Search Articles & Publications

Showing 3587 articles found for "Serta"

PENINGKATAN KESEHATAN JIWA MELALUI PERAN KADER MENUJU KELURAHAN SIAGA SEHAT JIWA

Pinilih, Sambodo Sriadi, Handayani, Estrin, Shelviana, Elza, Rositasari, Evi, Aziz, Maulana
Abstract: Abstract: The problem of disability is now a global health problem. As a result of disability, problems affect the productivity and quality of health of individuals and the community. Persons with disabilities are not just… st people who have physical disabilities. People with mental disorders (ODGJ) are included in a group of people with disabilities. The stigma of Indonesian society that is still very strong regarding ODGJ is not as strong as that of other people with disabilities. This should not be allowed because it will result in a violation of dignity and value. The purpose of this activity is to establish and optimize the role of Mental Health Cadres (KKJ) in the community who are trained in the early detection of mental disorders in the community. This activity was carried out in the Magelang village in the Central Magelang subdistrict, Magelang city. With a population of 6,441 people, most of the community work in the Magelang village is working in the field of community services, government & individuals. In the 2019 Magelang sub-district has 18 patients with mental disorders. The results of the activities of the formation of mental health cadres (KKJ) in the community trained as many as 15 active cadres and are able to conduct early detection of mental disorders in the community so that the number of ODGJ of Magelang village is known to be 34 people and there are 2 people at risk of mental disorders. After knowing the number of ODGJ cadres implementing to the community one of them by providing psychological knowledge for families and communities. Keywords: disability; mental health cadres; mental disorders   Abstrak: Masalah disabilitas saat ini menjadi masalah kesehatan global. Akibat adanya masalah disabilitas mempengaruhi produktivitas dan kualitas kesehatan perseorangan maupun masyarakat. Penyandang disabilitas bukan hanya orang yang mengalami kecacatan fisik saja. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) termasuk dalam golongan penyandang disabilitas. Stigma masyarakat Indonesia yang masih sangat kuat mengenai ODGJ tidak sekuat pada penyandang disabilitas lainnya. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena akan mengakibatkan pelanggaran martabat dan nilai. Tujuan dari kegiatan ini untuk membentuk dan mengoptimalkan peran Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) di masyarakat yang terlatih dalam melakukan deteksi dini kasus gangguan jiwa di masyarakat. kegiatan ini dilakukan dengan metode pendampingan kepada kader  serta membantu para kader yang telah melakukan pelatihan tentang kesehatan jiwa. Dalam melakukan deteksi dini gangguan jiwa dimasyarakat dan pemetaan rumah penyandang disabilitas. Hasil kegiatan terbentuknya Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) di masyarakat yang terlatih sebanyak 15 kader aktif dan mampu melakukan deteksi dini gangguan jiwa dimasyarakat sehingga diketahui jumlah ODGJ kelurahan magelang sebanyak 34 orang dan resiko gangguan jiwa ada 2 orang. Setelah diketahuinya jumlah ODGJ kader melakukan implementasi ke masyarakat salah satunya dengan cara memberikan pengetahuan psikologis bagi keluarga dan masyarakat. Kata Kunci: disabilitas; gangguan jiwa; kader kesehatan jiwa

PELATIHAN APLIKASI MICROSOFT POWERPOINT BAGI GURU DAN STAF SD NEGERI 010240 PEMATANG CENGKRING KECAMATAN MEDANG DERAS

Hutahaean, Jeperson, Azhar, Zulfi, Mulyani, Neni
Abstract: Abstract: Teachers And Staff Of Elementary School 010240 Pematang Cengkring, Medang Deras Subdistrict are required to be dynamic towards the development of technology that is developing so rapidly that their students are… able to develop by using applications that are already available such as Powerpoint applications. In using the Microsoft Powerpoint application by using a sliding percentage at SD Negeri 010240 Pematang Cengkring, Medang Deras District, this is not optimal due to the lack of teachers and staff's ability to present presentations using media presentations. This is from the STMIK Royal Kisaran Community Service Team (PKM) providing training to teachers and staff as an addition to the deepening of Microsoft Powerpoint material in order to provide skills to this application. This activity is carried out by preparing material, ensuring the place and supporting facilities, explaining theories about the material by way of direct practice, making student learning media, and also this activity is carried out in the form of lectures, discussions, and questions and answers in the classroom. Keywords: computers; microsoft power points;  presentations; teachers and staff;  training     Abstrak: Guru Dan Staf SD Negeri 010240 Pematang Cengkring Kecamatan Medang Deras dituntut bersifat dinamis terhadap perkembangan teknologi yang sangat berkembang pesat agar peserta didiknya mampu berkembang dengan menggunakan aplikasi yang sudah tersedia seperti aplikasi powerpoint. Dalam penggunaan aplikasi microsoft powerpoint dengan menggunakan slide presentase di SD Negeri 010240 Pematang Cengkring Kecamatan Medang Deras  ini  belum optimal dengan kurangnya kemampuan guru dan staf dalam menyajikan presentasi dengan menggunakan media presentasi.  Hal ini dari Tim Pengabdian kepada masyarakat (PKM) STMIK Royal Kisaran memberikan pelatihan kepada guru dan staf tersebut sebagai penambahan pendalaman materi microsoft powerpoint agar memberikan skill pada aplikasi ini. Kegiatan ini  dilakukan dengan mempersiapkan materi,  memastikan tempat dan fasilitas pendukung,  menjelaskan teori tentang materi dengan cara praktek langsung, pembuatan media pembelajaran siswa dan juga kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk ceramah, diskusi serta tanya jawab di ruangan kelas. Kata kunci: guru dan staf; komputer; microsoft powerpoint; pelatihan; presentasi

PEMANFAATAN GOOGLE FORMS PADA ORGANISASI PENELITI SEBAGAI UPAYA KONTRIBUSI MENINGKATKAN MINAT RISET DI KOTA MEDAN

Sonata, Fifin, Prabowo Wiguna, Dede, Hutagalung, Juniar
Abstract: Abstract   The low number and results of researchers forms the basis of the need for programs to boost research interest for the community. One of the efforts made by utilizing the Google Forms application in the research… ch organization in creating the Science Event (LKTI). The method used is by selecting the manuscript, percentage and judging. The results of the activity decided three winners as champions 1,2 and 3 based on the results of the jury's assessment of the finalists. Participants who won were given awards in the form of trophies, certificates, and coaching money. The activity ran smoothly with the hope that in the future the interest of the community to research will increase and the research work will be better. Keyword: Google Forms; LKTI; Researchers Organization   Abstrak Rendahnya jumlah peneliti dan hasil riset menjadi dasar perlunya program untuk menggenjot minat riset bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan dengan pemanfaatan aplikasi Google Forms pada organisasi peneliti dalam membuat program Science Event (LKTI). Metode yang digunakan yaitu dengan menseleksi naskah, presentase dan penjurian. Hasil kegiatan memutuskan tiga pemenang sebagai juara 1,2 dan 3 berdasarkan hasil penilaian dewan juri kepada para finalis. Peserta yang juara diberikan penghargaan berupa trophy, sertifikat, dan uang pembinaan. Kegiatan berjalan dengan lancar dengan harapan kedepan minat masyarakat untuk meneliti semakin meningkat dan karya penelitiannya semakin baik. Kata kunci: Google Formulir; LKTI; Organisasi Peneliti  

INSTALASI SISTEM OPERASI BERBASIS WINDOWS 10 PADA SEKOLAH MAN KISARAN

Dalimunthe, Ruri Ashari, Yusda, Riki Andri, Ramdhan, William
Abstract: Abstract: Community service activities entitled "Installation of Operating Systems Based on Windows 10" aims to provide information to students from MAN Asahan about Installing Windows Operating Systems. The method used… in this activity is a direct observation of the MAN Asahan school by watching and analyzing the problems or troubleshooting that occurs at the Computer Lab at MAN Asahan. In addition, information on problems in the computer Labs of the school was also carried out by a team of lecturers as the perpetrators of this community service by way of direct interviews with the Teachers and employees who served in the Computer Lab of the MAN Asahan school. The end result of this dedication is how students can repair computers, as well as troubleshooting that occurs on school computers and computers at home, can be overcome alone without having to use computer repair services. Keywords: installation; operating system; Windows 10   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diberi judul “Instalasi Sistem Operasi Berbasis Windows 10” bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa dan siswi MAN Asahan tentang Instalasi Sistem Operasi Windows. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah observasi langsung ke sekolah MAN Asahan dengan melihat serta menganalisa permasalahan ataupun troubleshooting yang terjadi pada Laboratorium Komputer disekolah MAN Asahan. Selain itu, Informasi permasalahan pada komputer Lab sekolah juga dilakukan tim dosen selaku pelaku kegiatan pengabdian ini dengan cara wawancara langsung kepada Guru dan pegawai yang bertugas di Lab Komputer sekolah MAN Asahan. Hasil akhir dari pengabdian ini adalah bagaimana siswa dan siswi dapat memperbaiki komputer serta troubleshooting yang terjadi pada komputer sekolah maupun komputer dirumah dapat teratasi sendiri tanpa harus memakai jasa perbaikan komputer.   Kata kunci: instalasi; sistem operasi;  windows 10

PENERAPAN UU ITE DI INDONESIA SMA NEGERI 3 KISARAN

dermawan, ari, sudarmin, sudarmin, sumantri, sumantri
Abstract: Abstract : The application of the ITE Law in Indonesia must be understood by all groups, not least for students of SMA Negeri 3 Kisaran. Providing information to all students regarding the application of Law No. 11/2008… on Information and Electronic Transactions (ITE) is a must to do, because now we see many school children vulnerable to violations of the ITE Law. The Information and Electronic Transaction Law (abbreviated as ITE Law) or Law number 11 of 2008 is the law that regulates information and electronic transactions, or information technology in general. This law has jurisdiction applicable to every person who commits legal acts as regulated in this Act, both within the territory of Indonesia and outside the jurisdiction of Indonesia, which has legal consequences in the jurisdiction of Indonesia and / or outside the jurisdiction of Indonesia and harm the interests of Indonesia. Many people want article 27 paragraph 3 in Law No. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (ITE) for deletion. The reason is because article 27 paragraph 3 of the ITE Law which is commonly referred to as the rubber article is a dangerous law. Moreover, if applied by parties who do not understand about cyberspace. Keywords: Application, Law   Abstrak : Penerapan UU ITE di Indonesia harus benar-benar dipahami semua kalangan tidak terkecuali juga bagi siswa dan siswi SMA Negeri 3 Kisaran.  Memberikan informasi kepada seluruh siswa-siswi berkaitan penerapan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) merupakan hal yang harus dilaksanakan, sebab saat ini kita lihat banyak anak sekolah rentan terhadap pelanggaran UU ITE. Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (disingkat UU ITE) atau Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum. UU ini memiliki yurisdiksi yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia. Banyak kalangan menginginkan pasal 27 ayat 3 di Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) untuk dihapus. Alasannya, karena pasal 27 ayat 3 UU ITE yang biasa disebut dengan pasal karet sebagai undang-undang yang berbahaya. Terlebih lagi jika diterapkan oleh pihak-pihak yang tak paham soal dunia maya.   Kata kunci: Penerapan, Undang-Undang

PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DI SMK PEMBANGUNAN DENPASAR

Ayuningsih, Ni Putu Meina, Dwijayani, Ni Made, Ciptahadi, Ketut Gus Oka
Abstract: Abstract: The low HOTS (Higher Order Thinking Skills) students based on the results of PISA 2015 in mathematics shows the characteristics of mathematics learning are still familiar with Lower Order Thinking Skills (LOTS)… questions. Based on this, HOTS math problems need to be developed at the Vocational high school education level. The difficulty of the teacher in applying HOTS questions is due to the lack of information obtained by the teacher and the lack of sharing activities to compile HOTS questions. The purpose of this community service activity is to provide training for vocational mathematics teachers in making HOTS questions. This community service activity is in the form of training for Mathematics Teachers of Denpasar Development Vocational School and involving all teachers of mathematics subjects. The partner in this dedication activity named I Made Surya Mega Widiastha, S.Pd is one of the mathematics teachers at the Denpasar Development Vocational School. The implementation of community service activities is carried out through three stages, namely planning, implementation, and reflection. Based on the results of the questionnaire given to the partners and to the school, the results of the service have been able to run well.             Keywords: Dedication, Mathematics, Training, Hots     Abstrak: Rendahnya HOTS (Higher Order Thinking Skills) siswa berdasarkan hasil PISA 2015 dalam matematika  menunjukkan karakteristik pembelajaran matematika masih terbiasa dengan soal-soal Lower Order Thinking Skills (LOTS). Berdasarkan hal tersebut, perlu dikembangkan soal matematika HOTS di jenjang pendidikan sekolah menengah Kejuruan. Kesulitan guru dalam menerapkan soal-soal HOTS dikarenakan kurangnya informasi yang diperoleh guru serta minimnya kegiatan sharing untuk menyusun soal HOTS. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pelatihan bagi guru matematika SMK dalam membuat soal-soal HOTS. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan kepada guru matematika SMK Pembangunan Denpasar dan melibatkan semua guru mata pelajaran matematika. Mitra pada kegiatan pengabdian ini bernama I Made Surya Mega Widiastha, S.Pd merupakan salah satu guru matematika di SMK Pembangunan Denpasar. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, implementasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil kuisioner yang diberikan kepada pihak mitra maupun ke pihak sekolah diperoleh hasil pengabdian sudah dapat berjalan dengan baik.   Kata kunci: Pengabdian, Matematika, Pelatihan, Hots

PELATIHAN PENERAPAN SIMULAH 1.0 BERBASIS WEB BAGI GURU SMK NEGERI 1 KISARAN

Handoko, Wiwin, Iqbal, Muhammad, Efendi, Zulfan
Abstract: Abstract: the Daily Exam is an Assessment to carried out each time for this learning. The Implementation of Daily exam in SMK is still done manually and used the question and answer papers, so that the process couldn’t… �™t be received and not efficient for this time, as the procedure of the students' exams. This way, that was very difficult for teachers. The program of  SIMULAH 1.0 is a web-based information system that we used to manage the exam. Management includes the question management for a teacher, subject, and assessment. This training was conducted to help teachers of SMK Negeri 1 Kisaran to implement this program and more efficient as the daily exam by using the information system.             Keywords: daily exam; training; simulah 1.0    Abstrak: Ulangan Harian adalah Penilaian yang dilakukan setiap menyelesaikan satu muatan pembelajaran. Pelaksanaan Ulangan Harian di SMK Negeri 1 kisaran masih dilakukan dilakukan secara manual menggunakan kertas soal dan jawaban sehingga dalam proses pelaksanaannya belum efisien baik dalam waktu maupun pemeriksaan hasil ujian peserta didik tersebut. Hal ini tentunya sangat menyulitkan bagi guru. SIMULAH 1.0 merupakan sistem informasi berbasis web yang digunakan mengelola ujian tersebut. Pengelolaannya meliputi manajemen soal, guru, mata pelajaran dan penilaian. Pelatihan ini dilakukan untuk membantu guru SMK Negeri 1 Kisaran dalam pelaksanaan ujian ulangan harian yang lebih efisien dengan memanfaatkan sebuah sistem informasi. Kata kunci: ulangan harian; pelatihan; simulah 1.0

TEKNIK CEPAT BELAJAR DESAIN POSTER MENGGUNAKAN ADOBE PHOTOSHOP PADA SMANEGERI 5 TANJUNGBALAI

Nata, Andri, Syafwan, Havid, Helmiah, Fauriatun, Wati, Nur
Abstract: Abstract: Community Service Activities are carried out in the form of a day training for students in designing posters using Adobe Photoshop software as a way to add and develop the abilities and creativity of students in… n SMA Negeri 5 Tanjungbalai. The target in this activity is the students of SMA Negeri 5 Tanjungbalai, amounting to approximately 18 people. This dedication activity is carried out using lecture, demonstration, and practice methods accompanied by questions and answers. The lecture method is used to explain the introductory concept of the introduction of Adobe Photoshop software as one of the media in processing images. The demonstration method is used to show a work process that is the stages of introducing tools in Adobe Photoshop software and knowing each of its functions, while the training method is to practice directly how to design posters in the application. While the question and answer method is to give participants the opportunity to consult to overcome obstacles in understanding the material that has been obtained. The final results of this activity are expected to add insight to students in designing posters as a way to present or convey information.   Keywords: Adobe Photoshop Software, Poster Design, Information Technology,     Abstrak:Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan sehari bagi siswa-siswi dalam mendesain poster menggunakan software adobe Photoshopsebagai salah satu cara untuk menambah dan mengembangkan kemampuan dan kreatifitas siswa-siswi di SMA Negeri 5 Tanjungbalai.Sasaran dalam kegiatan ini adalah parasiswa-siswi SMA Negeri 5 Tanjungbalai yang berjumlah lebih kurang 18 orang.Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metodeceramah, demonstrasi, dan latihan yang disertai tanya jawab. Metodeceramah digunakan untuk menjelaskan konsep pengantar dari pengenalan software adobe Photoshopsebagai salah satu media dalam mengolah gambar. Metode demonstrasidipakai untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahap-tahapmengenalan tool-tool yang ada pada software adobe Photoshopdan mengetahui masing-masing fungsinya, sedangkanmetode latihan untuk mempraktikkan langsung cara mendesain poster pada aplikasi tersebut. Sementara metode tanya jawab untukmemberi kesempatan para peserta dalam berkonsultasi untuk mengatasi kendaladalam memahami materi yang sudah didapat.Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan dapatmenambah wawasanbagi para siswa dalam mendesain poster sebagai salah satu cara dalam menyajikan atau menyampaikan informasi.   Kata kunci: Desain Poster, Software Adobe Photoshop,  Teknologi Informasi,

PELATIHAN PENYUSUNAN PTK BAGI GURU SD DI KECAMATAN SECANG

Fidian, Athia, Bintang Aji Pradana, Agrissto
Abstract: Abstract:The 2009 Permenpan-RB on Sustainable Professional Development is not only aimed at PNS teachers but teachers in general. Members of the GTT-PTT Honorary Staff Forum at Secang District have a strong desire to be… able to arrange the classroom action research (CAR). However, this desire is constrained by the limited opportunities given to them attending CAR training. Most of them do not have enough knowledge about CAR preparation. In addition to being unfamiliar with research methods, they also lack knowledge of how to plan and compile their reports. Seeing this problem, this dedication activity became a concrete effort to help teachers, especially members of the Secang GTT-PTT Honorary Forum at Secang District, to provide training and mentoring for the preparation of CAR increasing the knowledge about CAR development. This community service was carried out within 4 months. This activity was attended by 25 participants. The method of activities carried out to resolve partner problems was through training and mentoring divided into 5 meetings at the SDN 2 Secang hall. Material presented at the first meeting were: (1) PTK concept; (2) preparation of background, problem identification and formulation of topics and problems; (3) looking for sources of reference related to the topic, as well as the design of the CAR implementation; (4) preparation of results and discussion; and (5) finalization of the report.        Keywords:Community Services, Training, Action Research    Abstrak: Permenpan-RB Tahun 2009 tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) tidak hanya ditujukan kepada guru PNS saja namun guru secara umum. Anggota Forum Tenaga Honorer GTT-PTT Kecamatan Secang memiliki keinginan yang kuat untuk mampu menyusun PTK. Namun, keinginan tersebut terkendala dengan terbatasnya kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk mengikuti pelatihan PTK. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penyusunan PTK. Selain awam dengan metode penelitian, mereka juga tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana merencanakan dan menyusun laporannya. Melihat masalah tersebut, kegiatan pengabdian ini menjadi upaya konkret dalam membantu guru terutama anggota Forum Tenaga Honorer GTT-PTT Kecamatan Secang untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penyusunan PTK dalam meningkatkan pengetahuan tentang penyusunan PTK. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam waktu 4 bulan. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta. Metode kegiatan yang dilaksanakan guna menyelesaikan permasalahanmitra adalah dengan pelatihan dan pendampingan yang dibagi menjadi 5 pertemuan bertempat di aula SDN 2 Secang. Materi yang disampaikan dalam pertemuan pertama adalah: (1) konsep PTK; (2) penyusunan latar belakang, identifikasi masalah serta perumusan topik dan masalah; (3) mencari sumber rujukan terkait topik, serta desain pelaksanaan PTK; (4) penyusunan hasil dan pembahasan; dan (5) finalisasi laporan.   Kata kunci : Pengabdian Masyarakat, Pelatihan, Ptk

PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA BEKAS DI PAUD AR RAHMAN

Sari, Putri Lidiana Permata, Saragih, Sri Rahmah Dewi, Ansi, Rahma Yunita, Rahayu, Sri
Abstract: Abstract: The using of media in learning is very important to increase the mutualism of education as making a secondhand media from carton that was conducted in PAUD Ar Rahman. The training was conducted to increase the… teacher’s understanding and teacher’s skill in developing their professionalism especially in designing a learning media from a secondhand like carton. The first activity that was conducted is observation by using interview technique to the teachers. Then it was continued by training activity. This activity is like a workshop that was started from presentation about the theory of arrangement a learning media from a secondhand material, accompaniment to all teachers in designing and developing learning media from a secondhand material. At the end of this activity, there was 70% participant that able to develop a learning media from a secondhand material individually. Keywords: Media, Secondhand, Teacher of PAUD Abstrak: Penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan dalam kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan seperti pembuatan media bekas yang dilakukan di PAUD Ar Rahman. Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para guru dalm mengembangkan profsionalisme khususnya dalam pendesainan/ pengembangan media pembelajaran dari barang bekas berupa karton. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah observasi dengan menggunakan teknik wawancara terhadap para guru. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan. Kegiatan ini berbentuk workshop dimulai dari presentasi tentang teori penyusunan media pembelajaran dari barang bekas, pendampingan terhadap guru dalam perancangan dan pendampingan bagi guru dalam pengembangan media pembelajaran dari barang bekas. Pada akhir kegiatan sebanyak 70% peserta yang dapat mengembangkan media pembelajaran dari barang bekas secara mandiri. Kata kunci: Media, Barang, Bekas, Guru PAUD