Abstract:Â Abstract: This research aims to analyze the urgency and strategic role of digitalization in transforming educational financial management, particularly in achieving optimal transparency and efficiency. Employing a Systematic…
ystematic Literature Review (SLR) approach on publications and policies from 2015 to 2024, this study synthesizes findings regarding the impact of digital-based financial systems (such as ARKAS) on school budget governance. The SLR results indicate that digitalization serves as a vital strategic instrument. E-budgeting and real-time reporting systems significantly enhance transparency and accountability by providing a strong audit trail and reducing the scope for fund misuse. Furthermore, digitalization drives operational efficiency by cutting down administrative workload, allowing for the reallocation of resources to core learning activities, thus supporting education as a strategic investment. Digital systems also function as an instrument of equity through accurate, data-driven decision-making. In conclusion, financial management has shifted from a passive function to an active strategic function that causally affects educational outcomes. Long-term implementation success requires continuous investment in digital financial literacy training for human resources and the integration of financial systems with academic data.
Â
Keywords: Educational Financial Management, Digitalization, Transparency, Efficiency, Â Â
    School Governance.
Â
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi dan peran strategis digitalisasi dalam transformasi manajemen keuangan pendidikan, khususnya dalam mencapai transparansi dan efisiensi optimal. Menggunakan pendekatan Kajian Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR) terhadap publikasi ilmiah dan kebijakan periode 2015-2024, penelitian ini mensintesis temuan mengenai dampak sistem keuangan berbasis digital (seperti ARKAS) terhadap tata kelola anggaran sekolah. Hasil SLR menunjukkan bahwa digitalisasi berfungsi sebagai instrumen strategis yang vital. Sistem e- budgeting dan real-time reporting secara signifikan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dengan menyediakan audit trail yang kuat dan mengurangi ruang gerak penyalahgunaan dana. Selain itu, digitalisasi mendorong efisiensi operasional melalui pengurangan beban kerja administratif, memungkinkan realokasi sumber daya ke aktivitas inti pembelajaran, dan secara efektif mendukung pendidikan sebagai investasi strategis. Digitalisasi juga berperan sebagai instrumen pemerataan melalui pengambilan keputusan berbasis data yang tepat sasaran. Disimpulkan, manajemen keuangan telah bergeser dari fungsi pasif menjadi fungsi strategis aktif yang secara kausal memengaruhi outcomependidikan. Keberhasilan implementasi jangka panjang memerlukan investasi berkelanjutan pada pelatihan literasi digital SDM dan integrasi sistem keuangan dengan data akademik.
Kata Kunci: Manajemen Keuangan Pendidikan, Digitalisasi, Transparansi, Efisiensi, Tata Kelola Sekolah.
Â
Kata kunci: Manajemen Keuangan Pendidikan; Digitalisasi; Transparansi, Efisiensi; Tata Kelola Sekolah.
Abstract:Abstract: This study analyzes the function of transformational leadership as a driver of innovation in promoting the adoption of cloud computing to achieve sustainable competitive advantage. Using a systematic literature…
review (SLR) approach, this study combines the results of six leading articles published between 2018 and 2025. The analysis results show that transformational leadership, using intellectual stimulation, inspirational motivation, and cultural change, can generate innovation in organizations that directly supports cloud adoption. Cloud computing further enhances organizational responsiveness and innovation capacity, enabling companies to respond more quickly to market changes. The research findings confirm that competitive advantage stems not only from technological aspects but also from the dynamic capabilities shaped by transformational leaders who align cloud resources with strategic objectives. This study contributes to filling a gap in theory by proposing a sequential mediation mechanism linking transformational leadership, organizational innovation, cloud adoption, and competitive advantage. Implications for management recommend that organizations focus on digital-based leadership training and ensure that cloud resource allocation is aligned with corporate strategy.
Â
Keyword: Transformational Leadership; Innovation; Cloud Computing; Organizational Agility; Competitive Advantage
Â
Abstrak: Penelitian ini menganalisis fungsi kepemimpinan transformasional sebagai penggerak inovasi dalam mendorong penerapan cloud computing untuk meraih keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis (SLR), studi ini menggabungkan hasil dari enam artikel terkemuka yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, dengan menggunakan stimulasi intelektual, motivasi inspirasional, serta perubahan budaya, dapat menghasilkan inovasi dalam organisasi yang mendukung langsung penerapan cloud. Cloud computing selanjutnya meningkatkan responsivitas organisasi dan kapasitas inovasinya, sehingga perusahaan lebih cepat dalam merespons perubahan pasar. Temuan penelitian menegaskan bahwa keunggulan kompetitif tidak hanya berasal dari aspek teknologi, tetapi juga dari kemampuan dinamis yang dibentuk oleh pemimpin transformasional yang menyelaraskan sumber daya cloud dengan tujuan strategis. Studi ini memberikan kontribusi dalam mengisi kekurangan teori dengan mengusulkan mekanisme mediasi berurutan yang menghubungkan antara kepemimpinan transformasional, inovasi organisasi, penerapan cloud, dan keunggulan kompetitif. Implikasi bagi manajemen merekomendasikan agar organisasi fokus pada pelatihan kepemimpinan yang berbasis digital dan memastikan alokasi sumber daya cloud selaras dengan strategi perusahaan.
Â
Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional; Inovasi; Cloud Computing; Kelincahan Organisasi; Keunggulan Bersaing
Abstract:Abstract: The background of this research problem is the lack of development of children's creativity in learning activities because teachers have not optimized the learning methods and media used. Teachers more often give…
ve children writing, drawing, and coloring activities or worksheets (LKA). The purpose of this study is to enhance children's creativity through the STEAM method using loose parts media made from recycled materials, with the hope that children will be able to imagine and be confident in developing their creativity. Children who are confident in their imagination are creative children. The method used in this study is classroom action research (CAR) with a qualitative descriptive approach. In this activity, children were trained to utilize recycled materials such as used milk cartons, used plastic packaging, and used bottle caps to create works of art to enhance their creativity in accordance with their imagination at the IT AL HIKMAH kindergarten, by conducting classroom action research to achieve a completion rate of ≥ 75%. After improvements were made, there was a significant increase in children's learning outcomes, with the percentage of learning outcomes in the first cycle increasing from 57.5% to 85.5% in the second cycle. Thus, it can be concluded that research using loose parts media by utilizing used items can develop and enhance the creativity of early childhood at the IT AL HIKMAH kindergarten.
Keywords: child creativity, STEAM method, loose parts media
Â
Abstrak: Latar belakang masalah penelitian ini adalah belum berkembangnya kreativitas anak dalam kegiatan pembelajaran karena guru belum mengoptimalkan metode pembelajaran dan media yang diguanakan, guru lebih sering memberikan anak dengan kegiatan menulis, menggambar dan mewarnai atau dengan lembar kerja anak (LKA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas anak melalui metode STEAM dengan media loose parts dari bahan bekas dan diharapkan anak mampu berimajinasi dan percaya diri dalam mengembangkan kreativitasnya. Anak yang percaya diri dalam berimajinasi merupakan anak yang kreatif. Metode yang digunakan pada penilitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan driskriptif kualitatif. Dalam kegiatan ini anak dilatih untuk memanfaatkan barang bekas seperti kardus susu bekas, plastic kemasan bekas, tutup botol bekas untuk dikreasikan menjadi suatu hasil karya untuk meningkatkan kreativitas anak sesuai dengan imjinasinya di lembaga TK IT AL HIKMAH, dengan cara melakukan penelitian tindakan kelas agar mencapai ketuntasan ≥ 75%. Setelah dilakukan perbaikan, terjadi peningkatan signifikan dalam hasil belajar anak yang mana persentase hasil belajar pada siklus pertama yaitu 57,5% meningkat menjadi 85,5% pada siklus kedua. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian dengan menggunakan media Loose part dengan memanfaatkan barang bekas dapat mengembangkan dan meningkatkan kreativitas anak usia dini di TK IT AL HIKMAH.
Kata kunci: kreativitas anak, metode STEAM, media losse part
Abstract:Abstract: This research aims to develop contextual-based Field Work Lecture (KKL) guidelines for students in the History Education Study Program at Universitas PGRI Pontianak. The main problem encountered in previous KKL…
implementations was the lack of guidelines tailored to local contextual needs, particularly in the application of learning based on the local environment and socio-cultural context. This research employed a Research and Development (R&D) method with a modified Borg & Gall development model consisting of six stages: needs analysis, planning, initial product development, limited trials, product revision, and field trials. The results indicate that these contextual-based KKL guidelines effectively improve students' ability to identify local potential, design KKL activities appropriate to the local socio-cultural context, and strengthen their reflective and collaborative skills. Expert validation indicated a "very feasible" rating with an average score of 91%, while field test results demonstrated a significant increase in students' understanding of contextual learning concepts. Therefore, these guidelines are suitable for use as the official reference for KKL implementation within the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas PGRI Pontianak.
Â
Keywords: KKL, contextual learning, guidelines, R&D, history education
Â
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pedoman Kuliah Kerja Lapangan (KKL) berbasis kontekstual bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Pontianak. Permasalahan utama yang dihadapi dalam pelaksanaan KKL sebelumnya adalah belum adanya pedoman yang menyesuaikan dengan kebutuhan kontekstual daerah, terutama dalam penerapan pembelajaran berbasis lingkungan dan sosial budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi enam tahap, yaitu: analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba terbatas, revisi produk, dan uji coba lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedoman KKL berbasis kontekstual ini efektif meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi potensi lokal, merancang kegiatan KKL sesuai konteks sosial-budaya daerah, serta memperkuat keterampilan reflektif dan kolaboratif mahasiswa. Validasi ahli menunjukkan kategori “sangat layak†dengan skor rata-rata 91%, sedangkan hasil uji lapangan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa terhadap konsep pembelajaran kontekstual. Dengan demikian, pedoman ini layak diterapkan sebagai acuan resmi pelaksanaan KKL di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Pontianak.
Â
Kata kunci: KKL, pembelajaran kontekstual, pedoman, R&D, pendidikan sejarah
Abstract:Abstract: EEG-based Brain Computer Interface offers the potential for integration with Internet of Autonomous group control such as drones, robots, wheelchairs, AUVs, smart-home and smart-city devices, etc. This literature…
re review aims to determine the potential for integration (BCI) in controlling smart devices and swarm intelligence within the IoAT ecosystem that collaborates in a corporate and decentralized manner. As well as compiling an initial abstract framework towards this development direction, based on a review of journals related to brain-computer interfaces, intent translator frameworks for IoT, LLM, mesh topology, federated learning, swarm-rules models, and human-swarm cybernetic/feedback loop integration. The results of the review show that BCI-IoAT integration through a swarm intelligence approach has the potential to create a robust, independent, and autonomous system.
Â
Keywords: Brain Computer Interface; EEG; Swarm intelligence; IoT; LLM; human-swarm; Autonomous Things
Â
Abstrak: Brain Computer Interface berbasis EEG menawarkan potensi integrasi dengan kendali kelompok Internet Of Autonomous seperti drone, robot, kursi roda, AUV, perangkat smart-home dan smart-city, dsb. literature review ini bertujuan untuk mengetahui potensi integrasi (BCI) dalam mengendalikan perangkat pintar dan swarm intelligence di dalam ekosistem IoAT yang bekerja sama secara korporatif dan desentraliasi. Serta menyusun kerangka abstrak awal menuju arah pengembangan tersebut, berdasarkan review jurnal-jurnal yang berhubungan dengan brain-computer interface, framework intent translator for IoT, LLM, topologi mesh, federated learning, model swarm-rules, dan integrasi human-swarm cybernetic/feedback loop. Hasilnya tinjauan menunjukkan bahwa integrasi BCI-IoAT melalui pendekatan swarm intelligence berpotensi menciptakan sistem yang bersifat robust, mandiri, dan otonom.
Â
Kata kunci: Brain Computer Interface; EEG; Swarm intelligence; IoT; LLM; human-swarm; Autonomous Things
Abstract:Abstract: State Civil Servants in government institutions is expected to realize a world-class bureaucracy with good governance, accountability, merit-based, and excellent public service performance. This study aims to…
analyze how Performance, Motivation and Work Discipline in the State Civil Apparatus of the Department of Industry and Trade of Energy and Mineral Resources of North Sumatra Province. This study applies a quantitative method with descriptive techniques carried out at the Department of Industry and Trade of Energy and Mineral Resources of North Sumatra Province. This study involved 60 civil servants who were used as respondents for the research sample. With the sampling technique using the nonprobability sampling method. The results of the study show that in terms of performance, ASN at the North Sumatra Province Energy and Mineral Resources Industry and Trade Office has the ability to cooperate with fellow employees and show awareness to respect each other. As a way to improve their performance. The remuneration received, especially in the form of salary, is something that is able to motivate civil servants to achieve the performance that has been determined which is considered appropriate. Regarding Work Discipline, the attendance rate of ASN is good, but the majority of ASN still do not fully comply with the attendance time at work or the punctuality at work is still not appropriate.
Keyword: Motivation, Performance, State_Sivil_Servants, Work_Discipline.
Abstrak: Aparatur Sipil Negara pada institusi pemerintahan, diharapkan dapat mewujudkan birokrasi kelas dunia dengan tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, berbasis merit, dan kinerja layanan publik yang prima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Kinerja, Motivasi dan Dispilin Kerja Pada Aparatur Sipil Negara Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan teknik deskriptif yang dilaksanakan pada Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini melibatkan 60 orang ASN yang dijadikan responden untuk sample penelitian. Dengan Teknik pengambilan sample menggunakan metode nonprobability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hal Kinerja, ASN pada Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan rekan sesama pegawai dan menunjukkan kesadaran untuk saling menghargai. Sebagai cara untuk meningkatkan kinerja mereka. Balas jasa yang diterima terutama dalam bentuk gaji merupakan hal yang mampu memotivasi para ASN untuk mencapai kinerja yang telah ditetapkan yang dianggap sudah sesuai . Terkait Disiplin Kerja, tingkat kehadiran ASN sudah baik, namun mayoritas ASN masih belum sepenuhnya mematuhi waktu kehadiran dalam bekerja atau ketepatan waktu dalam bekerja masih belum sesuai.
Kata kunci: Aparatur_Sipil_Negara, Disiplin_Kerja, Kinerja, Motivasi
Abstract:Abstract: Biopore infiltration holes are a simple and environmentally friendly technology that provides solutions to waterlogging and organic waste problems in Medang Village, Medang Deras District, Batu Bara Regency. This…
is program was implemented by the Community Service Program (KKN) students of the State Islamic University of North Sumatra through several stages, including planning, socialization, implementation, and evaluation. The infiltration holes were created using a manual drill with a depth of approximately 100 cm, equipped with perforated PVC pipes, and filled with organic waste such as dry leaves and kitchen scraps. The results indicate that biopore holes improve rainwater absorption, reduce the risk of flooding, and produce natural compost that enriches the soil. Community participation plays a crucial role in sustaining this initiative. Therefore, the application of biopores can serve as a strategic effort for community-based environmental management.
Keyword: Biopore Infiltration Hole, Water Management, Organic Waste, Medang Village, KKN UINSU
Abstrak: Lubang resapan biopori merupakan teknologi sederhana yang ramah lingkungan dan dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan genangan air serta penumpukan sampah organik di Desa Medang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Sumatera Utara melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembuatan lubang resapan dilakukan menggunakan bor manual dengan kedalaman ±100 cm, dilengkapi pipa paralon berlubang, dan diisi dengan sampah organik seperti daun kering dan sisa dapur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lubang biopori mampu meningkatkan daya serap air hujan, mengurangi risiko banjir, serta menghasilkan kompos alami yang menyuburkan tanah. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, penerapan biopori dapat menjadi upaya strategis dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Kata kunci: Lubang Resapan Biopori, Pengelolaan Air, Sampah Organik, Desa Medang, KKN UINSU
Abstract:Abstract: Digital image processing plays an important role in object classification, both for research and practical applications. This study discusses the implementation of the K-Means Clustering method for identifying…
and classifying images of pandas, lions, and handycam devices using MATLAB software. The research stages include image acquisition, preprocessing such as image conversion and normalization, feature extraction based on color and texture, and classification using the K-Means algorithm. Experimental results show that the K-Means method is capable of grouping objects into the appropriate classes based on image feature similarity. The system’s accuracy is influenced by input image quality, cluster parameters, and the amount of training data used. Therefore, this study demonstrates that K-Means can be applied as a simple yet effective method for object image classification, particularly in distinguishing between animal types and non-living objects such as handycams.
Keywords: K-Means, Image Processing, MATLAB, Object Classification, Panda, Lion, Handycam
Abstrak: Pengolahan citra digital memiliki peran penting dalam bidang klasifikasi objek, baik untuk penelitian maupun implementasi praktis. Penelitian ini membahas penerapan metode K-Means Clustering dalam proses identifikasi dan klasifikasi citra panda, singa, serta perangkat handycam menggunakan perangkat lunak MATLAB. Tahapan penelitian meliputi akuisisi citra, pra-pemrosesan berupa konversi citra dan normalisasi, ekstraksi fitur warna dan tekstur, serta proses klasifikasi dengan algoritma K-Means. Hasil percobaan menunjukkan bahwa metode K-Means mampu mengelompokkan objek ke dalam kelas yang sesuai berdasarkan kemiripan fitur citra. Tingkat akurasi sistem dipengaruhi oleh kualitas citra masukan, parameter klaster, dan jumlah data latih yang digunakan. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa K-Means dapat dijadikan metode sederhana namun efektif dalam klasifikasi citra objek, khususnya untuk membedakan jenis binatang dan perangkat non-hayati seperti handycam.
Kata kunci: K-Means, Pengolahan Citra, MATLAB, Klasifikasi Objek, Panda, Singa, Handycam
Abstract:Abstract: The decline in product sales is a common issue faced by minimarkets as it affects revenue stability and stock management strategies. To address this problem, a system capable of predicting potential sales decline…
ne accurately and efficiently is required. This study aims to implement the Naive Bayes algorithm to predict product sales decline in a minimarket, measure the prediction accuracy, and identify the most influential factors contributing to sales decrease. This research employs a quantitative method with a data mining approach. The dataset used consists of minimarket sales data from 2020 to 2023, including attributes such as product name, product category, quantity sold, price, sales period, and promotion status. The research stages include data preprocessing, data splitting into training and testing sets, applying the Naive Bayes algorithm, and evaluating the results using accuracy, precision, and recall metrics. The system implementation was developed using the Python programming language and the CodeIgniter framework for a web-based interface. The results show that the Naive Bayes algorithm achieved a 100% accuracy rate, indicating excellent performance in predicting sales decline. The most influential factors affecting sales decline are promotion status and product category, where non-promoted products and those belonging to the instant food category are more likely to experience decreased sales. Therefore, the implementation of the Naive Bayes algorithm proves to be effective in helping minimarket management monitor sales trends, design promotion strategies, and improve data-driven decision-making efficiency.
Keywords: Naive Bayes, sales prediction, sales decline, data mining, minimarket.
Abstrak: Penurunan penjualan produk merupakan permasalahan yang sering dihadapi oleh minimarket karena dapat memengaruhi stabilitas pendapatan dan strategi pengelolaan stok barang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan suatu sistem yang mampu memprediksi potensi penurunan penjualan secara akurat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma Naive Bayes dalam memprediksi penurunan penjualan produk pada minimarket, mengukur tingkat akurasi hasil prediksi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan penjualan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan data mining. Data yang digunakan berupa data penjualan minimarket periode 2020–2023 dengan atribut meliputi nama produk, kategori produk, jumlah terjual, harga, waktu penjualan, dan status promosi. Proses penelitian meliputi tahap data preprocessing, pembagian data menjadi data latih dan data uji, penerapan algoritma Naive Bayes, serta evaluasi hasil menggunakan metrik accuracy, precision, dan recall. Implementasi sistem dilakukan dengan bahasa pemrograman Python serta framework CodeIgniter untuk antarmuka berbasis web. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Naive Bayes mampu memberikan hasil prediksi dengan tingkat akurasi sebesar 100%, menunjukkan kemampuan model yang sangat baik dalam memprediksi penurunan penjualan produk. Faktor yang paling memengaruhi penurunan penjualan adalah status promosi dan kategori produk, di mana produk tanpa promosi dan kategori makanan instan lebih sering mengalami penurunan penjualan. Dengan demikian, penerapan algoritma Naive Bayes terbukti efektif untuk membantu manajemen minimarket dalam memantau tren penjualan, merancang strategi promosi, serta meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan secara berbasis data.
Kata kunci: Naive Bayes, prediksi penjualan, penurunan penjualan, data mining, minimarket.
Abstract:Abstract: Technical and Vocational Education and Training (TVET) plays a crucial role in bridging the needs of the industrial world with the goals of sustainable human development. Within the context of the Sustainable Development…
evelopment Goals (SDGs), particularly Goal 4.7 on Education for Sustainable Development, this study revisits the philosophy of TVET through three dimensions: realism, heart, and logic. The research aims to uncover the philosophical foundations of TVET within the SDG framework by tracing classical German thought (Kerschensteiner, Spranger, Fischer) alongside modern paradigms rooted in technology, vocational psychology, and educational sustainability. The method employed is an integrative bibliometric-based literature analysis of 1,041 Scopus-indexed articles (2015–2024), combined with a philosophical review of five major sources from Germany, the United Kingdom, China, and Indonesia. The findings reveal four key insights: (1) Educational realism emphasizes contextual and meaningful work competencies; (2) The dimension of heart highlights moral values, humanity, and psychological well-being within the TVET system; (3) Educational logic is reflected in technology-based curricula that integrate knowledge, skills, and values; and (4) The integration of SDGs fosters ecological awareness and social responsibility. TVET is thus conceptualized as a philosophical system that unites work reality, humanity, and scientific rationality toward a sustainable vocational curriculum for the 21st century.
Keyword: Philosophy of TVET; SDGs; vocational ethics; vocational psychology; educational sustainability
Abstrak: Pendidikan Teknik dan Kejuruan (TVET) berperan penting dalam menjembatani kebutuhan dunia industri dengan tujuan pembangunan manusia berkelanjutan. Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4.7 tentang Education for Sustainable Development, kajian ini meninjau ulang filsafat TVET melalui tiga dimensi: realisme, hati, dan logika. Penelitian ini bertujuan mengungkap fondasi filosofis TVET dalam kerangka SDGs dengan menelusuri pemikiran klasik Jerman (Kerschensteiner, Spranger, Fischer) serta paradigma modern berbasis teknologi, psikologi vokasional, dan keberlanjutan pendidikan. Metode yang digunakan adalah integrative literature analysis berbasis bibliometrik terhadap 1.041 artikel Scopus (2015–2024), dipadukan dengan telaah filosofis terhadap lima sumber utama dari Jerman, Inggris, Tiongkok, dan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: (1) realisme pendidikan menekankan kompetensi kerja kontekstual dan bermakna; (2) dimensi hati menyoroti nilai moral, kemanusiaan, dan kesejahteraan psikologis dalam sistem TVET; (3) logika pendidikan tercermin pada kurikulum berbasis teknologi yang menghubungkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai; serta (4) integrasi SDGs menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial. TVET dipandang sebagai sistem filosofis yang menyatukan realitas kerja, kemanusiaan, dan rasionalitas ilmiah menuju kurikulum kejuruan berkelanjutan abad ke-21.
Kata kunci: Filsafat TVET; SDGs; etika vokasional; psikologi kejuruan; keberlanjutan pendidikan.