Abstract:Pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan umum untuk membantu Masyarakat mitra mengembangkan sistem perancangan siklus akuntansi pengelolaan sampah yang baik, pelaporan akuntansi yang baik dan benar, serta membangun…
un model system siklus akuntansi Bank Sampah, yang dapat menginformasikan kuantitas, harga, pendapatan atas sampah di setiap kelurahan dan kuantitas sampah daur ulang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Tema pengabdian kepada masyarakat ini adalah akuntansi keuangan, akuntansi Manajemen dengan melibatkan para pengajar dan narasumber Dosen-dosen Program Studi Akuntansi dari Universitas Darma Persada. Hasil Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tanggal 13 dan 14 November 2021 adalah memberikan informasi dan pemahaman serta menambah ilmu di bidang akuntansi dan pembukuan, terutama tentang pencatatan keuangan dari para peserta kelompok Pengurus Bank Sampah RW 16 Kelurahan Padurenan Kecamatan Mustika jaya Kota Bekasi. Respon para peserta sangat baik dan senang karena sangat terbantu dalam pembelajaran tentang pencatatan keuangan dan sangat antusias langsung diaplikasikan. Saran yang disampaikan adalah kegiatan Pengabdian kepada masyarakat kedepannya agar dilakukan berkesinambungan sehingga, para peserta senantiasa mendapatkan bimbingan dalam pencatatan siklus akuntansi dan memberikan pelaporan keuangan kepada para masyarakat terkait dengan Bank Sampah, sehingga masyarakat semakin antusias dalam mengumpulkan sampah karena bisa peduli dengan lingkungan serta memberikan nilai ekonomis tinggi.
Abstract:Salah satu alat indra manusia yang paling penting adalah mata, yang menerima rangsangan cahaya dan mengubahnya menjadi impuls listrik, yang kemudian diterjemahkan ke otak. Mata tidak selalu berfungsi dengan baik. Salah satu…
atu gangguan organik yang dapat terjadi pada mata adalah kelainan refraksi. Kondisi yang dikenal sebagai miopia menyebabkan sistem akomodasi berkurang karena sinar sejajar dibiaskan di depan retina. Terlalu lama terlibat dalam aktivitas jarak dekat, seperti membaca buku, melihat layar laptop atau komputer, dan bermain game, dapat menyebabkan miopia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, 17—atau 56,7 persen—berjenis kelamin perempuan; usia mereka berkisar antara 18 dan 25 tahun; frekuensi waktu aktifitas dekat mereka, yang berkisar antara 2 dan 10 jam per hari; frekuensi jarak pemeriksaan 12 responden atau 40 persen, yang berkisar antara 0,5 tahun dan 1 tahun. Frekuensi kenaikan derajat miopia mulai 0,25 D hingga 2,25 D. .Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah waktu yang relatif lama digunakan untuk melihat jarak dekat dapat mempengaruhi derajat kenaikan miopia. Kenaikan derajat miopia yang terjadi dan yang terbanyak adalah sebesar 0,50 D dan 0,75 D.
Abstract:Pelaku UMKM khususnya pada usaha Sate Padang Pariaman milik Bapak Nahrudin di Jakarta Utara mengalami kendala dalam pencatatan keuangan karena belum adanya pembukuan yang tersistematis. Selama ini semua transaksi keuangan…
n hanya diingat secara lisan tanpa adanya dokumentasi sehingga pelaku usaha kesulitan mengetahui kondisi keuangan usahanya secara akurat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pelatihan pemahaman dan pelatihan tentang pembukuan sederhana kepada para pelaku UMKM agar mereka mampu mengelola keuangan usahanya dengan lebih terarah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendampingan dan pelatihan pembuatan pembukuan sederhana berupa laporan laba rugi dan neraca dengan menggunakan aplikasi Exel. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya penerapan pembukuan sederhana pada proses bisnis. Hasilnya menunjukkan adanya kesadaran para pelaku UMKM akan pentingnya penerapan pembukuan sederhana pada proses bisnis.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan pengendalian penjualan sebagai strategi meningkatkan kinerja penjualan Toko Rumah Fashion. Toko ini merupakan usaha yang bergerak dibidang penjualan produk pakaian…
ian jadi langsung kepada konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik mengumpulkan data melalui wawancara dengan pemilik toko, observasi aktivitas penjualan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pengendalian penjualan dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan dapat memberikan dampak positif dan efektif yang meningkatkan kinerja penjualan toko dengan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kepuasan pelanggan. Strategi yang terbutkti efektif meliputi penetapan target penjualan yang realistis berdasarkan tren dan data historis, analisis pasar yang memahami preferensi dan perilaku konsumen penyusunan rencana penjualan yang terstruktur, pemantauan dan evaluasi berkala terhadap pencapaian target penjualan. Melalui beberapa strategi ini toko mampu meningkatkan efisiensi operasinal, produktivitas tenaga penjual, serta memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan sehingga meningkatkan kepuasan dan loyalitas. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa perencanaan dan pengendalian penjualan yang efektif tidak hanya berperan sebagai fungsi manajerial, tetapi juga sebagai strategi penting dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi toko. Dengan menerapkan strategi ini secara konsisten, toko dapat meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan mencapai pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan. Perencanan Penjualan, Pengendalian Penjualan,Kinerjapenjualan.
Abstract:Dismenore adalah nyeri perut bagian bawah saat menstruasi akibat peningkatan hormon prostaglandin, yang menyebabkan kontraksi otot uterus. Di Pondok Pesantren Darul Falah, banyak siswi mengalami nyeri haid yang mengganggu…
u aktivitas sehari-hari. Dari 10 orang yang teridentifikasi mengalami nyeri haid, semuanya mengaku tidak mengetahui cara mengatasi nyeri haid tanpa obat, sehingga pemberian edukasi tentang senam dismenore adalah solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan mitra.
Abstract:Tanaman herbal adalah tumbuhan yang telah diidentifikasi dan diketahui berdasarkan pengamatan manusia memiliki senyawa yang bermanfaat untuk mencegah, menyembuhkan penyakit, melakukan fungsi biologis tertentu, hingga mencegah…
cegah serangan serangga dan jamur. Dengan banyaknya khasiat yang bisa didapatkan dari tanaman herbal, memanfaatkan lahan pekarangan sebagai lahan menumbuhkan tanaman herbal akan membawa banyak manfaat. Tanaman herbal yang tidak membutuhkan lahan luas untukmenanam pun akan sangat memudahkan pembudidayaannya. Sekaligus menyongsong perlombaan Tilik pada 2022, penulis menginisiasi sebuah sosialisasi dan praktik langsung pemanfaatan pekarangan rumah sebagai media tanam tumbuhan herbal. Dengan harapan, akan memberi banyak manfaat bagi warga, Desa Partihaman Saroha, Padangsidimpuan, Sumatra Utara.
Abstract:Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan prinsip-prinsip good governance dalam pelayanan publik di BKPSDM Provinsi Gorontalo telah dilaksanakan, namun belum sepenuhnya optimal. Pada prinsip transparansi, penyampaian…
n informasi pelayanan telah dilakukan, tetapi masih terdapat keterbatasan dalam penyebarluasan informasi serta kepastian waktu pelayanan. Pada prinsip akuntabilitas, aparatur telah melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab, meskipun masih ditemukan keterlambatan dalam penyelesaian pelayanan administrasi. Pada prinsip partisipasi, telah tersedia ruang bagi pengguna layanan untuk memberikan saran dan masukan, namun tingkat partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, pada prinsip efektivitas dan efisiensi, pelayanan telah didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi, tetapi belum berjalan secara maksimal sehingga masih diperlukan peningkatan kualitas sistem pelayanan dan optimalisasi sumber daya yang tersedia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan prinsip-prinsip good governance dalam pelayanan publik di BKPSDM Provinsi Gorontalo telah mengarah pada tata kelola pemerintahan yang baik, namun masih memerlukan berbagai upaya perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih transparan, akuntabel, partisipatif, efektif, dan efisien.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja pelayanan publik di Kelurahan Tenilo Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo berdasarkan indikator Kebijakan Pelayanan, Profesionalisme Sumber Daya Manusia,…
Sarana dan Prasarana, Sistem Informasi Pelayanan Publik, Konsultasi dan Pengaduan, serta Inovasi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan publik di Kelurahan Tenilo Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo secara umum telah berjalan dengan cukup baik. Pada aspek Kebijakan Pelayanan, pelayanan telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku. Profesionalisme SDM menunjukkan bahwa aparatur memiliki sikap ramah, responsif, serta mampu memberikan pelayanan sesuai tugas dan fungsinya, meskipun pengembangan kompetensi masih perlu ditingkatkan. Pada aspek Sarana dan Prasarana, fasilitas pendukung pelayanan masih belum memadai sehingga memerlukan perhatian pemerintah. Sistem Informasi Pelayanan Publik telah memanfaatkan media informasi dan teknologi, namun implementasinya belum optimal. Konsultasi dan Pengaduan telah berjalan dengan baik melalui mekanisme penyampaian aspirasi dan penyelesaian keluhan masyarakat. Sementara itu, pada aspek Inovasi, Kelurahan Tenilo telah melakukan berbagai upaya pengembangan pelayanan, namun inovasi yang diterapkan masih perlu ditingkatkan melalui optimalisasi teknologi informasi dan penyediaan sarana pendukung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja pelayanan publik di Kelurahan Tenilo Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo telah terlaksana dengan cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan terutama pada aspek sarana dan prasarana, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengembangan kompetensi aparatur agar pelayanan publik dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan memberikan kepuasan yang lebih tinggi kepada masyarakat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan manajemen sarana dan prasarana, proses pencapaian Akreditasi A, serta penerapan manajemen sarana dan prasarana di SMAN 8 Luwu Utara. Jenis penelitian yang digunakan oleh…
leh peneliti adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan manajemen sarana dan prasarana di SMAN 8 Luwu Utara telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan dan skala prioritas, sedangkan pengadaan disesuaikan dengan kemampuan anggaran sekolah dan kebutuhan pembelajaran. Seluruh sarana dan prasarana dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses pembelajaran serta dipelihara dan diawasi secara berkala agar tetap memenuhi standar yang dipersyaratkan. Proses pencapaian Akreditasi A dilakukan melalui pembentukan tim akreditasi, penyusunan dokumen administrasi dan bukti fisik, pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, evaluasi berkala, serta kerja sama seluruh warga sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan anggaran dan kebutuhan peningkatan beberapa fasilitas, sekolah mampu mengatasinya melalui penetapan skala prioritas, kerja sama seluruh warga sekolah, dan evaluasi berkelanjutan. Penerapan manajemen sarana dan prasarana melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik sehingga tercipta pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, manajemen sarana dan prasarana yang efektif memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan SMAN 8 Luwu Utara dalam mempertahankan Akreditasi A dan meningkatkan mutu pendidikan.
Abstract:Masa remaja awal merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, sehingga diperlukan pembinaan yang mampu mengembangkan aspek moral, spiritual, dan sosial secara seimbang. Salah satu bentuk pembinaan spiritual dalam…
m tradisi Kristen adalah kebiasaan membaca Alkitab yang diyakini berperan dalam membentuk perilaku positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebiasaan membaca Alkitab terhadap perilaku positif pada remaja awal di Pusat Pengembangan Anak (PPA) Oemathonis Efata Soe. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 30 remaja berusia 15–18 tahun, yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,988. Analisis regresi menghasilkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,851 yang menunjukkan hubungan sangat kuat antara kebiasaan membaca Alkitab dan perilaku positif. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,724 mengindikasikan bahwa kebiasaan membaca Alkitab memberikan kontribusi sebesar 72,4% terhadap pembentukan perilaku positif, sedangkan 27,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Uji hipotesis juga memperlihatkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang membuktikan bahwa kebiasaan membaca Alkitab berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku positif remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa pembiasaan membaca dan merenungkan firman Tuhan secara konsisten dapat memperkuat pembentukan karakter, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, kasih, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, kebiasaan membaca Alkitab perlu terus dikembangkan melalui keluarga, gereja, sekolah, dan lembaga pembinaan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter remaja yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.