Abstract:Human Resources (HR) plays a central role in determining the competitiveness and success of companies in the industrial sector. HR planning is becoming increasingly complex with technological disruption, globalization, and…
nd changing market dynamics. This article discusses in depth the importance of HR planning in the industrial sector by reviewing various aspects such as industrial environment analysis, identification of workforce needs, employee development strategies, and challenges faced. In addition, emphasis is also given to the strategies that companies need to take to improve the effectiveness of their HR management, especially in facing challenges in the digital and automation era. The conclusion emphasizes that adaptive and data-driven HR planning can help industrial companies maintain their competitiveness in the global market.
Abstract:Di dunia yang sempurna, anestesi umum akan memberikan sejumlah manfaat, termasuk induksi yang tenang, hilangnya kesadaran yang diperkirakan, keadaan intraoperatif yang stabil, efek samping yang sedikit, serta pemulihan refleks…
efleks dan keterampilan motorik yang cepat dan tanpa rasa sakit. Sejak diperkenalkan pada praktik klinis, anestesi umum telah berevolusi dan berubah secara signifikan, bersama dengan anestesi intravena total (TIVA), kami menetapkan untuk membandingkan Mean Arterial Pressure (MAP) anestesi spinal dengan TIVA anestesi umum. Sebuah studi kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif adalah teknik analisis yang dipilih. Empat puluh orang berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai bagian dari metode total sampling. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa 28 pasien, atau 70% dari total pasien, termasuk dalam kelompok usia 19-45 tahun. Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 27 (67,5%) pasien. Berdasarkan jenis pembedahan mayorits bedah umum sebanyak 22 (55%) pasien. Bredasarkan durasi pemebedahan mayoritas < 1 jam sebesar 22 (55%) pasien. Dan berdasarkan status fisik ASA mayoritas 24 (60%) pasien semua dari jumlah responden 40 pasien.Berdasarkan tingkat MAP dapat diketahui bahwa mayoritas pasien pada general anestesi TIVA mengalami tingkat MAP mayoritas nilai maximum 120 terdapat responden 8 (20%) repondendengan persentase sebesar 100%. Berdasarkan spinal anestesi tingkat MAP mayoritas nilai rata-rata 85,83 terdapat responden 15 (37,5%) dengan menunjukkan bahwa mayoritas pasien dengan pembiusan general anestesi dan spinal anestesi tidak mengalami perubahan MAP atau perubahan hemodinamik yang segnifikan di rumah sakit dedy jaya. Tingkat Mean Arterial Pressure (MAP) berdasarkan sebelum dilakukan pembiusan dan sesuadah pembiusan Sebelum dilakukan pembiusan Variabel MAP dari reponden 40 didapatkan nilai standar deviasi 13,190 lebih kecil dari pada mean yaitu 87.65 artinya sebaran data semakin mendekatin nilai mean. Nilai maksimum dan minimum dari variabel ini adalah 48 dan 108.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan CPPT elektronik yang dilihat dari 4 aspek yaitu, Identifikasi, Autentifikasi, Pelaporan, pencatatan yang benar. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan…
ngan pendekatan deskriptif, Hasil dari penelitian ini yaitu hasil analisis dari kunjungan pasien pada bulan Januari – Februari dan Maret 2024 didapatkan sempel sebanyak 356 kunjungan, penulis mendapatkan hasil sebagai berikut diantaranya, data identifikasi dari ccpt instalasi gawat darurat di peroleh informasi bahwa kelengkapan Nama, Jenis kelamin, dan No Rekam medis 100 % lengkap (356) responden, pada autentifikasi analisis data identifikasi dari ccpt instalasi gawat darurat di peroleh informasi bahwa dari 356 responden yang digunakan, menunjukan hasil bahwa kelengkapan tertinggi dengan jumlah bahwa yang lengkap sebanyak 320 dengan persentase 89.9% dan yang tidak lengkap sebanyak 36 dengan persentase 10.1%. Laporan Penting tentang catatan perkembangan pasien terintegrasi instalasi gawat darurat di RSU Dharma Yadnya, menunjukan hasil bahwa kelengkapan tertinggi dengan jumlah 314 catatan perkembangan pasien terintegrasi pasien, dengan jumlah persentase 88.4 %, ketidaklengkapan tertinggi sebanyak 42 dengan persentase 13.2%. Pencatatan yang benar pada catatan perkembangan pasien terintegrasi instalasi gawat darurat di RSU Dharma Yadnya, diperoleh bahwa kelengkapan keterbacaan tulisan, pembetulan 100% lengkap, namun masih terdapat bagian yang kosong dalam pencatatan yaitu 19.1% atau 68 responden keterbatasan penulis dari penelitian ini yaitu Penelitian dari keterbatasan pelaksanaannya, keterbatasan dalam penelitian terkait sistem yang mengakses CCPT rekam medis elektronik. Adapun saran yang dapat penulis sampaikan yaitu sebaiknya dilakukan sosialisasi mengenai kelengkapan dan ketepatan waktu pengisian CPPT kepada seluruh petugas medis yang bertanggung jawab dalam pengisian cppt.
Abstract:This study looked into Sarah Sechan's use of Indonesian-English code-switching on the private-run Net TV talk show host. The study looked at the different kinds of code-switching, its purposes, and the social encouragement…
nt provided by code-switching that took place during the conversation. After obtaining the data from the downloaded videos, the theories of Poplack (1980), Gumperz (1982), and Myers-Scotton (1998) were used to analyze the data. The discoveries uncovered that the three sorts of code-switching, the intra-sentential code-switching, the between sentential code-switching and the extra-sentential code-switching existed. The intra-sentential code-switching, which is thought to be the more complex of the three, was used the most frequently in verbal communication. Quote marking, addressee specification, interjections, reiteration, message qualification, personalization versus objectivization, topic switch, affective function, expressive, phatic, metalinguist, and directive were also identified as twelve functions of code-switching. Predominant was the reiteration function. In the meantime, the social triggers of code-switching were identified as the sequence unmarked choice maxim and the deference choice maxim.
Abstract:Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya…
ngnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal.
Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.
Abstract:Gangguan jiwa merupakan sindrom yang secara klinis dapat terjadi pada seseorang dan ditambah dengan beragam stres disertai peningkatan risiko kematian, nyeri, dan disabilitas. Menurut WHO (World Health Organization) pada…
2019 terdapat 264 kasus depresi dimana sebanyak 20 juta kasus merupakan kasus skizofrenia diseluruh dunia. Di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 31,5% penduduknya mengalami gangguan psikosis. Di Jawa Tengah khususnya RSUD Banyumas pada tahun 2021 sebanyak 2.130 pasien mengalami skizofrenia dimana sebanyak 1.477 pasien mengalami halusinasi. Halusinasi merupakan gejala yang dialami oleh setiap individu yang mengalami gangguan pada persepsi sensorik dimana seseorang mendengar, mencium, mengecap dan melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada yang hanya dirasakan oleh orang tersebut dalam waktu satu bulan atau lebih. Cara meminimalkan gejala halusinasi memerlukan penatalaksanaan salah satunya yaitu terapi dzikir.
Tujuan dari studi kasus ini yaitu menggambarkan penerapan terapi dzikir pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien yang mengalami halusinasi pendengaran dan pasien yang dapat membina hubungan saling percaya serta kooperatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, studi dokumentasi dan demonstrasi. Hasil dari penelitian menunjukan adanya pengaruh terapi dzikir dalam mengontrol halusinasi pendengaran yang dibuktikan dengan adanya penurunan skor tingkat halusinasi dari 19 menjadi 10 dan pasien mampu mengontrol halusinasinya dengan berdzikir. Hasil penelitian ini dapat dijadikan terapi tambahan dalam mengontrol halusinasi pada pasien dengan halusinasi pendengaran.
Abstract:Gangguan jiwa merupakan suatu keadaan jiwa yang tidak mempunyai hubungan dengan realitas, dimana selama periode gangguan jiwa, individu tersebut tidak menyadari apa yang dialami orang lain tentang hal yang sama dan orang…
ng lain tidak mempunyai respons dengan cara yang sama. Berdasarkan
data WHO tahun 2019, 1 dari setiap 8 orang atau 970 juta orang di seluruh dunia hidup dengan gangguan
jiwa. Didapatkan data dari rekam medik di RSUD Banyumas pada tahun 2021 menyebutkan prevalensi
isolasi sosial diruang Nakula ada 14 orang. Salah satu masalah yang ditemukan pada pasien gangguan
jiwa berat adalah isolasi sosial. Masalah isolasi sosial dapat dilakukan dengan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS). Tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) pada
pasien isolasi sosial. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif. Studi kasus ini sudah
dilaksanakan di Ruang Sadewa Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas tanggal 18 November 2023.
Subyek pada studi kasus ini pasien dengan diagnosa Skizofrenia dengan masalah isolasi sosial.
Instrumen pengumpulan data dengan format pengkajian asuhan keperawatan jiwa, lembar observasi
Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisai (TAKS). Hasil studi menunjukkan bahwa setelah dilakukan
implementasi selama 9 hari dengan penerapan TAKS ada perubahan penurunan tanda dan gejala isolasi
sosial sebelum dan sesudah dilakukan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS), dan pasien
mampu meningkatkan kemampuan bersosialisasi dengan orang lain. Kesimpulan dari penelitian ini,
hasil dari penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) dari sesi 1 sampai sesi 7 perlu
direkomendasikan agar perawatan pasien dengan isolasi sosial menjadi efektif.
Abstract:Elderly or elderly is the final stage of life characterized by physiological changes that are increasingly declining, one of which is in cardiovascular disease. Hypertension is a chronic condition characterized by increased…
sed blood pressure on the walls of arterial blood vessels. Based on a pre-survey at Panti Wreda Budi Dharma Kasih, it was found that more than half of the elderly experienced hypertension due to a lack of elderly knowledge about hypertension. This community service activity aims to educate the elderly about hypertension and invite the elderly to have a good lifestyle. This activity was carried out at Panti Wreda Budi Dharma Kasih attended by 27 participants. The PKM method is carried out by checking the blood pressure of the elderly using a sphygmomanometer and stethoscope. Screening of PKM participants is elderly people with a minimum age of 60 years who can hear and see. The provision of education is carried out by lecture method using power points containing the definition of hypertension and elderly causative factors and ways to prevent hypertension, then a question and answer session is held. Data collection on the level of knowledge was carried out using pre-education and post-education questionnaires. The results of this activity show an increase in knowledge in the elderly after providing education for 3 meetings.
Abstract:This training aims to equip teachers with the ability to prevent data processing errors with Ms Excel. The effectiveness of this training was measured by the one-group pre-test and post-test design method. We used the t-test…
test to find out the difference between pre-test and post-test scores. The results showed a significant difference between the pre-test and post-test scores (p < 0.05). The results showed the average post-test score (mean = 7.60; SD = 1.02) increased almost twice as much as the pre-test average score (mean = 4.58; SD = 1.26). The implications of this training can be applied by teachers to process data, for example, student scores into tables or graphs, so errors are easier to detect. This information can be used to determine decisions, for example, whether a student passes a course or not.
Abstract:System chatbot at the Kominfo service agency that will help process sentences based on keywords or phrases to get the desired information to facilitate service. The customer service agent system is divided into 3 parts,…
namely responder, classifier, and graphmaster. Responder is the part that connects the bot with the user. The task of the responder is to transfer data from the user to the classifier and control the input and output. The classifier is the part that filters and normalizes the input and performs segmentation of the sentences that have been inputted. Graphmaster is the part that matches the input pattern to the facts that have been created.