Abstract:Abstract: Airfield Lighting System is a vital component in ensuring airport operational safety by guiding aircraft movements during takeoff, landing, especially at night or in poor weather conditions. However, the learning…
ng process of the AFL system at Medan Aviation Polytechnic has not yet been supported by interactive learning media that accurately represent real conditions. This study aims to design an IoT-based AFL learning tool that can be used by cadet of the Airport Electrical Engineering Study Program as a practical learning tool. The method employed in this study is Research and Development (R&D) based on Sugiyono’s framework, up to the product trial phase. The develop tool consist of an ESP32, LEDs to represent AFL lights, and is controlled via the Blynk application. This device can simulate various types of AFL lights, such as threshold, taxiway and PAPI with wireless control functionality. The testing result indicate that the tool performs well in turning the lights on and off according to user commands. Through this media, cadets can gain both visual and practical understanding of the configuration and working principles of AFL, which is expected to improve their readiness for On the Job Training.
.
Keywords: Airfield Lighting System, Internet of Things, learning tool, Arduino, Blynk
Â
Abstrak: Airfield Lighting System merupakan komponen vital dalam keselamatan operasional bandara yang memandu pergerakan pesawat selama tinggal landas dan mendarat, khususnya pada malam hari atau cuaca buruk. Namun, proses pembelajaran sistem AFL di Politeknik Penerbangan Medan belum didukung oleh adanya media pembelajaran interaktif yang merepresentasikan kondisi yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media pembelajaran AFL berbasis Internet of Things yang dapat digunakan oleh mahasiswa program studi Teknik Listrik Bandar Udara sebagai alat bantu praktikum. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) berdasarkan tahapan dari Sugiyono, hingga tahap uji coba produk. Alat yang dirancang terdiri dari ESP32, LED sebagai representasi lampu AFL, serta dikendalikan melalui aplikasi Blynk. Perangkat ini mampu mensimulasikan berbagai jenis lampu AFL seperti threshold, taxiway dan PAPI dengan kontrol yang dapat dilakukan secara nirkabel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat berfungsi dengan baik dalam menyalakan dan mematikan lampu sesuai perintah pengguna, Dengan media ini, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman visual dan praktis terhadap konfigurasi serta prinsip kerja AFL, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mereka menghadapi On the Job Training.
Â
Kata kunci: Airfield Lighting System, Internet of Things, media pembelajaran, Arduino, Blynk
Abstract:Abstract: This study maps students’ perceptions of the #KaburAjaDulu phenomenon across four aspects: understanding, exposure sources, causal factors, and perceived impacts. The analyzed questionnaire dataset comprises…
ises approximately N = 72 respondents. Descriptive results show that most respondents reported being Aware (55.6%) about #KaburAjaDulu; the most dominant initial exposure source was Social media (X, Instagram, TikTok, etc.) (88.9%). Attitudes toward people seeking opportunities abroad tended to be positive, with the 'Support' category reaching 47.2%. In the long run, the most frequently perceived impact was Loss of potential workforce (52.8%). These findings underscore the strong role of social media in shaping perceptions and the ambivalence between global opportunities and the risk of brain drain.
Â
Keyword: KaburAjaDulu; perception; phenomenon; students; social media.
Â
Abstrak: Penelitian ini menyajikan gambaran persepsi mahasiswa terhadap fenomena #KaburAjaDulu melalui empat aspek: pemahaman, asal paparan, faktor penyebab, dan dampak yang dipersepsikan. Dataset kuesioner yang dianalisis berjumlah sekitar N = 72 responden. Hasil deskriptif menunjukkan sebagian besar responden menyatakan Tahu (55.6%) terhadap isu #KaburAjaDulu; sumber pertama yang paling dominan adalah Media sosial (X, Instagram, TikTok, dll.) (88.9%). Sikap terhadap orang yang mencari peluang di luar negeri cenderung positif dengan kategori 'Mendukung' mencapai 47.2%. Dalam jangka panjang, dampak yang paling sering dipersepsikan adalah Kehilangan potensi tenaga kerja (52.8%). Temuan ini menegaskan kuatnya peran media sosial dalam pembentukan persepsi serta adanya ambivalensi antara peluang global dan risiko brain drain.
Â
Kata kunci: KaburAjaDulu; fenomena; mahasiswa; persepsi; social media.
Abstract:Abstract: Based on observations and interviews with biology teachers in grade X at PGRI Pulang Pisau High School, it was found that the learning resources used were still limited to textbooks that contained brief learning…
g activities and practical work. The available student worksheets did not cover important components such as identity, basic competencies, and theoretical foundations, and were uninteresting due to the lack of variety in the material and questions. This condition has an impact on the low motivation and involvement of students in learning. To overcome this problem, integrated local Dayak wisdom LKPD based on CrosswordLabs was developed to make learning more contextual and interactive. This study aims to develop LKPD, its validity, and practicality. The development method used the modified 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate) up to the Develop stage. The results showed that the worksheets fulfilled important learning elements such as identity, basic competencies, objectives, material, learning activities, and CrosswordLabs-based exercises. The overall validity test resulted in a percentage score of 83.00%, which is considered valid. The practicality test showed a very practical category with a response rate of 85.35% from students and 89.00% from teachers. Thus, this LKPD is feasible and very practical for use in biology learning.
Keyword: Development, LKPD, Local Wisdom, Crosswordlabs
Abstrak: Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Biologi di kelas X SMA PGRI Pulang Pisau, ditemukan bahwa sumber belajar yang digunakan masih terbatas pada buku paket yang memuat kegiatan belajar dan praktikum secara singkat. LKPD yang tersedia belum mencakup komponen penting seperti identitas, kompetensi dasar, dan dasar teori, serta kurang menarik karena minimnya variasi materi dan soal. Kondisi ini berdampak pada rendahnya motivasi serta keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan LKPD terintegrasi kearifan lokal Dayak berbasis CrosswordLabs agar pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk proses pengembangan LKPD, validitas, dan praktikalitas LKPD yang dikembangkan. Metode pengembangan dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dimodifikasi sampai tahap Develop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD telah memenuhi unsur penting pembelajaran seperti identitas, kompetensi dasar, tujuan, materi, kegiatan belajar, serta latihan berbasis CrosswordLabs. Hasil uji validitas keseluruhan diperoleh nilai persentase 83,00 % dengan kriteria valid. Uji praktikalitas menunjukkan kategori sangat praktis dengan respon peserta didik 85,35% dan guru 89,00%. Dengan demikian, LKPD ini layak dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran Biologi.
Kata kunci: Pengembangan, LKPD, Kearifan lokal, Crosswordlabs
Abstract:Abstrak: Studi ini bertujuan untuk menganalisis potensi, tantangan, dan strategi optimasi TikTok Live Shopping dalam meningkatkan keberlanjutan dan skalabilitas bisnis wirausaha muda vokasional. Digitalisasi menawarkan peluang…
eluang besar bagi UKM dan siswa vokasional untuk memasarkan produk mereka secara real-time dan interaktif. Namun, keterbatasan literasi digital dan akses pelatihan tetap menjadi tantangan utama. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, data dikumpulkan melalui survei dengan 50 responden dan wawancara mendalam dengan wirausahawan muda. Temuan menunjukkan bahwa 74% responden adalah siswa vokasional, 58% telah menggunakan TikTok Live Shopping, dan 70% setuju bahwa platform tersebut efektif meningkatkan interaksi pelanggan. Hasil uji-t menunjukkan bahwa kemampuan untuk memulai Live Shopping, eksplorasi tren, dan keterbukaan pembelajaran signifikan (p < 0,05), sementara akses pelatihan tetap netral. Studi ini menyimpulkan bahwa mengoptimalkan TikTok Live Shopping dapat memperluas jangkauan pasar dan memperkuat keberlanjutan bisnis ketika didukung oleh program literasi digital dan strategi branding yang efektif.Â
Kata Kunci: Belanja Langsung TikTok; Pemasaran Digital; Wirausaha Muda; UKM; Keberlanjutan Bisnis
Â
Abstract:This study aims to analyze the potential, challenges, and optimization strategies of TikTok Live Shopping in enhancing the sustainability and scalability of vocational young entrepreneurs’ businesses. Digitalization offers vast opportunities for SMEs and vocational students to market their products in real-time and interactively. However, limited digital literacy and training access remain major challenges. Using a mixed-method approach, data were collected through surveys with 50 respondents and in-depth interviews with young entrepreneurs. Findings show that 74% of respondents were vocational students, 58% had used TikTok Live Shopping, and 70% agreed that the platform effectively increases customer interaction. T-test results indicate that the ability to start Live Shopping, trend exploration, and learning openness were significant (p < 0.05), while training access remained neutral. The study concludes that optimizing TikTok Live Shopping can expand market reach and strengthen business sustainability when supported by digital literacy programs and effective branding strategies.
Â
Keywords: TikTok Live Shopping; Digital Marketing; Young Entrepreneurs; SMEs;Â Business Sustainability
Abstract:Abstract: This study aims to optimize the use of e-commerce in marketing aquades products made from used cooking oil developed by UFLO Beauty and to examine its role in supporting the green economy and MSME digitalization.…
n. The research applied a mixed-method approach by combining qualitative interviews with company management and quantitative surveys of 100 respondents. The findings show that 74% of respondents are aware of the economic value of used cooking oil, 87% support the concept of the green economy, and 98% emphasize the need for MSME digitalization training. Furthermore, 70% of respondents believe that e-commerce has great potential to strengthen product marketing, although challenges remain in digital literacy, SEO optimization, and infrastructure. The study concludes that e-commerce is an effective platform to expand market reach, improve competitiveness, and promote environmentally friendly business practices that contribute to the green economy.Â
Keywords: e-commerce; sublimation; used cooking oil; aquades; green economy.
Â
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan e-commerce dalam pemasaran produk aquades berbahan dasar minyak jelantah yang dikembangkan oleh UFLO Beauty serta menganalisis perannya dalam mendukung ekonomi hijau dan digitalisasi UMKM. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed-method) dengan menggabungkan wawancara kualitatif bersama manajemen perusahaan dan survei kuantitatif terhadap 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% responden mengetahui nilai ekonomi minyak jelantah, 87% mendukung konsep ekonomi hijau, dan 98% menyatakan perlunya pelatihan digitalisasi bagi UMKM. Selain itu, 70% responden menilai e-commerce berpotensi besar dalam meningkatkan pemasaran produk, meskipun masih terdapat kendala literasi digital, optimasi SEO, dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa e-commerce merupakan platform yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, serta mendorong praktik bisnis ramah lingkungan yang berkontribusi terhadap ekonomi hijau.
Â
Kata Kunci: e-commerce; sublimasi; minyak jelantah; aquades; ekonomi hijau.
Abstract:Abstract: This study aims to design a mobile application as an educational and marketing media for sustainable rice farming in Deli Serdang Regency. The research uses a qualitative approach with surveys, interviews, and…
Focus Group Discussions (FGD) to gather data on sustainable farming and marketing practices of rice farmers. The results show that rice farmers in the area have not fully implemented sustainable farming principles, especially in environmentally friendly pest management and conventional marketing involving many intermediaries, which weakens farmers' bargaining position. The mobile application is designed to provide education on sustainable farming practices and direct market access to consumers, addressing digital literacy limitations through training and assistance. Thus, this application has the potential to enhance efficiency, farmer welfare, and support a digital transformation toward an inclusive and competitive agricultural system in Deli Serdang.
Â
Keyword: Mobile Application; Agricultural Education; Sustainable Marketing; Rice Farmers; Deli Serdang..
Â
Abstrak: Penelitian ini bertujuan merancang aplikasi mobile sebagai media edukasi dan pemasaran beras berkelanjutan di Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan survey, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperoleh data mengenai praktik pertanian dan pemasaran berkelanjutan petani padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani padi di wilayah tersebut belum sepenuhnya menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan, terutama dalam pengendalian hama dan pemasaran yang masih konvensional melalui banyak perantara sehingga melemahkan posisi tawar petani. Aplikasi mobile dirancang untuk memberikan edukasi praktik pertanian berkelanjutan dan membuka akses pemasaran langsung ke konsumen, mengatasi kendala keterbatasan literasi digital petani melalui pelatihan dan pendampingan. Dengan demikian, aplikasi ini berpotensi meningkatkan efisiensi, kesejahteraan petani, dan mendukung transformasi digital sistem pertanian yang inklusif serta berdaya saing di Kabupaten Deli Serdang.
Â
Kata kunci: Aplikasi Mobile;Edukasi;Pemasaran Berkelanjutan; Petani Padi; Deli Serdang.
Abstract:Abstract: This study investigates the impact of online training on improving teacher competency at SMKN 2 Rambah, Riau, with a specific focus on their preparedness for professional promotion. Employing a quantitative approach…
roach through a one-group pretest-posttest design, a sample of 30 teachers was selected from a population of 43 using simple random sampling. Data were collected via competency tests administered before and after the training intervention. Normality tests using the Kolmogorov-Smirnov and Shapiro-Wilk methods confirmed that the data were normally distributed. Descriptive statistical analysis revealed a significant increase in the mean score from 60.90 (pre-test) to 78.67 (post-test). Furthermore, the Paired Sample t-Test confirmed a highly significant statistical difference between the two scores (t = -21.229; Sig. = 0.000). The calculation of effect size using Cohen’s d yielded a value of 3.92, indicating a very large effect of the online training on teacher competency enhancement. These findings underscore that online training serves as a highly effective and essential tool in promoting teacher professionalism and meeting promotion requirements in the digital era.
Â
Keyword: Online Training, Teacher Competency Improvement, One-Group Pretest-
              Posttest Design
Â
Abstrak: Penelitian ini menguji pengaruh pelatihan online terhadap peningkatan kompetensi guru di SMKN 2 Rambah, Riau, dengan fokus pada kesiapan menghadapi kenaikan pangkat. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest, 30 guru dari populasi 43 guru dipilih sebagai sampel secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan rata-rata skor yang signifikan dari 60.90 pada pre-test menjadi 78.67 pada post-test. Uji Paired Sample t-Test mengkonfirmasi perbedaan yang sangat signifikan secara statistik antara kedua skor tersebut dengan t = -21.229 dav Sig. = 0.000). Lebih lanjut, perhitungan effect size menggunakan Cohen's d menghasilkan nilai 3.92, mengindikasikan efek yang sangat besar dari pelatihan online terhadap peningkatan kompetensi guru. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan online merupakan instrumen yang sangat efektif dan esensial dalam mendukung pengembangan profesionalisme guru dan memenuhi tuntutan kenaikan pangkat di era digital.
Â
Kata kunci: Pelatihan Online, Peningkatan Kompetensi Guru, one group pretest-posttest
Abstract:Abstract:Cataracts are.one.ofthe.mostcommon visual impairme.nts, e.spe.ciallyamongthe.e.lde.rly. In Indone.sia, the.numbe.rofcataractpatie.ntsisalarminglyhighandpose.s a se.riouspubliche.althconce.rn. Itise.stimate.dthataround…
around 50% of global blindne.sscase.s are.cause.dbycataracts, with approximate.ly 90% ofpatie.ntsre.siding in de.ve.lopingcountrie.s, includingIndone.sia. AccordingtoNourkinan, Indone.sia has the. highe.st numbe.rofcataractcase.s in Southe.ast Asia, with approximate.ly 2 millionindividualsaffe.cte.dandanadditional 240,000 ne.wcase.se.ach ye.ar atriskofblindne.ss. Althoughcataracts are.typicallyassociate.dwithindividualsove.rthe.age.of 55, re.ce.nttre.ndsindicate. a growingnumbe.rofcase.samongyounge.rpe.ople.age.dbe.twe.e.n 35 and 40.In re.sponse.tothisissue., thisre.se.archaimstode.signanimage.se.gme.ntationsyste.mtode.te.ctcataractdise.ase.usingthe. K-Me.ansalgorithm. The.syste.mise.xpe.cte.dtose.rve. as ane.ducationaltoolforstude.ntsand le.arne.rs tobe.tte.runde.rstandhow digital image.analysiscanbe.use.dtoide.ntifycataractsymptoms. This study utilize.s a datase.t consistingof 330 re.tinalimage.s. Base.donte.stingusing a confusionmatrix, the.se.gme.ntationproce.ssachie.ve.danaccuracyrate.of 94.84%. To furthe.rimprove.the.syste.m’spe.rformance., incre.asingthe.numbe.roftraining data isre.comme.nde.dtoe.nhance.se.gme.ntationaccuracy.Â
Â
Keyword:K-Me.ansCluste.ring, Se.gme.ntation, Cataract E.ye.Dise.ase.Â
Â
Abstrak: Katarak me.rupakan salah satu gangguan pe.nglihatan yang umum te.rjadi, te.rutama pada individu lanjut usia. Di Indone.sia, jumlah pe.nde.rita katarak te.rgolong tinggi dan me.njadi masalah ke.se.hatan yang cukup se.rius. Dipe.rkirakan bahwa se.kitar 50% kasus ke.butaan di dunia dise.babkanole.h katarak, dan se.kitar 90% pe.nde.ritanyabe.rada di ne.gara-ne.garabe.rke.mbang, te.rmasukIndone.sia.Be.rdasarkanpe.rnyataanNourkinan, Indone.siame.ne.mpati posisi te.ratas di Asia Te.nggarade.ngan jumlah pe.nde.rita katarak me.ncapaise.kitar 2 juta orang, dan se.tiap tahunnya te.rdapatpe.nambahanse.kitar 240 ribu kasus baru yang be.risikome.ngalamike.butaan. Walaupun umumnya dide.ritaole.h masyarakat be.rusia di atas 55 tahun, kasus katarak juga mulai banyak dite.mukan pada usia yang le.bih muda, yakni antara 35 hingga 40 tahun. Maka dari itu, pe.nulisbe.rtujuanme.mbuatsiste.mse.gme.ntasipe.nyakit mata katarak de.nganme.nggunakanme.tode.K-Me.ansuntuk me.mbantu para mahasiswa dan pe.lajar untuk me.mahamile.bih dalam te.ntang bagaimana citra mata dapat dianalisis se.carate.knis untuk me.nge.nali indikasi pe.nyakit mata katarak. Datase.t yang digunakan pe.ne.litian ini be.rjumlah 330 datase.t, be.rdasarkanpe.ngujian yang te.lah dilakukan dalam me.nse.gme.ntasime.nggunakanconfussionmatrix tingkat ke.be.rhasilan 94.84%. Untuk me.maksimalkan hasil pe.ne.litian dibutuhkan pe.nambahan jumlah data latih untuk me.ningkatkan akurasi dari prose.sse.gme.ntasi. Â
Â
Kata kunci: K-Me.ansCluste.ring, Se.gme.ntasi, Pe.nyakit Mata KatarakÂ
Abstract:Abstract: To maintain stability and increase student enrollment, various promotional efforts are undertaken, including billboards, school visits, social media, radio, and other channels. However, these promotions do not…
prioritize appropriate promotional media, resulting in significant costs and resource constraints. The purpose of this study is to evaluate the best promotional media that can assist management in determining efficient promotional media priorities through a decision support system model. The decision support system used is a Group Decision Support System (GDSS) approach with multiple respondents. The method used includes the Multi-Factor Evaluation Process (MFEP), Multi-Attribute Utility Theory (MAUT), and Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis (MOORA). The BORDA method is used as the final solution for the single best promotional media. The results of the study using the Borda method ranked social media and billboards as the best alternatives, followed by broadcasts and brochures, with radio coming in last. Therefore, this decision support model can help private universities determine more effective and objective student admissions promotion strategies.
Â
Keywords: GDSS; Multi-Respondent; Multi Method; Borda; College Promotion
Abstrak: Untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan jumlah mahasiswa, berbagai upaya promosi dilakukan, termasuk melalui baliho, kunjungan ke sekolah-sekolah, promosi di media sosial, radio, dan lainnya. Namun, promosi yang dilakukan belum mempertimbangkan prioritas media promosi yang tepat, sehingga berdampak pada biaya dan sumber daya yang besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi media promosi terbaik yang dapat membantu manajemen dalam menentukan prioritas media promosi yang efisien melalui model sistem pendukung keputusan. Metode yang digunakan yaitu Sistem pendukung keputusan yang akan digunakan adalah dengan pendekatan Grup Decission Support System (GDSS) dengan multi responden dan penggunaan metode antara lain Multi Factor Evaluation Process (MFEP), Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) dan metode Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis (MOORA) dan dengan menggunakan pendekatan metode BORDA sebagai solusi final tunggal media promosi terbaik. Hasil penelitian dengan metode Borda menempatkan media sosial dan baliho sebagai alternatif terbaik, diikuti broadcast dan brosur, sementara radio menempati posisi terakhir. Dengan demikian, model pendukung keputusan ini dapat membantu perguruan tinggi swasta menentukan strategi promosi penerimaan mahasiswa baru secara lebih efektif dan objektif.
Â
Kata kunci: GDSS; Multi Responden; Multi Metode; Borda; PromosiPerguruan Tinggi
Abstract:Abstract: As a result, farmers often face various problems such as less than optimal yields due to low grain weight (tonnage) and quality, increased maintenance costs, longer harvest periods, and even the risk of crop failure.…
ilure. The urgency of this research lies in the challenges faced by farmers in Asahan Regency in determining appropriate and superior rice seed varieties. Reliance on trial and error methods in seed selection results in less than optimal harvest results. Based on the above problems, this study aims to develop a decision support model to determine superior rice seed varieties to increase yields. The method used in solving the problem is the Group Decision Support System (GDSS) with a decision support method using Multi-Respondent and Multi-Method. The multi-respondent concept allows collaboration between experts, practitioners, and farmers, and the multi-method concept allows data to be analyzed using various techniques, namely WP, MOORA, MAUT, and Borda.
Â
Keywords: Group Decision Support System; Multi-Method; Multi-Respondent; Borda; Rice Seeds
Abstrak: Akibatnya, seringkali petani menghadapi berbagai masalah seperti hasil panen yang kurang maksimal karena rendahnya bobot (tonase) dan kualitas butir beras, meningkatnya biaya perawatan, masa panen yang lebih lama, dan bahkan risiko gagal panen. Urgensi penelitian ini terletak pada tantangan yang dihadapi oleh petani di Kabupaten Asahan dalam menentukan varietas benih padi yang tepat dan unggul. Ketergantungan pada metode coba-coba dalam pemilihan benih menyebabkan hasil panen yang kurang optimal. Berdasarkan masalah di atas, penelitian ini bertujuan mebangun model pendukung keputusan untuk menentukan varietas benih padi unggul guna meningkatkan hasil panen. Metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah yaitu Group Decision Support System (GDSS) dengan metode pendukung keputusan menggunakan Multi Responden dan Multi Metode. Konsep multi responden memungkinkan kolaborasi dari ahli, praktisi dan petani dan konsep multi metode Multi metode meungkinkan data dianalisis dengan beragam teknik yaitu WP, MOORA dan MAUT dan Borda.
Kata kunci: Group Decision Support_System;Multi Metode;Multi Responden;Borda; Benih Padi
Â