Search Articles & Publications

Showing 3587 articles found for "Serta"

MAPPING SYSTEM FOR LOCATION OF STUNTING CASES IN TODDLER IN TANJUNG BALAI CITY USING WEBGIS

Alfa, Zikri, Yusda, Riki Andri, Rahayu, Elly
Abstract: Abstract: Data on stunting cases among toddlers in Datuk Bandar Timur sub-district, Tanjung Balai city Not yet processed in a way computerized use digital map , so that the monitoring process in-depth investigation of the… e distribution and patterns of stunting in a area Not yet presented with Good . This matter Of course impact on cadre Public health center Semula Jadi For monitor number nutrition bad And spread prevalence of stunting in Datuk Bandar Timur sub-district, Tanjung Balai city . For That need development A system internal data management form chart nor map that can be give description spread nutrition bad in the region Mayor. Planning And development system information This done with use method data collection and interview direct to the UPTD Community Health Center Semula Jadi . Objective it was built this webgis can assist in identifying areas that need nutritional intervention, mapping the prevalence of stunting and malnutrition, as well as monitoring nutrition programs and optimizing resource allocation. Results from GIS can plays an important role in supporting efforts to prevent and overcome stunting problems by providing tools effective software for collecting, analyzing and visualizing nutritional data spatially. The use of web GIS can also provide information on stunting locations from UPTD Semula Jadi Health Center data. Keywords : geographic information system; location mapping system; stunting.    Abstrak: Data kasus stunting pada balita di kecamatan datuk bandar timur kota tanjung balai belum diproses secara terkomputerisasi menggunakan peta digital, sehingga proses pemantauan penyelidikan mendalam tentang sebaran dan pola stunting disuatu daerah belum tersajikan dengan baik. Hal ini tentu berdampak pada kader puskesmas Semula Jadi untuk memantau angka gizi buruk dan penyebaran prevalensi stunting di kecamatan datuk bandar timur kota tanjung balai. untuk itu perlu pembangunan sebuah sistem pengelolaan data dalam bentuk grafik maupun peta yang dapat memberikan gambaran penyebaran gizi buruk diwilayah Datuk Bandar. Perancangan dan pembangunan sistem informasi ini dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan data dan wawancara langsung ke UPTD Puskesmas Semula Jadi. Tujuan dibangunnya webgis ini dapat membantu dalam identifikasi daerah yang membutuhkan intervensi gizi, pemetaan prevalensi stunting dan gizi buruk, serta memantau program-program gizi dan optimalisasi alokasi sumber daya. Hasil dari SIG dapat berperan penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan masalah stunting dengan menyediakan alat software yang efektif untuk pengumpulan, analisis, dan visualisasi data gizi secara spasial. Kegunaan webgis juga dapat memberikan informasi mengenai lokasi stunting dari data UPTD Puskesmas Semula Jadi. Kata kunci: sistem informasi geografis; sistem pemetaan lokasi; stunting  

IMPLEMENTATION OF K-NEAREST NEIGHBOR ALGORITHM FOR CLASSIFICATION OF LUNG CANCER CAUSES

Almeyda, Hanindiya Putri, Khoiri, Zidan Fathannul, Haris, M Sabirin, Alkaff, Nabilah Husen, Sukmadiningtyas, Sukmadiningtyas
Abstract: Abstract: Lung cancer is most deadly cancers in the world. Identification and classification of the causes of understanding lung cancer is essential for developing more effective prevention and treatment strategies. The… issue is that a lot of individuals are unaware about the characteristics and causes of lung cancer. The purpose of this study is to apply the K-Nearest Neighbor (K-NN) algorithm in the classification of the causes of lung cancer and provide education to the public must be aware of the traits of lung cancer patients and, to stay away from the causes of lung cancer. The dataset used consists of 309 samples with 16 relevant attributes. The K-NN algorithm was trained and tested to assess its ability to classify the factors that cause lung cancer. The results showed an accuracy of 90.32%, with a precision for the "YES" class of 96% and the "NO" class of 67%. The recall value for the "YES" class was 92% and for the "NO" class was 80%. The implementation of this algorithm gives good results in classification and can help in early detection and prevention of lung cancer which can be used in the development of more effective prevention and early diagnosis strategies. Keywords: lung cancer; k-nearest neighbor; classification; machine learning     Abstrak: Kanker paru-paru tergolong jenis penyakit kanker yang memperoleh angka kematian paling tinggi di dunia. Identifikasi dan klasifikasi penyebab kanker paru-paru sangat penting untuk pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif. Masalah yang terjadi adalah banyak orang yang belum mengetahui tentang ciri-ciri dan penyebab-penyebab dari kangker paru tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan algoritma K-Nearest Neighbor (K-NN) dalam klasifikasi penyebab kanker paru-paru serta memberikan edukasi kepada masyarakat banyak agar mengetahui ciri-ciri orang yang mengidap kangker paru-paru dan tentunya untuk menghindari penyebab-penyebab dari kangker paru-paru tersebut. Dataset yang digunakan terdiri dari 309 sampel dengan 16 atribut yang relevan. Algoritma K-NN kemudian dilatih dan diuji untuk menilai kemampuannya dalam mengklasifikasikan faktor-faktor penyebab kanker paru-paru. Hasil penelitian menunjukkan akurasi sebesar 90.32%, dengan skor precision untuk kelas "YES" sebesar 96% dan kelas "NO" sebesar 67%. Nilai recall untuk kelas "YES" adalah 92% dan untuk kelas "NO" sebesar 80%. Implementasi algoritma ini memberikan hasil yang baik dalam klasifikasi dan dapat membantu dalam deteksi dini serta pencegahan kanker paru-paru yang dapat digunakan dalam pengembangan strategi pencegahan dan diagnosis dini yang lebih efektif.   Kata kunci: kanker paru-paru; k-nearest neighbor; klasifikasi; machine learning

CLUSTERING ROTATIONAL CHURN OF TELECOMMUNICATIONS CUSTOMERS USING A DATA-CENTRICAI APPROACH

Muttaqin, Widang, Lydia, Maya Silvi, Fahmi, Fahmi
Abstract: Abstract: In the current era of very fast technological development, customer churn is a serious challenge, especially in the competitive telecommunications industry. Churn refers to customers who stop using a service or… move to another provider, and can be categorized into three types: Active Churn, Passive Churn, and Rotational Churn. Rotational Churn, which is difficult to predict be- cause the reasons for stopping are unclear, is the main focus of this research. This research aims to group Rotational Churn customers using a Data-Centric AI approach. This approach emphasizes improving data quality through Confident Learning and Synthetic Data before being applied to the K-Means clustering algorithm. The data used in this research is customer churn data from one telecommunications company during 2023. The research results show that customer grouping using the K-Means algorithm can provide deep insight into the characteristics of customer churn. The application of Data-Centric AI is proven to be able to increase the accuracy of clustering models, which ultimately helps compa- nies optimize programs and services to minimize churn and retain customers.       Keywords: data-centric AI; clustering; K-means     Abstrak: Dalam era perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, churn pelanggan menjadi tantangan serius, terutama dalam industri telekomunikasi yang sangat kompetitif. Churn mengacu pada pelanggan yang berhenti menggunakan layanan atau beralih ke penyedia lain, dan dapat dikategorikan menjadi tiga jenis: Churn Aktif, Churn Pasif, dan Churn Rotasional. Churn Rotasional, yang sulit diprediksi karena alasan penghentian layanan tidak jelas, menjadi fokus utama penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan pelanggan Churn Rotasional menggunakan pendekatan Data-Centric AI. Pendekatan ini menekankan pada peningkatan kualitas data melalui Confident Learning dan Synthetic Data sebelum diterapkan ke algoritma K-Means clustering. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data churn pelanggan dari satu perusahaan telekomunikasi selama tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelompokan pelanggan menggunakan algoritma K-Means dapat memberikan wawasan mendalam tentang karakteristik churn pelanggan. Penerapan Data-Centric AI terbukti mampu meningkatkan akurasi model klastering, yang pada akhirnya membantu perusahaan mengoptimalkan program dan layanan untuk meminimalkan churn serta mempertahankan pelanggan.   Kata kunci: data-Centric AI; klasterisasi; K-means  

TOWARDS SPATIAL INFORMATION SYSTEM ADOPTION USING EXTENDED TAM AND IS SUCCESS MODEL

Anjani, Heni, Inan, Dedi I., Juita, Ratna, Sanglise, Marlinda
Abstract: Abstract: By leveraging digital technology, Laporkitong enhances transparency and accountability, as well as facilitates public participation in the oversight and enforcement processes related to land use and natural resource… ource management. The Laporkitong website functions as an online reporting application aimed at documenting instances of spatial planning violations in the West Papua Province. The lack of public knowledge about the Laporkitong application has led to numerous issues. Therefore, an analysis of the adoption of the Laporkitong application is necessary. This study aims to investigate the influence of Perceived Quality, Perceived Control, and Perceived Ease of Use factors as determinants of the residents' willingness to use the Laporkitong application, employing the Technology Acceptance Model (TAM) and DeLone and McLean IS Success (IS D&M) theories. As many as 160 valid respondents are gathered based purposive sampling technique and evaluated using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results inform that all seven hypotheses are accepted with the R-square of the intention to use is 0.273 indicationg 27.3% variance of the model can determine the outcome. Further discussion and conclusion regarding the implication of theoretical and practical contribution are also discussed.             Keywords: laporkitong; perceived control; perceived ease of use; perceived quality; technology acceptance model   Abstrak: Dengan memanfaatkan teknologi digital, Laporkitong meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta memfasilitasi partisipasi publik dalam proses pengawasan dan penegakan terkait penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam. Website Laporkitong berfungsi sebagai aplikasi pelaporan online yang bertujuan untuk mendokumentasikan pelanggaran perencanaan tata ruang di Provinsi Papua Barat. Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap aplikasi Laporkitong menyebabkan banyak permasalahan. Maka dari itu perlu dilakukan analisis mengenai adopsi pada aplikasi Laporkitong. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh faktor Kualitas yang Dirasakan, Kendali yang Dirasakan, dan Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan sebagai penentu keinginan penduduk untuk menggunakan aplikasi Laporkitong, dengan menggunakan Model Penerimaan Teknologi (TAM) dan teori Kesuksesan Sistem Informasi (IS D&M) DeLone dan McLean. Sebanyak 160 responden valid dikumpulkan berdasarkan teknik purposive sampling dan dievaluasi menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa semua tujuh hipotesis diterima dengan R-square niat untuk menggunakan adalah 0,273, menunjukkan bahwa 27,3% variasi model dapat menentukan hasilnya. Diskusi lebih lanjut dan kesimpulan mengenai implikasi kontribusi teoritis dan praktis juga dibahas.   Kata kunci: laporkitong; pengendalian yang dirasakan; kemudahan penggunaan yang dirasakan; kualitas yang dirasakan; model penerimaan teknologi  

EVALUATING LABORATORY WEBSITE USABILITY THROUGH THE SYSTEM USABILITY SCALE (SUS)

Ma'wa, Safarah Putri, Damayanti, Friska, Etruly, Niki
Abstract: Abstract: The Manual Drawing Laboratory and Computer Laboratory of the Furniture Design Study Program are some of the infrastructures used to support learning and practicum in the Polytechnic of Furniture Industry and Wood… od Processing. Services at these two laboratories utilize the Laboratory website which can be accessed publicly via the address https://labdesainfurnitur.poltek-furnitur.ac.id/, in which the purpose of developing the website is to simplify the process for stakeholders to access information regarding practicum activities conducted in the laboratories. Ease of access to this information needs to be evaluated, especially related to usability on the website. The evaluation of the laboratory website's usability is performed using the System Usability Scale (SUS) method, which provides a structured approach to measuring the effectiveness and user experience of the website. It is hoped to obtain a representation of the user's experience of the function and appearance of the laboratory website as advice on what features might be developed to improve the services. According to the results of data processing from 44 respondents, the average SUS score was 59.32. Based on this score, the Acceptability Range category is still in the marginal range, meaning there are still several things that need to be corrected or improved so the website can help in the daily operational activities of the laboratory.             Keywords: laboratory; SUS; usability; user; website     Abstrak: Laboratorium Gambar dan Laboratorium Komputer Program Studi Desain Furnitur merupakan sarana penunjang praktikum di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu. Pelayanan pada kedua laboratorium ini telah memanfaatkan website yang dapat diakses secara publik melalui alamat https://labdesainfurnitur.poltek-furnitur.ac.id/, pemanfaatan website bertujuan untuk memudahkan para pengguna dalam memperoleh informasi seputar kegiatan praktikum di laboratorium di setiap waktu. Adanya pemanfaatan teknologi informasi tersebut perlu dievaluasi untuk mengetahui kegunaan website bagi para pengguna serta sebagai masukan untuk pengelola laboratorium dalam mengembangkan website di masa mendatang. Evaluasi website laboratorium dilakukan dengan metode System Usability Scale (SUS). Melalui evaluasi kegunaan pada website laboratorium diharapkan diperoleh representasi pengalaman pengguna terhadap fungsi dan tampilan website laboratorium dan diperoleh saran fitur-fitur yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan di laboratorium. Data yang diperoleh sebanyak 44 responden menghasilkan skor SUS dengan rata-rata 59,32. Berdasarkan skor tersebut, rentang akseptabilitas website masih berada pada rentang marginal, sehingga masih ada beberapa fitur yang perlu ditingkatkan agar website dapat membantu kegiatan operasional laboratorium sehari-hari.   Kata kunci: kegunaan; laboratorium; pengguna; SUS; website

DESIGNING TAX ME SERVICE APPLICATIONS IN TAX CONSULTING

Joosten, Joosten, Halim, Fandi, Arianto, Jennifer, Yulinda, Cindy
Abstract: Abstract: "Tax Me" is an application engaged in tax consulting services that is run through a mobile platform. The problems that are often faced by the public, especially taxpayers, are difficulties in choosing reliable… and trusted tax consultants because many tax consultants embezzle money and slow down the tax reporting process, as well as the lack of knowledge of taxpayers about all tax regulations, a complicated and frequently changing tax system, and also there are still negative public assumptions about taxes such as corruption in taxes that have been paid by taxpayers.  The "Tax Me" application was developed using the System Development Life Cycle (SDLC) system development methodology. This application was developed as a forum for tax consulting services in collaboration with the Directorate General of Taxes (DGT) institution which is able to provide transparent and reliable tax consulting services. "Tax Me" is expected to be able to provide education to taxpayers, overcome taxpayers' concerns about the tax calculation and reporting process as well as in choosing a tax consultant who can be trusted. In addition, several features of the "Tax Me" application such as: NPWP, Tax Calculation, Tax Consultation, Report & Check Annual Tax Return, E-Billing & Pay Tax, Tax Reminder and Tax Article.             Keywords: directorate general of taxes (DJP); tax; tax me; taxpayer     Abstrak: “Tax Me” adalah aplikasi yang bergerak pada bidang pelayanan konsultasi pajak yang dijalankan melalui platform mobile. Masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat khususnya Wajib Pajak adalah kesulitan dalam memilih konsultan pajak yang dapat diandalkan dan dipercaya karena banyak konsultan pajak yang menggelapkan uang dan memperlambat proses pelaporan pajak, serta kurangnya pengetahuan Wajib Pajak mengenai segala peraturan perpajakan, sistem perpajakan yang rumit dan sering berubah, dan juga masih ada anggapan negatif masyarakat tentang pajak seperti korupsi atas pajak yang telah dibayarkan oleh Wajib Pajak. Aplikasi “Tax Me” dikembangkan dengan menggunakan metodologi pengembangan sistem System Development Life Cycle (SDLC). Aplikasi ini dikembangkan sebagai wadah layanan konsultasi perpajakan yang bekerja sama dengan lembaga Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang mampu memberikan layanan konsultasi perpajakan yang transparan dan terpercaya. “Tax Me” diharapkan mampu memberikan edukasi kepada Wajib Pajak, mengatasi kekhawatiran Wajib Pajak terhadap proses perhitungan dan pelaporan pajak juga dalam memilih konsultan pajak yang dapat di percaya. Disamping itu, beberapa fitur dari aplikasi “Tax Me” seperti: NPWP, Hitung Pajak, Konsultasi Pajak, Lapor & Periksa SPT Tahunan, E-Billing & Bayar Pajak, Pengingat Pajak dan Artikel Pajak.   Kata kunci: direktorat jenderal pajak (DJP); pajak; tax me; wajib pajak  

IMPLEMENTATION OF THE PREFERENCE SELECTION INDEX (PSI) METHOD IN COURIER PARTNER RECRUITMENT

Wardana, Aji, Putri, Raissa Amanda
Abstract: Abstract: One of the keys to the success of a company or agency in achieving certain goals is the workforce. However, finding the ideal partner that suits the needs of the organization or agency is difficult. Therefore,… the selection of suitable potential partners is very important in order to be able to recruit partners who are competent in their fields and meet the company's expectations and meet all stages carried out by the organization. The Preference Selection Index method is the method used in selecting employees. The option that returns the highest Preference Index value after all criteria and alternatives have been calculated is the best option, or options selected. Based on research findings, Andreyanto Wijaya's alternative is the best alternative to be chosen as the company's partner with the highest score, which is 0.95346. Keywords: decision support system; PSI; recruitment; partner   Abstrak: Salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan atau instansi dalam mencapai tujuan tertentu adalah tenaga kerjanya. Namun, menemukan Mitra ideal yang sesuai dengan kebutuhan organisasi atau instansi memang sulit. Oleh karena itu, pemilihan calon Mitra yang sesuai sangatlah penting agar dapat merekrut mitra yang berkompeten di bidangnya dan memenuhi harapan perusahaan serta memenuhi seluruh tahapan yang dilakukan oleh organisasi. Metode Preference Selection Index adalah metode yang digunakan dalam menseleksi pegawai. Pilihan yang menghasilkan nilai Indeks Preferensi tertinggi setelah semua kriteria dan alternatif dihitung adalah pilihan terbaik, atau pilihan yang terpilih. Berdasarkan temuan penelitian, alternatif Andreyanto Wijaya merupakan alternatif terbaik untuk dipilih menjadi mitra untuk perusahaan dengan skor tertinggi yaitu 0,95346.   Kata Kunci : sistem pendukung keputusan; PSI; rekrutmen; mitra

SI BITA - DESIGN OF A THESIS GUIDANCE INFORMATION SYSTEM USING THE SCRUM METHOD FOR OPTIMAL EFFICIENCY AND RESPONSIVENESS

Pernando, Yonky, Syafrinal, Ilwan, KH, Musliadi
Abstract: Abstract: This research aims to design a system that can assist the final assignment development process by focusing on resolving frequently encountered obstacles, such as clarity of research title status, guidance process,… ss, and research schedule. The development method used is the Scrum method approach with a small scale and team. During the development process, an analysis of each sprint is carried out from preparation to the development process. The results of development using the Scrum method show that each feature was completed within 8 hours per day, with each sprint completed in a week. The total time required to complete all sprints designed on the BITA Information System is 128 hours. The application of the Scrum method provides results that enable rapid identification of changes during the development process, as well as optimizing the process of submitting and validating titles, determining supervisors, evaluating guidance, and scheduling exams. Thus, this research provides an effective solution in increasing the efficiency and effectiveness of the final assignment coaching process for students in completing their studies.   Keywords: information system; optimal efficiency; scrum method; SI BITA; thesis guidance.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem yang dapat membantu proses pembinaan tugas akhir dengan fokus pada penyelesaian kendala yang sering dihadapi, seperti kejelasan status judul penelitian, proses bimbingan, dan jadwal penelitian. Metode pengembangan yang digunakan adalah pendekatan metode Scrum dengan skala dan tim kecil. Selama proses pengembangan, dilakukan analisis terhadap setiap sprint yang dihasilkan dari persiapan hingga proses pengembangan. Hasil pengembangan menggunakan metode Scrum menunjukkan bahwa setiap fitur diselesaikan dalam jangka waktu 8 jam per hari, dengan setiap sprint selesai dalam seminggu. Total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua sprint yang dirancang pada Sistem Informasi BITA adalah 128 jam. Penerapan metode Scrum memberikan hasil yang memungkinkan identifikasi cepat terhadap perubahan selama proses pengembangan, serta mengoptimalkan proses pengajuan dan validasi judul, penentuan pembimbing, evaluasi bimbingan, dan penjadwalan ujian. Dengan demikian, penelitian ini menyediakan solusi yang efektif dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pembinaan tugas akhir bagi mahasiswa dalam menyelesaikan studi mereka.   Kata kunci: sistem informasi; efisiensi optimal; metode scrum; SI BITA; bimbingan skripsi

MEASURING THE QUALITY OF DISTRICT GOVERNMENT WEBSITES ONLY USING THE MCCALL AND EUCS METHOD (END USER COMPUTING SATISFACTION)

Riswanto, Ando, Sari, Renny Puspita, Mutiah, Nurul
Abstract: Abstract: Technological developments are currently increasing rapidly, especially in the innovation of information data management. With so many media providing informationand services online, as well as the services provided… vided by the Government of Sekadau Regency in the form of Webstie sekadaukab.go.id. Based on the survey results, the problems experienced by users are output and performance from sekadaukab.go.id still does not meet user expectations. Study this aims to measure the quality of information systems sekadaukab.go.id and also measure the level of user satisfaction with sekadaukab.go.id. By using the method McCall and EUCS (End User Computing Satisfaction) and using methods IPA (Importance Performance Analysis) to map variables into the level of importance and level of performance, the variables used are the variables in the method EUCS (End User Computing Satisfaction). Questionnaires were distributed to 100 users sekadaukab.go.id. The average quality generated by the method McCall of 43.6%, included in the pretty good category. For the results of measuring user satisfaction methods EUCS (End User Computing Satisfaction), each variable is included in the doubtful category range value 2.60 – 3.39. There are 18 recommendations for improvement based on the method McCall and the IPA method to the Kominfo Sekadau Regency against sekadaukab.go.id. Keywords: EUCS; IPA; McCall; public service; quality system     Abstrak:Perkembangan teknologi saat ini semakin pesat, khususnya pada inovasi pengelolaan data informasi. Dengan banyaknya media menyediakan informasi dan pelayanan secara online, begitu juga dengan pelayanan yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau berupa Webstie sekadaukab.go.id. Berdasarkan hasil survey, permasalahan yang dialami oleh pengguna yaitu output dan kinerja dari sekadaukab.go.id masih belum memenuhi harapan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas dari sistem informasi sekadaukab.go.id dan juga mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap sekadaukab.go.id. Dengan menggunakan metode McCall dan EUCS (End User Computing Satisfaction) serta menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis) untuk memetakan variabel kedalam tingkat kepentingan dan tingkat kinerja, variabel yang digunakan yaitu variabel pada metode EUCS (End User Computing Satisfaction). Kuesioner dibagikan kepada 100 orang pengguna sekadaukab.go.id. Rata- rata kualitas yang dihasilkan berdasarkan metode McCall sebesar 43,6%, masuk kedalam kategori cukup baik. Untuk hasil pengukuran kepuasan pengguna metode EUCS (End User Computing Satisfaction), masing-masing variabel masuk kedalam kategori ragu- ragu dengan range nilai 2.60 – 3.39. Terdapat 18 rekomendasi perbaikan berdasarkan pada metode McCall dan metode IPA kepada pihak Kominfo Kabupaten Sekadau terhadap sekadaukab.go.id.   Kata kunci: EUCS; IPA; kualitas sistem; MCCALL; pelayanan publik

DESIGNING UI/UX FOR ELEMENTARY SCHOOL E-LEARNING USING DESIGN THINKING METHOD

Anshari, Muhammad Rifqi, Kuncoro, Adam Prayogo, Subarkah, Pungkas
Abstract: Abstract: Advances in technology and the internet have an impact on various daily activities, including the teaching and learning process. E-learning facilitates flexible learning without being constrained by space and time… ime constraints. With e-learning, subject matter can be delivered consistently and more standardly than conventional learning which depends on the conditions of the teacher or instructor. One school in Banjarnegara Regency faced problems with students who had difficulty in learning, especially English. The learning media owned is limited to package books only. Therefore, schools need to have media that can support the learning process to be more optimal. This study aims to design and test UI/UX e-learning designs that suit the needs of the school using the design thinking method. This UI/UX design is expected to be an effective solution to overcome the limitations of learning media and improve the quality of student learning. Before the UI/UX design is implemented into the system, this study also conducts testing of the UI/UX design to assess its feasibility. Testing using the SUS (System Usability Scale) method resulted in a value of 82 with grade B, so it can be concluded that the design developed in this study is feasible to be deployed into the system and further developed.               Keywords: E-learning; design thinking; system usability scale; UI/UX   Abstrak: Kemajuan teknologi dan internet berdampak pada berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar-mengajar. E-learning memfasilitasi pembelajaran yang fleksibel tanpa terkendala oleh batasan ruang dan waktu. Dengan e-learning, materi pelajaran dapat disampaikan secara konsisten dan lebih standar dibandingkan pembelajaran konvensional yang bergantung pada kondisi guru atau instruktur. Salah satu sekolah di Kabupaten Banjarnegara menghadapi permasalahan dengan peserta didik yang kesulitan dalam pembelajaran, khususnya bahasa Inggris. Media pembelajaran yang dimiliki terbatas hanya pada buku paket saja. Oleh karena itu, sekolah perlu memiliki media yang dapat menunjang proses pembelajaran agar lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji desain UI/UX e-learning yang sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut menggunakan metode design thinking. Desain UI/UX ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan media pembelajaran dan meningkatkan kualitas belajar siswa. Sebelum desain UI/UX diterapkan ke dalam sistem, penelitian ini juga melakukan pengujian terhadap desain UI/UX untuk menilai kelayakannya. Pengujian menggunakan metode SUS (System Usability Scale) menghasilkan nilai 82 dengan grade B, sehingga dapat disimpulkan bahwa desain yang dikembangkan dalam penelitian ini layak untuk dideploy ke dalam sistem dan dikembangkan lebih lanjut.   Kata kunci: E-learning; design thinking; system usability scale; UI/UX