Search Articles & Publications

Showing 39 articles found for "Sunnah"

PENERAPAN MESIN PEMBUATAN PEMBERSIH RAMAH LINGKUNGAN BERBAHAN DASAR BUNGA MAWAR SERTA PENENTUAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALTERNATIF PENGHASILAN BAGI PONDOK PESANTREN DAARUS SUNNAH RANGKAS BITUNG

Taufik Akbar, Sabarudin Muslim
Abstract: This community service program aims to empower Pondok Pesantren Daarus Sunnah Rangkas Bitung through the application of technology for producing environmentally friendly cleaners made from rose extract. This activity was… implemented in response to the needs of the pesantren's laundry unit serving approximately 300 students, as well as to provide entrepreneurial training for teachers and students. The method used is Community-Based Participatory Research (CBPR) with direct training and continuous mentoring approaches. Activities include socialization, product manufacturing training, hands-on practice, and production and marketing assistance. The results show a significant increase in participants' knowledge and skills in producing environmentally friendly cleaners. The products have been used in the pesantren's laundry unit and have potential to be marketed to the wider community. This program contributes to improving teachers' welfare through alternative income sources and equips students with entrepreneurial skills. Program outputs include publications in mass media, documentation videos on YouTube, and journal articles under review. This activity aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly goal 8 (inclusive economic growth) and goal 12 (responsible consumption and production).

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI ISLAM DI DESA POREHU

Febeyan Bagus Pratama, Muh. Najamuddin, Andi Eka Sapitri, Ailzah Arfail, Andi Nirwana, Kasmawati, Hilmayati, Fadila Muliana, Lusy Mariska Marpaung, Resky Nurul Aswa, Umar
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis nilai Islam di Desa Porehu, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara. Fenomena rendahnya partisipasi anak-anak… nak dalam kegiatan keagamaan serta meningkatnya ketergantungan terhadap gawai menjadi latar belakang penting dilaksanakannya program ini. Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan kembali semangat religius dan pembiasaan perilaku positif di kalangan anak-anak dan masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah ABCD (Asset-Based Community Development), yang menekankan pada pemberdayaan aset dan potensi lokal masyarakat melalui lima tahapan: Discover, Dream, Design, Define, dan Destiny/Reflection. Program kegiatan meliputi pembentukan dan penguatan TPA, pelatihan tahsin dan hafalan surah pendek, pelatihan adzan dan praktik ibadah, pendidikan karakter berbasis film, pelatihan pengurusan jenazah, serta pembuatan pojok baca dan media belajar digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek religiusitas, disiplin, dan literasi anak-anak. Anak-anak yang sebelumnya jarang beribadah kini aktif mengikuti salat berjamaah dan tahsin di TPA. Masyarakat pun menunjukkan partisipasi lebih tinggi dalam kegiatan pengajian dan pembinaan keagamaan. Selain itu, luaran kegiatan berupa buku cerita anak lokal, modul tematik berbasis Al-Qur’an dan Sunnah, serta media pembelajaran interaktif menjadi inovasi baru yang memperkuat pendidikan karakter di lingkungan masyarakat pedesaan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan pendidikan karakter berbasis nilai Islam melalui pendekatan ABCD mampu menciptakan perubahan sosial yang positif, memperkuat kolaborasi antarwarga, dan membangun fondasi pembinaan generasi muda yang religius serta berakhlak mulia.

PERAN GURU AL QUR'AN DALAM MENINGKATKAN KWALITAS KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR'AN SANTRI DI RUMAH QUR'AN DAARUSSUNNAH TAMBUN BEKASI

Khotami, Ahmad, Samsudin, Samsudin, Choeroni, Choeroni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan membaca santri di Rumah Qur’an Daarussunnah Tambun Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi… studi kasus. Subjek penelitian meliputi penanggung jawab lembaga, guru Al-Qur’an, dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator. Penerapan metode talaqqi dan tikrar terbukti efektif dalam membantu santri memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid, makhraj, dan sifat huruf, serta didukung oleh koreksi langsung. Faktor pendukung meliputi lingkungan religius yang kondusif, intensitas latihan, dan praktik spiritual seperti mujahadah yang memperkuat motivasi belajar. Adapun kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan media pembelajaran makhraj dan perbedaan kemampuan santri. Dampak pembelajaran terlihat pada peningkatan kelancaran membaca, ketepatan tajwid, serta pemahaman hukum bacaan, bahkan sebagian santri mencapai hafalan yang signifikan. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran membaca Al-Qur’an sangat dipengaruhi oleh kualitas guru, efektivitas metode pembelajaran, serta dukungan lingkungan belajar yang kondusif dan religius.

EPISTEMOLOGI USHUL FIKIH ANTARA TRADISI FUQAHA DAN PEMIKIRAN ORIENTALIS: TELAAH HISTORIS-FILOSOFIS ATAS EKSISTENSI USHUL FIKIH

Hidayat, Rahmat, Nawir Yuslem, Nisphul Khairi
Abstract: Ilmu ushul fikih memiliki posisi sentral dalam konstruksi hukum Islam sebagai fondasi metodologis dalam proses istinbath al-ahkam dari Alqur’an dan Sunnah. Dalam khazanah keilmuan Islam, ushul fikih diyakini telah berkembang… embang sejak masa Rasulullah dan para sahabat, meskipun belum dibukukan secara sistematis. Namun, sebagian orientalis seperti Joseph Schacht dan Patricia Crone meragukan asal-usul normatif ushul fikih dan menilai bahwa ia merupakan produk konstruksi sosial-politik abad ke-2 H, bukan warisan langsung Nabi. Tulisan ini bertujuan mengkaji diskursus antara pandangan orientalis dan ulama Muslim tentang asal-usul dan perkembangan ushul fikih secara historis dan epistemologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan dari literatur primer dan sekunder, baik dari tokoh orientalis seperti Schacht, Crone, dan Hallaq, maupun ulama Muslim seperti al-Syafi’i, al-Ghazali, Wahbah al-Zuhaili, dan Mustafa al-Azami. Analisis dilakukan secara kritis dan komparatif untuk mengidentifikasi perbedaan pendekatan epistemologis serta kontribusinya terhadap pemahaman kontemporer ushul fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ushul fikih merupakan sintesis antara wahyu, realitas sosial, dan refleksi intelektual umat Islam, bukan sekadar produk rekayasa historis. Meskipun kritik orientalis membuka ruang diskursus baru, banyak argumen mereka bersifat reduksionistik dan mengabaikan aspek internal tradisi keilmuan Islam seperti sistem sanad dan otoritas kolektif ulama. Oleh karena itu, pemahaman integratif yang menggabungkan pendekatan historis dan nilai-nilai normatif Islam diperlukan untuk memperkuat metodologi ushul fikih dalam konteks kekinian.  

MODERNITAS KONTEMPORER DAN PROSPEKNYA DALAM ISLAM (BERDASARKAN PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN DALAM ISLAM & MODERNITY)

Abdul Hafith, Taufik, Subhan Abdullah Acim, Jumarim
Abstract: Fazlur Rahman is one of the modern Muslim thinkers who plays an important role in the reconstruction of Islamic thought, especially in responding to the challenges of modernity. He argues that Islam is not a static teaching,… ing, but rather a dynamic value system that must always develop in accordance with the changing times. One of Rahman's main criticisms of the Islamic world is the tendency to understand the Qur'an and Sunnah literally without considering their historical and social context. He offers a double movement methodology, an approach that traces the original meaning of the text in its historical context, then applies it to modern conditions. This approach allows Islam to remain relevant without losing its essence. In addition to the interpretation methodology, Rahman also contributed to the reform of Islamic education, the integration of science with religion, and the reconstruction of Islamic law based on the principle of maqasid al-shariah. He emphasized the importance of reopening the door of ijtihad so that Muslims do not get caught up in taqlid, namely the attitude of accepting Islamic law dogmatically without critical evaluation. Rahman also criticized Islamic fundamentalism which tends to reject modernity absolutely, as well as radical secularism which seeks to eliminate the spiritual aspect of human life. According to him, Muslims must be able to adopt the positive aspects of modernity, such as the development of science and technology, without sacrificing Islamic values. With a more rational and contextual approach, Rahman provides a foundation for Islamic renewal that is not only based on tradition, but also open to the development of the times. His thoughts offer solutions to various global challenges faced by Muslims, including in legal, social, and economic aspects. Thus, modernity is not a threat to Islam, but rather an opportunity to strengthen Islamic values in the lives of contemporary society.

PENGOBATAN ISLAM BERDASARKAN HADIS: KAJIAN AKADEMIK TENTANG METODE PENYEMBUHAN NABI MUHAMMAD

Isdianto, Andik, Al Indunissy, Nuruddin, Fitrianti, Novariza
Abstract: Pengobatan Islam memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ, yang mencakup berbagai metode penyembuhan seperti ruqyah syar'iyyah, hijamah (bekam), gurah sunnah, konsumsi madu, habbatussauda, air zamzam, dan kurma.… urma. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode pengobatan Islam berdasarkan hadis dalam konteks kesehatan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis sumber-sumber hadis yang relevan dan membandingkannya dengan penelitian medis kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak metode pengobatan Islam memiliki dasar ilmiah yang kuat. Bekam terbukti meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi peradangan, madu memiliki sifat antibakteri yang mendukung penyembuhan luka, serta habbatussauda menunjukkan efek anti-inflamasi dan imunomodulator. Selain itu, gurah sunnah dikombinasikan dengan habbatussauda dapat membantu membersihkan saluran pernapasan, terutama dalam kasus sinusitis dan rinitis alergi. Meskipun demikian, tantangan utama dalam integrasi metode ini ke dalam praktik medis modern adalah kurangnya penelitian berbasis bukti klinis yang lebih luas. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk validasi ilmiah dan integrasi metode pengobatan Islam ke dalam pendekatan kesehatan yang lebih holistik. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi kesehatan, dan ulama dalam mengembangkan standar medis berbasis sunnah yang dapat diterima secara ilmiah.

INTERFAITH MARRIAGE IN ISLAMIC FAMILY LAW: THE PERSPECTIVE OF CLASSICAL FIQH AND THE COMPILATION OF ISLAMIC LAW

Nurmalinda, Sri, Firmansyah, Heri
Abstract: Interfaith marriage is a classic yet ever-relevant issue in Islamic family law. This study aims to examine the legal status of interfaith marriage in Islamic family law through classical and contemporary fiqh perspectives,… s, as well as its arrangement in the Compilation of Islamic Law (KHI) in Indonesia. The method used is normative legal research with statutory and conceptual approaches, referring to authoritative classical tafsir and fiqh works such as Jami' al-Bayan by al-Tabari, al-Jami' li Ahkam al-Qur'an by al-Qurtubi, Tafsir Ibn Kathir, al-Umm by Imam al-Shafi'i, and al-Mughni by Ibn Qudamah, as well as contemporary works such as Fiqh al-Sunnah by Sayyid Sabiq and the works of Wahbah al-Zuhaili and Yusuf al-Qaradawi. The findings indicate that classical jurists unanimously prohibit the marriage of a Muslim woman to a non-Muslim man and the marriage of a Muslim man to a polytheist (mushrik) woman, but differ regarding the marriage of a Muslim man to a woman of the People of the Book (Ahl al-Kitab). Meanwhile, the KHI takes a stricter stance by prohibiting all forms of interfaith marriage, in line with the principle of preventing harm (sadd al-dhari'ah) and the MUI Fatwa of 2005. This study concludes that the KHI represents a contextualization of fiqh adapted to the conditions of Indonesian society.

INTEGRATING ISLAMIC ETHICS AND CLINICAL SAFETY IN SUNNAH CUPPING THERAPY SERVICES

Isdianto, Andik, Fitrianti, Novariza, Arif, Abdul Hamid, Widada, Wahyudi
Abstract: Sunnah cupping therapy (al-hijamah) is a popular Islamic healing method practiced globally. Despite its spiritual roots, it poses clinical risks, including infections, vasovagal shock, and procedural inconsistencies, often… en due to non-sterile tools and untrained practitioners. This study aims to explore how Islamic ethical values—sincerity (ikhlas), trust (amanah), and halal compliance—can be integrated with clinical responsibilities such as sterilization protocols, informed consent, and therapist competency. A thematic qualitative literature review was conducted using Islamic jurisprudence, fatwas (DSN-MUI), WHO and Ministry of Health (Indonesia) guidelines from 2015–2025. Findings reveal that neglecting the maqashid sharia principle of hifzh an-nafs (protection of life) contradicts both Islamic ethics and medical safety. Sunnah cupping services rooted in both spiritual values and professional protocols are more trusted by Muslim patients and improve therapeutic legitimacy. This study highlights the urgent need for national SOPs, certified training, and the development of Islamic cupping clinics with integrated protocols. These clinics can serve as models of sharia-compliant, clinically responsible health services. The research offers practical recommendations for Islamic medical institutions and policy-makers in strengthening Islamic-based complementary therapies in modern healthcare systems.

INTEGRATING SHARIA VALUES AND MEDICAL STANDARDS IN SAFE AND ETHICAL SUNNAH CUPPING PRACTICES

Isdianto, Andik, Fitrianti, Novariza, Arif, Abdul Hamid, Widada, Wahyudi
Abstract: Sunnah cupping therapy (hijamah) is a form of prophetic medicine that combines spiritual and therapeutic dimensions but often lacks adherence to clinical safety standards. This study aims to analyze the urgency of integrating… ating Sharia values—particularly maqashid shariah (protection of life) and la dharara wa la dhirar—with emergency medical protocols in sunnah cupping practice. The research uses a normative-qualitative literature review method. Data were collected from recent academic sources and analyzed through content analysis to develop an ethical and procedural framework. Findings reveal that sunnah cupping carries clinical risks such as infection, bleeding, and vasovagal shock when performed without medical protocols. The integration of Sharia and medical principles is operationalized through emergency training, Islamic-based SOPs, and education-regulation mechanisms rooted in maqashid. Core Islamic ethics—such as ikhlas (intention), amanah (trust), and tathir al-adawat (sterilization)—are essential moral pillars within the clinical service model. This study concludes that the integration of Sharia values with emergency medical preparedness is a critical need in the practice of sunnah cupping. The study recommends the development of standardized curricula, clinic certification, and first aid (CPR) training for therapists to ensure safety, professionalism, and religious legitimacy.

MITIGATING EMERGENCY RISKS IN SUNNAH CUPPING THROUGH MEDICAL AND SHARIA INTEGRATION

Isdianto, Andik, Fitrianti, Novariza, Arif , Abdul Hamid, Widada , Wahyudi
Abstract: Sunnah cupping therapy is a traditional Islamic health practice increasingly embraced for its spiritual and therapeutic benefits. However, its widespread use, especially by uncertified practitioners, raises serious concerns… rns about patient safety and emergency risks. This study aims to identify key systemic risk factors of medical emergencies related to sunnah cupping and propose an integrative framework combining Islamic jurisprudence (fiqh) with modern clinical standards. A qualitative descriptive approach was employed using a systematic literature review of peer-reviewed journals, clinical reports, Islamic texts, and contemporary fatwas. Thematic analysis revealed five major risk categories: lack of medical screening, unlicensed practitioners, hidden comorbidities, absence of emergency protocols, and poor understanding of medical safety. Reported complications included hypovolemic shock, infections, and prolonged wound healing—especially in patients with undiagnosed diabetes or coagulation disorders. The study also found that public misconceptions equating religious merit with clinical safety further worsen these risks. The research highlights the urgent need for standardized medical and sharia-based training, certification systems, and public education. Collaboration among healthcare professionals, Islamic scholars, and educational institutions is essential to establish a safe, accountable, and spiritually valid model of sunnah cupping. Integrating medical protocols with fiqh compliance can significantly reduce emergency incidents, enhance practitioner competency, and preserve the prophetic nature of the practice within a modern health framework. These findings offer a strategic path for safer implementation of prophetic medicine across Muslim communities.