Search Articles & Publications

Showing 45 articles found for "Recipients"

PENERAPAN ASAS DROIT DE SUITE TERHADAP BENDA JAMINAN FIDUSIA YANG DIJADIKAN BARANG BUKTI DALAM PERKARA NARKOTIKA (Studi Putusan Pengadilan Negeri Padang Sidempuan Nomor: 323/Pid.Sus/2023/PN Psp dan Putusan Pengadilan Negeri Padang Sidempuan Nomor: 38/Pid.Sus/2024/PN Psp

Manalu, Verawaty Manalu Manalu, Siagian, Putri Rumondang, Andriati, Syarifah Lisa
Abstract: Abstract: The Criminal Code does not clearly state what is meant by evidence, but from the way of obtaining the evidence, it can be concluded that the definition of evidence is the result of a series of investigators' actions… tions in confiscation and/or searches and/or examination of letters to take over and/or store under their control movable or intangible objects for the purpose of evidence in investigations, prosecutions and trials. In practice, confiscations carried out by investigators still often involve the rights of third parties, one of which is the confiscation of fiduciary collateral objects used to commit narcotics crimes. This study uses a normative legal research type supported by empirical data with data collection techniques in the form of interviews and literature studies. Data analysis is carried out qualitatively and produces research in the form of analytical description. The study concluded that there is a conflict between the state's authority to confiscate narcotics evidence and the rights of third parties as fiduciary recipients through the principle of droit de suite. In practice, investigators have difficulty accommodating requests for the return of evidence due to the complex process, limited time, and the weak legal standing of third parties. This requires consideration of utility and fairness, in accordance with the Fiduciary Guarantee Law's objective of supporting the development of the financing sector. The Padang Sidempuan District Court's decision No. 323/Pid.Sus/2023/PN Psp, which confiscated a vehicle belonging to a third party, demonstrates a lack of legal protection, while decision No. 38/Pid.Sus/2024/PN Psp, which returned the vehicle to the fiduciary recipient, reflects the appropriate, fair, and beneficial application of the droit de suite principle for third parties not involved in the crime. Keywords: droit de suite principle, fiduciary guarantee, confiscation, evidence, narcotics case. Abstrak: Undang-Undang Hukum Pidana tidak menyebutkan secara jelas tentang apa yang dimaksud dengan barang bukti, namun dari cara mendapatkan barang bukti tersebut dapatlah ditarik kesimpulan bahwa pengertian barang bukti adalah hasil serangkaian tindakan penyidik dalam penyitaan dan atau penggeledahan dan atau pemeriksaan surat untuk mengambil alih dan atau menyimpan dibawah penguasaannya benda bergerak atau tidak berwujud untuk kepentingan pembuktian dalam penyidikan, penuntutan dan peradilan. Dalam praktiknya, penyitaan yang dilakukan oleh penyidik masih sering melibatkan hak pihak ketiga salah satunya adalah penyitaan terhadap benda jaminan fidusia yang digunakan untuk melakukan tindak pidana narkotika. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif yang didukung dengan data empiris dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan menghasilkan penelitian dalam bentuk deskriptif analitis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Terdapat konflik antara kewenangan negara melakukan penyitaan barang bukti narkotika dan hak pihak ketiga sebagai penerima fidusia melalui asas droit de suite. Dalam praktik, penyidik kesulitan mengakomodasi permohonan pengembalian barang bukti karena proses yang rumit, waktu terbatas, dan lemahnya posisi hukum pihak ketiga. Hal ini menuntut pertimbangan nilai kemanfaatan serta keadilan, sesuai tujuan UU Jaminan Fidusia untuk mendukung pembangunan sektor pembiayaan. Putusan PN Padang Sidempuan No. 323/Pid.Sus/2023/PN Psp yang merampas kendaraan milik pihak ketiga menunjukkan kurangnya perlindungan hukum, sedangkan putusan No. 38/Pid.Sus/2024/PN Psp yang mengembalikan kendaraan kepada penerima fidusia mencerminkan penerapan asas droit de suite yang tepat, adil, dan bermanfaat bagi pihak ketiga yang tidak terlibat tindak pidana. Kata Kunci: asas droit de suite, jaminan fidusia, penyitaan, barang bukti, perkara narkotika.

SPK UNTUK MENENTUKAN PENERIMA PROGRAM SOSIAL ZAKAT DI BAITUMAL LHOKSEUMAWE MENGGUNAKAN METODE WSM

Maylani, Maylani, Ilhadi, Veri, Nisa, Fidyatun
Abstract: Abstract: Zakat is an important instrument in reducing poverty; therefore, its distribution must be carried out accurately and appropriately. In practice, the process of determining zakat beneficiaries at Baitul Mal still… l encounters several obstacles, such as subjectivity and limitations in processing mustahik data. This research aims to develop a Decision Support System (DSS) to assist Baitul Mal in determining the priority of zakat recipients objectively and systematically. The decision-making process applies the Weighted Sum Model (WSM), in which each criterion is assigned a weight according to its level of importance, and a preference value is then calculated for each candidate recipient. The system was developed as a web-based application to facilitate user access. System evaluation was conducted using User Acceptance Testing (UAT) involving Baitul Mal administrators as end users. The test results show that the system obtained an average score above 4 on a 1–5 scale, indicating that it is easy to use, meets user needs, and supports the decision-making process for zakat distribution. Therefore, the proposed system can serve as an effective tool to improve the accuracy and efficiency of zakat distribution to eligible mustahik. Keyword: Zakat, Decision Support System, Weighted Sum Model, User Acceptance Testing, Mustahik Abstrak: Zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya mengurangi kemiskinan, sehingga penyalurannya harus dilakukan secara tepat sasaran. Pada praktiknya, proses penentuan prioritas penerima zakat di Baitul Mal masih memiliki kendala, seperti subjektivitas dan keterbatasan dalam pengolahan data mustahik. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu Baitul Mal dalam menentukan prioritas penerima zakat secara objektif dan terstruktur. Metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan adalah Weighted Sum Model (WSM), di mana setiap kriteria diberi bobot sesuai tingkat kepentingannya, kemudian dihitung nilai preferensi untuk setiap calon penerima zakat. Sistem dikembangkan berbasis web agar mudah diakses oleh petugas. Pengujian sistem dilakukan menggunakan User Acceptance Testing (UAT) dengan melibatkan Admin Baitul Mal sebagai pengguna langsung sistem. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai rata-rata penilaian lebih dari 4 (skala 1–5) yang menunjukkan bahwa sistem dinilai mudah digunakan, sesuai kebutuhan, serta membantu proses penentuan prioritas penerima zakat. Dengan demikian, sistem yang dibangun dapat menjadi alat bantu yang efektif bagi Baitul Mal dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi penyaluran zakat kepada mustahik yang berhak menerima. Kata kunci: Zakat, Sistem Pendukung Keputusan, Weighted Sum Model, User Acceptance Testing, Mustahik

METODE MFEP PADA PEMILIHAN PENERIMA BANTUAN MAKANANAN TAMBAHAN BALITA STUNTING

Yuma, Febby Madonna, Parini, Parini, Sibuea, Mustika Fitri Larasati, Annisa, Salwa Yuma
Abstract: Abstract: Stunting is a long-term nutritional disorder that negatively impacts children's physical development. In Indonesia, stunting rates among toddlers remain alarming. The government responded by implementing a Supplementary… lementary Feeding (PMT) program, but its distribution is not always accurate. Therefore, a support system is needed in selecting PMT recipients for stunted toddlers. The purpose of this study was to design a recommendation system using the MFEP method for users to avoid errors in aid recipients. This research method used interviews with Posyandu (Integrated Service Post) officials and the community, and data collection methods were carried out through observation and interviews. The results showed that the application of the MFEP method can help community health centers (Puskesmas) in resolving the problem of inaccurate targeting of aid recipients, so that the results are more accurate and meet community expectations. The implementation of MFEP for PMT recipients for stunted toddlers at Posyandu with an accuracy value of more than 80% indicates that this method is working well.   Keywords: toddler; MFEP method; aid recipient; stunting;                      Abstrak: Stunting merupakan gangguan gizi jangka panjang yang berdampak negatif terhadap perkembangan fisik anak. Di Indonesia, angka stunting pada balita masih memprihatinkan. Pemerintah merespons dengan menyelenggarakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) namun penyalurannya belum selalu tepat. sehingga dibutuhkan sistem penunjang dalam pemilihan penerima PMT balita stunting. Adapun tujuan peneltian ini untuk mendapatkan rancangan dan mengevaluasi sistem penunjang keputusan menggunakan metode MFEP kepada pengguna agar tidak ada kesalahan pada penerima bantuan. Metode penelitian ini menggunakan metode  wawancara kepada pihak posyandu dan masyarakat dan metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode MFEP dapat membantu puskesmas dalam menyelesaikan masalah ketidaktepatan sasaran penerima bantuan tersebut sehingga hasilnya lebih akurat dan sesuai harapan masyarakat. Implementasi MFEP  pada penerima bantuan PMT Balita Stunting di posyandu dengan nilai ketepatan lebih dari 80 % menunjukan bahwa metode ini berjalan dengan baik.   Kata kunci: balita;metode MFEP; penerima bantuan; stunting;

PREDIKSI DALAM PENENTUAN BEASISWA DI SMP NEGERI 1 GEDUNG SURIAN MENGGUNAKAN ALGORITMA NAIVE BAYES

Kuswandari, Kuswandari, Sugandi, Febri
Abstract: Abstract: Data mining is one approach that can be used to assist in the decision-making process, including in predicting scholarship recipients. One method in data mining that is quite popular and effective is the Naive… Bayes algorithm. This study aims to apply the Naive Bayes algorithm in predicting scholarship recipients at SMP Negeri 1 Gedung Surian using the RapidMiner software tool. Data collection is carried out before carrying out the Algorithm calculation process. The data used in this study are student data at SMP Negeri 1 Gedung Surian, West Lampung in 2025. The results of the study showed that predictions using the Naïve Bayes algorithm on scholarships at SMP Negeri 1 Gedung Surian, West Lampung, accuracy reached 97.84%, precision 100% and Recall 97.64% so that it can be interpreted, the Naive Bayes algorithm model is a good algorithm in predicting, this shows that the advantage of the Naive Bayes method is based on Bayes' theorem.   Keywords: SMP Negeri 1 Gedung Surian, prediction, Naive Bayes algorithm.   Abstrak: Data mining merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan, termasuk dalam prediksi penerima beasiswa. Salah satu metode dalam data mining yang cukup populer dan efektif adalah algoritma Naive Bayes. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma Naive Bayes dalam memprediksi penerima beasiswa di SMP Negeri 1 Gedung Surian dengan menggunakan alat bantu perangkat lunak RapidMiner. Pengumpulan data dilakukan sebelum melakukan proses perhitungan Algoritma. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data siswa sekolah SMP Negeri 1 Gedung Surian Lampung Barat pada tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan prediksi menggunakan algoritma Naïve Bayes pada beasiswa pada Sekolah SMP Negeri 1 Gedung Surian Lampung Barat, akurasi mencapai 97,84%, presisi 100% dan Recall 97,64% sehingga dapat diartikan, model algoritma Naive Bayes merupakan algoritma yang baik dalam memprediksi, hal ini menunjukan bahwa keunggulan dari metode Naive Bayes yaitu berdalil pada teorema bayes.   Kata kunci : SMP Negeri 1 Gedung Surian, prediksi, algoritma Naive Bayes.

IMPLEMENTASI METODE SAW DALAM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN REWARD BAGI TENAGA PENGAJAR

Handayani, Masitah, Sibuea, Mustika Fitri Larasati, Sundari, Sundari
Abstract: Abstract: Rewarding is an important strategy in increasing individual motivation and performance, both in educational environments, companies, and other organizations. However, the process of selecting reward recipients… is often done subjectively, which can lead to dissatisfaction and potential injustice. Therefore, an objective and measurable method is needed to determine reward recipients in a more transparent and fair manner. One of the decision-making methods that can be applied in this process is the Simple Additive Weighting (SAW) method. The SAW method is known as a simple and effective method in assessing alternatives based on predetermined criteria. With clear criteria weights and values, this method is able to provide more objective results in the reward recipient selection process. Rewarding based on the SAW method aims to increase objectivity and transparency in the selection of reward recipients because it has assessment indicators for each criterion in each alternative involved. There are nine classes of teaching staff who are assessed using the SAW Method with four assessment criteria in awarding rewards, namely Last Education, Length of Service, Discipline and Teaching Methods. Based on these calculations, the alternative that is entitled to receive a reward is A01 with the highest Vi value of 0.95   Keywords: SAW Method, Reward, Instructor Abstrak: Pemberian reward merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan motivasi dan kinerja individu, baik dalam lingkungan pendidikan, perusahaan, maupun organisasi lainnya. Namun, proses pemilihan penerima reward sering kali dilakukan secara subjektif, sehingga dapat menimbulkan ketidakpuasan dan potensi ketidakadilan. Oleh karena itu, diperlukan metode yang objektif dan terukur untuk menentukan penerima reward secara lebih transparan dan adil. Salah satu metode pengambilan keputusan yang dapat diterapkan dalam proses ini adalah metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW dikenal sebagai metode yang sederhana dan efektif dalam menilai alternatif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Dengan bobot dan nilai kriteria yang jelas, metode ini mampu memberikan hasil yang lebih objektif dalam proses seleksi penerima reward. Pemberian reward berbasis metode SAW bertujuan untuk meningkatkan objektivitas dan transparansi dalam pemilihan penerima reward karena memiliki indikator penilaian untuk setiap kriteria pada masing-masing alternative yang terlibat. Ada Sembilan beklas orang tenaga pengajar yang dinilai menggunakan Metode SAW dengan empat kriteria penilaian dalam pemberian reward yaitu Pendidikan Terkahir, Lama Bekerja, Kedisiplinan dan Metode Pengajaran. Berdasarkan perhitungan tersebut alternative yang berhak mendapatkan reward adalah adalah A01 dengan nilai Vi tertinggi adalah 0,95.   Kata kunci: Metode SAW, Reward, Tenaga Pengajar

PENERAPAN MFEP DALAM MEREKOMENDASIKAN PENERIMA PINJAMAN MODAL USAHA KECIL MENENGAH DI BUMDES TANJUNG ASRI

Irianto, Irianto, Amin, Muhammad, Maulana, Cecep
Abstract: Abstract: Determining loan recipients for Small and Medium Enterprises (SMEs) at BUMDes Tanjung Asri requires an objective method to ensure that assistance is provided to truly eligible parties. This study applies the Multi-Factor… lti-Factor Evaluation Process (MFEP) method to provide more structured recommendations based on relevant criteria. The evaluation process includes factors such as business feasibility, loan repayment ability, business experience, and other financial aspects. Data were collected through interviews and document studies, then analyzed using the MFEP method to rank loan applicants. The results indicate that the implementation of MFEP enhances transparency and accuracy in decision-making compared to conventional methods. With an MFEP-based system, BUMDes Tanjung Asri can allocate funds more effectively, ensuring targeted financial support and promoting sustainable local economic growth.   Keywords: MFEP, Recommendation, Business Loan, UKM, BUMDes Abstrak: Penentuan penerima pinjaman modal bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) di BUMDes Tanjung Asri memerlukan metode yang objektif agar bantuan dapat diberikan kepada pihak yang benar-benar layak. Penelitian ini menerapkan metode Multi-Factor Evaluation Process (MFEP) untuk memberikan rekomendasi yang lebih terstruktur dan berbasis kriteria yang relevan. Faktor-faktor yang digunakan dalam proses evaluasi meliputi kelayakan usaha, kemampuan pengembalian pinjaman, pengalaman usaha, serta aspek finansial lainnya. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode MFEP untuk menghasilkan peringkat calon penerima pinjaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MFEP dapat meningkatkan transparansi dan akurasi dalam pengambilan keputusan dibandingkan metode konvensional. Dengan adanya sistem berbasis MFEP, BUMDes Tanjung Asri dapat mengalokasikan dana secara lebih tepat sasaran, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.   Kata kunci: MFEP, Rekomendasi, Pinjaman Modal, UKM, BUMDes

IMPLEMENTASI PROGRAM PERTEMUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KELUARGA (P2K2) DI KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SELUMA

Triana, Linda, Munandar, Aries, Adhrianti, Lisa, Bangsu, Tamrin, Yunisiliah, Yunisiliah
Abstract: Abstract: The Family Capacity Building Meeting (P2K2) program aims to change the behavior of beneficiary families (KPM) of the Family Hope Program (PKH) to be more independent in managing finances, parenting, education,… social welfare, child protection, and family health. However, although many KPM have graduated, the number of new recipients continues to grow. This study analyzes the implementation of P2K2 in Sukaraja District, Seluma Regency, using a descriptive qualitative method with observation, interviews, and documentation studies. Informants were selected by purposive sampling, consisting of 12 people, including KPM, the Social Service, the sub-district government, and PKH assistants. The results of the study showed that the implementation of P2K2 was in accordance with Permensos Number 1 of 2018 and Number 10 of 2017. However, its effectiveness was still low. Socialization was less than optimal because the material was difficult for KPM to absorb. Implementation was more of a formality, without real application in everyday life. Monitoring and evaluation were also limited, only carried out once a month or when conditions were urgent. In conclusion, although the program is running according to regulations, its effectiveness needs to be improved with a more flexible approach, intensive monitoring, and easier-to-understand materials to truly encourage KPM independence towards graduation from PKH.   Keyword: implementation, program, family capacity building meeting.   Abstrak: Program Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bertujuan mengubah perilaku keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) agar lebih mandiri dalam pengelolaan keuangan, pengasuhan, pendidikan, kesejahteraan sosial, perlindungan anak, dan kesehatan keluarga. Namun, meskipun banyak KPM telah graduasi, jumlah penerima baru terus bertambah. Penelitian ini menganalisis implementasi P2K2 di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri dari 12 orang, termasuk KPM, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, serta pendamping PKH. Hasil penelitian menunjukkan implementasi P2K2 telah sesuai dengan Permensos Nomor 1 Tahun 2018 dan Nomor 10 Tahun 2017. Namun, efektivitasnya masih rendah. Sosialisasi kurang optimal karena materi sulit diserap KPM. Implementasi lebih bersifat formalitas, tanpa penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Monitoring dan evaluasi pun terbatas, hanya dilakukan sebulan sekali atau saat kondisi mendesak. Kesimpulannya, meskipun program berjalan sesuai regulasi, efektivitasnya perlu ditingkatkan dengan pendekatan lebih fleksibel, monitoring intensif, serta materi yang lebih mudah dipahami agar benar-benar mendorong kemandirian KPM menuju graduasi dari PKH.   Kata kunci: implementasi, program, pertemuan peningkatan kemampuan keluarga.

KLASIFIKASI PENERIMA ZAKAT FITRAH PADA MASJID BAITURRAHMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES

Sriani, Sriani, Darta, Ali, Sakti, Bima
Abstract: Abstract: Zakat al-fitr is one of the types of zakat that is obligatory on Eid al-Fitr. This zakat must be paid after sunset at the end of the month of Ramadhan until the preacher takes the pulpit at the sunah prayer on… Eid al-Fit. The purpose of this research is to develop a classification model of zakat fitrah recipients at the Baiturrahman Mosque using the Naïve Bayes method. This research uses data from RT / RW Housing with a total of 104 zakat fitrah recipient data. Furthermore, the data is processed using the Naïve Bayes method to produce a classification model of zakat fitrah recipients. The result showed thet the classification model of zakat recipients using Naïve Bayes method has an accuracy rate of 90%. This shows that the model can help amil zakat determining zakat fitrah recipients more effectively and efficiently.   Keywords: naïve bayes, classification, zakat al-fitr Abstrak: Zakat fitrah adalah salah satu diantara jenis zakat yang diwajibkan pada saat Idul Fitri. Zakat ini wajib ditunaikan setelah terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan hingga khatib naik mimbar pada shalat sunah harri raya idul fitri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah model klasifikasi penerima zakat fitrah pada Masjid Baiturahman dengan menggunakan metode Naïve Bayes. Penelitian ini menggunakan data dari RT/RW perumahan dengan jumlah 104 data penerima zakat fitrah. Selanjutnya, data tersebut diolah menggunakan metode Naïve Bayes untuk menghasilkan model klasifikasi penerima zakat fitrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model klasifikasi penerima zakat fitrah dengan metode Naïve Bayes memiliki tingkat akurasi sebesar 90%. Hal ini menunjukkan bahwa model tersebut dapat membantu amil zakat dalam menentukan penerima zakat fitrah dengan lebih efektif dan efisien.   Kata kunci: naïve bayes, klasifikasi, zakat fitrah  

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN BANTUAN ZAKAT KONSUMTIF BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE AHP PADA BAZNAS PROVINSI SUMATERA UTARA

Nasution, Muhammad Syahnan, Harahap, M. Fakhriza, Harahap, Aninda Muliani
Abstract: Abstract: Poverty is one of the problems that Indonesia still faces; this is a multifaceted and complex issue that requires attention and is therefore a development priority. Because zakat has proven to be beneficial for… society as a whole, the government formed BAZNAS (National Zakat Amil Agency) as an institution that supervises zakat; Baznas is one of the government institutions tasked with overseeing zakat as a whole, starting from the collection, distribution and utilization of zakat funds to underprivileged communities. The number of people requesting zakat assistance from the North Sumatra Province Baznas is increasing every year, which has an impact on the number of applications received by the Baznas Office. However, the North Sumatra Province Baznas currently has limited funds for distributing zakat aid. Therefore, to help the North Sumatra Province Baznas, the manager who has the authority to decide who receives aid funds impartially requires a decision support system. The Analytic Hierarchy Process (AHP) approach is used by this decision support system. The AHP approach was chosen because of its benefits in conducting consistency analysis and is based on a pairwise comparison matrix. Baznas North Sumatra Province uses a decision support system to make the process of identifying potential recipients of Zakat assistance more effective.   Keywords: DSS, Zakat Assistance, Baznas North Sumatra Province, AHP Abstrak: Kemiskinan adalah salah satu permasalahan yang masih dihadapi Indonesia; ini adalah permasalahan yang memiliki banyak aspek dan kompleks yang memerlukan perhatian dan oleh karena itu merupakan prioritas pembangunan. Karena zakat terbukti bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan, maka pemerintah membentuk BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) sebagai lembaga yang mengawasi zakat; baznas merupakan salah satu lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi zakat secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan dana zakat kepada masyarakat kurang mampu. Jumlah masyarakat yang meminta bantuan zakat ke Baznas Provinsi Sumut semakin bertambah setiap tahunnya sehingga berdampak pada jumlah permohonan yang diterima Kantor Baznas. Meski demikian, Baznas Provinsi Sumut kini memiliki keterbatasan dana untuk penyaluran bantuan zakat. Oleh karena itu, untuk membantu Baznas Provinsi Sumut, pengelola yang mempunyai kewenangan memutuskan siapa saja yang mendapat dana bantuan, secara tidak memihak diperlukan suatu sistem pendukung keputusan. Pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP) digunakan oleh sistem pendukung keputusan ini. Pendekatan AHP dipilih karena manfaatnya dalam melakukan analisis konsistensi dan didasarkan pada matriks perbandingan berpasangan. Baznas Provinsi Sumatera Utara menggunakan sistem pendukung keputusan untuk mengefektifkan proses identifikasi calon penerima bantuan Zakat.   Kata kunci: SPK, Bantuan Zakat, Baznas Provinsi Sumatera Utara, AHP     

PENERAPAN DATA MINING UNTUK CLUSTERING KELAYAKAN PENERIMA BPNT MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS BERBASIS WEB

Putri Lubis, Dina Amalia, Putri, Raissa Amanda, Harahap, Aninda Muliani
Abstract: Abstract: Data mining is a method that has a function to collect data into new information that becomes a reference in decision making. The Medan City Social Service has the task of assisting the government in the social… sector, one of which handles the implementation of the distribution of Non-Cash Food Assistance (BPNT). Problems arising in the distribution of this assistance ranging from the number of beneficiary quotas to the difficulty in determining the eligibility of prospective beneficiaries. Overcoming these problems, the clustering process in data mining is very appropriate to use. The algorithm used in clustering the eligibility of BPNT recipients in this study is the K-Means algorithm. The data mining system using the web-based k-means clustering algorithm using the PHP programming language, Codeigniter framework, and MySQL database will classify community data on prospective BPNT recipients in the categories of eligible, considered and ineligible. With this system, it can help the Social Service in determining the eligibility of BPNT recipients effectively and efficiently.   Keywords: data mining, k-means clustering, bpnt, website Abstrak: Data mining merupakan suatu metode yang memiliki fungsi untuk pengumpulan data menjadi sebuah informasi baru yang menjadi acuan dalam pengambilan keputusan. Dinas Sosial Kota Medan mempunyai tugas membantu pemerintah dalam bidang sosial salah satunya menangani pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Permasalahan yang ditimbulkan dalam penyaluran bantuan tersebut mulai dari jumlah kuota penerima bantuan hingga kesulitan dalam menentukan kelayakan dari calon penerima bantuan. Mengatasi permasalahan tersebut proses clustering dalam data mining sangat tepat digunakan. Algoritma yang digunakan dalam klasterisasi kelayakan penerima BPNT pada penelitian ini adalah algoritma K-Means. Sistem data mining menggunakan algoritma k-means clustering berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP, framework Codeigniter, dan database MySQL akan mengelompokkan data masyarakat calon penerima BPNT dalam kategori layak, dipertimbangkan serta tidak layak. Dengan adanya sistem ini dapat membantu pihak Dinas Sosial dalam menentukan kelayakan penerima BPNT secara efektif dan efisien.   Kata kunci: data mining, k-means clustering, bpnt, website