Abstract:Abstract: In the business world, supplier selection plays a crucial role in ensuring smooth company operations. Suppliers are responsible for providing raw materials with consistent quality, timely delivery, and competitive…
ive prices. The supplier selection process requires evaluation based on various criteria such as product quality, availability, packaging, price, and warranty. Currently, SNM Store places orders by contacting suppliers one by one via telephone to inquire about item availability. This method is time-consuming and may lead to delays in fulfilling item requirements. To address this issue, a Decision Support System (DSS) is needed to assist in efficiently determining the best supplier. One method that can be used in this system is MOORA (Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis). MOORA is known to be effective in handling multi-criteria decision-making by simultaneously optimizing multiple objectives. This method also reduces subjectivity by assigning weights to each criterion and uses simple and fast calculations to evaluate the available alternatives. The objectives of this research are to identify the key criteria in supplier selection, apply the MOORA method in an efficient and user-friendly evaluation and selection process, and improve the operational efficiency of SNM Store in procurement so that item availability can be ensured in a timely manner.
Keywords: decision support system ; MOORA; supplier
Abstrak: Dalam dunia bisnis, pemilihan supplier memegang peranan penting dalam memastikan kelancaran operasional perusahaan. Supplier bertanggung jawab menyediakan bahan baku dengan kualitas konsisten, pengiriman tepat waktu, dan harga kompetitif. Proses seleksi supplier memerlukan evaluasi terhadap berbagai kriteria seperti kualitas produk, ketersediaan, pengemasan, harga, dan garansi. Toko SNM saat ini melakukan pemesanan dengan menghubungi supplier satu per satu melalui telepon untuk menanyakan ketersediaan barang. Metode ini memakan waktu dan dapat menyebabkan keterlambatan dalam pemenuhan kebutuhan barang. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan sistem pendukung keputusan (Decision Support System) yang dapat membantu dalam menentukan supplier terbaik secara efisien. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam sistem ini adalah MOORA (Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis). MOORA dikenal efektif dalam menangani keputusan multi-kriteria dengan mengoptimalkan berbagai tujuan secara bersamaan. Metode ini juga mengurangi subjektivitas melalui pemberian bobot pada tiap kriteria dan menggunakan perhitungan yang sederhana serta cepat dalam mengevaluasi alternatif yang tersedia. adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kriteria-kriteria penting dalam pemilihan supplier, menerapkan metode MOORA dalam proses evaluasi dan seleksi yang efisien dan mudah digunakan, serta meningkatkan efisiensi operasional Toko SNM dalam hal pengadaan barang agar ketersediaan barang dapat terjamin tepat waktu.
Kata kunci: MOORA; sistem penunjang keputusan; supplier;
Abstract:Abstract: This study aims to develop a Deep Learning-based Traffic Flow Detector to automatically and accurately observe traffic flow. Conventional traffic observation is often conducted manually or via CCTV, but it is prone…
rone to human error and difficult to use for real-time trend analysis. In this study, the YOLOv4 method is used to detect four types of vehicles (cars, motorcycles, buses, trucks). To continuously track vehicle movement and address occlusion issues, the Deep SORT algorithm is implemented. The YOLOv4 model used is a pre-trained model and was tested on seven CCTV video recordings obtained from the official website of the Pekanbaru City Transportation Department. The system was implemented on a limited device, the Nvidia Jetson Nano, as a simulation of direct CCTV integration. Test results showed a highest precision of 98%, but the maximum accuracy achieved was only 26%. This low accuracy is influenced by several factors, including video resolution, detection model quality, and lighting conditions. Nevertheless, the system demonstrates potential to support future traffic management and engineering decisions but still requires further optimization, including improving video resolution and quality, retraining the model with a more representative local dataset, using lighter and more accurate detection models, and optimizing the tracking algorithm.
Keywords: deep learning; deepsort; NVIDIA Jetson NANO; traffic flow; YOLOv4
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan Traffic Flow Detector berbasis Deep Learning untuk mengobservasi arus lalu lintas secara otomatis dan akurat. Observasi lalu lintas konvensional sering dilakukan secara manual atau melalui CCTV, namun rentan terhadap human error dan sulit digunakan untuk menganalisis tren secara real-time. Pada penelitian ini digunakan metode YOLOv4 untuk mendeteksi empat jenis kendaraan (mobil, motor, bus, truk). Untuk melacak pergerakan kendaraan secara berkelanjutan dan mengatasi masalah occlusion, digunakan algoritma Deep SORT. Model YOLOv4 yang digunakan merupakan pre-trained model dan diujikan pada tujuh rekaman video CCTV yang diambil dari situs resmi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru. Sistem ini diimplementasikan pada perangkat terbatas Nvidia Jetson Nano sebagai simulasi penerapan langsung pada CCTV. Hasil pengujian menunjukkan presisi tertinggi mencapai 98%, namun akurasi tertingginya hanya sebesar 26%. Rendahnya akurasi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti resolusi video, kualitas model deteksi, serta kondisi pencahayaan. Meski demikian, sistem ini menunjukkan potensi untuk membantu pengambilan keputusan dalam manajemen dan rekayasa lalu lintas di masa depan, namun masih membutuhkan optimasi lebih lanjut, seperti peningkatan kualitas video input, pelatihan ulang model dengan dataset lokal, penggunaan model deteksi yang lebih ringan dan akurat serta pengoptimalan algoritma pelacakan.
Kata kunci: deep learning deepsort; Nvidia Jetson Nano; traffic flow; YOLOv4
Abstract:Abstract: Information Technology has impacted various sectors, including education. Learning Management Systems (LMS) are designed to facilitate lecturers and students in accessing academic activities such as online learning.…
ning. This study aims to analyze the effectiveness of Learning Management Systems (LMS) among higher education institutions in Indonesia. This analysis is crucial for assessing the effectiveness of LMS use by universities in Indonesia, enabling investments in LMS to yield optimal results. The study employed the D&M IS Success Model and PLS-SEM to evaluate the relationships between various variables, including system, information, service quality, user satisfaction, and benefits. Simple random sampling was used to collect data from 170 universities in Indonesia. This study employed PLS-SEM to investigate the observed variables, including validity and reliability testing, which involves assessing reliability, convergent validity, and discriminant validity. This current study found that all the hypotheses were accepted with p-values below 0,05. These findings contribute to universities paying attention to aspects of system, information, and service quality in Learning Management Systems (LMS) to improve user satisfaction and create a positive perception of benefits. Therefore, this research yields significant results that contribute to higher education in Indonesia, as well as the advancement of knowledge in management information systems.
Keywords: delone and mclean; information system success; LMS; SEM-PLS.
Abstrak: Teknologi Informasi telah memengaruhi berbagai sektor, termasuk pendidikan. Learning Management System (LMS) dirancang untuk memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam mengakses kegiatan akademik seperti pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Learning Management System (LMS) di perguruan tinggi di Indonesia. Analisis ini penting untuk menilai sejauh mana efektivitas penggunaan LMS oleh universitas-universitas di Indonesia, sehingga investasi dalam LMS dapat mem-berika n hasil yang optimal.Penelitian ini menggunakan model D&M IS Success Model dan metode PLS-SEM untuk mengevaluasi hubungan antara berbagai variabel, termasuk kuali-tas sistem, informasi, layanan, kepuasan pengguna, dan manfaat. Teknik simple random sampling digunakan untuk mengumpulkan data dari 170 perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan PLS-SEM untuk mengkaji variabel-variabel yang diamati, ter-masuk pengujian validitas dan reliabilitas, yang mencakup penilaian reliabilitas, validitas konvergen, dan validitas diskriminan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua hipotesis diterima dengan nilai p di bawah 0,05. Temuan ini mendorong universitas untuk memberikan perhatian pada aspek kualitas sistem, informasi, dan layanan dalam penggunaan LMS guna meningkatkan kepuasan pengguna dan menciptakan persepsi posi-tif terhadap manfaatnya. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan hasil yang signifikan bagi perguruan tinggi di Indonesia serta turut berkontribusi dalam pengembangan ilmu di bidang sistem informasi manajemen.
Kata kunci: delone and mclean; kesuksesan sistem informasi; LMS; SEM-PLS
Abstract:Abstract: Face recognition based on deep learning has become an important technology in many areas. However, these systems often face challenges in real-world conditions, such as when the face is partially covered by accessories…
essories such as masks or glasses. This study aims to evaluate the effect of data augmentation by adding facial accessories (masks, glasses, and a combination of both) and geometric augmentation on the accuracy of face recognition systems. There are three types of datasets used in this method: the original dataset (category 1), the dataset with facial accessories augmentation (category 2), and the dataset with geometric augmentation (category 3). Data augmentation was performed on the training dataset to increase diversity, followed by the face detection process using SCRFD and feature extraction with ArcFace. The model was then trained using Multi-Layer Perceptron (MLP). Based on the results, adding face accessories (category 2) made the model a lot more accurate, hitting 99% accuracy. In category 3, adding geometric features improved accuracy to 91%. Other evaluation metrics, such as precision, recall, and F1-score, also showed improvement after augmentation. This study concludes that facial accessories augmentation is more effective in improving the accuracy and robustness of face recognition models compared to geometric augmentation.
Keywords: augmentation; deep learning; face recognition; glasses.
Abstrak: Pengenalan wajah berbasis deep learning telah menjadi salah satu teknologi penting dalam berbagai aplikasi. Namun, sistem ini sering kali menghadapi tantangan dalam kondisi dunia nyata, seperti saat wajah tertutup sebagian oleh aksesori seperti masker atau kacamata. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh augmentasi data dengan menambahkan aksesori wajah (masker, kacamata, dan kombinasi keduanya) serta augmentasi geometris terhadap akurasi sistem pengenalan wajah. Metode yang digunakan melibatkan tiga kategori dataset: dataset asli tanpa augmentasi (kategori 1), dataset dengan augmentasi aksesoris wajah (kategori 2), dan dataset dengan augmentasi geometris (kategori 3). Augmentasi data dilakukan pada dataset pelatihan untuk meningkatkan keberagaman, diikuti dengan proses deteksi wajah menggunakan SCRFD dan ekstraksi fitur dengan ArcFace. Model kemudian dilatih menggunakan Multi-Layer Perceptron (MLP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa augmentasi aksesoris wajah (kategori 2) memberikan peningkatan signifikan pada akurasi model, mencapai 99%, sedangkan kategori 3 dengan augmentasi geometris mencapai akurasi 91%. Metrik evaluasi lainnya, seperti precision, recall, dan F1-score, juga menunjukkan peningkatan setelah augmentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa augmentasi aksesoris wajah lebih efektif dalam meningkatkan akurasi dan ketahanan model pengenalan wajah dibandingkan dengan augmentasi geometris.
Kata kunci: augmentasi; deep learning; kacamata; pengenalan wajah.
Abstract:Abstract: Mosques are places of jamaah and centers of social and economic activity for Muslims. Still, in the process of managing their activities, DKM administrators often face challenges related to efficiency, integration,…
ion, and transparency of information. This research aims to develop a web-based Mosque Management Information System (SIMMAS) that integrates the management of ZISWAF (zakat, infaq, sadaqah, waqf), qurban, inventory, activity information, and digital payments via QRIS. Using the Rapid Application Development (RAD) method, the system was designed to be developed quickly and in alignment with user needs. The evaluation was conducted using the Customer Satisfaction Index (CSI) approach, involving 60 respondents comprising mosque administrators and congregants. The results show that all SIMMAS services received CSI scores above 85%, indicating a high level of user satisfaction, particularly with the religious lecture scheduling feature. Nevertheless, there remains room for improvement, especially in the responsiveness and empathy aspects of financial and inventory services. This research is expected to serve as a foundation for the continued development of SIMMAS to become more effective, efficient, and digitally integrated in mosque management.
Keywords: user satisfaction; mosque information system; CSI; SIMMAS; ZISWAF
Abstrak: Masjid merupakan tempat ibadah, pusat aktivitas sosial dan ekonomi umat Islam, namun dalam proses pengelolaan kegiatannya, pengurus dkm kerap menghadapi tantangan terkait efisiensi, integrasi, dan transparansi informasi Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Masjid (SIMMAS) berbasis web yang mengintegrasikan pengelolaan ZISWAF, qurban, inventaris barang, informasi kegiatan, serta pembayaran digital melalui QRIS. Dengan menerapkan metode Rapid Application Development (RAD), sistem ini dirancang agar dapat dikembangkan secara cepat dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan Customer Satisfaction Index (CSI), yang melibatkan 60 responden dari kalangan pengurus dan jamaah masjid. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh layanan SIMMAS memperoleh nilai CSI di atas 85%, mencerminkan tingkat kepuasan yang tinggi, khususnya pada fitur jadwal kajian. Meski demikian, masih terdapat ruang untuk perbaikan, terutama pada aspek responsivitas dan empati dalam layanan keuangan dan pengelolaan inventaris. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan berkelanjutan SIMMAS dalam mendukung tata kelola masjid yang lebih efektif, efisien, dan berbasis digital.
Kata Kunci: kepuasan pengguna; sistem informasi masjid; CSI; SIMMAS; ZISWAF
Abstract:Abstract: The utilization of Information Technology (IT) in higher education institutions is crucial for supporting academic and administrative activities. The Data and Information Center (PUSDATIN) of UBP Karawang manages…
es various IT services, such as Sistem Informasi Perguruan Tinggi (SIPT), e-learning Buana Online Course (BOC), and others. This study aims to evaluate the maturity level of IT governance at UBP Karawang to ensure alignment with the university's strategic goals and identify areas requiring improvement. The research employs a quantitative descriptive method based on COBIT 2019, with data collected from 92 respondents, analyzed through goals cascade mapping and maturity level measurement. The evaluation results across 14 COBIT 2019 domains indicate that the IT governance maturity level at UBP Karawang is at Level 4 (Quantitatively Managed) with a score of 3.86 and an average gap of 1.13 from the expected level. The findings suggest that while IT governance at UBP Karawang is well-managed, there is still room for improvement. Therefore, several recommendations are proposed to optimize IT governance effectiveness, ensure regulatory compliance, and support the achievement of the university's strategic objectives.
Keywords: COBIT 2019; IT evaluation; IT governance; maturity level.
Abstrak: Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) di perguruan tinggi sangat krusial untuk mendukung aktivitas akademik dan administratif. Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) UBP Karawang mengelola berbagai layanan TI, seperti Sistem Informasi Perguruan Tinggi (SIPT), e-learning Buana Online Course (BOC) dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan tata kelola TI di UBP Karawang guna memastikan keselarasan dengan tujuan universitas serta mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif berbasis COBIT 2019, dengan data diperoleh dari 92 responden, dianalisis melalui pemetaan goals cascade dan pengukuran maturity level. Hasil evaluasi pada 14 domain COBIT 2019 menunjukkan tingkat kematangan TI UBP Karawang berada di Level 4 (Terkelola secara Kuantitatif) dengan skor 3.86, serta rata-rata gap 1.13 dari tingkat yang diharapkan. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa meskipun tata kelola TI di UBP Karawang telah terkelola dengan baik, masih terdapat ruang untuk perbaikan. Oleh karena itu, beberapa rekomendasi diajukan guna mengoptimalkan efektivitas tata kelola TI, menjamin kepatuhan terhadap regulasi, serta mendukung pencapaian tujuan strategis universitas.
Kata kunci: COBIT 2019; evaluasi TI; maturity level; tata kelola TI.
Abstract:Abstract: In the retail industry, effective supply chain management is essential to ensure stock availability aligns with market demand. Gasti Jaya Store, a growing shoe retailer, faces challenges in optimizing inventory…
management, often leading to stock surpluses or shortages. These issues can impact operational efficiency and customer satisfaction. To address this problem, this study the implementation of Electronic Supply Chain Management (E-SCM) as a solution to optimize supply chain management. E-SCM enables the integration of technology-based systems for real-time stock monitoring, procurement, and distribution. Using a case study method and a qualitative approach, this research evaluates the effectiveness of E-SCM in enhancing operational efficiency, reducing excess stock, and accelerating the distribution process at Gasti Jaya Store. The findings indicate that E-SCM implementation improves data transparency, speeds up decision-making, and enhances customer satisfaction. Additionally, the system helps reduce operational costs by optimizing inventory management and minimizing the risk of stock imbalances. In conclusion, the adoption of E-SCM can serve as an effective strategy for mid-sized retail businesses to improve their competitiveness and supply chain efficiency.
Keywords: E-SCM; inventory stock; operational efficiency.
Abstrak: Dalam industri ritel, manajemen rantai pasok yang efektif sangat diperlukan untuk memastikan ketersediaan stok sesuai dengan permintaan pasar. Toko Gasti Jaya sebagai salah satu toko sepatu yang berkembang menghadapi tantangan dalam mengelola persediaan secara optimal, yang sering kali menyebabkan kelebihan atau kekurangan stok. Permasalahan ini dapat berdampak pada efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini mengusulkan penerapan Electronic Supply Chain Management (E-SCM) sebagai solusi dalam mengoptimalkan manajemen rantai pasok. E-SCM memungkinkan integrasi sistem berbasis teknologi dalam proses pemantauan stok, pengadaan barang, hingga distribusi secara real-time. Dengan metode studi kasus dan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengevaluasi efektivitas E-SCM dalam meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi kelebihan stok, serta mempercepat proses distribusi di Toko Gasti Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi E-SCM mampu meningkatkan transparansi data, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, sistem ini membantu mengurangi biaya operasional dengan mengoptimalkan manajemen persediaan dan meminimalkan risiko ketidakseimbangan stok. Kesimpulannya, penerapan E-SCM dapat menjadi strategi yang efektif bagi bisnis ritel skala menengah untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi rantai pasok mereka.
Kata Kunci: E-SCM; efisiensi operasional; persediaan stok.
Abstract:Abstract: Program Indonesia Pintar (PIP) is government assistance program aimed at supporting the education of underprivileged students. However, some PIP fund recipients are misallocated, with aid given to students who…
do not fully meet the eligibility criteria, while those in greater need don’t receive it, including at SDN 014672 Tanjung Alam, Asahan Regency, North Sumatra Province. Based on this issue, a structured system is needed. The purpose of this study is to construct decision support systems for determining PIP fund recipients using Additive Ratio Assessment (ARAS) method. Data was collected using questionnaires, documentation, and observation techniques. Respondents consisted of 8 students from SDN 014672 Tanjung Alam. Criteria include number of dependents, homeownership status, attendance rate, and students final grades. System was developed using CodeIgniter 3 as framework, MySQL as database software, and InnoDB as database engine. ARAS method was applied to rank available alternatives. Based on calculations, first rank was obtained by alternative 6 (Malika Hendra As-Syifa), second rank by alternative 7 (Mutia Indah Sari), and third rank by alternative 8 (Rafa Kavindra). This study is expected to be further developed by applying other DSS methods, performing regular system maintenance, and integrating system with school data to improve accuracy and usability.
Keywords: additive ratio assessment; decision support system; smart indonesia program.
Abstrak: Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan pemerintah untuk mendukung pendidikan siswa kurang mampu. Namun, masih ditemukan penerima anggaran PIP yang kurang tepat sasaran, di mana bantuan diberikan kepada siswa yang kurang memenuhi kriteria, sementara siswa yang lebih membutuhkan tidak menerimanya, termasuk di SDN 014672 Tanjung Alam, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan sebuah sistem terstruktur. Tujuan penelitian ini untuk membangun sistem pendukung keputusan penetapan pemeroleh anggaran PIP menggunakan metode Additive Ratio Assessment (ARAS). Data dikumpulkan dengan teknik angket, dokumentasi, dan observasi. Responden adalah 8 siswa SDN 014672 Tanjung Alam. Kriteria meliputi jumlah tanggungan orang tua, status kepemilikan rumah, tingkat kehadiran, dan nilai akhir siswa. Sistem dirancang menggunakan CodeIgniter 3 sebagai framework, MySQL sebagai database software, dan InnoDB sebagai database engine. Perhitungan dengan metode ARAS digunakan untuk merangking alternatif yang ada. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, peringkat pertama diperoleh oleh alternatif 6 yakni Malika Hendra As-Syifa, peringkat kedua diperoleh oleh alternatif 7 yakni Mutia Indah sari, dan peringkat ketiga diperoleh oleh alternatif 8 yakni Rafa Kavindra. Penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menerapkan metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) lainnya, melakukan pemeliharaan sistem secara berkala, serta mengintegrasikan sistem dengan data sekolah untuk meningkatkan keakuratan dan kemudahan penggunaan.
Kata kunci: additive ratio assessment; program indonesia pintar; sistem pendukung keputusan
Abstract:Abstract: Advancements in digital technology have significantly transformed communication and learning. Traditional learning methods have limitations in providing a fast and interactive learning environment, necessitating…
g accessible technology that enhances student and teacher engagement while ensuring convenience. WhatsApp has emerged as a widely used solution due to its accessibility, privacy features, and cross-platform compatibility, offering users a sense of convenience. This study examines the role of Perceived Convenience in the acceptance and use of WhatsApp in secondary education in Medan City using the UTAUT2 Model. A survey was conducted with 439 respondents from 8 secondary schools in Medan and analyzed using SEM-PLS with SmartPLS-4. The results indicate that social influence, hedonic motivation, habit, and perceived convenience positively impact the intention to use WhatsApp. Additionally, facilitating conditions, perceived convenience, and intention to use significantly influence actual usage behavior. However, performance expectancy, effort expectancy, and price value do not affect either intention or behavior in using WhatsApp. Moderating variables such as age, gender, and experience partially moderate the relationships between independent factors and WhatsApp usage intention and behavior. This study contributes by incorporating Perceived Convenience into the UTAUT2 Model and affirming its role in educational technology adoption.
Keywords: perceived convenience; secondary education; UTAUT2; whatsapp
Abstrak: Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam komunikasi dan pembelajaran. Metode pembelajaran tradisional memiliki keterbatasan dalam menyediakan lingkungan belajar yang cepat dan interaktif, sehingga diperlukan teknologi yang mudah diakses, meningkatkan keterlibatan siswa dan guru, serta nyaman digunakan. WhatsApp menjadi salah satu solusi dan banyak digunakan karena mudah diakses, privasi yang ditawarkan, serta kompatibilitas lintas platform sehingga memberikan kenyamanan yang dapat dirasakan pengguna ketika menggunakannya. Oleh karena itu, Penelitian ini menguji peran Persepsi Kenyamanan terhadap penerimaan dan penggunaan WhatsApp dalam pendidikan menengah di Kota Medan menggunakan Model UTAUT2. Survei dilakukan pada 439 responden dari 8 sekolah menengah di kota Medan, dan dianalisis dengan SEM-PLS menggunakan SmartPLS-4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social influence, hedonic motivation, habit, dan perceived convenience berpengaruh positif signifikan terhadap behavioral intention. Sementara itu, facilitating conditions, perceived convenience, dan behavioral intention berdampak positif pada use behavior. Namun, performance expectancy, effort expectancy, dan price value tidak berpengaruh terhadap niat maupun perilaku penggunaan WhatsApp. Variabel moderasi usia, jenis kelamin, dan pengalaman memoderasi sebagian hubungan antara faktor bebas terhadap niat dan perilaku penggunaan WhatsApp. Penelitian ini berkontribusi dengan menambahkan variabel persepsi kenyamanan (perceived convenience) ke dalam Model UTAUT2 dan menegaskan perannya dalam adopsi teknologi pendidikan.
Kata kunci: pendidikan menengah; persepsi kenyamanan; UTAUT2; whatsapp
Abstract:Abstract: Hypertension is one of the chronic diseases that can increase the risk of cardiovascular disease. A healthy diet is an important factor in managing hypertension, but many patients struggle to choose foods that…
are suitable for their condition. Therefore, a decision support system is needed to help patients determine healthy food choices objectively and systematically. This research aims to apply the ELECTRE (Elimination Et Choix Traduisant La Réalité) method in determining healthy foods for hypertension patients. This method is used because it can handle various criteria simultaneously and provide recommendations based on a mathematical approach. Data were obtained from Serozha Clinic through interviews, observations, and literature reviews on the nutritional content of food. The research results show that the ELECTRE method is capable of providing healthy food recommendations with an accuracy level of 90%, higher than the manual technique which only reaches 70%. In addition, the time required in the decision-making process has significantly decreased. Patients also showed a higher level of satisfaction with the proposed system. In conclusion, the ELECTRE method has proven effective in helping hypertension patients choose foods that meet their nutritional needs, and can thus be used as a reference in the development of decision support systems in the health sector.
Keywords: electre method; healthy food; health management; hypertension.
Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Pola makan yang sehat menjadi faktor penting dalam pengelolaan hipertensi, namun banyak pasien kesulitan dalam memilih makanan yang sesuai dengan kondisi mereka. Oleh karena itu, diperlukan sistem pendukung keputusan yang dapat membantu pasien dalam menentukan pilihan makanan sehat secara objektif dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode ELECTRE (Elimination Et Choix Traduisant La Realite) dalam menentukan makanan sehat bagi penderita hipertensi. Metode ini digunakan karena mampu menangani berbagai kriteria secara simultan dan memberikan rekomendasi berdasarkan pendekatan matematis. Data diperoleh dari Klinik Serozha melalui wawancara, observasi, serta tinjauan literatur mengenai kandungan gizi makanan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ELECTRE mampu memberikan rekomendasi makanan sehat dengan tingkat akurasi 90%, lebih tinggi dibandingkan teknik manual yang hanya mencapai 70%. Selain itu, waktu yang dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan berkurang secara signifikan. Pasien juga menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi terhadap sistem yang diusulkan.Kesimpulannya, metode ELECTRE terbukti efektif dalam membantu penderita hipertensi memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi mereka, sehingga dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan sistem pendukung keputusan di bidang kesehatan.
Kata kunci: hipertensi; makanan sehat; metode electre; pengelolaan kesehatan.