Abstract:Kesulitan belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai pada jenjang sekolah dasar. Salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kondisi tersebut adalah faktor psikologis…
ologis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor psikologis yang menyebabkan kesulitan belajar siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN No. 100710 Hapesong Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi hasil belajar. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis yang menyebabkan kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia meliputi rendahnya motivasi belajar, kurangnya kepercayaan diri, kecemasan akademik, kesulitan berkonsentrasi, serta emosi negatif yang muncul selama proses pembelajaran. Faktor-faktor tersebut berdampak pada rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan membaca, menulis, dan berbicara, serta menghambat pemahaman materi Bahasa Indonesia. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, memberikan motivasi, serta menerapkan strategi pembelajaran yang memperhatikan kondisi psikologis siswa guna meminimalkan kesulitan belajar.
Abstract:Apresiasi sastra memiliki peran penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar karena dapat mengembangkan kemampuan berbahasa, kepekaan estetis, dan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan…
sikan peran guru dalam mengembangkan apresiasi sastra pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN 100801 Pasar Sempurna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perancang, fasilitator, motivator, dan evaluator dalam pembelajaran apresiasi sastra. Guru menerapkan pemilihan materi yang kontekstual, metode pembelajaran variatif, serta memberi ruang ekspresi kepada siswa terhadap karya sastra. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peran guru sangat menentukan keberhasilan pengembangan apresiasi sastra siswa sekolah dasar.
Abstract:Membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang menjadi fondasi utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas awal sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan yang dialami…
ami siswa kelas I MIS Terpadu Alhijrah Bintuju serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas I dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan siswa meliputi ketidakmampuan mengenal dan membedakan huruf, kesulitan menggabungkan huruf menjadi suku kata, membaca kata sederhana, serta rendahnya kelancaran membaca. Faktor penyebab kesulitan tersebut antara lain perbedaan kesiapan belajar siswa, kurangnya stimulasi literasi di lingkungan keluarga, serta keterbatasan variasi metode dan media pembelajaran yang digunakan guru. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penerapan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih kontekstual, penggunaan media pembelajaran yang variatif dan menarik, serta pendampingan khusus bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan agar kemampuan literasi dasar siswa dapat berkembang secara optimal.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) yang dibantu media Interaktif Flat Panel…
l (IFP) pada siswa kelas V UPT SD Negeri 03 Pekonina. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus; setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V (n = 24). Instrumen pengumpulan data meliputi angket motivasi pra-dan pasca tindakan, lembar observasi keaktifan, catatan lapangan, dan wawancara guru. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif untuk angket dan kualitatif untuk observasi/wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang bermakna setelah penerapan PjBL berbantuan IFP—ditandai oleh peningkatan persentase siswa yang menunjukkan motivasi tinggi, peningkatan partisipasi aktif, dan kualitas produk proyek IPAS. Temuan ini sejalan dengan penelitian-penelitian terkini tentang efektivitas PjBL dan peran IFP dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penggunaan media interaktif Flat Panel di kelas V SD Negeri 03 Pekonina. Rendahnya motivasi…
otivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran IPAS menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Kemmis dan McTaggart, yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas V. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi motivasi belajar, angket, wawancara, dan dokumentasi
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa kelas V SD Negeri 01 Surian Kabupaten Solok melalui penerapan media Interactive Flat Panel (IFP) menggunakan metode…
metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi tes (pretest–posttest), observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil (contoh) menunjukkan rata-rata skor pretest 58,2 meningkat menjadi 76,5 pada akhir siklus II; persentase ketuntasan (KKM = 75) meningkat dari 28% (pretest) menjadi 84% (akhir siklus II). Temuan menunjukkan bahwa penggunaan IFP meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konseptual siswa. Implikasi penelitian ini mengarah pada rekomendasi penggunaan IFP secara terintegrasi dengan pendekatan konstruktivis dan model pembelajaran yang mendukung interaksi siswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan media pembelajaran Interactive Flat Panel (IFP) terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Rupa di kelas IV SD Negeri 02 Pekan Selasa, Kabupaten…
Solok Selatan. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus, setiap siklus terdiri dari satu pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 02 Pekan Selasa (n = [isi jumlah]). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket motivasi, wawancara singkat dengan guru dan dokumentasi hasil karya siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif pre–post siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar setelah penerapan IFP: skor rata-rata motivasi meningkat dari __ (pra-siklus) menjadi __ (siklus I) dan __ (siklus II). Selain itu, keterlibatan aktif siswa dan kualitas hasil karya seni rupa mengalami peningkatan sesuai indikator yang ditetapkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa IFP berpotensi meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran seni rupa.
Abstract:Pengintegrasian nilai-nilai moderasi beragama ke dalam pengajaran Pancasila di sekolah dasar telah menjadi kebutuhan mendesak karena munculnya kecenderungan intoleransi dalam pergaulan siswa, sementara praktik pembelajaran…
an di kelas seringkali tidak memberikan pengalaman yang cukup untuk menumbuhkan sikap moderat. Situasi ini menciptakan kesenjangan antara tuntutan kurikulum dan implementasi nyata di kelas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi nilai-nilai moderasi beragama, jenis nilai yang diintegrasikan, dan upaya guru dalam mengoptimalkan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada guru dan siswa di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai moderasi beragama terjadi melalui penguatan diskusi kelas, pembiasaan saling menghormati, dan mengaitkan materi Pancasila dengan situasi sosial yang dekat dengan pengalaman siswa. Guru mengimplementasikan nilai-nilai toleransi, keseimbangan, musyawarah, dan menghargai perbedaan melalui metode bercerita, kerja kelompok, dan pemanfaatan momen-momen insidental dalam dinamika kelas. Meskipun demikian, efektivitas implementasi masih dipengaruhi oleh keterbatasan pedoman, variasi kompetensi guru, dan kurangnya evaluasi berbasis karakter moderat. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan model pembelajaran yang lebih sistematis, pelatihan berkelanjutan bagi guru, dan dukungan kebijakan sekolah agar pembelajaran Pancasila dapat menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan sikap moderasi beragama sejak dini.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengadaan kaca cembung di tikungan sebagai safety mirror terhadap pengurangan risiko kecelakaan dan peningkatan kelanjutan ekonomi di lingkungan RT 34 Kelurahan Prapatan…
an Kecamatan Balikpapan Kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara dengan warga RT 34. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadaan kaca cembung di tikungan efektif dalam mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di lingkungan tersebut. Selain itu, pengadaan kaca cembung juga berdampak positif terhadap kelanjutan ekonomi di lingkungan RT 34, dengan adanya peningkatan aktivitas bisnis dan pertumbuhan ekonomi lokal. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa pengadaan kaca cembung di tikungan merupakan solusi yang efektif untuk menghilangkan risiko kecelakaan dan meningkatkan kelanjutan ekonomi di lingkungan RT 34 Kelurahan Prapatan Kecamatan Balikpapan Kota.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Desa Wanasuka sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal dengan mengintegrasikan perspektif resource-based view (RBV), modal sosial, dan pariwisata berkelanjutan.…
kelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap berbagai pemangku kepentingan desa. Analisis data dilakukan secara tematik dan diperkuat dengan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wanasuka memiliki potensi yang signifikan berupa sumber daya alam, budaya, dan modal sosial yang dapat menjadi dasar keunggulan kompetitif destinasi. Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya teroptimalkan akibat keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya tata kelola kelembagaan, serta rendahnya inovasi dan pemanfaatan teknologi digital. Dari hasil analisis, dirumuskan strategi pengembangan yang mencakup optimalisasi potensi lokal, penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan tata kelola, serta integrasi teknologi digital dalam pengelolaan dan promosi destinasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis melalui pengembangan model strategi yang integratif dalam konteks desa wisata berbasis potensi lokal, serta kontribusi praktis sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan Desa Wanasuka diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing destinasi, tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.