Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya Batak dalam pembelajaran matematika sebagai upaya meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai…
gai artikel ilmiah yang relevan mengenai etnomatematika budaya Batak dalam pembelajaran matematika. Data diperoleh melalui proses identifikasi, seleksi, pengkajian, dan sintesis terhadap sumber-sumber pustaka yang membahas pemanfaatan rumah adat Batak, motif ulos, ornamen tradisional, serta media dan model pembelajaran berbasis budaya Batak. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk menemukan tema-tema utama dan kontribusi masing-masing penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya Batak mengandung berbagai konsep matematika, khususnya geometri, seperti bangun datar, bangun ruang, transformasi geometri, simetri, pola, dan numerasi. Integrasi budaya Batak dalam pembelajaran matematika terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep geometri, kemampuan visualisasi, penalaran geometris, motivasi belajar, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pemanfaatan media pembelajaran berbasis budaya Batak, seperti komik matematika dan aplikasi GeoGebra, memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran matematika berbasis budaya Batak dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran geometri sekaligus melestarikan budaya lokal.
Abstract:Era Society 5.0 menghadirkan perubahan fundamental dalam dunia kerja melalui integrasi teknologi digital, kecerdasan buatan, dan pendekatan yang berpusat pada manusia. Perubahan tersebut mendorong organisasi untuk melakukan…
kan transformasi kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan lingkungan kerja yang semakin dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi kompetensi SDM yang dibutuhkan pada era Society 5.0 melalui pendekatan library research. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa artikel ilmiah, buku, prosiding, dan publikasi akademik yang relevan dengan tema pengembangan SDM, transformasi digital, dan Society 5.0. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis berbagai temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi kompetensi SDM pada era Society 5.0 berfokus pada empat kompetensi utama, yaitu kompetensi digital, soft skills, kompetensi adaptif, dan kompetensi humanis. Kompetensi digital meliputi literasi teknologi, data, dan kecerdasan buatan, sedangkan soft skills mencakup kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan. Kompetensi adaptif diwujudkan melalui kemampuan belajar sepanjang hayat dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan, sementara kompetensi humanis menekankan etika, empati, integritas, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan organisasi dalam menghadapi era Society 5.0 sangat ditentukan oleh kemampuan mengintegrasikan kompetensi teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pengembangan SDM.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pola asuh, keterlibatan orang tua, dan spiritualitas dalam membentuk resiliensi akademik santri di pondok pesantren. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research)…
esearch) dengan analisis isi dan analisis tematik terhadap berbagai artikel ilmiah relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa resiliensi akademik santri merupakan konstruk multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi keluarga secara sistemik. Pola asuh, khususnya tipe otoritatif, berperan dalam membentuk regulasi emosi, kemandirian, dan motivasi belajar santri. Keterlibatan orang tua melalui komunikasi intensif, dukungan emosional, informasional, dan instrumental berfungsi sebagai faktor protektif yang meningkatkan rasa aman psikologis, motivasi intrinsik, serta kemampuan adaptasi terhadap tekanan akademik. Selain itu, spiritualitas keluarga yang diinternalisasi melalui nilai-nilai religius seperti sabar, tawakal, dan ikhlas berperan sebagai mekanisme coping adaptif yang membantu santri memaknai tekanan akademik secara positif. Ketiga variabel tersebut saling berinteraksi dan membentuk ketahanan psikologis yang lebih kuat dalam menghadapi tuntutan kehidupan pesantren. Kesimpulannya, resiliensi akademik santri tidak hanya ditentukan oleh faktor individual, tetapi merupakan hasil konstruksi ekologis yang melibatkan kualitas pengasuhan, keterlibatan orang tua, dan spiritualitas keluarga secara simultan.
Abstract:This article aims to examine the strengthening of the bi’ah lughawiyah (Arabic language environment) through madrasah management in supporting the effectiveness of Arabic language learning. This study employs a library research…
research method with a descriptive-qualitative approach by collecting data from various literature sources such as books, scientific journals, articles, and documents relevant to Islamic educational management and Arabic language learning. The results of the study indicate that the success of establishing a bi’ah lughawiyah is influenced by the role of madrasah management, which includes planning language programs, organizing language activities, implementing Arabic language habituation, and continuously evaluating the programs. In addition, the support of madrasah principals, teachers, and the educational environment are important factors in creating an active and communicative language atmosphere. Strengthening the bi’ah lughawiyah not only improves students’ Arabic language skills but also forms an Islamic academic culture within the madrasah environment. Therefore, well-directed and systematic madrasah management becomes one of the main keys to optimizing Arabic language learning in the era of contemporary education
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian Kurikulum Merdeka dengan kebutuhan peserta didik di era digital pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai…
i sumber ilmiah berupa jurnal, buku, serta dokumen yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan cara membandingkan, mengkaji, dan mensintesis berbagai temuan penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka secara konseptual telah sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital karena menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, fleksibilitas dalam pembelajaran, serta pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Selain itu, penerapan digitalisasi dalam pembelajaran seperti e-learning, ujian berbasis daring, perpustakaan digital, serta sistem manajemen berbasis teknologi turut mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Namun demikian, implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana prasarana, kemampuan literasi digital peserta didik yang beragam, serta keterbatasan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi guru, penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai, serta dukungan dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan penerapan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Abstract:This study aims to analyze the concepts, characteristics, principles, and dimensions of assessment in Arabic language learning, particularly in the four language skills: listening, speaking, reading, and writing. The study…
dy employed a qualitative approach using a library research design that focused on conceptual analysis of various academic literature relevant to language assessment. The data were collected through documentation techniques from books, scientific journal articles, and academic publications related to the evaluation of Arabic language learning. The data were then analyzed using content analysis to identify, classify, and synthesize various concepts related to language assessment practices. The findings reveal that assessment in Arabic language learning should be authentic, contextual, and oriented toward communicative competence, while integrating linguistic elements with language skills. In addition, assessment should be conducted based on the principles of validity, reliability, objectivity, practicality, transparency, fairness, and sustainability. The novelty of this study lies in its comprehensive explanation of the assessment dimensions across the four Arabic language skills, along with their indicators and assessment techniques. These findings provide implications for educators in designing Arabic language assessments that are more systematic, communicative, and relevant to language learning objectives.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pembelajaran di era Kurikulum Merdeka dengan fokus pada strategi pembelajaran dan implementasinya dalam praktik pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif…
ualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan, seleksi, dan analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, teori, serta temuan penelitian yang berkaitan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran, khususnya pergeseran dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Strategi utama yang diterapkan meliputi pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran berbasis proyek yang mampu meningkatkan keterlibatan, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, penggunaan asesmen formatif dan integrasi teknologi turut mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesiapan guru, keterbatasan sarana dan prasarana, serta perbedaan kondisi antar sekolah. Secara keseluruhan, transformasi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka menunjukkan potensi positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan, meskipun memerlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak agar dapat berjalan secara optimal.
Abstract:Lesson Plan (RPP) is an important component in the learning process that functions as a guide for teachers in conducting teaching and learning activities. This study aims to analyze Social Studies (IPS) lesson plans in the…
the 2013 Curriculum and the simplified lesson
plans, as well as to examine the differences, strengths, and weaknesses of both in
supporting the learning process. This research employs a descriptive qualitative approach
using a library research method and comparative analysis. Data were obtained from
official documents, books, and relevant scientific journals. The results show that the 2013
Curriculum lesson plan has complete, detailed, and systematic components, providing
structured guidance for teaching, but it tends to be complex and burdens teachers
administratively. Meanwhile, the simplified lesson plan only consists of three main
components, namely learning objectives, learning activities, and assessment, making it
more flexible, practical, and efficient. In Social Studies learning, the simplified lesson
plan is considered more relevant as it accommodates contextual and student-centered
learning. However, the effectiveness of the simplified lesson plan highly depends on
teachers’ pedagogical competence in designing and implementing learning activities.
Therefore, teachers’ skills and creativity are required to ensure that the simplified lesson
plan can optimally achieve learning objectives.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan supervisi pembelajaran di SMK Bina Budi Utama (SMK BBU) dengan fokus pada efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, mengidentifikasi kendala…
la yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta merumuskan strategi supervisi yang lebih sistematis dan relevan dengan karakteristik pendidikan kejuruan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, pengawas, dan guru-guru produktif di SMK BBU. Validitas data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber dan metode, sementara analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi pembelajaran di SMK BBU telah berjalan secara terstruktur dan memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pengajaran. Guru menunjukkan antusiasme terhadap proses supervisi dan aktif menerapkan masukan yang diberikan. Namun, beberapa kendala ditemukan, seperti terbatasnya waktu pengawas, kurangnya instrumen evaluasi baku, dan belum optimalnya proses pendampingan setelah supervisi. Strategi yang disarankan meliputi penguatan tim supervisi internal, penggunaan pendekatan kolaboratif dalam supervisi, serta penerapan evaluasi pembelajaran berbasis karakteristik pendidikan kejuruan. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa supervisi pembelajaran di SMK BBU sudah efektif, tetapi perlu ditingkatkan secara sistematis agar lebih sesuai dengan kebutuhan guru kejuruan dan tuntutan dunia industri. Supervisi yang berbasis data dan berorientasi pada pengembangan profesionalisme guru menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasional. Penelitian ini memberikan kontribusi baik secara teoretis dalam pengembangan kajian supervisi pendidikan, maupun secara praktis sebagai acuan kebijakan sekolah dalam pelaksanaan supervisi yang berkelanjutan.
Abstract:Degradasi moral dan etika sosial di kalangan peserta didik menjadi tantangan signifikan dalam pendidikan nasional saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam efektivitas integrasi nilai-nilai Pancasila…
ila dalam Kurikulum Merdeka dalam upaya penguatan etika sosial siswa. Kurikulum Merdeka, dengan pendekatannya yang fleksibel dan berpusat pada peserta didik, menawarkan ruang yang lebih luas untuk penggabungan karakter dan kompetensi dasar. Integrasi ini diharapkan dapat menjadi benteng moral bagi siswa, memungkinkan mereka menyaring pengaruh budaya luar tanpa kehilangan identitas kebangsaan, serta menumbuhkan sikap toleransi dan gotong royong. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, artikel ilmiah, buku, dan sumber teoretis relevan yang mencakup konsep Kurikulum Merdeka, nilai-nilai Pancasila, dan penguatan etika sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka menyediakan kerangka kerja yang kondusif untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara holistik ke dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan kokurikuler, seperti melalui proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Nilai-nilai seperti keadilan sosial, penghargaan terhadap keragaman, dan musyawarah telah diintegrasikan ke dalam rencana pembelajaran dan bahan ajar. Namun, efektivitas penerapan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan pembelajaran masih memerlukan penyesuaian dan kolaborasi yang lebih erat antara guru, orang tua, dan komunitas. Kesimpulannya, integrasi nilai-nilai Pancasila dalam Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar untuk membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda yang berlandaskan moral dan etika sosial yang kuat. Paradigma pendidikan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter yang relevan dengan kebutuhan zaman.