merupakan penyakit mata penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Pemeriksaan penyakit glaukoma dilakukan oleh dokter spesialis mata dengan cara skrining mata yang akan menghasilkan citra retina. Hasil diagnosa citra retina oleh dokter bersifat subjektif karena setiap dokter memiliki pendapat yang berbeda serta kondisi yang dialami. Penelitian ini membangun sistem untuk mengidentifikasi citra retina mata kedalam kategori penderita glaukoma atau normal. Tujuan pembuatan sistem ini sebagai alat bantu bagi dokter mata dalam mendiagnosa glukoma. Proses ini diawali dengan mengubah warna citra menjadi keabuan, kemudian citra tersebut diekstraksi menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan menghasilkan lima nilai fitur yang kemudian hasil dari kelima fitur tersebut digunakan sebagai masukan jaringan syaraf tiruan Learning Vector Quantization (LVQ). Jumlah data citra retina yang digunakan sebanyak 60 data untuk learning dan 20 data untuk testing. Dan untuk jumlah neuron yang digunakan yaitu 12 dan epoch sebanyak 1000 yang didapat berdasarkan hasil perbandingan variasi terhadap neuron sejumlah 8, 10, 12, 18, 20 dengan jumlah epoch sejumlah 500, 900, 1000 dan 1100. Hasil dari proses learning yaitu nilai bobot yang akan digunakan sebagai bobot di proses testing. Hasil penelitian ini diperoleh tingkat akurasi sebesar 85%, presisi sebesar 89% dan recall sebesar 80%.   Kata kunci: glaukoma; LVQ; GLCM

COMPARISON OF MULTILAYER PERCEPTRON’S ACTIVATION AND OP-TIMIZATION FUNCTIONS IN CLASSIFICATION OF COVID-19 PATIENTS

Pardede, Doughlas, Firmansyah, Ichsan, Handayani, Meli, Riandini, Meisarah, Rosnelly, Rika
Abstract: Abstract: Patient’s symptoms could be used as features in Covid-19 classification. Using multi layer perceptron, the classification uses data set that contains patient’s diagnosis which has Covid-19 symptoms dan processes… s dan processes the data set to see if the patient is Covid-19 positive or not. This paper compare four activation function such as identity, logistic, ReLu and tanh and combined them with optimizer such as L-BFGS-B, SGD and Adam. Using 5-fold and 10-fold cross validation technique to get the accuracy, F1, precision and recall values, the result that we get is that logistic function with L-BFGS-B optimizer and ReLu function with L-BFGS-B optimizer are the best combinations. The logistic function with SGD optimizer, ReLu function with Adam optimizer and tanh function with Adam optimizer are the worst combinations according to their accuration values. The logistic function with SGD optimizer is the worst combination according to its F1 value. The logistic function with SGD optimizer and tanh function with L-BFGS-B optimizer are the worst combinations according to their precision values. The logistic function with SGD optimizer, ReLu function with Adam optimizer and tanh function with Adam optimizer are the worst combinations according to their recall values.             Keywords: activation function, covid-19; multi layer perceptron; optimizer algorithm     Abstrak: Diagnosa gejala yang dialami pasien dapat digunakan sebagai fitur dalam klasifikasi penderita Covid-19. Dengan multi layer perceptron, klasifikasi dilakukan menggunakan data set yang berisi hasil diagnosa pasien yang memiliki gejala Covid-19 dan selanjutnya diolah untuk  melihat apakah memang pasien tersebut menderita Covid-19 atau tidak. Penelitian ini membandingkan fungsi aktivasi identity, logistic, ReLu dan tanh yang dikombinasikan dengan algoritma optimasi L-BFGS-B, SGD dan Adam. Hasil evaluasi cross validation menggunakan 5-fold dan 10-fold digunakan sebagai dasar menentukan kombinasi yang terbaik dan terburuk, dengan hasil yang menunjukkan bahwa kombinasi fungsi logistic dengan optimasi L-BFGS-B dan fungsi ReLu dengan optimasi L-BFGS-B merupakan kombinasi terbaik. Kombinasi fungsi logisctic dengan optimasi SGD, fungsi ReLu dengan optimasi Adam dan fungsi tanh dengan optimasi Adam merupakan yang terburuk dari nilai accuracy. Kombinasi fungsi logistic dan optimasi SGD merupakan kombinasi terburuk dari nilai F1. Kombinasi fungsi logistic dengan optimasi SGD dan fungsi tanh dan optimasi L-BFGS-B merupakan yang terburuk dari nilai precision. Kombinasi fungsi logisctic dengan optimasi SGD, fungsi ReLu dengan optimasi Adam dan fungsi tanh dengan optimasi Adam merupakan kombinasi terburuk dari nilai recall.   Kata kunci: algoritma optimasi; covid-19; fungsi optimasi; multi layer perceptron

THE DESIGN OF INFORMATION SYSTEMS FILING OUTPATIENT MEDICAL RECORDS

Astuti, Dewi Listiawati, Gunawan, Hafsah Ghina Ghaida, Sari, Irda, Kurniawati, Rina, Yuniarty, Neneng
Abstract: Abstract: The system information section filing in UPT Puskesmas Rahayu to submit a medical record file to any of the poly, assembling medical records, store medical records, retention medical records are already inactive.… e. This research aims to design and create a system of information filing outpatient medical records in UPT Puskesmas Rahayu in terms of borrowing and return the medical record file as well as facilitate the retention of medical records with the use of qualitative methods. The Data used in the study in UPT Puskesmas Rahayu, namely interviews, observation, and FGD (Focus Group Discussion). This study shows the input data of the patients is in accordance with UPT Puskesmas Rahayu. Input patient data include No RM, the Name of the KK, the Patient's Name, Gender, Address, and Villages. This research resulted in the information system of medical record filing outpatient procedures that can facilitate the officer in the management of the filing of medical records.             Keywords: borrowing and return; medical record filing; puskesmas   Abstrak: Sistem informasi bagian filing di UPT Puskesmas Rahayu untuk mengirimkan berkas rekam medis ke setiap poli, assembling rekam medis, menyimpan rekam medis, meretensi rekam medis yang sudah in aktif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sistem informasi filing rekam medis rawat jalan di UPT Puskesmas Rahayu dalam hal peminjaman dan pengembalian berkas rekam medis serta mempermudah dalam retensi rekam medis dengan menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian di UPT Puskesmas Rahayu yaitu wawancara, observasi dan FGD (Focus Group Discussion). Penelitian ini menunjukkan input data pasien sudah sesuai dengan yang ada di UPT Puskesmas Rahayu. Input data pasien meliputi No RM, Nama KK, Nama Pasien, Jenis Kelamin, Alamat, dan Kelurahan. Penelitian ini menghasilkan sistem informasi rekam medis filing rawat jalan yang dapat mempermudah petugas dalam pengelolaan filing rekam medis.   Kata kunci: peminjaman dan pengembalian; puskesmas; rekam medis filing

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PASIEN RAWAT INAP (STUDI KASUS : RUMAH BERSALIN AZIMAR ANAS PADANG)

Pernando, Yonky, Lia Febrianti, Eka, Andhika, Andhika
Abstract: Abstract: In the era of globalization, information systems are now increasingly developing and are very important and main things in helping the process of corporate performance, in the near future that will make competition… tion in the performance process will be more updated and faster. Because of that the use of information technology and the design of making application programs using Visual Basic 6.0 as programing and MySQL as its database, regarding the analysis and design of information systems for inpatients in anal azimar maternity homes. Problems - problems faced by this company, namely the problem of data redundancy in inputting data, and not presented properly and lead to difficulties when manipulating, changing, and deleting data. In the end the author hopes that with the creation of a new information system, it can help the input process more easily, and quickly.   Keywords: Technology, Information, PHP Programming Language , MySQL and Patient       Abstrak: Di era globalisasi sekarang semakin berkembang nya sistem informasi serta merupakan hal yang sangat penting dan utama dalam  membantu proses kinerja perusahaan, dalam waktu dekat yang akan membuat persaingan dalam proses kinerja akan semakin update dan cepat . Karena itu pemakaian teknologi informasi dan rancangan pembuatan program aplikasi dengan menggunakan  Visual Basic 6.0 sebagai programing  dan MySQL  sebagai Databasenya, mengenai analisa dan perancangan sistem informasi pasien rawat inap di rumah bersalin azimar anas. Masalah – masalah yang dihadapi perusahaan ini yaitu masalah redundansi data dalam menginput data,dan tidak tersaji secara baik dan  mengakibatkan kesulitan saat memanipulasi, mengubah, dan menghapus data. Pada akhirnya penulis berharap dengan dibuatnya sistem informasi yang baru, dapat membantu proses input dengan lebih mudah, dan cepat.   Kata kunci : Teknologi, Informasi, Bahasa Pemograman Visual Basic 6.0 , MySQL dan Pasien  

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GIGI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING (STUDI KASUS: KLINIK GIGI DRG. TETRA ASMIRA TELUK KUANTAN)

Walhidayat, Walhidayat, Nanda, Rizki
Abstract: Abstract: The scientific field of computer information systems along with the times has its own role to provide alternative solutions for humans to help solve problems for various health complaints. Various methods - methods… hods are designed to help patients with dental disease problems, in this case the researcher uses the forward chaining method to see the rules based on valuable information from experts (Drg. Tetra Asmira). A rule that is made to complete the forward chaining method with the appearance of a web-based application. The need for the application of the scientific field of computer information systems to help various fields of humanity here has the opportunity to continue to be developed using various available methods. Keywords: dental expert system, forward chaining, expert system application   Abstrak: Bidang keilmuan sistem informasi komputer seiring dengan perkembangan jaman telah memiliki peran tersendiri untuk memberikan alternatif solusi bagi manusia untuk membantu menyelesaikan permasalahan untuk berbagai keluhan kesehatan. Berbagai metode – metode dirancang untuk membantu pasien dengan masalah penyakit gigi, dalam hal ini peneliti menggunakan metode forward chaining untuk melihat rule yang didasarkan dari informasi yang bernilai dari pakarnya (Drg. Tetra Asmira). Rule yang di buat menyelesaikan untuk metode forward chaining dengan tampilan aplikasi berbasis web. Perlunya penerapan bidang keilmuan sistem informasi komputer untuk membantu berbagai bidang kemanusiaan disini memiliki peluang untuk terus dikembangkan dengan menggunakan berbagai metode yang tersedia.   Kata kunci: sistem pakar gigi, forward chaining, aplikasi sistem pakar

penerapan Jaringan Saraf Tiruan Untuk Proyeksi Logistik Berdasarkan Prediksi Pasien Menggunakan Algoritma Backpropagation

Risnawati, Risnawati, Handayani, Masitah
Abstract: Abstract: Enormous logistical needs on General Hospital Kartini range to facilitate treatment requires a system that can predict to meet those needs with the right so as not to result in advantages and disadvantages to the… he amount of usage that is always changing every year. At this time the calculations have been carried out with the help of software that is on a high-speed computer such as Neural Networks. Neural networks are used to predict the projection Backpropogation logistics patients based on the type of drugs Analgesics, antiemetics, vitamins, Antiepileptic, Anesthesia, Anti-Parkinson, Psychotherapeutic, Corticosteroids. This logistical projection data processing using software of Matlab 6.1. After using Backpropogation finally found the best architectural pattern is 8-3-3-1 of 5 aritektur architecture that has been tested. Of the pattern is then predicted projection logistics at General Hospital Kartini range in 2014 will increase to 91 290 from 65 422 in 2013 for an increase of 25 868 (28.33%).   Keywords: neural networks, backpropagation algorithm, projection logistics, matlab     Abstrak: Kebutuhan logistik yang sangat besar pada Rumah Sakit Umum Ibu Kartini Kisaran untuk memperlancar pengobatan membutuhkan suatu sistem yang bisa memprediksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan tepat agar tidak mengakibatkan kelebihan dan kekurangan terhadap jumlah pemakaian yang selalu berubah setiap tahunnya. Pada saat ini proses perhitungan telah banyak dilakukan dengan bantuan software-software yang ada pada komputer yang berkecepatan tinggi seperti Jaringan Saraf Tiruan. Jaringan Saraf Tiruan Backpropogation digunakan untuk memprediksi proyeksi logistik pasien berdasarkan jenis obat Analgetik, Antiemetik, Vitamin, Antiepilepsi, Anestesi, Anti Parkinson, Psikofarmaka, Kortikosteroid. Pengolahan data proyeksi logistik ini menggunakan software Matlab 6.1. Setelah menggunakan Backpropogation akhirnya ditemukan pola arsitektur yang terbaik yaitu arsitektur 8-3-3-1  dari 5 arsitektur yang telah diujikan. Dari pola tersebut kemudian diprediksi proyeksi logistik di Rumah Sakit Umum Ibu Kartini Kisaran pada tahun 2014 akan meningkat menjadi 91290 dari tahun 2013 sebesar 65422 atau meningkat sebesar 25868 (28,33%).   Kata Kunci:  jaringan saraf tiruan, algoritma backpropagation, proyeksi logistik, matlab