Search Articles & Publications

Showing 1777 articles found for "Hingga"

PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA LAUWONU KECAMATAN TILANGO KABUPATEN GORONTALO

Alfiyya Vansolang, Juriko Abdussamad, Dwi Indah Yuliyani Solihin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Desa dalam pengelolaan sampah di Desa Lauwonu Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. Fokus penelitian meliputi peran pemerintah desa sebagai fasilitator, regulator,… ator, dan dinamisator dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Kepala Desa, perangkat desa, dan masyarakat Desa Lauwonu yang didukung oleh observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah Desa Lauwonu dalam pengelolaan sampah belum sepenuhnya berjalan secara optimal. Hal ini ditandai dengan belum tersedianya sarana dan prasarana pengelolaan sampah seperti tempat sampah, Tempat Pembuangan Sementara (TPS), dan armada pengangkut sampah. Selain itu, pemerintah desa juga belum memiliki peraturan desa yang secara khusus mengatur tentang pengelolaan sampah sehingga perilaku masyarakat dalam membuang sampah belum dapat dikendalikan secara maksimal. Pada aspek dinamisator, pemerintah desa telah melakukan sosialisasi, kerja bakti, dan kegiatan kebersihan lingkungan, namun pelaksanaannya belum rutin dan belum menjangkau seluruh masyarakat secara merata. Akibatnya, partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah masih tergolong rendah. Meskipun demikian, pemerintah desa telah menunjukkan upaya awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan peran pemerintah desa dalam pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, pembentukan peraturan desa tentang pengelolaan sampah, serta peningkatan sosialisasi dan pelibatan masyarakat secara aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IV-VI SD NEGERI TOTABUAN KAB. BOLANG MONGONDOW

Paputungan, Tita Ananda Putri, Samsudin, Samsudin, Choeroni, Choeroni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV–VI SD Negeri Totabuan Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian&#8230; nelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV–VI SD Negeri Totabuan yang berjumlah 52 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua, sedangkan variabel terikat terdiri atas motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, dokumentasi, dan observasi. Data pola asuh orang tua dan motivasi belajar dikumpulkan menggunakan angket skala Likert, sedangkan hasil belajar diperoleh dari nilai rapor mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, uji T, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, semakin baik pola asuh yang diterapkan orang tua, semakin tinggi motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

AKUNTABILITAS BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA UMKM: PELUANG DAN TANTANGAN

Nasution, Juni Erpida, Widiyan, Tika, Arumsari, Tania
Abstract: Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mendorong transformasi digital dalam berbagai sektor, termasuk pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi&#8230; si akuntabilitas berbasis Artificial Intelligence pada UMKM di Kota Makassar serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas pemilik dan pengelola UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas usahanya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI melalui aplikasi pembukuan digital, chatbot, analisis data penjualan, dan sistem pemasaran digital mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kualitas pengelolaan informasi usaha. Penggunaan AI juga membantu pelaku UMKM dalam memperkuat sistem pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan sehingga mendukung peningkatan akuntabilitas usaha. Namun demikian, implementasi AI masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia, biaya teknologi, serta risiko keamanan dan privasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Artificial Intelligence memiliki potensi besar dalam mendukung akuntabilitas UMKM, tetapi keberhasilannya memerlukan peningkatan kapasitas digital, dukungan infrastruktur, dan tata kelola teknologi yang memadai.

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR PROPERTI DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2024

Fadyla Monoarfa, Idham Masri Ishak, Srie Isnawaty Pakaya
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio likuiditas dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024.&#8230; –2024. Variabel likuiditas diproksikan dengan Current Ratio (CR), profitabilitas diproksikan dengan Return on Assets (ROA), sedangkan nilai perusahaan diproksikan menggunakan Price to Book Value (PBV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian terdiri dari perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 32 perusahaan sebagai sampel penelitian dan total 160 observasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 22, yang diawali dengan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara simultan, likuiditas dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel likuiditas dan profitabilitas mampu menjelaskan variasi nilai perusahaan sebesar 39,4%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa investor pada sektor properti dan real estate lebih mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dibandingkan hanya kemampuan menjaga likuiditas perusahaan.

PENGARUH PENGELOMPOKAN KELAS (UNGGULAN DAN NON UNGGULAN) TERHADAP PRESTASI SISWA DI SMP N 6 PADANGSIDIMPUAN

Rosti Malini Gultom
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelompokan kelas unggulan dan non unggulan terhadap prestasi siswa di SMP Negeri 6 Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian&#8230; elitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII, sedangkan sampel penelitian terdiri dari siswa kelas unggulan dan kelas non unggulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi nilai rapor siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata prestasi belajar siswa kelas unggulan lebih tinggi dibandingkan kelas non unggulan. Nilai rata-rata siswa kelas unggulan sebesar 87,5, sedangkan kelas non unggulan sebesar 78,3. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengelompokan kelas unggulan dan non unggulan terhadap prestasi siswa di SMP Negeri 6 Padangsidimpuan. Pengelompokan kelas memberikan dampak positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa, khususnya pada kelas unggulan yang memiliki lingkungan belajar lebih kompetitif dan kondusif. Namun demikian, sekolah tetap perlu memperhatikan pemerataan kualitas pembelajaran agar tidak terjadi kesenjangan antarsiswa.

PERAN BPKN RI DALAM PERLINDUNGAN KONSUMEN 5.0: TINJAUAN LITERATUR KOMUNIKASI DAN EDUKASI

Azi Khoirurrahman
Abstract: Transformasi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia menjadi lebih cepat, instan, dan berbasis platform. Fenomena ini melahirkan konsep “Konsumen 5.0”, yaitu konsumen yang hidup dalam ekosistem digital&#8230; tal yang terintegrasi dengan teknologi cerdas seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, dan platform e-commerce/fintech. Di sisi lain, risiko konsumen semakin kompleks, mulai dari penipuan online, kebocoran data, produk tidak sesuai deskripsi, hingga manipulasi informasi melalui algoritma dan iklan digital. Dalam konteks ini, perlindungan konsumen tidak lagi hanya bersifat represif melalui penegakan hukum, tetapi juga preventif melalui komunikasi dan edukasi yang efektif. Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) memiliki peran strategis sebagai lembaga yang memberikan saran dan rekomendasi kepada pemerintah serta menerima pengaduan masyarakat terkait perlindungan konsumen. Artikel ini bertujuan menganalisis peran BPKN RI dalam melindungi Konsumen 5.0 melalui pendekatan komunikasi dan edukasi. Metode yang digunakan adalah kajian literatur berbasis yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan analisis dokumen, meliputi UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dokumen BPKN, serta literatur terkait komunikasi publik dan literasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa BPKN RI telah mengembangkan berbagai inisiatif komunikasi dan edukasi, seperti website resmi, media sosial, kampanye publik, dan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital masyarakat, perkembangan teknologi yang sangat cepat, dan keterbatasan regulasi masih menjadi hambatan. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan strategi komunikasi dan edukasi berbasis digital sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan daya kritis Konsumen 5.0. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan komunikasi digital, peningkatan program edukasi konsumen, perluasan jangkauan sosialisasi, serta penguatan peran BPKN dalam kebijakan nasional perlindungan konsumen di era digital.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING BERORIENTASI HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DAN KETERAMPILAN ABAD KE-21 PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN DUKUHMENCEK 04

Mufidatur Rizqiya Permana, Dwi Cahyani, Erma Fatmawati, Mu'alimin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran IPAS&#8230; di SDN Dukuhmencek 04. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menggali secara mendalam proses pembelajaran, interaksi, serta pengalaman guru dan siswa dalam penerapan model tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL melalui proyek pembuatan pop-up book kearifan lokal mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna, serta mendorong berkembangnya keterampilan HOTS dan kompetensi abad ke-21 (4C), yaitu berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Siswa terlibat secara langsung dalam proses merancang, menyusun, dan mempresentasikan produk, sehingga pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi simultan antara PjBL, HOTS, dan keterampilan abad ke-21 dalam konteks pembelajaran IPAS berbasis kearifan lokal, serta penggunaan pendekatan kualitatif untuk mengungkap proses implementasi secara nyata di kelas. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkaya kajian pembelajaran abad ke-21 dan secara praktis memberikan panduan bagi guru dalam merancang pembelajaran inovatif, kontekstual, dan berbasis proyek di sekolah dasar.

MANAJEMEN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 4 PALOPO

Pahira, Alimuddin, Sarmila, Ahmad Munawir, Firman Patawari
Abstract: Penelitian ini membahas tentang manajemen guru dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMA Negeri 4 Palopo. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa serta bagaimana peran guru dalam mengelola&#8230; ngelola proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan minat belajar siswa di sekolah. Minat belajar merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran karena dapat memengaruhi keaktifan dan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa di SMA Negeri 4 Palopo. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran mengenai kondisi minat belajar siswa serta bagaimana manajemen guru dalam mengelola pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa di SMA Negeri 4 Palopo masih bervariasi. Manajemen guru dalam meningkatkan minat belajar siswa dilakukan melalui perencanaan pembelajaran yang baik, pelaksanaan pembelajaran dengan metode yang bervariasi, serta evaluasi pembelajaran untuk melihat perkembangan belajar siswa. Selain itu, guru juga berperan sebagai motivator dan fasilitator dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran.

LITERASI KEUANGAN, KESADARAN KEUANGAN DAN PERILAKU KEUANGAN PADA PELAKU BISNIS KOPI DI DESA TO’LONG KECAMATAN BASSE SANGTEMPE’

Raslin, Burhan Rifuddin
Abstract: Penelitian dilakukan dengan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha kopi. Analisis data dilakukan melalui tahap pengolahan&#8230; engolahan data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan, sehingga memberikan gambaran yang terstruktur dan mendalam mengenai praktik pengelolaan keuangan pada usaha tersebut. Fokus penelitian meliputi pemahaman literasi keuangan, kesadaran terhadap nilai uang dan risiko utang, serta penerapan perilaku keuangan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi dalam tingkat literasi keuangan pelaku usaha kopi. Sebagian informan telah menyadari pentingnya pencatatan transaksi dan pengaturan arus kas, serta perencanaan penggunaan keuntungan, sementara sebagian lainnya masih menggunakan metode tradisional dan pencatatan belum dilakukan secara konsisten. Pada aspek kesadaran keuangan, pelaku usaha menunjukkan sikap menghargai nilai uang, berhati-hati dalam mengambil utang, serta melakukan upaya menabung dan menetapkan tujuan keuangan jangka pendek maupun panjang, meskipun penerapannya belum sepenuhnya optimal. Sedangkan pada aspek perilaku keuangan, Sebagian pelaku usaha sudah melakukan pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha, mengendalikan pengeluaran, serta menyediakan dana cadangan, namun masih terdapat keterbatasan dalam perencanaan keuangan yang sistematis dan berkelanjutan.  Ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi dan kesadaran keuangan sangat diperlukan guna memperkuat perilaku pengelolaan keuangan pelaku bisnis kopi secara lebih terstruktur. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan program edukasi dan pendampingan keuangan bagi pelaku usaha kopi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.

ANALISIS KUALITAS LAYANAN: STUDI KASUS PADA LAYANAN KECANTIKAN DI BANDUNG BARAT

Dina salsabila, Yoki oktorian Sukardi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan pada Klinik Marisa yang berlokasi di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, serta mengidentifikasi aspek layanan yang paling berkaitan dengan kualitas layanan&#8230; ayanan berdasarkan persepsi pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan SERVQUAL yang meliputi lima dimensi, yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy, serta didukung dengan analisis SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan secara umum dinilai baik, terutama pada dimensi Tangibles, Assurance, dan Empathy, dimana fasilitas klinik dinilai bersih dan cukup nyaman, staf berpenampilan rapi serta mampu memberikan penjelasan prosedur dengan jelas sehingga menumbuhkan rasa percaya pelanggan. Namun demikian, pada dimensi Reliability dan Responsiveness ma sih ditemukan kendala berupa ketidaktepatan waktu pelayanan, keterlambatan kehadiran dokter sesuai jadwal, serta lambatnya respons komunikasi kepada pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aspek layanan yang paling berkaitan dengan kualitas layanan adalah keandalan dan daya tanggap staf dalam memberikan pelayanan. Berdasarkan analisis SWOT, strategi yang direkomendasikan adalah strategi WO (Weakness-Opportunity) dan WT (Weakness-Threat), yaitu dengan meminimalkan kelemahan internal melalui perbaikan manajemen jadwal dan peningkatan respons komunikasi untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan layanan kecantikan, serta meningkatkan konsistensi operasional dan standar pelayanan guna mengurangi dampak persaingan dan menjaga loyalitas pelanggan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak klinik dalam meningkatkan kualitas layanan