Search Articles & Publications

Showing 2720 articles found for "Meningkatkan"

PENGARUH GOOGLE EARTH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS MATERI KENAMPAKAN ALAM MELALUI MODEL CTL PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Prabowo, Moh Junaidi, Istitoah, Muhammad Naufal, Ika Dian Rahmawati
Abstract: This study aims to determine the effect of using Google Earth media through the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on the learning outcomes of social studies on natural phenomena material for fifth-grade students&#8230; ts of SDN Telang 2 in the 2026/2027 academic year. The study used a quantitative approach with the Pre-Experimental Design method and One Group Pretest-Posttest Design. The research subjects were 17 students. Data collection techniques were carried out through tests, observations, and documentation. The research instrument was a multiple-choice test given before and after treatment. Data were analyzed using descriptive statistics and paired sample t-test. The results showed that the average pretest score of 68.82 increased to 79.41 in the posttest, with an increase of 10.59 points. The results of the paired sample t-test showed a significance value (2-tailed) of 0.000 <0.05, so H₀ was rejected and H₁ was accepted. These findings indicate that the use of Google Earth media through the CTL model has a significant effect on the learning outcomes of social studies on natural phenomena material. The integration of Google Earth and CTL provides a more contextual, interactive, and meaningful learning experience, helping students understand the concept of natural features more concretely. Therefore, Google Earth, through the CTL model, can be used as an alternative media and effective learning model to improve social studies learning outcomes in elementary schools.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Google Earth melalui model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar IPS materi kenampakan alam pada siswa kelas V SDN Telang 2 Tahun Pelajaran 2026/2027. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 17 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 68,82 meningkat menjadi 79,41 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 10,59 poin. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media Google Earth melalui model CTL berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS materi kenampakan alam. Integrasi Google Earth dan CTL mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna sehingga membantu siswa memahami konsep kenampakan alam secara lebih konkret. Oleh karena itu, Google Earth melalui model CTL dapat dijadikan alternatif media dan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPS di sekolah dasar.

PENERAPAN MEDIA VIDEO YOUTUBE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TEKS CERITA LEGENDA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS 5 SD PALM KIDS PALEMBANG

Sya, Ismail Muhammad, Meliza, Nina, Febrina, Dela, Raihan, Zaki
Abstract: Fokus penelitian ini tertuju pada pemanfaatan video YouTube sebagai sarana pembelajaran Bahasa Indonesia dalam memacu pemahaman teks cerita legenda bagi peserta didik kelas V SD Palm Kids Palembang. Pendekatan kualitatif&#8230; dengan desain studi kasus diterapkan dalam investigasi ini, dengan melibatkan guru kelas V beserta 27 siswa sebagai subjek. Proses penghimpunan data dilangsungkan lewat teknik pengamatan, tanya jawab, serta penelusuran dokumen, yang kemudian dianalisis melalui fase pemangkasan data, pemaparan data, hingga perumusan simpulan. Hasil investigasi mengindikasikan bahwa lewat integrasi video YouTube, siswa memperoleh kemudahan dalam mencerna elemen-elemen intrinsik cerita legenda, seperti penokohan, latar, alur, dan amanat, sekaligus memperkuat kapasitas mereka dalam merespons pertanyaan dan mengonstruksi ulang narasi teks. Di samping itu, pengaplikasian media digital ini terbukti memicu dorongan belajar, kecermatan, dan keterlibatan dinamis peserta didik, sehingga video YouTube dinilai sangat berdaya guna untuk diadopsi sebagai perangkat instruksional yang mengakselerasi penguasaan materi narasi legenda pada ranah pendidikan dasar.

IMPLEMENTASI SUPERVISI DAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN UNTUK PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

Sari, Lusita, Syah, Ilham Febryan, Aprilia, Azzahra Rizqita, Fendrik, Muhammad, Oktaviani, Cici
Abstract: Artikel ini mengkaji implementasi supervisi dan administrasi pendidikan sebagai instrumen strategis dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Melalui pendekatan kajian literatur sistematis terhadap berbagai penelitian&#8230; ian terkini, artikel ini menelaah konsep, prinsip, teknik, dan model supervisi serta administrasi pendidikan yang relevan dengan konteks pendidikan Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi supervisi akademik dan manajerial yang dilakukan secara konsisten dan terprogram terbukti meningkatkan kompetensi profesional guru, memperbaiki kualitas proses pembelajaran, serta mendorong terciptanya budaya mutu di lingkungan sekolah. Administrasi pendidikan yang efektif mencakup pengelolaan kurikulum, tenaga pendidik, sarana prasarana, dan keuangan yang terintegrasi dengan sistem penjaminan mutu internal. Hambatan implementasi meliputi keterbatasan kompetensi supervisor, resistensi guru, dan kurangnya tindak lanjut pasca-supervisi. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kapasitas kepala sekolah sebagai supervisor, peningkatan frekuensi supervisi klinis, serta integrasi sistem informasi manajemen dalam administrasi sekolah.

PERSEPSI GURU KELAS RENDAH DAN KELAS TINGGI TERHADAP PROGRAM PPG DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGAJAR

Arjuna, Dendi, Fahira, Reva, Wahyuni, Dessi, Sitorus, Fristi Maryati Br.
Abstract: Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru&#8230; kelas rendah dan kelas tinggi terhadap program PPG dalam meningkatkan kompetensi mengajar di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara tertutup yang dilakukan terhadap dua orang guru sekolah dasar, yaitu seorang guru kelas rendah dan seorang guru kelas tinggi. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menjelaskan respons narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru memiliki persepsi positif terhadap program PPG. Program PPG dinilai mampu meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru melalui pemahaman materi pembelajaran, strategi dan model pembelajaran inovatif, serta penyusunan modul ajar sesuai Kurikulum Merdeka. Materi PPG bersifat fleksibel sehingga dapat diterapkan di kelas rendah maupun kelas tinggi, meskipun penerapannya perlu disesuaikan dengan karakteristik siswa di masing-masing jenjang. Faktor pendukung implementasi hasil PPG meliputi inovasi pembelajaran dan kreativitas guru, sedangkan faktor penghambat utamanya adalah keterbatasan fasilitas sekolah. Dengan demikian, program PPG memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas mengajar guru dan diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas di era abad ke-21.

ANALISIS TINGKAT KENDALA GURU DALAM MENGELOLA PERBEDAAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA KELAS RENDAH DAN TINGGI TERHADAP PROFESIONALITAS GURU SEKOLAH DASAR

Irmawati, Irmawati, Febriani, Dhea, Misfa, Wella Afriza, Fendrik, Muhammad, Oktaviani, Cici
Abstract: Pengelolaan perbedaan kemampuan belajar siswa merupakan salah satu tantangan yang sering dihadapi guru sekolah dasar dalam proses pembelajaran. Perbedaan kemampuan akademik, kecepatan memahami materi, motivasi belajar, serta&#8230; erta latar belakang siswa menuntut guru untuk memiliki kompetensi profesional yang baik agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kendala yang dialami guru dalam mengelola perbedaan kemampuan belajar siswa pada kelas rendah dan kelas tinggi serta pengaruhnya terhadap profesionalitas guru sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket dan wawancara kepada guru sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi berbagai kendala, seperti kesulitan dalam menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa, keterbatasan waktu dalam memberikan perhatian yang merata, kurangnya media pembelajaran yang variatif, serta tingginya jumlah siswa dalam satu kelas. Kendala tersebut cenderung lebih dirasakan pada kelas rendah karena siswa masih berada pada tahap perkembangan dasar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Meskipun demikian, profesionalitas guru terlihat dari upaya yang dilakukan dalam mengembangkan strategi pembelajaran diferensiasi, meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, serta melakukan evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat profesionalitas guru dalam menghadapi keragaman kemampuan belajar siswa di sekolah dasar.

KREDIBILITAS DATA PADA PENGGUNAAN INSTRUMEN PENGUMPULAN GOOGLE FORM DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

Maritasari, Donna Boedi, Khan, Rifki Alif, Ningsih, Hikmah Mutiara, Dwilestari, Juita
Abstract: Perkembangan teknologi digital telah mendorong penggunaan Google Form sebagai instrumen pengumpulan data dalam penelitian pendidikan, termasuk pada jenjang sekolah dasar. Namun, penggunaan instrumen digital memerlukan perhatian&#8230; rhatian terhadap kredibilitas data yang dihasilkan agar hasil penelitian tetap valid dan dapat dipercaya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kredibilitas data pada penggunaan Google Form dalam penelitian pendidikan sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka (literature review) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa Google Form memiliki berbagai keunggulan, antara lain mudah digunakan, efisien, hemat biaya, serta mampu mengolah data secara otomatis dan real-time. Meskipun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi kredibilitas data, seperti keterbatasan akses internet, kemampuan teknologi peserta didik yang masih berkembang, potensi kecurangan dalam pengisian respons, serta keterbatasan fitur pada beberapa jenis pertanyaan. Untuk meningkatkan kredibilitas data, diperlukan validasi ahli, uji validitas dan reliabilitas instrumen, triangulasi data, pelatihan pengguna, penyesuaian desain instrumen dengan karakteristik siswa sekolah dasar, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Dengan penerapan strategi tersebut, Google Form dapat menjadi instrumen pengumpulan data yang kredibel dan efektif dalam penelitian pendidikan sekolah dasar.

SIMULASI PEMBELAJARAN MEMBACA, MENULIS DAN SASTRA DI KELAS RENDAH DAN TINGGI SD/MI

Nurafni Hidayah, Putri Handayani, Putri Nurfadilla, Radia Tul Hadawia, Raodatul Janna, Musdalifah Arsyad
Abstract: Simulasi pembelajaran membaca, menulis, dan sastra pada kelas rendah dan kelas tinggi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa siswa melalui kegiatan praktik yang&#8230; terstruktur. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi siswa dalam Simulasi pembelajaran membaca, menulis, dan sastra pada kelas rendah dan kelas tinggi SD/MI dan untuk mengetahui hasil belajar siswa melalui Simulasi pembelajaran membaca, menulis, dan sastra pada kelas rendah dan kelas tinggi SD/MI. penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian tinjauan literature guna membangun dasar yang kuat dalam pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian, Simulasi pembelajaran membaca, menulis, dan sastra pada kelas rendah dan kelas tinggi dipengaruhi oleh rendahnya kemampuan membaca yang ditunjukkan oleh siswa, termasuk keterbatasan pengenalan kata, kesulitan membaca suku kata, dan keterbatasan pemahaman kalimat sederhana. Oleh karena itu penelitian ini menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca siswa secara signifikan.

IMPLEMENTASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU DALAM PENDIDIKAN KELAS

Aurellia S AZ
Abstract: Kompetensi kepribadian guru merupakan aspek fundamental dalam pendidikan dasar karena berhubungan lamgsung dengan sikap, perilaku, dan keteladanan guru dalam proses pembelajaran. Pendidikan dasar membutuhkan figur guru yang&#8230; ang memiliki kepribadian stabil, dewasa, arif, dan berwibawa agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kompetensi kepribadian guru dalam pendidikan dasar berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang terbit pada rentang tahun 2020–2026. Sumber data diperoleh melalui Google Scholar dan jurnal terindeks yang membahas kompetensi kepribadian guru, pendidikan dasar, dan karakter siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru yang mampu mengimplementasikan kompetensi kepribadian secara optimal dapat meningkatkan kedisiplinan, minat belajar, serta perilaku positif peserta didik. Temuan lain menunjukkan bahwa keteladanan guru berperan besar dalam pembentukan nilai moral dan sikap sosial siswa sekolah dasar. Implementasi kompetensi kepribadian juga dipengaruhi oleh faktor internal guru dan dukungan lingkungan sekolah. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa kompetensi kepribadian guru harus dikembangkan secara berkelanjutan melalui pelatihan dan kebijakan pendidikan yang terarah.

STRATEGI INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SD DI GAG PAPUA BARAT DAYA PERSPEKTIF MAHASISWA PMM

Anisa
Abstract: Abstract   his study aims to analyze teachers’ strategies in implementing the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach to improve the quality of learning at Southwest Papua, as well as to examine the contribution&#8230; bution of students from the Independent Student Exchange Program (PMM) in supporting the process. The research method employed is a literature review using the Publish or Perish application.The findings indicate that teachers play a crucial role in planning, implementing, and managing classrooms through contextual strategies that connect learning materials with the local environment and students’ real-life experiences. The application of CTL has been proven to enhance students’ motivation, active participation, and learning outcomes. In addition, PMM students provide practical suggestions such as the use of interactive methods including small group discussions, collective reflection, and projects based on everyday experiences.   Keywords: Teacher Strategies, Learning Quality, Elementary School.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) guna meningkatkan kualitas pembelajaran di Papua Barat Daya, serta meninjau kontribusi mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dalam mendukung proses tersebut. Metode penelitian menggunakan kajian literatur (literature review) dengan menggunakan Publish or Perish. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengelola kelas dengan strategi kontekstual yang mengaitkan materi ajar dengan lingkungan lokal dan pengalaman nyata siswa. Penerapan CTL terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, serta hasil belajar siswa. Selain itu, mahasiswa PMM memberikan saran praktis berupa penggunaan metode interaktif seperti diskusi kelompok kecil, refleksi bersama, dan proyek berbasis pengalaman sehari-hari.   Kata Kunci: Strategi Guru, Kualitas Pembelajaran, Sekolah Dasar    

PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPS DI SEKOLAH DASAR

Sania Andriani, Sri Enggar Kencana Dewi, Khasanatul Khoiriya, Rica Amelia Riski, Siti Nurjanah
Abstract: Motivasi belajar merupakan unsur penting yang sangat memengaruhi keberhasilan pendidikan, terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada jenjang ini, peserta didik berada pada fase perkembangan yang cepat dalam ranah kognitif,&#8230; , afektif, dan sosial. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), motivasi belajar memegang peran besar dalam mendorong keaktifan siswa dan membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam. Namun demikian, masih banyak siswa yang menganggap mata pelajaran IPS kurang menarik sehingga sering menurunkan minat belajar mereka. Tantangan ini menuntut guru untuk merancang pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara menyeluruh bagaimana peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator, sekaligus inspirator yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap semangat belajar siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi, studi kasus, role play, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kehidupan siswa. Pemberian apresiasi, baik secara verbal maupun simbolik, juga mampu menumbuhkan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan menyenangkan turut memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan minat belajar IPS. Guru yang dapat menjalin hubungan emosional positif dengan siswa mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mendukung aktivitas belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat menentukan dalam membangun dan mempertahankan motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan penerapan strategi pembelajaran inovatif menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar.