Search Articles & Publications

Showing 1942 articles found for "Nilai"

INTEGRATION OF RELIGIOUS MODERATION VALUES IN PANCASILA EDUCATION LEARNING AT HJ. ISRIATI BAITURRAHMAN 2 ELEMENTARY SCHOOL SEMARANG

Muftia Intan Nur Baeti, Shelina Harefa, Ulifatul Jazila, Najwa Aulia Fatah, Adi Wiyoko Efendi, M Rikza Chamami
Abstract: Pengintegrasian nilai-nilai moderasi beragama ke dalam pengajaran Pancasila di sekolah dasar telah menjadi kebutuhan mendesak karena munculnya kecenderungan intoleransi dalam pergaulan siswa, sementara praktik pembelajaran… an di kelas seringkali tidak memberikan pengalaman yang cukup untuk menumbuhkan sikap moderat. Situasi ini menciptakan kesenjangan antara tuntutan kurikulum dan implementasi nyata di kelas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi nilai-nilai moderasi beragama, jenis nilai yang diintegrasikan, dan upaya guru dalam mengoptimalkan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada guru dan siswa di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai moderasi beragama terjadi melalui penguatan diskusi kelas, pembiasaan saling menghormati, dan mengaitkan materi Pancasila dengan situasi sosial yang dekat dengan pengalaman siswa. Guru mengimplementasikan nilai-nilai toleransi, keseimbangan, musyawarah, dan menghargai perbedaan melalui metode bercerita, kerja kelompok, dan pemanfaatan momen-momen insidental dalam dinamika kelas. Meskipun demikian, efektivitas implementasi masih dipengaruhi oleh keterbatasan pedoman, variasi kompetensi guru, dan kurangnya evaluasi berbasis karakter moderat. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan model pembelajaran yang lebih sistematis, pelatihan berkelanjutan bagi guru, dan dukungan kebijakan sekolah agar pembelajaran Pancasila dapat menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan sikap moderasi beragama sejak dini.

INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SUMATERA UTARA DALAM PEMBELAJARAN BANGUN DATAR DI SEKOLAH DASAR

Indah Jesica Hutapea, Joy Gracia Pakpahan, Chade Chatena Munte, Nadila Dirawan Tanjung, Clarisa Br Simarmata, Nurhudayah Manjani
Abstract: Pembelajaran bangun datar di sekolah dasar sering dianggap abstrak sehingga siswa mengalami kesulitan memahami konsep dasar geometri. Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana integrasi kearifan lokal Sumatera Utara dalam… lam perspektif etnomatematika dapat digunakan sebagai pendekatan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bangun datar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah terkait etnomatematika, budaya lokal, dan pembelajaran geometri. Hasil kajian menunjukkan bahwa artefak budaya seperti Rumah Bolon, motif ulos, kain tenun Melayu, Bika Ambon, dan onde-onde mengandung representasi bangun datar, seperti persegi, persegi panjang, segitiga, trapesium, belah ketupat, dan lingkaran yang dapat dijadikan media konkret dalam pembelajaran. Integrasi budaya tersebut membantu siswa menghubungkan konsep abstrak dengan objek nyata, meningkatkan motivasi belajar, serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya daerah. Implikasinya, pembelajaran matematika berbasis etnomatematika dapat menjadi strategi efektif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa sekolah dasar.

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS CODING ETNOMATEMATIKA MELAYU PADA MATERI GEOMETRI KELAS 2 SD NEGERI 192 PEKANBARU

Zofia Maharani, Dendi Arjuna, Jesi Alexander Alim, Cici Oktaviani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan coding blok visual dengan konteks etnomatematika Melayu Riau pada materi geometri bangun datar siswa kelas&#8230; kelas 2 SD Negeri 192 Pekanbaru. Latar belakang didorong oleh rendahnya relevansi pembelajaran matematika dan kebutuhan mendesak untuk mengembangkan Berpikir Komputasional (Computational Thinking/CT) (Astuti et al., 2023). Konteks etnomatematika Melayu, seperti motif Songket atau bentuk Tabak, digunakan sebagai dasar penyusunan algoritma coding (Ain et al., 2025). Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain Non-equivalent Control Group Design, membandingkan kelompok eksperimen (perlakuan gabungan) dan kelompok kontrol (konvensional). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep yang signifikan pada kelompok eksperimen (p < 0,05), yang dibuktikan dengan nilai N-gain yang lebih tinggi. Integrasi budaya lokal dalam coding terbukti berhasil meningkatkan motivasi belajar sekaligus memfasilitasi visualisasi konsep geometri secara kontekstual dan algoritmik.

PERSEPSI SISWA KELAS I TERHADAP PENGGUNAAN LKPD BERBASIS ETNOMATEMATIKA PERMAINAN TRADISIONAL MELAYU PADA MATERI GEOMETRI DI SD NEGERI 192 PEKANBARU

Mutiara Putri, Putri Handayani, Wulandari, Jesi Alexander Alim, Cici Oktaviani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas I SD Negeri 192 Pekanbaru terhadap penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika permainan tradisional Melayu pada materi geometri. Penelitian&#8230; nelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 10 siswa. Instrumen penelitian berupa angket persepsi dengan 12 pernyataan yang mencakup empat aspek, yaitu aspek kognitif, afektif, konatif, dan praktis. Data dianalisis menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan persepsi siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis etnomatematika berada pada kategori sangat baik, dengan persentase aspek kognitif sebesar 92,5%, aspek afektif 93,3%, aspek konatif 89,3%, dan aspek praktis 97,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis etnomatematika permainan tradisional Melayu memberikan pengalaman belajar yang menarik, mudah dipahami, serta mampu memotivasi siswa dalam mempelajari konsep geometri. Dengan demikian, LKPD berbasis etnomatematika layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar karena dinilai mampu mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal secara kontekstual dan bermakna.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

Nikmah Fitrotul Khasanah, Nadia Salma Rosyida, Julaikha Noor Hasanah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara interaksi sosial dan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada gejala rendahnya motivasi belajar siswa yang&#8230; diduga berkaitan dengan kurang optimalnya kualitas interaksi sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Sampel berjumlah 36 siswa kelas V SDN Palem 2 Ngawi yang diambil secara total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert 4 poin sebanyak 10 item untuk masing-masing variabel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson, dengan syarat uji normalitas dan linearitas terlebih dahulu dipenuhi. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara interaksi sosial dan motivasi belajar siswa dengan nilai r = 0,856, p = 0,000, dan r² = 0,733. Artinya, interaksi sosial memberikan kontribusi sebesar 73,3% terhadap variasi motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan bahwa interaksi sosial berperan penting dalam membentuk semangat dan keterlibatan belajar siswa sekolah dasar.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI GURU DENGAN HASIL BELAJAR SISWA

Desi Nur Hidayati, Rahmatika Ilham Fauziyah, Samiati
Abstract: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara motivasi guru dan hasil belajar siswa kelas IV di MI Fathul Ulum Slumbung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Data diperoleh&#8230; eh melalui angket skala Likert sebanyak 20 butir pernyataan untuk mengukur motivasi guru sebagai variabel X, serta dokumentasi nilai asesmen sumatif siswa sebagai indikator hasil belajar sebagai variabel Y. Sampel berjumlah 16 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Hasil uji normalitas dan linearitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan linear, sehingga uji korelasi Pearson digunakan karena sesuai untuk menganalisis hubungan dua variabel berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan nilai r sebesar 0,602 dengan signifikansi 0,014 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi guru dan hasil belajar siswa. Nilai koefisien determinasi sebesar 36,24% menunjukkan bahwa motivasi guru berkontribusi terhadap lebih dari sepertiga variasi dalam hasil belajar. Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru sebagai penggerak utama dalam menciptakan suasana pembelajaran yang produktif dan inspiratif, sehingga peningkatan motivasi guru direkomendasikan sebagai strategi kunci dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar.

PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS POTENSI LOKAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ROTI BAGI IBU RUMAH TANGGA DI DESA BAKARAN BATU

Siregar, Dahrul, Nasution, Nur Aisyah, Siregar, Retnawati
Abstract: Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Di Desa Bakaran Batu, sebagian besar&#8230; ibu rumah tangga memiliki waktu luang dan potensi untuk mengembangkan  usaha  rumahan,  namun  masih  menghadapi  keterbatasan  pengetahuan  dan keterampilan dalam mengolah produk pangan yang bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan ibu rumah tangga melalui pelatihan pembuatan roti sebagai salah satu bentuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap observasi, identifikasi kebutuhan mitra, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi pelatihan mencakup teknik pembuatan roti, pemilihan bahan baku, pengemasan produk, penentuan harga jual, penyusunan merek (branding), serta strategi pemasaran digital menggunakan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi roti yang berkualitas, mengemas produk secara menarik, serta memasarkan produk melalui platform digital. Selain itu, pelatihan berhasil meningkatkan motivasi peserta untuk memulai dan mengembangkan usaha rumahan sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga. Program ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha mikro berbasis potensi lokal, meningkatkan nilai tambah produk olahan pangan, memperluas peluang pasar, serta mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat Desa Bakaran Batu secara berkelanjutan.

PEMBERDAYAAN GURU PAUD MELALUI KEMITRAAN LITERASI DAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP LEARNING

Kurnia Rahayu, Mega Endang Sari, Dian Nur Rachmawati, Indri Ristiani, Anisya Fitria Sari, Erna Budiarti, Debie Susanti
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui penguatan literasi dan pengembangan media pembelajaran berbasis deep learning. Program&#8230; dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan praktik pembuatan media pembelajaran berupa buku cerita anak yang kreatif dan edukatif. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran literasi serta minimnya kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua dalam mendukung pembelajaran anak usia dini. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan andragogi melalui model Project Based Learning (PBL) dan pendampingan intensif (coaching clinic). Tahapan kegiatan meliputi In-Service Training, On-the-Job Learning, implementasi pembelajaran di kelas, serta evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 38 guru PAUD dengan 32 responden yang mengisi instrumen evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 10,3 meningkat menjadi 11,8 pada post-test. Selain itu, peserta mampu menghasilkan produk media pembelajaran berupa buku cerita anak yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini dan mengintegrasikan unsur kreativitas, kolaborasi, serta nilai edukatif dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman guru mengenai penerapan deep learning, pemanfaatan media pembelajaran inovatif, serta penggunaan teknologi dan AI secara bijak dalam pendidikan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam pengembangan literasi dan media pembelajaran berbasis deep learning. Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan bermakna bagi anak usia dini.

PELATIHAN PENGOLAHAN BOTOL PLASTIK UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI MASYARAKAT KELURAHAN BONIPOI KOTA KUPANG

Ahmad, Abidin, Suksin, Irvan, Salem, Jailani Tong Muh. Amiruddin
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat dalam mebgolah limbah botol plastic menjadi produk bernilai guna, yaitu kursi sofa dari botol plastik bekas.&#8230; Penumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, oleh karena itu, diperlukan Upaya pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi aktif Masyarakat melaluli kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukatif partisipatif melalui tahapan observasi, sosialisasi, penyampaian materi, diskusi, serta praktik langsung pembuatan kursi sofa. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Bonipoi, Kota Kupang dengan melibatkan sekitar 20 peserta dari masyarakat setempat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi, diskusi,tanya jawab dan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme dan partisipasi aktif selama pelatihan berlangsung. Masyarakat mampu memahami pentingnya pengelolaan sampah plastik serta memperoleh keterampilan dalam memanfaatkan botol plastik bekas menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, workshop pengolahan botol plastik ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan keterampilan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat.

KULIAH KERJA NYATA: IMPLEMENTASI SOSIALISASI ANTI BULLYING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DI SMP NEGERI 2 LISABATA KECAMATAN TANIWEL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT

Rolobessy, Mike J., Miru, Rikha, Christina, Susanto, Liau Kevin, Kelarat, Moh Yusran, Lesilawang, Robo, Ulath, Abd Majid, Jamrud, Rifai A, Bantam, Abdil Maulana, Mohammad, Faruq Ali, Gaspersz, Juan Alberth, Attamimi, Unarya, Umaha, Afdalin, Upuy, Doni
Abstract: Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan dengan judul “Implementasi Sosialisasi Anti-Bullying sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di SMP Negeri 2 Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat”. Kegiatan ini bertujuan untuk&#8230; an untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah sosialisasi interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, serta permainan edukatif yang melibatkan partisipasi aktif siswa dari kelas VII hingga kelas IX. Materi yang disampaikan mencakup pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan perundungan di lingkungan sekolah.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi selama proses sosialisasi berlangsung. Meskipun sebagian besar siswa telah mengenal istilah bullying, pemahaman mereka masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu saja dan belum sepenuhnya menyadari bahwa tindakan sehari-hari seperti mengejek, memberi julukan negatif, dan pengucilan juga termasuk dalam kategori bullying. Setelah kegiatan dilaksanakan, terjadi peningkatan kesadaran siswa mengenai pentingnya sikap saling menghargai dan menghindari segala bentuk kekerasan, baik verbal maupun non-verbal. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi anti-bullying ini dinilai efektif dalam memberikan edukasi serta mendorong perubahan sikap siswa ke arah yang lebih positif. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang bebas dari bullying serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan harmonisess.