Search Articles & Publications

Showing 145 articles found for "What"

PELATIHAN PUBLIC SPEAKING BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI KELURAHAN JOHAR BARU

Safitri, Dini
Abstract: Abstract: This community service aims to empower people who are members of the Yasayan Senyum Ibu Indonesia (YSII), so that they dare to appear to do public speaking. Empowerment needs to be done, considering the number… of Foundation activities that require public speaking skills. The empowerment method used in this service has three stages. The first stage is to introduce and teach participants, how to find material or material to be delivered in public speaking, using the internet. After the material is obtained, they are asked to arrange the sentences that will be delivered in public speaking, then practice them one by one. The second method is to teach and practice the participants to hear a lot while memorizing the words that have been heard, to be memorized and repeated. This method is the basic method of public speaking, which relies a lot on memory, based on what is heard, then memorized. After memorizing, recited in public speaking activities. The third method is one by one the participants learn to recite flat voice intonation, as a basic technique in public speaking. The results of this service are public speaking modules that will be made HKI, popular articles in online media, and scientific articles in public service journals.   Keywords: Public Speaking, Internet, Information Technology   Abstrak: Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat yang tergabung dalam Yasayan Senyum Ibu Indonesia (YSII), agar berani tampil untuk melakukan public speaking. Pemberdayaan ini perlu dilakukan, mengingat banyaknya kegiatan Yayasan yang memerlukan keterampilan public speaking. Metode pemberdayaan yang digunakan dalam pengabdian ini ada tiga tahap. Tahap pertama, adalah mengenalkan dan mengajarkan kepada para peserta, cara mencari bahan atau materi yang akan disampaikan dalam public speaking, dengan menggunakan internet. Setelah bahan di dapatkan, mereka diminta untuk menyusun kalimat yang akan disampaikan di dalam public speaking, kemudian mempraktikannya satu-persatu. Metode kedua adalah mengajarkan dan mempraktikan kepada para peserta untuk banyak mendengar sekaligus menghafalkan kata-kata yang telah didengar, untuk dihapalkan dan diulang kembali. Metode ini adalah metode dasar public speaking, yang banyak mengandalkan daya ingat, berdasarkan dari apa yang didengar, kemudian dihapalkan. Setelah hapal, dilafalkan dalam kegiatan public speaking. Metode ketiga adalah satu persatu peserta belajar melafalkan intonasi suara datar, sebagai teknik dasar dalam public speaking. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah modul public speaking yang akan dibuat HKI, artikel popular di media online, adan artikel ilmiah di jurnal pengadian masyarakat.   Kata Kunci: Public Speaking, Internet, Teknologi informasi  

PENYULUHAN KEPEMIMPINAN DAN BANTUAN HUKUM BAGI MASYARAKAT MARGINAL DI DESA ANTARA

Hayati, Rina, Nisa, Khairun, Sirait, Syahriani
Abstract: Abstrak: Bentuk aplikasi dari serangkaian teori pendidikan yang telah dipelajari di dalam kampus tentunya akan lebih bermanfaat apabila teori-teori ilmu tersebut kita bagi kepada masyarakat. Kegiatan inilah yang disebut… dengan pengabdian kita kepada masyarakat. Sebagai seorang akademisi baik dosen dan mahasiswa harus mampu bekerjasama dalam meujudkan Tri Darma perguruan tinggi dimana tempat kita membagi dan menimba ilmu pengetahuan. Pengabdian kepada masyarakat adalah tindakan nyata yang dapat kita lakukan untuk menambah wawasan masyarakat terhadap informasi yang akan kita bagikan, sehingga membawa kontribusi positif dalam masyarakat. Apalagi sekarang lagi hangat-hangatnya memperbincangkan tentang pemilihan kepala daerah, oleh karena itu penyuluhan tentang kepemimpinan dianggap perlu untuk di sosialisasikan kepada masyarakat. Harapan kedepannya adalah masyarakat mampu memilih pemimpin yang dapat menjadi contoh baik dalam setiap tindakan dan perkataannnya. Masyarakat diharapkan lebih hati-hati dalam memilih calon kepala daerah, tidak mudah terpengaruh citra dan kekuasaan yang dapat mendatangkan kerudian dalam masyarakat itu nantinya. Selain itu masyarakat tidak perlu takut terhadap tekanan yang mungkin saja datang untuk memaksa memilih jagoan mereka, masyarakat harus mendapatkan pencerahan tentang bagaimana hukum itu berlaku di kalangan masyarakat. Untuk itu selain membahas masalah kepemimpinan Universitas asahan juga bekerjasama dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum – Cakrawana Nusantara Indonesia untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang hukum, apa yang harus dilakukan masyarakat apabila tersangkut permasalahan hukum di lingkungannya, mengetahui hak dan kewajibannya dalam mentaati hukum tersebut. Harapan terbesarnya masyarakat di desa antara tidak tabu lagi terhadap permasalahan hukum, masyarakat desa antara berani untuk menghadapai permasalahan hukum yang mereka hadapi, masyarakat desa antara mampu memilih pemimpin yang tepat untuk memimpin daerah mereka. Kata kunci: Kepemimpinan, Bantuan Hukum, Masyarakat Marginal   Abstract: The application form of a series of educational theories that have been studied on campus will certainly be more useful if the theories of science are shared for the community. This activity is called our devotion to the community. As an academic both lecturers and students should be able to work together in realizing Tri Darma college where we share and gain knowledge. Community service is a real action that we can do to increase society's insight into the information we will share, thus bringing a positive contribution to society. Especially now more warmly discussed about the election of regional heads, therefore counseling about leadership is considered necessary for the socialization to the community. The future expectation is that people are able to choose leaders who can be good examples in every action and perfomance. The community is expected to be more careful in choosing candidates for regional heads, not easily influenced by the image and power that can bring in the society later. In addition people should not be afraid of the pressures that might come to force their heroes, the public should get an enlightenment about how the law applies to the public. In addition to discussing the issue of leadership, the University of Asahan also cooperates with the Legal Aid Foundation - Cakrawana Nusantara Indonesia to provide an understanding to the public about the law, what should the community do when it comes to legal issues in its environment, knowing its rights and obligations in complying with the law. The greatest hope of the community in the village between no longer taboo on legal issues, the villagers between daring to face the legal problems they face, the villagers between able to choose the right leader to lead their area. Keywords: Leadership, Legal Aid, Marginal Society

THE ROLE OF PERCEIVED CONVENIENCE ON WHATSAPP ADOPTION USING UTAUT2 MODEL

Winata, Kenny Calnelius, Panjaitan, Erwin Setiawan
Abstract: Abstract: Advancements in digital technology have significantly transformed communication and learning. Traditional learning methods have limitations in providing a fast and interactive learning environment, necessitating… g accessible technology that enhances student and teacher engagement while ensuring convenience. WhatsApp has emerged as a widely used solution due to its accessibility, privacy features, and cross-platform compatibility, offering users a sense of convenience. This study examines the role of Perceived Convenience in the acceptance and use of WhatsApp in secondary education in Medan City using the UTAUT2 Model. A survey was conducted with 439 respondents from 8 secondary schools in Medan and analyzed using SEM-PLS with SmartPLS-4. The results indicate that social influence, hedonic motivation, habit, and perceived convenience positively impact the intention to use WhatsApp. Additionally, facilitating conditions, perceived convenience, and intention to use significantly influence actual usage behavior. However, performance expectancy, effort expectancy, and price value do not affect either intention or behavior in using WhatsApp. Moderating variables such as age, gender, and experience partially moderate the relationships between independent factors and WhatsApp usage intention and behavior. This study contributes by incorporating Perceived Convenience into the UTAUT2 Model and affirming its role in educational technology adoption.             Keywords: perceived convenience; secondary education; UTAUT2; whatsapp     Abstrak: Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam komunikasi dan pembelajaran. Metode pembelajaran tradisional memiliki keterbatasan dalam menyediakan lingkungan belajar yang cepat dan interaktif, sehingga diperlukan teknologi yang mudah diakses, meningkatkan keterlibatan siswa dan guru, serta nyaman digunakan. WhatsApp menjadi salah satu solusi dan banyak digunakan karena mudah diakses, privasi yang ditawarkan, serta kompatibilitas lintas platform sehingga memberikan kenyamanan yang dapat dirasakan pengguna ketika menggunakannya. Oleh karena itu, Penelitian ini menguji peran Persepsi Kenyamanan terhadap penerimaan dan penggunaan WhatsApp dalam pendidikan menengah di Kota Medan menggunakan Model UTAUT2. Survei dilakukan pada 439 responden dari 8 sekolah menengah di kota Medan, dan dianalisis dengan SEM-PLS menggunakan SmartPLS-4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social influence, hedonic motivation, habit, dan perceived convenience berpengaruh positif signifikan terhadap behavioral intention. Sementara itu, facilitating conditions, perceived convenience, dan behavioral intention berdampak positif pada use behavior. Namun, performance expectancy, effort expectancy, dan price value tidak berpengaruh terhadap niat maupun perilaku penggunaan WhatsApp. Variabel moderasi usia, jenis kelamin, dan pengalaman memoderasi sebagian hubungan antara faktor bebas terhadap niat dan perilaku penggunaan WhatsApp. Penelitian ini berkontribusi dengan menambahkan variabel persepsi kenyamanan (perceived convenience) ke dalam Model UTAUT2 dan menegaskan perannya dalam adopsi teknologi pendidikan.   Kata kunci: pendidikan menengah; persepsi kenyamanan; UTAUT2; whatsapp

INFORMATION SYSTEM FOR REPORTING, PREVENTION, AND HANDLING OF SEXUAL VIOLENCE AMONG STUDENTS

Setiawan, Ito, Yunita, Ika Romadoni, Maulida, Farah Mei, Serli, Serli
Abstract: Abstract: The PPKS task force at Universitas Amikom Purwokerto has been established and is actively implementing various programs. However, complaints regarding cases of sexual violence are currently managed through WhatsApp,… sApp, with limited guidance on the complaint procedures. As a result, many students are unaware of the PPKS task force or how to report incidents, creating obstacles for both the task force in identifying cases and for students seeking to file complaints. This study aims to provide students with an effective and accessible way to report incidents of sexual violence on campus. To develop the complaint information system, the Scrum methodology was used, involving team collaboration to easily adapt to changes throughout the development process. The resulting complaint information system for the prevention and handling of sexual violence has been successfully implemented and tested with students at Universitas Amikom Purwokerto. This system enables students to submit complaints seamlessly online. Testing results indicate that the system functions as intended and meets the expected outcomes.             Keywords: information system; PPKS; complaint; student; scrum     Abstrak: Satuan tugas PPKS Universitas Amikom Purwokerto sudah berjalan dan membuat program kerja, namun dalam proses pengaduan kasus kekerasaan seksual saat ini hanya menggunakan whatsapp dan kurangnya penjelasan tentang prosedur pengaduan yang ada. Banyak mahasiswa yang belum mengetahui adanya satgas PPKS di kampus dan cara pengaduan kasus. Hal tersebut menjadi kendala bagi satuan tugas PPKS dalam mengetahui kasus yang ada dan mahasiswa saat ingin melakukan pengaduan kasus. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sarana yang efektif dan mudah diakses bagi mahasiswa untuk melakukan pengaduan kasus apabila mahasiswa mengetahui tentang adanya kekerasaan seksual di lingkungan kampus. Tujuan Penelitian adalah untuk membantu memudahkan mahasiswa dalam melakukan aduan tentang adanya kasus kekerasaan seksual di lingkungan Universitas Amikom Purwokerto. Metode dalam pengembangan sistem adalah metode Scrum. Metode Scrum melibatkan keseluruhan tim yang ada di organisasi. Dengan adanya keterlibatan ini maka mudah dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi selama pengembangan sistem. Sistem informasi pengaduan pencegahan dan penanganan tindak kekerasan seksual berhasil di terapkan dan diujikan kepada Mahasiswa Universitas Amikom Purwokerto. Dengan adanya sistem informasi pengaduan ini mahasiswa dapat dengan mudah dalam membuat aduan berbasis sistem. berdasarkan daftar uji yang dilakukan terhadap sistem yang dibuat maka dapat disimpulkan bahwa skenario yang diujikan sesuai dengan hasil yang diharapan.   Kata kunci: sistem informasi; PPKS; pengaduan; mahasiswa; scrum

EVALUATING LABORATORY WEBSITE USABILITY THROUGH THE SYSTEM USABILITY SCALE (SUS)

Ma'wa, Safarah Putri, Damayanti, Friska, Etruly, Niki
Abstract: Abstract: The Manual Drawing Laboratory and Computer Laboratory of the Furniture Design Study Program are some of the infrastructures used to support learning and practicum in the Polytechnic of Furniture Industry and Wood… od Processing. Services at these two laboratories utilize the Laboratory website which can be accessed publicly via the address https://labdesainfurnitur.poltek-furnitur.ac.id/, in which the purpose of developing the website is to simplify the process for stakeholders to access information regarding practicum activities conducted in the laboratories. Ease of access to this information needs to be evaluated, especially related to usability on the website. The evaluation of the laboratory website's usability is performed using the System Usability Scale (SUS) method, which provides a structured approach to measuring the effectiveness and user experience of the website. It is hoped to obtain a representation of the user's experience of the function and appearance of the laboratory website as advice on what features might be developed to improve the services. According to the results of data processing from 44 respondents, the average SUS score was 59.32. Based on this score, the Acceptability Range category is still in the marginal range, meaning there are still several things that need to be corrected or improved so the website can help in the daily operational activities of the laboratory.             Keywords: laboratory; SUS; usability; user; website     Abstrak: Laboratorium Gambar dan Laboratorium Komputer Program Studi Desain Furnitur merupakan sarana penunjang praktikum di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu. Pelayanan pada kedua laboratorium ini telah memanfaatkan website yang dapat diakses secara publik melalui alamat https://labdesainfurnitur.poltek-furnitur.ac.id/, pemanfaatan website bertujuan untuk memudahkan para pengguna dalam memperoleh informasi seputar kegiatan praktikum di laboratorium di setiap waktu. Adanya pemanfaatan teknologi informasi tersebut perlu dievaluasi untuk mengetahui kegunaan website bagi para pengguna serta sebagai masukan untuk pengelola laboratorium dalam mengembangkan website di masa mendatang. Evaluasi website laboratorium dilakukan dengan metode System Usability Scale (SUS). Melalui evaluasi kegunaan pada website laboratorium diharapkan diperoleh representasi pengalaman pengguna terhadap fungsi dan tampilan website laboratorium dan diperoleh saran fitur-fitur yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan di laboratorium. Data yang diperoleh sebanyak 44 responden menghasilkan skor SUS dengan rata-rata 59,32. Berdasarkan skor tersebut, rentang akseptabilitas website masih berada pada rentang marginal, sehingga masih ada beberapa fitur yang perlu ditingkatkan agar website dapat membantu kegiatan operasional laboratorium sehari-hari.   Kata kunci: kegunaan; laboratorium; pengguna; SUS; website

IMPLEMENTATION OF E-CRM TO INCREASE CONSUMER INTEREST IN UD.NAZWAN TINGGI RAJA DISTRICT WEB BASED

Sihotang, Rehani Aulia, Manurung, Nuriadi, Latiffani, Chitra
Abstract: Abstract: The development of information technology has experienced very rapid growth, especially the internet. The internet makes a very helpful contribution in the business sector. Tight business competition and the rapid… pid growth of information technology make it easy for customers to switch to other stores. UD. Nazwan has not implemented a service that makes it easier for customers to buy goods easily and is still using the service manually, sales report data is still used in ledgers so it is not efficient to keep neat records, customers have to come directly to the shop to find out what products are being sold so customers are not aware of the latest discounts and products sold in the store. UD. Nazwan is a business that sells pants, shoes, school uniforms, shirts, dresses and sandals. One effort to improve service is by implementing the concept of Customer Relationship Management (CRM). The goal achieved at this stage is the operability of the system design results that have been created. With CRM design, you can increase sales to meet customer needs. This system was created to make it easier for UD. Nazwan sells products, processes data computerizedly and can improve service to customers.   Keywords: consumer; E-CRM; UD.nazwan.     Abstrak: Perkembangan teknologi informasi telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat terutama internet. Internet memberikan kontribusi yang sangat membantu dalam bidang bisnis. Persaingan bisnis yang ketat dan pesatnya pertumbuhan teknologi informasi memudahkan pelanggan untuk beralih ke toko lain. UD. Nazwan belum menerapkan layanan yang memudahkan pelanggan untuk membeli barang dengan mudah dan masih menggunakan layanan secara manual, data laporan penjualan masih digunakan dalam buku besar sehingga tidak efisien untuk melakukan pencatatan yang tertata rapi, pelanggan harus datang langsung ke toko untuk mengetahui produk apa yang dijual maka pelanggan tidak mengetahui diskon terbaru dan produk yang dijual di toko. UD. Nazwan adalah usaha bisnis  yang menjual produk celana, sepatu, seragam sekolah, kemeja, baju dan sendal. Salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan adalah dengan menerapkan konsep Customer Relationship Management (CRM). Tujuan yang dicapai pada tahap ini adalah operabilitas hasil desain sistem yang telah dibuat. Dengan desain CRM, dapat meningkatkan penjualan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Sistem ini dibuat untuk memudahkan UD. Nazwan dalam menjual produk, mengolah data secara komputerisasi dan dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.   Kata kunci: E-CRM; konsumen; UD.nazwan 

ANALYSIS OF DECISION SUPPORT CRITERIA TYPE OF HOME INDUSTRY BUSINESS BASED ON ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Magdalena, Hilyah, Santoso, Hadi
Abstract: Abstract: This research was conducted in the Bangka Belitung region specifically observing what criteria could support and hinder the development of home industries. The home industry is a small-scale industry that is generally… nerally carried out in the family sphere and is driven by women. Home industries need to receive support from the provincial government to survive and increase the scale of production. To make support for home industries more targeted, this research summarizes several criteria related to the conditions of home industries and the businesses they run. In Bangka Belitung Province there are several types of businesses that are run on a home industry scale. Based on the condition of the home industry which has multiple criteria and multiple alternatives, this research uses the Analytical Hierarchy Process method and Expert Choice software as data processing aids. The results of data processing show that industrial business is the highest alternative with a weight of 24.7% and the highest criterion is strategy at 23.7%. These results indicate that the largest portion of home industry business actors is engaged in the industrial sector and to encourage the progress of the home industry the most important factor is strategy, namely understanding the type of business they are involved in, labor-intensive industries, paying attention to production factors, electricity capacity, and business operations. While the next stage is to design a user interface for a web-based system as a means of collecting home industry data.             Keywords: AHP; collecting home industry data; home industries   Abstrak: Penelitian ini dilakukan di wilayah Bangka Belitung secara khusus melihat kriteria apa saja yang dapat mendukung dan menghambat perkembangan industri rumah tangga. Industri rumah tangga merupakan industri kecil yang umumnya dilakukan dalam lingkup keluarga dan digerakkan oleh perempuan. Industri rumah tangga perlu mendapat dukungan dari pemerintah provinsi agar bisa bertahan dan meningkatkan skala produksinya. Agar dukungan industri rumah tangga lebih tepat sasaran, penelitian ini merangkum beberapa kriteria terkait kondisi industri rumah tangga dan usaha yang dijalankannya. Di Provinsi Bangka Belitung terdapat beberapa jenis usaha yang dijalankan dalam skala industri rumah tangga. Berdasarkan kondisi industri rumah tangga yang memiliki banyak kriteria dan banyak alternatif, maka penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process dan software Expert Choice sebagai alat bantu pengolahan data. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa bisnis industri merupakan alternatif tertinggi dengan bobot 24,7% dan kriteria tertinggi adalah strategi 23,7%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa porsi terbesar pelaku usaha industri rumah tangga bergerak di sektor industri dan untuk mendorong kemajuan industri rumah tangga faktor yang paling penting adalah strategi yaitu memahami jenis usaha yang digeluti, industri padat karya, pembayaran, memperhatikan faktor produksi, kapasitas listrik, dan operasional usaha. Sedangkan tahap selanjutnya adalah merancang antarmuka untuk sistem berbasis web sebagai sarana pendataan industri rumahan.   Kata kunci: AHP; industri rumahan; pendataan industri rumahan

WATERFALL MODEL IMPLEMENTATION IN INFORMATION SYSTEMS WEB BASED GOODS DELIVERY SERVICE

Haerani, Reni, Hendriyati, Penny, Nugroho, Praditya Adi, Lukman, Muhammad
Abstract: Abstract: This study discusses the delivery information system for the minimarket 212 Mart. Minimarket 212 Mart is a modern retail business. The purpose of this research is to simplify and shorten the process of computerized… ized goods distribution services to prevent data input errors, reduce disappointment due to customer service errors, expedite, and simplify service procedures between operational goods owners, and make it easier for the owner to receive a summary of shipping information. The research method used is the waterfall model. The problem with ordering goods is that customers are still using Whatsapp and those who order are still in the local area, not far from the mini market, thereby reducing sales. In addition, standard writing instruments are still used to record the delivery and receipt of goods. When delivering goods, customers buy directly from the convenience store, and it is difficult for customers to track the location of the goods ordered. Therefore, it must be built and designed with a software system that facilitates transportation registration, the processing of sales invoices, and the preparation of reports. Program design modeling applies to data flow diagrams and entity relationship diagrams. The software used is the PHP programming language and the MySQL database. The research artificial achieved are a web-based goods delivery service system that must overcome the problems that exist in goods delivery services at 212 Mart Serang-Banten Minimarket. Keywords: Information System, Delivery Service, Waterfall, Web   Abstrak: Penelitian ini membahas sistem informasi pengiriman barang minimarket 212 Mart. Minimarket 212 Mart merupakan salah satu usaha ritel modern. Maksud dari riset ini adalah untuk mempermudah dan mempersingkat proses pelayanan pendistribusian barang secara terkomputerisasi untuk mencegah terjadinya kesalahan input data, mengurangi kekecewaan akibat kekeliruan pelayanan atas pelanggan dan melancarkan serta mempermudah prosedur servis antar operasional pemilik barang serta  memudahkan owner menerima ringkasan informasi pengiriman. Metode riset yang dipakai adalah model waterfall. Kendala pemesanan barang masih menggunakan Whatsapp, pelanggan yang memesan masih berada di area lokal yang tidak jauh dari mini market, sehingga mengurangi penjualan. Selain itu, alat tulis standar masih digunakan untuk mencatat pengiriman dan penerimaan barang. Saat mengirimkan barang, pelanggan membeli langsung dari minimarket, dan sulit bagi pelanggan untuk melacak lokasi barang yang dipesan.  Oleh sebab itu, harus dibangun dan merancang sistem perangkat lunak yang  memudahkan pendaftaran pengangkutan, pengerjaan faktur penjualan, dan penyusunan laporan. Pemodelan desain program menerapkan Data Flow Diagram dan Entity Relationship Diagram. Perangkat lunak yang dipergunakan adalah bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Artifisial penelitian yang dicapai merupakan sistem layanan pengiriman barang berbasis web yang harus melampaui permasalahan yang ada pada layanan pengiriman barang di minimarket 212 Mart Serang-Banten. Kata kunci: Sistem Informasi, Delivery Service, Waterfall, Web

IMPLEMENTATION OF E-CRM UP-SELLING AND CROSS - SELLING STRATEGY AT MITRA SEJAHTERA STORE

Adlina, Nur, Afrisawati, Afrisawati, Harahap, Indra Ramadona
Abstract: Abstract: The development of information technology has experienced a very rapid growth, especially the internet. The Internet makes a very helpful contribution in a business field. Fierce business competition and the rapid… pid growth of information technology make it easy for customers to switch to other stores. Mitra Sejahtera has not implemented a service that makes it easier for customers to buy goods easily and still uses the service manually, sales report data is still used in the general ledger so it is not efficient to do neatly organized records, customers must come directly to the store to find out what products are sold then customers do not know the latest discounts and products sold in stores. Mitra Sejahtera is a beauty business venture that sells brand products such as, wardah, emina, implora, garnier, etc. One of the efforts in improving services is by applying the concept of Customer Relationship Management (CRM) and implementing Up-Selling and Cross-Selling strategies. The goal achieved in this stage is the operability of the results of the system design that has been made. With this CRM design and Up-Selling and Cross-Selling strategy, it can increase sales in meeting customer needs. This system was created to make it easier for Toko Mitra Sejahtera to sell products, process data in a computerized manner and can improve service to customers.   Keywords : cosmetics;  electronic customer relationship management (E-CRM); up-selling and cross-selling strategies   Abstrak: Perkembangan teknologi informasi telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat terutama internet. Internet memberikan kontribusi yang sangat membantu dalam bidang bisnis. Persaingan bisnis yang ketat dan pesatnya pertumbuhan teknologi informasi memudahkan pelanggan untuk beralih ke toko lain. Mitra Sejahtera belum menerapkan layanan yang memudahkan pelanggan untuk membeli barang dengan mudah dan masih menggunakan layanan secara manual, data laporan penjualan masih digunakan dalam buku besar sehingga tidak efisien untuk melakukan pencatatan yang tertata rapi, pelanggan harus datang langsung ke toko untuk mengetahui produk apa yang dijual maka pelanggan tidak mengetahui diskon terbaru dan produk yang dijual di toko. Mitra Sejahtera adalah usaha bisnis kecantikan yang menjual produk brand seperti, wardah, emina, implora, garnier, dll. Salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan adalah dengan menerapkan konsep Customer Relationship Management (CRM) dan menerapkan strategi Up-Selling dan Cross-Selling. Tujuan yang dicapai pada tahap ini adalah operabilitas hasil desain sistem yang telah dibuat. Dengan desain CRM ini dan strategi Up-Selling dan Cross-Selling, dapat meningkatkan penjualan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Sistem ini dibuat untuk memudahkan Toko Mitra Sejahtera dalam menjual produk, mengolah data secara komputerisasi dan dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.   Kata Kunci : kosmetik;  manajemen hubungan pelanggan elektronik (E-CRM); strategi up-selling dan cross-selling

EVALUATION OF USER ACCEPTANCE OF THE SAHAJA ONLINE APPLICATION USING THE TAM

Prasetyo, Beny, Nurdiana, Siti, Adnan, Fahrobby
Abstract: Abstract: One example of the application of the use of information technology in public services is the use of SAHAJA ONLINE. SAHAJA ONLINE is a mobile-based application whose function is for the needs of Kediri Regency… population document services with the aim of making it easier for the public to manage population documents and break down queues at the Kediri Regency Dispendukcapil office. There were several complaints that were felt by users, namely that there was information on the option selection feature in the moving certificate service which was difficult to understand and when resetting an account they were required to come directly to the Kediri Regency Dispendukcapil office. Despite these problems, people still use SAHAJA ONLINE in submitting population documents. With the conditions in the field, it certainly affects the acceptance of SAHAJA ONLINE. The purpose of this study was to find out what factors affect the acceptance of the SAHAJA ONLINE application at the Kediri Regency Civil and Civil Registration Office using the Technology Acceptance Model (TAM). The sample in this study were 365 SAHAJA ONLINE users. Data collected through questionnaires were analyzed using SmartPLS version 3.3.9. Based on the research results of the 10 hypotheses proposed, there are 9 accepted hypotheses. So that Information Quality, Complexity, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, and Actual Usage are acceptance factors of SAHAJA ONLINE.             Keywords: SAHAJA ONLINE; SmartPLS; TAM   Abstrak: Salah satu contoh penerapan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik yaitu penggunaan SAHAJA ONLINE. SAHAJA ONLINE adalah aplikasi berbasis mobile yang fungsinya untuk kebutuhan layanan dokumen kependudukan Kabupaten Kediri dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan dan mengurai antrian di kantor Dispendukcapil Kabupaten Kediri. Ditemukan beberapa keluhan yang dirasakan oleh para pengguna yaitu terdapat informasi pada fitur pemilihan opsi dalam layanan surat keterangan pindah yang sulit dimengerti dan saat melakukan reset akun yang diharuskan datang langsung ke kantor Dispendukcapil Kabupaten Kediri. Meskipun terdapat permasalahan tersebut, masyarakat masih tetap menggunakan SAHAJA ONLINE dalam melakukan pengajuan dokumen kependudukan. Dengan adanya kondisi dilapangan tersebut tentunya berpengaruh terhadap penerimaan SAHAJA ONLINE. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan aplikasi SAHAJA ONLINE Dispendukcapil Kabupaten Kediri menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Sampel dalam penelitian ini adalah 365 pengguna SAHAJA ONLINE. Data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dianalisis menggunakan SmartPLS versi 3.3.9. Berdasarkan hasil penelitian dari 10 hipotesis yang diajukan, terdapat 9 hipotesis diterima. Sehingga Information Quality, Complexity, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, dan Actual Usage merupakan faktor penerimaan dari SAHAJA ONLINE.   Kata kunci: SAHAJA ONLINE; SmartPLS; TAM