Abstract:Kain perca merupakan limbah tekstil dari proses produksi pakaian yang sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengelolaan kain perca menjadi produk kerajinan tangan berupa…
rupa scrunchie, bros, dan keset. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahapan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kain perca tidak hanya mampu mengurangi limbah tekstil tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi dan estetika melalui produk kerajinan. Produk scrunchie dan bros memiliki nilai jual tinggi karena aspek fungsional dan estetis, sementara keset lebih menonjolkan aspek kebermanfaatan dan efisiensi bahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan kain perca berpotensi dikembangkan dalam skala UMKM.
Abstract:Penelitian dibuat untuk membantu dan mengupayakan agar bisa setiap harinya terutama pada hari jumat agar dapat berbuat beramal karena banyak manfaat beramal untuk dunia dan akhiratnya. Metode yang digunakan menggunakan metode…
etode kualitatif dengan pengabdian, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyampaikan kegiatan sedekah yang dilakukan secara rutin setiap 2 minggu sekali dilakukan penyaluran pada hari jumat. Kegiatan penyaluran sedekah ini disebut dengan kegiatan beramal berkah yang dimana diharapkan bahwasannya sedekah sebagai amalan atau beramal yang dilakukan secara rutin dan untuk kegiatan beramal ini diharapkan menjadi keberkahan untuk didunia dan akhirat. Sedekah beramal berkah ini adalah kegiatan melakukan penyumbangan berupa uang, sembako atau hal yang bisa berkenan untuk membantu. Penyaluran beramal berkah ini disalurkan diberbeda-beda tempat seperti panti asuhan, pondok pesantren, pembangunan masjid, orang yang membutuhkan dan yang lainnya. Pada penelitian ini dilakukan penyaluran beramal berkah di salah satu panti asuhan ayah bunda Palangkaraya Kalimantan Tengah.
Abstract:Perkembangan e-commerce di era digital telah membawa perubahan signifikan pada berbagai sektor industri, terutama pada industri jasa transportasi dan logistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perkembangan…
gan e-commerce terhadap operasional dan model bisnis industri jasa transportasi dan logistik. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa perkembangan e-commerce mendorong peningkatan permintaan layanan pengiriman barang yang cepat dan efisien, mendorong transformasi digital dalam proses logistik, serta memperkenalkan model bisnis baru dalam transportasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan regulasi yang belum sepenuhnya mendukung masih menjadi hambatan utama. Artikel ini memberikan rekomendasi bagi pelaku industri untuk mengadopsi teknologi digital guna tetap bersaing di pasar global yang semakin berkembang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja pelayanan publik di Kelurahan Tenilo Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo berdasarkan indikator Kebijakan Pelayanan, Profesionalisme Sumber Daya Manusia,…
Sarana dan Prasarana, Sistem Informasi Pelayanan Publik, Konsultasi dan Pengaduan, serta Inovasi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan publik di Kelurahan Tenilo Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo secara umum telah berjalan dengan cukup baik. Pada aspek Kebijakan Pelayanan, pelayanan telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku. Profesionalisme SDM menunjukkan bahwa aparatur memiliki sikap ramah, responsif, serta mampu memberikan pelayanan sesuai tugas dan fungsinya, meskipun pengembangan kompetensi masih perlu ditingkatkan. Pada aspek Sarana dan Prasarana, fasilitas pendukung pelayanan masih belum memadai sehingga memerlukan perhatian pemerintah. Sistem Informasi Pelayanan Publik telah memanfaatkan media informasi dan teknologi, namun implementasinya belum optimal. Konsultasi dan Pengaduan telah berjalan dengan baik melalui mekanisme penyampaian aspirasi dan penyelesaian keluhan masyarakat. Sementara itu, pada aspek Inovasi, Kelurahan Tenilo telah melakukan berbagai upaya pengembangan pelayanan, namun inovasi yang diterapkan masih perlu ditingkatkan melalui optimalisasi teknologi informasi dan penyediaan sarana pendukung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja pelayanan publik di Kelurahan Tenilo Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo telah terlaksana dengan cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan terutama pada aspek sarana dan prasarana, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengembangan kompetensi aparatur agar pelayanan publik dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan memberikan kepuasan yang lebih tinggi kepada masyarakat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan manajemen sarana dan prasarana, proses pencapaian Akreditasi A, serta penerapan manajemen sarana dan prasarana di SMAN 8 Luwu Utara. Jenis penelitian yang digunakan oleh…
leh peneliti adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan manajemen sarana dan prasarana di SMAN 8 Luwu Utara telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan dan skala prioritas, sedangkan pengadaan disesuaikan dengan kemampuan anggaran sekolah dan kebutuhan pembelajaran. Seluruh sarana dan prasarana dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses pembelajaran serta dipelihara dan diawasi secara berkala agar tetap memenuhi standar yang dipersyaratkan. Proses pencapaian Akreditasi A dilakukan melalui pembentukan tim akreditasi, penyusunan dokumen administrasi dan bukti fisik, pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, evaluasi berkala, serta kerja sama seluruh warga sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan anggaran dan kebutuhan peningkatan beberapa fasilitas, sekolah mampu mengatasinya melalui penetapan skala prioritas, kerja sama seluruh warga sekolah, dan evaluasi berkelanjutan. Penerapan manajemen sarana dan prasarana melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik sehingga tercipta pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, manajemen sarana dan prasarana yang efektif memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan SMAN 8 Luwu Utara dalam mempertahankan Akreditasi A dan meningkatkan mutu pendidikan.
Abstract:Abstract This study aims to analyze the implementation of the Integrated Licensing Service Information System (SIPINTER) at the Investment and One-Stop Integrated Services Office (DPMPTSP) of Tangerang Regency. The research…
earch is grounded in issues of low institutional responsiveness in following up on complaints, mismatches between actual service completion time and the Standard Operating Procedure (SOP), and uneven public socialization of the system. This study employs a descriptive method with a qualitative approach, using 3-dimensional e-government success model, namely Support, Capacity, and Value, as the analytical framework. Data were collected through field observation, regulatory documentation review, and in-depth interviews. The findings indicate that the Support dimension is backed by strong political will, allocated funding, and multi-channel socialization that has driven growth in registered users, though technical assistance responsiveness outside office hours remains weak. The Capacity dimension shows adequate human resources and staff competence, but the technological infrastructure remains prone to disruptions such as OTP delivery failures and server downtime. The Value dimension has produced tangible benefits in efficiency and service transparency, yet this value is undermined by document processing delays exceeding SOP standards, driven by a "digital red tape" practice among internal verification officers. This study recommends strengthening online technical support and adopting contingency resource mechanisms to improve service.
Keywords: SIPINTER, e-government, licensing service, DPMPTSP, Support-Capacity-Value model
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu (SIPINTER) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang. Latar belakang penelitian ini didasari oleh masih rendahnya responsivitas instansi dalam menindaklanjuti laporan, ketidaksesuaian durasi penyelesaian layanan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta sosialisasi yang belum merata kepada masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan analisis berlandaskan model keberhasilan e-government tiga dimensi yaitu Support, Capacity, dan Value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Support telah didukung oleh political will yang kuat, alokasi anggaran, dan sosialisasi multikanal yang mendorong pertumbuhan pengguna terdaftar, namun masih lemah dalam responsivitas bantuan teknis di luar jam kerja. Dimensi Capacity menunjukkan kecukupan sumber daya manusia dan kompetensi petugas, tetapi infrastruktur masih rentan mengalami gangguan teknis seperti kegagalan pengiriman OTP dan server down. Dimensi Value menghasilkan manfaat nyata berupa efisiensi dan transparansi pelayanan, namun nilainya terdegradasi akibat keterlambatan penyelesaian dokumen yang melampaui SOP, yang dipicu oleh praktik birokrasi digital (digital red tape) di tingkat verifikator internal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan teknis daring serta penerapan mekanisme kontingensi sumber daya untuk meningkatkan layanan.
Kata Kunci: SIPINTER, e-government, pelayanan perizinan, DPMPTSP, model Support-Capacity-Value
Abstract:Pengembangan desa wisata telah menjadi prioritas penting pemerintah Indonesia untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah melalui bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, wilayah pedesaan kerap menghadapi hambatan struktural…
ktural seperti keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dan cara pengelolaan yang masih tradisional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana gaya kepemimpinan transformasional Sandiaga Uno berpengaruh dalam menyusun kebijakan kreatif, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi kondisi perekonomian di desa. Penelitian ini menggunakan landasan Teori Kepemimpinan Transformasional yang dikemukakan oleh Bass dan Avolio (1994). Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumenter (documentary analysis) dengan menghimpun informasi dari berbagai sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku, kebijakan resmi, serta data sekunder yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model kepemimpinan transformasional, Sandiaga Uno berhasil mempromosikan wisata desa secara luas, membuka peluang usaha baru untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja lokal, serta memperkuat sistem ekonomi kreatif di pedesaan. Kesimpulannya, kepemimpinan yang mampu beradaptasi, kreatif, dan kolaboratif menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan desa wisata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.
Abstract:This study aims to examine the effect of implementing the Sam'iyah Syafawiyah method based on a communicative approach on students' self-confidence in speaking Arabic through a library research approach. The study employs…
s a qualitative method with a systematic literature review, analyzing and synthesizing scientific sources including books, international and national journals, articles, proceedings, and relevant research findings. Data sources were obtained from scientific databases such as Google Scholar, JSTOR, ScienceDirect, ERIC, and national digital repositories. The findings consistently demonstrate that the Sam'iyah Syafawiyah method integrated with the communicative approach has a positive and significant influence on students' self-confidence in speaking Arabic. This effect operates through four main mechanisms: (1) repetitive drilling builds mastery experience; (2) native speaker audio models provide vicarious experience; (3) the communicative approach reduces affective filters; and (4) intensive practice promotes automaticity in Arabic speech production. This study concludes that the integration of both methods constitutes an effective and recommended pedagogical strategy for improving self-confidence in Arabic speaking.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan metode Sam'iyah Syafawiyah berbasis pendekatan komunikatif terhadap kepercayaan diri peserta didik dalam berbicara bahasa Arab melalui pendekatan library research (studi kepustakaan). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan kajian literatur sistematis, yakni menganalisis dan mensintesis berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal nasional dan internasional, artikel, prosiding, dan hasil penelitian yang relevan. Sumber data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah seperti Google Scholar, JSTOR, ScienceDirect, ERIC, dan repositori digital nasional. Hasil kajian secara konsisten menunjukkan bahwa metode Sam'iyah Syafawiyah yang diintegrasikan dengan pendekatan komunikatif memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan diri peserta didik dalam berbicara bahasa Arab. Pengaruh ini bekerja melalui empat mekanisme utama: (1) latihan drill berulang membangun mastery experience; (2) model audio native speaker memberikan vicarious experience; (3) pendekatan komunikatif menurunkan filter afektif; dan (4) latihan intensif mendorong otomatisasi produksi ujaran bahasa Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kedua metode tersebut merupakan strategi pedagogis yang efektif dan direkomendasikan untuk meningkatkan kepercayaan diri berbicara bahasa Arab.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebijakan alokasi dana desa diterapkan di Desa Kasia Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara. Fokus utama penelitian ini adalah (1) penerapan kebijakan alokasi…
okasi dana desa ADD di Desa Kasia Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara, dan (2) faktor-faktor yang memengaruhi penerapan kebijakan alokasi dana desa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, laporan, dan pertanggung jawaban di desa Kasia, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, berjalan dengan baik. Namun, masih ada beberapa hambatan dalam proses pelaksanaan yang belum optimal. Hasil penelitian mengenai pelaksanaan kebijakan Alokasi Dana Desa melihat aspek seperti komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi pemerintah desa yang telah melakukan yang terbaik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan administrasi yang diberikan oleh kantor Desa Limbatihu, Kecamatan Paguyaman Pantai. Secara lebih rinci, penelitian…
ini ingin memahami bagaimana masyarakat menilai pelayanan yang mereka terima, baik dari segi persyaratan, sistem & prosedur, waktu penyelesaian, biaya/tarif, produk spesifikasi pelayanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, Sarana dan prasarana, Penaganan pengaduan & saran. Subfokus utama penelitian ini meliputi 9 unsur peraturan Menteri PANRB Nomor 14 Tahun 2017. Unsur-unsur tersebut meliputi: (1) Persyaratan pelayanan, (2) Prosedur pelayanan, (3) Waktu pelayanan, (4) Biaya atau tarif pelayanan, (5) Produk pelayanan, (6) Kompetensi pelaksana, (7) Perilaku pelaksana, (8) Penanganan pengaduan, saran, dan masukan, (9) Sarana dan prasarana. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara keseluruhan, pelayanan administrasi di Kantor Desa Limbatihu sudah berjalan sangat baik dan memuaskan masyarakat, terlihat dari persyaratan, prosedur, serta waktu pelayanan yang sederhana, jelas, dan tepat waktu; biaya yang transparan serta tidak memberatkan; hasil pelayanan yang lengkap, sah, dan terjamin mutunya; aparatur yang berkompeten; sarana prasarana yang memadai; serta penanganan pengaduan yang terbuka dan tepat. Meski demikian, masih terdapat kekurangan berupa permintaan berkas yang berulang, alur pelayanan yang kadang berputar-putar, keterlambatan tanpa pemberitahuan, serta sikap sebagian petugas yang kurang ramah, yang perlu diperbaiki agar pelayanan menjadi semakin efisien dan sempurna.