Abstract:StuntingImerupakanIkondisiIgagalItumbuhIpadaIbalitaIyang ditandaiIdengan tinggiIbadan menurutIumurIkurang dari -2 standarIdeviasiIberdasarkanIstandar World Health Organization (WHO). KondisiIiniIdisebabkanIolehIkekuranganIgiziIkronisIdanIinfeksiIberulang,…
nIgiziIkronisIdanIinfeksiIberulang, terutama pada 1.000 hariIpertamaIkehidupan. BencanaIbanjirIberpotensiImeningkatkanIrisikoIstunting melaluiIterbatasnyaIaksesIairIbersih,IsanitasiIyangIburuk, terganggunyaIketahananIpangan rumahItangga, sertaIterbatasnya akses layanan kesehatan. Penelitian iniIbertujuan menganalisis hubunganIdampak bencanaIbanjir denganIpeningkatan risiko stunting pada balita di WilayahIKerja PuskesmasIMeurah Dua KabupatenIPidie Jaya. Penelitian menggunakanImetodeIkuantitatifIdenganIdesain analitikIdan pendekatanIcross-sectional. sempelIpadaIpenelitianIiniIsebanyak 92 balita. VariabelIdependenIadalahIkejadianIstunting, sedangkanIvariabelIindependenImeliputiIketidaktersediaanIair bersih, kondisiIjamban tidak layak, ketahananIpanganIrumahItanggaIyangIburuk, danIaksesIlayanan kesehatan yang buruk. Analisis dataImenggunakanIuji Chi-Square. HasilIpenelitianImenunjukkanIadanya hubungan yangIsignifikanIantaraIketidaktersediaanIair bersih (p = 0.000; OR = 34,417; 95% CI: 9,996–118,496), kondisiIjambanItidak layak (p = 0.000; OR = 81,125; 95% CI: 31,060–1056,217), ketahanan pangan rumah tangga yang buruk (p = 0.000; OR = 69,000; 95% CI: 17,017–279,779), serta akses layanan kesehatan yang buruk (p = 0.004; OR = 4,538; 95% CI: 1,532–13,442) dengan risiko stunting pada balita setelah kejadian banjir. Diharapkan kepada pihak puskesmas agar memperkuat upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan tentang sanitasi, penggunaan air bersih, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbol warna pakaian para imam dalam liturgi Gereja Katolik dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, yang meliputi tiga unsur utama, yaitu ikon, indeks,…
, dan simbol. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Lokasi penelitian dilakukan di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Fatima Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna-warna liturgi seperti putih, kuning/emas, merah, hijau, ungu, merah muda, dan hitam memiliki makna simbolik yang mendalam dan tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai media komunikasi teologis dan spiritual. Dalam perspektif ikon, warna memiliki kemiripan visual dengan makna yang diwakilinya, seperti putih yang melambangkan kemurnian dan kebangkitan. Dalam perspektif indeks, warna menunjukkan hubungan langsung dengan konteks liturgi tertentu, seperti ungu yang menandakan masa pertobatan. Sementara itu, dalam perspektif simbol, makna warna dibentuk melalui tradisi dan kesepakatan Gereja, seperti merah yang melambangkan pengorbanan dan Roh Kudus. Dengan demikian, warna pakaian liturgi para imam merupakan sistem tanda yang kompleks dan multidimensional yang mengandung nilai teologis, historis, dan spiritual. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan semiotika Peirce efektif dalam mengungkap makna simbolik dalam praktik keagamaan, khususnya dalam liturgi Gereja Katolik.
Abstract:Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Fisika merupakan salah satu program resmi nasional yang menuntut penguasaan konsep, penalaran matematis, dan kemampuan pemecahan masalah yang sistematis. Kegiatan pengabdian ini dilakukan…
kukan oleh dosen Fisika Fakultas Mipa Universitas Negeri Gorontalo melalui pendampingan dengan tujuan memperkuat kesiapan siswa peserta OSN Fisika SMA Negeri 3 Gorontalo ke tingkat Provinsi hingga Nasional. Kegiatan dilakukan sejak awal tahun yaitu Januari 2026 hingga ujian tingkat provinsi di Bulan Juli 2026 selama dua kali dalam seminggu menggunakan pendekatan partisipatif dan beriorientasi latihan soal. Kegiatan diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan, pemetaan kemampuan awal siswa, penguatan konsep, pembahasan soal nonrutin, latihan mandiri, diskusi, simulasi soal, serta refleksi umpan balik. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi mentor, lembar kerja siswa, latihan formatif, kinerja pada simulasi, dan umpan balik lisan maupun tertulis. Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan positif pada kemampuan siswa dalam mengenali prinsip fisika yang relevan, mengubah persoalan menjadi diagram dan persamaan, menyusun langkah penyelesaian, memeriksa satuan dan kewajaran jawaban, serta mengomunikasikan alasan penyelesaian. Siswa juga tampak lebih aktif dan percaya diri dalam diskusi. Kendala yang masih memerlukan penguatan adalah soal multikonsep, aljabar atau kalkulus tingkat lanjut, dan manajemen waktu. Peserta menilai penjelasan bertahap dan koreksi langsung sebagai bagian paling membantu, serta mengusulkan penambahan simulasi dan bank soal lanjutan. Kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah secara berkelanjutan diperlukan untuk membangun ekosistem pembinaan OSN Fisika yang terstruktur.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pembelajaran motorik dasar yang dihadapi oleh guru PJOK pada jenjang sekolah dasar kelas rendah di MI Baitul Huda Semarang.…
Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur dengan guru dan siswa, observasi lapangan yang sistematis, serta dokumentasi kurikulum. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan terpenting dalam penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran berlangsung aktif dan berbasis permainan, terdapat hambatan struktural berupa keterbatasan sarana-prasarana serta hambatan pedagogis terkait heterogenitas kemampuan siswa yang sulit dikondisikan. Lebih lanjut, ditemukan adanya kesenjangan antara aktivitas fisik yang tinggi dengan pemahaman konseptual siswa yang masih rendah, di mana pembelajaran cenderung bersifat intuitif-pragmatis namun belum berbasis pada asesmen diagnostik yang sistematis. Refleksi atas temuan ini mengungkap bahwa ketergantungan pada teacher agency atau kreativitas individu guru dalam memodifikasi alat belum cukup untuk mengatasi persoalan tanpa dukungan kebijakan institusional. Sebagai kontribusi, penelitian ini memberikan peta jalan bagi pengembangan model pembelajaran PJOK yang lebih holistik, yang tidak hanya menekankan pada keaktifan fisik, tetapi juga mengintegrasikan penguatan konsep dan diferensiasi instruksional yang responsif terhadap tahap perkembangan anak. Hasil studi ini diharapkan menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dalam merancang program pendampingan guru dan penataan alokasi sumber daya yang lebih tepat sasaran guna menjamin optimalisasi kompetensi motorik dasar pada fase kritis perkembangan anak.
Abstract:Asam folat berperan dalam sintesis DNA dan pembelahan sel. Suplementasi vitamin pada periode perikonsepsi terbukti dapat mencegah kejadian pertama kelainan tabung saraf. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan…
n menilai efektivitas edukasi pranikah dan prakonsespi tentang konsumsi asam folat pada calon pengantin (CATIN) di KUA Padang Timur. Desain kegiatan menggunakan one-group pretest–posttest dengan instrumen kuesioner pengetahuan 10 soal, dilanjutkan penyuluhan 30 menit menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan media leaflet dan PowerPoint. Jumlah peserta 24 orang dan skor pengetahuan meningkat dari rerata 4,92 menjadi 7,67 (kenaikan rerata 2,75 poin); uji t berpasangan menunjukkan peningkatan bermakna (p < 0,001). Materi kunci menekankan dosis 400 mikrogram/hari serta peran asam folat pada pembentukan DNA dan perkembangan otak serta saraf janin.
Abstract:This activity aims to foster children’s literacy as an effort to enhance inspiration at SDN Cikoneng, Tugu Utara Village, Cisarua Sub-district, Bogor Regency. Children’s literacy is considered a key factor in developing…
ing critical and creative thinking skills that can influence their personal and academic growth. Through approaches involving various reading, writing, and discussion activities, this literacy program is expected to encourage students’ motivation and inspiration to further develop their potential. This activity examines various methods applied in literacy practices, such as providing engaging reading materials, training in creative writing skills, and organizing interactive discussions that actively involve students. The expected outcomes include an increased interest in reading and writing, as well as the formation of positive attitudes toward the learning process, which can have a long-term impact on students’ academic and character development. The findings of this study provide insights into the importance of literacy as a means to improve the quality of education at the elementary level, as well as a source of inspiration for students to achieve their best potential.
Abstract:Tahu adalah salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Tahu dikonsumsi hampir di semua lapisan masyarakat. Tahu yang terbuat dari hasil pertanian yaitu kacang kedelai ini telah banyak dikonsumsi…
dikonsumsi masyarakat sejak dahulu dan konsumsinya merata di seluruh pelosok Indonesia. Penulis tertarik untuk meneliti bagaimana konsumsi tahu di kecamatan Tenggarong, kabupaten Kutai Kartanegara dan ingin melihat pengaruh harga tahu dan harga tempe sebagai pembanding terhadap permintaan tahu di kecamatan Tenggarong. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh variabel bebas X1 dan X2dalam persamaan regresi Y = -50.178,37 + 20,48 X1 + 2.488,09 X2.
Abstract:Artikel ini bertujuan untuk membahas pengaruh gadget terhadap perkembangan anak usia dini. Melalui metode studi literatur, artikel ini akan fokus menganalisis dampak positif dan negatif penggunaan gadget pada aspek kognitif,…
tif, fisik, emosional, dan sosial anak. Hasil menunjukkan bahwa gadget dapat memberikan manfaat edukasi dan stimulasi perkembangan jika digunakan secara tepat, namun juga berisiko menimbulkan masalah seperti kecanduan, kurangnya aktivitas fisik, dan hambatan interaksi sosial jika tidak dikontrol. Faktor-faktor yang mempengaruhi dampak gadget meliputi durasi penggunaan, jenis konten, pengawasan orang tua, serta usia dan tahap perkembangan anak. Penelitian ini menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing penggunaan gadget pada anak usia dini untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk mendukung perkembangan anak usia dini.
Abstract:Pendekatan isistem idapat imeningkatkan ipendidikan idengan icara mengidentifikasii ikebutuhan, imenseleksi imasalah, imenyusun iidentifikasi persyaratani isolusi imasalah, imembuat ibeberapa ialternatif isolusi, menghasilkani…
ilkani ihasil, dan imerevisi ipersyaratan ipada isebagian atau iseluruh sistem iyang terkait idengan keterbatasan idalam memenuhi ikebutuhan. iPenelitian ini menggalii bagaimana ipenerapan sistem ipendekatan dapat imenjadi landasan yang iefektif dalam imembangun pendidikan yang iberkualitas. iMelalui analisis terhadapi faktor-faktor iseperti sinkronisasi, ipengelolaan sumber daya, idan keterlibatani pemangku ikepentingan, penelitian ini ibertujuan untuk mengidentifikasii cara isistem pendekatan imana dapat idioptimalkan untuk mencapaii hasil ipendidikan yang ilebih baik. iDengan memperkuat iketerkaitan antarai berbagai ielemen dalam isistem pendidikan, idiharapkan dapat iterbentuk ekosistem pendidikani yang ilebih responsif, iadaptif, dan iberorientasi pada hasil. Temuani penelitian ini idapat memberikan ikontribusi pada ipengembangan kebijakan ipendidikan yang lebih iefektif serta imemberikan pandangan yang ilebih komprehensif terhadap iupaya meningkatkan pendidikan secara imenyeluruh.
Abstract:Sejalan dengan program pemerintah dan adanya peraturan undang-undang mengenai jaminan dan kewajiban dari kepemilikan sertifikasi halal pada produk, maka ini menjadi daya tarik sendiri bagi pelaku usaha untuk membangun nama…
nama produk yang baik di mata konsumen . Urgensi label halal pada produk yang ditawarkan oleh UMKM sangat tinggi, khususnya bagi produk makanan. Artinya tidak hanya legalitas usaha yang dilirik oleh konsumen, tetapi label halal bagi sebagian konsumen telah menjadi pertimbangan tersendiri dalam memilih produk makanan yang hendak dikonsumsi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Dampak Sertifikasi halal terhadap minat beli konsumen pada produk UMKM . Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki peran yang cukup kuat dalam pembangunan ekonomi Indonesia dan dianggap sebagai motor penggerak perekonomian suatu daerah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kausalitas murni atau sebab akibat, oleh karena itu dijudul diawali kata dampak. Bentuk data yang diperoleh baik yang bersifat kuantitatif maupun yang bersifat kualitatif diteliti dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif verifikatif.