Search Articles & Publications

Showing 1777 articles found for "Hingga"

HUBUNGAN LITERASI DIGITAL DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PADA PEMBELAJARAN DARING BERBASIS TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN

Maesaroh Lubis, N Leni Sri Mulyani
Abstract: Transformasi digital dalam pendidikan tinggi menuntut mahasiswa memiliki literasi digital yang memadai untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis teknologi kecerdasan buatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat&#8230; literasi digital mahasiswa, mengukur capaian prestasi akademik, dan mengidentifikasi hubungan antara literasi digital dengan prestasi akademik dalam konteks pembelajaran daring berbasis artificial intelligence. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 53 mahasiswa yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur dengan validitas dan reliabilitas teruji, serta dokumentasi nilai Indeks Prestasi Kumulatif. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product-Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96,22% mahasiswa memiliki literasi digital kategori baik hingga sangat baik dengan rata-rata skor 4,08, sementara 81,13% mahasiswa mencapai IPK 3,51-4,00 dengan predikat cum laude dan rata-rata IPK 3,72. Uji korelasi menghasilkan koefisien r = 0,684 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,01), mengkonfirmasi adanya hubungan positif kuat dan signifikan antara literasi digital dengan prestasi akademik. Koefisien determinasi sebesar 46,8% menunjukkan literasi digital berkontribusi substansial terhadap prestasi akademik. Temuan ini mengimplikasikan urgensi pengembangan program literasi digital komprehensif dalam kurikulum pendidikan tinggi untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan.

MEMBANGUN KESADARAN MELALUI SPIRITUALITAS HENDRIKUS LEVEN UNTUK KEHIDUPAN YANG BERKUALITAS

Dominikus Dx wain, Magdalena Maria Ines Kleden, Nelci Halla
Abstract: Kehidupan manusia modern sering ditandai oleh tekanan psikologis, kelelahan batin, dan pencarian makna hidup. Spiritualitas menjadi salah satu dimensi penting untuk membangun kesadaran diri dan meningkatkan kualitas hidup.&#8230; p. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran spiritualitas Hendrikus Leven dalam membangun kesadaran manusia menuju kehidupan yang berkualitas. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis deskriptif-interpretatif. Data primer diperoleh dari gagasan dan refleksi praktik spiritual Hendrikus Leven, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah mengenai spiritualitas, kesadaran, dan kualitas hidup. Hasil kajian menunjukkan bahwa spiritualitas Hendrikus Leven menekankan kesadaran diri yang berkembang melalui refleksi pengalaman hidup, termasuk pengalaman sulit, sehingga individu dapat menemukan makna hidup, menghadapi tantangan, dan membangun relasi yang sehat dengan sesama. Temuan ini konsisten dengan studi empiris yang menunjukkan hubungan positif antara spiritualitas dan kualitas hidup. Dengan demikian, spiritualitas bukan hanya dimensi religius, tetapi juga variabel multidimensi yang berkontribusi pada kesejahteraan batin dan kualitas hidup secara menyeluruh.

SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN

Hermanus Hamu Tukan, Sholahudin Alahyudi Hasan, Marianus Septian
Abstract: Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berbagai tradisi, spiritualitas selalu menjadi&#8230; i sumber kekuatan, pemaknaan, dan inspirasi yang tidak hanya hadir dalam ruang-ruang religius, tetapi mewarnai seluruh dinamika kehidupan manusia. Spiritualitas bukanlah sekadar konsep teoretis, melainkan suatu proses yang hidup, aktif, dan terus berkembang sesuai dengan pengalaman individu. Setiap manusia menjalani perjalanan spiritual yang unik, dan perjalanan itu hanya dapat dipahami melalui refleksi mendalam terhadap pengalaman hidup sehari-hari. Kehidupan manusia pada dasarnya merupakan perjalanan panjang yang memuat berbagai dinamika: kesuksesan dan kegagalan, sukacita dan duka, keteguhan dan keraguan, pertumbuhan dan kejatuhan. Dalam dinamika tersebut, spiritualitas hadir sebagai dasar nilai yang menuntun seseorang untuk bertanya, memahami, dan menghayati makna terdalam dari setiap pengalaman hidup. Spiritualitas kehidupan bukanlah sesuatu yang bersifat statis, tetapi berkembang dalam proses yang panjang seiring dengan pertumbuhan kesadaran manusia terhadap tujuan hidupnya. Melalui setiap pengalaman, manusia menemukan petunjuk baru, hikmah baru, dan pemahaman baru yang membawa dirinya menuju kedewasaan spiritual yang semakin utuh. Dalam konteks spiritualitas kehidupan, karya dan keteladanan seorang tokoh seperti Hendrikus Leven menjadi sangat penting untuk dikaji karena hidupnya mencerminkan perjalanan spiritual yang kaya, mendalam, dan inspiratif. Hendrikus Leven bukan hanya dikenal sebagai pribadi yang tekun dalam karya pelayanan, tetapi juga sebagai sosok yang menjadikan setiap langkah hidupnya sebagai ungkapan konkret dari spiritualitas yang matang. Karya-karyanya bukan sekadar kegiatan atau tugas formal, tetapi merupakan bentuk nyata dari penghayatan spiritualitas: pelayanan yang tulus, cinta kasih yang diwujudkan tanpa syarat, kerendahan hati yang mempengaruhi cara ia berelasi, serta kesederhanaan hidup yang menjadi cerminan kedalaman batinnya. Karena itu, perjalanan hidup Hendrikus Leven merupakan contoh nyata bagaimana spiritualitas dapat menjadi kekuatan utama yang membentuk karakter, sikap, pilihan hidup, serta komitmen dalam pelayanan. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menganalisis spiritualitas kehidupan sebagai sebuah perjalanan, dengan merujuk khusus pada karya dan pengabdian Hendrikus Leven. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, tulisan ini menguraikan konsep dasar spiritualitas, makna kehidupan, dinamika perjalanan spiritual, dan relevansinya dalam kehidupan manusia modern. Selanjutnya, kajian ini menelusuri bagaimana nilai-nilai spiritualitas seperti cinta kasih, kesederhanaan, kerendahan hati, syukur, pengampunan, keteguhan, dan harapan tercermin secara nyata dalam setiap aspek karya Hendrikus Leven. Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan bukanlah satu peristiwa yang terjadi sesekali, melainkan rangkaian perjalanan panjang yang terus berkembang melalui segala pengalaman hidup, sebagaimana tampak jelas dalam perjalanan Hendrikus Leven. Melalui penelitian dan refleksi ini, ditemukan bahwa spiritualitas kehidupan hanya dapat dipahami secara mendalam ketika manusia menjalaninya sebagai sebuah proses yang menyentuh seluruh aspek hidup: pikiran, perasaan, perilaku, relasi, dan karya. Spiritualitas bukan hanya soal ritual, tetapi tentang cara manusia memberi makna pada setiap langkah hidupnya. Hendrikus Leven menjadi gambaran nyata bahwa spiritualitas yang sejati selalu mengalir ke dalam tindakan nyata: pelayanan kepada sesama, komitmen pada kebaikan, kesediaan berkorban, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, serta ketekunan dalam menjalani panggilan hidup. Lewat karya-karyanya, ia memperlihatkan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang tidak hanya memperkaya batin pribadi, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi masyarakat dan lingkungan tempat ia berkarya. Kajian ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang manusia di dunia. Setiap pengalaman hidup mengajarkan sesuatu yang membentuk kedalaman batin. Setiap perjuangan menguatkan karakter. Setiap pelayanan membuka ruang baru bagi pertumbuhan iman. Dalam perspektif ini, spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan menuju kedewasaan manusia secara menyeluruh: kedewasaan iman, kedewasaan moral, kedewasaan emosional, dan kedewasaan sosial. Melalui perjalanan tersebut, manusia semakin memahami bahwa hidup bukan hanya tentang pencapaian materi atau status, melainkan tentang bagaimana ia dapat menjadi pribadi yang bermakna bagi sesama. Karya Hendrikus Leven menjadi inspirasi bahwa perjalanan spiritualitas adalah perjalanan untuk mencintai, mengampuni, melayani, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang bertolak dari pengalaman konkret manusia dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelayanan. Karya Hendrikus Leven menjadi contoh bahwa spiritualitas bukan hanya urusan batin, melainkan juga urusan tindakan nyata yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Studi ini menyimpulkan bahwa spiritualitas kehidupan adalah proses panjang yang mengintegrasikan nilai, pengalaman, refleksi, dan tindakan sehingga membentuk kesatuan hidup yang penuh makna. Perjalanan ini mengarah pada kedalaman hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta pada komitmen untuk menjalani hidup dengan cinta kasih, kerendahan hati, dan pengabdian yang tulus.

MENUMBUHKAN JIWA PANCASILA DI KALANGAN ANAK MUDA BANGSA MELALUI NILAI – NILAI ADAT DAN TRADISI LOKAL

Ursula Lodang Soge, Georinia Wasi Wekin
Abstract: Artikel ini mengkaji secara komprehensif upaya menumbuhkan jiwa Pancasila di kalangan anak muda bangsa melalui pemanfaatan nilai-nilai adat dan tradisi lokal sebagai fondasi pendidikan karakter. Dalam konteks modern, generasi&#8230; erasi muda Indonesia menghadapi perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang berlangsung sangat cepat, sehingga nilai-nilai kebangsaan kerap mengalami pergeseran makna maupun pengurangan relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menuntut adanya strategi pembinaan karakter yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memiliki kedekatan emosional, historis, dan kultural dengan kehidupan anak muda. Adat dan tradisi lokal yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara mengandung berbagai nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap sesama, solidaritas, kearifan spiritual, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur. Nilai-nilai tersebut selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila dan dapat menjadi sarana efektif dalam memperkuat pemahaman generasi muda terhadap identitas nasional. Melalui pendekatan kultural, pendidikan berbasis kearifan lokal dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas adat, dan organisasi kepemudaan. Proses internalisasi nilai dilakukan melalui pengenalan tradisi lokal, partisipasi aktif dalam kegiatan budaya, integrasi materi kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan, serta pembentukan ruang dialog yang memungkinkan anak muda memahami relevansi adat terhadap nilai-nilai Pancasila. Artikel ini menegaskan bahwa pelestarian adat dan tradisi bukan sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga merupakan strategi transformasi karakter yang mampu mendorong anak muda agar berperilaku sesuai dengan nilai Pancasila secara sadar dan konsisten. Dengan menghubungkan nilai Pancasila dengan realitas budaya yang dekat dengan kehidupan mereka, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan karakter nasionalisme, toleransi, dan tanggung jawab sosial di tengah tantangan global. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penguatan jiwa Pancasila melalui adat dan tradisi lokal merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter, berakar pada budaya bangsa, serta mampu menghadapi dinamika zaman tanpa kehilangan identitas keindonesiaannya.

HENDRIKUS LEVEN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PEMAHAMAN SPIRITUALITAS KEHIDUPAN

Maria Dolorosa Linda Carvallo, Maria Risnawati Gau, Nelci Halla
Abstract: Hendrikus Leven, seorang Vikaris Apostolik Kepulauan Sunda Kecil dan pendiri Kongregasi Pengikut Yesus (CIJ), memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman spiritualitas kehidupan, khususnya di Indonesia. Spiritualitasnya&#8230; itasnya menekankan pentingnya kehidupan yang berakar pada iman yang kokoh, pelayanan yang tulus, dan cinta kasih universal. Leven kecil dikenal sebagai sosok yang bijaksana, sederhana, dan memiliki semangat sosial yang tinggi, serta ketertarikan pada hidup religius sejak dini. Kontribusi utamanya terlihat dalam pengembangan dan pertahanan misi perutusan, termasuk pendirian Kongregasi Pengikut Yesus . Spiritualitas pelayanannya digambarkan melalui konsep, yang merupakan refleksi pribadi tentang bagaimana ia menjalankan perannya sebagai Uskup di Kepulauan Sunda Kecil. Selain itu, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) bahkan telah mengadakan peluncuran buku dan bedah buku berjudul Kontekstualisasi Pemikiran Heinrich Leven dalam Pendidikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penggelaran Hamba Allah Mgr. Heinrich Leven .Pemahaman spiritualitas yang ia wariskan mencakup penghayatan kaul, khususnya kaul ketaatan, oleh para suster Kongregasi Pengikut Yesus. Secara umum, spiritualitas adalah kepercayaan dan keyakinan seseorang terhadap kebenaran, kesucian, keterikatan, dan rasa tunduk kepada kekuatan yang lebih tinggi, yang mendorong serta mengarahkan tingkah laku individu. Spiritualitas Leven, yang telah disiapkan secara ilmiah dan spiritual sebagai misionaris, memberikan fondasi kuat bagi perkembangan kehidupan rohani dan sosial.Henricus Leven bukan hanya uskup dan misionaris, tetapi juga figur spiritual yang memadukan pengalaman batin dengan aksi nyata. Pemahaman spiritualitas kehidupan yang ia wariskan adalah spiritualitas hidup yang bertumbuh di dalam iman, diwujudkan dalam pelayanan kepada sesama, terutama mereka yang paling membutuhkan. Spiritualitas ini bukanlah sekadar konsep teoretis, tetapi dipraktikkan dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan umat sehingga menjadi teladan hidup Kristiani yang konkret.

PENGARUH PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA E-COMMERCE TOKOPEDIA

Meidita, Ranti, Sarah, Siti, Rizal, Iwan
Abstract: Pertumbuhan pesat teknologi digital telah meningkatkan persaingan antarplatform e-commerce, sehingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan literasi digital menjadi faktor penting dalam membentuk loyalitas pelanggan.&#8230; langgan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh AI dan literasi digital terhadap loyalitas pelanggan pengguna Tokopedia di Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal. Data dikumpulkan dari 97 pengguna aktif Tokopedia melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dan literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dengan literasi digital memiliki pengaruh yang lebih dominan. Penerapan AI mampu meningkatkan pengalaman pelanggan melalui personalisasi dan layanan otomatis, sedangkan tingkat literasi digital yang lebih tinggi meningkatkan kepercayaan diri dan rasa aman pengguna dalam bertransaksi secara daring. Secara simultan, AI dan literasi digital berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, yang menunjukkan bahwa platform e-commerce perlu menyeimbangkan inovasi teknologi dengan upaya peningkatan literasi digital pengguna agar tetap kompetitif.

PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH DAN KEPERCAYAAN MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MAKANAN ONLINE

Kristiawati, Sonia, Aqlimah Azeljilia Mumtaz, Nadia, Ruswandi, wawan
Abstract: Riset ini dilakukan guna menguak peran Electronic Word of Mouth (e-WOM) serta kepercayaan merek dlam menciptakan keputusan pembelian produk makanan secara online. Pendekatan yang diterapkan kuantitatif dengan desain asosiatif.&#8230; iatif. Sampel riset ini melibatkan 60 responden yang diambil secara acak selama periode Mei hingga Juli 2025. Pengumpulan data dlam roset ini diterapkan lewat kuesioner yang disebar secara daring, selanjutnya data dianalisis menerapkan metode regresi linier berganda. Hasil analisis memperlihatkan baik secara parsial maupun simultan e-WOM dan kepercayaan merek berdmapak positif dan luar biasa pada keputusan pembelian. Temuan ini mengonfirmasi interaksi melaui e-wom yang dipersepsikan baik serta tingkat kepercayaan terhadap merek menjadi faktor penentu dalam mendorong keputusan pembelian produk makanan secara daring.

PENGARUH PROMOSI DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BELI ULANG PADA DTOP CIPANENGAH SUKABUMI

Ramdani, Fahad, Hilal, Rizky, Ruswandi, Wawan
Abstract: Riset ini dilakukan guna menguak promosi dan kualitas layanan memengaruhi niat pembelian ulang konsumen di DTOP Cipanengan, Kota Sukabumi, baik secara parsial maupun simultan. Dalam riset ini mengimplementasikan desain kuantitatif&#8230; uantitatif dengan asosiatif. Populasinya mencakup seluruh konsumen yan bertransaksi pembelian di DTOP Cipanengah, Sukabumi, Selama Juli hingga September 2025, dengan total 1.350 konsumen. Sampel penelitian ditetapkan dengan formula Slovin dengan margin 10%, sehingga diperoleh 94 responden yang dipilih secara acak. Data Primer diiimplemnetasikan yang bersumber dari hasil penyebaran kuesioner lewat Google Form dan selanjutnya dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasilnya menguak adanya dampak yang baik dan kuat antara promosi  dan kualitas pelayana pada niat pembelian ulang Konsumen DTOP Cipanengah, Sukabumi baik secara mandiri maupun bersamaan

THE INFLUENCE OF PRICE PERCEPTION AND PRODUCT QUALITY ON CONSUMER SATISFACTION AT LEVIS MATAHARI SUKABUMI

Puteri Andini, Dea, Marwan Hanan , Ali, Ruswandi, Wawan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi harga dan kualitas produk terhadap kepuasan konsumen pada produk Levi’s di Matahari Department Store Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan&#8230; katan kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang membeli produk Levi’s di Matahari Sukabumi selama periode Juli–September 2025 sebanyak 180 konsumen. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 10%, sehingga diperoleh 64 responden yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel acak. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, serta persepsi harga dan kualitas produk secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,640 menunjukkan bahwa persepsi harga dan kualitas produk mampu menjelaskan sebesar 64% variasi kepuasan konsumen, sedangkan sisanya sebesar 36% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, seluruh hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan diterima. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pertimbangan praktis bagi perusahaan dalam menentukan strategi penetapan harga dan meningkatkan kualitas produk guna meningkatkan kepuasan konsumen. Kata kunci: Persepsi Harga, Kualitas Produk, Kepuasan Konsumen.

SOCIAL ETHICS AND DEVIANT BEHAVIOR: A SOCIAL PSYCHOLOGICAL REVIEW OF THE PHENOMENON OF BULLYING

Sonia Armeliana Mnir, Sisilia Susana Naklui, Sonia, Sumari Novika Manao, Susanti Tabun, Thimotius Nau, Tirsa Tapatab, Yenry Anastasia Pellondou
Abstract: Bullying merupakan bentuk perilaku menyimpang yang melanggar etika sosial dan menimbulkan dampak serius terhadap korban, pelaku, maupun lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena bullying dari perspektif&#8230; pektif psikologi sosial dengan fokus pada pelanggaran etika sosial yang mendasarinya. Menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji 21 sumber akademik terkini (publikasi 2023-2025) termasuk jurnal ilmiah, laporan pengabdian kepada masyarakat, dan hasil penelitian empiris tentang bullying di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying merupakan manifestasi dari lemahnya internalisasi nilai-nilai etika sosial seperti empati, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama. Faktor-faktor penyebabnya meliputi lingkungan keluarga yang tidak harmonis, pengaruh teman sebaya yang negatif, paparan media massa, lemahnya sistem sekolah, dan ketimpangan status sosial. Dampak psikologis yang ditimbulkan mencakup kecemasan (34,72%), rendah diri (27,46%), depresi (22,28%), hingga trauma berkepanjangan (15,54%). Penelitian di MTs Negeri Ambon menunjukkan bullying verbal (35,75%) sebagai bentuk yang paling dominan. Pencegahan bullying memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan penguatan etika komunikasi, pendidikan karakter berbasis nilai moral, dan kolaborasi multipihak antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Integrasi teori psikologi sosial seperti Social Learning Theory, Teori Perkembangan Moral Kohlberg, Teori Asosiasi Diferensial, dan Teori Identitas Sosial menjadi landasan penting dalam merancang strategi intervensi yang efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman etika sosial yang kuat menjadi fondasi penting dalam mencegah perilaku menyimpang dan menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan harmonis.