Showing 16 articles found for "Tani"

Perancangan Sistem Informasi Gaji Karyawan Berbasis Web Pada Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso

Maridatul Husna, Ahmad Lutfi
Abstract: System informasi penggajian karyawan adalah solusi perangkat lunak  yang khusus dikembangan untuk memudahkan pengolahan proses penggajian karyawan pada dinas pertanian dan ketahanan pangan bondowoso, Sistem informasi ini… i memiliki beberapa fitur utama antara lain mengelola data karyawan, menghitung gaji, dan membuat laporan penggajian. Pertama, sistem akan menyimpan dan mengelola informasi karyawan seperti data pribadi, informasi pekerjaan, dan riwayat kehadiran. Data ini akan memudahkan perusahaan untuk memantau dan mengelola informasi karyawan. Selanjutnya sistem akan melakukan perhitungan gaji berdasarkan informasi yang tersedia seperti gaji pokok, tunjangan, potongan dan bonus. Sistem akan menerapkan peraturan perusahaan yang berlaku dan menghasilkan jumlah gaji yang akurat untuk setiap karyawan. System ini akan membantu memastikan keadilan dan akurasi dalam peroses penggajian karyawan.  Dan Sistem ini dibuat untuk mengelola, dan mempermudah proses data penggajian karyawan secara otomatis. terdapat berbagai kendala yang mempengaruhi efektivitas dan efisiensi proses pengajian. permasalahan yang dihadapi adalah proses pembuatan slip gaji masih dilakukan secara manual. sehingga memerlukan intervensi manual yang dapat meningkatkan risiko kesalahan serta menghabiskan waktu. Adapun Metode  yang digunakan adalah metode Waterfall serta penggunaan  ERD (Entity Relationship  Diagram), DFD (Data Flow Diagram), Laporan ini akan mencakup informasi tentang gaji karyawan, potongan, tunjangan, dan total gaji yang diterima setiap bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk menghasilkan perancangan system gaji karyawan berbasis web pada dinas pertanian bondowoso.

Overmacht Dalam Perspektif Hukum Perdata Internasional: Studi Kasus Pengiriman 800 Kera IPB ke Amerika Serikat

Calistha Naisyila Ifliansa, Nayla Syamrotul Azra, Zelda Savitri
Abstract: Perkembangan kontrak lintas negara dalam era globalisasi dapat menimbulkan kompleksitas dalam penerapan hukum, terutama hal tersebut terjadi dalam keadaan memaksa (overmacht atau force majeure). Artikel ini memberikan sudut… dut pandang penulis terhadap kasus antar Institut Pertanian Bogor ( IPB) dan Amerika Serikat perihal kegiatan ekspor 800 ekor kera, yang kemudian menimbulkan sengketa dikarenakan tindakan dokter IPB yang melumpuhkan induk kera dan menyuntik mati anak kera tersebut. Amerika menilai tindakan dokter IPB tersebut sebagai wanprestasi dan perbuatan melawan hukum, sedangkan pihak IPB berargumen bahwa hal itu merupakan keadaan memaksa (overmacht ). Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perbandingan hukum ( comperative law), menelaah pengaturan overmacht dalam hukum Indonesia, Amerika Serikat, dan Swiss, serta mengaitkannya dengan asas-asas Hukum Perdata INternasional ( Lex Loci Contractus, Lex Loci Solutionis, Lex Loci Delicti Commissi, dan Lex Cause). Hasil penelitian menunjukan bahwa overmacht diakui dalam hukum Indonesia dan Swiss, sehingga tindakan dokter IPB tersebut dapat dibenarkan. sedangkan dalam hukum Amerika Serikat , force majeure lebih sempit dan bergantung pada klausul kontrak, sehingga tindakan dokter tersebut tidak langsung bisa dianggap benar. Perbedaan ini menimbulkan ketidakpastian hukum dalam kontrak internasional. Artikel ini akan menjelaskan pentingnya pencantuman klausul force majeure dan choice of law dalam kontak lintas negara serta perlunya harmonisasi hukum internasional terkait standar keadaan memaksa

Tinjauan Hukum Terhadap Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan Di Indonesia: Perspektif Hukum Ketenagakerjaan Dan Kesetaraan Gender

Chikan Lousia Tania, Rahmi Zubaedah
Abstract: Penelitian ini membahas perlindungan hukum terhadap tenaga kerja perempuan di Indonesia dengan mengkaji aspek hukum ketenagakerjaan dan prinsip kesetaraan gender. Fokus utama adalah analisis hak-hak tenaga kerja perempuan,… n, meliputi upah yang adil, perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja, serta kebijakan cuti melahirkan, yang dijamin dalam peraturan ketenagakerjaan dan instrumen internasional yang telah diratifikasi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun regulasi mendukung perlindungan ini, pelaksanaan di lapangan masih terkendala diskriminasi gender dan kurangnya kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang ada. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pengawasan, penegakan hukum, serta sosialisasi untuk menjamin terpenuhinya hak-hak tenaga kerja perempuan secara merata dan konsisten.   This research discusses legal protection for female workers in Indonesia by examining aspects of employment law and the principles of gender equality. The main focus is an analysis of women's labor rights, including fair wages, occupational health and safety protection, as well as maternity leave policies, which are guaranteed in labor regulations and international instruments that Indonesia has ratified. The research results show that, although regulations support this protection, implementation in the field is still hampered by gender discrimination and a lack of company compliance with existing regulations. This research recommends increasing supervision, law enforcement and outreach to ensure the fulfillment of women's labor rights evenly and consistently.

Hilirisasi Produk Pangan Berbasis Daging Ayam Di Nagari Koto Tengah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota

Rahzarni, Zebua, Elva Amurita, Trimedona, Neni, Muchrida, Yenni
Abstract: Salah satu sumber utama pendapatan masyarakat Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh adalah beternak ayam pedaging. Nilai jual yang fluktuatif dari distributor menyebabkan ketidakstabilan pendapatan masyarakat. Hilirisasi… ilirisasi daging ayam menjadi produk olahan pangan sehat dan bergizi merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha kuliner yang dapat menyerap tenaga kerja. Pelatihan teknologi pengolahan produk pangan berbahan baku daging ayam bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Koto Tangah Simalanggang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan melahirkan jiwa wirausaha di bidang kuliner produk olahan daging ayam. Metode pelatihan dilakukan melalui 3 tahapan yaitu persiapan kegiatan, diskusi dan demonstrasi, evaluasi dan pembimbingan yang berlangsung selama 10 pertemuan. Kegiatan pelatihan dilakukan di Kantor Wali Nagari Koto Tangah Simalanggang. Berdasarkan kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa KWT Koto Tangah Simalanggang telah memiliki keterampilan hilirisasi produk pangan berbasis daging ayam dan mampu menerapkan teknologi pengolahan pangan dalam pengolahan abon, bakso dan nugget ayam. KWT juga telah memiliki rencana membuka usaha kuliner di bidang produk olahan ayam pedaging guna meningkatkan pendapatan dan menyerap tenaga kerja.

Rancang Bangun Sistem Monitoring Pengukur Cuaca Menggunakan Arduino Pada Stasiun Meteorologi Kelas III Banyuwangi

Muhammad Ali Ridla, Ahmad Fawaid
Abstract: Pemantauan cuaca yang akurat dan terkini sangat penting untuk berbagai aplikasi, termasuk navigasi penerbangan, pertanian, dan penelitian ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring pengukur… engukur cuaca menggunakan platform Arduino untuk Stasiun Meteorologi Kelas III di Banyuwangi. Metode penelitian mencakup pemilihan sensor cuaca yang sesuai, pengembangan perangkat lunak untuk pengambilan data dan visualisasi, serta integrasi sistem secara keseluruhan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem yang mampu secara real-time mengukur suhu udara, kelembaban, tekanan udara, dan kecepatan angin. Diskusi tentang hasil menyoroti kehandalan sistem dalam memantau kondisi cuaca lokal dan potensi pengembangan lebih lanjut, seperti integrasi dengan sistem pemantauan yang lebih luas. Kesimpulannya, sistem yang dikembangkan dapat menjadi alat yang berharga dalam pemantauan cuaca di Banyuwangi dan wilayah sekitarnya

Kajian Kesuburan Tanah Pada Perkebunan Karet Di Kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung

Puspita Sari, Dyah
Abstract: Ultisol sering diidentikkan dengan tanah yang tidak subur, tetapi sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian potensial, asalkan dilakukan pengelolaan yang memperhatikan kendala yang ada. Beberapa kendala yang umum&#8230; mum pada tanah Ultisol adalah kemasaman tanah yang tinggi, pH rata-rata <4,50, kejenuhan Al tinggi, miskin hara makro terutama P, K, Ca dan Mg, serta kandungan bahan organik yang rendah. Namun dibalik permasalahan tersebut, ultisol memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian salah satunya adalah perkebunan karet. Pengkajian kesuburan tanah dalam perkebunan karet sangat penting dalam menentukan usaha pengelolaan dan budidaya tanaman karet. Kebutuhan akan pengukuran inilah yang mendorong untuk dilakukannya kajian kesuburan tanah pada perkebunan karet Sijunjung. Penelitian dilaksanakan di Kebun Karet Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung dan  Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tanah pada perkebunan karet Sijunjung memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah. Hal ini ditandai dengan rendahnya nilai fosfat tersedia, rendahnya nilai nitrogen tanah, dan rendahnya nilai kalium dapat ditukar tanah. Rendahnya nilai unsur-unsur ini dapat menyebabkan kekahatan unsur hara pada tanaman sehingga tanaman karet tidak dapat menghasilkan getah secara optimal. Penambahan pupuk N, P, dan K dapat dilakukan untuk meningkatkan kandungan unsur hara didalam tanah.

Manajemen Pencahayaan Kebun Buah Naga Dalam Meningkatkan Produktifitas Petani

Nofriadi, Maulana Dwi Sena, Risnawati
Abstract: Manajemen pencahayaan dalam budidaya buah naga merupakan faktor krusial yang memengaruhi  produktivitas tanaman dan hasil panen petani. Buah naga (Hylocereus spp.) merupakan tanaman  yang memiliki siklus berbunga pada malam&#8230; malam hari dan sangat bergantung pada intensitas serta durasi  pencahayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem pencahayaan  buatan terhadap peningkatan produktivitas tanaman buah naga. Metode yang digunakan meliputi  pengamatan langsung pada kebun buah naga yang menerapkan pencahayaan tambahan serta  wawancara dengan petani mengenai hasil produksi sebelum dan sesudah penerapan teknik  pencahayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lampu LED dengan panjang  gelombang tertentu mampu merangsang pembungaan lebih cepat dan meningkatkan kuantitas serta  kualitas hasil panen. Selain itu, manajemen pencahayaan yang tepat juga berkontribusi dalam  memperpanjang masa panen dan mengurangi ketergantungan pada musim berbunga alami. Dengan  demikian, strategi pencahayaan buatan dapat menjadi solusi efektif bagi petani dalam meningkatkan  produktivitas kebun buah naga secara berkelanjutan.

Rancang Bangun GIS Untuk Area Penyebaran Pemupukan Tanaman Pada Lahan Pertanian PTPN III Kebun Membang Muda

Kharisma Hendra, Hari Jalsa Marpaung, Santoso, Santoso
Abstract: Perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai, mengolah, dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu&#8230; pengetahuan dan teknoligi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat. Perkebunan Membang Muda merupakan salah satu perkebunan yang terletak di kecamatan kualuh hulu, kabupaten Labuhanbatu Utara provinsi Sumatera Utara yang memiliki beberapa afdeling. Namun masih banyak karyawan yang kesulitan dalam mencari area penyebaran pemupukan dan jadwal pemupukan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang menggunakan teknologi web untuk memetakan area penyebaran pemupukan di Perkebunan Membang Muda. Dimulai dengan analisis kebutuhan dan perancangan aplikasi menggunakan Aliran Sistem Informasi (ASI), Unifield Modeling Language (UML), Entity Relationship Diagram (ERD), Flowchart, hingga tahap pengujian. Hasil pengujian terhadap aplikasi web SIG ini menunjukkan bahwa aplikasi ini dapat membantu karyawan dalam mencari informasi area penyebaran pemupukan di Perkebunan Membang Muda. Tujuannya dengan adanya aplikasi ini, karyawan dapat lebih mudah dan cepat dalam mendapatkan informasi tentang area penyebaran pemupukan di Perkebunan Membang Muda

Smart Farming Control Penyiraman Tanaman Cabai Dengan Sensor Yl-69 Dan Ultrasonik Pada Kelompok Tani Desa Mekar Sari

Novita Pasha, Rolly Yesputra, Rika Nofitri
Abstract: Pertanian merupakan salah satu bidang yang dapat dimanfaatkan dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk memudahkan pengelolaan lahan. Pertanian pintar atau smart farming adalah konsep pengelolaan pertanian&#8230; ian yang menggunakan teknologi maju untuk melacak, memantau, mengotomatisasi, dan menganalisis pembudidayaan tanaman cabai rawit. Internet of Things (IoT) menjadi bagian penting dalam Smart Farming. Cabai rawit dinilai mempunyai ekonomi yang tinggi dan dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan. Permintaan yang tinggi memberikan peluang yang baik bagi petani untuk membudidayakannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membantu petani dalam memonitoring kelembaban tanah secara real-time tanpa harus berada dilokasi. Sensor YL-69 akan mendeteksi kelembaban tanah sehingga ketika terdeteksi tanah kering pompa secara otomatis akan melakukan penyiraman sesuai dengan umur tanaman cabai, kemudian sensor Ultrasonik mengukur ketinggian air pada tangki apakah air kosong atau air penuh, dengan menggunakan mikrokontroler ESP32, hasil monitoring ditampilkan langsung pada aplikasi Blynk. Dua Button pada Blynk berfungsi untuk melakukan penyiraman pupuk, agar petani dapat menghemat waktu dan tenaga.

Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Bibit Padi Berkualitas di Rawang Panca Arga menggunakan Kombinasi AHP dan MAUT

Hutapea, Tiofani Br, Dani, Rika, Aruan, Nita Aulia, Frandika, Imam, Hud, Sofana Bayor, Afrisawati, Afrisawati
Abstract: Keberlanjutan budidaya padi sangat bergantung pada bibit. Karena bibit merupakan komponen utama yang akan dikembangkan di masa depan, maka pemilihan bibit yang berkualitas merupakan langkah awal dalam proses penanaman padi.&#8230; di. Ciri-ciri suatu tumbuhan dalam perkembangannya ditentukan oleh gen-gen yang diwarisi bibit dari tanaman induknya. Oleh karena itu, pemilihan bibit dari tetua unggul sangat penting dilakukan agar diperoleh bibit padi yang berkualitas. Bibit yang baik adalah yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya, tumbuh cepat dan seragam, tahan terhadap hama, serta menghasilkan buah yang banyak. Namun seringkali para petani mengalami kesulitan dalam memilih bibit yang tepat. Untuk mengatasi hal tersebut, akan dikembangkan sistem pendukung keputusan yang dapat membantu petani dalam memilih bibit yang memenuhi berbagai kriteria dan sesuai dengan lingkungan penanaman. Kerangka kerja ini menggunakan dua teknik, yaitu Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kriteria dan Multi Attribute Utility Theory (MAUT) untuk tahap peringkat. Usulan pilihan sistem pendukung keputusan yang menggabungkan teknik AHP dan MAUT menunjukkan bahwa pilihan atau jenis bibit padi terbaik yang akan ditanam di Wilayah Rawang Panca Arga Asahan adalah Sidenuk yang menempati posisi pertama dengan nilai 0.3780781, disusul oleh Ciputri dengan senilai 0,4469573. Selanjutnya hasil penelitian ini menyarankan Sidenuk dan Ciputri sebagai bibit padi berkualitas yang layak ditanam di Kawasan Rawang Panca Arga Asahan.