Search Articles & Publications

Showing 47 articles found for "Kristen"

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MENDUKUNG PERTUMBUHAN ROHANI JEMAAT DI GKSI PELITA HARAPAN LEMBO KODI

Yane Henderina Keluanan, Wiranto
Abstract: Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam mendukung pertumbuhan rohani jemaat di GKSI Pelita Harapan Lembo Kodi. Fokus utama penelitian adalah bagaimana metode pembinaan… binaan iman yang terstruktur, partisipatif, dan kontekstual dapat meningkatkan pemahaman Alkitab, kedisiplinan rohani, serta keterlibatan jemaat dalam pelayanan sosial. Metode pelaksanaan melibatkan ceramah interaktif, diskusi kelompok, pendampingan rohani, dan praktik pelayanan nyata, yang dilaksanakan secara konsisten selama program PkM berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kehadiran jemaat, partisipasi aktif, dan penerapan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Jemaat mulai menginternalisasi firman Tuhan, memperkuat disiplin doa, membaca Alkitab secara rutin, serta menunjukkan kepedulian sosial melalui pelayanan kepada sesama. Evaluasi program mengungkap tantangan berupa keterbatasan waktu dan perbedaan latar belakang pemahaman Alkitab, yang menuntut penyesuaian metode agar program lebih inklusif dan efektif. Kesimpulannya, pendidikan iman yang holistik, menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan praksis, terbukti mampu membentuk jemaat yang dewasa secara rohani, aktif dalam pelayanan, dan memperkuat komunitas gereja secara menyeluruh. Temuan ini memberikan dasar penting bagi gereja untuk merancang program pembinaan rohani berkelanjutan yang relevan, kontekstual, dan transformatif, sehingga pertumbuhan iman jemaat dapat terjadi secara nyata, mendalam, dan berkesinambungan.

“ANAKHONHI DO HAMORAON DI AHU”: Suatu kajian tradisi budaya dan Kekristenan menurut Amsal 1:8 diperhadapkan dengan filosofi Batak Toba.

Pahala Jannen Simanjuntak, Magelhaens Sianipar
Abstract: Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan orang Batak pada umumnya, anak-anak adalah kekayaan (Hamoraon) bagi keluarga, termasuk masyarakat, gereja, bangsa, dan negara. Itulah sebabnya muncul filosofi "Anakhonhi do hamoraon… moraon di Ahu" (yang berarti "Anakku adalah kekayaan bagiku"). Ditinjau dari tradisi budaya dan Kristen, pepatah ini memiliki makna yang sangat dalam dan penuh kebijaksanaan. Dalam budaya Batak, mereka memiliki filosofi 3 H: Hamoraon (kekayaan), Hagabeon (keturunan), dan Hasangapon (kehormatan). Filosofi ini telah mengakar dalam kehidupan orang Batak sejak zaman dahulu hingga sekarang. Dalam teologi Kristen, anak-anak adalah karunia dan amanah dari Tuhan kepada orang tua di tengah keluarga. Menjual semua harta benda yang mereka miliki dilakukan asalkan anak-anak mereka bisa bersekolah. Ungkapan "Sude tano maraek dohot tano mahiang" (keluar dari tanah basah dan tanah kering) adalah ungkapan yang menjelaskan bagaimana orang Batak berjuang untuk anak-anaknya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kekayaan budaya dan tradisi Kristen bagi orang Batak mengenai filosofi: "Anakhonhi do hamoraon di ahu" dan Amsal 1:8, melalui studi pendapat para ahli dan Alkitab sebagai literatur penelitian.

PENGARUH KEBIASAAN MEMBACA ALKITAB TERHADAP PERILAKU POSITIF PADA REMAJA AWAL DI PUSAT PENGEMBANGAN ANAK (PPA) OEMATHONIS EFATA SOE

Dovansius R Bolang, Erdin Edward Fatuli, Hendrik A.E Lao
Abstract: Masa remaja awal merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, sehingga diperlukan pembinaan yang mampu mengembangkan aspek moral, spiritual, dan sosial secara seimbang. Salah satu bentuk pembinaan spiritual dalam&#8230; m tradisi Kristen adalah kebiasaan membaca Alkitab yang diyakini berperan dalam membentuk perilaku positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebiasaan membaca Alkitab terhadap perilaku positif pada remaja awal di Pusat Pengembangan Anak (PPA) Oemathonis Efata Soe. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 30 remaja berusia 15–18 tahun, yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,988. Analisis regresi menghasilkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,851 yang menunjukkan hubungan sangat kuat antara kebiasaan membaca Alkitab dan perilaku positif. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,724 mengindikasikan bahwa kebiasaan membaca Alkitab memberikan kontribusi sebesar 72,4% terhadap pembentukan perilaku positif, sedangkan 27,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Uji hipotesis juga memperlihatkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang membuktikan bahwa kebiasaan membaca Alkitab berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku positif remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa pembiasaan membaca dan merenungkan firman Tuhan secara konsisten dapat memperkuat pembentukan karakter, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, kasih, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, kebiasaan membaca Alkitab perlu terus dikembangkan melalui keluarga, gereja, sekolah, dan lembaga pembinaan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter remaja yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.

HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DENGAN KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA PSIKOLOGI KRISTEN IAKN KUPANG ANGKATAN 2025

Mnir, Sonia Armeliana, Sonia, Risna Akdalia Solukh, Lao, Hendrik A.E
Abstract: Instagram merupakan salah satu media sosial yang berfokus pada berbagi foto dan video serta dimanfaatkan pengguna sebagai sarana berkomunikasi, mengekspresikan diri, dan menjalin interaksi sosial di lingkungan digital, dimana&#8230; imana intensitas penggunaanya mencangkup aspek perhatian, penghayatan, durasi dan frekuensi (Umami & Rosdiana, 2022), sementara kepercayaan diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya yang tercermin melalui sikap optimis, objektif, bertanggung jawab dan rasional (Puji et al., 2024)). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara intensitas penggunaan media sosal Instagram dengan kepercayaan diri mahasiswa Psikologi Kristen IAKN Kupang Angkatan 2025, yang dilatarbelakangi oleh fenomena lapangan dimana sebagian mahasiswa mengalami penurunan kepercayaan diri akibat social comparison ketika melihat unggahan teman yang tampak lebih berprestasi, sementara sebagian lainnya justru merasa lebih percaya diri melalui ekspresi diri dan validasi sosial di Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 30 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling, dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert empat pilihan jawaban. Uji validitas menghasilkan 34 butir valid dari 40 butir, dan uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,971 yang tergolong sangat reliabel. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 20 menunjukkan nilai koefisien signifikansi 0,000 (p < 0,01), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan, positif, dan kuat antara kedua variabel, sehingga semakin tinggi intensitas penggunaan Instagram maka semakin tinggi pula kepercayaan diri mahasiswa. Temuan ini konsisten dengan penelitian Banoet dkk.(2025) dari Psikologi Undana Kupang, Oktaviani dkk. (2023), dan Dalila (2022), dan mengimplikasikan bahwa Instagram di lingkungan IAKN Kupang berfungsi sebagai media ekspresi diri dan validasi sosial yang konstruktif, sehingga program literasi digital perlu diarahkan pada pembimbingan pola penggunaan yang sehat dan bertanggung jawab.

PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP KECEMASAN AKADEMIK PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA SEMESTER 2 PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI KUPANG

Natessa Ome, Tiwi Mita Marliana Penu, Hendrik A.E.Lao
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kepercayaan diri terhadap kecemasan akademik di kalangan mahasiswa tahun pertama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain&#8230; n yang bersifat korelasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 35 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala Likert yang menampilkan 20 butir pernyataan untuk setiap variabel. Uji validitas menunjukkan bahwa semua butir pernyataan adalah valid (r hitung > r tabel = 0,334), dan uji reliabilitas memperoleh skor Cronbach’s Alpha sebesar 0,968 yang tergolong sangat dapat diandalkan. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana menggunakan software SPSS. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kecemasan akademik pada mahasiswa tahun pertama, dengan nilai koefisien regresi (B) sebesar 0,519, dan nilai Adjusted R Square sebesar 0,420 yang menunjukkan bahwa kepercayaan diri dapat menjelaskan 42,0% variasi kecemasan akademik. Sisa 58,0% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA TINGKAT AKHIR DALAM MENYUSUN TUGAS AKHIR DI INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI KUPANG

Tapatab, Tirsa, Okma Feoh, Hendrik A.E. Lao
Abstract: Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami masalah stres seperti tugas kuliah yang sulit, ujian, masalah adaptasi, perbedaan bahasa, biaya kuliah, dan perkiraan waktu penyelesaian tugas akhir. Stres adalah salah satu penyebab&#8230; bab kualitas tidur siswa yang buruk. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur mahasiswa tingkat akhir di IAKN Kupang yang sedang menyusun tugas akhir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif analitik dengan total 35 responden. Pengukuran tingkat stres dilakukan menggunakan Depression Anxiety Stress Scales (DASS) dan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami stres berat  dan sebagian besar memiliki kualitas tidur buruk. Namun, uji coeffisien menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur (5,19%). Hasil ini menunjukkan bahwa faktor lain mungkin lebih mempengaruhi kualitas tidur mahasiswa keperawatan seperti edukasi manajemen stres, dan gaya hidup sehat.    

DAMPAK PEMAHAMAN FILOSOFIS GURU KRISTEN TERHADAP EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN HOLISTIK

Kusnadi, Lilik
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman filosofis guru Kristen terhadap efektivitas implementasi model pembelajaran holistik. Dalam banyak kasus, pendidikan Kristen terjebak dalam dikotomi di mana&#8230; iman dan mata pelajaran akademik diperlakukan sebagai entitas yang terpisah. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana "Pandangan Dunia Kristiani" seorang guru berfungsi sebagai landasan bagi Integrasi Iman dan Ilmu (IFL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dengan pemahaman filosofi alkitabiah yang mendalam—memandang siswa sebagai Imago Dei dan semua kebenaran sebagai kebenaran Tuhan—jauh lebih efektif dalam memberikan pendidikan holistik. Guru-guru ini tidak sekadar "menyisipkan" ayat Alkitab, tetapi mengubah seluruh proses pembelajaran menjadi sebuah perjumpaan spiritual. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan model holistik tidak ditentukan oleh teknik pedagogis semata, melainkan oleh "lensa" filosofis pendidik. Kata Kunci: Filosofi Kristen, Pendidikan Holistik, Pandangan Dunia Guru, Integrasi Iman dan Ilmu.

SPIRITUALITAS HENDRICUS LEVEN DALAM MEWUJUDKAN KASIH DAN PENGORBANAN

Stefanus Octavianus Rangga, Frederikus Ama Makin, Reinoldus Kopong, Januarius Sili Bayen
Abstract: Spiritualitas merupakan dimensi penting dalam kehidupan manusia yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam relasi dengan sesama dan Tuhan. Hendricus Leven menekankan spiritualitas sebagai suatu proses hidup&#8230; dup yang berakar pada kasih dan diwujudkan melalui pengorbanan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep spiritualitas menurut Hendricus Leven serta relevansinya dalam mewujudkan nilai kasih dan pengorbanan dalam konteks kehidupan manusia. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan pemikiran Hendricus Leven dan konsep spiritualitas Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa spiritualitas Hendricus Leven menempatkan kasih sebagai inti kehidupan rohani yang tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diwujudkan dalam tindakan konkret berupa pengorbanan, pelayanan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang lemah dan menderita. Dengan demikian, spiritualitas ini mengajak manusia untuk hidup secara autentik dengan menjadikan kasih dan pengorbanan sebagai landasan utama dalam membangun relasi yang harmonis dengan Tuhan dan sesama.

SPIRITUALITAS HENRICUS LEVEN : KEHIDUPAN BERAKAR PADA IMAN DAN PELAYANAN

Philipus Penana Ruron, Fransiskus Xaverius Leo Baur
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis spiritualitas Henricus Leven serta relevansinya bagi kehidupan iman dan pelayanan gereja masa kini. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena menurunnya&#8230; nurunnya kedalaman spiritualitas umat Kristen, khususnya generasi muda, di tengah pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi yang menggeser orientasi hidup ke arah individualisme dan hedonisme. Henricus Leven dipandang sebagai figur historis yang menampilkan spiritualitas holistik — berakar pada iman yang mendalam, diwujudkan dalam pelayanan sosial, dan berorientasi pada komunitas marginal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta inferensial (korelasi dan regresi sederhana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi jemaat terhadap spiritualitas Leven berada pada kategori tinggi (M = 4,32) dengan hubungan positif yang signifikan antara pemahaman spiritualitas dan relevansinya terhadap pelayanan gereja masa kini (r = 0,67; p < 0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik pemahaman jemaat terhadap nilai iman dan pelayanan Leven, semakin tinggi pula apresiasi mereka terhadap penerapannya dalam konteks modern. Secara praktis, spiritualitas Henricus Leven dipersepsikan sebagai model hidup beriman yang autentik dan kontekstual, mampu menginspirasi pelayanan gereja yang humanis, transformatif, dan berakar pada iman yang hidup.

QUALIFICATIONS OF THE SPIRITUAL INTEGRITY OF JESUS’ LEADERSHIP IN THE GOSPEL OF MATTHEW: IMPLICATIONS FOR CHRISTIAN LEADERSHIP IN INDONESIA

Waruwu, Elianus, Sihotang, Korintus, Paimon, Edi, Jacky, Jacky
Abstract: Penelitian ini menyoroti krisis integritas kepemimpinan yang melanda Indonesia dan gereja, yang kerap dipengaruhi oleh adopsi model kepemimpinan sekuler yang pragmatis serta mengabaikan spiritualitas Alkitabiah. Walaupun&#8230; keteladanan Yesus menjadi acuan utama, kajian teologis khusus tentang integritas spiritual kepemimpinan-Nya dalam Injil Matius masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis integritas spiritual Yesus dalam Injil Matius serta menggali implikasinya bagi kepemimpinan Kristen di Indonesia, khususnya bagi guru Pendidikan Agama Kristen dan pemimpin gereja. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur serta eksegesis historis-gramatikal dan teologis terhadap Injil Matius. Hasil penelitian mendefinisikan integritas secara holistik sebagai kesatuan identitas diri, keaslian hidup, keberanian moral, kedekatan dengan Allah, dan kompetensi praktis. Integritas ini berakar pada relasi dengan Allah dan menuntut keselarasan antara perkataan, tindakan, serta kehendak-Nya. Kepemimpinan Kristen dipahami bukan sekadar kapasitas manusiawi atau posisi, melainkan panggilan ilahi yang menuntut visi rohani, integritas, dan pelayanan kasih. Empat kualifikasi integritas kepemimpinan Yesus yang ditemukan adalah: (1) Kepemimpinan melalui kehidupan doa yang tekun sebagai dasar ketergantungan total pada Allah dan ketaatan kepada kehendak-Nya; (2) Kepemimpinan sesuai tuntunan Roh Kudus sebagai sumber wibawa dan kuasa yang bersumber dari pengurapan ilahi; (3) kepemimpinan berdasarkan kebenaran firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi, sumber kebenaran, inspirasi, hikmat, dan pendoman kehidpan; dan (4) kepemimpinan berkarakter ilahi yang nyata melalui kasih agape, kerendahan hati, belas kasihan, kejujuran, ketulusan, serta penolakan terhadap kemunafikan. Kesimpulannya, integritas kerohanian merupakan pilar fundamental yang menyatukan kedalaman spiritualitas dengan kredibilitas praktis, sekaligus memberikan kerangka teologis yang kokoh untuk membangun kepemimpinan Kristen yang otentik dan transformatif di tengah krisis integritas.