Abstract:Penyakit diare tetap menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara-negara berkembang. Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan sering kali berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai…
kematian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei yang fokus pada pengaruh sanitasi lingkungan keluarga (WC) dan kebersihan pribadi terhadap morbiditas diare pada anak di TK Dharma Wanita Cluring Banyuwangi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2024 dengan subjek anak TK Dharma Wanita Cluring Banyuwangi yang berusia 5-6 tahun, berjumlah 47 anak. Uji bivariat dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian diare pada balita di TK Dharma Wanita Cluring Banyuwangi. Dari 47 responden, 21 balita (44,7%) mengalami diare. Anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi baik lebih sedikit mengalami diare (36,6%) dibandingkan dengan yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik (7,4%). Sebanyak 56% balita yang tidak mengalami diare tinggal di lingkungan dengan sanitasi baik, sedangkan semua balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik mengalami diare. Uji statistik menunjukkan nilai P sebesar 0,023 dan OR sebesar 9,316, yang mengindikasikan bahwa balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik memiliki risiko 9,316 kali lebih besar untuk mengalami diare dibandingkan dengan yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi baik. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan sanitasi lingkungan untuk mencegah diare pada balita.
Abstract:Edukasi KIK di Desa Kutai Lama dilakukan karena adanya potensi adanya Kekayaan Intelektual Komunal yang belum terlindungi. Upaya inventarisasi KIK sebagai langkah defensive, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala,…
endala, diantaranya belum optimalnya peranan dari masyarakat dan sinergi institusi. Tujuan edukasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya upaya identifikasi dan inventarisasi KIK sebagai upaya melindungi warisan budaya di Desa Kutai lama, dengan harapan dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan melawan hukum terhadap warisan budaya dan masyarakat juga dapat memanfaatkan KIK sebagai sarana peningkatan nilai ekonomis di Desa Kutai Lama. Edukasi dilaksanakan di Kantor Desa Kutai Lama pada tanggal, 20 Mei 2024 dihadiri 27 peserta. Tahapan edukasi yang dilaksanakan: 1) Kunjungan awal memperkenalkan kepada jajaran Kelurahan tentang KIK; 2) menyampaikan materi terkait KIK kepada masyarakat; 3) melakukan identifikasi dengan memberikan formulir tentang kegiatan usaha masyarakat. Kegiatan secara keseluruhan berjalan sesuai target. Kegiatan awal dalam pengenalan edukasi ini, diperlukan tindaklanjut pendampingan identifikasi KIK pada kegiatan abdimas berikutnya.
Abstract:Identifikasi Layanan Khusus dan Strategi Efektif dalam Pendidikan Anak Tuna Grahita diteliti untuk memahami tantangan dan pendekatan yang berhasil dalam konteks pendidikan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi…
ifikasi layanan pendidikan yang ada dan strategi yang terbukti efektif dalam meningkatkan pembelajaran dan integrasi sosial anak tuna grahita. Metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara mendalam dengan guru pengajar siswa tunagrahita, observasi sistematis dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya yang terbatas dan kurangnya adaptasi kurikulum menjadi tantangan utama dalam pendidikan khusus, namun strategi seperti pendekatan individualisasi dan dukungan sosial yang kuat telah terbukti efektif dan guru perlu memberikan layanan dan strategi yang terbaik untuk mengetahui kebutuhan anak tuna grahita dalam pendidikan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman dan praktik pendidikan khusus yang lebih baik bagi anak-anak tuna grahita.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial dan profitabilitas terhadap manajemen laba. Berdasarkan hipotesis penelitian yang telah ditentukan, diketahui bahwa kepemilikan…
emilikan institusional, kepemilikan manajerial dan profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap manajemen laba. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Jumlah populasi sebanyak 64 perusahaan sub sektor makanan dan minuman dengan teknik sampling purposive sampling sebanyak 14 perusahaan dalam kurun waktu 4 tahun dengan jumlah data 56 data. Teknik olah dana menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial dan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba dan secara simultan kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial dan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba.
Abstract:Indonesia merupakan negara kepulauan dengan populasi penduduk mencapai lebih dari 270 juta jiwa. Peningkatan jumlah penduduk berdampak pada meningkatnya produksi sampah setiap tahun. Masalah sampah plastik, terutama dari…
barang sekali pakai yang menjadi isu krusial selama 15 tahun terakhir. Provinsi Nusa Tenggara Barat tepatnya di Lombok, bergantung pada sektor pariwisata terutama pantai. Namun perkembangan pariwisata ini memicu masalah sampah di kawasan pantai khususnya sampah plastik. Sampah plastik yang sulit terurai mengancam ekosistem laut dan menurunkan daya tarik wisatawan. Penulis mengusulkan inovasi mesin Macoving sebagai solusi untuk mengatasi masalah sampah plastik di kawasan pantai Lombok. Mesin ini mampu mengolah sampah plastik menjadi paving block bernilai ekonomis, menawarkan solusi ramah lingkungan, dan membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan studi pustaka relevan. Paving block ini dijual lebih murah dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bisa mengelola sampah. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah, mencegah kerusakan lingkungan, dan mendukung ekonomi hijau. Hal ini sejalan dengan fokus Indonesia pada transisi energi baru terbarukan dan pembangunan berkelanjutan guna mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Abstract:Keindahan alam menjadikan daya tarik utama pada wisata indonesia. Hal itu memberikan keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya ialah pegunungan. Selain itu, Indonesia merupakan negara dengan…
n jumlah pegunungan berapi mencapai 400 bahkan 100 diantaranya masuk kategori aktif. Dengan banyaknya jumlah pegunungan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara vulkanis yang sebagian besar masyarakatnya bekerja pada sektor pariwisata. Salah satunya adalah Gunung Rinjani yang berada di Pulau Lombok. Optimalisasi pemanfaatan gunung berapi sebagai objek wisata ini berpotensi besar untuk dikembangkan dikarenakan tingginya minat dalam mendaki hingga 75%. Berdasarkan data tahun 2023 dari April hingga Desember total pendaki mencapai 62.486 yang terdiri atas pendaki lokal maupun mancanegara. Masalah yang sering dialami pendaki adalah keadaan kesehatan. Pada tahun 2020 merupakan presentase kecelakaan terbesar hingga 0,093% dimana 0,012% disebabkan oleh kasus kesehatan ditambah juga permasalahan lainnya seperti rawan pendaki hilang atau tersesat dan sulitnya evakuasi oleh tim SAR. Berdasarkan permasalahan tersebut, kami memiliki inovasi Smowatch yaitu jam pintar berbasis sistem lora (long range) terintegrasi iot sebagai teknologi navigasi dan explorer search and rescue di gunung Rinjani. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan merancang teknologi navigasi yang akan membantu pendaki ketika berada dalam keadaan darurat selama berada di Gunung Rinjani. Smowatch dibuat dalam bentuk jam tangan guna mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) point ke 9.
Abstract:Pendidikan inklusif merupakan wadah bagi anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan yang sama tanpa adanya pembedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses belajar dan kendala yang dialami anak…
tunarungu. Artikel ini membahas tentang proses pembelajaran siswa tuna rungu di SD Muhammadiyah 2 Socah Bangkalan. Metode penelitian meliputi observasi kelas, wawancara dengan beberapa guru, dan analisis dokumen kurikulum dan materi pembelajaran. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa proses pembelajaran siswa tuna rungu di SD Muhammadiyah 2 Socah Bangkalan memerlukan pendekatan yang komprehensif dan beragam. Guru yang memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus dalam pendidikan inklusif terbukti lebih efektif dalam merancang pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa tunarungu. Temuan penelitian dapat menjadi dasar pengembangan lebih lanjut dalam pembelajaran siswa tuna rungu di SD Muhammadiyah 2 Socah Bangkalan dan sebagai referensi bagi sekolah lain yang populasi siswanya berkebutuhan khusus.
Abstract:Pendidikan inklusif merupakan salah satu wujud perbaikan sistem pendidikan di Indonesia, dengan tujuan agar semua anak dapat memperoleh pendidikan tanpa adanya perbedaan baik fisik maupun psikis. Pendidikan sekolah dasar…
merupakan pendidikan pada tingkat paling dasar bagi anak-anak rentan berusia 7 hingga 12 tahun. Penelitian ini dilakukan di SD Muhammadiyah 2 Socah Bangkalan. Pendidikan inklusif di Indonesia belum bisa dikatakan terlaksana dengan baik karena pada kenyataannya banyak anak penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama dengan anak lainnya. Fasilitas merupakan salah satu penunjang keberhasilan pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan inklusif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fasilitas terhadap keberhasilan pendidikan inklusif pada anak hidrosefalus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan hasil penelitian dengan lebih jelas. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kurangnya pelatihan bagi guru pendidikan inklusif dapat menjadi penghambat keberhasilan program pendidikan inklusif, dan kurangnya subsidi dana dan fasilitas dapat memperlambat bimbingan yang diberikan kepada anak penderita hidrosefalus. Disimpulkan bahwa pendanaan, fasilitas yang memadai dan pelatihan bagi guru penting untuk mendukung keberhasilan program pendidikan inklusif di Indonesia.
Kata Kunci: Sekolah Dasar, Pendidikan Inklusif, Hidrosefalus
Abstract:Penelitian ini mengkaji problematika proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan kondisi autism di kelas 3 SD Muhammadiyah Socah.Fokus utama Penelitian anak yang bernama ilham,seorang siswa kelas 3 yang mengalami…
galami autisme.Selama proses pembelajaran,ilham menghadapi berbagai tantangan ,seperti kesulitan berbicara yang
mengharuskannya ditatap terlebih dahulu sama guru,serta kesulitan dalam menulis,ketidakma
mpuannya dalam memahami dan mengikuti perintah dasar guru.Pada masa penelitian ini,SD
muhammmadiyah Socah tidak memiliki guru pendamping khusus untuk anak berkebutuhan
khusus setelah sebelumnya pernah ada tetapi kemudian mengundurkan diri.Disini untuk wali
kelas 3 bernama ustadzah Dian,berperan penting dalam mendampingi dan membantu proses
pembelajarannya,meskipun tanpa bantuan khusus dari pendamping Anak Berkebutuhan
Khusus (ABK).Ilham disini sering duduk di lantai atau dipangku oleh guru selama kegiatan
belajar mengajar berlangsung.Meskipun demikian,perawatan sehari-hari ilham berlangsung
normal,dan ia mampu berjalan dan berinteraksi dengan teman-temannya di kelas.Untuk Kepala
sekolah SD ini bernama Bapak Ali Imron,menyadari tantangan ini dan terus berupaya mencari
solusi terbaik untuk mendukung perkembangan dan pembelajaran ilham di lingkungan
sekolah.Penelitian ini menyoroti pentingnya peran pendamping Anak Berkebutuhan Khusus
(ABK) dalam mendukung proses pembelajaran yang inklusis dan optimal bagi anak-anak
dengan autisme.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa pentingnya peran orang tua dalam perkembangan kemampuan bagi anak berkebutuhan khusus khususnya bagi penyandang tuna grahita terutama dalam menyadari anaknya yang memiliki…
gangguan tersebut. Pada pelaksanaanya penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang di dukung dengan Teknik wawancara dan observasi dalam pengumpulan data sehingga dapat di temukan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki gangguan yang bervariasi seperti gangguan pendengaran, penglihatan, hambatan intelektual, perubahan emosi dan hiperaktif. Melalui berbagai variasi tersebut tidak menjamin bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki Tingkat kemampuan yang sama, melainkan mereka memiliki tingkatan yang berbeda meskipun memiliki jenis gangguan yang sama maka dari itu pendidik perlu menyiapkan proses pembelajaran yang sesuai untuk memenuhi kebutuhannya yang hal ini di dukung dengan adanya pengelompokan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan masing-masing gangguan serta adanya peran orang tua yang terlibat didalamnya namun di lapangan peneliti menemukan permasalahan bahwa kurangnya kesadaran orang tua dalam menerima keadaan anaknya membuat penyerapan kemampuan intelektualnya menjadi terkendala.