Search Articles & Publications

Showing 303 articles found for "Section"

DAMPAK KONSUMSI ZAT GIZI MIKRO TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI

Khotimah, Khusnul
Abstract: Anemia merupakan kondisi kekurangan kadar hemoglobin dalam darah yang menjadi permasalahan utama gizi di Indonesia, terutama disebabkan oleh defisiensi zat besi. Kondisi ini memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap… ap remaja, termasuk menurunkan konsentrasi belajar, mengurangi kemampuan untuk mengikuti aktivitas di sekolah, serta melemahkan daya tahan tubuh. Khususnya pada remaja perempuan, anemia meningkatkan risiko terhadap komplikasi serius seperti anemia selama kehamilan, perdarahan, kelainan bawaan pada bayi, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), dan stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara konsumsi zat gizi mikro dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dan desain deskriptif analitik dengan melibatkan 30 remaja putri sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dirancang untuk mengumpulkan data tentang jenis, frekuensi, dan jumlah asupan makanan serta kebiasaan diet responden. Selain itu, dilakukan pengukuran kadar Hemoglobin (Hb) untuk menentukan kejadian anemia. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p = 0,001) antara tingkat konsumsi zat gizi mikro dan kejadian anemia pada remaja putri. Hal ini menegaskan pentingnya asupan gizi mikro yang memadai dalam pencegahan anemia di kalangan remaja putri. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap anemia pada remaja putri, serta memberikan dasar bagi pengembangan intervensi gizi yang lebih efektif untuk mengurangi prevalensi anemia di Indonesia.

PENILAIAN HASIL CYSTATIN C PADA PASIEN GANGGUAN FUNGSI GINJAL DI LABORATORIUM PRODIA CIBUBUR

Aminah, Aminah, Parwati, Putu Ayu, Pamungkas, Moh. Adreng, Prihatiningsih, Diah
Abstract: Kidney function disorders refer to a condition where the kidneys' ability to filter metabolic waste from the blood and excrete it through urine is compromised. Cystatin C serves as a sensitive and specific biomarker for… measuring glomerular filtration rate, accurately reflecting kidney function. This study aims to evaluate Cystatin C levels based on gender among patients with kidney function disorders at the Prodia Cibubur clinic laboratory. The research was conducted from February to March 2023 using a descriptive cross-sectional approach. The sample comprised 120 patients with kidney function disorders selected through total sampling. The findings indicate that 16 patients (13.3%) had normal Cystatin C levels, while 104 patients (86.7%) had elevated Cystatin C levels. Notably, among males, 61 individuals (50.8%) tended to exhibit higher Cystatin C levels, suggesting a greater potential for kidney function disorders due to factors such as activity intensity, body mass influence, and hormonal factors.

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN INTENSITAS KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) IRMA SURYANI KOTA PRABUMULIH TAHUN 2024

Juniarty, Eka, Astuti, Desti Widya, Pramanda, Andini Eka
Abstract: Pemeriksaan antenatal (Antenatal Care/ANC) merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk  mencegah penyebab morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil dan anak. Kunjungan ibu hamil ke pelayanan kesehatan dianjurkan… anjurkan sebagai berikut 1 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II dan Minimal 2 kali pada trimester III. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan intensitas kunjungan antenatal care. Penelitian dilakukan di Praktik Mandiri Bidan Irma Suryani Kota Prabumulih Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin, penentuan sampel menggunakan tehnik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 43 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi–square. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan intensitas kunjungan ANC (Pvalue:0,001) terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan  intensitas kunjungan ANC (Pvalue : 0,000) dan terdapat hubungan antara dukungan suami dengan intensitas kunjungan ANC

HUBUNGAN PEMERIKSAAN SARS-COV2 RNA DENGAN D-DIMER PADA PASIEN YANG DIDIAGNOSA COVID-19 DI LABORATORIUM KLINIK PRODIA SUMEDANG

Prasetya, Didik, Juariah, Ade, Candrawati, Sang Ayu Ketut, Yanti, Ni Luh Gede Puspita
Abstract: Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV2. Selain menyebabkan gangguan pernapasan, virus ini juga menyebabkan hiperkoagulasi yang ditandai dengan peningkatan kadar D-Dimer.… -Dimer. Salah satu pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi penyakit Covid-19 adalah pemeriksaan SARS-CoV2 RNA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemeriksaan SARS-CoV2 RNA dengan kadar D-Dimer pada pasien yang didiagnosa Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 30 data sekunder pasien yang melakukan pemeriksaan D-Dimer dan SARS-CoV2 RNA atau pun pasien yang melakukan pemeriksaan D-Dimer dengan data rekam medis SARS- CoV2 RNA yang didiagnosa Covid-19 periode Januari 2021 sampai Juli 2022. Hasil penelitian ini didapatkan responden dengan hasil SARS-CoV2 RNA terdeteksi sebanyak 25 (83,3%) dan tidak terdeteksi sebanyak 5 (16,7%). Kadar D-Dimer normal sebanyak 7 (23,3%) dan abnormal 23 (76,7%). Hasil uji Chi Square penelitian ini tidak ada hubungan antara pemeriksaan SARS-CoV2 RNA dengan D- Dimer pada pasien yang didiagnosa Covid-19 dengan nila Asymp. Sig 0,334. Dapat disimpulkan bahwa kadar D-Dimer pada pasien yang didiagnosa Covid-19 dengan hasil SAR-CoV2 RNA terdeteksi tergantung dari tingkat derajat keparahan penyakit.

PENYULUHAN KEJADIAN HIPERMETROPIA PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 102 PALEMBANG

Susanti, Devi, Fakhruddin, M, Melvani, Rizcita Prilia, Novianti, Leni
Abstract: Hipermetropia merupakan satu kelainan refraksi hipermetropia terjadi akibat bentuk kornea atau lensa mata yang tidak normal, .  Hampir 90% penderita hipermetropia berada di negara berkembang. Hipermetropia merupakan salah&#8230; alah satu penyebab penurunan tajam penglihatan pada anak-anak. Tujuanpenelitian :untuk mengetahuideterminankejadian hipermetropia pada siswa SDN 102 Palembang.  Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitiandilakukan di SDN 102 Palembang pada Agustus 2023. Subjek penelitian siswa SDN 102 Palembang kelas 1 sampai kelas 6 yang menggunakan kacamata dan terdiagnosa miopia. Sampel berjumlah 40 orang.Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil :Responden denganriwayat keturunan miopia sebesar 67.5%, jenis kelamin perempuan sebesar 60%, dan responden dengan kebiasaan membaca dengan posisi tiduran sebesar 70%. Hasil uji chi square riwayat keturunan p value= 0.001 <0.05, kebiasaan membacap value= 0.001 <0.05, jenis kelamin p value= 0.192 >0.05 dan p value= 0.090 >0.05. variabel yang berhubungan dengan kejadian hipermetropia yaitu riwayat keturunan dan kebiasaan membaca.Saran :untuk peneliti selanjutnya guna mengkaji lebih dalam terkait pengaruh keturunan dalam mempengaruhi kejadian hipermetropia

HUBUNGAN RIWAYAT ABORTUS, RIWAYAT SEKSIO SESAREA DAN PARITAS TERHADAP KEJADIAN RETENSIO PLASENTA PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2022

Imam Subangi, Rikaastria, Sari , Erma Puspita, Anggraini, Arie
Abstract: Retensio Plasenta yaitu plasenta tidak lahir setengah jam setelah lahirnya janin, perlekatan yang kuat antara plasenta dengan uterus merupakan penyebab terjadinya retensio plasenta. Retensio plasenta yang berpotensi mengancam&#8230; ancam jiwa dan penyebab umum kematian ibu dari perdarahan post partum (Prawirohardjo, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat abortus, riwayat sectio caesarea dan paritas terhadapkejadian retensio plasenta pada ibu bersalin di Rumah sakit Muhammadiyah Palembanng tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bersifat  survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional dimana variabel independen  dan variabel dependen diambil pada waktu yang bersamaan menggunakan data primer dengan populasi 1.705 orang dan jumlah sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 94 responden. Hasil penelitian analisis univariat dan bivariat dari 94 responden diketahui ibu yang mengalami retensio plasenta (6,4%), riwayat abortus (43,6%), riwayat  Sectio Caesarea (48,9%), dan paritas tinggi (47.9%), sedangkan hasil analisis bivariat  ada hubungan riwayat abortus (ρ value= 0,006), ada hubungan signifikan Riwayat Sectio Caesarea (ρ value= 0.012) dan paritas  (ρ value= 0,010), dengan kejadian retensio plasenta pada ibu bersalin. Kesimpulan ada hubungan riwayat abortus, riwayat sectio caesarea dan paritas terhadap kejadian retensio plasenta pada ibu bersalin di Rumah sakit Muhammadiyah Palembanng tahun 2022. Saran untuk lebih meningkatkan pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit dengan mengadakan penyuluhan mengenai faktor apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya retensio plasenta pada ibu bersalin sehingga bisa mengurangi angka kejadian retensio plasenta

THE DIFFERENCE CHANGE IN WEIGHT FAMILY PLANNING INJECTION ACCEPTORS THREE MONTHS WITH ONE MONTH IN MUARA VILLAGE CIREBON DISTRICT

Anugerahwati, Dwi Lestari
Abstract: Injected contraception is the most contraception method chosen by Indonesian women. There are 2 types of injected contraception, 3 monthly injecion which consists of progesterone  only and 1 monthly injection consists of&#8230; f a combination of oesterogen-progesterone. One of its side effect is increase weight, which is  usually distressing for women due to the increase risk of suffering from many diseases such as heart attack, type-2 diabetes mellitus, sleep apnea, certain cancer, osteoarthritis, and asthma. The study aim was to identify the difference weight gain occurence between 3 monthly and 1 monthly injected contraception users in Muara Village- Suranenggala District. This research method uses comparative analytic studies using cross sectional resulting research which measured in interval scale. The sample is all 3 months KB injecting participants as much as 30 respondents and 1 month KB injections as much as 30 respondents. The data is analysis using t-test. The result showed a  ρ value of  0,005 which meant there was a difference in weight gain occurence between the users of 3 monthly and 1 monthly injected contraception. The 3 monthly  injection had been proven increasing the incidence of weight gain compared to the 1 monthly one. It was suggested that midwives should give proper counselling regarding to side effect of increasing weight gain during the use of 3 monthly contraceptive injection to be aware of by the users. Further investigation on other influencing factors of weight gain among contraceptive injection users.

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGO RAYA BANDA ACEH

Seni, Wildan, Rahmati, Ulfa
Abstract: Penyakit diare merupakan penyakit yang morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi sampai saat ini, sehingga penyakit ini masih dianggap sebagai masalah kesehatan yang belum bisa diatasi oleh negara berkembang seperti&#8230; di Indonesia. Diare sendiri di Indonesia adalah pembunuh balita nomor dua setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dan setiap tahunnya 100.000 balita meninggal karena diare. Demikian juga di wilayah kerja Puskesmas Pango Raya Kota Banda Aceh kejadian penyakit diare yang menyerang balita juga cukup banyak sehingga peneliti ingin mengetahui keterkaitan sanitasi dengan penyakit diare pada balita. Jenis penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023. Sampel penelitian ini menggunakan teknik dengan sampel penelitian sebanyak 22 balita. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada anak usia 1-4 tahun dengan p value = 0,000, pada hubungan status gizi terdapat hubungan dengan p value =0,026, pada pemberian ASI ekslusif terdapat  hubungan denga nilai p value =0,013, dan pada pengolahan makanan dan minuman terdapat hubungan dengan nilai p value = 0,000.

CORRELATIONS BETWEEN FERRITIN LEVELS AND CREATININE IN PEDIATRIC THALASSEMIA PATIENTS PRODIA CILEGON

Prihatiningsih, Diah Prihatiningsih, Ulfianjani, Ni Komang Ayu Resiyanthi
Abstract: Thalassemia is a blood disorder that is passed down genetically from parents to their children. The body cannot form normal red blood cells resulting in them being damaged easily and having a short life of less than 120&#8230; days and anemia, requiring continuous blood transfusions to maintain hemoglobin levels in the body. A history of repeated blood transfusions can cause excess iron in the body which is characterized by an increase in serum ferritin levels which can cause damage to kidney function by looking at creatinine levels. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between ferritin and creatinine levels in children with thalassemia. This study used a quantitative method with a cross sectional approach. The sampling technique used in this study was the total sampling technique. The sample used was 12 samples. Data processing in this study used the Shapiro-Wilk Normality test and the Pearson Correlation test in bivariate analysis. The results of the analysis of this study indicate that there is no significant relationship between the ferritin and creatinine levels in children with thalassemia where the value of Sig. 0.212 > 0.05 (p> 0.05), and shows a significant negative correlation of -0.389. This study in thalassemia children had high ferrtin levels but creatinine levels were still within normal limits.

Hubungan Frekuensi Konsumsi Minuman Berpemanis Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja SMP Negeri 28 Surabaya

Anli Manuela, Noor Rohmah Mayasari
Abstract: The consumption of sugar-sweetened beverages (SSBs) among adolescents has increased and may contribute to the rising prevalence of overweight due to their high sugar and energy content. This study aimed to analyze the relationship&#8230; lationship between the consumption of sugar-sweetened beverages and the incidence of overweight among adolescents at SMP Negeri 28 Surabaya. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 164 respondents were selected using proportional random sampling. Data on sugar-sweetened beverage consumption were collected using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), while nutritional status was assessed using Body Mass Index-for-Age (BMI-for-Age). Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed a significant association between the consumption of sweetened tea (p = 0.023) and carbonated soft drinks (p = 0.000) with overweight, whereas the consumption of coffee, bubble tea, sweetened milk, isotonic drinks, syrup, and yogurt was not significantly associated with overweight (p > 0.05). It can be concluded that frequent consumption of sweetened tea and carbonated soft drinks is associated with an increased risk of overweight among adolescents. Therefore, nutrition education and limiting the consumption of sugar-sweetened beverages are recommended as preventive strategies to reduce overweight among adolescents.